(navigation image)
Home American Libraries | Canadian Libraries | Universal Library | Community Texts | Project Gutenberg | Children's Library | Biodiversity Heritage Library | Additional Collections
Search: Advanced Search
Anonymous User (login or join us)
Upload
See other formats

Full text of "Tafsir Ibnu Katsir Juz 7, 8, 9"

£# 



mm 



mm 
mm 

>. < 
>. < 

k>4 



AL-IMAM ABUL FIDA ISMA'IL 1BNU KASIR AD-DIMASYQI 

"Tafsir 

Ibnu K^sfr 



dm 



■3 v 




7 



Maidah 83 s.d. Al-An f am 110 

SINAR BAK.U ALGENSINDO 

KQmpungsannQh.org 



Tafsir Ibnu Kafeir 



JUZ 7 



Al-Maidah, ayat 83-86 

Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada 
Rasul, kamu lihat mates mereka mencucurkan air mata disebabkan 
kebenaran (Al-Qur' an) yangtelah mereka AetaAwi (dar i kitab-kitab 
mereka sendiri); seraya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah 
beriman, maka catatlah kami bersama orang-orangyang menjadi 
saksi (atas kebenaran Al-Qur' an dan kenabian Muhammad Saw.). 
Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada 
kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin 
agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang- 
orangyang saleh? " Maka Allah memberi mereka pahala terhadap 
perkataan yang niereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir 
sungai-sungai di dalamnya, sedangkan mereka kekal di dalamnya. 
Dan itulah balasan (bagi) orang-orangyang berbuat kebaikan (yang 
ikhlas keimanannya). Dan orang-orang kqfir serta mendustakan 
ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. 

Kqmpungsannqh.org 



Juz 7 - Al-Maidah 



Selanjutnya Allah menyebutkan sifat mereka yang lain, yaitu taat kepada 
kebenaran dan mengikutinya serta menyadarinya. Untuk itu Allah Swt. 
berfirman: 

Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada 
Rasul (Muhammad), kalian lihat mata mereka mencucurkan air 
matadisebabkan kebenaran (AI-Qut' 1 an) yang telah mereka ketahui 
(dari kitab-kitab mereka sendiri). (Al-M^idah: 83) 

Yakni melalui apa yang terdapat di dalam kitab mereka menyangkut 
berita gembira akan datangnya seorang rasul, yaitu Nabi Muhammad 
Saw. 



CW ■. Sj4iVJJ3 



<&A?q3K%&K 



seraya berkata, "YaTuhankami, kami telah beriman, makacaiatlah 
kami bersama orang-orangyang menjadi saksi (atas kebenaran Al- 
Qur'an dan kenabian Muhammad Saw.).*( Al-Maidah: 83) 

Yakni bersama orang-orang yang menjadi saksi atas kebenarannya dan 
yangberiman kepadanya. 

Imam Nasai telah meriwayatkan dari Amr ibnu AH Al-Fallas, dari 
Umar ibnu Ali ibnu Miqdam, dari Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya, 
dari Abdullah ibnuz Zubair yang mengatakan bahwa ayat ini diturun- 
kan berkenaan dengan Raja Najasyi dan teman-temannya, yaitu firman 
Allah Swt.: 




Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada 
Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata 
disebabkan kebenaran (Al-Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 



kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata, "Ya Tuhan kami. kami 
telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang 
menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur'an dan kenabian Muhammad 
Saw.)f (Al-Maidah: 83) 

Ibnu Abu Hatim, Ibnu Murdawaih, dan Imam Hakim di dalam kitab 
A&stadrak-nya. telah meriwayatkan melalui jalur Sammak, dari Ikrimah, 
dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah Swt.: 



CAv i 3d£)iJl»j) 



-&^Qft 



maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi. ( Al- 
Maidah: 83) 

Yakni bersama Nabi Muhammad Saw. dan umatnya adalah orang- 
orang yang menjadi saksi. Mereka mempersaksikan terhadap Nabi Saw. 
bahwaNabi Saw. telah menyampaikan risalahnya, juga mempersaksikan 
terhadap para rasul, bahwa mereka telah menyampaikan risalah. 
Kemudian Imam Hakim berkata, "Sanad hadis ini sahih, tetapi keduanya 
tidak mengetengahkannya." 

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu 
Syubail (yaitu Abdullah ibnu Abdur Rahman ibnu Waqid), telah 
menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Al- 
Abbas ibnul Fadl, dari Abdul Jabbar ibnu Nafi' Ad-Dabbi, dari Qatadah 
dan Ja'far ibnu Iyas, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan 
dengan firman Allah Swt.: 



■$K»&$$&g$&9^^t 



Dan apabila mereka mendengarkan apa yang ditunmkan kepada 
Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air 
mata. (Al-Maidah: 83) 

Ibnu Abbas mengatakan, mereka adalah para petani yang tiba bersama 
Ja'far ibnu Abu Talib dari negeri Habsyah. Ketika Rasulullah Saw. 
membacakan Al-Qur'an kepada mereka, lalu mereka beriman, dan air 
mata mereka bercucuran. Maka Rasulullah Saw. bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



Juz 7 - Al-Maidah 



■S-r 



Barangkali apabila kalian kembali ke tanah air kalian, maka kalian 
akan berp'mdah ke agama kalian lagi. 

Merekamenjawab, "Kami tidak akan pindah dari agama kami sekarang.*" 
Perkataan mereka disitiroleh Allah Swt. melalui wahyu yang diturunkan- 
Nya.vaitu: 



CAt 



Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada 
kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin 
agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang- 
orang yang saleh? " (Al-Maidah: 84) 

Golongan orang-orang Nasrani inilah yang disebutkan oleh Allah Swt. 
melalui firman-Nya: 

Dan sesungguhnya di antaraAhli Kitab ada orang yang beriman 
kepada Allah dan kepada apa yang ditunmkan kepada kamu dan 
yangditurunkan kepada mereka, sedangkan mereka berendah hati 
kepada Allah (Ali Imran:199),hinggaakhirayat. 

Orang-orang yang telah kami datangkan kepada mereka Al-Kitab 
sebelumnya Al-Qur 'an, mereka beriman (pula) dengan Al-Qur 'an 
itu. Dan apabila dibacakan (Al-Qur' an itu) kepada mereka, mereka 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir tonu Kasir 



berkata, "Kami beriman kepadanya, sesimgguhnya Al-Qur'an itu 
adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesimgguhnya kami 
sebelumnya adalah orang-orangyang ntembenarkannya''(Al-Qasas'. 
52-53) 

sampai dengan firman-Nya: 

kami tidak ingin bergaul dengan orang-orangjahil^A\-Qasa&\ 55) 
Karena itulah dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya: 

Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang 
mereka ucapkan (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di 
dalamnya. (Al-Maidah: 85) 

Yakni Allah membalas mereka sebagai pahala atas iman mereka, 
kepercayaan dan pengakuan mereka kepada perkara yang hak, yaitu 
berupa: 



xk&£mv&&&*>& 



t^iu> t etoUp .^«»-™..— . . — j w.» „.—_,,.—, «. t^ril — 1 \ * 



Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedangkan mereka 
kekal di dalamnya. (Al-Maidah: 85) 

Yakni mereka tinggal di dalam surga untuk selamanya, tidak akan pindah 
dan tidak akan fana. 



C AOt »JC)UU3 



4hSMfc$tf 



Dan itulah balasan (bagi J orang-orangyang berbuat kebaikan. ( Al- 
MSdah: 85) 

Yakni karena mereka mengikuti perkara yang hak dan taat kepadanya 
di mana pun perkara yang hak ada dan kapan saja serta dengan siapa 
pun, mereka tetap berpegang kepada perkara yang hak. 

Kqmpungsannqh.org 



Juz 7 -Al-Maidah 



Selanjutnya Allah menceritakan perihal orang-orang yang celaka 
melalui firman-Nya: 



, . BJe ,«o .^fiasssB*tafc 



Dan orang-orang kefir serta mendustakan ayat-ayat Kami. (Al- 
Maidah: 86) 

Yakni ingkar kepada ayat-ayat Allah dan menentangnya. 

mereka itulah petighuni neraka. (Al-Maidah: 86) 
Yakni mereka adalah ahli neraka yang akan masuk ke dalamnya. 



Al-Maidah, ayat 87-88 



Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian haramkan apa- 
apayang baikyang telah Allah halalkan bagi kalian, dan jangan- 
lah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai 
orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang 
halal lagi baikdari apa yang Allah telah rezekikan kepada kalian, 
dan bertakwalah kepada Allah yang kalian beriman kepada-Nya 

Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa ayat 
ini diturunkan berkenaan dengan segolongan orang dari sahabat Nabi 
Saw. yang mengatakan, "Kita kebiri diri kita, tinggalkan nasfu syahwat 
duniawi dan mengembara di muka bumi seperti yang dilakukan oleh 
para rahib di masa lalu." Ketika berita tersebut sampai kepada Nabi 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir (bnu Kafeir 



Saw., maka beliau mengirimkan utusan untuk menanyakan hal tersebut 
kepada mereka. Merekamenjawab, "Benar." MakaNabi Saw. bersabda: 

Tefapi akupuasa, berbuka, salat, tidur, dan menikahi wanita. Maka 
barang siapa yang mengamalkan sunnahku (tuntunanku), berarti 
dia termasuk golonganku; dan barang siapa yang tidak 
mengamalkan sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku. 
(Riwayat Ibnu Abu Hatim) 

Ibnu Murdawaih telah meriwayatkan melalui jalur Al-Aufi, dari Ibnu 
Abbas, hal yang semisal. 

Di dalam kttab Sahihain disebutkan dari Siti Aisyah r.a. bahwa 
pernah ada segolongan orang dari kalangan sahabat Rasulullah Saw. 
bertanya kepada istri-istri Nabi Saw. tentang amal perbuatan Nabi Saw. 
yang bersifat pribadi. Maka sebagian dari para sahabat itu ada yang 
menyangka], "Kalau aku tidak makan daging." Sebagian yang lain 
mengatakan, "Aku tidak akan mengawini wanita." Dan sebagian lagi 
mengatakan, "Aku tidak tidur di atas kasur.'TCetika hal itu sampai kepada 
Nabi Saw., maka beliau bersabda: 

$$<&&{&$&■ Of s^l^s^es 

Apakah gerartgan yang dialami oleh kaum, seseorang dari mereka 
mengatakan anu dan ami, tetapi akupuasa, berbuka, tidur, bangun, 
makan daging, dan kawin dengan wanita. Maka barang siapa yang 
tidak suka dengan sunnah (tuntunan)£w. maka dia bukan dari 
golonganku. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad 
ibnu Isam Al-Ansari, telah menceritakan kepada kami Abu Asim 

Kqmpungsannqh.org 



Juz7-Al-MaMah 



Ad-Dahhak ibnu Mukhallad, dari Usman (yakni Ibnu Sa'id), telah 
menceritakan kepadaku Ikrimah, dari Ibnu Abbas bahwa pernah ada 
seorang lelaki datang kepada Nabi Saw., lalu lelaki itu berkata, "Wahai 
Rasulullah, sesungguhnya aku apabila makan daging ini, maka berahiku 
terhadap wanita memuncak, dan sesungguhnya aku sekarang meng- 
haramkan daging atas diriku." Maka turunlah firman-Nya: 



CW > FJ&UHO 



.j^d^vW$*!ti$Nfc 



Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian haramkan apa- 
apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kalian. (Al-Maidah: 
87) 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan Imam Ibnu 
Jarir, keduanya dari Amr ibnu All Al-Fallas, dari Abu Asim An-Nabil 
dengan sanad yang sama. Menurut Imam Turmuzi hadis ini hasan garib. 
Telah diriwayatkan pula melalui jalur lain secara mursal, dan telah 
diriwayatkan secara manquf pada Ibnu Abbas. 

Sufyan As-Sauri dan Waki' mengatakan bahwa Ismail ibnu Abu 
Khalid telah meriwayatkan dari Qais ibnu Abu Hazim, dari Abdullah 
ibnu Mas'ud yang menceritakan, "Kami pernah berperang bersama 
Nabi Saw., sedangkan kami tidak membawa wanita. Maka kami 
berkata, 'Sebaiknya kita kebiri saja diri kita.' Tetapi Rasulullah Saw. 
melarang kami melakukannya dan memberikan rukhsah (kemurahan) 
bagi kami untuk mengawini wanita dengan maskawin berupa pakaian 
dalam jangka waktu yangditentukan."Kemudian Abdullah ibnu Mas'ud 
membacakan firman-Nya: 



Cav i SjKiUi^ • ■• 



■&&SfoMB$3#@iKll 



Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian haramkan apa- 
apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kalian. (Al-Maidah: 
87), hingga akhir ayat. 

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya melalui hadis 
Ismail. Peristiwa ini terjadi sebelum nikah mut 'ah diharamkan. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kafeir 



Al-A'masy telah meriwayatkan dari Ibrahim, dari Hammam ibnul 
Haris, dari Amr ibnu Syurahbil yang menceritakan bahwa Ma'qal ibnu 
Muqarrin datang kepada Abdullah ibnu Mas'ud, lalu Ma'qal berkata, 
"Sesunggulinyaaku sekarang telah mengharanikan tempat tidurku (yakni 
tidak mau tidur di kasur lagi)" Maka Abdullali ibnu Mas'ud membacakan 
firman-Nya: 



CAV i sj&UO 



..m&fc.44>&£m@$i®i 



Hat orang-orang yang beriman, janganlah kalian haramkan apa- 
apa yang bath yang telah Allah halalkanbagi kalian. (Al-Maidah: 
87), hingga akhir ayat . 

As-Sauri telah meriwayatkan dari Mansur, dari Abud Duha, dari Masruq 
yang menceritakan, "Ketika kami sedang berada di rumah Abdullah ibnu 
Mas'ud, maka disuguhkan kepadanya air susu perahan. Lalu ada seorang 
lelaki (dari para hadirin) yang menjauh. Abdullah ibnu Mas'ud berkata 
kepadanya, 'Mendekatlah.' Lelaki itu berkata, 'Sesungguhnyaaku telah 
mengharamkan diriku meminumnya.' Abdullah ibnu Mas'ud berkata, 
'Mendekatlah dan minumlah, dan bayarlah kifarat sumpahmu,' lalu 
Abdullah ibnu Mas'ud membacakan firman-Nya: 






Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian haramkan apa- 
apayang baikyang telah Allah halalkan bagi kalian. (Al-Maidah: 
87), hingga akhir ayat. 

Keduanya diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim. Imam Hakim telah 
meriwayatkan asar yang terakhir ini di dalam kitab Mustadrak-nya 
melalui jalur Ishaq ibnu Rahawaih, dari Jarir, dari Mansur dengan sanad 
yang sama. Kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa asar ini sahih 
dengan syarat Syaikhain (Bukhari dan Muslim), tetapi keduanya tidak 
mengetengahkannya. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Yunus ibnu Abdul A'ia, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, 
telah menceritakan kepadaku Hisyam ibnu Sa'd, bahwa Zaid ibnu Aslam 

Kqmpangsunnqh.org 



10 Juz 7 -Al-Maidah 

pernah menceritakan kepadanya bahwa Abdullah ibnu Rawwahah 
kedatangan tamu dari kalangan keluarganya di saat ia sedang berada di 
rumah Nabi Saw. Kemudian ia pulang ke rumah dan menjumpai 
keluarganya masih belum menjamu tamu mereka karena menunggu 
kedatangannya. Maka ia berkata kepada istrinya, "Engkau tahan tamuku 
karenaaku, makanan ini haram bagiku." Istrinya mengatakan, "Makanan 
ini haram bagiku." Tamunya pun mengatakan, "Makanan ini haram 
bagiku." Ketika Abdullah ibnu Rawwahah melihat reaksi tersebut, maka 
ia meletakkan tangannya (memungut makanan) dan berkata, "Makanlah 
dengan menyebut nama Allah." Lalu Abdullah ibnu Rawwahah pergi 
menemui Nabi Saw. dan menceritakan apa yang ia alami bersama 
mereka. Kemudian Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 

Hai orang-orang yang beriman, jcmganlah kalian haramkan apa- 
apayang baikyang telah Allah halalkan bagi kalian. (Al-Maidah: 
87) 

Asar ini berpredikat munqatF. 

Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan kisah Abu Bakar As-Siddiq 
bersama tamu-tamunya yang isinya serupa dengan kisah di atas. 

Berangkat dari makna kisah ini, ada sebagian ulama — seperti Imam 
Syafli dan lain-lainnya — yang mengatakan bahwa barang siapa 
mengharamkan suatu makanan atau pakaian atau yang lainnya kecuali 
wanita, maka hal itu tidak haram baginya dan tidak ada kifarat atas orang 
yang bersangkutan (bila melanggarnya), karena Allah Swt. telah 
berfirman: 

Hai orang-orangyang beriman, janganlah kalian haramkan apa- 
apayang baikyang telah Allah halalkan bagi kalian. (Al-Maidah: 
87) 

Demikian pula apabila seseorang mengharamkan daging atas dirinya, 
seperti yang disebutkan pada hadis di atas, Nabi Saw-, tidak 
memerintahkan kepadanya untuk membayar kifarat. 

Kqmpangsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 1 

Ulama lainnya — antara lain Imam Ahmad ibnu Hambal — berpen- 
dapat bahwa orang yang mengharamkan sesuatu makanan atau minuman 
atau pakaian atau yang lainnya diwajibkan membayar kifarat sumpah. 
Begitu pula apabila seseorang bersumpah akan meninggalkan sesuatu, 
maka ia pun dikenakan sanksi begitu ia mengharamkannya atas dirinya, 
sebagai hukuman atas apa yang telah ditetapkannya. Seperti yang telah 
difatwakan oleh Ibnu Abbas, dan seperti yang terdapat di dalam firman- 
Nya: 



Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah 
menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri- 
istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi MahaPenyayang. (At- 
Tahrim: 1) 

Kemudian dalam ayat selanjutnya disebutkan: 



(fcJj-acJl^ 



%&&&&&& 



Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian 
membebaskan diri dari sumpah kalian, (At-Tahrim: 2), hingga akhir 
ayat. 

Demikian pula dalam surat ini, setelah disebutkan hukum ini, lalu diiringi 
dengan ayat yang menerangkan tentang kifarat sumpah. Maka hal ini 
menunjukkan bahwa masalah yang sedang kita bahas sama kedudukan- 
nya dengan kasus sumpah dalam hal wajib membayar kifarat. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, 
telah menceritakan kepada kami Al-Husain, telah menceritakan kepada 
kami Hajjaj, dari Ibnu Juraij, dari Mujahid yang menceritakan bahwa 
ada segolongan kaum laki-laki — antara tain Usman ibnu Maz'un dan 
Abdullah ibnu Amr — bermaksud melakukan tabattul (membaktikan 
seluruh hidupnya untuk ibadah) dan mengebiri diri mereka serta memakai 
pakaian yang kasar. Maka turunlah ayat ini sampai dengan firman-Nya: 

Kqmpangsannqh.org 



12 



Juz 7 - AI-MakJah 



C/tA 1 fjiui^ 



■QttLV&i%&&\&<i 



dan bertakwalah kepada Allah yang kalian beriman kepada-Nya 
(Al-Maidah: 88) 

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ikrimah, bahwaUsman ibnu Maz'un, 
Ali ibnu Abu Talib, Ibnu Mas'ud, dan Al-Miqdad ibnul Aswad serta 
Salim maula Abu Huzaifah bersama sahabat lainnya melakukan tabattul, 
latu mereka tinggal di rufnahnya masing-masing, memisahkan diri dari 
istri-istri mereka, memakai pakaian kasar, dan mengharamkan atas diri 
mereka makanan dan pakaian yang dihalalkan kecuaJi makanan dan 
pakaian yangbiasadimakan dan dipakai oleh para pengembara dari kaum 
Bani Israil. Mereka pun bertekad mengebiri diri mereka serta sepakat 
untuk qiyamul lail dan puasa pada siang harinya. Maka turunlah firman- 
Nya: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian haramkan apa- 
apayang baikyang telah Allah halalkan bagi kalian, dan janganlah 
kalian melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai 
orang-orangyangmelampauibatas. (Al-Maidah: 87) 

Dengan kata lain, janganlah kalian berjalan bukan padajalan tuntunan 
kaum muslim. Yang dimaksud ialah hal-hal yang diharamkan oleh 
mereka atss diri mereka — yaitu wanita, makanan, dan pakaian — serta 
apa yang telah mereka sepakati untuk melakukannya, yaitu salat qiyamul 
lail sepanjang malam, puasa pada siang harinya,dan tekad mereka untuk 
mengebiri diri sendiri. Setelah ayat ini diturunkan berkenaan dengan 
mereka, maka Rasulul lah Saw. mengirimkan utusannya untuk memang- 
gil mereka, lalu beliau Saw. bersabda: 

Kqmpangsannqh.org 



Sesunggufmya kalian mempunyai kewajiban atas diri kalian, dan 
kalian mempunyai kewajiban atas mata kalian. Berpuasalah dan 
berbukalah, salatlah dan tidurlah, maka bukan termasukgolongan 
kami orangyang meninggalkan surmah kami. 

Mereka berkata, "Ya Allah, kami tunduk dan patuh kepada apa yang 
telah Engkau turunkan." 

Kisah ini disebutkan pula oleh bukan hanya seorang dari kalangan 
tabi'in secara mursal, dan mempunyai bukti yang menguatkannya di 
dalam kitab Sahihain melalui riwayat Siti Aisyah Ummul Mu-minin, 
seperti yang telah disebutkan sebelumnya. 

Asbat telah meriwayatkan dari As-Saddi sehubungan dengan firman 
Allah SwL: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian haramkan apa- 
apa yang baikyang telah Allah halalkan bagi kalian, dan jangan- 
lah kalian melampaui batas. Sesunggithnya Allah tidak menyukai 
orang-orang yang melampaui batas. (Al-Maidah: 87) 

Pada awal mulanya terjadi di suatu hari ketika Rasulullah Saw. sedang 
duduk dan memberikan peringatan kepada orang-orang yang nadir, 
kemudian pergi dan tidak melanjutkan perintahnya lagi kepada mereka. 
Maka segolongan dari sahabat-sahabatnya yang berjumlah sepuluh 
orang — antara lain Ali ibnu Abu Talib dan Usman ibnu Maz'un — 
mengatakan, "Apakah yang akan kita peroleh jika kita tidak melakukan 
amal perbuatan? Karena sesungguhnya dahulu orang-orang Nasrani 
mengharamkan atas diri mereka banyak hal, maka kita pun harus berbuat 
hal yang sama." 

Sebagian dari mereka ada yang mengharamkan atas dirinya makan 
daging, makanan wadak, dan makan pada siang hari; ada yang meng- 
haramkan tidur, ada pula yang mengharamkan wanita (istri). 

Tersebutlah bahwa Usman ibnu Maz'un termasuk orang yang 
mengharamkan wanita atas dirinya. Sejak saat itu dia tidak lagi mendekati 

Kqmpangsannqh.org 



14 Juz 7-AI-Maidah 

istri-istrinya, dan mereka pun tidak berani mendekatinya. Lalu istri 
Usman ibnu Maz'un datang kepada Siti Aisyah r.a. Istri Usman ibnu 
Maz'un dikenal dengan nama panggilan Khaula. Siti Aisyah dan istri 
Nabi Saw. yang lainnya bertanya kepada Khaula, "Apakah yang engkau 
alami, hai Khaula, sehingga penampilanmu berubah, tidak merapikan 
rambutmu, dan tidak memakai wewangian?" Khaula menjawab, "Bagai- 
mana aku merapikan rambut dan memakai wewangian, sedangkan 
suamiku tidak menggauliku lagi dan tidak pernah membuka pakaianku 
sejak beberapa lama ini." 

Maka semua istri Nabi Saw. tertawa mendengar jawaban Khaula. 
Saat itu masuklah Rasulullah Saw., sedangkan mereka dalam keadaan 
tertawa, maka beliau bertanya, "Apakah yang menyebabkan kalian 
tertawa?" Siti Aisyah menjawab, "Wahai Rasulullah, saya bertanya 
kepada Khaula tentang keadaannya yang berubah. Lalu ia menjawab 
bahwa suaminya sudah sekian lama tidak pernah lagi membuka 
pakaiannya (menggaulinya)." 

Lalu Rasulullah Saw. mengirimkan utusan untuk memanggil 
suaminya, dan beliau bersabda, "Hai Usman, ada apa denganmu?" Usman 
ibnu Maz'un menjawab, "Sesungguhnya aku tidak menggaulinya lagi 
agar dapat menggunakan seluruh waktuku untuk ibadah." Lalu ia 
menceritakan duduk perkaranya kepada Nabi Saw. Usman menyebutkan 
pula bahwa dirinya telah bertekad untuk mengebiri dirinya. Mendengar 
pengakuannya itu Rasulullah Saw. bersabda, "Aku bersumpah kepadamu, 
kamu hams kembali kepada istrimu dan menggaulinya." Usman ibnu 
Maz'un menjawab, "Wahai Rasulullah, sekarang aku sedang puasa." 
Rasulullah Saw. bersabda, "Kamu hams berbuka. 1 ' Maka Usman berbuka 
dan menyetubuhi istrinya. 

Khaula kembali kepada Siti Aisyah dalam keadaan telah merapikan 
rambutnya, memakai celak mata dan wewangian. Maka Siti Aisyah ter- 
senyum dan berkata, "Mengapa engkau, hai Khaula?" Khaula menjawab 
bahwa suaminya telah menggaulinya kembali kemarin. Dan Rasulullah 
Saw. bersabda: 

Kqmpangsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 15 

Apakah geranganyang telah dilakukan oleh banyak orang; mereka 
mengharamkan wanita. makanan, dan tidw. Ingatlah, sesungguhnya 
akutidur, berbuka, puasa, dan menikahi wanita Barangsiapayang 
tidak suka dengan sunnahkit, maka dia bukan termasukgolonganku. 

Lalu turunlah firman-Nya: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian haramkan apa- 
apayang baikyang telah Allah halalkan bagi kalian, danjanganlah 
kalian melampaui batas. (Al-Maidah: 87) 

Seakan-akan ayat ini mengatakan kepada Usman, "Janganlah kamu 
mengebiri dirimu. karena sesungguhnya perbuatan itu merupakan 
perbuatan melampaui batas." Dan Allah memerintahkan kepada mereka 
agar membayar kifarat sumpahnya. Untuk itu Allah Swt. berfirman: 

Allah tidak menghvkum kalian disebabkan sumpah-sumpah kalian 
yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia tnenghukum 
kalian disebabkan sumpah-sumpah yang kalian sengaja. (Al- 
Maidah: 89) 

Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. 
Firman Allah Swt. : 

danjanganlah kalian melampaui batas. (Al-Maidah: 87) 

Makna yang dimaksud dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Janganlah 
kalian berlebih-lebihan dalam mempersempit diri kalian dengan 

Kqmpangsannqh.org 



16 Juz7-At-Ma»dah 

mengharamkan hal-hal yang diperbolehkan bagi kalian. Demikianlah 
menunrt pendapat sebagian ulama Salaf. Dapat pula diinterpretasikan: 
Sebagaimana kalian tidak boleh mengharamkan yang halal, maka jangan 
pula kalian melampaui batas dalam memakai dan mengkonsumsi yang 
halal, melainkan ambillah darinya sesuai dengan keperluan dan 
kecukupan kalian, janganlah kalian melampaui batas. Seperti yang 
disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat yang lain, yaitu: 



^ .swsssrtsrft; 



Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. (Al-A'raf: 
31), hingga akhir ayat. 

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka 
tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir. dan adalah 
(pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (Al- 
Furqan: 67) 

Allah Swt. mensyariatkan sikap pertengahan antara yang berlebihan dan 
yang kikir dalam bemafkah, yakni tidak boleh melampaui batas, tidak 
boleh pula menguranginya. Dalam sural ini disebutkan oleh firman-Nya: 

janganlah kalian haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah 
halalkan bagi kalian, dan janganlah kalian melampaui batas. 
Sestmgguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui 
batas. (Al-Maidah: 87) 

Kemudian dalam ayat selanjutnya Allah Swt. berfirman: 

Kqmpangsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 17 

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah 
telah rezekikan kepada kalian. (Al-lvtaidah: 88) 

Yakni keadaan rezeki itu halal lagi baik. 

dan bertakwalah kepada Allah. (Al-Miidah: 88) 

Yakni dalam semua urusan kalian, ikutilah jalan taat kepada-Nya dan 
yang diridai-Nya serta tinggalkanlah jalan yang menentang-Nyadan yang 
durhaka terhadap-Nya. 

Yang kalian beriman kepada-Nya. (Al-Maidah: 88) 
Al-Maidah, ayat 89 

Allah tidak menghukum kalian disebabkan sumpah-sumpah kalian 
yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum 
kalian disebabkan sumpah-sumpah yang kalian sengaja, maka 
kifarat (melanggar) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh 
orang miskin, yaitu dari makanan (jenis pertengahan) yang biasa 
kalian berikan kepada keluarga kalian, atau memberi pakaian 
kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa 
tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kifaratnya puasa 
selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kifarat sumpah-sumpah 

Kqmpangsannqh.org 



18 Juz 7 -Al-Maidah 

kalian bila kalian bersumpah (dan kalian langgar). Danjagalah 
sumpah kalian. Demikianlah Allah menerangkan kepada kalian 
hukum-hukum-Nya agar kalian bersyukur (kepada-Nya). 

Dalam pembahasan yang lalu telah diterangkan masalah bermain-main 
dalam sumpah, yaitu dalam surat Al-Baqarah, sehingga tidak pertu 
diulangi lagi dalam pembahasan ini. Pada garis besarnya sumpah yang 
main-main ialah perkataan seorang lelaki yang menyangkut makna 
sumpah tanpa disengaja, misalnya, "Tidak, demi Allah." dan "Benar, 
demi Allah." Demikianlah menurut mazhab Imam Syafii. Menurut 
pendapat lain, bermain-main dalam sumpah ialah sumpah seseorangyang 
dilakukan dalam omongan yang mengandung seloroh (gurauan); menurut 
pendapat yang lain dalam masalah maksiat. Menurut pendapat yang lain 
lagi atas dasar dugaan kuat, pendapat ini dikatakan oleh Abu Hanifah 
dan Imam Ahmad. Menurut pendapat yang lainnya adalah sumpah yang 
dilakukan dalam keadaan marah. Sedangkan menurut pendapat yang 
lainnya atas dasar lupa. Dan menurut pendapat yang lainnya lagi yaitu 
sumpah yang menyangkut masalah meninggalkan makan, minum dan 
pakaian, serta lain-lainnya yang semisal,denganberdalilkan firman Allah 
Swt: 



C*v: »i«>UI3 



.fiH&fcMGft 



Janganlah kalian haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah 
halalkan bagi kalian. (Al-Maidah: 87) 

Tetapi pendapat yang benar ialah yang mengatakan bahwa sumpah yang 
main-main ialah yang diutarakan tanpa sengaja, dengan berdalilkan 
firman Allah Swt. yang mengatakan: 

Tetapi Dia menghukum kalian disebabkan swnpah-svmpah yang 
kalian sengaja. (Al-Maidah: 89) 

Yakni sumpah yang kalian tekadkan dan sengaja kalian lakukan. 

Kqmpangsannqh.org 



Tafsir Hwiu Kasir 19 

Maka kiforat (melanggar) sumpah itu icdah memberi makan sepulvh 
orang mis/an. (Al-Maidah: 89) 

Yakni orang-orang yang membutuhkan pertolongan dari kalangan orang- 
orang miskin dan orang-orang yang tidak dapat menemukan apa yang 
mencukupi penghidupannya. 
Firman Allah Swt: 



C*1 > SjijQi^ 



.&&&$&&& 



Yaitu dari makanan (jenis pertengahan) yang biasa kalian berikan 
kepada keltiarga kalian. (Al-Maidah: 89) 

Ibnu Abbas, Sa'id ibnu Jubair, dan Ikrimah mengatakan bahwa makna 
yang dimaksud ialah dari standar jenis makanan yang biasa kalian berikan 
kepada keluarga kalian. Menurut Ata Al-Khurrasani, makna yang 
dimaksud ialah makanan yang biasa kalian berikan kepada keluarga 
kalian. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu 
Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al-Ahmar, 
dari Hajjaj, dari Abu Ishaq As-Subai'i, dari Al-Haris, dari Ali yang 
mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah roti dan air susu, atau 
rati dan minyak samin. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Yunus ibnu Abdul A' la secara qiraat (bacaan), telah menceritakan kepada 
kami Sufyan ibnu Uyaynah, dari Sulaiman (yakni Ibnu Abul Mugirah), 
dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa sebagian 
orang ada yang memberi nafkah keluarganya dengan makanan pokok 
yang berkualitas rendah, ada pula yang memberi makan keluarganya 
dengan makanan pokok yang berkualitas tinggi. Maka Allah Swt. 
berflrman: 



C/A , SjJyUO 



Yaitudari makanan (jenis pertengahan) yang biasa kalian berikan 
kepada keluarga kalian. (Al-Maidah: 89) 

Yakni berupa roti dan minyak. 

Kqmpangsannqh.org 



20 Juz7-AI-M6ldah 

Abu Sa'id Al-Asyaj mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Waki*, telah menceritakan kepada kami lsrail, dari Jabir, dari Amir, 
dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: 



CA i Sji)Ui^> 



•i&KHfctffc 



Yaitu dari makanan (jenis pertengahan) yang biasa kalian berikan 
kepada keluarga kalian. (Al-Maidah: 89) 

Yakni dari jenis pertengahan antara jenis yang biasa dikonsumsi oieh 
orang-orang miskin dan oleh orang-orang kaya mereka. 

Telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Khalaf Al- 
Himsi, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Syu'aib (yakni 
Ibnu Syabur), dan telah menceritakan kepada kami Syaiban ibnu Abdur 
Rahman At-Tamimi, dari Lais ibnu Abu Sulaim, dari Asim AI-Ahwai, 
dari seorang lelaki yang dikenal dengan nama Abdur Rahman At-Tamimi, 
dari Ibnu Umarr.a. sehubungan dengan firman-Nya: 



CAIleAEjUl-^ 



•i^S^(ii3f& 



Yaitu dari makanan (pertengahan)>wng biasa kalian berikan kepada 
keluarga kalian. (Al-Maidah: 89) 

Yakni berupa roti dan daging, atau roti dan samin, atau roti dan susu, 
atau roti dan minyak, atau roti dan cuka. 

Dan telah menceritakan kepada kami Ali ibntf Harb Al-Mausuli, 
telah menceritakan kepada kami Abu Mu*awiyah, dari Asim, dari Ibnu 
Sirin, dari Ibnu Umar sehubungan dengan firman-Nya: 

Yaitu dari makanan (pertengahan) yang biasa kalian berikan kepada 
keluarga kalian. (Al-Maidah: 89) 

Yakni roti dan samin atau roti dan susu, atau roti dan minyak atau roti 
dan kurma. Makanan yang paling utama kalian berikan kepada keluarga 
kalian ialah roti dan daging. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Ka&r 2] 

Asar yang sama teiah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Hannad 
dan Ibnu Waki\ keduanya dari Abu Mu J awiyah. Kemudian Ibnu Jarir 
meriwayatkan dari Ubaidah dan Al- Aswad, Syuraih Al-Qadi, Muhammad 
ibnu Sirin, Ai-Hasan Ad-Dahhak serta Abu Razin, semuanya mengatakan 
hal yang semisai. 

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan puia asar yang sama dari 
Makhul. 

Ibnu Jarir memilih pen(£apat yang mengatakan sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 



C*t : SjCiUl^ 



■ &&&&&S&} 



Yaitu dari makanan (pertengahan) yang biasa kalian berikan kepada 
keluarga kalian. (Ai-Maidah: 89) 

Bahwa makna yang dimaksud ialah menyangkut sedikit dan banyaknya 
makanan tersebut. Kemudian para ulama berbeda pendapat mengenai 
standar jumlah yang biasa diberikan kepada keluarga. Ibnu Abu Hatim 
mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id, telah 
menceritakan kepada kami Abu Khalid Al-Ahmar, dari Hajjaj, dari 
Husain Al-Harisi, dari Asy-Sya'bi, dari Ai-Haris, dari Aii r.a. sehubung- 
an dengan firman-Nya: 



CM i SjEiUia 



-J&KHfcMfe 



Yaitu dari makanan (pertengahan) yang biasa kalian berikan kepada 
keluarga kalian. (Al-Maidah: 89) 

Yakni makanan yang biasa ia berikan untuk makan siang dan makan 
malam keluarganya. 

Al-Hasan dan Muhammad ibnu Sirin mengatakan, orang yang 
bersangkutan cukup memberi makan sepuluh orang miskin sekali makan, 
berupa roti dan daging. Al-Hasan menambahkan bahwa jika ia tidak 
menemukan daging, maka cukup dengan roti, minyak samin, dan susu; 
jika ia tidak menemukannya, maka cukup dengan roti, minyak, dan cuka 
hingga mereka merasa kenyang. 

Ulama yang lain mengatakan, orang yang 'bersangkutau memberi 
makan setiap orang dari sepuluh orang itu setengah sa* jewawut atau 

Kqmpangsunnqh.org 



22 Juz7-AHtfaidah 

buah kurma atau lainnya. Pendapat ini dikatakan oleh Umar, Siti Aisyah, 
Mujahid, Asy-Sya'bi, Sa'id ibnu Jubair, Ibrahim An-Nakha*i, Maimun 
IbnuMahran, Abu Malik, Ad-pahhak, Al-Hakam, Mak-hui, AbuQila- 
bah, dan Muqatil ibnu Hayyan. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah, 
jumlah makanan yang diberikan kepada tiap orang iaiah setengah sa' 
jewawut atau satu sa' makanan jenis lainnya. 

Abu Bakar ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnul Hasan As-Saqafi, telah 
menceritakan kepada kami Ubaid ibnul Hasan ibnu Yusuf, telah 
menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Mu'awiyah, telah 
menceritakan kepada kami Ziad ibnu Abdullah ibnut Tufail ibnu 
Sakhbirah (anak lelaki saudara seibu Siti Aisyah), telah menceritakan 
kepada kami Umar ibnu Ya'la, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Sa'id 
ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasuluilah Saw. 
pernah membayar kifarat dengan satu sa' buah kurma, dan beliau Saw. 
memerintahkan kepada orang-orang supaya melakukan hal yang sama. 
Barang siapa yang tidak menemukan buah kurma, maka dengan setengah 
sa'jewawut. 

Ibnu Majah meriwayatkannya dari Al-Abbas ibnu Yazid, dari Ziyad 
ibnu Abdullah Al-Bakka, dari Umar ibnu Abdullah ibnu Ya'la As-Saqafi, 
dari Al-Minhal ibnu Amr dengan sanad yang sama. Tetapi hadis ini 
tidak sahih, mengingat keadaan Umar ibnu Abdullah, karena dia telah 
disepakati akan kedaifannya. Menurut mereka, Umar ibnu Abdullah ini 
sering minum khamr. Menurut Imam Daruqutni, Umar ibnu Abdullah 
hadisnya tidak terpakai. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu 
Sa'id Ai-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Ibnu ldris, dari Daud 
(yakni Ibnu Abu Hindun),dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan 
bahwa yang dimaksud iaiah satu mud makanan berupa jewawut — yakni 
bagi tiap-tiap orang miskin — disertai lauk pauknya. 

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah diriwayatkan 
dari Ibnu Umar, Zaid ibnu Sabit, Sa'id ibnul Musayyab, Ata, Ikrimah, 
Abusy Sya'sa, Al-Qasim, Salim, Abu Salamah ibnu Abdur Rahman, 
Sulaiman ibnu Yasar, Al-Hasan, Muhammad ibnu Sirin, dan Az-Zuhri 
hal yang semisal. 



Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 23 

Imam Syafii mengatakan bahwa hal yang diwajibkan dalam kifatat 
sumpah ialah satu mwtfberdasarkan ukuran mudyang dipakai oleh Nabi 
Saw. untuk tiap orang miskin, tanpa memakai lauk pauk. Imam Syafii 
mengatakan demikian dengan berdalilkan perintah Nabi Saw. kepada 
seseorang yang menyetubuhi istrinya di siang hari Ramadan. Nabi Saw. 
memerintahkannya untuk memberi makan enam puluh orang miskin 
dari tempat penyimpanan makanan yang berisikan lima belas so', untuk 
tiap-tiap orang dari mereka kebagian satu mud. 

Di dalam hadis lain hal itu disebutkan dengan jelas. Abu Bakar 
ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad 
ibnu Ali Ibnu! Hasan Al-Muqri, teiah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnu Ishaq As-Siraj, telah menceritakan kepada kami 
Qutaibah ibnu Sa'id, telah menceritakan kepada kami An-Nadr ibnu 
Zurarah Al-Kufi, dari Abdullah ibnu Umar Al-Umari, dari Naff, dari 
Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Saw. menetapkan standar takaran kifarat 
sumpah dengan memakai takaran murf pertama, makanan yang ditakamya 
berupa gandum. 

Sanad hadis ini daifkaiena. keadaan An-Nadr ibnu Zurarah ibnu 
Abdul Akram Az-Zuhali Al-Kufi yang tinggal di Balakh. Abu Hatim 
Ar-Razi mengatakan bahwa dia adalah orang yang tidak dikenal, padahal 
bukan hanya seorang yang telah mengambil riwayat hadis darinya. Tetapi 
Ibnu Hibban menyebutnya di antara orang-orang yang siqah. Ibnu Hibban 
mengatakan, telah mengambil riwayat darinya Qutaibah ibnu Sa'id 
banyak hal yang benar. Kemudian gurunya yang bernama Al-Umari 
orangnya daif pu\&. 

Imam Ahmad ibnu Hambal mengatakan bahwa hal yang diwajibkan 
ialah satu mud jewawut atau dua mud jenis makanan lainnya. 

Firman Allah Swt.: 

atau memberi pakaian kepada mereka. (Al-Maidah: 89) 

Imam Syafii rahimahullah mengatakan, "Seandainya orang yang 
bersangkutan menyerahkan kepada tiap-tiap orang dari sepuluh orang 
miskin itu sesuatu yang dinamakan pakaian, baik berupa gamis, celana, 

Kqmpungsannqh.org 



24 Juz7-Al-Makiah 

kain sarung, kain sorban, ataupun kerudung, maka hai itu sudah cukup 
baginya." 

Tetapi murid-murid Imam Syafii berbeda pendapat mengenai 
masalah peci, apakah peci dianggap mencukupi atau tidak; ada dua 
pendapat mengenainya di kalangan mereka. Di antara mereka ada yang 
membolehkannya; karena berdasarkan riwayat yang diketengahkan oieh 
[bnu Abu Hatim. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami 
Abu Sa'id Al-Asyaj dan Ammar ibnu Khalid Al-Wasiti, keduanya 
mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Al-Qasim ibnu 
Malik, dari Muhammad ibnuz Zubair, dari ayahnya yang menceritakan 
bahwa ia pemah bertanya kepada. Imran ibnul Husain mengenai firman- 
Nya: 

atau memberi pakaian kepada mereka. (Al-Maidah: 89) 

Imran ibnul Husain r.a. menjawab, "Seandainya ada suatu delegasi datang 
kepada amir kalian, lalu amir kalian memakaikan kepada tiap orang 
dari mereka sebuah peci, maka tentu kalian akan mengatakan bahwa 
mereka telah diberi pakaian." 

Akan tetapi,sanad riwayat ini rfajf karena keadaan Muhammad ibnuz 
Zubair. 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Syekh Abu Hamid Al- 
Isfirayini dalam masalah A/njjjf(kaos kaki yang terbuat dari kulit), ada 
dua pendapat mengenainya. 

Hanya saja pendapat yang benar mengatakan tidak mencukupi. 
Imam Malik dan Imam Ahmad ibnu Hambal mengatakan bahwa hal 
yang diserahkan kepada masing-masing dart mereka harus berupa 
pakaian yang sah dipakai untuk salat seorang laki-laki atau seorang 
wanita, masing-masing disesuaikan dengan keperluannya. 

Ai-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa pakaian itu 
ialah sebuah baju 'abayah atau baju jas bagi tiap-tiap orang miskin. 
Mujahid mengatakan bahwa minimalnya adalah sebuah baju, sedangkan 
maksimalnya menurut kehendak orang yang bersangkutan. 

Lais telah meriwayatkan dariMujahid bahwa dianggap cukup dalam 
kifarat sumpah segala jenis pakaian, kecuali celana pendek. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafcirlbmi KaSIr 25 

Al-Hasan, Abu Ja'far Al-Baqir, Ata, Tawus, Ibrahim An-Nakha'i, 
Hammad ibnu Abu Sulaiman, dan Abu Malik mengatakan bahwa setiap 
orang miskin cukup diberi sebuah baju. Dari Ibrahim An-Nakha'i 
disebutkan pula pakaian yang menutupi, seperti baju jas dan baju luar; 
tetapi ia beranggapan tidak mencukupi pakaian yang berupa kaos, baju 
gamis, dan kain kerudung serta lain-lainnya yang sejenis. 

Al-Ansari telah meriwayatkan dari Asy'as, dari Ibnu Sirin dan Al- 
Hasan, bahwa yang mencukupi adaiah masing-masing orang diberi satu 
setel pakaian. 

As-Sauri telah meriwayatkan dari Daud ibnu Abu Hindun, dari Sa'id 
ibnul Musayyab, bahwa cukup dengan kain sorban yang dililitkan di 
kepala atau baju 'abayah yang dipakai sebagai baju luar. 

Ibnu Jarir mengatakan,telah menceritakan kepada kami Hannad,telah 
menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, dari Asim Al-Ahwal, dari 
Ibnu Sirin, dari Abu Musa, bahwa ia pemah mengucapkan sum pah atas 
sesuatu (lalu ia melanggamya), maka ia memberi pakaian berupa satu 
setel pakaian (untuk tiap orang miskin) buatan Bahrain. 

Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Sulaiman ibnu Ahmad, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnul 
Ma'la, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah 
menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ayyasy, dari Muqatil ibnu 
Sulaiman, dari Abu Usman, dari Abu Iyad, dari Aisyah, dari Rasulullah 
Saw. sehubungan dengan firman Allah Swt.: 

atau memberi pakaian kepada mereka. (Al-Maidah: 89) 
Maka Rasulullah Saw. bersabda: 

Baju 'abayah untuk tiap orang miskin. 

Hadis ini berpredikat garib. 
Firman Allah Swt.: 

Kqmpungsannqh.org 



26 Juz7-AI-Miidah 



atau memerdekakan seorang budak (Al-Miiidah: 89) 

Imam Abu Hanifah menyimpulkan makna mutlak dari ayat ini. Untuk 
itu, ia mengatakan bahwa dianggap cukup tnemerdekakan budak yang 
kafir, sebagaimana dianggap cukup tnemerdekakan budak yang mukmin. 
Imam Syafii dan lain-lainnya mengatakan, diharuskan tnemerdeka- 
kan seorang budak yang mukmin. Imam Syafii menyimpulkan ikatan 
mukmin ini dari kifarat membunuh, karena adanya kesamaan dalam hal 
yang mewajibkan memerdekakan budak, sekalipun latar belakangnya 
berbeda. Disimpulkan pula dari hadis Mu'awiyah ibnui Hakam As- 
Sulami yang ada di dalam kitab Muwatta' Imam Malik, Musnadlmam 
Syafii, dan Sahih Muslim. Di dalamnya disebutkan Mu'awiyah terkena 
suatu sanksi yang mengharuskan dia memerdekakan seorang budak, lalu 
ia datang kepada Nab t Saw. dengan membawa seorang budak perempuan 
berkulit hitam, maka Rasulullah Saw. bertanya kepadanya: 



:-&#\£%X£gs> 



"Di manakah Allah? "Ia menjawab, "Di atas. " Nabi Saw. bertanya, 
"Siapakahakuini?" lamenjawab, "Urusan Allah. " Rasulullah Saw. 
bersabda, "Merdekakanlah dia, sesungguhnya dia adalah seorang 
yang mukmin. " 

Demikianlah tiga perkara dalam masalah kifarat sumpah; mana saja di 
antaranya yang dilakukan oleh si peianggar sumpah, dinilai cukup 
menurut kesepakatan semuanya. Sanksi ini dimulai dengan yang paling 
mudah, memberi makan lebih mudah daripada memberi pakaian, 
sebagaimana memberi pakaian lebih mudah daripada memerdekakan 
budak. Dalam hal ini sanksi menaik, dari yang mudah sampai yang berat. 
Dan jika orang yang bersangkutan tidak mampu melakukan salah satu 
dart ketiga perkara tersebut, hendaklah ia menebus sumpahnya dengan 
puasa selama tiga hari, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam 
firman yang selanjutnya, yaitu: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kafcir 27 

Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka 
kifaratnyapuasa selama tiga hari. (Al-Maidah: 89) 

Ibnu Jarir teiah meriwayatkan dari Sa'id ibnu Jubair dan Al-Hasan Al- 
Basri. Mereka mengatakan bahwa barang siapa yang memiliki tiga 
dirham, dia hams memberi makan; dan jika ia tidak memilikinya, maka 
ia hams puasa (sebagai kifarat sumpahnya). 

Ibnu Jarir menceritakan pendapat sebagian ahli fiqih masanya, 
bahwa orang yang tidak mempunyai lebihan dari modal yang dipakainya 
untuk keperluan penghidupannya diperbolehkan melakukan puasa 
sebagai kifarat sumpahnya. Orang yang tidak mempunyai lebihan dari 
modal itu dalam jumlah yang cukup diperbolehkan pula melakukan puasa 
untuk membayar kifarat sumpahnya. 

Tetapi Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa yang 
diperbolehkan melakukan puasa itu adalah orang yang tidak mempunyai 
lebihan dari penghidupan untuk dirinya dan keluarganya pada hari itu 
dalam jumlah yang cukup untuk menutupi kifarat sumpahnya. 

Para ulama berbeda pendapat mengenai masalah apakah puasa itu 
wajib dilakukan berturut-turut ataukah hanya sunat, dan dianggap 
cukupkah melakukannya secara terpisah-pisah? 

Ada dua pendapat mengenainya, salah satunya mengatakan tidak 
wajib berturut-turut. Pendapat ini dinaskan oleh Imam Syafii dalam 
Kitabul Aiman dan merupakan pendapat Imam Malik, mengingat 
kemutlakan makna firman-Nya: 

maka kifaratnyapuasa selama tiga hari. (Al-Maidah: 89) 

yang artinya dapat diinterpretasikan secara bertumt-turut atau secara 
terpisah-pisah, mengingat tidak ada keterangan yang mehgikatnya. 
Perihalnya sama dengan mengqada puasa Ramadan, seperti yang 
disebutkan oleh firman-Nya: 

maka (w&jiblahba.gmya.berpuasa)sebanyak hari yang ditinggalkan 
itu pada hari-hari yang lain. (Al-Baqarah: 184) 

Kqmpangsunnqh.org 



28 Juz7-AMl/la)dah 

Dalam kitab lain — yaitu dalam kitab Al-JJmm — Imam Syafii telah 
menaskan wajib berturut-turut, seperti halnya apa yang dikatakan oleh 
mazhab Abu Hanifah dan mazhab Hambali. Karena sesungguhnya telah 
diriwayatkan dari Ubay ibnu Ka'b dan lain-lainnya, bahwa mereka 
membaca ayat ini dengan bacaan berikut: 

maka kifaratnya puasa selama tiga hari secara bertwut-turut. 

Abu Ja'far Ar-Razi mengatakan dari Ar-Rabi', dari Abul Aliyah f dari 
Ubay ibnu Ka'b, bahwa dia membaca ayat tersebut dengan bacaan 
berikut: 

maka kifaratnya puasa selama tiga hari secara bertwut-turut. 

Mujahid, Asy-Sya'bi, dan Abu Ishaq telah meriwayatkannya dari 
Abdullah ibnu Mas'ud. Ibrahim telah mengatakan dalam qiraah Abdullah 
ibnu Mas'ud, yaitu: 

maka kifaratnya puasa selama tiga hari secara berturut-turut. 

Al-A'masy mengatakan bahwa murid-murid Abdullah ibnu Mas'ud 
membacanya seperti bacaan itu. 

Qiraah ini jika tidak terbuktikan sebagai Qur'an yang mutawatir, 
maka paling minimal kedudukannya adaiah khabar wahid atau tafsir 
dari sahabat, dan hal seperti ini sama hukumnya dengan hadis yang 
berpredikat marfu\ 

Abu Bakar ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada 
kami Muhammad ibnu AH, telah menceritakan kepada kami Muhammad 
ibnu Ja'fer Al-Asy'ari, telah menceritakan kepada kami Al-Haisam ibnu 
Khalid Al-Qurasyi, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Qais, 
dari Ismail ibnu Yahya, dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Abbas yang 
menceritakan bahwa ketika ayat kifarat ini diturunkan, Huzaifah 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu KaSir 29 

bertanya, w Wahai Rasululiah, bukankah kita disuruh memilih salah 
satunya?" Maka Rasululiah Saw. menjawab: 

Engkau boleh memilih: Jika kamu suka memerdekakan budak kamu 
boleh memerdekakan budak; jika kamu suka member i pakaian, kamu 
boleh member i pakaian; dan jika kamu suka member i makan, kamu 
boleh memberi makan. Dan barangsiapayang tidaksanggup,maka 
kifaratnya puasa selama tiga hari berturut-turut. 



Tetapi hadis ini garib sekali. 
Firman Allah Swt.: 



CA1 -. 3j£)U.1 



» :$&%&zmty 



Yang demikian itu adalah kifarat sumpah-sumpah kalian bila kalian 
bersumpah. (Al-Maidah: 89) 

Yakni demikianlah kifarat (menghapus) sumpah menurut syariat. 

Danjagalah sumpah kalian. (Al-Maidah: 89) 

Ibnu Jarir mengatakan, makna yang dimaksud ialah janganlah kalian 
tinggalkan sumpah tanpa membayar kifaratnya. 



cas 



,-.*.u, 3 ^fl*334io$' 



Demikianlah Allah menerangkan kepada kalian hukum-hukum-Nya 
(Al-Maidah: 89) 

Yakni menjelaskan dan menafsirkannya. 



c«i»>ii»\io *(il 



agar kalian bersyukur (kepada-Nya). (Al-Maldah: 89) 

Kqmpungsannqh.org 



30 Juz7-AI-Maidah 

Al-Maldah, ayat 90-93 

Hai orang-orangyang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, 
berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak 
panah adalah perbuatan keji, termasitk perbuatan setan. Maka 
jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat 
keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak 
menimbulkanpermusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran 
(meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kalian dart 
mengingati Allah dan salat; maka berhentilah kalian (dari me- 
ngerjakan pekerjaan itu). Dan taatJah kalian kepada Allah dan 
taatlah kalian kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kalian 
berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul 
Kami hanyalahmenyampaikan (amanat Allah) denganterong. Tidak 
add dosa bagi orang-orangyang beriman dan mengerjakan amalan 
yang saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan 
dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan 
amalan-amalan yang saleh. kemudian mereka tetap bertakwa dan 
beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat 
kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat 
kebajikan. 

Allah Swt. berfirman melarang hamba-hamba-Nya yang beriman 
meminum khamr dan berjudi. Telah disebutkan dalam sebuah riwayat 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 31 

dari Amirul Mu-minin AH ibnu Abu Talib r.a., bahwa ia pernah 
mengatakan catur itu termasuk judi. Begitu pula menurut apa yang 
diriwayatkan oteh Ibnu Abu Hatim, dari ayahnya, dari Isa ibnu Marhum, 
dari Hatim, dari Ja'far ibnu Muhammad, dari ayahnya, dari AH r.a. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnu Ismail Al-Ahmasi, telah menceritakan kepada kami 
Waki\ dari Sufyan, dari Lais, dari Ata, Mujahid, dan Tawus, menurut 
Sufyan atau dua orang dari mereka; mereka telah mengatakan bahwa 
segata sesuatu yang memakai taruhan dinamakan judi, hingga permainan 
anak-anak yang memakai kelereng. 

Telah diriwayatkan pula dari Rasyid ibnu Sa'd serta Damrah ibnu 
Habib hal yang semisal. Mereka mengatakan, "Hingga dadu, keEereng, 
dan bijijuzyangbiasadipakai permainan oleh anak-anak." 

Musa ibnu Uqbah telah meriwayatkan dari Nafi*, dari Ibnu Umar, 
bahwa maisir adalah judi. 

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan 
bahwa maisir .adalah judi yang biasa dipakai untuk taruhan di masa 
Jahitiah hingga kedatangan Islam. Maka Allah melarang mereka 
melakukan perbuatan-petbuatan yang buruk itu. 

Malik telah meriwayatkan dari Daud ibnul Husain, bahwa ia pernah 
mendengar Sa'id ibnul Musayyab berkata, "Dahulu maisir yang 
dilakukan oleh orang-orang Jahiliah ialah menukar daging dengan seekor 
kambing atau dua ekor kambing." 

Az-Zuhri telah meriwayatkan dari Al-A'raj yang mengatakan bahwa 
maisir ialah mengundi dengan anak pariah yang taruhannya berupa harta 
dan buah-buahan. 

AI-Qasim ibnu Muhammad mengatakan bahwa semua sarana yang 
melalaikan orang dari mengingati Allah dan salat dinamakan maisir. 

Semua riwayat yang telah disebutkan di atas diketengahkan oleh 
Ibnu Abu Hatim. Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Ahmad ibnu Mansur Az-Ziyadi, telah menceritakan kepada 
kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Sadaqah, 
telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Abul Atikah, dari AEi ibnu 
Yazid, dari Al-Qasim, dari Abu Umamah, dari Abu Musa Al-Asy'ari, 
dari Nabi Saw. yang telah bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



32 Juz7-AI-MakJah 

Jauhilah oleh kalian dadu-dadu yang bertanda irti, yang dikocok- 
kocok, karena sesimgguhnya ia termasuk maisir. 

Hadis ini berpredikat garib. Seakan-akan yang dimaksud dengan dadu 
\CT^VftA\a\^perm^ra\riard<^3J^ A\ 4^We\Y\bAys, 

sahih Muslim melalui Buraidah ibnu Hasib Al-Aslami yang mengatakan 
bahwa Rasulutlah Saw. pernah bersabda: 

Barangsiapayangbermain nardsyir (karambol), maka seakan-akan 
mencelupkan langannya ke dalam daging dan darah babi. 

Di dalam kitab Muwattd' Imam Malik dan Musnad Imam Ahmad serta 
SunanAbu Dauddan Siman IbnuMajah disebutkan sebuah hadis melalui 
Abu Musa Al-Asy'ari yang tefah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. 
pernah bersabda: 

Barang siapa yang bermain nard, maka ia telah durhaka terhadap 
Allah dan Rasvl-Nya. 

Telah diriwayatkan pula secara mauquf dari Abu Musa, bahwa hal 
tersebut mempakan perkataan Abu Musa sendirh 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kamt Ali 
ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Al-Ju'aid, dari Musa ibnu 
Abdur Rahman Al-Khatmi, bahwa ia pernah mendengar perkataan 
Muhammad ibnu Ka'b ketika bertanya kepada Abdur Rahman, 
"Ceritakanlah kepadaku apa yang telah kamu dengar dari ayahmu dari 
Rasulullah Saw." Maka Abdur Rahman menjawab bahwa ia pernah 
mendengar ayahnya mengatakan bahwa ia telah mendengar Rasulullah 
Saw. bersabda: 

KqmpangsannQh.org 



Tafeirlbnu Kasjr 33 






Perumpamaan orangyang bermain nard, kemudian ia bangMt dan 
melakukan salat, soma halnya dengan orangyang berwudu dengan 
memakai nanah dan darah babi, lalu ia bangkit dan melakukan 
salainya. 

Adapun mengenai syatranj (catur), Abdullah ibnu Umar r.a. mengatakan 
bahwa permainan catur adalah perbuatan yang buruk dan termasuk 
permainan nard. 

Dalam keterangan yang lalu telah disebutkan dari Ali r.a. bahwa 
permainan catur termasuk maisir. Imam Malik, Imam Abu Hanifah, dan 
Imam Ahmad telah menaskan keharamannya, tetapi Imam Syafii 
menghukuminya makruh. 

Mengenai ansab, maka Ibnu Abbas, Mujahid, Ata, Sa' id ibnu Jubair, 
dan Al-Hasan serta latn-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan 
bahwa ansab merupakan tugu-tugu terbuat dari batu yang dijadikan 
sebagai tempat mereka melakukan kurban di dekatnya (untuk tugu-tugu 
tersebut). 

Adapun azlam menurut mereka ialah anak-anak panah (yang tidak 
diberi bulu keseimbangan dan tidak diberi ujung), alat ini biasa mereka 
pakai untuk mengundi nasib. Demikianlah menurut apa yang 
diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim. 

Firman Allah Swt.: 

adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. (Al-Maidah: 90) 

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa rijsun 
artinya perbuatan yang dimurkai (Allah) dan termasuk perbuatan setan. 
Menurut Sa'id ibnu Jubair, arti rijsun ialah dosa. Sedangkan menurut 
Zaid ibnu Aslam disebutkan bahwa makna rijsun ialah jahat, termasuk 
perbuatan setan. 

Makajauhilahperbuatan-perbuatan itu. (Al-Maidah: 90) 

Kqmpangsunnqh.org 



34 Juz7-AI-Maidah 

Damir yang ada pada \afazfajtanibuhu kembali merujuk kepada lafaz 
ar-rijsu, yakni tinggalkanlah perbuatan yang jahat dan keji itu, 

agar kalian mendapat keberuntungan. (Al-Maidah: 90) 

Ayat ini mengandung makna targib (anjuran untuk memikat). 
Kemudian Allah Swt. berfirman: 

Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan 
permusuhan dan kebencian di antara kalian lantaran (meminum) 
khamr dan berjudi itu, dan menghalang-halangi kalian dari 
mengingati Allah dan salat; maka berhentilah kalian (dari 
mengerjakan pekerjaan itu). (Al-Maidah: 91) 

Ayat ini mengandung ancaman dan peringatan, 

Hadis-hadis yang menyebutkan pcngharaman khamr 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syuraih, 
telah menceritakan kepada kami Abu Ma'syar, dari Abu Wahb maula 
Abu Hurairah, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa khamr 
diharamkan sebanyak tiga kali. Pertama,ketika Rasulullah Saw. tiba di 
Madinah, sedangkan mereka dalam keadaan masih minum khamr dan 
makan dari hasil judi, EaEu mereka menanyakan kedua perbuatan itu 
kepada Rasulullah Saw. Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 

Mereka bertanya kepadamu teniang khamr dan judi. Katakanlah, 
"Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat 
bagi manusla" (Al-Baqarah: 219), hingga akhir ayat. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsif Ibnu Kasir 35 

Maka orang-orang mengatakan bahwa Allah tidak mengharamkannya 
kepada kita, karena sesungguhnya yang disebutkan oEeh-Nya hanyalah: 

Pada keduanya itu terdapat dosa besar. (Al-Baqarah: 2 1 9) 

Kebiasaan minum khamr terus berlanjut di kalangan mereka, hingga 
pada suatu hari seorang lelaki dari kalangan Muhajirin salat sebagai 
imam teman-temannya, yaitu salat Magrib. Lalu dalam qiraahnya ia 
me fantur, maka Allah Swt. menurunkan ayat yang lebih keras daripada 
ayat pertama, yaitu firman-Nya: 

tiai orang-orang yang berimanjanganlah kalian salat, sedangkan 
kalian dalam keadaan mabuk, sehingga kalian mengerti apayang 
kalian ucapkan. (An-Nisa: 43) 

Tetapi orang-orang masih tetap minum khamr, hingga seseorang dari 
mereka mengerjakan salat dalam keadaan mabuk. Kemudian turunlah 
ayat yang Eebih keras daripada ayat sebelumnya, yaitu firman-Nya: 

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, 
berjvdi (berkorban untuk) berhala, mengimdi nasib denganpanah 
adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Makajauhilah 
perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberwtungan ( AE- 
Maidah: 90) 

Maka barulah mereka mengatakan, "Wahai Tuhan kami, kini kami 
berhenti." Orang-orang bertanya, "Wahai RasuluElah, ada sejumlah 
orang yang telah gugur di jalan Allah, dan mereka mati dengan 

Kqmpangsunnqh.org 



Juz 7 - AUuBidah 



kemadatannya, dahulu mereka gemar minum khamr dan makan dari 
hasil judi, padahal Allah telah menjadikannya sebagai perbuatan yang 
keji dan termasuk perbuatan setan." Maka Allah Swt. menurunkan 
firman-Nya: 

Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan 
amal saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan 
dahulu. (Al-Maidah: 93), hingga akhir ayat. 

Maka Nabi Saw. bersabda: 



.$%&$$&»& 



Seandainya diharamkan atas mereka, niscaya mereka meninggalkan 
perbuatan itu sebagaimana kalian meninggalkwmya 

Hadis diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara munfarid. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Khalaf 
ibnul Walid, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, 
dari Abu Maisarah, dari Umar ibnul Khattab yang menceritakan bahwa 
ketika diturunkan Wahyu yang mengharamkan khamr, ia berkata, "Ya 
Allah, jelaskanlah kepada kami masalah khamr dengan keterangan yang 
memuaskan." Maka turunlah ayat yang ada di dalam surat Al-Baqarah: 

Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah, 
"Pada keduanya itu terdapat dosa besar. " (Al-Baqarah: 219) 

Lalu Umar dipanggit dan dibacakan kepadanya ayat tersebut, 
dan ia masih mengatakan, "Ya Allah, jelaskanlah kepada kami tentang 
khamr dengan keterangan yang memuaskan." Maka turunlah ayat yang 
ada di dalam surat An-Nisa: 

Kqmpangsunnqh.org 



TafsiMbnu KaSir 37 



Hai orang-orangyang beriman, janganlah kalian salat, sedangkan 
kalian dalam keadaan mabuk. (An-Nisa: 43) 

Sejak saat itu juru azan RasuEuElah Saw. apabila telah menyerukan 
kalimat, "Marilah kita salat," maka ia menyerukan, "Jangan sekali-kali 
mengerjakan salat apabila sedang mabuk." Maka Umar dipanggil dan 
dibacakan kepadanya ayat ini, tetapi ia masih mengatakan, "Ya Allah, 
jelaskanlah kepada kami masalah khamr dengan penjelasan yang 
memuaskan." Maka turunlah ayat yang ada di dalam swat Al-Maidah, 
lalu Umar dipanggil dan dibacakan kepadanya ayat tersebut. Setelah 
bacaanku sampai pada firman-Nya: 



maka berhentilah kalian (dari mengerjakan perbuatan itu). (Al- 
Maidah: 91) 

Maka barulah Umar mengatakan, "Kami telah berhenti, kami telah 
berhenti."' 

Imam Abu Daud dan Imam Turmuzi serta Imam Nasai meriwayat- 
kannya melalui jalur Ismail, dari Abu Ishaq Umar ibnu Abdullah As- 
Subai'i dan dari Abu Maisarah yang nama aslinya ialah Amr ibnu 
Syurahbil Al-Hamdani, dari Umar dengan lafaz yang sama; tetapi Abu 
Maisarah tidak mempunyai hadis yang bersumber dari Umar selain hadis 
ini. Abu Zar'ah mengatakan bahwa Abu Maisarah belum pernah 
mendengar dari Umar. AH ibnul Madini dan Imam Turmuzi menilai 
sahih hadis ini. 

Di dalam kitab Sahihain disebutkan dari Umar ibnul Khattab yang 
dalam khotbahnya di atas mimbar Rasulullah Saw. mengatakan, "Hai 
manusia, sesungguhnya telah diturunkan pengharaman khamr. Khamr 
itu terbuat dari lima macam, yaitu dari buah anggur, kurma, madu, 
gandum, dan jewawut. Dan khamr merupakan minuman yang menutupi 
akal sehat (memabukkan)." 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq 
ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Bisyr, 
telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Umar ibnu Abdul 
Aziz, telah menceritakan kepadaku Nafi\ dari Ibnu Umar yang menga- 

Kqmpungsannqh.org 



38 Juz7-AI-Maidah 

takan bahwa ketika ayat pengharaman khamr diturunkan, saat itu di 
Madinah terdapat lima jenis minuman, tetapi tidak ada minuman yang 
terbuat dari anggur. 

Hadis lain diriwayatkan oleh Abu Daud At-Tayalisi, telah mencerita- 
kan kepada kami Muhammad ibnu Abu Ahmad, dari Al-Masri (yakni 
Abu Tu'mah) qari dari Mesir yang menceritakan bahwa ia pernah 
mendengar Ibnu Umar mengatakan bahwa sehubungan dengan masatah 
pengharaman khamr telah diturunkan tiga buah ayat. Ayat pertama ialah 
firman Allah Swt.: 



crui S^jLpJi^ 



~i*&&f&4 



Mereka bertanya kepadamu tentang khamr danjudi. (AE-Baqarah: 
219), hingga akhir ayat. 

Lalu dikatakan bahwa khamr telah diharamkan. Tetapi mereka berkata, 
"Wahai RasuEullah, biarkanlah kami mengambil manfaat dari ayat ini 
sebagaimana apa yang difirmankan oleh Allah Swt." Rasulullah Saw. 
diam, tidak menjawab. Kemudian turunlah ayat ini: 

janganlah kalian mendekati salat, sedangkan kalian dalam keadaan 
mabuk. (An-Nisa: 43) 

Maka dikatakan bahwa khamr telah diharamkan. Tetapi mereka berkata, 
"Wahai Rasulullah, kami tidak akan meminumnya bila dekat waktu 
salat." Rasulullah Saw. diam, tidak menjawab. Maka turunlah firman 
Allah Swt.: 

Hai orang-orangyang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, 
berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengwdi nasib dengan panah 
adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Makajauhilah 
perbuatan-perbuatan itu. (AE-Maidah: 90), hingga ayat berikutnya. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 39 



Kemudian barulah Rasulullah Saw. bersabda: 
Khamr kini telah diharamkan. 



- f 



Hadis lain diriwayatkan oEeh Imam Ahmad, telah menceritakan kepada 
kami Ya'la, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, 
dari Al-Qa'qa' ibnu Hakim: Abdur Rahman ibnu Wa'lah mengatakan 
bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai masaEah menjual 
khamr. Ibnu Abbas menjawab bahwa dahulu Rasulullah Saw. mempunyai 
seorang teman dari Bani Saqif atau Bani Daus. Rasulullah bersua 
dengannya pada hari kemenangan atas kota Mekah, pada waktu itu ia 
membawa seguci khamr yang hendak ia hadiahkan kepada Rasulullah 
Saw. Rasulullah Saw. bersabda, "Hai Fulan, tidakkah kamu mengetahui 
bahwa Allah telah mengharamkannya?" Maka lelaki itu datang kepada 
pelayannya dan berkata kepadanya, "Pergilah, dan juallah khamr ini." 
Rasulullah Saw. bersabda, "Hai Fulan, apakah yang kamu perintahkan 
kepada pelayanmu?" Lelaki itu menjawab, "Saya perintahkan dia untuk 
menjualnya." Maka Rasulullah Saw. bersabda: 



.ijsjpjjtijSSj^jiJa 



Seswgguhnya sesuatuyang diharamkan memmumnya diharamkan 
pula memperjualbelikamtya 

Lalu Rasulullah Saw. memerintahkan agar khamr itu ditumpahkan, 
kemudian ditumpahkan di Bat-ha. 

Imam Muslim meriwayatkannya melalui jalur Ibnu Wahb, dari 
Malik, dari Zaid ibnu Aslam; dan dari jalur Ibnu Wahb pula, dari 
Sulaiman ibnu Bilal, dari Yahya ibnu Sa'id, keduanya dari Abdur 
Rahman ibnu Wa'lah, dari Ibnu Abbas dengan lafaz yang sama. Imam 
Nasai meriwayatkannya melalui Qutaibah, dari Malik dengan sanad yang 
sama. 

Hadis yang lain diriwayatkan oleh Abu Ya'la Al-Mausuli, bahwa 
telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abu Bakar AE- 
Maqdami, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Al-Hanafi, telah 

Kqmpungsannqh.org 



40 Juz7-AI-Maidah 

menceritakan kepada Kami Abdul Hamid ibnu Ja'far, dari Syahr ibnu 
Hausyab, dari Tamim Ad-Dari, bahwa dahulu ia sering menghadiahkan 
kepada Rasulullah Saw. seguci khamr tiap tahunnya. Setelah Allah 
mengharamkan khamr, Tamim Ad-Dari datang dengan membawa khamr 
(sebagaimana biasanya). Ketika Rasulullah Saw. melihat khamr itu, maka 
beliau tersenyum dan bersabda, "Sesungguhnya khamr telah diharamkan 
sesudahmu." Tamim Ad-Dari mengatakan, "Wahai Rasulullah, kalau 
begitu aku akan menjualnya dan memanfaatkan hasil jualannya." Maka 
Rasulullah Saw. bersabda: 

Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi. Telah diharamkan 
atas mereka lemaksapi dan kambing, maka mereka mencairkannya, 
lain menjualnya. Allah telah mengharamkan khamr dan hasil 
jualannya. 

Imam Ahmad telah meriwayatkan pula. Untuk itu ia mengatakan,telah 
menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Abdul 
Hamid ibnu Bahram yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Syahr 
ibnu Hausyab berkata, telah menceritakan kepadanya Abdur Rahman 
ibnu Ganam, bahwa Ad-Dari setiap tahunnya selalu menghadiahkan 
seguci khamr kepada Rasulullah Saw. Pada tahun khamr diharamkan, 
Ad-Dari datang dengan membawa seguci khamrnya. Ketika Rasulullah 
Saw. melihatnya, beliau tersenyum dan bersabda, "Tidakkah kamu 
ketahui bahwa khamr telah diharamkan sesudahmu?" Maka Ad-Dari 
berkata, "Wahai Rasulullah, bolehkah aku menjualnya dan memanfaat- 
kan hasil jualannya?" Rasulullah Saw. bersabda: 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kafcir 41 

Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi. Mereka memproses 
apa yang diharamkan atas mereka —yaitu letnak sapi dan lemak 
kambing — dengan cara meleburnya (mencairkannya), lalu 
menjualnya; sesungguhnya mereka tidak memakannya (secara 
langsung). Dan sesungguhnya khamr itu haram dan hasiljualannya 
(pun) haram, sesungguhnya khamr itu haram dan hasiljualannya 
(pun) haram, dan sesungguhnya khamr itu haram dan hasil 
jualannya haram (pula). 

Hadis yang lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad, telah menceritakan 
kepadakami Qutaibah ibnu Sa'id, telah menceritakan kepadakami Ibnu 
Luhai'ah, dari Sulaiman ibnu Abdur Rahman, dari Nafi' ibnu Kaisan; 
ayahnya pernah menceritakan kepadanya bahwa dahulu di masa 
Rasulullah Saw. ayahnya pernah berjualan khamr. Ketika tiba dari negeri 
Syam, ia membawa khamr dalam kantong-kantong kulitnya dengan 
tujuan untuk dijual. Lalu ia datang dengan membawa khamr itu kepada 
Rasulullah Saw. dan berkata kepadanya, "Wahai Rasulullah, sesungguh- 
nya aku datang kepadamu dengan membawa minuman yang baik. Maka 
Rasulullah bersabda, "Hai Kaisan, sesungguhnya khamr itu telah 
diharamkan sesudahmu." Kaisan berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana 
kalau aku menjualnya?" Rasulullah Saw. bersabda: 






Sesungguhnya khamr telah diharamkan, dan haram pula hasil 
jualannya. 

Maka Kaisan pergi menuju ke kantong-kantong kulh yang berisikan khamr 
itu. Ia pegang bagian bawahnya, lalu semua isinya iatumpahkan. 

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad, telah menceritakan 
kepada kami Yahya ibnu Sa'id, dari Humaid, dari Anas yang 
menceritakan bahwa ia pernah menyuguhkan minuman khamr kepada 
Abu Ubaidah ibnul Jarrah, Ubay ibnu Ka'b, Suhail ibnu Baida, dan 
sejumlah orang dari kalangan sahabat di rumah Abu Talhah, sehingga 
memabukkan sebagian dari mereka. Lalu datanglah seseorang dari 
kalangan kaum muslimin mewartakan, "Tidakkah kalian ketahui bahwa 
khamr itu telah diharamkan?" Mereka menjawab, "Akan kami lihat dan 

Kqmpungsunnqh.org 



42 Juz7-AhMiaah 

kami tanyakan." Mereka mengatakan, "Hai Anas,tumpahkanlah khamr 
yang masih tersisa pada wadahmu itu!" Anas mengatakan, "Demi 
Allah, mereka tidak meminum khamr lagi. Apa yang mereka minum 
hanyalah perasan anggur, buah kurma yang belum masak benar, dan 
buah kurma yang sudah masak; semuanya itu merupakan khamr mereka 
saat itu." 

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini di 
dalam kitab Sahihain melalui berbagai jalur dari Anas. 

Di dalam riwayat Hammad ibnu Zaid, dari Sabit, dari Anas dise- 
butkan bahwa Anas pernah menyuguhkan minuman khamr di rumah 
Abu Talhah kepada sejumlah orang, yaitu pada hari khamr diharamkan. 
Minuman yang mereka minum hanyalah perasan anggur, perasan kurma 
gemading, dan perasan kurma masak. Tiba-tiba ada seorang juru penyeru 
menyerukan suatu seruan. Lalu Anas berkata, "Keluarlah dan lihatlah 
apa yang diserukannya." Tiba-tiba seorang juru penyeru menyerukan 
bahwa sesungguhnya khamr telah diharamkan. Anas mengatakan, "Maka 
aku tumpahkan khamr yang tersisa itu di jalan Madinah." 

Anas mengatakan bahwa Abu Talhah berkata kepadanya, "Keluarlah 
kamu dan tumpahkanlah khamr ini." Maka aku menumpahkan semuanya. 
Mereka atau sebagian dari mereka mengatakan bahwa si Anu dan si 
Anu telah mati, sedangkan khamr berada dalam perutnya. Maka Allah 
menurunkan firman-Nyat 



Cvr i e^lUD 



Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan 
amal saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan 
dahulu. (Al-Maidah: 93), hingga akhir ayat. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad 
ibnu Basysyar, telah menceritakan kepadaku Abdul Kabir ibnu Abdul 
Majid, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnu Rasyid, dari Qatadah, 
dari Anas ibnu Malik yang mengatakan, "Ketika saya sedang menyuguh- 
kan minuman khamr kepada Abu Talhah, Abu Ubaidah ibnul Jarrah, 
Abu Dujanah, Mu'ai ibnu Jabal, dan Suhail ibnu Baida hingga kepala 
mereka tertunduk(mabuk) — minuman itu campuran dari perasan kurma 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasjr 43 

gemading dan kurma masak — aku mendengar seseorang menyerukan 
bahwa sesungguhnya khamr telah diharamkan." 

Anas ibnu Malik melanjutkan kisahnya, "Setelah itu tiada seorang 
pun dari kami yang masuk dan yang keluar hingga kami tumpahkan 
minuman khamr dan memecahkan semua wadahnya. Kemudian sebagian 
dari kami ada yang benvudu, ada pula yang mandi, lalu kami memakai 
wewangian milik Ummu Sulaim. Setelah itu kami keluar menuju masjid. 
Tiba-tiba kami jumpai Rasulullah Saw. sedang membacakan firman- 
Nya: 

Hai orang-orangyang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, 
berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengmdi nasib dengan anak 
panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka 
jauhilahperbuatcm-perbuatan itu. (Al-Maidah: 90) 

sampai dengan firman-Nya: 

maka berhentilah kalian (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Al- 
Maidah: 91) 

Seorang lelaki mengajukan pertanyaan, "Wahai Rasulullah, bagaimana- 
kah menurutmu perihal orang yang telah mati, sedangkan dulunya dia 
suka meminum khamr?" Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 



ev iS^ii^o 



•&igA&f4^atteg&K# 



Tidak ada dosa bagi orang-orangyang beriman dan mengerjakan 
amai saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan 
dahulu. (Al-Maidah: 93), hingga akhir ayat. 

Ada seorang lelaki bertanya kepada Qatadah (perawi hadis ini), "Apakah 
enekau mendengarnya langsung dari Anns ibnu Malik r.a.?" Qatadah 

Kqmpungsunnqh.org 



44 Juz7-AMWlaidah 

menjawab, "Ya." Ada pula lelaki lain bertanyakepada Anas ibnu Malik, 
"Apakah engkau sendiri mendengarnya langsung dari Rasulullah Saw.?" 
Anas menjawab, "Ya, atau seseorang yang tidak berdusta menceritakan- 
nya kepadaku. Kami (para sahabat) tidak pernah berdusta, dan kami 
tidak mengetahui apa itu dusta." 

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad, telah menceritakan 
kepada kami Yahya ibnu Ishaq, telah menceritakan kepadaku Yahya 
ibnu Ayyub, dari Ubaidillah ibnu Zahr, dari Bakr ibnu Sawadah, dari 
Qais ibnu Sa'd ibnu Ubadah, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 



Sesungguhnya Tuhanku Yang Mahasuci lagi Mahatinggi telah 
mengharamkan khamr, al-kubah (sejenis khamr) dan al-qamn 
(sejenis khamr), serta jauhilah oleh kalian al-gubaira (sejenis 
khamr), karena sesungguhnya al-gubaira itu sepertiga khamr dunia. 

Hadis yang lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad, telah menceritakan 
kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Farj ibnu Fudalah, 
dari Ibrahim ibnu Abdur Rahman ibnu Raff, dari ayahnya, dari Abdullah 
ibnu Amr yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Sesungguhnya Allah telah nwngharamkanatasumatku khamr, judi, 
al-Muzra al-kubah, dan al-qanin (ketiganya sejenis khamr), dan 
Allah menambahkan kepadaku salat witir (sebagai hal yang 
diwajibkari khusus bagi Nabi Saw.). 

Yazid mengatakan bahwa al-qanin dikenal dengan nama lain al-barabit, 
hadis diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara munfarid. 

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami 
Abu Asim fyaitu An-Nabil), telah menceritakan kepada kami Abdul 



im fyaitu An-Nabil), telah menceritakan kef 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 45 

Hamid ibnu Ja'far, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Abu 
Habib, dari Amr ibnul Walid, dari Abdullah ibnu Umar, bahwa 
Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Barangsiapayang berkala mengatasnamakan diriku hal-halyang 
tidak pernah aku katakan, hendaklah ia bersiap-siap mengkuni 
tempatnya di neraka. 

Abdullah ibnu Amr melanjutkan kisahnya,bahwa ia pernah mendengar 
Rasulullah Saw. bersabda: 

Sesunggithnya Allah telah mengharamkem khamr, judi, al-kubah 
dan al-gubaira, dan setiap yang memabukkan itu adalah haram. 

Hadis diriwayatkan oleh [mam Ahmad secara munfarid pula. 

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad, telah menceritakan 
kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu 
Umar ibnu Abdul Aziz, dari Abu Tu'mah maula mereka, dan dari Abdur 
Rahman ibnu Abdullah Al-Gafiqi; keduanya mengatakan pernah 
mendengar Ibnu Umar mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah 
bersabda: 

Khamr dilaknai alas sepuluh segi; khamr itu sendiri dilaknat, 
peminvmnya, penyuguhnya. penjualnya, pembel'mya, orangyang 
memerasnya, orangyang membuatny a, orangyang membawanya 
(pengirimnya), penerimanya (penadahnya), dan orang yang 
memakan hasiljualannya 

Kqmpungsunnqh.org 



46 Juz7-AUiaidah 

Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis 
Waki' dengan sanad yang sama. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan, 
telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai'ah, telah menceritakan 
kepada kami Abu Tu'mah, bahwa ia pernah mendengar Ibnu Umar 
mengatakan bahwa Rasulullah Saw. keluarmenuju kandangtemak, maka 
Ibnu Umar keluar pula mengikutinya dengan berjalan di sebelah kanan 
Nabi Saw. Lalu datanglah Abu Bakar, maka Ibnu Umar mundur dan 
memberikan kesempatan kepada Abu Bakar untuk mengapit Nabi Saw. 
di sebelah kanannya, sedangkan Ibnu Umar sendiri berada di sebelah 
kiri Nabi Saw. Kemudian datanglah Umar, maka Ibnu Umar mundur dan 
memberikan kesempatan kepada Umar untuk berada di sebelah kiri Nabi 
Saw. 

Kemudian Rasulullah Saw. tiba di kandang ternak, dan ternyata 
beliau menjumpai sebuah wadah dari kulit kambing berada di bagian 
atas dari kandang itu, wadah tersebut berisikan khamr. Ibnu Umar 
melanjutkan kisahnya, "Lalu Rasulullah Saw. memanggilku untuk 
mengambilkan pisau belati. Aku belum pernah mengetahui pisau belati 
kecuali pada hari itu. Rasulullah Saw. memerintahkan agar wadah 
tersebut dibelah, lalu wadah itu kurobek, dan Rasulullah Saw. bersabda: 

Khamr telah dilaknat, begitu pula peminumnya, penuang 
(penyuguh)nya, penjualnya, pembelinya, pengirimnya, 
penerimanya, pengolahnya, pemprosesnya, dan pemakan hasil 
judannya*.* 1 

Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hakam ibnu 
Nafr, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Maryam, 
dari Damrah ibnu Habib yang mengatakan bahwa Ibnu Umar pernah 
menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah memerintahkan kepadanya 
untuk mengambilkan sebuah pisau belati yang juga dikenal dengan pisau 
pengeratyangtajam. Lalu Ibnu Umarmengambilkannya, dan Nabi Saw. 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kafeir 47 

menyurub untuk mengasahnya hingga tajam. Setelah itu pisau tersebut 
diberikan Nabi Saw. kepada Ibnu Umar seraya bersabda,"Bawalah pisau 
ini, aku akan memerlukannya." Ibnu Umar melakukan apa yang 
diperintahkan kepadanya. Lalu Nabi Saw. keluar bersama sahabat- 
sahabatnya menuju ke semua pasar di Madinah, beliau mendengar di 
pasar banyak terdapat khamr yang baru datang dari negeri Syam. 

Lalu Nabi Saw. mengambil pisau dari Ibnu Umar dan langsung 
merobek wadah berisi khamr yang ada di depannya, kemudian pisau itu 
dikembalikan lagi kepada Ibnu Umar. Lalu Nabi Saw. memerintahkan 
kepada semua sahabat yang bersamanya untuk pergi dengan Ibnu Umar. 
Nabi Saw. memerintahkan Ibnu Umar untuk pergi mengelilingi semua 
pasar. Maka Ibnu Umar berangkat, dan tidak sekali-kali ia menjumpai 
wadah yang berisikan khamr melainkan dirobeknya, sehingga tiadasuatu 
wadah khamr pun di pasar itu yang tertinggal. 

Hadis lain diriwayatkan oleh Abdullah ibnu Wahb, telah mencerita- 
kan kepadanya Abdur Rahman ibnu Syuraih dan ibnu Luhai'ah serta 
AI-Lais ibnu Sa'd, dari Khalid ibnu Zaid, dari Sabit, bahwa Yazid Al- 
Khaulani telah menceritakan kepadanya bahwa dahulu ia pernah 
mempunyai seorang paman penjual khamr, padahal ia orang yang suka 
bersedekah. Lalu Yazid Al-Khaulani melarang pamannya berjualan 
khamr, tetapi pamannya tidak mau berhenti berjualan khamr. Kemudian 
Yazid Al-Khaulani datang ke Madinah dan bersua dengan Ibnu Abbas, 
lalu bertanya mengenai khamr dan uang hasil penjualannya. Maka Ibnu 
Abbas menjawab, "Khamr itu haram, begitu pula hasil penjualannya." 

Kemudian Ibnu Abbas r.a. berkata, "Hai semua umat Muhammad, 
sesungguhnya seandainya masih ada kitab sesudah kitab (Al-Qur'an) 
kalian dan masih ada nabi sesudah nabi kalian, niscaya akan diturunkan 
kepada kalian kitab itu sebagaimana diturunkan kepada orang-orang 
sebelum kalian, tetapi Al-Qur'an merupakan akhir dari perkara kalian 
sampai hari kiamat. Dan demi umurku, sesungguhnya Al-Qur'an itu 
terasa amat berat atas kalian." 

Sabit mengatakan bahwa lalu ia menjumpai Abdullah ibnu Umar 
dan menanyakan kepadanya tentang hasil jualan khamr. Maka Ibnu Umar 
Tiengatakan, "Aku akan menceritakan sebuah hadis mengenai khamr 
kepadamu. Ketika aku sedang bersama Rasulullah Saw. di dalam masjid 
— saat itu Rasulullah Saw. sedang duduk ber-ihtiba seraya menyelimuti 

Kqmpungsunnqh.org 



48 Juz7-AI-Maidah 

dirinya dengan kain — Rasulullah Saw. bersabda, 'Barang siapa yang 
mempunyai sisa khamr, hendaklah ia mendatangkannya kepadaku*." 

Mereka berdatangan kepada Nabi Saw., dan salah seorang dari 
mereka ada yang mengatakan, "Saya mempunyai seguci khamr." Yang 
lainnya mengatakan, "Saya mempunyai sekendi khamr," masing-masing 
menyebutkan sisa khamr yang ada padanya. Maka Rasulullah Saw. 
bersabda, "Kumpulkanlah khamr itu di tanah lapang anu, kemudian 
beri tahukanlah kepadaku." 

Mereka melakukan apa yang diperintahkan, lalu mereka memberi 
tahu Nabi Saw. Kemudian Nabi Saw. bangkit, dan Ibnu Umar bangkit 
pula bersamanya. Aku berjalan di sebelah kanannya, sedangkan beliau 
bersandar kepadaku. Lalu kami disusul oleh Abu Bakar r.a. Maka 
Rasulullah Saw. memundurkan diriku dan menyuruhku berada di sebelah 
kirinya, sedangkan Abu Bakar menggantikan posisiku. Kemudian kami 
disusu! oleh Umar ibnul Khattab r.a. Maka Rasulullah Saw. memundur- 
kan diriku dan menjadikan Umar berada di sebelah kirinya, sehingga 
Rasulullah Saw. berjalan dengan diapit oleh keduanya. 

Setelah beliau sampai padatumpukan khamr, maka beliau bersabda 
kepada orang-orang yang hadir, "Tahukah kalian apakah ini?" Mereka 
menjawab, "Ya, wahai Rasulullah, ini adalah khamr." Rasulullah Saw. 
bersabda, "Kalian benar." Kemudian Rasulullah Saw. bersabda: 

Sesungguhnya Allah telah melaknat khamr, orangyang membuat- 
nya, orang yang memprosesnya. peminumnya, penyuguhnya, 
pengirimnya, penerimanya, penjualnya, pembelinya, dan orang 
yang memakan hasil penjuatannya. 

Lalu beliau meminta sebuah pisau dan bersabda, "Kumpulkanlah semua- 
nya menjadi satu." Mereka melakukannya, kemudian Rasulullah Saw. 
mengambil pisau dan merobek semua wadahnya. 

Orang-orang ada yang mengatakan bahwa wadah-wadahnya masih 
dapat dimanfaatkan. Maka Rasulullah Saw. bersabda: 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 49 

Memang benar, tetapi aku lakukan demikian hanyalah karena marah 
demi karena Allah Swt. mengingat apa yang ada di dalamnya 
membuat Allah murka. 

Umar r.a. berkata, "Biarlah aku yang melakukannya, wahai Rasulullah 
Saw." Rasulullah Saw. menjawab, "Jangan." 

Ibnu Wahb mengatakan bahwa sebagian dari para perawi ada yang 
menambahkan kisah hadis lebih dari sebagian yang lainnya. Hadis 
diriwayatkan oleh Imam Baihaqi. 

Hadis lain diriwayatkan oleh Abu Bakar Al-Baihaqi, telah 
menceritakan kepada kami Abul Husain ibnu Bisyr, telah menceritakan 
kepada kami Ismail ibnu Muhammad As-Saffar, telah menceritakan 
kepada kami Muhammad ibnu Ubaidillah Al-Munadi, telah menceritakan 
kepada kami Wahb ibnu Jarir, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, 
dari Sammak, dari Musabibnu Sa'd, dari Sa'd yang menceritakan bahwa 
sehubungan dengan masalah khamr telah diturunkan empat buah ayat, 
lalu ia menceritakan hadis selengkapnya. 

Sa'd mengatakan, "Seorang lelaki dari kalangan Ansar membuat 
sebuah jamuan makan, lalu ia memanggil kami, kemudian kami memi- 
num khamr — sebelum khamr diharamkan — hingga kami mabuk, lalu 
kami saling membanggakan diri. Orang-orang Ansar mengatakan, 'Kami 
lebih utama.' Orang-orang Quraisy mengatakan, 'Kami lebih utama.' 
Lalu seorang lelaki dari kalangan Ansar mengambil rahang unta dan 
memukulkannya ke arah hidung Sa'd hingga robek. Sejak saat itu hidung 
Sa'd robek." Makaturunlah firman-Nya: 

Sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi. (Al-Maidah: 90) 
sampai dengan firman-Nya: 

maka berhentilah kalian (dari mengerjakan perbuatan itu). (Al- 
Maidah: 91) 

Kqmpungsunnqh.org 



50 Juz7-AI-MakJah 

[mam Muslim mengetengahkannya melalui hadis Syu'bah. 

Hadis lain diriwayatkan oieh Imam Baihaqi, teiah menceritakan 
kepada kami Abu Nasr ibnu Qatadah, telah menoeritakan kepada kami 
Abu Ali Ar-Rafa, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdul Aziz, 
telah menceritakan kepada kami Al-Hajjaj Ibnu Minhal, telah 
menceritakan kepada kami Rabi'ah ibnu Kalsum, telah menceritakan 
kepadaku ayahku, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mencerita- 
kan bahwa sesungguhnya ayat mengenai haramnya khamr diturunkan 
berkenaan dengan dua kabilah dari kalangan Ansar yang melakukan 
minum-minum. Ketika mereka mulai mabuk, sebagian dari mereka ber- 
buat seenaknya terhadap sebagian yang lain. Dan saat mereka sadar dari 
mabuknya, seseorang melihat bekas pada wajah, kepala, dan janggutnya, 
lalu ia berkata, "Yang melakukan ini kepadaku adalah saudaraku, yaitu 
si Fulan." Padahal mereka bersaudara, tiada rasa dengki dan iri dalam 
hati mereka terhadap sesamanya. Lalu lelaki itu berkata, "Demi Allah, 
seandainya dia sayang dan kasihan kepadaku, niscaya dia tidak akan 
melakukan ini terhadap diriku." Hingga pada akhirnya timbullah rasa 
dengki dan iri dalam hati mereka terhadap sesamanya. Maka Allah Swt. 
menurunkan ayat ini: 

Hai orang-orangyang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, 
berjvdi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah 
adalah perbvatan keji, termasuk perbuatan setan. (Al-Maidah: 90) 

sampai dengan Firman-Nya: 

Maka berhentilah kalian (dari mengerjakan perbuatan itu). (Al- 
Maidah: 91) 

Lalu ada sebagian orang yang memaksakan diri bertanya, "Khamr adalah 
najis, sedangkan khamr berada di dalam perut si Fulan yang telah gugur 
dalam Perang Uhud." Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 5 1 

Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan 
atrial saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan 
dahulu. (AI-Maidah: 93) 

Imam Nasai meriwayatkannya di daiam kitab tafsir melalui Muhammad 
ibnu Abdur Rahim, yaitu Sa'iqah, dari Hajjaj ibnu Minhal. 

Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, telah menceritakan kepadaku 
Muhammad ibnu Khalaf, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu 
Muhammad Al-Harami, dari Abu Namilah, dari Salam maula Hafs Abul 
Qasim, dari Abu Buraidah, dari ayahnya yang menceritakan, ''Kami 
sedang duduk meminum minuman kami di atas sebuah bukit pasir, saat 
itu kami berjumlah tiga atau empat orang. Di hadapan kami terdapat 
sebuah wadah besar yang berisikan khamr, Ketika itu meminum khamr 
belum diharamkan. Kemudian aku bangkit dan pergi hingga sampai 
kepada Rasulullah saw., lalu aku masuk Islam kepadanya, bertepatan 
dengan turunnya ayat yang mengharamkan khamr.'yaitu firman-Nya: 



C^V i Sjt)UO 



.&SS*X$%&& 



Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (mem inum) khamr, 
berjvdi. (Al-Maidah: 90) 

sampai dengan firman-Nya: 

maka berhentilah kalian (dari mengerjakan perbuatan itu). (Al- 
Maidah: 91) 

Lalu aku (ayah Abu Buraidah) kembali kepada kaumku dan membacakan 
kepada mereka ayat ini sampai dengan firman-Nya: 



maka berhentilah kalian (dari mengerjakan perbuatan itu), (AI- 
Maidah: 91) 

Kqmpungsannqh.org 



52 Juz7-AHttiidah 

Saat itu di tangan sebagian kaum masih ada minumannya, sebagian telah 
diminum, sedangkan sebagian masih ada di dalam wadahnya. Ayah Abu 
Buraidah menceritakan hal ini seraya mengisyaratkan dengan memakai 
wadah yang ia tempelkan pada bagian bawah bibir atasnya, dengan 
isyarat seperti yang dilakukan oieh tukang hijamah. Kemudian mereka 
menumpahkan khamr yang ada pada wadah besar mereka seraya berkata, 
"Kami berhenti, wahai Tuhan kami." 

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Bukhari, telah menceritakan 
kepada kami Sadqah ibnul Fadl, telah menceritakan kepada kami Ibnu 
Uyaynah, dari Amr,dari Jabir yang menceritakan bahwa sejumlah orang 
minum khamr di pagi hari Perang Uhud, dan akhirnya pada hari itu juga 
mereka gugur semuanya sebagai syuhada. Hal tersebut terjadi sebelum 
khamr diharamkan. Deraikianlah menurut riwayat Imam Bukhari di 
dalam kitab tafcir dari kitab Sahih-nya. 

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar telah meriwayalkan di dalam kitab 
Musnad-nya. bahwa telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdah, 
telah menceritakan kepada kam i Sufyan, dari Amr ibnu Dinar, bahwa ia 
pernah mendengar Jabir ibnu Abdullah mengatakan, "Pada suatu pagi 
hari ada sejumlah sahabatNabi Saw. minum khamr, kemudian mereka 
semuanya gugur sebagai syuhada, yaitu dalam Perang Uhud.™ 

Kemudian orang-orang Yahudi mengatakan, "Telah gugur sebagian 
orang-orang yang berperang, sedangkan dalam perut mereka terdapat 
khamr." Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 

Tidok ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan 
atrial saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan 
dahalu. (Al-Maidah: 93) 

Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih, dan hadis 
ini memang sahih, tetapi dalam konteksnya terdapat ke-garib-an 
(keanehan). 

Hadis lain diriwayatkan oleh Abu Daud At-Tayalisi, telah mencerita- 
kan kepada kami Syu'bah, dari Abi Ishaq, dari Al-Barra ibnu Azib yang 
menceritakan bahwa ketika ayat yang mengharamkan khamr diturunkan, 

Kqmpungsannqh.org 



.Vr 



Tafsir Ibnu KaSir S3 

mereka mengatakan "Bagaimanakah dengan orang-orang yang gemar 
meminumnya dahulu sebelum khamr diharamkan?" Maka turunlah 
firman-Nya: 



cw i Sj£iQt3 



&t5MKb4W'lft3flft# 



Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan 
amal saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan 
dahulu. (Al-Maidah: 93), hingga akhir ayat. 

[mam Turmuzi meriwayatkannya melalui Bandar, dari Gundar, dari 
Syu'bah dengan lafaz yang semisal, dan Imam Turmuzi mengatakan 
bahwa hadis ini hasan sahih. 

Hadis lain diriwayatkan oleh Al-Hafiz Abu Ya'la Al-Mausuli, telah 
menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Humaid Al-Kufi, telah 
menceritakan kepada kami Ya'qub At-Qummi, dari Isa ibnu Jariyah, 
dari Jabir ibnu Abdullah yang menceritakan bahwa dahulu ada seorang 
lelaki yang biasa membawa khamr dari Khaibar untuk dijual kepada 
kaum muslim di Madinah. Pada suatu hari ia membawa khamr yang 
telah ia kulak dengan sejumlah harta, lalu ia datangkan ke Madinah, 
kemudian ia bersua dengan seorang lelaki dari kalangan kaum muslim. 
Lelaki muslim itu berkata kepadanya, "Hai Fulan, sesungguhnya khamr 
telah diharamkan." 

Lalu iameletakkan khamr ditempatyangjauh — yaitudiatassebuah 
lereng bukit— dan ia tutupi dengan kain kelambu. Kemudian ia sendiri 
datang kepadaNabi Saw. dan berkata, "Wahai Rasulullah, telah sampai 
kepadaku berita bahwa khamr telah diharamkan." Rasulullah Saw. 
menjawab, "Memang benar." Ia berkata, "Bolehkah aku kembalikan 
kepada orang yang aku membeli darinya?" Rasulullah Saw. menjawab, 
"Tidak layak untuk dikembalikan." Ia berkata, "Aku akan menghadiah- 
kannya kepada orang yang mau memberiku imbalan yang sesuai dengan 
harga khamr ini." Rasulullah Saw, bersabda, "Tidak boleh." Ia berkata, 
"Sesungguhnya khamr ini aku beli dari harta anak-anak yatim yang ada 
di dalam pemeliharaanku." Rasulullah Saw. bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



54 Juz7-AI-h£idah 

Apabila datang kepada kami harm dari Bahrain, maka datanglah 
kamu kepadaku, niscaya kami akan mengganti harta anak-anak 
yatimmu itu 

Kemudian diserukan kepada penduduk Madinah (bahwa khamr telah 
diharamkan). Maka ada seorang lelaki berkata, "Wahai Rasulullah, 
wadah-wadahnya dapat kami manfaatkan." Rasulullah Saw. bersabda, 
"Kalau begitu, bukalah semua penutupnya." Maka khamr ditumpahkan 
hingga sampai ke bagian bawah lembah. Hadis ini garib. 

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad, telah menoeritakan 
kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari As- 
Saddi, dari Abu Hubairah (yaitu Yahya ibnu Abbad Al-Ansari), dari 
Anas ibnu Malik, bahwa Abu Talhah pernah bertanya kepada Rasulullah 
Saw. tentang anak-anak yatim yang ada di dalam pemeliharaannya, 
mereka mewarisi khamr. Maka Rasulullah Saw. bersabda, "Tumpahkan- 
lah khamr itu." Abu Talhah bertanya, "Bolehkah kami menjadikannya 
cuka?" Rasulullah Saw. menjawab, "Tidak boleh." 

Imam Muslim, Imam Abu Daud, dan Imam Turmuzi meriwayat- 
kannya metalui hadis As-Sauri dengan lafaz yang semisal. 

Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim,telah menceritakan 
kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu 
Raja, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Salamah, telah 
menceritakan kepada kami Hilal ibnu Abu Hilal, dari Ata ibnu Yasar, 
dari Abdullah ibnu Amr yang menceritakan bahwa ayat berikut ada dalam 
Al-Qur*an, yaitu firman-Nya: 

Hai orang-orangyang beriman, sesimgguhttya (meminum) khamr, 
berjvdi, (berkorban untuk) berhala, mengundinasib dengan panah 
adalah perbuatan keji, termasuk perbvatan setan. Makajauhilah 
perbuatan-perbvatan itu agar kalian mendapat kebenmtimgan. (Al- 
Maidah: 90) 

Menurut Abdullah ibnu Amr, di dalam kitab Taurat perihal khamr 
disebutkan seperti berikut, "Sesungguhnya Allah menurunkan perkara 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsirlbnu Kaslr 55 

yang hak untuk melenyapkan perkara yang batil dengannya, juga untuk 
melenyapkan permainan yang tak berguna, seruling, tarian, dosa-dosa 
besar (yakni khamr barabit), gendang, tambur, syair dan khamr sekali, 
bagi orang yang meminumnya. Allah bersumpah dengan menyebut 
nama-Nya Yang Mahaagung, ' Barang siapa yang meminumnya sesudah 
Kuharamkan, Aku benar-benar akan membuatnya kehausan di hari 
kiamat. Dan barang siapa yang meninggalkannya sesudah Kuharamkan, 
Aku benar-benar akan memberinya minum khamr di hadapan-Ku Yang 
Mahasuci'." Sanad asar ini sahih. 

Hadis lain diriwayatkan oleh Abdullah ibnu Wahb, telah 
menceritakan kepadaku Amr ibnul Haris; Amr ibnu Syu'aib pernah 
menceritakan kepada mereka bahwa ayahnya pernah menceritakan dari 
Abdullah ibnu Amr ibnul As, dari Rasulullah Saw. yang telah bersabda: 

[3$2&t %&*&& . few »5=>3& sfiSJca^i 



Barang siapa yang meninggalkan salat sekali karena mabnk, maka 
seakan-akan dia memiliki dunia dan semua isinya, lalu dirampas 
darinya. Dan barang siapa yang meninggalkan saiat sebanyak 
empat kali karena mabuk, maka sudah seharusnya bagi Allah 
memberinya minum dari tinatul khabal. 

Ketika ditanyakan, "Apakah tinatul khabal itu?" Rasulullah Saw. 
menjawab: 

Perasan keringat penduduk neraka Jahannam. 

Imam Ahmad meriwayatkannya melalui jalur Amr ibnu Syu'aib. 

Hadis lain diriwayatkan oleh Abu Daud, telah menceritakan kepada 
kami Muhammad ibnu Rati*, telah menceritakan kepada kami Ibrahim 
ibnu Umar As-San'ani yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar 

Kqmpangsunnqh.org 



56 Juz7-AP-Maidah 

An-Nu'man (yaitu Ibnu Abu Syaibah Al-Jundi) meriwayatkan da- 
ri Tawus, dari Ibnu Abbas, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: 

Semua minuman yang dibuat mektlui proses peragian adalah khamr, 
dan semuayang memabukkan hukumnyaharam. Barangsiapayang 
meminum minuman yang memabukkan, maka hapuslah (pahala) 
salatnya selama empat puluh pagi (hari); danjika ia bertobat, Al- 
lah menerima tobatnya. Dan jika ia kembali lagi minum untuk 
keempatkcdinya, maka pastilah Allah akan memberinya minum dari 
tTnatul khabal. 

Ketika ditanyakan, "Apakah tTnatul khabal itu, wahai Rasulullah?" 
Rasulullah saw. menjawab: 

Nanah penghuni neraka, dan barang siapa yang memberikan 
minuman yang memabukkan kepada anak kecil yang belum 
mengetahui halal dan haramnya, makaAllahpasti akan memberinya 
minuman dari tTnatul khabal. 

Hadis diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara munfarid. 

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Syafii rahimahullah, telah 
menceritakan kepada kami Malik, dari Nafi', dari Ibnu Umar, bahwa 
Rasulullah Saw. telah bersabda: 

KqmpangsannQh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 57 

Barang siapa yang meminum khctmr di dunia, kemudian ia tidak 
bertobat dart perbuatannya itu, Allah mengharamkan khamr 
bag'mya kelak di akhirat. 

[mam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya melalui hadis 
Malik dengan sanad yang sama. 

Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Rafi', dari Hammad 
ibnu Zaid, dari Ayyub, dari Nafi*, dari Ibnu Umar yang menceritakan 
bahwa Rasulullah Saw. pemah bersabda: 



Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap yang 
memabukkan adalah haram. Dan barang siapa minum khamr, lalu 
mati dalam keadaan masih kecanduan khamr dan belum bertobat 
dari perbuatannya itu, maka kelakdi akhirat ia tidak dapat meminum 
khamr (surga), 

Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadanya 
Umar ibnu Muhammad, dari Abdullah ibnu Yasar, ia pernah mendengar 
Salim ibnu Abdullah menceritakan bahwa Abdullah ibnu Umar 
menceritakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Ada tiga macam orang yang Allah tidak memandang mereka (dengan 
pandangan rahmat) kelak di hari kiamat, yaitu orang yang menyakiti 
kedua orang tuanya, orang yang kecanduan khamr. dan orang yang 
menyebut-nyebut pemberian yang telah diberikannya. 

Imam Nasai meriwayatkan dari Amr ibnu AH, dari Yazid ibnu Zurai', dari 
Umar ibnu Muhammad Al-Umari dengan sanad yang sama. 

Kqmpangsunnqh.org 



58 Juz7-AMYIaidah 

Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Gundar, dari Syu'bah, dari 
Yazid ibnu Abu Ziyad, dari Mujahid, dari Abu Sa'id, dari Nabi Saw. 
yang telah bersabda: 

Tidak dapat masuk surga orang yang suka menyebut-nyebut 
pemberiannya, dan orangyang suka menyakiti (kedua orang tuanya), 
dan tidak (pula) orangyang kecanduan khamr. 

Imam Ahmad telah meriwayatkannya pula dari Abdus Samad, dari Abdul 
Aziz ibnu Aslam, dari Yazid ibnu Abu Ziyad, dari Mujahid dengan lafaz 
yang sama; juga dari Marwan ibnu Syuja*, dari Khasif, dari Mujahid 
dengan lafaz yang sama. 

Imam Nasai meriwayatkannya dari Al-Qasim ibnu Zakaria, dari 
Husain Al-Ju'fi, dari Zaidah, dari Yazid ibnu Abu Ziyad, dari Salim 
ibnu Abul Ja'd dan Mujahid: keduanya dari Abu Sa'id dengan Ipfaz 
yang sama. 

Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad, telah menceritakan 
kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Sufyan, 
dari Mansur, dari Salim ibnu Abul Ja'd, dari Jaban, dari Abdullah ibnu 
Amr, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: 

Tidak dapat masuk surga orang yang menyakiti (kedua orang 
tuanya), orangyang kecanduan khamr. orangyang suka menyebut- 
nyebut pemberiannya, dan tidak (pula) anak zina. 

Hal yang sama telah diriwayatkan pula dari Yazid, dari Hammam, dari 
Mansur, dari-Salim, dari Jaban, dari Abdullah ibnu Amr dengan lafaz 
yang sama. 

[mam Ahmad telah meriwayatkan pula dari Gundar dan lain-lainnya, 
dari Syu'bah, dari Mansur, dari Salim, dari Nabit ibnu Syarit, dari jaban, 
dari Abdullah ibnu Amr, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 59 

Tidak dapat masuk surga orang yang suka menyebut-nyebut 
pemberiannya, orang yang suka menyakiti kedua orang tuanya, dan 
tidak (pula) pecandu khamr. 

ImamNasai meriwayatkannya melalui hadis Syu'bah dengan lafazyang 
sama, kemudian ia mengatakan, "Kami belum pernah mengetahui 
seseorang yang menghubungkan Syu'bah dengan Nabit ibnu Syarit." 
Imam Bukhari mengatakan bahwa Jaban belum pernah diketahui 
mendengar dari Abdullah. Salim pun belum pernah diketahui pernah 
mendengar, baik dari Jaban maupun dari Nabit. 

Hadis ini telah diriwayatkan pula melalui jalur Mujahid, dari Ibnu 
Abbas; juga melalui Mujahid, dari Abu Hurairah. 

Az-Zuhri mengatakan, telah menceritakan kepadanya Abu Bakar 
ibnu Abdur Rahman ibnul Haris ibnu Hisyam; ayahnya pernah mengata- 
kan bahwa ia pernah mendengar Usman ibnu Affan mengatakan, "Jauhi- 
lah khamr, karena sesungguhnya khamr itu biangnya kejahatan. Dahulu 
kala pernah ada seorang lelaki dari kalangan orang-orang sebelum kalian, 
kerjanya hanya beribadah dan mengucilkan diri dari keramaian manusia. 
Tetapi pada akhirnya ia disukai oleh seorang wanita tuna susila. Wanita 
tuna susila itu menyuruh pelayan wanitanya memanggil lelaki itu untuk 
menghadiri suatu persaksian. Maka lelaki itu masuk bersamanya, dan si 
wanita tuna susila itu mulai memasang perangkapnya; setiap kali lelaki 
itu memasuki pintu, maka ia menutupnya, hingga lelaki itu bersua dengan 
seorang wanita yang cantik, di sisinya terdapat seorang bayi dan seguci 
khamr. 

Kemudian wanita cantik itu berkata, ' Sesungguhnya aku, demi Allah, 
tidak sekali-kali mengundangmu untuk menyaksikan suatu persaksian, 
melainkan aku mengundangmu kemari agar kamu mau menyetubuhi 
diriku, atau membunuh bayi ini, atau minum khamr ini.' Akhirnya wanita 
iru memberinyaminuman satu gelas. Dan lelaki itu berkata, 'Tambahkan- 
lah kepadaku.' Ia tidak berhenti dari minum khamr hingga pada akhirnya 
:a menyetubuhi wanita itu dan membunuh si bayi. Karena itu, jauhilah 
khamr, karena sesungguhnya tidak sekali-kali khamr dapat berkumpul 
dsngan iman selama-lamanya melainkan salah satunya keluar dari diri 
relakunya dalam waktu yang dekat." 

Asar ini diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, dan sanad asar ini sahih. 

Kqmpungsannqh.org 



60 Juz7-Am/laidah 

Abu Bakar ibnu Abud Dun-ya telah meriwayatkannya di dalam 
kitab Zammul Muskiri (Bab "Celaan terhadap Pemabuk"), dari 
Muhammad ibnu Abdullah ibnu Bazi', dari Al-Fudail ibnu Sulaiman 
An-Numiri, dari Umar ibnu Sa' id, dari Az-Zuhri dengan lafez yang sama 
secara marfu', tetapi yang mauquflebih sahih. 

Asar ini mempunyai bukti yang menguatkannya di dalam ki- 
tab Sakikain, dari Rasulullah Saw. Disebutkan bahwa Rasulullah Saw. 
telah bersabda: 

Tidak sekali-kali seseorang melakukan perbuatan zina, sedang ia 
dalam keadaan beriman. Tidak sekali-kali seseorang mencuri, 
sedang dia dalam keadaan beriinan: dan tidak sekali-kali seseorang 
mhwm khamr, sedang dia dalam keadaan beriman. 

Imam Ahmad ibnu Hambal mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Aswad ibnu Amir, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Sammak, 
dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa ketika khamr 
diharamkan, orang-orang berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah 
dengan teman-teman kami yang telah meninggal, sedangkan mereka 
meminumnya?" Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 

cw , «**, ... $$k^* 9 $Mfe'M&Q$$& 

Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan 
amal saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan 
dahulu. (Al-Maidah: 93), hingga akhir ayat. 

Dan ketika kiblat dipindahkan, orang-orang berkata, "Wahai Rasulullah, 
bagaimanakah dengan teman-teman kami yang telah meninggal dunia, 
sedangkan salat mereka menghadap ke Baitul Maqdis?" Maka Allah 
menurunkan firman-Nya: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu KaSir 6 1 

dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian. (Al-Baqarah: 
143) 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Daud ibnu 
Mahran Ad-Dabbag, telah menceritakan kepada kami Daud (yakni Al- 
Attar), dari Abu Khaisam, dari Syahr ibnu Hausyab, dari Asma binti 
Yazid, bahwa ia pernah mendengar Nabi Saw. bersabda: 

Barangsiapa meminum khamr, Allah tidak rela kepadanya selama 
empatpuluh malam;jika ia mati, maka ia matt dalam keadaan kqfir; 
danjika ia bertobat, maka Allah menerima tobatnya Danjika ia 
kembali minum khamr, maka pastilah Allah akan memberinya 
minuman dari tinatul khabal. 

Asma binti Yazid bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah tinatul khabal 
itu?" Rasulullah Saw. menjawab, "Nanah penduduk neraka," 

Al-A'masy telah meriwayatkan dari Ibrahim, dari Alqamah, dari 
Abdullah ibnu Mas'ud, bahwaNabi Saw. ketikaayat irti diturunkan,yaitu 
firman-Nya: 

Tidak ada dosa bagi orang-orangyang beriman dan mengerjakan 
amal saleh karena memakan makanan yang telah mereka makan 
dahulu, apabila mereka bertakwa dan beriman. (Al-Maidah: 93) 

beliau Saw. bersabda (ditujukan kepada Ibnu Mas'ud r.a.): 

Dikatakan kepadaku bahwa engkau termasuk dari mereka, 

Kqmpangsunnqh.org 



62 Juz7-AI-Maidati 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Turmuzi, 
dan Imam Nasai melalui jalumya (yakni AI-A'masy). 

Abdullah ibnu Imam Ahmad mengatakan, ia belajar dari ayahnya 
yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Asim, 
telah menceritakan kepada kami Ibrahim Al-Hijri, dari Abul Ahwas, 
dari Abdullah ibnu Mas'ud yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. 
pernah bersabda: 



$ty3cfj$i^i&£9)i$^^p { & 






Jauhilah oleh kalian keduajenis dadu yang diberi tanda inyyang 
keduanya dikocok-kocok, karena sestmgguhnya keduanya adalah 
sarana maisir orang-orang 'ajam. 

Al-Maidah, ayat 94-95 

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji 
kalian dengan sesuatu dari binatang human yang mudah didapat 
oleh tangan dan tombak kalian supaya Allah mengetahui orang 
yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidakdapat melihat-Nya Barang 
siapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 63 

pedih Hai orang-orangyang berimanjanganlah kalian membunuh 
binatang buruan, ketika kalian sedcmg ihram. Barang siapa di 
antara kalian membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah 
mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang 
dibunuhnya, menurut putusan orang yang adil di antara kalian 
sebagai hadyu yang dibawa sampai ke Ka 'bah, atau (dendanya) 
membayar kifarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau 
berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya 
dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. Allah telah 
memaafkan apa yang telah lalu. Dan barang siapa yang kembali 
mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah 
Mahakuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. 

Al-Walibi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
firman Allah Swt: 

Sesungguhnya Allah akan menguji kalian dengan sesuatu dari 
binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombak 
kalian. (Al-Maidah: 94) 

Yakni binatang buruan yang lemah dan yang kecil, Allah menguji hamba- 
hatnba-Nya dengan melalui binatang buruan itu dalam ihram mereka; 
sehingga seandainya mereka suka, mereka dapat menangkapnya dengan 
tangan mereka. Maka Allah melarang mereka mendekatinya. 
Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: 



Yang mudah didapat oleh tangan kalian. (Al-Maidah: 94) 
Yakni binatang buruan yang kecil dan yang masih baru menetas. 

dan oleh tombak kalian. (Al-Maidah: 94) 
Yakni binatang buruan yang besar. 

Kqmpangsunnqh.org 



64 Juz7-AI-Maidah 

Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa ayat ini diturunkan dalam 
peristiwa umrah Hudaibiyyah. Tersebutlah bahwa saat itu binatang liar, 
burung-burung, dan binatang buruan lainnya banyak mereka dapati dalam 
perjalanan mereka; hal seperti itu belum pernah mereka lihat sebelumnya. 
Lalu Allah melarang mereka membunuh binatang-binatang buruan, 
sedang mereka dalam keadaan ihram. 



C.V. i SjtiUtO 



•3U$ttt23 



Supaya Allah mengetahui oremgyemg takut kepada-Nya, biarpim 
ia tidak dapat melihat-Nya. (AI-Maidah: 94) 

Yakni Allah Swt. menguji mereka dengan binatang buruan yang 
mengelilingi mereka dalam perjalanannya, mereka dapat saja dengan 
mudah menangkap binatang-binatang buruan itu dengan tangan dan 
tombak mereka secara sembunyi-sembunyi ataupun dengan terang- 
terangan. Dimaksudkan agar tampak siapa yang taat kepada Allah di 
antara mereka dalam kesendiriannya atau dalam terang-terangannya. 
Makna ayat ini sama dengan yang terdapat pada ayat lain, yaitu firman- 
Nya: 

Sesungguhnya orang-orangyang takut kepada Tuhannya Yang tidak 
tampak oleh mereka, mereka aktm memperoleh ampunan danpahala 
yangbesar. (AI-Mulk: 12) 

Firman Allah Swt. yang mengatakan: 

Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu. (Al-Maldah: 94) 

Yakni sesudah pemberitahuan dan peringatan serta pendahuluan ini, 
menurut As-Saddi dan lain-Iainnya. 

maka baginya azab yang pedih. (Al-Maidah: 94) 
Karena ia melanggar perintah Allah dan syariat-Nya. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 65 

Kemudian Allah Swt. berfirman: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian membunuh 
binatang buruan, ketika kalian sedang ihram. (Al-Maidah: 95) 

Hal ini merupakan pengharaman dan larangan dari Allah Swt. untuk 
membunuh dan memakan binatang buruan dalam keadaan ihram. Dan 
hai ini tiada lain menyangkut binatang yang boleh dimakan dagingnya, 
bila ditinjau dari segi maknanya, sekalipun hewan yang dilahirkan dari 
campuran antara binatang yang halal dimakan dan binatang lainnya. 

Mengenai binatang yang tidak boleh dimakan dagingnya dari 
kalangan hewan darat; menurut Imam Syafii, orang yang sedang ihram 
diperbolehkan membunuhnya. Lain halnya dengan jumhur ulama, 
mereka tetap mengharamkannya pula, dan tiada yang dikecualikan 
kecuali apa yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui jalur Az- 
Zuhri, dari Urwah, dari Siti Aisyah Ummul Mu-minin, bahwa Rasulullah 
Saw. pernah bersabda: 

Ada lima hewan jahat yang boleh dibunuh, baik di tanah halal 
maupun di tanah suci, yaitu burung gagak, burung elang, 
kalqfengking (scorpion), tikus, dan anjing gila. 

Imam Malik telah meriwayatkan dari Nafi', dari Ibnu Umar, bahwa 
Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Ada lima macam hewan yang tiada dosa bagi orang yang sedang 
ihram membunuhnya, yaitu burung gagak, burung elang, 
kalajengking, tikus dan anjing gila 

Kqmpangsunnqh.org 



66 Juz7-AI-M5idah 

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkannya pula. Ayyub 
telah meriwayatkan dari Nafi', dari Ibnu Umar hal yang semisal; dan 
Ayyub mengatakan, "Aku bertanya kepada Nafi' mengenai ular, maka 
Nafi' menjawab, 'Masalah ular tidak diragukan lagt, dan tiada yang 
memperselisihkan kebolehan membunuhnya'." 

Di antara ulama seperti Imam Malik dan Imam Ahmad terdapat 
orang-orang yang menyamakan dengan anj ing gila yaitu serigala, hewan 
pemangsa, macan tutul dan harimau, karena hewan-hewan tersebut lebih 
berbahaya daripada anjing gila. 

Zaid ibnu Aslam dan Sufyan ibnu Uyaynah mengatakan bahwa 
pengertian anjing gila mencakup semua jenis hewan liar pemangsa. 
Orang yang mengatakan demikian menyimpulkan dalil dari sebuah 
riwayat yang mengatakan bahwa ketika Rasulullah Saw. mendoakan 
kebinasaan terhadap Atabah ibnu Abu Lahab, dalam doanya beliau 
mengucapkan: 



^tlibi^^j^jUS 



YaAllah, knasakanlah atas dirinya. anjing-Mu yang ada di negeri 
Syam. 

Ternyata Atabah dimangsa oleh hewan pemangsa di Zarqa. 

Jumhur ulama mertgatakan, jika seseorang membunuh selain hewan- 
hewan yang disebutkan dalam hadis, maka ia harus membayar dendanya, 
misalnya dia membunuh dubuk, musang, dan berang-berang serta lain- 
lainnya yang semisal. 

Imam Malik mengatakan bahwa dikecualikan pula dari hat tersebut 
anak-anak dari kelima hewan yang disebutkan dalam nas hadis serta 
anak-anak hewan pemangsa yang disamakan dengan hewan-hewan 
tersebut. 

Imam Syafii mengatakan, orang yang sedang ihram diperbolehkan 
membunuh semua hewan yang tidak boleh dimakan dagingnya. Dalam 
hal ini tidak ada bedanya antara yang masih kecil dan yang sudah besar. 
Dan Imam Syafii menilai bahwa 'illatjami'ah yang membolehkannya 
diperlakukan demikian karena dagingnya tidak boleh dimakan. 

Imam Abu Hanifah mengatakan, orang yang sedang ihram boleh 
membunuh anjing gila dan serigala, mengingat serigala adalah anjing 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 67 

liar. Dan jika seseorang membunuh selain keduanya, maka ia harus 
menebusnya; kecuali jika hewan yang selain keduanya itu menyerang- 
nya, maka barulah ia boleh membunuhnya, dan tidak ada kewajiban 
menebusnya. Hal ini merupakan pendapat AI-Auza'i dan Al-Hasan 
ibnu §aleh ibnu Huyay. Sedangkan menurut ZufaribnulHuzail, orang 
yang bersangkutan tetap dikenakan tebusan, sekalipun binatang yang 
selain itu datang menyerangnya. 

Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan burung 
gagak (al-gurab) dalam hadis ini ialah burung gagak yang berwarna 
abqa ', yaitu yang pada punggungnya dan bagian bawah perutnya terdapat 
bulu yang berwarna putih (belang). Lain halnya dengan burung gagak 
adra ', yakni yang bulunya berwarna hitam mulus; juga burung a 'sam, 
yakni burung gagak yang berwarna putih. Hal ini berdasarkan kepada 
sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Nasai, dari Amr ibnu Ali 
AI-Fallas, dari Yahya Al-Qattan. dari Svu"bah, dari Qatadah, dari Sa'id 
ibnul Musa\yab. dari Siii Ais\ah. dari Nabi Saw. yang telah bersabda: 

AJji l:t:^i?ms hewan yang boleh dibunuh oleh orang yang sedang 
:h r ^ n : \uiiuular, tikus, burung elang, burung gagak belang, dan 

j'vinggila. 

Jumhur ulama berpendapat bahwa makna yang dimaksud lebih umum 
dari itu, karena menurut hadis yang ada di dalam kitab Sahihain 
disebutkan lafaz al-gurab secara mutlak tanpa ikatan (al-abqa'). 

Imam Malik rahimahullan mengatakan bahwa orang yang sedang 
ihram tidak boleh membunuh burung gagak, kecuali jika burung gagak 
iiu menyerang dan mengganggunya. Sedangkan menurut Mujahid ibnu 
Jabr dan segolongan ulama, ia tidak boleh membunuhnya melainkan 
hanya melemparnya. Dan telah diriwayatkan hal yang semisal dari Ali 
r.a. 

Hasyim telah meriwayatkan bahwa telah menceritakan kepada kami 
Yazid ibnu Abu Ziyad, dari Abdur Rahman ibnu Abu Nu'm, dari Abu 

Kqmpungsannqh.org 



68 Juz7-AI-Miidah 

Sa'id, dari Nabi Saw. Beliau pernah ditanya mengenai hewan yang boleh 
dibunuh oleh orang yang sedang ihram. Maka beliau Saw. menjawab: 

Ular, kalajengkmg, tikus, dan bitrung gagak tidak boleh dibunuh, 
tetapidilempar(diusir);{begitupu.\a)anjinggila,elangserta hewan 
pernangsa yang menyerang. 

Imam Abu Daud meriwayatkannya dari Ahmad ibnu Hambal, dan Imam 
Turmuzi meriwayatkannya dari Ahmad ibnu Mani', keduanya dari 
Hasyim. Sedangkan Ibnu Majah dari Abu Kuraib dan Muhammad ibnu 
Fudail, keduanya dari Yazid ibnu Abu Ziyad, sedangkan dia orang- 
nya daif. Tetapi menurut Imam Turmuzi, hadis ini berpredikat hasan. 
Firman Allah Swt.: 

Barang siapa di antara kalian membunuhnya dengan sengaja, maka 
dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang 
dengan buruan yang dibunuhnya (Al-Maidah: 95) 

Ibnu Abu Hattm mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id 
Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah, dari Ayyub 
yang menceritakan bahwa ia mendapat berita dari Tawus yang 
mengatakan, "Orang yang membunuh binatang buruan karena tersalah 
tidak dijatuhi sanksi, melainkan yang dijatuhi sanksi ialah orang yang 
membunuhnya dengan sengaja." Hal ini merupakan mazhab (pendapat) 
yang aneh, bersumber dari Tawus; dia hanya berpegang kepada lahiriah 
makna ayat. 

Mujahid ibnu Jabr mengatakan, yang dimaksud dengan makna 
muta 'ammid&zSzxn. ayat ini ialah orang yang sengaja membunuh binatang 
buruan, sedangkan dia dalam keadaan lupa terhadap ihram yang sedang 
dijalaninya. Adapun orang yang sengaja membunuh binatang buruan, 
padahal ia ingat akan ihramnya, maka perkaranya lebih berat daripada 
hanya dikenai sanksi membayar kifarat, dan ihramnyabatal.Demikianlah 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 69 

menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, bersumber dari Mujahid 
ibnu Jabr melalui jalur Ibnu Abu Nujaih, Lars ibnu Salim, dan lain- 
lainnya. Pendapat ini pun aneh. 

Adapun menurut jumhur ulama, orang yang sengaja dan orang yang 
lupa dalam melakukannya sama saja, diwajibkan membayar tebusan 
(denda). Az-Zuhri mengatakan bahwa Al-Qur'an menunjukkan kepada 
orang yang sengaja, sedangkan sunnah menunjukkan kepada orang yang 
lupa (tidak sengaja). Dengan kata Iain, AI-Qur'an menunjukkan bahwa 
orang yang sengaja diwajibkan membayar denda, dan bahwa perbuatan- 
nya itu berdosa. Hal ini diungkapkan melalui firman Allah Swt.: 

Supayadiarnerasahm akibat yang burukdariperbuatannya. Allah 
telah memaqfkan apa yang telah lalu. Dan barang siapa yang 
kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. (Al- 
Maidah: 95) 

Sedangkan yang ditunjukkan oleh sunnah, yaitu dari keputusan- 
keputusan Nabi Saw. dan keputusan-keputusan sahabatnya, wajib 
membayar denda dalam kasus perburuan secara tersalah . Perihalnya sama 
dengan kewajiban membayar denda dalam kasus sengaja. Lagi pula 
membunuh binatang buruan termasuk perbuatan merusak,dan merusak 
itu dikenai sanksi ganti rugi, baik dalam kasus sengaja ataupun tidak 
sengaja; tetapi orang yang melakukannya dengan sengaja berdosa, 
sedangkan orang yang keliru dimaafkan. 
Firman Allah Swt.: 

maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbcmg 
dengan human yang dibunuhnya. (Al-Maidah: 95) 

Sebagian dari ulama membacanya dengan idafah, yaknifajazau ' misli. 
Sedangkan yang lainnya membacanya dengan meng- 'oto/^kannya, yaitu: 

Kqmpangsunnqh.org 



70 Juz7-A1-Maidah 

maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternakseimbang 
dettgan bvruan yang dibunuhnya. (Al-Maidah: 95) 

Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud membacanya fqjazauhu 
mislu (dengan memakai damir). Firman Allah Swt. yang mengatakan: 



CMlSj^iLtl^ 



*»&»3wsj 



maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternakseimbang 
dengan buruan yang dibunuhnya (Al-Maidah: 95) 

Menurut masing-masing dari dua qiraah di atas terkandung dalil yang 
dijadikan pegangan oleh pendapat Imam Malik dan Imam Syafii serta 
Imam Ahmad dan jumhur ulama, semuanya mengatakan wajib 
membayar denda berupa binatang temak yang seimbang dengan binatang 
yang dibunuh oleh orang yang sedang ihram tersebut, jika binatang itu 
ada persamaannya dengan binatang yang jinak. Lain halnya dengan Imam 
Abu Hanifah rahimahullah, karena ia hanya mewaj ibkan harganya saja, 
baik binatang buruan yang terbunuh itu termasuk binatang yang ada 
persamaannya dengan binatang yang jinak ataupun bukan binatang yang 
mempunyai persamaan. Imam Abu Hanifah mengatakan, orang yang 
bersangkutan disuruh memilih, ia boleh menyedekahkan harganya, boieh 
pula harganya dibelikan/iorfytr(hewan kurban). 

Tetapi keputusan yang telah ditetapkan oleh para sahabat yang 
menyatakan denda dibayar dengan binatang yang seimbang merupakan 
pendapat yang lebih utama untuk diikuti. Mereka memutuskan bahwa 
membunuh burung unta dendanya ialah seekor unta, membunuh sapi 
liar dendanya ialah seekor sapi. membunuh kijang dendanya ialah domba. 
Peradilan yang ditetapkan oleh para sahabat berikut sandaran-sandaran- 
nya disebutkan di dalam kitab-kitab fiqih. 

Adapun jika binatang buruan bukan termasuk binatang yang ada 
imbangannya dari binatang yang jinak, maka Ibnu Abbas telah 
memutuskan dendanya, yaitu membayar harganya. laiu dibawa ke 
Mekah. Demikianlah menurut riwayat Imam Baihaqi. 

Firman Ailah Swt.: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kafeir 71 

menurut putnsan dua orangyang adil di antara kalian. (Al-Maidah: 
95) 

Mengenai ketetapan bayar denda dalam kasus binatang yang berstandar 
atau harganya dalam kasus membunuh binatang buruan yang tidak 
mempunyai standar dari binatang yang jinak, diputuskan oleh dua 
orang yang adil dari kalangan kaum muslim. 

Para ulama berselisih pendapat sehubungan dengan diri si pelaku 
perburuan, apakah dia boleh dijadikan sebagai salah seorang dart dua 
hakim yang memutuskan sanksi dendanya, ada dua pendapat 
mengenainya. Salah satunya mengatakan tidak boleh. karena keputusan 
sanksi terhadap dirinya sendiri perlu dtcurigai. Demtkianlah menurut 
mazhab Imam Malik. 

Pendapat yang kedua mengatakan boleh, karena mengingat 
keumuman makna ayat. Pendapat ini merupakan mazhab Imam Syafii 
dan Imam Ahmad. Pendapat yang pertama beralasan bahwa seorang 
hakim tidak boleh merangkap menjadi mahkum 'alaih (yang dtjatuhi 
sanksi) dalam waktu yang sama. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami AbuNa'im Al-Fadl ibnu Dakin, 
telah menceritakan kepada kami Ja'far (yaitu Ibnu Barqan), dari Maimun 
ibnu Mahran, bahwa seorang Arab Badui datang kepada Khalifah Abu 
Bakar, ialu lelaki Badui itu berkata. "Aku telah membunuh binatang 
buruan, sedangkan aku dalam keadaan berihram. Maka bagaimanakah 
menurut pendapatmu, denda apakah yang harus kubayar?" Maka 
Khalifah Abu Bakar r.a. bertanya kepada Ubay ibnu Ka'b yang sedang 
duduk di sisinya, "Bagaimanakah kasus ini menurutmu?" 

Tetapi orang Badui itu menyangkal, "Aku datang kepadamu, dan 
kamu adalah khalifah Rasuiullah. Aku hanya bertanya kepadamu, tetapi 
ternyata kamu menanyakan kepada orang lain." Abu Bakar r.a. 
menjawab, "Apakah yang kamu protes, sedangkan Allah Swt. telah 
berfirman: 



diet EjiiUO 



maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang 
dengan buruan yang dibunuhnya. menurut putusan dua orangyang 
adil di antara kalian. (Al-Maidah: 95) 

Kqmpangscjnnqh.org 



72 Juz7-AI-Maidah 

Maka aku bermusyawarah dengan temanku untuk mengambil suatu 
kesepakatan mengenai kasusmu itu. Apabila kami telah sepakat atas 
suatu keputusan, maka barulah kami akan menjatuhkannya kepadamu 
untuk dilakukan." 

Sanad asar mxjayyid (baik), tetapi munqaii' (ada yang terputus) 
antara Maimun dan As-Siddiq. Dalam kasus seperti ini barangkali sanksi 
yang dijatuhkan adalah hewan yang seimbang. Khalifah Abu Bakar As- 
Siddiq menjelaskan kepadaorangBadui itu keputusan hukumnya dengan 
lemah lembut dan hati-hati, mengingat ia memandang bahwa orang Badui 
itu tidak mengerti. Dan sesungguhnya penawar atau obat bagi ketidak- 
mengertian hanyalah diberi pelajaran. 

Jika orang yang menyangkal dikenal sebagai orang yang berilmu, 
kasusnya seperti yang disebutkan oleh Ibnu Jarir. Disebutkan bahwa 
telah menceritakan kepada kami Hannad dan Abu Hisyam Ar-Rifa'i. 
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki' ibnul 
Jarrah, dari Al-Mas'udi, dari Abdul Malik ibnu Umair, dari Qubaisah 
ibnu Jabir yang menceritakan, "Kami berangkat melakukan ibadah haji. 
Apabila memasuki waktu tengah hari, kami tuntun kendaraan kami 
dan kami berjalan seraya berbincang-bincang. 

Pada suatu siang hari ketika kami dalam keadaan seperti itu, tiba- 
tiba ada seekor kijang menyeberang di hadapan kami dari sisi kanan ke 
sisi kiri atau dari sisi kiri ke sisi kanan kami. Maka seorang lelaki di 
antara kami melempamya dengan batu, dan ternyata lemparannya itu 
tepat mengenai bagian perutnya, lalu lelaki itu menaiki hewan kendaraan- 
nya dan meninggalkan kijang itu dalam keadaan mati. Dan kami meng- 
anggapnya telah melakukan suatu kesalahan yang besar. 

Ketika kami tiba di Mekah, aku keluar bersamanya hingga sampai 
kepada Khalifah Umar ibnul Khattab r.a. Lalu lelaki itu menceritakan 
kepadanya kisah tersebut. Saat itu di sebelah Khalifah Umar terdapat 
seorang lelaki yang wajahnya putih bersih bagaikan perak, dia adalah 
Abdur Rahman ibnu Auf. Lalu Umar menoleh kepadanya dan berbicara 
dengannya, setelah itu Umar memandang kepada lelaki itu dan bertanya, 
'Apakah kamu sengaja membunuhnya, ataukah tersalah?* Lelaki itu 
menjawab, 'Sesungguhnya aku sengaja melempamya dengan batu, tetapi 
aku tidak sengaja membunuhnya* (maksudnya hanya menghardiknya). 



Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 73 

Khalifah Umar berkata, 'MenurutpendapatkUjperbuatan yang kamu 
lakukan itu merupakan gabungan dari unsur sengaja dan unsur keliru; 
makacarilah seekor kambing, kemudian sembelihlah dan sedekahkanlah 
dagingnya, tetapi biaikanlah kulitnya.' 

Maka kami bangkit pergi dari Khalifah Umar dan aku (Qubaisah) 
berkata kepada temanku (si lelaki yang membunuh kijang tersebut), 'Hai 
kamu, sebaiknya kamu agungkan syiar-syiar Allah, Amirul Mu-minin 
tidak mengetahui apa yang hams ia fatwakan kepadamu sehingga ia 
bertanya kepada temannya (yakni Abdur Rahman ibnu Auf). Sekarang 
pergilah ke untamu, lalu sembelihlah untamu, maka mudah-mudahan 
hal itu mencukupimu'." 

Qubaisah mengatakan bahwa saat itu dirinya dalam keadaan tidak 
ingat akan ayat dari surat Al-Maidah yang mengatakan: 



ClJi *J£*\_lo 



.&i4*&ti& 



Menurutputusan dua orangyang adil di antara kalian. ( Al-Maidah: 
95) 

Qubaisah melanjutkan, "Dan ternyata ucapanku itu sampai kepada 
Khalifah Umar. Maka tiada sesuatu yang mengejutkan kami melainkan 
dia datang dengan membawa cambuk, lalu ia memukul temanku itu 
dengan cambuknya seraya berkata, 'Apakah kamu berant membunuh 
hewan buruan di tanah suci dan meremehkan keputusan hukum yang 
telah ditetapkan?' 

Kemudian Khalifah Umar datang kepadaku, maka aku berkata, 
'Wahai Amirul Mu-minin, aku tidak akan menghalalkan bagimu hari 
ini sesuatu pun yang diharamkan bagimu atas diriku.' Maka Khalifah 
Umar r.a. berkata, 'Hai Qubaisah ibnu Jabir, sesungguhnya aku melihat- 
mu berusia muda, lapang dada, dan memiliki lisan yangjelas. Dan 
sesungguhnya daiam diri seorang pemuda itu terdapat sembilan macam 
akhlak yang baik dan satu akhlak yang buruk, tetapi akhlak yang buruk 
itu dapat merusak semua akhlak yang baik. Karena itu, jauhilah olehmu 
hal-hal yang dapat menggelincirkan seorang pemuda*." 

Hasytm meriwayatkan kisah ini dari Abdul Malik ibnu Umair, dari 
Qubaisah dengan lafaz yang semisal. Ia meriwayatkannya pula dari 
Husain, dari Asy-Sya'bi, dari Qubaisah dengan lafaz yang semisal. Dan 

Kqmpangsunnqh.org 



74 Juz7-A1-Maidah 

ia mengetengahkannya secara mursal melalui Umar ibnu Bakar ibnu 
Abdullah Al-Muzanni dan Muhammad ibnu Sinn dengan lafaz yang 
semisal. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu 
Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, telah 
menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Mansur, dari Abu Wail, telah 
menceritakan kepadaku Ibnu Jarir Al-Bajali, bahwa ia pernah membunuh 
seekor kijang, sedangkan dia dalam keadaan ihram. Lalu ia menceritakan 
hal itu kepada Khalifah Umar. Maka Khalifah Umar berkata, 
"Datangkanlah dua orang lelaki dari kalangan saudara-saudaramu, laiu 
hendaklah keduanya memutuskan perkaramu itu." 

Maka aku (Ibnu Jarir Al-Bajali) datang kepada Abdur Rahman dan 
Sa'd, lalu keduanya memberikan keputusan terhadap diriku agar 
membayar denda berupa seekor domba jantan berbulu kelabu. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Waki', 
telah menceritakan kepada kami Ibnu Uyaynah, dari Mukhariq, dari Tariq 
yang menceritakan bahwa Arbad menginjak seekor kijang hingga mem- 
bunuhnya, sedangkan ia dalam keadaan ihram. Lalu Arbad datang kepada 
Khalifah Umar untuk meminta keputusan perkaranya. Maka Khalifah 
Umar berkata kepadanya, "Ikutlah kamu dalam keputusan mi bersamaku 
(memusyawarahkannya)." Maka keduanya memutuskan denda berupa 
seekor kambing yang telah dapat minum dan memakan daun pepohonan. 
Kemudian Khalifah Umar membacakan firman-Nya: 



Cle i Sj£>U»o 



&*&!Sitf& 



menumtpittusan dua orang yang adildi antara kalian. (AI-Maidah: 
95) 

Di dalam asar ini terkandung dalil yang menunjukkan boleh menjadikan 
orang yang terlibat sebagai salah saru dari dua orang hakim yang 
menangani kasusnya. Seperti apa yang telah dikatakan oleh Imam Syafii 
dan Imam Ahmad. 

Mereka berselisih pendapat, apakah diperlukan adanya keputusan 
baru atas setiap perbuatan pelanggaran yang dilakukan oleh orang yang 
berihram (yang membunuh binatang buruan)? Karena itu, diwajibkan 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Ka&ir 75 

mengadakan keputusan hukum bam yang dilakukan oleh duaorang yang 
adil, sekalipun kasus yang semisal telah dilakukan keputusannya oleh 
para sahabat; ataukah keputusannya cukup mengikut kepada keputusan 
sahabat yang terdahulu? 

Ada dua pendapat mengenainya. Imam Syafii dan Imam Ahmad 
mengatakan bahwa dalam menangani kasus yang serupa, keputusan 
hukumnya mengikut kepada apa yang telah diputuskan oleh para sahabat. 
Keduanya menganggap bahwa keputusan sahabat itu merupakan syariat 
yang telah ditetapkan dan tidak boleh berpaling darinya. Sedangkan 
kasus-kasus yang keputusannya belum pernah dilakukan oleh para 
sahabat, maka keputusannya merujuk kepada pendapat dua orang hakim 
yang adil. 

Imam Malik dan Imam Abu Hanifah mengatakan, diwajibkan 
melakukan keputusan hukum baru terhadap setiap kasus pelanggaran, 
baik jertis pelanggaran itu hukumnya pernah diputuskan oleh sahabat 
ataukah belum, karena Allah Swt. telah berfirman: 



cua '. SjcjU.i.3 



:&*J&&03 



menurut putustm dua orang yang adil di antara kalian. ( Al- Maidah: 
95) 

Finnan Allah Swt.: 

Sebagai hadyayang dibawa sampai ke Ka'bah. (Al-Maidah: 95) 

Yakni dibawa sampai ke Tanah Suci, lalu disembelih di sana, dan 
dagingnya dibagi-bagikan kepada kaum fakir miskin Tanah Suci. Hal 
ini merupakan suatu perkara yang telah disepakati oleh semuanya. 
Firman Allah Swt.: 

atau (dendanya) membayar kifarat dengan memberi makan orang- 
orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang 
dikeluarkan itu, (Al-Maidah: 95) 

Kqmpangsunnqh.org 



76 Juz 7 - AI-MakJah 

Yakni apabila orang yang berihram tersebut tidak menemukan hewan 
yang seimbang dengan binatang buruan yang telah dibunuhnya, atau 
karena memang binatang buruan yang dibunuhnya bukan termasuk 
binatang yang mempunyai standar perimbangan. 

Huruf cat dalam ayat ini menurut hemat kami bermakna takhyir, 
yakni boleh memilih salah satu di antara membayar denda yang seimbang 
dengan binatang yang dibunuhnya, atau memberi makan, atau puasa, 
seperti pendapat Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Abu Yusuf, 
Muhammad ibnul Hasan, dan salah satu dari dua pendapat Imam Syafii 
serta pendapat yang terkenal dari Imam Ahmad. Dengan alasan bahwa 
makna lahirtah huruf au dalam ayat ini menunjukkan makna takhyir. 

Pendapat lain mengatakan bahwa huruf au dalam ayat ini 
menunjukkan makna tartib (berurutan). Sebagai gambarannya ialah 
hendaklah orang yang bersangkutan beralih kepada nilai. Untuk itu, 
binatang buruan yang dibunuhnya ditakstr harganya. Demikianlah 
menurut pendapat Imam Malik dan Imam Abu Hanifah serta semua 
muridnya, begitu pula menurut Hammad serta Ibrahim. 

Imam Syafii mengatakan, harga ternak yang semisal ditaksir 
seandainya ada, kemudian harganya dibeiikan makanan, lalu makanan 
itu disedekahkan. Setiap orang miskin mendapat satu mud menurut Imam 
Syafii, Imam Malik, dan ulama fiqih Hijaz. Pendapat ini dipilih oleh 
Ibnu Jarir. 

Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya mengatakan, orang yang 
bersangkutan memberi makan setiap orang miskin sebanyak dua mud; 
pendapat inilah yang dikatakan oleh Mujahid. Sedangkan menurut Imam 
Ahmad adalah satu mud gandum atau dua mud makanan lainnya. 

Jika orang yang bersangkutan tidak menemukan makanan — atau 
kita katakan menurut pendapat yang mengartikan takhyir — maka 
orang yang bersangkutan melakukan puasa sebagai ganti memberi 
makanan setiap orang miskin, yaitu setiap orang diganti menjadi 
puasa sehart. Ibnu Jarir mengatakan, ulama yang lain mengatakan bahwa 
orang yang bersangkutan melakukan puasa sehari untuk mengganti se- 
tiap so' makanan; perihalnya sama dengan kifarat dalam kasus pelanggar- 
an melakukan pencukuran dan lain- lainnya. Karena sesungguhnyaNabi 
Saw. telah memerintahkan Ka'b ibnul Ujrah untuk membagi-bagikan 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu KaSir 77 

satu faraq makanan di antara enam orang miskin atau puasa tiga hari; 
satufaraq isinya tiga sa'. 

Para ulama berselisih pendapat mengenai tempat pembagian 
makanan ini. Menurut Imam Syafii, makanan hams dibagikan di Tanah 
Suci, seperti apa yang dikatakan oleh Ata. Imam Malik mengatakan, 
makanan dibagikan di tempat orang yang bersangkutan membunuh 
binatang buruannya, atau di tempat-tempat yang berdekatan dengan 
tempat perburuannya itu. 

Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah, jika orang yang bersangkut- 
an ingin membagi-bagikan makanannya di Tanah Suci, iaboleh melaku- 
kannya; dan jika ingin membagi-bagikannya di tempat Iain, ia boleh 
pula melakukannya. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, 
telah menceritakan kepada kami Yahya ibnul Mugirah, telah mencerita- 
kan kepada kami Jarir, dari Mansur, dari Al-Hakam, dari Miqsam, dari 
Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: 

maka dendanya ialah mengganti dengan binatang temakseimbang 
dengan binatang buruan yang dibunuhnya, menurut pulusan dua 
orang yang adU di antara kalian sebagai hadyayangdibawa sampai 
ke Ka'bah, atau (dendanya) membayar kifarat dengan memberi 
makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan 
makanan yang dikeluarkan ift*.(Al-Maidah: 95) 

Apabila seseorang yang sedang ihram membunuh binatang buruan, maka 
ia dikenakan sanksi membayar denda berupa hewan ternak (yang 
sebanding). Jika ia tidak dapat menemukan hewan ternak yang sebanding, 
makadipertimbangkan nilai binatang buruan itu, kemudian dihargakan, 
dan harganya dibelikan makanan; dan (kalau) puasa, untuk setiap 
setengah sa' diganti dengan puasa satu hari. Allah Swt. telah berfirman: 

Kqmpangsunnqh.org 



78 Juz7-AI-Mak)ah 

atau (dendanya) membayar kifarat dengan member i median orang- 
orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang 
dikeluarkan itu. (Al-Maidah: 95) 

Ibnu Abbas mengatakan bahwa sesungguhnya yang dimaksudkan dengan 
sanksi memberi makan dan puasa ialah apabila orang yang bersangkutan 
menemukan makanan, berarti ia telah menemukan pembayaran 
dendanya. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir meialui 
jalur Jarir. 

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubung- 
an dengan makna firman-Nya: 

Sebagai hadya yang dibawa sampai ke Ka 'bah, atau (dendanya) 
membayar kifarat dengan memberi makan orang-orang miskm,-atau 
berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu. (Al- 
Maidah: 95) 

Apabila seseorang yang sedang ihram membunuh seekor binatang buru- 
an, maka ia dikenakan denda akibat perbuatannya itu. Jika ia membunuh 
seekor kijang atau yang sejenis dengannya, dendanya ialah seekor 
kambing yang kemudian disembelih di Mekah; jika tidak menemukan- 
nya, dendanya ialah memberi makan enam orang miskin. Dan jika tidak 
menemukannya, dendanya ialah meiakukan puasa sebanyak tiga hari. 
Jika ia membunuh kijang jantan atau yang sejenis dengannya, dendanya 
ialah seekor sapi betina; jika tidak menemukannya, dendanya memberi 
makan sepuluh orang miskin; jika tidak menemukannya, maka dendanya 
ialah berpuasa selama dua puluh hari. Jika ia membunuh seekor burung 
unta atau keledai atau zebra atau yang sejenis dengannya, dendanya ialah 
seekor unta; jika tidak menemukannya, dendanya ialah memberi makan 
tiga puluh orang miskin; dan jika tidak menemukannya, dendanya ialah 
meiakukan puasa selama satu bulan (tiga puluh hari). Demikianlah 
menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir 
yang menambahkan bahwa makanan diberikan kepada tiap orang 
sebanyak satu mud yang dapat mengenyangkan mereka. 

Jabir Al-Ju'fi telah meriwayatkan dari Amri Asy-Sya'bi dan Ata 
serta Mujahid sehubungan dengan firman Allah Swt.: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsjr Ibnu Kasir 79 



o .iS&sSs?(Du3f 



crtau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikelttarkan itu. 
(Al-Maidah: 95) 

Mereka mengatakan bahwa sesungguhnya makanan itu diberikan 
sebanyak satu mto/untuk setiap orang miskin, hanya berlaku bagi orang 
yang dendanya masih belum mencapai hadyu. Demikianlah menurut 
apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. Hal yang sama telah diriwayatkan 
oleh Ibnu Juraij, dari Mujahid; dan Asbat, dari As-Saddi, bahwa makna 
atau dalam ayat ini menunjukkan pengertian tertib (berurutan). 

Ata, Ikrimah, dan Mujahid dalam riwayat Ad-Dahhak, Ibrahim An- 
Nakha' i mengatakan, makna atau dalam ayat ini menunjukkan pengertian 
takhyir. Pendapat ini merupakan riwayat Al-Lais, dari Mujahid, dari 
Ibnu Abbas, dan hal inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. 

Firman Allah Swt.: 



c<ie i EiMj\JU;> 



■fjfda&& 



Supaya dia merasakan akibatyang buruk dari perbuatannya (Al- 
Miidah: 95) 

Yakni kita tetapkan atas si pelanggar untuk membayar kifarat supaya 
dia merasakan hukuman dari perbuatannya yang melanggar peraturan 
itu. 

Allah telah memaqfkan apayang telah lalu. (Al-Maidah: 95) 

Yakni pada masa Jahiliahbagi orang yang berbuat baik dalam Islam dan 
mengikuti syariat Allah dan tidak melakukan perbuatan maksiat. 
Selanjutnya Allah Swt. berfirman: 

ci» t B^Ul3 . «Uj4£l i$L? il&^i 

Dan barang siapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah 
akan menyiksanya (Al-Maidah: 95) 

Yakni barang siapa yang melakukannya sesudah diharamkan dalam Is- 
lam dan hukum syariat telah sampai kepadanya. 

Kqmpangsunnqh.org 



80 



Juz 7 -Al-Maidah 



et» i5j£)U«: 



.J#&$&b8^i$& 



niscaya Allah akan menyiksanya A llah Mahakuasa lagi mempunyai 
(kekuasaan untuk) menyiksa. (Al-Maidah: 95) 

Ibnu Juraij mengatakan, ia pemah bertanya kepada Ata mengenai apa 
yang dimaksudkan dalam firman-Nya: 

Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. (Al-Maidah: 95) 

Maka Ata menjawab, "Yang dimaksud ialah Allah memaafkan apa yang 
telah terjadi di masa Jahiliah." Kemudian Ibnu Juraij bertanya lagi 
kepadanya mengenai makna firman-Nya: 

Dan barang siapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah 
akan menyiksanya. (Al-Maidah: 95) 

Ata mengatakan, "Barang siapa dalam masa Islam kembali melakukan- 
nya, maka Allah akan menyiksanya; selain itu ia dikenakan membayar 
kifarat dari perbuatannya" 

Ibnu Juraij bertanya , "Apakah pengertian kembali tnt mempunyai 
batasan yang kamu ketahui?" Ata menjawab, "Tidak." Ibnu Juraij berta- 
nya, "Kalau demikian, engkau pasti berpandangan bahwa imam diwajib- 
kan menghukum pelakunya?" Ata menjawab, "Tidak, hal itu merupakan 
suatu dosa yang dilakukannya antara dia dan Allah Swt., tetapi ia harus 
membayar dendanya." Oemikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. 

Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah bahwa Allah 
akan membalas pelakunya, yaitu dengan mengenakan hukuman wajib 
membayar dendakifaratterhadapnya. Demikianlah menurut Sa'id ibnu 
Jubair dan Ata. 

Kemudian kebanyakan ulama Salaf dan Khalaf mengatakan, 
"Manakala seseorang yang sedang ihram membunuh btnatang buruan, 
maka ia diwajibkan membayar denda, tidak ada perbedaan antara pelang- 
garan pertama dengan yang kedua dan ketiganya; dan sekalipun pelang- 
garannya itu dilakukan berulang-ulang, baik ia lakukan secara keliru 
ataupun sengaja, semuanya sama." 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 81 

AH ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang 
mengatakan, "Barang siapa membunuh seekor binatang buruan secara 
keliru, sedangkan ia dalam keadaan berihram, maka ia dikenakan sanksi 
membayar dendanya setiap kali ia membunuhnya. Jika ia membunuh 
binatang buruan dengan sengaja, maka ia dikenakan sanksi membayar 
dendanya sekali; dan jika ia mengulangi tagi perbuatannya, maka Allah 
akan balas menyiksanya, seperti apa yang disebutkan oleh Allah Swt. 
dalam firman-Nya" 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu 
Ali, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa'id dan Ibnu Abu 
Addi, kedua-duanya dari Hisyam (yakni Ibnu Hassan), dari Ikrtmah, 
dari Ibnu Abbas sehubungan dengan seorang muhrim yang membunuh 
binatang buruan, bahwa pelakunya dikenakan sanksi membayar denda. 
Kemudian jika ia mengulangi lagi perbuatannya, ia tidak dikenakan 
sanksi membayar denda, tetapi Allah- lah yang akan balas menyiksanya. 
Hal yang sama telah dikatakan oleh Syuraih, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, 
Al-Hasan Al-Basri, dan Ibrahim An-Nakha'i. Semuanya diriwayatkan 
oleh Ibnu Jarir, kemudian Ibnu Jarir memilth pendapat yang pertama. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kam i AI- 
Abbas ibnu Yazid Al-Abdi, telah menceritakan kepada kami Al- 
Mu*tamir ibnu Sulaiman, dari Zaid Abul Ma'la, dari Al-Hasan Al-Basri, 
bahwa seorang lelaki membunuh binatang buruan, lalu ia dimaafkan; 
kemudian lelaki itu mengulangi lagi perbuatannya, ia membunuh 
binatang buruan lagi, maka turunlah api dari langit dan membakar lelaki 
itu. Hal inilah yang dimaksudkan dengan firman-Nya: 



*isnf\i* 



Dart barang siapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah 
akan menyiksanya (AI-Maidah: 95) 

Ibnu Jarir telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Allah Mahakuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. 
(AI-Maidah: 95) 

Kqmpungsunnqh.org 



82 Juz7-AlMakJah 

Allah Swt. berfirman bahwa Diri-Nya Mahaperkasa dalam kekuasaan- 
Nya, tiada seorang pun yang dapat memaksa-Nya, tiada yang dapat 
menghalangi pembalasan yang Dia timpakan terfiadap orang yang hendak 
dibalas-Nya, dan tiada seorang pun yang dapat menghalangi siksaan 
yang hendak Diakenakan terhadap orang yang dikehendaki-Nya, karena 
semuanya adatah makhluk-Nya. dan hanya Diaiah yang berhak memerin- 
tah; bagi-Nya segala keagungan dan keperkasaan. 
Firman Allah Swt.: 

lagi mempwyai (kekuasaan untuk) menyiksa. (Al-Maidah: 95) 

Yakni Dia berhak menyiksa orang yang durhaka terhadap-Nya, karena 
perbuatan maksiatnya terhadap Allah Swt. 

Al-Maidah, ayat 96-99 

Dihalalkcm bagi kalian binatang bunion laut dan makanan (yang 
berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagi kalian, dan bagi 
orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atas kalian 
(menangkap) binatang buruan darat, selama kalian dalam ihram. 
Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nyalah kalian akan 
dikumptdkan. Allah telah menjadikan Ka 'bah rumah suci itu sebagai 
pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian 
pula) bulanHaram, hadya, qalaid, (Allah menjadikan yang) demiki- 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafeir ibnu Kasir 83 

an itu agar kalian tahu, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui 
apa yang ada di langit dan apa yang ada di burnt, dan bahwa 
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segalasesuatu. Ketahuilah, 
bahwa sesungguhnya Allah amat berai siksa-Nya dan bahwa 
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 
Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah 
mengetahui apa yang kalian lahirkan dan apa yang kalian 
sembunyikan. 

Ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas dalam suatu 
riwayat yang bersumber darinya, juga dari Sa'id Ibnul Musayyab serta 
SaMd ibnu Jubair dan lairs-lainnya sehubungan dengan makna firman 
Allah Swt.: 

cat. x sj^uj^ - J&)#e!$0^ 
Dihalalkan bagi kalian binatang buruan lout. (Al-Maidah: 96) 
Yang dimaksud ialah hewan laut yang ditangkap dalam keadaan segar. 

dan makanan (yang berasal) dari laut. (Al-Maidah: 96) 

Yakni makanan yang bersumber dari laut untuk dijadikan bekal dalam 
keadaan diasin dan telah kering. 

Ibnu Abbas dalam riwayat terkenal yang bersumber darinya 
mengatakan, yang dimaksud dengan saiduhu ialah hewan laut yang 
ditangkap dalam keadaan hidup-hidup. Sedangkan yang dimaksud 
dengan to 'amuhu ialah hewan laut yang dicampakkan ke darat oleh laut 
dalam keadaan telah mati. Hal yang sama telah diriwayatkan dari Abu 
Bakar As-Siddiq, Zaid ibnu Sabit, Abdullah ibnu Amr dan Abu Ayyub 
Al-Ansari radiyaltdhu 'anhum, dan Ikrimah, Abu Salamah ibnu Abdur 
Rahman, Ibrahim An-Nakha' i serta Al-Hasan Al-Basri. 

Sufyan ibnu Uyaynah telah meriwayatkan dari Amr ibnu Dinar, 
dari Ikrimah, dari Abu Bakar As-Siddiq yang mengatakan bahwa yang 
dimaksud dengan ta' amuhu ialah semua yang ada di dalam lautDemi- 
kianlah menurut riwayat Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim, 

Kqmpungsunnqh.org 



84 Juz7-A!-M&tdah 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu 
Hutnaid, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Mugirah, dari 
Sammak yang mengatakan bahwa ia mendapat berita dart Ibnu Abbas 
yang menceritakan bahwa Khalifah Abu Bakar berkhotbah kepada orang 
banyak, antara lain ia membacakan firman-Nya: 



cntSj&Uia 



j^ms^asaBdi 



Dihalalkan bagi kalian binatang buruan lautdan makanan (yang 
berasal) dari lout sebagai makanan yang lezat imtuk kalian. (Al- 
Maidah: 96) 

Bahwa yang dimaksud dengan ta'amuhu ialah hewan laut yang 
dicampakkan oleh laut ke darat. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya'qub, 
telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulayyah, dari Sulaiman At-Taimi, 
dari Abu Mijlaz, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman- 
Nya: 



en i Sj&Uo 



.mzjk&8& 



Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut dan makanan (yang 
berasal) dari laut. (Al-Maidah: 96) 

Ibnu Abbas mengatakan, yang dimaksud dengan ta 'amuhu ialah sesuatu 
dari laut yang tercampakkan ke darat. 

Ikrimah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ta'amuhu 
artinya sesuatu dari laut yang dicampakkan ke darat dalam keadaan telah 
maii. Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. Sa'id ibnul Musayyab 
mengatakan, ta'amuhu ialah hewan laut yang dicampakkan ke darat 
dalam keadaan hidup, atau yang terdampar dalam keadaan telah mati. 
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu 
Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab, telah 
menceritakan kepada kami Ayyub, dari NafT, bahwa Abdur Rahman 
ibnu Abu Hurairah bertanya kepada Ibnu Umar, "Sesungguhnya laut 
sering mencampakkan banyak ikan dalam keadaan telah mati, bolehkah 
kami memakannya?" Ibnu Umar menjawab, "Jangan kalian makan." 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 85 

Ketika Ibnu Umar kembali kepada keluarganya dan mengambil mus- 
haf, lalu membaca surat Al-Maidah hingga sampai pada firman Allah 
Swt.: 



C1T : SJ&UX3 



^smum^^a 



dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat 
bagi kalian, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan. (Al- 
Maidah: 96) 

Maka Ibnu Umar berkata, "Pergilah kamu, dan katakan padanya bahwa 
ia boleh memakannya, karena sesungguhnya apa yang ditanyakannya 
itu termasuk makanan yang berasal dari laut." Hal yang sama dipilih 
oleh Ibnu Jarir, bahwa yang dimaksud dengan ta'amuhu ialah hewan 
laut yang mati di dalam laut. Ibnu Jarir mengatakan bahwa hal tersebut 
telah diriwayatkan oleh had is, sebagian dari mereka ada yang 
meriwayatkannya secara mauquf. 

Telah menceritakan kepada kami Hannad ibnus Sirri yang 
mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abdah ibnu 
Sulaiman, dart Muhammad ibnu Amr, telah menceritakan kepada kami 
Abu Salamah, dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah 
Saw. membaca firman-Nya: 



C11! SjejlilU 



Attt^» 



Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut dan makanan (yang 
berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagi kalian. (Al- 
Maidah: 96) 

Lalu Nabi Saw. bersabda: 

Makanan dari laut ialah sesuatuyang dicampakkan oleh laut dalam 
keadaan mati. 

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan bahwa sebagian dari mereka ada yang 
me-mauquf-km hadis inj hanya sampai pada Abu Hurairah. 

Kqmpungsunnqh.org 



86 Juz 7 -Al-Maidah 

Telah menceritakan kepada kami Hannad, telah menceritakan 
kepada kami Ibnu Abu Zaidah, dari Muhammad ibnu Amr, dari Abu 
Salamah, dari Abu Hurairah sehubungan dengan firman-Nya: 



cmSj&Uia 



.V&J&3& 



Dihalalhm bagi kalian bmatang bunion laut dan makanan (yang 
berasal) dari lout. (Al-Maidah: 96) 

Abu Hurairah mengatakan bahwa ta'amuhu ialah binatang laut yang 
dicampakkan ke darat dalam keadaan telah mati. 
Firman Allah Swt.: 



CVl 1 e.Mstfir> 



.W&8b& 



Sebagai makanan yang lezat bagi kalian dan bagi orang-orangyang 
dalam perjalanan. (Al-Maidah: 96) 

Yakni sebagai sesuatu yang bermanfaat dan makanan buat kalian, hai 
orang-orang yang diajak bicara. 
Firman Allah Swt.: 

dan bagi orang-orangyang dalam perjalanan. (Al-Maidah: 96) 

Mereka adalah orang-orang yang sedang dalam perjalanannya. Lafaz 
sayydrah adalah bentuk jamak dari lafaz siyarun. Ikrimah mengatakan 
bahwa yang dimaksud ialah orang yang berada di pinggir laut dan dalam 
perjalanannya. 

Orang lain selain Ikrimah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan 
saidul bahri ialah hewan laut yang masih segar bagi orang yang 
menangkapnya langsung dari laut. Sedangkan yang dimaksud dengan 
ta'amuhu ialah hewan laut yang telah mati atau yang ditangkap dari 
laut, kemudian diasin yang adakalanya dijadikan sebagai bekal oleh 
orang-orang yang dalam perjalanannya dan orang-orang yang bertempat 
tinggal jauh dari pantai. Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ibnu 
Abbas, Mujahid, As-Saddi, dan lain-lainnya. 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir Ibrtu Kasir 87 

Jumhur ulama menyimpulkan dalil yang menghatalkan bangkai 
hewan laut dari ayat ini dan dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam 
Malik ibnu Anas, dari Ibnu Wahb; dan Ibnu Kaisan dart Jabir ibnu 
Abdullah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. mengirimkan 
sejumlah orang dalam suatu pasukan dengan misi khusus ke arah pantai. 
Dan Nabi Saw. mengangkat Abu Ubaidah ibnul Jarrah sebagai peni impin 
mereka. Jumlah mereka kurang lebih tiga ratus orang, dan perawi sendiri 
(yakni Jabir ibnu Abdullah) termasuk salah seorang dari mereka. 

Kami berangkat, dan ketika kami sampai di tengah jalan, semua 
perbekalan yang kami bawa habis. Maka Abu Ubaidah ibnul Jarrah 
memerintahkan agar semua perbekalan yang tersisa dari pasukan hu 
dikumpulkan menjadi satu. Jabir ibnu Abdullah berkata, "Saat itu 
perbekalanku adalah buah kurma. Sejak itu Abu Ubaidah membagt- 
bagikan makanan sedikit demi sedikit, sehingga semua perbekalan habis. 
Yang kami peroleh dari perbekalan itu hanyalah sebiji kurma. Kami 
benar-benar merasa kepayahan setelah perbekalan kami habis." 

"Tidak lama kemudian sampailah kami di tepi pantai, dan tiba-tiba 
kami menjumpai seekor ikan paus yang besarnya sama dengan sebuah 
gundukan tanah yang besar. Maka pasukan itu makan daging ikan paus 
tersebut selama delapan belas hart. Kemudian Abu Ubaidah 
memerintahkan agar dua buah tulang iga ikan itu ditegakkan, lalu ia 
memerintahkan agar seekor unta dilalukan di bawahnya; ternyata unta 
itu tidak menyentuh kedua tulang iga yang diberdirikan itu (saking 
besarnya ikan itu)." 

Hadis ini diketengahkan di dalam kitab Sahiham, dan mempunyai 
banyak jalur bersumber dari Jabir ibnu Abdullah. 

Di dalam kitab Sahih Muslim, melalui riwayat Abuz Zubair, dari 
Jabtr disebutkan, "Tiba-tiba di pinggtr laut ierdapat hewan yang besarnya 
seperti gundukan tanah yang sangat besar. Lalu kami mendatanginya, 
temyata hewan tersebut adalah seekor ikan yang dikenal dengan nama 
ikan paus 'anbar." Abu Ubaidah mengatakan bahwa hewan ini telah 
mati. Tetapi akhimya Abu Ubaidah berkata, "Tidak, kami adalah utusan 
Rasulullah Saw., sedangkan kalian dalam keadaan darurat Maka 
makanlah hewan ini oleh kalian." 

Jabir melanjutkan kisahnya, "Kami mengkonsumsi ikan tersebut 
selama satu buian, sedangkan jumlah kami seluruhnya ada tiga ratus 

Kqmpungsunnqh.org 



88 Juz7-AI-Maidah 

orang, hingga kami semua gemuk karenanya. Kami mencedok minyak 
ikan dari kedua mata ikan itu dengan memakai ember besar, dan dari 
bagian mata itu kami dapat memotong daging sebesar kepala banteng." 

Jabir mengatakan bahwa Abu Ubaidah mengambil tiga betas orang 
lelaki, lalu mendudukkan mereka pada liang kedua mata ikan itu, dan 
temyata mereka semuanya muat di dalamnya. Lalu Abu Ubaidah 
mengambil salah satu dari tulang iga ikan itu dan menegakkannya, 
kemudian memerintahkan agar melalukan seekor untayang paling besar 
yang ada pada kami di bawahnya, dan ternyata unta itu dapat melaluinya 
dari bawahnya. Kami sempat mengambil bekal daging ikan itu dalam 
jumlah yang ber-wasaq-wasaq (cukup banyak). 

Selanjutnya Jabir berkata, "Ketika kami tiba di Madinah, kami 
menghadap kepada Rasulullah Saw. dan menceritakan kepadanya hal 
tersebut, maka beliau Saw. bersabda: 

'Ikan itu adalah rezeki yang dikeluarkan oleh Allah bagi kalian, 
apakah masih ada pada kalian sesuatu dari dagingnya untuk makan 
kami '? " 

Jabir melanjutkan kisahnya, "Lalu kami kirimkan kepada Rasulullah 
Saw. sebagian darinya, dan beliau Saw. memakannya." 

Menurut sebagian riwayat Imam Muslim, mereka menemukan ikan 
paus tni bersama Nabi Saw. Sedangkan menurut sebagian dari mereka, 
peristiwa tersebut terj adi di waktu yang lain. Dan menurut yang lainnya, 
peristiwanya memang satu, tetapi pada mulanya mereka bersama Nabi 
Saw. Kemudian Nabi Saw. mengirimkan mereka dalam suatu pasukan 
khusus di bawah pimpinan Abu Ubaidah ibnul Jarrah, lalu mereka 
menemukan ikan besar itu, sedangkan mereka berada dalam pasukan 
khusus di bawah pimpinan Abu Ubaidah. 

Malik telah meriwayatkan dari Safwan ibnu Salim, dari Sa'id ibnu 
Salamah, dari kalangan keluarga Ibnul Azraq, bahwa Al-Mugirah ibnu 
Abu Burdah dari kalangan Bani Abdud Dar pernah menceritakan 
kepadanya bahwa ta telah mendengar Abu Hurairah mengatakan bahwa 
seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Saw., "Wahat Rasulullah, 

Kqmpungsunnqh.org 



Tatar IbnuKabir 89 

sesungguhnyakami biasa memakai jalan laut, dan kami hanya membawa 
persediaan air tawar yang sedikit. Jika kami pakai untuk wudu, niscaya 
kami nanti akan kehausan. Maka bolehkah kami berwudu dengan 
memakai air laut?" Maka Rasulullah Saw. menjawab: 

Laut itu sitci airnya dan halal bangkainya. 

Hadis ini telah diriwayatkan oleh kedua orang imam — yaitu Imam Syafii 
dan Imam Ahmad ibnu Hambal — serta empat orang pemilik kitab Surum, 
dan dinilai sahih oleh Imam Bukhari, Imam Turmuzi, Ibnu Khuzaimah, 
dan Ibnu Hibban serta lain-lainnya. Dan telah diriwayatkan hal yang 
semisal dari sejumlah sahabat Nabi Saw., dari Nabi Saw. 

Imam Ahmad, Imam Abu Daud, Imam Turmuzi, dan Imam Ibnu 
Majah telah meriwayatkan melalui berbagai jalur dari Hammad ibnu 
Salamah; telah menceritakan kepada kami Abul Mihzam (yaitu Yazid 
ibnu Sufyan), bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah menceritakan 
hadis berikut: Ketika kami (para sahabat) sedang bersama Rasulullah 
Saw. dalam ibadah haji atau umrah, maka kami berpapasan dengan iring- 
iringan sejumlah besarbelalang. Maka kami memukuli belalang-belalang 
itu dengan tongkat dan cambuk kami, hingga belalang-belalang itu mati 
berguguran dan jatuh ke tangan kami. Lalu kami berkata. "Apakah yang 
akan kita lakukan, sedangkan kita sedang melakukan ihram?" Maka kami 
bertanya kepada Rasulullah Saw., dan beliau Saw. menjawab, "Tidak 
mengapa dengan (membunuh) binatang buruan laut." Tetapi Abul 
Mihzam orangnya daif. 

Ibnu Majah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Harun 
ibnu Abdullah Al-Jamal, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul 
Qasim, telah menceritakan kepada kami Ziyad ibnu Abdullah, dari 
Allasah, dari Musa ibnu Muhammad ibnu Ibrahim, dari ayahnya, dari 
Jabir dan Anas ibnu Malik, bahwa Nabi Saw. apabila mendoakan 
kebinasaan belalang mengucapkan seperti berikut: 

•iKiiiuiiSBi. &]$foiiM£v£ AAiiTt jig 

Kqmpungsunnqh.org 



90 Juz7-AI-Maidah 

Ya Allah, hancurkanlah yang besarnya, bunuhlah ycmg kecilnya, 
msaklah telumya, dan binasakanlah sampai ke akar-akarnya, dan 
cekallah mulutnya jauh dari penghidupan dan rezeki kami, 
sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa (Maha Memperkenan- 
kan doa). 

Lalu Khalid bertanya, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau mendoa- 
kan kebinasaan sampai ke akar-akarnya bagi salah satu dari bala tentara 
Allah?" Nabi Saw. menjawab: 






Sesungguhnya belalang itu dikeluarkan oleh ikon paus dari 
hidungnya di lout. 

Hasyim mengatakan, "Ziyad telah mengatakan bahwa telah menceritakan 
kepadanya seseorang yang pernah melihat ikan paus menyebarkannya." 
Hadis diriwayatkan oleh.Ibnu Majah secara munfarid. 

Imam Syafii telah meriwayarkan dari Sa'id, dari Ibnu Juraij, dari 
Ata, dari Ibnu Abbas, bahwa ia mengingkari orang yang berburu belalang 
di tanah suci. 

Ayat ini dijadikan hujah oleh sebagian ulama fiqih yang berpendapat 
bahwa semua hewan laut boleh dimakan dan tiada sesuatu pun darinya 
yang dikecualikan. Dalam asar terdahulu yang bersumber dari Abu Bakar 
As-Siddiq dikatakan bahwa yang dimaksud dengan ta'amuhu ialah 
semua hewan yang hidup di laut. Dan ada sebagian dari mereka yang 
mengecualikan katak, tetapi selainnya diperbolehkan, karena berdasarkan 
hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Daud, dan Imam 
Nasai melalui riwayat Ibnu Abu Zi-b, dari Sa'id ibnu Khalid, dari Sa'id 
ibnul Musayyab, dari Abu Abdur Rahman ibnu Usman At-Taimi: 

Bahwa Rasulullah Saw. melarang membunuh katak. 
Menurut riwayat Imam Nasai, melalui Abdullah ibnu Amr, disebutkan: 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 91 



*>. £ 






Rasitlullah Saw. telah melarang membimuh katak. Dan beliau Saw. 
mengatakan bahwa suara katak adalah lasbih(nya). 

Ulama lainnya mengatakan bahwa hewan buruan laut yang dapat 
dimakan adalah ikan, sedangkan yang tidak boleh dimakan ialah katak 
(laut). 

Mereka berselisih pendapat mengenai selain keduanya. Menurut 
suatu pendapat, selain dari itu boleh dimakan; dan menurut pendapat 
lain, tidak boleh dimakan. Pendapat yang lainnya lagi mengatakan bahwa 
hewan yang semisal dari hewan darat dapat dimakan, maka hewan yang 
semisal dari hewan laut dapat dimakan pula. Dan hewan yang semisal 
dari hewan laut tidak dapat dimakan, maka hewan yang semisal dari 
hewan darat tidak dapat dimakan, maka hewan yang semisal hewan laut 
tidak dapat dimakan pula. Semua pendapat yang telah disebutkan di 
atas merupakan keanekaragaman pendapat yang ada di dalam mazhab 
Imam Syafii rahimahullah. 

Imam Abu Hanifah rahimahullah mengatakan, hewan laut yang 
mati dijaut tidak boleh dimakan, sebagaimana tidak boleh dimakan 
hewan (darat) yang mati di darat, karena berdasarkan keumuman makna 
yang terkandung di dalam firman-Nya: 

Diharamkan bagi kalian (memakan) bangkai. (Al-Maidah: 3) 

Dan telah disebutkan di dalam sebuah hadis hal yang semakna dengan 
pengertian ayat ini. Untuk itu, Ibnu Murdawaih mengatakan bahwa telah 
menceritakan kepada kami Abdul Baqi (yaitu Ibnu Qani'). telah 
menceritakan kepada kami Al-Husain ibnu Ishaq At-Tusturi dan 
Abdullah ibnu Musa ibnu Abu Usman; keduanya mengatakan bahwa 
telah menceritakan kepada kami Al-Husain ibnu Yazid At-Tahhan, telah 
menceritakan kepada kami Hafs ibnu Gayyas, dari Ibnu Abu Zi-b, dari 
Abuz Zubair,dari Jabir yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. telah 
bersabda: 

Kqmpungsunnqh.org 



92 Juz7-AI-Maidah 

.ode \t 

Hewanyang kalian buru dalam keadaan hidup, lalu mati (dibunuh 
oleh kalian), maka makanlah hewan itu; dan hewan yang 
dicampakkan oleh lout dalam keadaan man' terapung, janganlah 
kalian memakannya. 

Kemudian Ibnu Murdawaih meriwayatkannyamelalui jalur Ismail ibnu 
Umayyah dan Yahya ibnu Abu Anisah, dari Abuz Zubair, dari Jabir 
dengan lafaz yang sama, tetapi hadisnya berpredikat munkar. 

Jumhurulamadarikalangan murid-murid Imam Malik, Imam Syafii, 
dan Imam Ahmad berpegang kepada hadis ikan paus yang telah 
disebutkan sebelum ini, juga kepada hadis lainnya yang mengatakan: 

Lout itu suci airnya dan halal bangkainya. 

Yang telah diketengahkan pula sebelum ini. 

Imam Abu Abdullah Asy-Syafii telah meriwayatkan dari Abdur 
Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya, dari Ibnu Umar yang 
menceritrkan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Dihalalkan bagi kami duajenis bangkai dan dvajenis darah Dua 
jenis bangkai itu ialah ikan dan belalang, dan duajenis darah itu 
ialah hati dan limpa. 

Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ad-Daruqutni, dan Imam Baihaqi telah 
meriwayatkannya pula. Hadis ini mempunyai banyak syawahid (bukti- 
bukti) yang menguatkannya. Dan hadis ini telah diriwayatkan pula secara 
mauquf. 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 93 

Firman Allah Swt.: 

dan diharamkan atas kalian (menangkap) binatang buruan darat, 
selama kalian dalam ihram. (Al-Maidah: 96) 

Yakni selagi kalian masih datam ihram diharamkan atas kalian 
melakukan perburuan terhadap binatang darat. Di dalam ayat ini ter- 
kandung dalil yang menunjukkan keharaman perbuatan tersebut. Untuk 
itu, apabila seseorang yang sedang ihram sengaja melakukan perburuan, 
berdosalah ia dan dikenakan denda. Atau jika ia melakukannya secara 
keliru, maka dia harus membayar dendanya, dan ia diharamkan memakan 
hasil buruannya; karena binatang buruannya itu bagi dia kedudukan- 
nya samadengan bangkai, demikian puia bagi orang lain dari kalangan 
orang-orang yang sedang ihram, juga orang-orang yang bertahallul, 
menurut Imam Malik dan menurut salah satu dari dua pendapat Imam 
Syafii. Hal yang sama dikatakan oleh Ata, Al-Qasim, Salim, Abu Yusuf, 
dan Muhammad ibnu! Hasan serta lain-lainnya. 

Jika si muhrim yang memburunya memakannya atau memakan 
sebagian dari binatang buruannya, apakah dia harus membayar denda 
yang kedua? Ada dua pendapat mengenainya di kalangan para ulama. 

Pendapat pertama mengatakan harus membayar denda kedua. Abdur 
Razzaq telah meriwayatkan dari Ibnu Juraij, dari Ata yang mengatakan, 
"Jika orang muhrim yang bersangkutan sempat menyembelihnya, lalu 
memakannya, maka dia dikenakan dua kifarat." Pendapat ini dipegang 
oleh segolongan ulama. 

Pendapat kedua mengatakan, trdak ada denda atasnya karena 
memakan hasil buruannya. Pendapat ini dinaskan oleh Malik ibnu Anas. 
Abu Umar ibnu Abdul Bar mengatakan bahwa pendapat inilah yang 
dipegang oleh semua mazhab ulama fiqih di kota-kota besar dan jumhur 
ulama. Kemudian Abu Umar menyamakannya dengan masalah 
"seandainya seseorang menginjak dan menginjak serta menginjak lagi 
sebelum ia dikenai hukuman had, maka sesungguhnya yang diwajibkan 
atasnya ialah dikenai sekali hukuman had". 

Imam Abu Hanifah mengatakan, si pemakan dikenai harga sejumlah 
yang dimakannya. 

Kqmpungsunnqh.org 



94 Juz7-AI-Maidah 

Abu Saur mengatakan, "Apabi!a seorang yang sedang ihram 
membunuh binatang buruan, maka ia hams membayar dendanya, dan 
dihalalkan baginya memakan binatang buruannya itu; hanya saja aku 
memakruhkannya bagi orang yang membunuhnya," karena ada hadis 
Rasulullah Saw. yang mengatakan: 

Binatang buruan darat dihalalkan bagi kalian, sedangkan kalian 
dalam keadaan berihram, selagi kalian bukan yang membwrunya 
atau bukan diburu untuk kalian. 

Hadis ini akan dijelaskan kemudian. Kalimat yang mengatakan 'boleh 
memakannya bagi orang yang membunuhnya' merupakan hal yznggarib 
(aneh). 

Adapun bagi selain orang yang membunuhnya, masalahnya masih 
diperselisihkan, dan yang telah kami sebutkan ialah pendapat yang 
mengatakan tidak boleh. Sedangkan ulama lainnya mengatakan selain 
pembunuhnyadiperbolehkan memakannya, baik ia sedang ihram ataupun 
telah bertahallul, karena berdasarkan hadis yang baru disebutkan tadi. 

Adapun bila seseorang yang telah bertahallul membunuh binatang 
buruan, lalu ia menghadiahkannya kepada orang yang berihram, maka 
sebagian ulama ada yang mengatakan boleh secara mutlak tanpa ada 
rincian antara perburuan yang dilakukan secara sengaja untuknya atau 
tidak. Pendapat ini diriwayarkan oleh Abu Umar ibnu Abdul Bar, dari 
Umar ibnul Khattab, Abu Hurairah, Az-Zubair ibnul Awwam, Ka'b Al- 
Anbar, Mujahid dan Ata dalam suatu riwayatnya, dan Sa'id ibnu Jubair. 
Hal yang sama telah dikatakan oleh ulama Kufah. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad 
ibnu Abdullah ibnu Bazi', telah menceritakan kepada kami Bisyr ibnul 
Mufaddal, telah menceritakan kepada kami Sa'id, dari Qatadah, bahwa 
Sa'id ibnul Musayyab pernah menceritakan dari Abu Hurairah bahwa 
Abu Hurairah pernah ditanya mengenai daging dari hasil buruan yang 
dilakukan oleh orang yang telah bertahallul, apakah orang yang sedang 
ihram boleh memakannya? Maka Abu Hurairah memberikan fatwa boleh 
memakannya. Kemudian ia menemui Umar ibnul Khattab, lalu 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir fbnu Kasir 95 

menceritakan kepadanya tentang apayang baru dialaminya, maka Umar 
ibnul Khattab berkata kepadanya (Abu Hurairah), "Seandainya kamu 
memberi mereka fatwa selain dari itu, niscaya aku akan membuat 
kepalamu terasa sakit (karena dipukul)." 

Ulama lain mengatakan, orang yang sedang ihram sama sekali tidak 
boleh memakan hasil buruan. Pendapat ini melarangnya secara mutlak 
karena berdasarkan kepada keumuman makna yang terkandung di dalam 
ayat yang mulia ini. 

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma'mar, dari Tawus dan 
Abdul Karim, dari Ibnu Abu Asiah, dari Tawus, dari Ibnu Abbas, bahwa 
ia menilai makruh bila orang yang sedang ihram memakan hasil buruan. 
Dan Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat yang menerangkan tentangnya 
bersifat mubham (misteri), yakni firman Allah Swt.: 



C 11 7 Kj£iUl 3 



&iJSC$i&Zi®tfi 



dan diharamkan alas kalian (menangkap) binatang bvrvan darat, 
selama kalian dalam ihram. (Al-Maidah: 96) 

Abdur Razzaq mengatakan,telah menceritakan kepadanya Ma'mar, dari 
Az-Zuhri, dari Ibnu Umar, bahwa dia memakruhkan orang muhrim (yang 
sedang ihram) bila memakan daging hasil buruan dalam keadaan 
bagaimanapun. 

Ma'mar mengatakan, telah menceritakan kepadanya Ayyub, dari 
Nafi', dari Ibnu Umar hal yang semisal. Ibnu Abdul Bar mengatakan 
bahwa hal yang sama telah dikatakan oleh Tawus dan Jabir ibnu Zaid. 
Pendapat inilah yang dikatakan oleh As- Sauri dan Ishaq ibnu Rahawaih 
dalam suatu riwayatnya. 

Hal yang semisal telah diriwayatkan dari AH ibnu Abu Talib. Ibnu 
Jarir meriwayatkannya melalur jalur Sa' id ibnu Abu Urubah dari Qatadah, 
dari Sa'id ibnul Musayyab, bahwa Ali ibnu Abu Talib memakruhkan 
bagi orang muhrim (yang sedang ihram) memakan daging hasil buruan 
dalam keadaan bagaimanapun. 

Imam Malik, Syafii, Ahmad ibnu Hambal, Ishaq ibnu Rahawaih dalam 
suatu riwayat, serta jumhur ulama berpendapat: Jika orang yang telah 
bertahallut bermaksud melakukan perburuan untuk orang yang 
berihram. maka orang yang berihram itu tidak boleh memakannya, karena 

Kqmpungsunnqh.org 



96 Juz7-AM/laidah 

berdasarkan hadis As-Sa'b ibnu Jusamah; ia pernah menghadiahkan 
seekor kuda zebra hasil buruannya di Abwa atau Wuddan kepada Nabi 
Saw. MakaNabi Saw. menolak pemberiannya itu. Tetapi setelahNabi 
Saw. melihat perubahan roman muka As-Sa'b ibnu Jusamah, beliau 
Saw. bersabda: 



9** 



&'ftjsi&ii${Xi 



Sesungguhnya kami tidaksekali-kali mengembalikannya kepadamu 
melainkan karena kami seeking ihram. 

Hadis ini diketengahkan di dalam kitab Sahihain dan mempunyai lafaz 
yang banyak. Jumhur ulama mengatakan, yang tersimpulkan dari hadis 
ini ialah "Nabi Saw. menduga bahwa hewan buruan tersebut aengaja 
diburu hanya untuk Nabi Saw., makaNabi Saw. menolaknya". Adapun 
jika perburuan dilakukan bukan untuk orang muhrim yang bersangkutan, 
maka ia diperbolehkan memakannya. Karena berdasarkan hadis Abu 
Qatadah ketika ia berburu seekor kuda zebra, ia dalam keadaan tidak 
berihram, sedangkan teman-temannya dalam keadaan ihram. Lalu 
mereka tidak berani memakannya dan menanyakannya lebih dahulu 
kepada Rasulullah Saw. Maka Rasulullah Saw. bersabda: 






"Apakah ada seseorang dari kalian yang mengisyaratkan kepada 
binatang buruan ini atau ikut membantu membunuhnya? " Mereka 
menjawab, "Tidak. " Nabi Saw. bersabda, "Kalau demikian, 
makanlah oleh kalian. " Dan Rasulullah Saw. sendiri ikut makan 
sebagian darinya 

Kisah ini disebutkan pula dalam kitab Sahihain dengan lafaz yang 
banyak. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sa'id 
ibnu Mansur dan Qutaibah ibnu Sa'id, keduanya mengatakan bahwa 

Kqmpungsunnqh.org 



Taftirlbnu KaSir 97 

telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Abdur Rahman, dari Amr 
ibnu Abu Amr, dari Al-Muttalib ibnu Abdullah ibnu Hantab, dari Jabir 
ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda; 
dan menurut Qutaibah dalam hadisnya, perawi pernah mendengar 
Rasulullah Saw. bersabda: 

Bmatang bunion darat dihcdalkan bagi kalian —menurut hadis Sa 'id 
disebutkan bahwa sedangkan kalian dalam keadaan ihram — selagi 
bukan kalian sendiri yang membwvnya atau bukan diburu itntuk 
kalian. 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Abu Daud, Imam Turmuzi, dan 
Imam Nasai; semuanya dari Qutaibah. Imam Turmuzi mengatakan, ia 
belum pernah mengenal bahwa Muttalib pemah mendengar dari Jabir. 

Imam Muhammad ibnu ldris Asy-Syafii telah meriwayatkannya 
melalui jalur Amr ibnu Abu Amr, dari maulanya (yaitu Al-Muttalib), 
dari Jabir. Kemudian Imam Syafii mengatakan bahwa ini merupakan 
hadis yang paling baik dan paling tepat yang diriwayatkan dalam bab 
ini. 

Imam Malik telah meriwayatkan dari Abdullah ibnu Abu Bakar, 
dari Abdullah ibnu Amir ibnu Rabi'ah yang menceritakan bahwa ia 
pernah melihat Usman ibnu Affan di Al-'Arj dalam keadaan ihram di 
hari yang panas (musim panas), sedangkan ia menutupi (menaungi) 
wajahnya dengan kain wy'iwan.Kernudiandisugijhkan kepadanya daging 
hewan hasil buruan, lalu ia berkata kepada teman-temannya, "Makanlah 
oleh kalian." Mereka berkata, "Mengapa engkau sendiri tidak ikut 
makan?" Khalifah Usman menjawab, "Sesungguhnyakeadaanku tidak- 
lah seperti kalian, sesungguhnya hewan buruan ini sengaja diburu hanya 
untukku." 



Kqmpungsunnqh.org 



98 Juz7-AI-Maidah 

Al-Maidah, ayat 100-102 

Katakanlah, "Tidaksama yang buruk dengan yang baik, meskipun 
bcmyaknya yang buruk itu menarik hatimu. Maka bertakwalah 
kepada Allah, hai orang-orang berakal. agar kalian mendapat 
keberuntungan. " Hai orang-orang yang berimanjanganlah kalian 
tnenanyakan (kepada nabi kalian) hal-hal yang jika diterangkan 
kepada kalian niscaya menyusahkan kalian; dan jika kalian 
menanyakannya di waktuAl-Qur 'an itu sedang diturunkan, niscaya 
akan diterangkan kepada kalian. Allah memaqfkan (kalian) tentang 
hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. 
Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kalian 
tnenanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada nabi mereka), 
kemudian mereka tidakpercaya kepadanya. 

Allah Swt. berfirman kepada Rasul-Nya: 

Katakanlah. (Al-Maidah: 100) 
hai Muhammad, 

Tidaksama yang buruk dengan yang baik, meskipun menarik hatimu. 
hai manusia, 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kafeir 99 

banyaknya yang bvruk itu. (Al-Maidah: 100) 

Dengan kata lain, sedikit perkara halal yang bermanfaat lebih baik 
daripada banyak perkara haram yang menimbulkan mudarat. Di dalam 
sebuah hadis disebutkan: 



.Jfaffc&JfcSK 



Sesuatu yang sedikit tetapi mencukupi adalah lebih baik daripada 
sesuatu yang banyak tetapi melalaikan. 

Abul Qasim Al-Bagawi mengatakan di dalam kitabA/wyam-nyabahwa 
telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Zuhair, telah menceritakan 
kepada kami Al-Huti, telah menceritakan kepada kam i Muhammad ibnu 
Syu'aib, telah menceritakan kepada kami Ma'an ibnu Rifa'ah, dari Abu 
Abdul Malik Ali ibnu Yazid, dari Al-Qasim, dari Abu Umamah, bah- 
wa Sa'labah ibni Hatib Al-Ansari pernah memohon, "Wahai Rasulullah, 
doakanlah kepada Allah semoga Dia memberiku rezeki harta yang 
berlimpah." Maka Rasulullah Saw. bersabda: 

Sedikit rezeki yang kamu dapat mensyukurinya lebih baik daripada 
banyak rezeki tetapi kamu tidak mampu mensyukurinya. 



Ct- idj£)UU3 



•sM&H#$ 



maka bertakwalah kepada Allah, hai orang-orang yang berakal 
(Al-Maidah: 100) 

Yakni hai orang-orang yang berakal sehat lagi lurus, jauhilah hal-hal 
yang haram, tinggalkanlah hal-hal yang haram itu, dan terimalah hal- 
hal yang halal dan cukuplah dengannya. 



Kqmpungsunnqh.org 



100 Juz7-AI-Maidah 



agar kalian tnendapat keberuntungan. (Al-Maidah: 100) 

Yakni di dunia dan akhirat. 

Selanjutnya Allah Swt. berfirman: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan 
(kepada nabi kalian) hal-halyangjika diterangkan kepada kalian 
niscayamenyusahkan kalian. (Al-Maidah: 101) 

Di dalam ayat ini terkandung pelajaran etika dari Allah kepada hamba- 
hamba-Nya yang mukmin. Allah melarang mereka menanyakan banyak 
hal yang tiada berfaedah bagi mereka dalam mempertanyakan dan 
menyelidikinya. Karena sesungguhnya jika perkara-perkara yang 
dipertanyakan itu ditampakkan kepada mereka, barangkali hal itu akan 
menjelekkan diri mereka dan dirasakan amat berat oleh mereka 
mendengarnya. Seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadis, bahwa 
Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Semoga jangan ada seseorang menyampaikan kepadaku perihal 
sesuatu masalah dari orang lain, sesungguhnya aku suka bila aku 
menemui kalian dalam keadaan dadayang lapang. 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Munzit 
ibnul Walid ibnu Abdur Rahman Al-Jarudi, telah menceritakan kepada 
kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Musa ibnu 
Anas, dari Anas ibnu Malik yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. 
pernah mengemukakan suatu khotbah yang belum pernah kudengar hal 
yang semisal dengannya. Dalam khotbahnya itu antara lain beliau Saw. 
bersabda: 

Sekiranya kalian mengetahui seperti apayang aku ketahui, niscaya 
kalian benar-benar sedikit tertawa dan benar-benar akan banyak 
menangis. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeirlbnu Kafeir 101 

Anas ibnu Malik melanjutkan kisahnya, "Lalu para sahabat Rasulullah 
Saw. menutupi wajahnya masing-masing, setelah itu terdengar suara 
isakan mereka. Kemudian ada seseorang lelaki berkata, 'Siapakah 
ayahku?' MakaNabi Saw. menjawab, 'Si Fulan'." Lalu turunlah firman- 
Nya: 



CW « aJ4»Ul3 



Janganlah kalian menanyakan (kepada nabi kalian) banyak hal. 
(Al-Maidah: 101) 

An-Nadr dan Rauh ibnu Ubadah telah meriwayatkannya melalui Syu'bah. 
Imam Bukhari telah meriwayatkannya bukan pada bab ini, begitu pula 
Imam Muslim, Imam Ahmad, Imam Turmuzi, dan Imam Nasai melalui 
berbagai jalur dari Syu'bah ibnul Hajjaj dengan lafaz yang sama. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Bisyr, telah 
menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa'id, 
dari Qatadah, sehubungan dengan firman Allah Swt.; 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan 
(kepada nabi kalian) hal-hal yangjika diterangkan kepada kalian 
niscaya menyusahkan kalian. (Al-Maidah: 101), hingga akhir ayat 

Bahwa telah menceritakan kepada kami Anas ibnu Malik, para sahabat 
pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. hingga beliau dihujani oleh 
pertanyaan mereka. Lalu Rasulullah Saw. keluar menemui mereka di 
suatu hari, kemudian menaiki mimbarnya dan bersabda: 

Tidaksekali-kali kalian menanyakan kepadaku tentang sesuatupada 
hari ini, melainkan aku pasti menjelaskannya kepada kalian. 

Maka semua sahabat Rasulullah Saw. merasa takut kalau-kalau 
Rasulullah Saw. sedang menghadapi suatu perkara yang meng- 
khawatirkan. Maka tidak sekali- kali aku tolehkan wajahku ke arah 

Kqmpungsannqh.org 



102 Juz7-AlMaidah 

kanan dan kiriku, melainkan kujumpai semua orang menutupi wajahnya 
dengan kain bajunya seraya menangis. 

Kemudian seseorang lelaki terlibat dalam suatu persengketaan, lalu 
dia diseru bukan dengan nama ayahnya, maka ia bertanya, "Wahai Nabi 
Allah, siapakah sebenarnya ayahku itu?" Rasulullah Saw. menjawab, 
"Ayahmu adalah Huzafah." 

Kemudian Umar bangkit dan mengatakan, "Kami rela Allah sebagai 
Tuhan kami, Islam sebagai agama kami, dan Muhammad sebagai utusan 
Allah," seraya berlindung kepada Allah. Atau Umar mengatakan, "Aku 
berlindung kepada Allah dari kejahatan fitnah-fitnah." 

Anas ibnu Malik melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Rasulullah Saw. 
bersabda: 

Aku soma sekali belum pemah melihat suatu hal dalam kebaikan 
dan keburukan seperti hari mi, telah ditampakkankepadaku surga 
dart neraka hmgga aku melihat keduanya tergambarkan di arah 
tembok int. 

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya melalui jalur 
Sa'idjdan Ma'mar meriwayatkannya dari Az-Zuhri, dari Anas dengan 
lafaz yang semisal atau mendekatinya. Az-Zuhri mengatakan bahwa 
Ummu Abdullah ibnu Huzafah mengatakan, "Aku belum pernah melihat 
seorang anak yang lebih menyakitkan orang tuanya selain kamu. Apakah 
kamu percaya bila ibumu telah melakukan suatu perbuatan seperti apa 
yang biasa dilakukan oleh orang-orang Jahiliah, lalu kamu mempermalu- 
kannya di mata umum?" Maka Abdullah ibnu Huzafah berkata, "Demi 
Allah, seandainya Rasulullah Saw. menisbatkan diriku dengan seorang 
budak berkulit hitam, ntscaya aku mau menerimanya." 

Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Al- 
Haris, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz, telah menceritakan 
kepada kami Qais, dari Abu Husain, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah 
yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. keluar dalam keadaan marah 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kafeir 103 

sehingga wajahnya kelihatan memerah, lalu beliau duduk di mimbar. 
Dan berdirilah seorang lelaki, lalu bertanya, "Di manakah ayahku?" Nabi 
Saw. menjawab, "Di dalam neraka." Lalu beidiri pula lelaki lain dan 
berkata, "Siapakah ayahku?" Nabi Saw. bersabda, "Ayahmu Huzafah." 
Kemudian berdirilah Umar — atau Umar bangkit — dan berkata, 
"Kami rela Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai agama kami, Nabi 
Muhammad Saw. nabi kami, dan Al-Qur"an sebagai imam kami. 
Sesungguhnyakami, wahai Rasulullah, masih baru meninggalkan masa 
Jahiliah dan kemusyrikan, dan Allah- lah yang lebih mengetahui siapakah 
bapak-bapak kami." Maka redalah kemarahan Nabi Saw., lalu turun 
firman-Nya: 

Hai orang-orang yang berimcm, janganlah kalian tnenanyakan 
(kepada nabi kalian) hal-halyangjika diterangkan kepada kalian 
niscaya menyusahkan kalian. (Al-Maidah: 101),hinggaakhirayat. 

Sanad hadis ini jayyidty&ik), dan kisah ini diketengahkan secara mursal 
oleh bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf, antara lain Asbat, 
dari As^Saddi. Disebutkan bahwa As-Saddi telah mengatakan sehubung- 
an dengan makna firman-Nya: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan 
(kepada nabi kalian) hal-halyangjika diterangkan kepada kalian 
niscaya menyusahkan kalian. (Al-Maidah: 101) 

Bahwa pada suatu hart Rasulullah Saw. marah, lalu berdiri dan 
berkhotbah, antara Iain beliau Saw. bersabda: 

Bertanyalah kalian kepadaku, maka sesimgguhnya tidak sekali-kali 
kalian menanyakan sesuatu kepadaku melainkan aku akan 
memberitahukannya kepada kalian. 

Kqmpangsunnqh.org 



104 Juz7-AI-Maidah 

Maka majuiah seorang lelaki Quraisy dari kalangan Bani" Sahm yang 
dikenal dengan nama Abdullah ibnu Huzafah yang diragukan nasabnya. 
la bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah ayahku yang sebenarnya?" 
Rasulullah Saw. menjawab, "Ayahmu adalah si Fulan," lalu Nabi Saw. 
memanggilnya dengan sebutanayahnya. MakaUmar ibnul Khattab maju 
ke hadapan Nabi Saw., lalu mencium kaki Nabi Saw. dan berkata, "Wahai 
Rasulullah, kami rela Allah sebagai Tuhan kami, engkau sebagai nabi 
kami, Islam sebagai agama kami, dan Al-Qur'an sebagai imam kami; 
makamaafkanlah kami, semoga Allah pun memaafkanmu." Umar terus- 
menerus melakukan demikian hingga marah Rasulullah Saw. reda. Dan 
pada hari itu juga Rasulullah Saw. bersabda: 

Anak itu adalah milikfirasy (ayah) dan bagi lelaki pezina tiada hak 
(pada anaknya). 

Kemudian Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Al-Fadl ibnu Sahl, telah menceritakan kepada kami Abun Nadr, telah 
menceritakan kepada kami Abu Khaisamah, telah menceritakan kepada 
kami Abul Juwairiyah, dari Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahwa 
pernah ada segolongan kaum yang bertanya kepada Rasulullah Saw. 
dengan memperoiok-olokkannya. Seseorang lelaki bertanya, "Siapakah 
ayahku?" Lelaki lainnya bertanya pula, "Untaku hilang, di manakah 
untaku?" Maka Allah Swt. menurunkan ayat ini berkenaan dengan 
mereka: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan 
(kepada nabi kalian) hal-halyangjika diterangkan kepada kalian 
niscayamenyusahkan kalian. (Al-Maidah: 101), hingga akhir ayat. 

Hadis diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara munfarid. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mansur 
ibnu Wardan Al-Asadi, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdul 
A'la, dari ayahnya, dart Abul Bukhturi (yaitu Sa'id ibnu FairuzX dari Ali 
yang menceritakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yakni firman-Nya: 

Kqmpangsunnqh.org 



Cl-i i oJi.LAO 



Tafsir Ibnu KaSir 105 

Mengerjakan haji adcdah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu 
(bagi) orangyang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. 
(Ali Imran: 97) 

Lalu mereka bertanya, "Wabai Rasulullah, apakah untuk sctiap tahun?" 
Rasulultah Saw. diam, tidak menjawab. Mereka bertanya lagi, "Apakah 
untuk setiap tahun?" Rasulullah Saw. tetap diam. Kemudian mereka 
bertanya lagi, "Apakah untuk setiap tahun?" Rasulullah Saw. baru 
menjawab: 

Tidak, dan seandainya kukatakan ya, niscaya menjadi wqjib; dan 
seandainya diwajibkan (tiap tahunnya), niscaya kalian tidak akan 
mampu 

Lalu Allah Swt menurunkan firman-Nya: 

Hal orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan 
(kepada nabi kalian) hal-halyangjika diterangkan kepada kalian 
niscaya menyusahkan kalian. (Al-Maidah: 101), hingga akhir ayat. 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan Ibnu Majah 
melalui jaiur Mansur ibnu Wardan dengan lafaz yang sama. Imam 
Turmuzi mengatakan, bila ditinjau dari segi ini hadis berpredikat garib. 
Dan Imam Turmuzi pernah mendengar Imam Bukhari mengatakan 
bahwa Abul Bukhturi tidak menjumpai masa Ali r.a. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, 
telah menceritakan kepada kami Abdur Rahim ibnu Suiaiman, dari 
Ibrahim ibnu Muslim Al-Hijri, dari Ibnu Iyad, dari Abu Hurairah yang 
mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: 



Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kalian ibadah haji. 

Kqmpangsunnqh.org 



106 Juz7-AI-Mak)ah 

Lalu seseorang leiaki bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah untuk tiap 
tahun?" Rasulullah Saw. berpaling darinya, hingga leiaki itu mengulangi 
pertanyaannya dua atau tiga kali. Lalu Rasulullah Saw. bertanya, 
"Siapakah tadi yang bertanya?" Lalu dijawab bahwa yang bertanya 
adalah si Fulan. Maka Rasulullah Saw. bersabda: 

Demi Tuhan Yangjiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan- 
Nya, seandainya kukatakan ya, niscaya diwajibkan; dan sekiranya 
diwajibkan atas kalian (tiap tahunnya), maka kalian tidak akan knot 
melakukannya; danjika kalian meninggalkannya, niscaya kalian 
menjadi orang kafir. 

Maka Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan 
(kepada nabi kalian) hal-hal yangjika diterangkan kepada kalian 
niscaya menyusahkan kalian. (Al-Maidah: 101), hingga akhirayat. 

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui jaiur Al-Husain ibnu 
Waqid, dari Muhammad ibnu Ziyad, dari Abu Hurairah; dalam riwayat 
ini disebutkan bahwa leiaki yang bertanya itu adalah Mihsan Al-Asadi. 
Sedangkan menurut riwayat lain yang juga melalui jaiur ini, leiaki itu 
adalah Ukasyah ibnu Mihsan; riwayat yang terakhir ini lebih mendekati 
kebenaran. Tetapi Ibrahim ibnu Muslim Al-Hijri orwgnya. daif. 

Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepadaku Zakaria 
ibnu Yahya ibnu Aban Al-Masri, telah menceritakan kepada kami Abu 
Zaid Abdul Aziz Abul Gamr, telah menceritakan kepada kami Ibnu Muti ' 
Mu'awiyah ibnu Yahya, dari Safwan ibnu Amr; telah menceritakan 
kepadaku Salim ibnu Amir yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar 
Abu Umamah Al-Bahili menceritakan hadis berikut: Bahwa Rasulullah 
Saw. berdiri di hadapan orang banyak, lalu bersabda, 'Telah diwajibkan 
atas kalian melakukan ibadah haji." 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 107 

Lain berdirilah seseorang lelaki Badui dan bertanya, "Apakah untuk 
setiap tahun?" Suara lelaki Badui itu lebih keras daripada suara Rasulullah 
Saw.; cukup lama Rasulullah Saw. diam saja dalatn keadaan marah. 
Kemudian bersabda, "Siapakah orang yang bertanya tadi?" Lelaki Badui 
itu menjawab, "Saya." Rasulullah Saw. bersabda, "Celakalah kamu! 
Apakah yang menjadi kepercayaanmu jika kukatakan ya? Demi Allah, 
seandainya kukatakan ya, niscaya diwajibkan (tiap tahunnya); dan 
seandainya diwajibkan, niscaya kalian kafir (ingkar). Ingatlah, 
sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian ialah 
karena dosa-dosabesar. Demi Allah, seandainya aku halalkan bagi kalian 
semua apa yang ada di bumi dan aku haramkan atas kalian sebagian 
darinya sebesar tempat khuf, niscaya kalian akan terjerumus ke 
dalamnya." Maka pada saat itu Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 



c.i-t > Sji>U>^ --■ 



jft5ft&&$4^3jKij 



Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan 
(kepada nabi kalian) hal-hal yang jika diterangkan kepada kalian 
niscaya mertyusahkan kalian. (Al-Maidah: 101), hinggaakhirayat. 

Tetapi di'dalam sanadnya terkandung kedaifan (kelemahan). Lahiriah 
makna ayat menunjukkan larangan menanyakan beibagai hal yang bila 
dijelaskan jawabannya akan membuat buruk si penanya. Hal yang lebih 
utama menghadapi hal-hal seperti itu ialah berpaling darinya dan 
membiarkannya, yakni jangan menanyakannya. Alangkah batknya hadis 
yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang menyebutkan bahwa telah 
menceritakan kepada kami Hajjaj; iaperaah mendengar Israil ibnu Yunus 
menceritakan dari Al-Walid ibnu Abu Hasyim maula Al-Hamdani, dari 
Zaid ibnu Za-id, dari Abdullah ibnu Mas'ud yang menceritakan bahwa 
Rasulullah Saw. telah bersabda kepada para sahabatnya: 

Jangan ada seseorang menyampaikan sesuatu kepadaku dari 
orang lain, karena sesungguhnya aku suka bila keluar menemui 
kalian, sedangkan aku dalam keadaan berhati lapang. 

Kqmpangsunnqh.org 



Ct-< t eJliUI 



108 Juz7-Al-Maidah 

Imam Abu Daud dan Imam Turmuzi telah meriwayatkannya melalui 
hadis IsraiL Abu Daud mengatakan dari A]-Walid, sedangkan Imam 
Turmuzi mengatakan dari Israil, dari As-Saddi, dari Al-Walid ibnu Abu 
Hasyim dengan lafaz yang sama. Kemudian Imam Turmuzi mengatakan 
bahwa bila ditinjau dari segi ini, hadis betpredikat garib. 
Firman Allah Swt.: 

dan jika kalian menanyakannya di waktu Al-Qur'an itu sedang 
diturunkan, niscaya akan diterangkan kepada kalian. (Al-Mmdah: 
101) 

Yakni jika kalian menanyakan hal-hal tersebut yang kalian dilarang 
menanyakannya di saat wahyu diturunkan kepada Rasululiah Saw., 
niscaya akan dijelaskan kepada kalian. Dan hal itu sangat mudah bagi 
Allah. 

Kemudian Allah Swt. berfirman: 

Allah memaqfkan (kalian) tentang hal-hal itu. (Al-Maidah: 101) 
Yakni hal-hal yang kalian lakukan sebelum itu. 

Allah Afaha Pengampun lagi Maha Penyantun. (Al-Maidah: 101) 
Menurut pendapat lain, firman Allah Swt.: 

dan jika kalian menanyakannya di waktu Al-Qur 'an sedang 
diturunkan, niscaya akan diterangkan kepada kalian. (Al-Maidah: 
101) 

Maknanya ialah "Janganlah kalian menanyakan hal-hal yang kalian 
sengaja memulai mengajukannya, karena barangkali akan diturunkan 

Kqmpungsannqh.org 



Tafair Ibnu Kasir 109 

wahyu disebabkan pertanyaan kalian itu yang di dalamnya terkandung 
peraturan yang memberatkan dan menyempitkan kalian". Di dalam 
sebuah hadis telah disebutkan: 



i 



Orang muslint yang paling besar dosanya ialah seseorang yang 
menanyakan sesuatu yang tidak diharamkan, lalu menjadi 
diharamkan karena pertanyaannya itu. 

Tetapi jika diturunkan wahyu Al-Qur'an mengenainya secara global, 
lalu kalian menanyakan penjelasannya, niscaya saat itu akan dijelaskan 
kepada kalian karena kalian sangat memerlukannya. 

en . touo * L^sililvip 

Allah memaqfkan (kalian) tentang hal-hal ift/.(Al-Maidah: 101) 

Yakni hal-hal yang tidak disebutkan Allah di dalam kitab-Nya, maka 
hal tersebut termasuk yang dimaafkan. Karena itu, diamlah kalian 
sebagaimana Nabi Saw. diam terhadapnya. Di dalam hadis sahih 
disebutkan dari Rasulullah Saw., bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Biarfumlahakudengan apayangkutmggalkan untuk kalian, karena 
sesimggithnya orang-orang sebelum kalian telah bmasa hanyalah 
karena mereka banyak bertanya dan sering bolak-balik kepada nabi- 
nabi mereka (yakni banyak merujuk). 

Di dalam hadis sahih yang lain disebutkan pula: 

Kqmpangsunnqh.org 



110 Juz7-AI-Maidah 



Sesungguhnya Allah Swt. telah menetapkan hal-hal yangfardu, 
maka janganlah kalian menyia-nyiakannya; dan Dia telah 
menetapkan batasan-batasan, maka janganlah kalian 
melampauinya; dan Dia telah mengharamkan banyak hal, maka 
janganlah kalian melanggarnya, Dan Dia telah mendiamkan (tidak 
menjeiaskan) banyak hal karena kasihan kepada kalian bukan 
karena lupa, maka janganlah kalian menanyakannya 

Kemudian Allah Swt. berfirman: 

Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kalian 
menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada nabi mereka), 
kemudian mereka tidak percaya kepadanya. (AI-Maidah: 102) 

Yakni masalah-masalah yang dilarang itu pernah ditanyakan oleh 
segolongan kaum dari kalangan orang-orang sebelum kalian, lalu 
pertanyaan mereka dijawab, tetapi mereka tidak mempercayainya; karena 
itu mereka menjadi kafir, yakni ingkar kepadanya. Dengan kata lain, 
dijelaskan kepada mereka apa yang mereka pertanyakan, tetapi pada 
akhirnya mereka tidak mengambil manfaat dari jawaban itu, karena 
pertanyaan yang mereka ajukan bukan untuk meminta pefunjuk, 
melainkan pertanyaan yang mengandung ejekan dan keingkaran mereka. 
Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna ayat ini, bahwa Rasulullah Saw. menyerukan kepada orang-orang 
pengumuman berikut. Untuk itu beliau bersabda: 

Hai kaum, telah dvwajibkan atas kalian ibadah haji. 

Lalu ada seseorang lelaki dari kalangan Bani Asad berkata, "Wahai 
Rasulullah, apakah untuk setiap tahun?" Mendengar pertanyaan itu 
Rasulullah Saw. sangat marah, lalu beliau bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 111 

Demi Tuhan Yangjiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan- 
Nya, seandainya kukatakan ya. niscaya diwajibkan; dear seandainya 
diwajibkan, niscaya kalian tidak akan mampu, dan kalau demikian 
kalian menjadi kafir. Maka biarkanlah aku dengan apa yang aku 
tinggalkan untuk kalian; apabila aku memerintahkan kalian untuk 
melakukan sesuatu, maka kerjakanlak Dan apabila aku larang 
kalian dari sesuatu, maka berhentilah kalian dari (melakukanjwya. 

Lalu turunlah ayat ini. 

Allah melarang mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan semisal 
dengan apa yang pernah diminta oleh orang-orang Nasrani (kepada nabi 
mereka), yaitu mengenai Maidah (hidangan dari langit); kemudian pada 
akhirnya mereka ingkar kepadanya (yakni tidak mensyukurinya). Maka 
Allah melarang hal tersebut dan berfirman. "Janganlah kalian me- 
nanyakan (kepada nabi kalian) hal-hal yang jika diturunkan wahyu 
Al-Qur*an mengenainya akhirnya memberatkan kalian dan kalian akan 
menjadi susah karenanya. Tetapi sebaiknya kalian sabar menunggu, 
karena apabila diturunkan lagi wahyu Al-Qur'an, niscaya akan dijelaskan 
kepada kalian semua hal yang masih dipertanyakan kalian itu." 
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. 

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas 
sehubungan dengan firman-Nya: 



ci.i i aitiUua 



Hoi orang-orang yang beriman, Janganlah kalian menanyakan 
(kepada nabi kalian) hal-hal yang jika diterangkan kepada kalian 
niscaya menyusahkan kalian; dan jika kalian menanyakannya di 

Kqmpangsunnqh.org 



112 Juz7-AWIa»dah 

waktuAl-Qur 'an itu seeking diturunkan, niscaya akan diterangkan 
kepada kalian. (Al-Maidah: 101) 

Ibnu Abbas mengatakan bahwa ketika ayat mengenai ibadah haji 
diturunkan, Nabi Saw. mempermaklumatkan kepada orang-orang melalui 
sabdanya: 

Hai mamisia, sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada 
kalian melakukan ibadah haji. Maka berhajilah kalian! 

Lalu mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah hanya sekali ataukah 
setiap tahun?" Rasulullah Saw. menjawab melalui sabdanya: 

Tidak, tetapi hanya sekali. Seandainya kukatakan setiap tahun, 
niscaya diwajibkan; dan seandainya diwajibkan niscaya kalian 
mengingkarinya 

Kemudian Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan 
(kepada nabi kalian) banyakhal. (Al-Maidah: 101) 

sampai dengan firman-Nya: 

Kemudian mereka tidak percaya kepadanya. (Al-Maldah: 102) 

Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. 

Khasif telah meriwayatkan dari Mujahid dan Ibnu Abbas mengenai 
firman Allah Swt. yang mengatakan: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibfiu Kafeir H3 

Janganlah kalian menanyakan (kepada nabi kalian) banyak hal. 
(Al-Maidah: 101) 

Bahwa yang dimaksud ialah mengenai bahTrah, wastlah, saibah, dan 
ham. Ibnu Abbas mengatakan, "Tidakkah kamu melihat bahwa 
sesudahnya Allah berfirman: 



c t-v i 2aZi\$z> 



jffiah sekali-kali tidakpernah mensyariatkan adanya bahTrah '(Al- 
Maidah: 103)." 

dan tidak disebutkan hal-hal lainnya. 

Menurut Ikrimah, sesungguhnya mereka pada mulanya menanyakan 
tentang berbagai ayat, lalu mereka dilarang mengajukannya, dan 
disebutkan oleh firman-Nya: 

Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kalian 
menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada nabi mereka), 
kemudian mereka -tidak percaya kepadanya (Al-Maidah: 102) 

Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. Yang dimaksud dengan "ayat- 
ayat" oleh Ikrimah ialah mukjizat-mukjizat, seperti yang dilakukan oleh 
orang-orang Quraisy yang meminta" kepada Nabi Saw. agar beliau 
mengalirkan sungai-sungai buat mereka dan menjadikan Bukit Safa 
sebagai emas (mengubahnya menjadi emas) buat mereka, dan permintaan 
lainnya. Seperti yang pemah diminta oleh orang-orang Yahudi agar 
diturunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit, padahal Allah Swt. 
telah berfirman: 

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalang-halangi Kami untuk 
mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), 

Kqmpungsannqh.org 



114 Juz7-AlMaidah 

melainkan karena tanda-ianda itu telah didustakan oleh orang- 
orang dahidu. Dan telah Kami berikan kepada Samud unta betina 
itu (sebagai mukjizafyyangdapat dilihat, tetapi tnereka menganiaya 
unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan 
untukmenakuti. (Al-Isra: 59) 

Mereka bersumpah dengan noma Allah dengan segala kesungguhan, 
bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mukjizat, 
pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah, "Sesungguhnya 
mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah. " Dan apakahyang 
memberitahukan kepadamu bahwa apahila mukjizat datangmereka 
tidak akan beriman. Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan 
penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman 
kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya, dan Kami biarkan 
mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat. Kalau 
sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang- 
orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami 
kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya 
mereka tidakQuga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki; 
tetapi kehanyakan mereka tidak mengetahui. (Al-An'am: 109-1 1 1) 

Al-Maidah, ayat 103-104 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 115 

^//a/i sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahTrah, 
saibah, wasilah, dan ham. Akan tetapi, orang-orang kafir membuat- 
buca kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak 
mengerti. Apabila dikatakcm kepada mereka, "Marilah mengikuti 
apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul, " mereka 
menjawab, "Cukuplah imtuk kami apa yang kami dapati bapak- 
bapak kami mengerjakannya. " Dan apakah mereka akan mengikuti 
juga nenek moyang mereka, walaupun nenek moyang mereka itu 
tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk? 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakatt kepada kami Musa ibnu 
Ismail, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Sa'd, dari Saieh 
ibnu Kaisan, dari Ibnu Syihab, dari Sa'id ibnul Musayyab yang mengata- 
kan bahwa al-baiarah ialah unta betina yang air susunya tidak boleh 
diperah oleh seorang pun karena dikhususkan hanya untuk berhala 
mereka saja. Saibah ialah ternak unta yang dibiarkan bebas demi berhala- 
berhala mereka, dan tidak boleh ada seorang pun yang mempekerjakan- 
nya serta memuatinya dengan sesuatu pun. 

Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Aku melihat Amr ibnu Amir Al-Khuza 'i menyeret isi perutnya di 
nerakd. dia adalah orangyang mula-mula mengadakan peraturan 
hewan saibah. 

Al-wasUah ialah unta betina yang dilahirkan oleh induknya sebagai anak 
pertama, kemudian anak keduanya betina pula. Mereka menjadikannya 
sebagai unta saibah, dibiarkan bebas untuk berhala-berhala mereka, jika 
antara anak yang pertama dan yang kedua tidak diselingi dengan jenis 
jantan. 

Kqmpangsunnqh.org 



116 Juz7-AI-Maidah 

Sedangkan ham ialah unta pejantan yang berhasil menghamili 
beberapa ekor unta betina dalam jumlah yang tertentu. Apabila telah 
mencapai bilangan yang ditargetkan, maka mereka membiarkannya 
hidup bebas dan membebaskannya dari semua pekerjaan, tidak lagi 
dibebani sesuatu pun, dan mereka menamakannya unta hami. 

Begitu pula menurut riwayat Imam Muslim dan Imam Nasai melalui 
hadis Ibrahim ibnu Sa'd dengan lafaz yang sama. 

Imam Bukhari mengatakan, Abul Yaman pernah mengatakan 
kepadanya bahwa telah menceritakan kepada kami Syu'aib, dari Az- 
Zuhri yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Sa'id menceritakan 
hal tersebut. Sa'id mengatakan, Abu Hurairah telah meriwayatkan dari 
Nabi Saw. hal yang semisal. Ibnul Had telah meriwayatkannya dari ibnu 
Syihab, dari Sa'id, dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Saw. Imam Hakim 
mengatakan, Imam Bukhari bermaksud bahwa Yazid ibnu Abdullah ibnul 
Had meriwayatkannya dari Abdul Wahhab ibnu Bukht, dari Az-Zuhri. 
Demikianlah menurut apa yang diceritakan oleh guru kami — Abul 
Hajjaj Al-Mazi — di dalam kitab Al-Atrqf-nya. Abul Hajjaj diam, tidak 
memberikan komentarnya. 

Sehubungan dengan apa yang dikatakan oleh Imam Hakim, ada hal 
yang masih perlu dipertimbangkan, karena sesungguhnya Imam Ahmad 
dan Abu Ja'far ibnu Jarir meriwayatkannya melalui hadis Lais ibnu Sa'id, 
dari Ibnul Had, dari Az-Zuhri sendiri. 

Kemudian Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada 
kami Muhammad ibnu Abu Ya'qub Abu Abdullah Al-Kirmani, telah 
menceritakan kepada kami Hassan ibnu Ibrahim, telah menceritakan 
kepada kami Yunus, dari Az-Zuhri, dari Urwah, bahwa Siti Aisyah r.a. 
pernah mengatakan Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Aku telah melihat nerakaJahanam, sebagian darinya menghantam 
sebagian yang lain; dan aku melihat Amr menyeret isiperutnya, 
dia adalah orangyang mula-mula mengadakan hewan saibah 

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara munfarid. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 117 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hannad, 
telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Bukair, telah menceritakan 
kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepadaku 
Muhammad ibnu Ibrahim ibnu] Haris, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah 
yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda 
kepada Aksam ibnul Jun: 

Hai Aksam, aku melihatAmr ibnu Luhay ibnu Qum 'ah ibnu Khandqf 
menyeret isi perutnya di neraka. Dan aku tidak pernah melihat 
seorang lelaki yang lebih serupa dengannya selain kamu; dia 
pun mirip sekali dengan kamu. 

Aksam berkata, "Apakah engkau khawatir aku tertimpa mudarat karena 
serupa dengan dia. wahai Rasulullah?" Rasulullah Saw. menjawab: 

Tidak, karena sesungguhnya engkau adalah orang mukmin, 
sedangkan dia adalah orang kqfir. Sesungguhnya dia adalah orang 
yang mula-mula mengubah agama Nabi Ibrahim, dan mengadakan 
hewan bahlrah, hewan saibah, dan hewan ham. 

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Hannad, dari Abdah, dari 
Muhammad ibnu Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Nabi 
Saw. dengan lafaz yang serupa atau semisal dengannya. Tetapi kedua 
jalur ini tidak ada di dalam kitab-kitab hadis. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr 
ibnu Majma', telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Hijri, dari 
Abul Ahwas, dari Abdullah ibnu Mas'ud, dari Nabi Saw. yang telah 
bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



118 Juz7-AI-MakJah 

Sesungguhnya orangyang mula-mula membiarkan hewan saibah 
dan menyembah berhala ialahAbu Khuza 'ah, yaituAmr ibnuAmir; 
dan sesungguhnya aku melihatnya sedang menyeret isiperutnya di 
dalam neraka. 

Hadis diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara munfarid dari segi ini. 

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Ma'mar, dari Zaid ibnu Aslam yang menceritakan bahwa Rasulullah 
Saw. telah bersabda: 

Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui orangyang mula-mula 
membiarkan hewan saibah dan orang yang mula-mula mengubah 
agama Nabi Ibrahim as. 

Mereka bertanya, "Siapakah dia, wahai Rasulullah?" Rasulullah Saw. 
menjawab: 

Amr ibnu Luhay, saudara Bani Ka'b. Sesungguhnya aku melihat 
dia sedang menyeret isi perutnya di neraka, baunya menyakitkan 
semua penghuni neraka. Dan sesungguhnya aku benar-benar 
mengetahui orangyang mula-mula membiarkan hewan bahTrah. 

Mereka bertanya, "Siapakah dia, wahai Rasulullah?" Rasulullah Saw. 
bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 119 



. ctftGaj «j*ifo' fck'yVfc^ 



Seorang leiaki dari kalangan Bani Mudlaj, diet mempunyai dua ekor 
unlet, lalu ia membelah telinga kedua untanya dan mengharatnkan 
air susunya, kemudian ia meminum air susunya sesudah itu Dan 
sesungguhnya aku melihai dia di da/am neraka, sedangkan kedua 
untanya itu menggigiti dia dengan mulutnya dan menginjak-injak 
dia dengan teracaknya. 

Amr yang disebutkan dalam hadis ini ialah Ibnu Luhay ibnu Qum'ah, 
salah seorang pemimpin Kbuza'ah yang mengurus Baitullah sesudah 
dosa yang mereka perbuat itu. Dia adalah orang yang mula-mula 
mengubah agamaNabi Ibrahim Al-Khalil, lalu ia memasukkan berhala- 
berhala ke tanah Hijaz dan menyerukan kepada para penggembala ternak 
untuk menyembah berhala-berhala itu serta mendekatkan diri kepadanya. 
Dia pulalah yang mensyariatkan peraturan-peraturan Jahiliah dalam 
masalah ternak dan lain-lainnya, seperti apa yang disebutkan oleh Allah 
di dalam surat Al-An'am melalui firman-Nya: 

Dan mereka memperuntukhm bagi Allah satu bagian dari tanaman 
dan ternak yang telah diciptakan Allah. (Al-An'am: 136), hingga 
beberapa ayat berikurnya. 

Adapun mengenai al-bahTrah, Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan 
dari Ibnu Abbas r.a., bahwa bahlrah ialah unta betina yang telah berhasil 
melahirkan lima ekor anaknya, lalu mereka melihat anak yang kelima 
itu; jika jantan, maka mereka menyembelihnya dan memakannya, tetapi 
Hanya kaum laki-laki yang boleh memakannya, sedangkan kaum wanita 
tidak boleh. Dan apabila anak yang kelima itu betina, maka mereka 
membelah telinganya, lalu mereka katakan, "Ini adalah hewan bahlrah?' 

As-Saddi dan lain-lainnya telah menceritakan hal yang mendekati 
riwayat Ibnu Abbas. 

Adapun saibah, menurut Mujahid ialah ternak kambing yang 
pengertiannya sama dengan hewan bahlrah pada ternak unta tadi. Hanya 
saja yang dimaksud dengan saibah ialah seekor kambing betina yang 
berhasil melahirkan enam ekor anaknya yang semuanya betina. 

Kqmpangsunnqh.org 



120 Juz7-AI-ManJah 

Kemudian apabila anak yang ketujuhnya lahir dan ternyatajantan, baik 
tunggal ataupun kembar. maka mereka menyembelihnya, lalu dimakan 
oleh kaum laki-laki, sedangkan kaum wanitatidak boleh memakannya. 

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa saibah ialah imta betina 
yang berhasil melahirkan sepuluh ekor anak yang semuanya betina, tanpa 
ada jenis jantannya. Maka ia dibiarkan hidup bebas dan tidak boleh 
dinaiki, bulunya tidak boleh dipotong, dan air susunya tidak boleh diperah 
kecuali untuk menjamu tamu. 

Abu Rauq mengatakan, saibah terjadi apabila seorang lelaki 
mengadakan suatu perjalanan dan keperluannya dtkabulkan, maka ia 
menjadikan dari harta benda miliknya yang berupa ternak unta seekor 
unta betina atau ternak lainnya sebagai hewan saibah. Hewan itu 
dijadikannya untuk berhala, dan anak yang lahir darinya dipersembahkan 
untuk berhala pula. 

As-Saddi mengatakan, seorang lelaki dari kalangan mereka 
(orang-orang Jahiliah) apabila keperluannya terkabul atau disembuhkan 
dari sakitnya atau hartanya bertambah banyak, maka ia menjadikan 
seekor ternak miliknya sebagai hewan saibah untuk berhala sesembahan- 
nya. Dan barang siapa yang berani mengganggunya akan dikenakan 
hukuman dunia. 

Adapun wasilah, menurut Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas, 
ialah seekor kambing betina yang telah melahirkan tujuh ekor anak 
kambing. Mereka melihat kepada anak kambing yang ketujuh; jika 
anaknya itu jenis jantan dan dalam keadaan mati, boleh diberikan kepada 
kaum laki-laki dan wanita. Tetapi jika anaknya yang ketujuh ituadalah 
betina, maka mereka menibiarkannya hidup. Jika anaknya kembar, terdiri 
atas jenis jantan dan betina, maka mereka membiarkan keduanya hidup; 
dan mereka mengatakan bahwa yang jantan diselamatkan oleh yang 
betina, karena itu diharamkan bagi mereka. Demikianlah menurut riwayat 
Ibnu Abu Hatim. 

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Ma'mar, dari Az-Zuhri, dari Sa'id ibnul Musayyab sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

dan (tidak pula mensyariatkan) wasilah. (Al-Maidah: 103) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 121 

Sa'id ibnul Musayyab mengatakan bahwa al-wasUah ialah unta betina 
yang anak pertamanya jenis betina, kemudian anak keduanya betina lagi; 
maka anak yang kedua ini dinamakan wasUah. Menurut mereka, anak 
kedua ini berhubungan langsung dengan anak pertama yang kedua- 
duanya betina, tanpa diselingi jenis jantan. Maka mereka membelah 
telinga anak yang kedua ini untuk berhala mereka. Demikianlah menurut 
apa yang diriwayatkan dari Imam Malik ibnu Anas rahimahullah. 

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, kambing wasilah ialah apabila 
seekor kambing betina melahirkan sepuluh anak yang semuanya jenis 
betina dalam lima kali kelahiran karena setiap kelahiran kembar, pada 
tiap-tiap kelahiran dijadikan wasilah dan dibiarkan hidup bebas. Bila ia 
telah besar dan beranak, baik anaknyajen is jantan ataupun betina, maka 
diberikan kepada kaum lelaki saja, sedangkan kaum wanita tidak boleh. 
Tetapi jika anak yang dilahirkannya mati, maka kaum wanita dan kaum 
lelaki boleh memperolehnya. 

Mengenai hewan Ham, menurut Al-Aufi — dari Ibnu Abbas — 
apabila seorang lelaki memacekkan hewan pejantannya sebanyak sepuluh 
kali, maka pejantan itu dinamakan ham, dan mereka membiarkannya 
hidup bebas tanpa diganggu. Hal yang sama telah dikatakan oleh Abu 
Rauq dan Qatadah. 

Aii ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa 
Ham ialah unta pejantan. Apabila anak dari unta pejantan itu mempunyai 
anak lagi, mereka mengatakan bahwa cucunya itu telah memelihara 
punggungnya, dan mereka tidak berani membebaninya dengan muatan 
apa pun pada punggungnya, tidak berani memotong bulunya, dan tidak 
melarangnya mendatangi tempat penggembalaan yang terlarang dan 
tempat minumnya, sekalipun tempat minumnya itu bukan milik tuannya. 

Ibnu Wahb mengatakan, ia pernah mendengar Malik mengatakan 
bahwa ham ialah unta pejantan yang telah berhasil menghamili unta- 
unta betina dalam bilangan tertentu. Apabila telah berhasil menghamili 
sejumlah unta betina yang telah ditargetkan hitungannya, maka mereka 
menandainya dengan bulu merak, lalu mereka membiarkannya hidup 
bebas. 

Menurut pendapat lain sehubungan dengan tafsir ayat ini disebutkan 
hal yang berbeda. 

Kqmpangsunnqh.org 



122 Juz7-AI-Maidah 

Sehubungan dengan hal ini telah disebutkan di dalam sebuah hadis 
yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim melalui jalur Abu Ishaq As- 
Subai'i, dari Abul Ahwas AMusyami, dari ayahnya — Malik ibnu 
Nadlah — yang menceritakan bahwa iapernah datang kepadaNabi Saw. 
dengan memakai dua lapis pakaian yang telah lama. Lalu Nabi Saw. 
bertanya kepadanya, "Apakah kamu mempunyai harta?" la menjawab, 
"Ya." 

Nabi Saw. bertanya lagi, "Berupa apakah hartamu itu?" la 
menjawab, "Berupa segala macam harta, ada ternak unta dan ternak 
kambing, kuda serta budak." Nabi Saw. bersabda, "Apabila Allah 
memberimu harta, lalu harta itu bertambah banyak di tanganmu." 
Kemudian Nabi Saw. bertanya, "Apakah keturunan dari ternak untamu 
itu bertelinga lengkap?" la menjawab, "Tentu saja, dan memang hanya 
itulah yang dilahirkan oleh ternak untaku." Nabi Saw. bersabda, 
"Barangkali kamu mengambil pisau, lalu kamu belah telinga sebagian 
darinyajalu kamu katakan ini bahlrah, kemudian kamu belah lagi telinga 
sebagian yang lainnya, lalu kamu katakan ini haram." la menjawab, "Ya." 
"Uafex Saw . bersabda:- 



■3^*3^'ii6^ajilfci5 



Jangan kamu lakukan itu, sesungguhnya semuayang diberikan oleh 
Allah kepadamM adalah halal. 

Kemudian Nabi Saw. membacakan firman-Nya: 

Allah sekali-kali tidak pernah mensyariatkan adanya bahlrah, 
saibah, wasllah, dan ham. (Al-Maidah: 103) 

Adapun al-bahTrah ialah unta betina yang mereka belah telinganya, 
kemudian istri mereka, anak-anak perempuan mereka, dan keluarga 
mereka tidak boleh mencukur bulunya dan tidak boleh memerah susunya. 
Tetapi apabila hewan bahlrah ini mati, mereka boleh memanfaatkannya 
bersama-sama. 

Saibah ialah hewan yang mereka biarkan hidup bebas demi berhala- 
berhala mereka. Mereka berangkat menuju tempat berhala-berhala 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 23 

mereka dengan membawa ternak saibah, lalu mereka membiarkannya 
hidup bebas. 

WasUah ialah kambing betina yang telah berhasil melahirkan enam 
ekor anak kambing, dan apabila ia melahirkan lagi anak kambing yang 
ketujuh, mereka membelah telinganya dan memotong tanduknya, lalu 
mereka katakan bahwa kambing ini telah berjasa. Maka mereka tidak 
menyembelihnya, tidak memukulnya, dan tidak berani mencegahnya 
pergi ke tempat minum mana pun. Demikianlah penafsiran dari kata- 
kata tersebut disisipkan ke dalam hadis. 

Dan telah diriwayatkan melalui jalur lain dari Abu Ishaq, dari Abul 
Ahwas Auf ibnu Malik, bahwa keterangan tersebut termasuk kata-kata 
Auf ibnu Malik. Pendapat inilah yang mirip kepada kebenaran. Hadis 
mengenai hal ini telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Sufyan 
ibnu Uyaynah, dari Abuz Za'ra Amr ibnu Amr, dari pamannya Abul 
Ahwas (yaitu Auf ibnu Malik ibnu Nadlah), dari ayahnya dengan lafaz 
yang sama, tetapi di dalam riwayat ini tidak disebutkan penjelasan (tafsir) 
dari kata-kata tersebut. 

Firman Allah Swt.: 



ci-V t S.jjjU» 



Akan tetapi, orang-orang kaflr membuat-buat kedustaan terhadap 
Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti. (Al-Maidah: 103) 

Yakni Allah Swt. sama sekali tidak pernah mensyariatkan hal ini, dan 
hal ini bukan merupakan amal taqarrub untuk mendekatkan diri kepada- 
Nya,melainkan orang-orang musyrik sendirilah yang membuat-buat 
peraturan tersebut, lalu mereka menjadikannya sebagai syariat buat 
mereka dan sebagai amal taqarrub mereka untuk mendekatkan diri 
kepada-Nya. 

Apa yang mereka buat-buat itu tidak membawa hasil yang 
bermanfaat bagi diri mereka. Yang mereka petik hanyalah bencana bagi 
mereka sendiri. 

Kqmpangsunnqh.org 



C-l-t I 3j£iLJl^ 



124 



Juz 7 - AJ-MakJah 



Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah mengikuti apayang 
diturunkan Allah dan mengikuti Rasul, " mereka menjawab, 
"Cukuplah imtnk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami 
mengerjakannya. " (Al-Maidah: 104) 

Yakni apabila mereka diseru untuk mengikuti agama Allah, syariat-Nya, 
dan hal-hal yang diwajibkan-Nya serta meninggalkan hal-hal yang 
diharamkan-Nya, maka mereka menjawab, "Cukuplah bagi kami apa 
yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya," yakni peraturan- 
peraturan dan tradisi yang biasa dilakukan oleh nenek moyang mereka. 
Allah Swt. berfirman: 



■1t6SS&!8l&& 






Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka 
walatipim nenek moyang mereka itu tidakmengetahui apa-apa. (Al- 
Maidah: 104) 

Yakni tidak mengerti perkarayang hak, tidak mengetahuinya, tidak pula 
mendapat petunjuk mengenainya. Maka bagaimanakah mereka akan 
mengikuti nenek moyang mereka, sedangkan keadaan nenek moyang 
mereka demikian? Mereka hanyalah mengikuti orang-orang yang lebih 
bodoh daripada mereka dan lebih sesat jalannya. 



Al-Maidah, ayat 105 



.&®&ii&&\&r 



Hat orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian, tiadalah 
orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepada kalian apabila 
kalian telah mendapat petunjuk Hanya kepada Allah kalian kembali 
semuanya, maka Dia akan menerangkan kepada kalian apa yang 
telah kalian herjakan. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kafcir 125 

Allah berfirman, memerintahkan hamba-hamba-Nyayang mukmin agar 
mereka memperbaiki diri dan mengerjakan kebaikan dengan segala 
kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki. Allah memerintahkan 
agar mereka berbuat demikian seraya memberitahukan kepada mereka 
bahwa 'barang siapa yang memperbaiki urusannya, maka tidak dapat 
membahayakannya kerusakan yang menimpa diri orang lain, baik dia 
sebagai kerabatnya ataupun orang yang jauh darinya'. 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
tafsir ayat ini, bahwa Allah berfirman, "Apabila seseorang hamba taat 
kepada-Ku dalam apa yang Kuperintahkan kepadanya — yaitu perkara 
halal — dan apa yang Aku larang dia darinya — yaitu perkara haram — , 
maka tidak akan membahayakannya kesesatan yang dialami oleh orang 
Iain sesudahnya, bilamana ia terus-menerus mengerjakan semua hal 
yang Aku perintahkan kepadanya." Hal yang sama telah dikatakan oleh 
Al-Walibi, dari Ibnu Abbas. Demikian pula yang dikatakan oleh Muqatil 
ibnu Hayyan. 

Firman Allah Swt.: 

Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian. (Al-Maidah: 
105) 

Lafaz anfusakum dinasabkan karena mengandung makna igra, yakni 
anjuran. 

Tiadalah orang yang sesat itu akan memberikan mudarat kepada 
kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk Hanya kepada 
Allah kalian /cembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepada 
kalian apa yang telah kalian kerjakan. (Al-Maidah: 105) 

Yakni Allah akan membalas setiap orang yang beramal sesuai dengan 
amal perbuatannya. Jika amal perbuatannya baik, maka balasannya baik; 
dan jika amal perbuatannya buruk, balasannya buruk pula. 

Kqmpangsunnqh.org 



126 Juz7-AI-Maidah 

Ayat ini sama sekali tidak mengandung pengertian yang membolehkan 
meninggalkan amarma'rufdan nahi munkar. Dengan kata lain, amor 
ma'ruf dan nahi munkar tetap dilaksanakan jika pelaksanaannya 
memungkinkan. 

Imam Ahmad rahimahuliah mengatakan, telah menceritakan kepada 
kami Hasyim ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Zuhair (yakni 
Ibnu Mu'awiyah), telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abu 
Khalid, telah menceritakan kepada kami Qais, bahwa Khalifah Abu Bakar 
berkhotbah; ia memulainya dengan memanjatkan puja dan puji serta 
syukur kepada Allah, kemudian menyerukan kepada orang-orang, "Hai 
manusia, sesungguhnya kalian membaca ayat ini," yaitu firman-Nya: 



ci-o Lajiiuo ■ j^tJI 



Hai orang-orang yang beriman, jagaiah diri kalian; tiadalah 
orangyangsesat ituakan memberi mudarat kepada kalian apabila 
kalian telah mendapat petunjuk. (Al-Maidah: 105) 

Tetapi kalian menempatkan pengertiannya bukan pada tempat yang 
sebenarnya. Dan sesungguhnya aku (Abu Bakar r.a.) pernah mendengar 
Rasulullah Saw. bersabda: 

Sesungguhnya manusia itu apabila melihat perkara munkar, lalu 
mereka tidak mencegahnya, maka dalam waktu yang dekat Allah 
Swt. akan menurunkan siksa-Nya kepada mereka semua. 

Qais mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Bakar r.a. berkata, 
"Hai manusia, hindarilah oleh kalian perbuatan dusta, karena sesungguhnya 
dusta itu bertentangan dengan iman." 

Asar ini telah diriwayatkan oleh Ashabus Sunan yang empat dan 
Ibnu Hibban di dalam kitab Sahih-nya serta lain-lainnya melalui berbagai 
jalur yang cukup banyak dari sejumlah perawi yang banyak melalui 
Ismail ibnu Abu Khalid dengan lafaz yang sama secara muttasil Iagi 
marfW. Di antara mereka ada yang meriwayatkannya dari Ismail ibnu 
Abu Khalid secara mauqufhanya sampai pada Abu Bakar r.a. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 27 

Tetapi Imam Daruqutni dan lain-lainnya men-tarjih predikat marju'- 
nya, dan kami telah menyebutkan semua jalurnya. Pembahasan 
mengenainya cukup panjang lebar disebutkan di dalam musnad Abu 
Bakar As-Siddiq. 

Abu Isa At-Turmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Sa'id ibnu Ya'qub At-Taliqani, telah menceritakan kepada kami 
Abdullah ibnul Mubarak, telah menceritakan kepada kami Atabah ibnu 
Abu Hakim, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Jariyah Al- 
Lakhami, dari Abu Umayyah Asy-Sya'bani yang mengatakan bahwa ia 
pernah datang kepada Abu Sa'labah Al-Khusyani, lalu bertanya 
kepadanya, "Bagaimanakah sikapmu terhadap ayat ini (Al-Maidah: 
1 OS)?" Abu Sa'labah bertanya, "Ayat apakah yang kamu maksudkan?" 
la menjawab, "Yang kumaksud adalah firman Allah Swt.: 

'Hai orang-oremg yang beriman, jagalah diri kalian; tiadalah 
orangyang sesat itu akan memberi mudarat kepada kalian apabila 
kalian telah mendapat petunjuk' (Al-Maidah: 105)." 

Abu Sa'labah menjawab, "Demi Allah, sesungguhnya kamu menanya- 
kannya kepada orang yang mengetahuinya. Aku pernah menanyakannya 
kepada Rasulullah Saw., maka beliau Saw. bersabda: 

'Tidak, tetapi tetaplah ber-amar ma 'rufdan bernahi mimkar hmgga 
kamu melihat si/at kikir ditaati, hawa nafsu diikuti, duniawi 
dipentingkan (diprioritaskan), dan setiap orang merasa kagum 

Kqmpangsunnqh.org 



128 Juz7-AI-Maidah 

dengan pendapatnya sendiri, maka (saat itulah) kamu harus 
memperhatikan dirimu sendiri dan tjnggalkanlah orang-orang 
awam. Karena sesungguhnya di balik itu kalian akan mengalami 
berbagai macam cobaati, yaitu di hari-hari di mana oremg yang 
bersikap sabar dalant menjalani masa itu soma dengan seseorang 
yang menggenggam bara api. Orangyang beramal (kebaikan) di 
masa itu beroleh pahaia semisal dengan pahala lima puluh orang 
lelaki yang beramal seperti amal kalian *. " 

Abdullah ibnul Mubarak mengatakan bahwa yang lainnya selain Atabah 
menambahkan seperti berikut: Bahwa ketika ditanyakan, "Wahai 
Rasulullah, apakah pahala lima puluh orang lelaki itu dari kalangan kami 
ataukah dari kalangan mereka?" Rasulullah Saw. menjawab: 

Tidak, bahkan pahala lima puluh orang dari kalian. 

Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib 
sahih. 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Abu Daud melalui 
jalur Ibnul Mubarak. Dan Ibnu Majah, Ibnu Jarir serta Ibnu Abu Hatim 
telah meriwayatkannya dari Atabah ibnu Abu Hakim. 

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepadakamiMa'mar, 
dari Al-Hasan, bahwa Ibnu Mas'ud r.a. pemah ditanya oleh seorang lelaki 
mengenai makna firman-Nya: 

Jagalah diri kalian, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi 
mudarat kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk. 
(Al-Maidah:105) 

Maka Ibnu Mas'ud menjawab, "Sesungguhnya sekarang bukan masanya, 
sesungguhnya kalau sekarang masih dapat diterima, tetapi kelak dalam 
waktu yang dekat akan datang masanya, yaitu di saat kalian melakukan 
amar ma 'ruf, lalu kalian dikerjai dengan cara anu dan anu. Atau amar 
ma 'ruf kalian tidak diterima,maka saat itulah kalian harus menjaga diri 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 29 

kalian sendiri, dan tidak akan membahayakan kalian orang yang telah 
sesat." 

Abu Ja'far Ar-Razi telah meriwayatkan dari Ar-Rabi', dari Abul 
Aliyah, dart Ibnu Mas'ud sehubungan dengan firman-Nya: 

Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian, tiadalah 
orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepada kalian. (Al- 
Maidah: 105). hinggaakhirayat 

Abul Aliyah mengatakan bahwa saat itu mereka sedang duduk di hadapan 
Abdullah ibnu Mas'ud, kemudian terjadilah suatu pertengkaran di antara 
dua orang lelaki yang hadir, hingga masing-masing dart kedua belah 
pihak bangkit mendamprat iawannya. Maka seorang lelaki dari ka- 
langan orang-orang yang duduk didekat Ibnu Mas'ud berkata, "Apakah 
akuharus bangkit untukme\aki^anamarma'nifdaniiahimunkarteThadap 
keduanya?" Sedangkan orang lain yang duduk di dekatnya mengatakan, 
"Jagalah dirimu saja, karena sesungguhnya Allah Swt. telah berfirman: 

'jagalah diri kalian (Al-Maidah: 1 05).* 

Ibnu Mas'ud mendengar perkataannya itu, maka ia mengatakan, "Hus, 
penakwilan seperti itu masih belum tiba masanya. Sesungguhnya Al- 
Qur'an diturunkan seperti apa adanya; sebagian darinya terdapat ayat- 
ayat yang telah berlafu takwilnya sebelum diturunkan, sebagian darinya 
terdapat ayat-ayat yang telah terjadi takwilnya di masa Rasulullah Saw., 
sebagian darinya terdapat ayat-ayat yang telah terjadi takwilnya sesudah 
masa Nabi Saw. dalam jarak waktu yang tidak lama, sebagian darinya 
terdapat ayat-ayat yang takwilnya bam ada sesudah hari ini, sebagian 
darinya terdapat ayat-ayat yang takwilnya nanti di saat hari kiamat, yahu 
yang menceritakan perihal hari kiamat; dan sebagian darinya terdapat 
ayat-ayat yang takwilnya baru ada pada hari hisab, yaitu ayat-ayat yang 
menuturkan masalah hisab, surga, dan neraka. Selagi kalbu kalian bersatu 
dan kecenderungan kalian sama, keadaan kalian masih belum berpecah 

Kqmpangsunnqh.org 



130 Juz7-AH^6idati 

belah menjadi banyak golongan, dan sebagian dari kalian tidak 
menyerang sebagian yang lain, maka ber-amar ma 'ruf dan ber-nahi 
munkar-lah kalian. Tetapi apabila kalbu kalian dan kecenderungan kalian 
telah berbeda-beda, kalian telah terbagi-bagi menjadi banyak golongan 
serta sebagian dari kalian menyerang sebagian yang lain, maka seseorang 
harus menjaga dirinya masing-masing. Dan bila masa ini tiba, berarti 
takwil ayat ini telah terjadi." Asar ini dirtwayatkan oleh Ibnu Jarir. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan 
ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Syababah ibnu Siwar, telah 
menceritakan kepada kami Ar-Rabi* ibnu Sahih, dari Sufyan ibnu lqal 
yang menceritakan bahwa pernah dikatakan kepada Ibnu Umar, 
"Sebaiknya engkau tetap duduk di masa-masa sekarang ini, jangan ber- 
amor ma'rufdm ber-nahi munkar, karena sesungguhnya Allah Swt. 
telah berfiiman: 



Cl-a • oiitiUJci 



j^\^&$%0fflfc 



Jagalah diri kalian; tiadalah orang yang sesat itu akan member! 
mudarat kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk' 
(Al-Maidah: 105)." 

Maka Ibnu Umar berkata, "Sesungguhnya makna ayat ini bukan 
ditujukan kepadaku, tidak pula kepada murid-muridku, karena Rasulullah 
Saw. telah bersabda: 

Ingatlah, hendaklah orang yang hadir menyampaikannya kepada 
orang yang tidak hadir. 

Maka kamilah yang dimaksud dengan orang-orang yang hadir, dan kalian 
adalah orang-orang yang absen (karena masih belum ada). Tetapi ayat 
ini ditujukan kepada kaum-kaum yang datang sesudah kita, yaitu jikalau 
mereka melakukan amar ma 'n/dan nahi munkar tidak diterima." 

Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Muhammad 
ibnu Ja'far dan Abu Asim; mereka berdua mengatakan, telah menceri- 
takan kepada kami Auf, dari Siwar ibnu Syabib yang mencerita- 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kafeir 131 

kan bahwa ketika ia berada di hadapan sahabat Ibnu Umar, tiba-tiba 
ia kedatangan seorang lelaki yang bermata tajam dan berlisan ke- 
ras, lalu lelaki itu berkata, "Hai Abu Abdur Rahman, ada enam orang 
ikut bergabung dengan pasukan, semuanya telah membaca Al-Qur*an 
dan melakukannya dengan cepat, semuanya ahli dalam ijtihad tanpa 
mengenal lelah, dan semuanya tidak suka melakukan perbuatan yang 
rendah melainkan hanya kebaikan saja yang mereka lakukan. Tetapi 
sekalipun demikian, sebagian dari mereka mempersaksikan sebagian 
yang lain melakukan perbuatan yang musyrik." Lalu ada seseorang lelaki 
dari para hadirin berkata, "Kerendahan apa lagi yang engkau maksudkan 
bila sebagian dari mereka mempersaksikan sebagian yang lain melakukan 
perbuatan yang musyrik. Ttada yang lebih parah daripada itu?" 

Kemudian lelaki yang bermata tajam itu menjawab, "Sesungguhnya 
aku tidak bertanya kepadamu, melainkan aku bertanya kepada guru ini." 
Lalu ia mengulangi kisah tersebut kepada Abdullah ibnu Umar. Maka 
barulah Abdullah ibnu Umar menjawab, "Barangkali kamu menduga 
bahwa aku akan menyuruhmu untuk pergi memerangi mereka. Tidak, 
tetapi nasihatilah mereka dan cegahlah mereka. Dan j ika mereka tidak 
menurutimu, maka jagalah dirimu sendiri. Karena sesungguhnya Allah 
Swt. telah berfirman: 



ci>« t i'j^tuy^ 



JSmHWH 



Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian. (Al-Maidah; 
105), hingga akhir ayat." 

Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepadanya Ahmad 
tbnul Miqdam, telah menceritakan kepada kami Al-Mu'tamir ibnu 
Sulaiman; ia pernah mendengar ayahnya mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Qatadah, dari Abu Mazin yang menceritakan bahwa ia 
berangkat menuju ke Madinah di masa Khalifah Usman. Dan ia 
menjumpai suatu kaum dari kalangan orang-orang muslim sedang duduk- 
duduk, lalu seseorang dari mereka membaca firman-Nya: 

jagalah diri kalian; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi 
mudarat kepada kalian. (Al-Maidah: 105) 

Kqmpangsunnqh.org 



132 Juz7-AHWaklah 

Lalu kebanyakan dari mereka mengatakan, Takwil ayat masih belum 
ada di masa sekarang ini." 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, 
telah menceritakan kepada kami Al-Hasan, telah menceritakan kepada 
kami Ibnu Fudalah, dari Mu'awiyah ibnu Saleh, dari Jubair ibnu Nafir 
yang mengatakan bahwa ia pernah berada di tengah halqah sahabat- 
sahabat Rasulullah Saw., dan dia adalah orang yang paling muda di antara 
kaum yang hadir. Kemudian mereka membicarakan perihal amor ma 'ntf 
dan nahi munkar. Maka Jubair (perawi) mengatakan, "Bukankah Allah 
Swt. telah berfirman di dalam kitab-Nya: 



CI-« 1S0&U13 



:&®t&&W&3B&M8^ 



Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian; tiadalah 
orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepada kalian apabila 
kalian telah mendapatpetunjuk (Al-Maidah: 105) 

Maka dengan spontan mereka menyerangku dengan kalimat yang sama, 
'Kamu memetik suatu ayat dari Al-Qur'an, sedangkan kamu masih belum 
memahaminya dan belum mengetahui takwilnya.' Jawaban tersebut 
membuat aku merasa menyesal akan kata-kata yang telah kulontarkan 
tadi. Kemudian mereka kembali berbincang-bincang; dan ketika 
pertemuan mereka akan bubar, maka mereka berkata (kepadaku), 
'Sesungguhnya kamu adalah seorang pemuda yang masih remaja, dan 
kamu telah memetik sebuah ayat tanpa mengetahui maknanya- Tetapi 
mudah-mudahan kamu bakal mengalami masa tersebut, yaitu apabila 
kamu melihat sifat kikir ditaati, hawa nafsu diikuti, dan setiap orang 
merasa kagum dengan pendapatnya sendiri; maka jagalah dirimu, niscaya 
tidak akan membahayakan dirimu kesesatan orang yang sesat apabila 
kamu mendapat petunjuk'." 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu 
Sahl, telah menceritakan kepada kami Damrah ibnu Rabi'ah, bahwa Al- 
Hasan membaca firman Allah Swt.: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 133 

Hat orang-orang yang beriman, jagcdah diri kalian; tiadalah 
orangyangsesat itu akan memberi mudarat kepada kalian apabila 
kalian telah mendapat petunjuk. (Ai-Mmdah: 105) 

Maka Al-Hasan berkata, "Segala puji bagi Allah dengan adanya ayat 
ini, dan segala puji bagi Allah berkat ayat ini. Tidak sekali-kali seorang 
tnukmin — baik di masa lalu maupun di masa mendatang — melainkan 
di sisinya akan ada seorang munafik yang membenci amal perbuatannya" 

Sa'id ibnul Musayyab mengatakan, "Apabila engkau melakukan 
amor ma 'ruf dan nahi mimkar, maka tidak akan memberi mudarat 
kepadamu kesesatan orang yang sesat apabila kamu telah mendapat 
petunjuk." Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. Hal yang sama telah 
diriwayatkan melalui jalur Sufyan As-Sauri, dari Abul Umais, dari Abul 
Bukhturi, dari Huzaifah dengan lafaz yang semisat. Hal yang sama telah 
dikatakan bukan hanya oleh seseorang dari kalangan ulama Salaf. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Khalid Ad- 
Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Luhai'ah, 
dari Yazid ibnu Abu Habib, dari Ka'b sehubungan dengan makna firman- 
Nya: 

«,...«.«„ jiim&^&fi^^ 

jagalah diri kalian; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi 
mudarat kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk 
(Al-Maidah: 105) 

Bahwa apabila gereja Dimasyq (Damaskus) diruntuhkan, lalu dijadikan 
masjid, dan kain i asab mulai dipakai, maka pada saat itulah takwil ayat 
ini. 



Al-Maidah, ayat 106-108 

Kqmpangsunnqh.org 



134 Juz7-AI-Mai(Jah 

Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang dart kalian 
menghadapi kematian, sedangkan dia akan berwasiat, maka 
hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dim orangyang adil di antara 
kalian, atau dua orangyang berlainan agama dengan kalian, jika 
kalian dalam perjalanan di muka bumi, lalu kalian ditimpa bahaya 
kematian. Kalian tahan kedua saksi itu sesudah salat (untuk 
bersumpah), lalu mereka keduanya bersumpah dengan noma 
Allah— jika kalian ragu—, "(Demi Allah) kami tidakakan membeli 
dengan sumpah ini harga yang sedikit (untuk kepentingan 
seseorang), walaupun dia karib kerabat, dan tidak (pula) kami 
menyembunyikan persaksian Allah; sesungguhnya kami kalau 
demikian tentulah termasuk orang-orang yang berdasa. " Jika 
diketahui bahwa kedua (saksi itu) memperbuat dosa, maka dua 
orangyang lain di antara ahli warts yang berhakyang lebih dekat 
kepada orang yang meninggal (mengajukan tuntutan) untuk 
menggantikannya, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, 
"Sesungguhnya persaksian kami lebih layak diterima daripada 
persaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas, 
sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang 
vang menganiaya diri sendiri. " Itu lebih dekat untuk (menjadikan 
para saksi) mengemukakan persaksiannya menurut apa yang 
sebenarnya, dan (lebih dekat untuk menjadikan mereka) merasa takut 
akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) sesudah mereka 
bersumgqft. Dan bertakwalah kepada fillah dan dengarkanlah 

i .org 




Tafsir Ibnu Kasir 135 

(perintah-Nya). Allah tidak memberipetttnjvk kepada orang-orang 
yangfasik 

Ayat-ayat yang mulia ini mengandung ketentuan hukum yang jarang 
kejadiannya. Menurut suatu pendapat, hukum tersebut telah di-martsukh, 
yartu menurut apa yang diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas. 
Hammad ibnu Abu Sulaiman mengatakan dari Ibrahim bahwa ayat ini 
di-marisukh. 

Sedangkan ulama lainnyayang merupakan mayoritas, menurut apa 
yang dikatakan oleh Ibnu Jarir menyebutkan bahkan ayat iniadalah 
rmihkam; dan barang siapayang mengatakan di-mansukh, maka dia hams 
mengetengahkan buktinya. 

Firman Allah Swt. yang mengatakan: 

Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kalian 
menghadapi kematian, sedangkan dia akan berwasiat, maka 
hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang. (AI-Maidah: 1 06) 

Lafaz isnani berkedudukan sebagai khabar, karena sebelumnya terdapat 
firman Allah Swt., "Syahadatu bainikum" (persaksian di antara kalian 
dilakukan oleh...) yang berkedudukan sebagai mttbtada-nya. 

Menurut pendapat lain, bentuk lengkap lafaz isnani ialah syaKadatw 
naini, kemudian mudqf-nya dibuang, lalu mudaf ilaih-nya ditetapkan 
menggantikan kedudukannya. 

Menurut pendapat lainnya lagi, konteks pembicaraan menunjukkan 
adanya kalimat yang tidak disebutkan; bentuk lengkapnya ialah an 
yasyhadas rmni. 

Firman Allah Swt.: 

Yang adil kedua-duanya. (Al-Maidah: 106) 

berkedudukan sebagai sifat dari lafaz isnani, yattu hendaknya kedua 
saksi itu adil kedua-duanya. 

Kqmpangsunnqh.org 



136 Juz 7 - AWUlakJah 

Firman Allah Swt.: 

dari kalangan kalian. (Al-Maidah: 106) 

Yakni dari kalangan kaum muslim. Demikianlah menurut apa yang 
dikatakan oleh jumhur ulama. 

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. 
sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Oleh duaorang yang adildiantara kalian. (Al-Maidah: 106) 

Bahwa yang dimaksud ialah dari kalangan kaum muslim. Demikianlah 
menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim. Kemudian 
Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah diriwayatkan dari Ubaidah, 
Sa'id ibnul Musayyab, AI-Hasan, Mujahid, Yahya ibnu Ya'mur, As- 
Saddi, Qatadah, Muqatil ibnu Hayyan, dan Abdur Rahman ibnu Zaid 
ibnu Aslam serta lain-lainnya hal yang semisal. 

Ibnu Jarir mengatakan bahwa ulama lainnya mengartikan makna 
firman-Nya: 

oleh duaorang yang adildiantara kalian. (Al-Maidah: 106) 

Makna yang dimaksud ialah dari kalangan keluarga orang yang berwasiat. 
Hal inilah yang dikatakan oleh suatu pendapat yang diriwayatkan dari 
Ikrimah dan Ubaidah serta beberapa orang ulama lainnya. 
Firman Allah Swt.: 

atau dua orang yang berlainan agama dengan kalian. (Al-Maidah: 
106) 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, 
telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Auf, telah menceritakan 
kepada kami Abdul Wahid ibnu Ztyad, telah menceritakan kepada kami 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 137 

Habib ibnu Abu Amrah, dari Sa'id ibnu Jubair, bahwa Ibnu Abbas telah 
mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



■=> .4?&tftf 



C*-i> 5.vi>U< 

ataudua orangyangberlainan agatna dengan kalian. (Al-Maidah: 
106) 

Bahwa yang dimaksud ialah dari kalangan selain kaum muslim, yakni 
kaum Ahli Kitab 

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa hal yang semisal telah 
diriwayatkan dari Ubaidah, Syuraih, Sa'id ibnul Musayyab, Muhammad 
ibnu Sirin, Yahya ibnu Ya'mur, Ikrimah, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, 
Asy-Sya'bi, Ibrahim An-Nakha'i, Qatadah, Abu Mijlaz, As-Saddi, 
Muqatil ibnu Hayyan, Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam, dan lain- 
lainnya. 

Menurut riwayat yang diketengahkan oleh Ibnu Jarir, dari Ikrimah 
dan Ubaidah, sehubungan dengan firman-Nya, "Minkum" (yakni dari 
kalangan kalian), makna yang dimaksud ialah dari pihak pemberi wasiat. 
Dengan demikian, berarti makna yang dimaksud oleh firman-Nya, "Au 
akharani mm gairikum" yakni dari kalangan selain pihak pemberi wasiat. 
Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari Al-Hasan 
Al-Basri dan Az-Zuhri. 

Firman Allah Swt: 

jika kalian dalamperjalanandimukabumi. (Al-Mmdah: 106) 
Yakni sedangmelakukan perjalanan. 

ci--i.sjt.ai3 .^plI^iifcL^ 

lalu kalian ditimpa bahaya kematian. (Al-Maidah: 1 06) 

Hal tersebut merupakan dua syarat bagi pembolehan mengangkat saksi 
dari kalangan kafir zimmi, jika saksi dari kalangan orang-orang mukmin 
tidak didapat; yaitu hendaknya hal tersebut terjadi dalam perjalanan, 
dan kedua hendaknya dalam kasus wasiat. Demikianlah menurut 
keterangan yang dikemukakan oleh Syuraih Al-Qadi. 

Kqmpangsunnqh.org 



138 Juz7-AI-Maidah 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu 
Ali, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dan Waki'; 
keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami AI- A'masy, dari 
Ibrahim, dari Syuraih, bahwa tidak boleh memakai persaksian orang 
Yahudi dan Nasrani kecuali dalam perjalanan. Tidak boleh pula 
menerimanya dalam perjalanan, kecuali dalam kasus wasiat. 

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abu Kuraib, dari Abu Bakar 
ibnu Ayyasy, dari Abu Ishaq As-Subai' i yang mengatakan bahwa Syuraih 
telah mengatakan hal yang semisal. Telah diriwayatkan pula hal yang 
semisal dari Imam Ahmad ibnu Hambal, dan masalah ini termasuk 
masalah munfarid-nya. Ketiga imam lainnya berbeda pendapat, mereka 
mengatakan bahwa tidak boleh mengangkat kesaksian orang zimmi atas 
kaum muslim. Tetapi Imam Abu Hanifah membolehkannya selagi dalam 
batasan di antara sesama mereka yang zimmi. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu 
Ali, telah menceritakan kepada kami Abu Daud, telah menceritakan 
kepada kami Saleh ibnu Abul Akhdar, dari Az-Zuhri yang menceritakan 
bahwa sunnah telah menetapkan bahwa tidak boleh memakai kesaksian 
orang kafir, baik di tempat maupun dalam perjalanan; sesungguhnya 
kesaksian itu hanyalah bagi orang-orang muslim. 

Ibnu Zaid mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan 
seorang lelaki yang menghadapi kematiannya, sedangkan di dekatnya 
tidak ada seorang pun dari kalangan pemeluk agamalslam. Hal ini terjadi 
di masa permulaan Islam, yaitu di saat mereka berada di tempat musuh 
dan semua orang dalam keadaan kafir. Orang-orang (kaum muslim) 
saling mewaris mempergunakan wasiat. Kemudian hukum wasiat (yakni 
kefarduannya) dihapuskan dan ditetapkanlah/ara/d (pembagian waris), 
dan semua kaum muslim mengamalkannya. Demikianlah menurut 
riwayat Ibnu Jarir, tetapi kesahihan hal ini masih perlu dipertimbangkan. 

Ibnu Jarir mengatakan bahwa telah diperselisihkan makna firman- 
Nya: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 139 

Apabila salah seorangdari kalian menghadapi Mentation, sedangkan 
dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh 
ditaorangymgadildiantarakalian, atau dua orang yang berlainan 
agama dengan kalian. (Al-Maidah: 106) 

Apakah makna yang dimaksud adalah 'berwasiat kepada keduanya' 
ataukah 'mengangkat keduanya menjadi saksi*, ada dua pendapat 
mengenainya: 

Pertama, orang yang bersangkutan memberikan wasiat kepada 
keduanya, yakni menitipkannya, seperti yang dikatakan oleh Muhammad 
ibnu Ishaq, dari Yazid ibnu Abdullah ibnu Qasit yang menceritakan 
bahwa sahabat Ibnu Mas'ud r.a. pernah ditanya mengenai makna ayat 
ini. Maka ia menjawab, "Seoiang lelaki sedang melakukan suatu perjalanan 
dengan membawa hartanya, kemudian takdir batas umurnya telah berada 
di ambang pintu. Maka jika ia menemukan dua orang lelaki dari kaum 
muslim, ia boleh menyerahkan harta peninggalannya kepada kedua orang 
lelaki itu, dan penyerahan itu disaksikan oleh dua orang yang adil dari 
kalangan kaum muslim. "Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan 
oleh Ibnu Abu Hatim, tetapi di dalam riwayat ini terdapat inqita '. 

Kedua, sesungguhnya kedua orang tersebut merupakan dua orang 
saksi. Pengertian ini sesuai dengan makna lahiriah ayat. Jika tidak ada 
orang ketiga bersama keduanya, maka kedua orang itu merangkap 
sebagai penerima titipan wasiat, juga sebagai saksinya, seperti yang 
terjadi pada kisah Tamim Ad-Dari dan Addi ibnu Bada yang akan 
diterangkan kemudian. 

Ibnu Jarir sulit menanggapi kedua penerima wasiat itu sebagai saksi, 
dengan alasan "dia belum pernah mengetahui ada suatu ketentuan hukum 
yang membolehkan saksi disumpah". 

Kenyataan tersebut sama sekali tidak bertumpukan dengan ketentuan 
hukum yang dikandung oleh ayat yang mulia ini, mengingat ketentuan 
hukumnya merupakan hukum yang berdiri sendiri. Secara mendasar 
hukum ini tidak diharuskan berjalan sesuai dengan kaidah yang berlaku 
dalam semua hukum. Hukum dalam ayat ini bersifat khusus, dengan 
kesaksian yang khusus, dan terjadi dalam tempat yang khusus pula. Untuk 
hal seperti ini dapat dimaafkan semua hal yang tidak dimaafkan pada 

Kqmpungsannqh.org 



140 Juz7-Al-Maidah 

ketentuan hukum lainnya. Untuk itu apabila terdapat qarinah yang 
menandai adanya kecurigaan, maka saksi ini boleh disumpah. Demikian- 
lah menurut pengertian yang ditunjukkan oleh ayat yang mulia ini. 
Finnan Allah Swt.: 



CI'll *J£i\J»,3 



* jy&t^ &&&&P 



Kalian tahan kedua saksi itu sesudah salat (untuk bersumpah). (Al- 
Maidah: 106) 

Menurut Al-Aufi, dari Ibnu Abbas, salat yang dimaksud adalah salat 
Asar. Hal yang sama telah dikatakan oleh Sa'id ibnu Jubair, Ibrahim 
An-Nakha*i, Ikrimah, dan Muhammad ibnu Sinn. 

Sedangkan menurut Az-Zuhri, salat yang dimaksud ialah salat kaum 
muslim (tanpa ikatan waktu). 

As-Saddi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang 
dimaksud dengan "salat" dalam ayat ini ialah salat menurut agamanya 
masing-masing. Telah diriwayatkan dari Abdur Razzaq, dari Ayyub, 
dari Ibnu Sirin, dari Ubaidah ha] yang semisal; dan hal yang sama telah 
dikatakan oleh Ibrahim dan Qatadah serta lain-lainnya yang bukan hanya 
seorang. 

Makna yang dimaksud ialah kedua saksi tersebut diberdirikan 
sesudah salat jamaah yang dilakukan oleh orang banyak di hadapan 
mereka. 

LaJu mereka keduanya bersumpah dengan noma Allah (Al-Maidah: 
106) 

Yakni keduanya disumpah dengan menyebut nama Allah. 

Jika kalian ragu-ragu, (Al-Maidah: 106) 

Yakni jika tampak oleh kalian tanda yang mencurigakan pada keduanya, 
bahwa keduanya akan berbuat khianat atau melakukan penggelapan. 
Maka saat itu kalian boleh menyumpah keduanya dengan menyebut nama 
Allah. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 141 



ci-ii Sj&Uiu 



••*#&* 



(Demi Allah) kami tidak akan membeli dengan sumpah ini. (Al- 
Maldah: 106) 

Menurut Muqatil ibnu Hayyan, yang dimaksud ialah tidak menjual 
sumpahnya. 

harga yang sedikit. (Al-Maidah: 106) 

Yakni kami tidak akan menukar sumpah ini dengan harga yang sedikit 
berupa kebendaan yang fana dan past! lenyap itu. 

walaupun dia karib kerabai. (Al-Maidah: 106) 

Yakni sekalipun orang yang disaksikannya itu adalah karib kerabat 
sendiri, kami tidak akan memihaknya. 



Cflt S^E»U»3 



.&o$!$fi& 



dan tidak (pula) kami menyembunyikan persaksian Allah (Al- 
Maidah: 106) 

Lafaz syahadah di-mudaf-kan kepada lafaz Allah, sebagai penghormatan 
terhadap kesaksian itu dan sekaligus mengagungkannya. Tetapi sebagian 
ulama ada yang membacanya syahadatillah dengan dibaca jar karena 
dianggap sebagai qasam (sumpah), menurut apa yang diriwayatkan oleh 
Ibnu Jarir, dari Amir Asy-Sya'bi. Dan telah diriwayatkan dari sebagian 
ulama bacaan rafa', yaitu menjadi syahadatullahi. Akan tetapi, qiraah 
pertama adalah qiraah yang terkenal. 

Sesungguhnya kami kalau demikian termasuk orang-orang yang 
berdosa. (Al-Maidah: 106) 

Kqmpangsunnqh.org 



142 Juz7-AI-Maidah 

Yakni jika kami melakukan sesuatu penyimpangan dalam persaksian 
ini atau mengganti atau mengubah atau sama sekali menyem- 
bunyikannya. 

Kemudian Allah Swt. berfirman: 



Cl-V t DJitjlJl^ 



.6tfM1S$£3*# 



Jika diketahui bahwa kedita (saksi ini) memperbuat dosa. (Al- 
Maidah: 107) 

Yakni jika terbuka dan tampak serta terbukti bahwa kedua saksi wasiat 
tersebul berbuat khianat atau menggelapkan sebagian dari harta yang 
dititipkan kepada keduanya, dan barangnya ada pada keduanya. 



Ci-v: SJiUUt'J 



. $®#^\^&^&&y& 



Maka dua orangyang lain di antara ahli waris yang berhakyang 
lebih dekat kepada orang yang meninggal (memajukan tuntutan) 
untuk menggantikannya. (Al-Maidah: 107) 

Lafaza/-mv/o>Hn(menurutqiraahjumhurulama. Tetapi telah diriwayal- 
kan dari AH, Ubay, dan Al-Hasan Al-Basri bahwa mereka membacanya 
al-awwalani. 

Imam Hakim telah meriwayatkan di dalam kitab Mustadrak-nya 
melalui jalur Ishaq ibnu Muhammad Al-Farawi, dari Sulaiman ibnn Bilal, 
dari Ja'far ibnu Muhammad, dari ayahnya, dari Ubaidillah ibnu Abu 
Rafi', dari Ali ibnu Abu Talib r.a., bahwa Nabi Saw. membaca ayat ini 
dengan bacaan berikut: Al-awlayani. Kemudian Imam Hakim mengata- 
kan bahwa hadis ini sahih dengan syarat Imam Muslim, tefapi keduanya 
(Bukhari dan Muslim) tidak mengetengahkannya. 

Sebagian yang lain — salah satunya adalah Ibnu Abbas— membaca- 
nya al-awlayayni. Dan Al-Hasan membacanya al-awwalani. Demikian- 
lah menurut riwayal Ibnu Jarir. 

Berdasarkan qiraah jumhur ulama, artinya adalah "manakala hat 
tersebut terbukti melalui berita yang benar yang menunjukkan keduanya 
telah berkhianat, hendaklah ada dua orang dari kalangan ahli waris dari 
tirkah itu bangkit mengajukan tuntutan penggantian. Dan hendaklah ahli 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 143 

— l ■ — — 

waris ini adalah orang yang paling dekat kekerabatannya dan paling 
berhak mewaris harta tersebut ". 



Cl-V -. 5d£>' 



Lalu keduanya bersumpah dengan noma Allah, "Sesungguhnya 
persaksian kami lebih layak diterima daripada persaksian kedua 
saksi itu. " (Al-Maidah: 107) 

Yakni sesungguhnya ucapan kami yang menuduh keduanya berbuat 
khianat adalah benar, dan persaksian kami lebih sahih serta lebih kuat 
daripada persaksian yang diajukan oleh keduanya tadi. 

dan kami tidak melanggar batas. (Al-Maidah: 107) 

Yakni datam ucapan kami yang mengatakan bahwa keduanya telah 
berbuat khianat. 



ci'' i SjcjUi^ 



■&*&£& 



Sesungguhnya kami kalau demikian termasuk orang-orang yang 
mertganiaya diri sendiri. (Al-Maidah: 107) 

Yakni sesungguhnya jika kami seperti itu, berarti kami berdusta terhadap 
keduanya. Hak bersumpah bagi para ahli waris dan berpegang kepada 
ucapannya, perihalnya sama dengan para wali si terbunuh yang 
bersumpah, yaitu apabila tampak adanya penyhnpangan dari pihak si 
pembunuh. Maka mereka yang berhak menuntut darah bersumpah 
terhadap si pembunuh, kemudian si pembunuh diserahkan bulat-bulat 
kepada mereka, seperti yang disebutkan di dalam kitab fiqih, Bab 
"Qasamah". 

Di dalam hadis pernah terjadi masalah yang semisal dengan apa 
yang ditunjukkan oleh ayat yang mulia ini. Untuk itu, Ibnu Abu Hatim 
mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami ayahku, telah 
menceritakan kepada kami Al-Husain ibnu Ziad, telah menceritakan 
kepada kami Muhammad ibnu Salamah, dari Muhammad ibnu Ishaq, 
dari AbunNadr, dari Badam (yakni Abu Saleh maula Dmmu Hani' binti 

Kqmpangsunnqh.org 



Ci-i t BjCjOj^i 



144 Juz7-AI-Maidah 

Abu Talib), dari Ibnu Abbas, dari Tamim Ad-Dari sehubungan dengan 
ayat ini, yaitu firman Allah Swt: 

Hai orang-orang yang beriman, diperlukan kesaksian di antara 
kalian apabila seorang dari kalian menghadapi kematian. (Al- 
Maidah: 106), hinggaakhir ayat. 

Tamim Ad-Dari mengatakan, "Semua orang terbebas dari ayat ini selain 
aku dan Add! ibnu Bada." 

Dahulu ketika masih beragama Nasrani, mereka berdua sering 
berangkat menuju negeri Syam, yaitu sebelum keduanya masuk Islam. 
Pada suatu ketika, ketika keduanya tiba di negeri Syam dalam rangka 
misi dagangnya, maka bergabunglah dengan keduanya seorang maula 
dari Bani Sahm yang dikenal dengan nama Badil ibnu Abu Maryam 
yang juga datang membawa barang dagangannya, antara lain sebuah 
piala perak yang tujuannya ialah untuk ia jual kepada seseorang yang 
berpredikat bangsawan; piala ini merupakan barang yang paling berharga 
dari semua dagangannya. Kemudian Badil jatuh sakit, maka ia berwasiat 
kepada keduanya (Tamim dan Addi) untuk menyampaikan semua barang 
yang ditinggalkannya kepada keluarganya. 

Tamim menceritakan, "Setelah Badil meninggal dunia, kami 
mengambil piala tersebut, lalu kami jual dengan harga seribu dirham. 
Selanjutnya hasilnya kami bagi dua antara diriku dan Addi. Dan ketika 
kami tiba pada keluarganya, kami serahkan semua yang ada pada kami. 
Tetapi mereka merasa kehilangan piala tersebut. Lalu mereka 
menanyakannya kepada kami, maka kami jawab bahwa Badil hanya 
meninggalkan semua ini dan tidak pernah menyerahkan yang lainnya 
kepada kami." 

Tamim melanjutkan kisahnya, bahwa setelah ia masuk Islam sesudah 
Rasulullah Saw. hijrah ke Madinah, ia menyesali perbuatannya itu dan 
merasa berdosa karenanya. Kemudian ia datang kepada keluarga Badil 
dan menceritakan hal yang sebenarnya serta menyerahkan sejumlah uang 
yang terpakai olehnya sebanyak lima ratus dirham. Dan ia menceritakan 
kepada mereka bahwa yang separonya lagi ada di tangan temannya (yaitu 
Addi ibnu Bada). 



Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 145 

Dengan serta merta mereka langsung menuntut Addi, maka Nabi 
Saw. memerintahkan mereka untuk menyumpahnya dengan menyebut 
sesuatuyang paling diagungkan menurut penganut agamanya. Dan Addi 
pun melakukan sumpahnya, lalu turunlah firman Allah Swt.: 

Hai orang-orang yang beriman. diperlukan kesaksian di antara 
kalian. (Al-Maidah: 106) 

sampai dengan firman-Nya: 

lalu keduanya bersumpah dengan noma Allah, "Sesungguhnya 
persaksian kami lebih layak diterima daripada persaksian kedua 
safari/* "(Al-Maidah: 107) 

Maka berdirilah Amr ibnul As dan seorang lelaki lain dari kalangan 
mereka, lalu keduanya bersumpah, setelah itu disitalah uang lima ratus 
dirham tersebut dari tangan Addi ibnu Bada. 

Hal yang sama telah dtriwayatkan oleh Abu Isa Imam Turmuzi dan 
Ibnu Jarir, keduanya dari Al-Hasan ibnu Ahmad ibnu Abu Syu'aib Al- 
Harrani, dari Muhammad ibnu Salamah, dari Muhammad ibnu Ishaq 
dengan sanad yang sama. Di dalam riwayat ini disebutkan, "Lalu mereka 
menghadapkan Addi kepada Rasulullah Saw., dan Rasulullah Saw. 
meminta bukti dari mereka, tetapi mereka tidak dapat mengemukakan- 
nya. Maka Rasulullah Saw. memerintahkan mereka untuk menyumpah- 
nya dengan menyebut nama sesuatu yang paling diagungkan menurut 
pemeluk agamanya. Akhirnya Addi bersumpah." Dan Allah Swt. 
menurunkan ayat ini sampai dengan firman-Nya: 

dan (lebih dekat untuk menjadikan mereka) merasa takut akan 
dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) sesudah mereka 
bersumpah (Al-Maidah: 108) 

Dan temyata Addi tidak berani mengemukakan sumpahnya. Akhirnya 
berdirilah Amr ibnul As dan lelaki Iain, lalu keduanya bersumpah, dan 
disitalah dari tangan Addi sebanyak lima ratus dirham. Kemudtan Imam 

Kqmpungsannqh.org 



146 



Juz7-AI-fJ6idah 



Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib, sanadnya tidak sahih; dan 
Abun Nadr yang Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan hadis ini darinya, 
menurutku dia adalah Muhammad ibnus Saib Al-Kalbi yang dipanggil 
dengan nama julukan 'Abun Nadr'. Para ahlid 'ilmi tidak memakai 
hadisnya, dia adalah pemilik kitab tafsir. Saya pernah mendengar 
Muhammad ibnu Ismail mengatakan bahwa nama kinayah Muhammad 
ibnus Saib Al-Kalbi ialah Abun Nadr. Saya belum pernah mengetahui 
bahwa Abu Nadr pernah meriwayatkan dari Abu Saleh maula Ummu 
Hani'. 

Dan telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas sesuatu dari hal ini dengan 
singkat melalui jalur lain. Disebutkan telah menceritakan kepada kami 
Waki', telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Adam, dari Ibnu 
Abu Zaidah, dari Muhammad ibnu Abul Qasim, dari Abdul Malik ibnu 
Sa'id ibnu Jubair, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas yang menceritakan 
bahwa seorang lelaki dari Bani Sahm melakukan suatu perjalanan 
bersama Tamim Ad-Dari dan Addi ibnu Bada. Lalu di tengah jalan yang 
tidak ada seorang muslim pun, orang dari Bani Sahm itu meninggal 
dunia. Ketika keduanya pulang dengan membawa harta peninggalan 
teman mereka, maka ahli warisnya merasa kehilangan sebuah piala perak 
yang dilapisi dengan emas. Maka Rasulullah Saw. menyumpah 
keduanya. 

Ternyata para ahli wans menemukan piala tersebut di Mekah, dan 
mendapat jawaban dari pemegangnya bahwa ia telah membelinya dari 
Tamim dan Addi. Maka dua orang lelaki dari kalangan walj lelaki dari 
Bani Sahm itu bangkit dan bersumpah dengan nama Allah, bahwa 
sesungguhnya persaksian kami lebih layak untuk diterima dan 
sesungguhnya piala itu adalah milik ahli warisnya. Sehubungan dengan 
kisah mereka itu turunlah firman-Nya: 

Hai orang-orang yang beriman, diperlukan kesaksian di antara 
kalian. (Al-Maidah: 106), hingga akhir ayat. 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Abu Daud, dari Al-Hasan ibnu 
Ali, dari Yahya ibnu Adam dengan lafaz yang sama. Kemudian Imam 
Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu KaSir ; 147 

lni merupakan hadis Abu Zaidah clan Muhammad ibnu Abul Qasim 
Al-Kufi. Menurut suatu pendapat, hadis yang diriwayatkannya dapat 
diterima. 

Kisah ini telah disebutkan secara mvrsal bukan hanya oleh seorang 
ulama dari kalangan tabi'in, melainkan banyak, antara lain Ikrimah, 
Muhammad ibnu Sirin, dan Qatadah. Dan mereka menyebutkan bahwa 
penyumpahan tersebut dilakukan sesudah salat Asar. 

Ibnu Jarirlah yang telah meriwayatkannya. Dan hal yang sama 
disebutkan secara mursal oleh Mujahid, Al-Hasan, dan Ad-Dahhak. Hal 
ini jelas menunjukkan ketenaran dan kesahihan kisah ini di kalangan 
ulama Salaf. 

Termasuk salah satu syahid yang membuktikan kesahihan kisah ini 
ialah apa yang telah diriwayatkan oleh Abu Ja'far ibnu Jarir. Disebutkan 
bahwa telah menceritakan kepadaku Ya'qub, telah menceritakan kepada 
kami Hasyim yang mengatakan telah menceritakan kepada kami Zakaria, 
dari Asy-Sya'bi, bahwa pernah ada secrang lelaki dari kalangan kaum 
muslim merasa usianya tidak lamalagi di perjalanannya. Ketika maut 
akan menjemputnya dan ia tidak menemukan seseorang pun dari 
kalangan kaum muslim untuk menjadi saksi bagi wasiat yang akan 
dikemukakannya di tempat itu, maka terpaksa ia mengangkat dua orang 
lelaki dari kalangan Ahli Kitab sebagat saksi untuk wasiatnya. 

Asy-Sya'bi melanjutkan kisahnya "Lalu kedua lelaki Ahli Kitab itu 
tiba di Kufah, dan keduanya datang menghadap Al-Asy'ari — yakni Abu 
Musa Al-Asy'ari r.a. — , kemudian menceritakan kepadanya apa yang 
telah dialami keduanya dan yang menyebabkan kunjungannya ke Kufah, 
yaitu karena membawa harta peninggalan si lelaki muslim dan wasiat- 
nya." 

Abu Musa Al-Asy'ari berkata, "Kasus ini baru sekarang terjadi lagi 
setelah pernah terjadi di masa Rasulullah Saw." Kemudian Abu Musa 
Al-Asy'ari menyumpah keduanya sesudah salat Asar dengan nama 
Allah, bahwa keduanya tidak khianat, tidak dusta, tidak mengganti, tidak 
tnenyembunyikan, tidak pula mengubahnya. Dan bahwa apa yang 
disampaikannya itu benar-benar merupakan wasiat si lelaki muslim 
tersebut secara apa adanya berikut harta peninggalannya. Dan akhirnya 
Abu Musa Al-Asy'ari menerima sumpah keduanya. 



Kqmpangsunnqh.org 



148 Juz7-AJ-Maidah 

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Amr ibnu Ali Al-Fallas, 
dari Abu Daud At-Tayalisi, dari Syu'bah, dari Mugirah Al-Azraq, dari 
Asy-Sya'bi, bahwa Abu Musa memutuskan demikian, Kedua asar ini 
berpredikat sahih sampai kepada Abu Musa Al-Asy'ari meialui Asy- 
Sya'bi. 

Ucapan Abu Musa Al-Asy'ari bahwa kasus seperti ini belum pernah 
terjadi sejak apa yang telah terjadi di masa Rasulullah Saw., makna yang 
dimaksud secara lahiriahnya — hanya Allah yang lebih mengetahui — 
tiada lain ialah kisah Tamim dan Addi ibnu Bada tadi. 

Mereka menyebutkan bahwa masuk Islamnya Tamim ibnu Aus Ad- 
Dari r.a. adalah padatahun sembilan Hijriah. Berdasarkan data ini, berarti 
hukum tersebut terjadi di akhir masa. Dengan demikian, berarti orang 
yang menduga bahwa hukum ini di-mansukh dituntut mengemukakan 
dalil yang terinci untuk membuktikan kebenaran dugaannya lerhadap 
masalah yang dimaksud. 

Asbat telah meriwayatkan dari As-Saddi sehubungan dengan makna 
ayat ini, yaitu firman-Nya: 

Hai orang-orang yang beriman, apabila seseorang dari kalian 
menghadapi kematian, sedangkan dia akan berwasiat, maka 
hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara 
kalian. (Al-Maidah: 106) 

Bahwa hal ini berkenaan dengan masalah berwasiat di saat menjelang 
kematian. Orang yang bersangkutan mengemukakan wasiatnya dan 
disaksikan.oleh dua orang saksi lelaki dari kalangan kaum muslim untuk 
menyaksikan harta dan hal-hal yang diwasiatkannya. Dan hal ini 
dilakukan bilamana orang yang bersangkutan berada di tempat 
tinggalnya. 



Cl-ll SjlDUI-3 



atau dua orang yang berlainan agama dengan kalian. (Al-Maidah: 
106) 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 149 

Yakni bilamana orang yang bersangkutan berada dalam perjalanannya. 

Jika kalian dalam perjalanan di muka bumi, lalu kalian ditimpa 
bahaya kematian. (Al-Maidah: 106) 

Yakni bila orang yang bersangkutan menghadapi kematiannya dalam 
perjalanan, sedangkan di dekatnya tidak dijumpaj seorang muslim pun. 
Maka ia boleh memanggil dua orang lelaki dari kalangan orang-orang 
Yahudi, Nasrani, atau Majusi, lalu berwasiat kepada keduanya dan 
menyerahkan (menitipkan) harta peninggalannya, kemudian kedua saksi 
itu mau menerimanya. 

Apabila keluarga mayat rela dengan wasiat tersebut dan mengenal 
kedua saksinya, maka mereka boleh membiarkan saksi-saksi itu. Tetapi 
jika keluarga mayat merasa curiga terhadap kedua saksinya, mereka boleh 
naik banding kepada sultan. Hal inilah yang diungkapkan oleh Allah 
Swt. melalui firman-Nya: 

Kamu tahan kedua saksi itu sesudah salat (untuk bersumpah), lalu 
merekakediumyabersumpahdengannama Allah— jikakalicmragu- 
ragtt—. (Al-Maidah: 106) 

Abdullah ibnu Abbas r.a. mengatakan, "Seakan-akan aku melihat dua 
orang kafir ketika keduanya datang menghadap Abu Musa Al-Asy'ari 
di rumahnya. Lalu Abu Musa membuka lembaran wasiat tersebut, tetapi 
ahli waris si mayat tidak mempercayai keduanya dan mereka 
mengancamnya. Maka Abu Musa bermaksud akan menyumpah kedua- 
nya sesudah salat Asar. Lalu aku berkata, 'Sesungguhnya kedua orang 
ini tidak mempedulikan salat Asar, sebaiknya dia disumpah sesudah 
melakukan salat menurut agamanya.' Maka kedua lelaki itu disuruh 
berdiri sesudah menjalankan sembahyang menurut agamanya, lalu 
keduanya disuruh bersumpah dengan nama Allah, bahwasanya mereka 
berdua tidak akan menggantinya (kepercayaan yang diberikan 
kepadanya) dengan harga yang sedikit (yakni harta duniawi), walaupun 
orang yang disaksikannya itu karib kerabatnya. Dan kami tidak akan 

Kqmpangsunnqh.org 



150 Juz7-AWIakteh 

menyembunyikan persaksian Allah; sesungguhnya kalau demikian 
tentulah kami termasuk orang-orang yang berdosa. Dan bahwasanya 
teman mereka (yang telah meninggal dunia itu) benar-benar mewasiatkan 
hal tersebut dan bahwa harta peninggalannya adalah yang diserahkan 
oJeh mereka." 

Sebelum keduanya mengutarakan sumpahnya, hendaklah pihak 
imam berkata kepada keduanya, "Sesungguhnya kamu berdua jika 
menyembunyikan sesuatu atau kamu berdua berbuat khianat, niscaya 
aku akan mempermalukanmu di kalangan kaummu, kemudian kamu 
berdua tidak boleh menjadi saksi lagi serta aku akan menghukum kamu 
berdua." 

Apabila imam lelah mengatakan hal tersebut kepada keduanya: 

Itu lebih dekat untvk (menjadikan para saksi) mengemukakan 
persaksiannya memtrut apa yang sehenarnya (Al-Maidah: 108) 

Demikianlah menunrt riwayat Ibnu Jarir. ibnu Jarir telah mengatakan, 
telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada 
kami Al-Husain, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah 
menceritakan kepada kami Mugirah, dari Ibrahim dan Sa'id ibnu Jubair, 
bahwa keduanya telah mengatakan sehubungan dengan makna firman- 
Nya: 



C\J\ I AJ£JlJtlJ3 



&&m&$& 



Hai orang-orang yang beriman, diperlukan kesaksian di antara 
kalian. (Al-Matdah: 106), hingga akhir ayat. 

Bahwa apabila seorang lelaki menghadapi saat ajalnya di dalam per- 
jalanan, hendaklah ia mengangkat dua orang lelaki dari kalangan 
kaum muslim untuk menjadi saksinya. Jika ia tidak menemukan dua 
orang lelaki muslim, maka dapat dipakai dua orang lelaki dari kalangan 
AhliKitab. Apabila kedua saksi itu tiba dengan membawa harta 
peninggalan si mayat, dan ahli warisnya menerima kesaksian keduanya, 
maka ucapan keduanya dapat diterima. Jika ahli warts si mayat 
mencurigai keduanya, maka keduanya disuruh bersumpah sesudah salat 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 151 

Asar dengan menyebut nama Allah, bahwasanya keduanya tidak 
menyembunyikan sesuatu pun, tidak berdusta, tidak berkhianat, tidak 
pula mengubah wasiat yang disampaikannya. 

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubung- 
an tafsir ayat ini, bahwa jika persaksian keduanya dicurigai, maka 
keduanya disuruh menyatakan sumpahnya sesudah salat Asar dengan 
menyebut nama Allah, bahwasanya mereka tidak akan menukar persaksi- 
annya dengan harga yang sedikit. 

Jika pihak para wali (ahH waris) si mayat melihat bahwa kedua 
saksi kafir ini dusta dalam persaksiannya, hendaklah dua orang lelaki 
dari kalangan ahli waris si mayat berdiri, lalu menyatakan sumpahnya 
dengan menyebut nama Allah, bahwa persaksian kedua orang kafir itu 
dusta, dart mereka tidak menganggapnya. Yang demikian itulah yang 
dimaksud oleh firman-Nya: 



Cl-V iSsSIjU 1 



« jasis^ess^& 



Jika diketahui bahwa kedua (saksi itu) memperbuat dosa (Al- 
Maidah: 107) 

Yakni jika ahli waris melihat adanya gelagat bahwa kedua orang kafir 
itu dusta dalam persaksiannya. 



-\-v t SjiUu .i» flAft* iZjfjfBHilf&k 



maka dua orang yang lain menggantikan keduanya. (Al-Maidah: 
107) 

Yakni dari kalangan para wali si mayat. Lalu keduanya bersumpah 
dengan menyebut nama Allah, bahwa persaksian kedua orang kafir itu 
batil dan kami tidak menganggapnya. Maka persaksian kedua orang kafir 
itu ditolak, sedangkan persaksian para wali si mayat diperbolehkan. 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas. 
Kedua-duanya diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. 

Demikianlah hukum itu ditetapkan sesuai dengan makna ayat oleh 
bukan hanya seorang dari kalangan para tabi'in yang terkemuka dan 
kalangan ulama Salaf, dan hal inilah yang dipegang oleh mazhab Imam 
Ahmad rahimahullah. 

Kqmpangsunnqh.org 



152 Juz 7 -Al-Maidah 

Firman Allah Swt.: 

Itu lebih dekat untuk (menjadikan para saksi) mengemvkakan 
persaksiannya menuruf apayang sebenarnya. (Al-Maidah: 108) 

Yakni demikianlah cara mempraktekkan hukum ini dengan cara yang 
letcih memuaskan, yaitu menyumpah kedua saksi yang zimmi serta 
menaruh rasa curiga terhadap keduanya. Hal ini lebih dekat untuk 
menjadikan keduanya mengemukakan persaksian menurut apa yang 
sebenarnya lagi memuaskan. 
Firman Allah Swt.: 



ci-*i SjkiiCti^ 



.%&&&&*&&& 



dan (lebih dekat untuk menjadikan mereka) merasa takut akan 
dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) sesudah mereka 
bersumpah (Al-MBdah: 108) 

Yakni hal yang mendorong mereka untuk menunaikan persaksian 
menurut apa adanya ialah dengan memberatkan sumpah terhadap mereka, 
yaitu dengan menyebut nama Allah, dan rasa takut akan dipermalukan- 
di hadapan orang banyak jika sumpahnya dikembalikan kepada ahli waris 
si mayat, yang akibatnya merekalah yang bersumpah dan mereka berhak 
mendapatkan apa yang diakuinya. Karena itulah Allah Swt. berfirman: 



ci-n t «oiiUi3 



.i*#m®&8$®k$ 



dan (lebih dekat untuk menjadikan mereka) merasa takut akan 
dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) sesudah mereka 
bersumpah. (Al-Maidah: 108) 



Kemudian Allah Swt. berfirman: 



c<-* = s.i±ju^ .$t\y3u\$ 



Dan bertakwalah kepada Allah. (Al-Maidah: 108) 
Yakni dalam semua urusan kalian. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir *'- 1 53 

rfow dengarkanlah (perintah-Nya). (Al-Maidah: 108) 
Yakni taatilah perintah-Nya. 

^//a/i //t/oA memberi petimjuk kepada orang-orangyangfasik. (Al- 
Maidah: 108) 

Yakni orang-orang yang keluar dari jalan ketaatan kepada-Nya dan 
menyimpang dari syariat-Nya. 

Al-Maidah, ayat 109 

{In^ilah) haridiwaktu Allah mengumpulkan para rasul, lain Allah 
bertanya (kepada mereka), "Apa jawaban kaum kalian terhadap 
(seruan) kalian? " Para rasul menjawab. "Tidak ada pengetahuan 
kami (tentang itu), sesungguhnya Engkaulah Yang mengetahui 
perkara yang gaib. " 

Ayat ini mengandung berita tentang khitab Allah kepada para rasul- 
Nya kelak di hari kiamat mengenai jawaban yang mereka terima dari 
umatnya masing-masing yang mereka diutus kepadanya oleh Allah Swt. 
Seperti halnya makna yang terdapat di dalam ayat lain: 

Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah 
diutus rasul-rasul kepada mereka, dan sesungguhnya Kami akan 
menanyai (pula) rasul-rasul (Kami). (Al-A'raf: 6) 

Mfika demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, 
tentang apayangtelah mereka kerjakan dahulu. (Al-Hijr: 92-93) 

Kqmpungsannqh.org 



154 Juz7-A1-MakJah 

Ucapan para rasul yang disitir oleh firman-Nya: 

Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu). (Al-Maidah: 109) 

Mujahid, Al-Hasan Al-Basri, dan As-Saddi mengatakan, "Sesungguhnya 
mereka (para rasul) mengatakan demikian karena pengaruh kengerian hari 
tersebut, yakni hari kiamat" 

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari As-Sauri, dari Al-A'masy, 
dari Mujahid sehubungan dengan firman-Nya: 

(Ingatlah) Hari di waktu Allah mengumpvikan para rasul, lalu 
Allah bertanya (kepada mereka), "Apa jawaban kaum kalian 
terhadap (seruan) kalian? " (Al-Maidah: 109) 

Maka para rasul merasa terkejut, lalu mereka menjawab: 

Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu). (Al-Maidah: 109) 

Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu 
Humaid, telah menceritakan kepada kami Hakkam. telah menceritakan 
kepada kami Anbasah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar 
seorang syekh berkata bahwa ia pernah mendengar Al-Hasan Al-Basri 
berkata sehubungan dengan makna firman-Nya: 

(Ingatlah) hari di waktu Allah mengwnpulkan para rasul. (Al- 
Maidah: 109), hingga akhir ayat, 

Bahwa hal ini terjadi di hari yang sangat mengerikan lagi sangat 
menakutkan, yaitu hari kiamat. 

Asbat telah meriwayatkan dari As-Saddi sehubungan dengan firman 
Allah Swt: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 155 

(Ingatlah) hari diwaktu Allah mengumpulkan para rasul, lalu Allah 
bertanya (kepada mereka), "Apa jawaban kaum kalian terhadap 
(seruan) kalian? " Para rasul menjawab, "Tidak ada pengetahuan 
kami (tentang itu)." (Al-Maidah: 109) 

Demikian itu karena mereka berada di suatu tempat yang membuat akal 
mereka bingung dan terkejut. Karena itulah ketika mereka ditanya, maka 
mereka menjawab: 

Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu). (Al-Maidah: 1 09) 

Setelah itu mereka menempati tempat yang lain, lalu mereka mengemu- 
kakan persaksiannya terhadap kaumnya masing-masing. Demikian lah 
menurut riwayat Ibnu Jarir. Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, telah 
menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami 
Al-Husain, telah menceritakan kepada kami Al-Hajjaj, dari Ibnu Juraij 
sehubungan dengan firman-Nya: 



&jte&9&#W& < 



(Ingatlah) Hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul, lalu 
Allah bertanya (kepada mereka), "Apa jawaban kaum kalian 
terhadap (seruan) kalian? " (Al-Maidah: 1 09) 

Yakni "Apakah yang dikerjakan mereka sesudah kalian, dan apakah yang 
mereka buat-buat sepeninggal kalian?" Mereka (para rasul) menjawab: 



ti.1i e*Zi\£iz> 



.^^SUCQjfei 



Tidak ada pengetahuan kami (tentang itu); sesungguhnya Engkaulah 
yang mengetahui perkara yang gaib. (Al-Maidah: 109) 

Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan 
dengan firman-Nya: 



Kqmpangsunnqh.org 



C\ -1 J »Ji£>Lil3 



156 Juz7-AWIaidah 

(]n^alah)haridiwaktuAllahmengumpidkanpararasid, lalu Allah 
bertanya (kepada mereka), "Apajawaban kaum kalian terhadap 
(seruan) kalian? " Para rasul menjawab, "Tidak ada pengetahuan 
kami (tentang itu); sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui 
perkara yang gaib. " (Al-Maidah: 109) 

Mereka(para rasul) berkata kepada Tuhannya, "Tidak ada pengetahuan 
bagi kami kecuali pengetahuan yang Engkau lebih mengetahuinya 
daripada kami." Demikian menurut riwayat Ibnu Jarir, kemudian ia 
memilih penafsiran ini di antara ketiga penafsiran yang ada mengenainya. 
Tidak diragukan lagi pendapat yang terakhirinimerupakanpendapat 
yang baik, mengingat penafsirannya mengandung makna yang etis 
(sopan) terhadap Allah Swt. Dengan kata lain, tiada pengetahuan bagi 
kami bila dibandingkan dengan pengetahuan-Mu yang meliputi segala 
sesuatu, sekalipun kami menjawab dan mengetahui siapayang memenuhi 
seruan kami. Tetapi di antara mereka terdapat orang-orang yang kami 
hanya dapat mengetahui lahiriahnya saja, sedangkan mengenai 
batiniahnya tiada pengetahuan bagi kami. Engkaulah Yang Maha 
Mengetahui segala sesuatu lagi Mahaperiksa terhadap segala sesuatu. 
Ilmu kami bila dibandingkan dengan ilmu-Mu sama dengan tidak 
berilmu. 



ci^i Sj£>Ui^ 



•^g^feS^ 



sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. (Al- 
Maidah: 109) 



Al-Maidah, ayat 110-111 

KqmpangsannQh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 157 

(Ingatlah) ketika Allah mengatakan, "Hai Isa pvtra Maryam, 
ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku 
menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara 
dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa. 
Dan (ingatlah) di waktu Aku mengqjar kamu menulis, hikmah, Taurat 
danlnjil, dbn(^gatlahpula)dfMwfo»Aa7>mmemte^^dbr(tof^(suatu 
bstS\)k)yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup 
padanya, lalu bentuk itv menjadi burung (yang sebenamya) dengan 
seizin-Ku. Dan (ingatlah) waktu kamu menyembuhkan orangyang 
buta sejak lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak dengan 
seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang matt 
dart kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di 
waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka 
membunuh kamu) di kola kamu mengemukakan kepada mereka 
keterangan-keteranganyangnyata, laluorang-orangkqfirdiantara 
mereka berkata, "Jni tidak lain melainkan sihir yang nyata. " Dan 
(Ingatlah) ketika Aku ilhamkan kepada kaum Hawariyyin (pengikut 
Nabi Isa yang setia), "Berimanlah kalian kepada-Ku dan kepada 
rasul-Ku. " Mereka menjawab, "Kami telah beriman dan 
saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah 
orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)." 

Allah Swt. menyebutkan anugerah yang telah diberikan-Nya kepada 
hamba dan rasul-Nya, yakni Nabi Isa putra Maryam a.s., dalam bentuk 
berbagai mukjizat yang jelas dan hal-hal yang bertentangan dengan 
kebiasaan (hukum alam). Untuk itu Allah Swt. berfirman: 

ingatlah nikmat-Ku kepadamu. (Al-Maidah: 110) 

Kqmpangsunnqh.org 



158 Juz7-AMtflaidah 

Yakni Aku ciptakan kamu dari ibumu tanpa ayah, dan Aku jadikan kamu 
sebagai tanda yang menunjukkan akan kekuasaan-Ku terhadap segala 
sesuatu dengan penguasaan yang mutlak. 

dan kepada ibumu. (Al-Maidah: 110) 

Karena Aku jadikan dirimu sebagai bukti bagi ibumu yang menunjukkan 
kebersihan dirinya dari apa yang dituduhkan oleh orang-orang yang 
zalim. Mereka menuduhnya telah berbuat fakisyah (zina). 

di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhui qudvs. (Al-Maidah: 
110) 

Yang dimaksud dengan "ruhul qudus" ialah Malaikat Jibril a.s. Dan 
Kami jadikan kamu seorang nabi yang menyeru (manusia) menyembah 
Allah di waktu kamu masih kecil dan sesudah kamu dewasa. Aku jadikan 
kamu dapat berbicara selagi kamu masih dalam buaian, lalu kamu 
bersaksi menyatakan kebersihan did ibumu dari setiap cela dan aib, dan 
kamu mengakui sebagai hamba-Ku, dan kamu beritakan (kepada 
manusia) tentang risalah yang Aku berikan kepadamu, yaitu kamu 
menyeru mereka untuk menyembah-Ku. Karena itulah disebutkan oleh 
firman-Nya: 

Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam 
buaian dan sesudah dewasa. (Al-Maidah: 1 1 0) 

Yakni kamu menyeru manusia untuk menyembah Allah Swt. sejak kamu 
masih anak-anak (bayi) dan sesudah dewasa. Pengertian "berbicara" dalam 
ayat ini mengandung pengertian berseru, mengingat pembicaraannya dengan 
manusia setelah ia dewasa bukan merupakan hal yang aneh. 

Firman Allah Swt.: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 159 

dan (ingatlah) ketika Aku mengajar kamu menulis dan hikmah ( Al- 
Maidah: 110) 



* \4k* 



Yakni diajarkan menulis dan diberi pemahaman. 

dan Tavtat. (Al-Maidah: 110) 

Yakni kitab yang diturunkan kepadaNabi Musa ibnu Imran yang dijuluki 
sebagai Kafimullah (orang yang pernah diajak berbicara langsung oleh 
Allah Swt.)- Adakalanya lafaz Tawat disebutkan di dalam hadis, tetapi 
makna yang dimaksud lebih umum daripada itu. 
Firman Allah Swt.: 

.... .M-» J^J&$>foJ&%& 

dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu 
bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku. (Al-Maidah: 110) 

Yakni kamu bentuk dan kamu gambarkan tanah liat itu berupa seekor 
burung atas perintah-Ku. 



=, .$$&&&fcg$S 



Kemvdian kamu menivp padanya, lalu bentuk itu menjadi burung 
(yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. (Al-Maidah: 1 10) 

Yakni lalu kamu tiup boneka yang telah kamu bentuk itu dengan seizin- 
Ku, maka bentuk itu menjadi burung sungguhan yang hidup dan dapat 
terbang dengan seizin Allah dan merupakan ciptaan-Nya (melalui tangan 
Nabi Isa). 

Firman Allah Swt.: 

Dan (ingatlah) waktu kamu menyembuhkan arangyang buta sejak 
kelahiran dan orangyang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku (Al- 
Maidah: 110) 

Hal ini telah diterangkan di dalam tafsir surat Ali Imran dengan 
penjelasan yang sudah cukup hingga tidak perlu diulangi lagi dalam 
surat ini. 

Kqmpangsunnqh.org 



160 Juz7-AI-Maidah 

Firman Allah Swt.: 



eti- ■ SA&U13 -S^M/S^TQ^^S 



dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur 
(menjadi hidup) dengan seizin-Ku. (Al-Maidah: 1 10) 

Yakni kamu panggil mereka dan mereka dapat bangkit dari kuburnya 
dengan seizin Allah dan dengan kekuasaan serta kehendak dan keinginan- 
Nya. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami Malik ibnu Ismail, telah 
menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Talhah (yakni. Ibnu 
Musarrif), dari Abu Bisyr, dari Abul Huzail yang mengatakan bahwa 
Nabi Isa a.s. apabila hendak menghidupkan orang yang telah mati, 
terlebih dahulu salat dua rakaat; pada rakaat pertama membaca surat 
Al-Mulk, sedangkan pada rakaat kedua membaca surat As-Sajdah. 
Setelah salat dua rakaat, ia memanjatkan puja dan puji serta syukur 
kepada Allah, kemudian berdoa dengan menyebutkan tujuh nama, yaitu: 
"Wahai Yang Mahadahulu, wahai Yang Mahasamar, wahai Yang 
Mahaabadi, wahai Yang Maha Esa, wahai Yang Mahaganj il, wahai Yang 
Mahatunggal, wahai yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu." 

Apabila tertimpa suatu musibah, ia berdoa dengan menyebut tujuh 
nama lainnya, yaitu: "Wahai Yang Hidup Kekal, wahai Yang terus- 
menerus mengurus makhluk, wahai Allah, wahai Tuhan Yang Maha 
Pemurah, wahai Tuhan Yang Mahaagung, wahai Tuhan Yang mem- 
punyai kebesaran, wahai Tuhan Yang mempunyai kemuliaan, wahai 
Cahaya langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya, Tuhan 
'Arasy yang besar, wahai Tuhanku." Ini merupakan asar yang sangat 
besar, yakni doa yang sangat mustajab. 

Firman Allah Swt.: 

dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan 
mereka membunuh kamu) di kola kamu mengemukakan kepada 

Kqmpungsannqh.org 



Tafcir Ibnu KaSir 161 

mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kqfir 
di antara mereka berkata, "Ini tidak lain kecuali sihiryang nyata. " 
(Al-Maidah: 110) 

Yakni ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu ketika Aku menghalang- 
halangi mereka melampiaskan niat jahatnya kepadamu. Yaitu ketika 
kamu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti dan hujjah- 
hujjah yang jelas yang membuktikan kenabian dan kerasulanmu dari 
Allah kepada mereka. Lalu mereka mendustakanmu dan menuduhmu 
sebagai seorang penyihir. Dan mereka berupaya untuk membunuh dan 
menyalibmu, maka Aku selamatkan kamu dari mereka dan Aku angkat 
kamu kepada- Ku serta Aku bersihkan kamu dari kekotoran mereka dan 
Aku lindungi kamu dari kejahatan mereka. 

Hal ini menunjukkan bahwa anugerah ini diberikan oleh Allah 
kepada Nabi Isa sesudah ia diangkat ke langit, atau anugerah ini diberikan 
kepadanya pada hari kiamat. Lalu diungkapkan memakai sigatfi 'il modi 
yang mengandung makna kepastian akan kejadiannya. Berita ini 
termasuk hal-hal gaib yang diperlihatkan oleh Allah kepada Nabi 
Muhammad Saw. 

Firman Allah Swt.: 

Dan (ingatlah) ketika Aku ilhomkan kepada kaum Hawariyyin, 
"Berimanlah kalian kepada-Ku dan kepada rasid-Ku. " (Al-Maidah: 
111) 

Hal ini pun termasuk anugerah Allah kepada Nabi Isa, yaitu Allah 
menjadikan baginya sahabat-sahabat dan penolong-penolong yang setia 
kepadanya. 

Menurut pendapat lain, yang dimaksud dengan istilah 'Svahyu" 
dalam ayat ini ialah wahyu yang berupa ilham, seperti pengertian yang 
terdapat di dalam firman-Nya: 



CV ij^ayaU 1 



-V&ltSu&jiffiZ&i 



Dan kamiilhamkan kepada ibuMusa, "Svsi4kanlahdia"(Al~Qasas: 
7) 

Kqmpungsannqh.org 



162 Juz7-AI-M6idah 

Hal ini jelas menunjukkan bahwa makna yang dimaksud adalah ilham, 
tanpa ada yang memperselisihkannya. Sama pula dengan pengertian pada 
ayat lain, yaitu firman Allah Swt: 

Dan Tvhcmmu mengilhamkan kepada lebah, "Buatlah sarang- 
sarang di bukit-bukil, di pohon-pohon kayo, dan di tempat-tempat 
yang dibuat manusia, kemudian makanlah darl tiap-tiap (macam) 
buah-buahan dan tempuhlahjalan Tuhanmuyang telah dimudahkan 
(bagimu)." (An-Nahl: 68-69), hingga akhir ayat. 

Demikianlah menurut pendapat sebagian ulama salaf sehubungan dengan 
firman-Nya: 



C\\\ \ .JijUi^> 



Dan (ingatlah) ketika Aku ilhamkan kepada kaum Hawariyyin, 
"Berimanlah kalian kepada-Ku dan kepada rasul-Ku. " Mereka 
menjawab. "Kami telah beriman dan saksikartlah (wahai rasul) 
bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orangyangpatuh (kepada 
seruanmu)." (AUMaidah: 111) 

Yakni mereka (kaum Hawariyyin) diberi ilham hal tersebut, lalu mereka 
mengamalkan semua apa yang diilhamkan kepada mereka. Al-Hasan 
Al-Basri mengatakan bahwa Allah Swt. mengilhamkan hal tersebut 
kepada mereka. Sedangkan menurut As-Saddi, Allah memasukkan hal 
tersebut ke dalam kalbu mereka. 

Dapat pula diinterpretasikan bahwa makna yang dimaksud ialah, 
"Ketika Aku wahyukan kepada mereka melalui kamu, lalu kamu seru 
mereka untuk beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka dengan serta 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafcir Ibnu Kasir 163 

merta mereka menyambut dan menerima semanmu, lalu mereka tunduk 
dan mengikuttmu." Kemudian mereka mengatakan: 



cm i SaIjUi^ 



.&^^<&m 



Kami telah beriman dan saksikanlak (wahai rasul) bakwa 
sesungguhnya kami adatdh orang-orang ytatg patuh (kepada 
seruanmu). (Al-Maidah: 111) 



Al-Maldah, ayat 112-115 

Ingatlah ketika pengikut-pengikut Isa berkata, "Hat Isa putra 
Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit 
kepada kami? " Isa menjawab, "Bertakwalah kepada Allah jika 
betul-betul kalian orangyang beriman. " Mereka menjawab, "Kami 
mgm memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan 
supaya kami yakm bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, 
dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu. " 
Isa putra Maryam berdoa, "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya 
kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan 
menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orangorangyang bersama 
kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi 
kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah Pemberi 
rezeki Yang Paling Vtama "Allah berflrman, "SesungguhnyaAku 

Kqmpangsunnqh.org 



164 Juz7-AI-W6idah 

akan menurunkan hidangan itu kepada kalian, barangsiapayang 
kqfir di antara kalian sesudah (turun hidangan itu), maka 
sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak 
pernahAkutimpakan kepada seorangpundi antara umatmanusia. " 

Inilah kisah maidah atau hidangan yang nama surat ini dikaitkan 
dengannya, karena itu disebut "surat Al-Maidah". Hidangan ini 
merupakan salah satu dari anugerah Allah yang diberikan kepada hamba 
dan rasul-Nya, yaitu Isa as. ketika Dia memperkenankan doanya yang 
memohon agar diturunkan hidangan dari langit. Maka Allah Swt. 
menurunkannya sebagai mukjizat yang cemerlang dan hujjah yangnyata. 

Sebagian para imam ada yang menyebutkan bahwa kisah hidangan 
ini tidak disebutkan di dalam kitab lnjil, dan orang-orang Nasrani tidak 
mengetahuinya kecuali melalui kaum muslim. 

Firman Allah Swt.: 

(lngatlah) ketika kaum Hawariyyin berkata (Al-Maidah: 112) 
Hawariyyin adalah pengikutNabi Isa a.s. 

Hat Isaputra Maryam, sanggupkah Tuhanmu. (Al-Maidah: 1 12) 

Demikianlah menurut qiraah kebanyakan ulama, dan ulama lainnya ada 
yang membacanya seperti bacaan berikut: 

Dapatkah kamu memohon kepada Tuhanmu. 
Yakni sanggupkah kamu meminta kepada Tuhanmu. 



C.HY iDOkiiQi^ 

menurunkan hidangan dari langit kepada kaml (Al-Maidah: 112) 

Hidangan ini merupakan piring-piring besar yang berisikan makanan. 
Sebagian ulama mengatakan, sesungguhnya mereka meminta hidangan 
ini karena mereka sangat memerlukannya dan karena kemiskinan mereka. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 65 

Lalu mereka meminta kepada nabinya agar menurunkan hidangan dari 
langit setiap harinya untuk makanan mereka hingga mereka kuat 
menjalankan ibadahnya. 

Isa menjawab, "Bertakwalah kepada Allah, jika betui-betid kalian 
orangyang beriman. " (Al-Maidah: 1 12) 

Al-Masih a.s. menjawab permintaan mereka dengan perkataan, 
"Bertakwalah kalian kepada Allah, dan janganlah kalian meminta yang 
ini, karena barangkali hal tersebut merupakan cobaan bagi kalian. Tetapi 
bertawakallah kalian kepada Allah dalam mencari rezeki, jika kalian 
memang orang-orang yang beriman." 



Cut" : BJiiUi 



b u. 3 .\^afcafiWifti 



Mereka berkata. "Kami ingin memakan hidangan itu. " (Al-Maidah: 
113) 

Yakni kami perlu memakan hidangan itu. 

dan supaya tenteram kaibu kami. (Al-Maidah: 1 13) 

Apabila kami menyaksikan turunnya hidangan itu sebagai rezeki buat 
kami dari langit. 



Civr- i oJitiUlU 



.B&&SHS 



dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada 
kami. (Al-Maidah: 113) 

Yakni agar iman kami kepadamu makin bertambah, dan makin 
bertambah pula pengetahuan kami kepada kerasulanmu. 



Cllf! «J£iUO 



dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu. 
(Al-Maldah:113) 

Kqmpungsannqh.org 



166 Juz7-AL-N&idah 

Yakni kami akan menyaksikan bahwa hidangan itu merupakan tanda 
dari sisi Allah dan petunjuk serta hujjah yang menyatakan kenabianmu 
dan kebenaran apa yang kamu sampaikan. 

Isa putra Matyam berdoa, "Ya Tuhan kami, turunkanlah Jdranya 
kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan 
menjadi hari rqya bagi kami, yaitu bagi orang-orangyang bersama 
kami dan yang datang sesudah kami. " (Al-Maidah: 114) 

Menurut As-Saddi makna ayat adalah, "Kami akan menjadikan hari 
turunnya hidangan itu sebagai hari raya yang kami hormati dan juga 
dihormati oleh orang-orang sesudah kami." Menurut As-Sauri, makna 
yang dimaksud ialah suatu hari yang kam i akan melakukan salat padanya 
(sebagai rasa syukur kami atas nikmat itu), 

Qatadah mengatakan bahwa mereka bermaksud hari raya itu akan 
dirayakan oleh keturunan mereka sesudah mereka. Dari Salman Al-Farisi 
disebutkan bahwa sebagai pelajaran buat kami dan buat orang-orang 
sesudah kami. Sedangkan menurut pendapat yang lain, sebagai 
kecukupan untuk orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang 
kemudian. 

dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. (Al-Maidah: 1 14) 

Yakni sebagai bukti yang menunjukkan akan kekuasaan-Mu terhadap 
segala sesuatu, dan sebagai bukti yang menunjukkan terkabulnya doaku 
oleh-Mu, hingga mereka percaya kepadaku dalam semua apa yang 
kusampaikan kepada mereka dari-Mu. 

cut i Sm,o\^ •uS|/3l5 
beri rezekilah kami. (Al-Maidah: 114) 

Yakni dari sisi-Mu. Yang dimaksud ialah rezeki yang mudah diperoleh 
tanpa susah payah. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 67 

Clio ~ ill : eJtijU-Jo 

"rfon Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama. " Allah 
berfirman, "Sesungguhrtya Aku akan menurunkan hidangan itu 
kepada kalian, barang siapa yang kaftr di antara kalian sesudah 
(turun hidangan itu). "(Al-Maidah: 114-115) 

Yakni barang siapa yang mendustakannya dari kalangan umatmu, hai 
Isa, dan ia mengingkarinya: 



afr&wq&SQ&wt 



maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang 
tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara untat 
manusia. (Al-Maidah: US) 

Yakni umat manusia yang sezaman dengan kalian. Pengertiannya sama 
dengan apa yang terdapat di dalam ayat lain: 

danpada hari kiamat (dikatakan kepada malaikat), "Masukkanlah 
Fir 'aim dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras. " (Al-Mu- 
min: 46) 

Dan sama dengan firman-Nya: 

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada 
tingkatan yang paling bawah dari neraka. (An-Nisa: 145) 

Ibnu Jarir telah meriwayatkan melalui jalur Auf Al-A'rabi, dari Abul 
Mugirah Ai-Qawwas, dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa 
manusiayang paling keras azabnyakelakdi hari kiam at adatigamacam, 
yaitu orang-orang munafik, orang-orang yang kafir dari kalangan mereka 
>ang menerima hidangan dari langit, dan Fir'aun beserta para 
pendukungnya. 

Kqmpungsannqh.org 



168 Juz7-A^Mi^d^H 

Kisah-kisah yang dirhvayatkan dari ulama Salaj tentang turunnya 
Maidah kepada kaum Hawariyyin 

Abu Ja'far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami At- 
Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, telah menceritakan 
kepadaku Hajjaj, dari Lajs, dari Aqil, dari Ibnu Abbas yang telah 
menceritakan perihal Nabi Isa a.s. Disebutkan bahwa Nabi Isa pernah 
berkata kepada kaum Bani Israil, "Maukah kalian melakukan puasa 
karena Allah selama tigapuluh hari, kemudian kalian memohon kepada- 
Nya, maka niscaya Dia akan memberi kalian apa yang kalian minta. 
karena sesungguhnya upah orang yang bekerja itu diberikan oleh orang 
yang mempekerjakannya?" Maka mereka meiakukan apa yang 
dianjurkannya. Sesudah itu mereka berkata, "Wahai pengajar kebaikan, 
engkau telah berkata kepada kami bahwa sesungguhnya imbalan pekerja 
itu diberikan oleh orang yang mempekerjakannya Dan engkau telah 
memerintahkan kepada kami untuk puasa tiga puluh hari, lalu kami 
mengerjakannya, sedangkan kami tidak pernah bekerja selama tiga puluh 
hari pada seseorang kecuali dia memberi kami makan bila kami telah 
menyelesaikan tugas. Maka sanggupkah engkau memohon kepada 
Tuhanmu agar Dia menurunkan kepada kami suatu hidangan dari langit?" 
Nabi Isa menjawab: 

"Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kalian orang yang 
beriman. " Mereka berkata, "Kami ingin memakan hidangan itu 
dan supaya tenteram kalbu kami dan supaya kami yakin bahwa 
kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang- 
orang yang menyaksikan hidangan itu. " Isaputra Maryam berdoa, 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 69 

"Ya Tvhankami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan 
dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami. 
yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang 
sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri 
rezekilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezeki yang paling utamcu " 
Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan 
itu kepada kalian, barang siapayang kafir di antara kalian sesudah 
(turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya 
dengan siksaan yang tidakpernah Aku timpakan kepada seorang 
pun di antara umat manusia. " (Al-Maidah: 112-115) 

Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, "Setelah itu datanglah para malaikat 
yang terbang turun membawa hidangan dari langit. Hidangan ttu terdiri 
atas makanan berupa tujuh ekor ikan dan tujuh buah roti, lalu para 
malaikat meletakkan hidangan itu di hadapan mereka. Maka yang 
dimakan oleh orang-orang yang terakhir dari mereka adalah sebagiannya 
saja, sebagaimana orang-orang yang pertama dari mereka memakan 
sebagiannya saja (yakni tidak kunjung habis)." 

Hal yang sama telah diriwayatkan oieh Ibnu Jarir. Ibnu Abu Hatim 
meriwayatkannya dari Yunus ibnu Abdul A'la, dari Ibnu Wahb, dari 
Lais, dari Aqil, dari Ibnu Syihab. Disebutkan bahwa Ibnu Abbas pernah 
menceritakan hal yang semisal. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telafr menceritakan kepada kami Sa' id 
ibnu Abdullah ibnul Hakam, telah menceritakan kepada kami Abu Zar'ah 
dan Hibatullah ibnu Rasyid, telah menceritakan kepada kami Aqil ibnu 
Khalid; Ibnu Syihab pernah menceritakan kepadanya, dari Ibnu Abbas, 
bahwa Isa putra Maryam a.s. pernah diminta oleh kaumnya yang 
mengatakan kepadanya, "Doakanlah kepada Allah agar Diamenurunkan 
kepada kami suatu hidangan dari langit." Makaturunlah para malaikat 
membawa hidangan itu yang padanya terdapat tujuh ekor ikan dan tujuh 
buah roti, lalu hidangan itu diletakkan di hadapan mereka Maka sampai 
orang-orang yang terakhir dari mereka hanya makan sebagiannya, 
sebagaimana orang-orang yang pertama dari mereka hanya memakan 
sebagiannya saja. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Quza'ah Al- 

Kqmpungsannqh.org 



170 Juz7-A1-*fcidah 

Bahili, tetah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Habib, telah 
menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Abu Arubah, dari Qatadah, dari 
Jallas, dari Ammar ibnu Yasir, dari Nabi Saw. yang teiah bersabda: 

Hidangan itu diturunkan dan langit, padanya terdapat roti dan 
dagirtg. Dan mereka diperintahkanjangan berkhianat danjangan 
menyimpannya untuk besok harinya. Tetapi mereka berkhianat, 
menyimpanrtya dan menyembunyikannya, akhirnya mereka dikutuk 
menjadi kera-kera dan babi-babi. 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Al-Hasan ibnu 
Quza'ah. 

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Ibnu Basysyar, dari Ibnu 
Abu Addi. dari Sa'id, dari Qatadah. dari Jallas, dari Ammar yang telah 
menceritakan bahwa hidangan itu diturunkan, dan padanya terdapat buah- 
buahan dari surga. Lalu mereka diperintahkan agar jangan khianat, jangan 
menyembunyikan, dan jangan menyimpannya. Tetapi mereka me- 
nyembunyikan dan menyimpannya, akhimya Allah mengutuk mereka 
menjadi kera dan babi. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnul 
Musanna, telah menceritakan kepada kami Abdul A'la, telah 
menceritakan kepada kami Daud, dari Sammak ibnu Harb, dari seorang 
lelaki Bani Ajal yang menceritakan bahwa ia pemah salat di sebelah 
Ammar ibnu Yasir. Setelah Ammar ibnu Yasir selesai dari salatnya, 
lain mengatakan, 'Tahukah kamu kisah hidangan yang diturunkan kepada 
kaum Bani Israii?" Ia menjawab, "Tidak." Maka Ammar berkata, 
"Mereka meminta kepada Isa ibnu Maryam suatu hidangan yang 
berisikan makanan yang tidak pernah habis mereka makan." 

Ammar melanjutkan kisahnya, "Lalu dikatakan kepada mereka, 
' Hidangan itu akan terwujud bagi kalian selagi kalian tidak menyem- 
bunyikannya atau berkhianat atau menyimpannya untuk keesokan 
harinya. Dan jika kalian melakukannya, maka sesungguhnya Aku akan 
mengazab kalian dengan suatu azab yang belum pernah Kutimpakan 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kaiir 171 

kepada seorang pun di antara manusia*. "Ammar ibnu Yasir melanjutkan, 
"Sehari berlalu mereka telah menyembunyikan, menolak, dan khianat, 
dan Iain mereka disiksa dengan siksaan yang beium pernah Allah 
timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia. Dan sesungguhnya 
kalian, hai orang-orang Arab, kalian pada mulanya adalah kaum yang 
mengikuti ekor unta dan kambing (yakni kaum Badui), lain Allah 
mengutus kepada kalian seorang rasul dari kalangan kalian sendiri yang 
kalian ketahui kedudukan dan keturunannya. Dan aku akan memberitahu- 
kan kepada kalian bahwa kalian kelak akan beroleh kemenangan atas kaum 
Ajam. Dan Rasul telah melarang kalian menimbun etnas dan perak. Demi 
Allah, tiada suatu malam dan suatu siang pun melainkan kalian kelak akan 
menimbun keduanya dan Allah akan mengazab kalian dengan azab yang 
sangatpedih." 

Den telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan 
kepada kami Husain, telah menceritakan kepadaku Hajjaj, dari Abu 
Ma'syar, dari Ishaq ibnu Abdullah, bahwa hidangan yang diturunkan 
kepada Mabi Isa ibnu Maryam terdiri atas tujuh buah roti dan tujuh ekor 
ikan, mereka boleh memakannya sekehendak mereka. Kemudian 
sebagian dari mereka ada yang mencuri sebagian dari makanan itu seraya 
mengatakan, "Barangkali hidangan ini tidak akan turun besok." Akhirnya 
hidangan itu diangkat kembali. 

AJ-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa diturunkan 
kepada Isa putra Maryam dan kaum Hawariyyin sebuah piring besar 
yang berisikan roti dan ikan, mereka dapat memakannya di mana pun 
mereka berada apabila mereka menyukainya. 

Khasif telah meriwayatkan dari Ikrimah dan Miqsam, dari Ibnu 
Abbas, bahwa hidangan itu berisi ikan dan beberapa potong roti. 

Mujahid mengatakan bahwa hidangan itu berupa makanan yang 
diturunkan kepada mereka (Bani Israil) di mana pun mereka berada. 

Abu Abdur Rahman As-Sulami mengatakan, hidangan itu diturun- 
kan berupa roti dan ikan. 

Atiyyah Al-Aufi mengatakan bahwa hidangan itu berupa ikan yang 
mengandung rasa semua jenis makanan. 

Wahb ibnu Munabbih mengatakan, Allah menurunkan hidangan 
itu dari langit kepada kaum Bani Israil, dan diturunkan kepada mereka 
setiap harinya yang isinya terdiri atas buah-buahan surgawi, maka mereka 

Kqmpungsannqh.org 



172 Juz7-AI-Maidah 

dapat memakan semua jenis buah-buahan yang mereka kehendaki. Dan 
tersebutlah bahwa hidangan itu dimakan oleh empat ribu orang; apabila 
mereka telah makan, maka Allah menurunkan hidangan lagi sebagai 
gantinya untuk sejumlah orang yang sama bilangannya dengan mereka. 
Mereka tinggal dalam keadaan demikian dalam masa yang dikehendaki 
oleh Allah Swt. 

Wahb ibnu Munabbih mengatakan bahwa diturunkan kepada mereka 
sepotong roti terbuat dari jewawut dan beberapa ekor ikan, kemudian 
Allah melipatgandakan keberkahan makanan itu. Maka sejumlah kaum 
datang memakannya, lalu keluar, kemudian datang sejumlah kaum 
lainnyajalu memakannya dan setelah itu mereka pergi, hingga semuanya 
makan dan hidangan itu masih lebih. 

Al-A'masy telah meriwayatkan dari Muslim, dari Sa'id ibnu Jubair, 
bahwa dalam hidangan itu terdapat segalajenis makanan, kecuali daging. 

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Ata ibnus Saib, dari Zazan, 
dari Maisarah, sedangkan Jarir meriwayatkannya dari Ata, dari Maisarah, 
bahwa hidangan yang diturunkan kepada kaum Bani Israil itu penuh 
dengan berbagai jenis makanan, kecuali daging. 

Dari Ikrimah, disebutkan bahwa roti hidangan itu terbuat dari beras, 
menurut riwayat Ibnu Abu Hatim. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ja'far 
ibnu AH melalui surat yang ditujukan kepada kami, bahwa telah 
menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abu Uwais, telah menceritakan 
kepadaku Abu Abdullah (yaitu Abdul Quddus ibnu Ibrahim ibnu Abu 
Ubaidillah ibnu Mirdas Al-Abdari maula Bani Abdud Dar), dari Ibrahim 
ibnu Umar, dari Wahb ibnu Munabbih, dari Abu Usman An-Nahdi, dari 
Salmanu! Khair. Disebutkan bahwa Salman pernah menceritakan, 
"Ketika kaum Hawariyyin meminta hidangan kepada Isa ibnu Maryam, 
maka Isa ibnu Maryam sangat tidak menyukai permintaan itu. la berkata, 
'Terimalah dengan lapang dada apa yang direzekikan oleh Allah kepada 
kalian di bumi ini, dan janganlah kalian meminta hidangan dari langit. 
Karena sesungguhnya jika hidangan itu diturunkan kepada kalian, maka 
ia akan menjadi tanda mukjizat dari Tuhan kalian. Dan sesungguhnya 
telah binasa kaum Samud ketika mereka meminta kepada nabinya suatu 
tanda mukjizat, lalu mereka diuji dengan mukjizat itu, hingga pada 
akhirnya menjadi penyebab bagi kebinasaan mereka'." 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 173 

Akan tetapi, mereka tetap bersikeras meminta hidangan itu. Karena 
itu, disebutkan oleh firman-Nya; 



c«r = 5Jt*Ut= 



-ttfteSS&ftCfc&ftft 



Mereka berkata, "Kami ingin memakan hidangan itu, dan supaya 
tenteram hati kami. " (Al-Maidah: 1 13), hingga akhir ayat, 

KetikaNabi lsa melihat mereka tetap bersikeras memfota agar iaberdoa 
untuk memohon hidangan itu bagi mereka, maka ia bangkit dan 
meluculkan jubah wolnya, lalu ia memakai jubah dari kain bulu yang 
kasar dan kain 'aba-ah dari bulu yang kasar. Kemudian lsa melakukan 
wudu dan mandi, lalu masuk ke dalam tempat salatnya, dan melakukan 
salat selama yang dikehendaki oleh Allah. 

Sesudah melakukan salat, lsa berdiri seraya tnenghadap ke arah 
kiblat dan menyejajarkan kedua telapak kakinya hingga sejajar dengan 
menempelkan bagian belakang kedua telapak kakinya dengan yang lain 
dan menyejajarkan semua jemarinya. Lalu ia meletakkan tangan 
kanannya di atas tangan kirinya di atas dadanya seraya memejamkan 
pandangan matanya dan menundukkan kepalanya dengan penuh rasa 
khusyuk. Saat itulah kedua matanya mengeluarkan air mata, dan air 
matanya terus mengalir pada kedua pipinya, lalu menetes melalui ujung 
janggutnya hingga membasahi tanah yang ada di bawah kepalanya karena 
khusyuknya. Dalam keadaan demikian lsa berdoa kepada Allah: 



c u*. i ».ou»- 



~m$6$&$&M 



Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan 
dari langit. (Al-Maidah: 1 14) 

Maka Allah menurunkan kepada mereka suatu hidangan pada piling 
besar yang berwarna merah di antara dua buah awan yang di atas dan 
bawahnya diapit oleh awan. Mereka memandangnya di udara, turun dari 
cakrawala langit menukik ke arah mereka. Sedangkan Nabi lsa dalam 
keadaan menangis karena takut kepada persyaratan yang telah diambil 
oleh Allah atas mereka mengenainya, yaitu bahwa Dia akan mengazab 
siapa pun di antara mereka yang mengingkari hidangan itu sesudah 

Kqmpungsannqh.org 



174 Juz7-AI-Maidah 

diturunkannya dengan siksaan yang tidak pemah Diatimpakan kepada 
seorang manusia pun. 

Nabi Isa tetap dalam keadaan berdoa di tempatnya seraya berkata, 
"Ya Allah, jadikanlah hidangan ini sebagai rahmat buat mereka, dan 
janganlah Engkau jadikan hidangan ini berakibat azab. Ya Tuhanku, 
sudah banyak perkara ajaib yang kumintakan kepada-Mu, lalu Engkau 
memberikannya kepadaku. Ya Tuhanku, jadikanlah kami orang-orang 
yang bersyukur kepada-Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung 
kepada-Mu bila Engkau menurunkan hidangan ini sebagai pertanda 
murka dan azab. Ya Tuhan-K.u, jadikanlah hidangan ini sebagai 
keselamatan dan kesehatan, dan janganlah Engkau menjadikannya 
sebagai cobaan dan siksaan." 

Nabi lsa terus-menerus berdoa hingga hidangan itu berada di 
hadapannya, sedangkan kaum Hawariyyin dan semua sahabatnya berada 
di sekelilingnya; mereka mencium bau yang sangat harum, sebelum itu 
mereka sama sekali tidak pemah mencium bebauan yang seharum itu. 
Isa dan kaum Hawariyyin menyungkur bersujud kepada Allah sebagai 
terima kasih mereka kepada-Nya, karena Allah memberi mereka rezeki 
dari arah yang tidak mereka duga-duga, dan Allah telah memperlihatkan 
kepada mereka suatu tanda yang besar lagi sangat menakjubkan dan 
mengandung pelajaran (akan kekuasaan Allah). 

Orang-orang Yahudi berdatangan melihat suatu peristiwa yang 
menakjubkan- itu yang membuat diri mereka dipenuhi oleh rasa sedih 
dan susah, lalu mereka pergi dengan perasaan yang penuh dengan 
kemarahan. 

Kemudian Nabi Isa, kaum Hawariyyin, dan teman-temannya datang. 
Mereka langsung duduk di sekitar hidangan itu. Tiba-tiba di atas hidangan 
itu mereka menjumpai kain penutupnya. Maka Nabi Isa berkata, 
"Siapakah yang berani membuka kain penutup hidangan ini dan paling 
percaya kepada dirinya serta paling taat di antara kita kepada Tuhannya? 
Hendaklah dia membukanya dari hidangan ini, hingga kita dapat melihat 
isinya, lalu memuji kepada Tuhan kita dengan menyebut asma-Nya, 
kemudian memakan rezeki yang telah Dia berikan kepada kita ini." 

Kaum Hawariyyin berkata, "Wahai FSihullah dan kalimah-Nya, 
engkaulah orang yang paling utama di antara kami untuk melakukan hal 
tersebut, dan engkaulah orang yang paling berhak membukanya." 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 175 

Maka Isa bangkit dan melakukan wudu lagi, lalu masuk ke dalam 
tempat salatnya dan melakukan salat beberapa kali dan menangis lama 
sekali. Kemudian ia berdoa kepada Allah, memohon izin untuk mernbuka 
penutup hidangan itu dan memohon agar Dia menjadikan berkah pada 
hidangan itu bagi dirinya dan kaumnya. dan sebagai rezeki. Setelah itu 
ia pergi dan duduk di dekat hidangan, lalu mengucapkan doa, "Dengan 
menyebut nama Allah Pemberi rezeki yang Paling Utama." 

Nabi Isa mernbuka penutup hidangan itu, temyata pada hidangan 
tersebut terdapat seekor ikan besar yang telah dipanggang tanpa ada 
kulitnya dan bagian dalamnya tidak ada durinya, minyak samin meleleh 
darinya, di sekelilingnya terdapat salad (lalap) dari berbagai macam jenis 
sayuran, kecuali daun bawang. Pada bagian kepalanya terdapat cuka, 
sedangkan pada bagian ekornya terdapat garam. Dan di sekitar salad 
terdapat lima buah rod yang pada salah satunya terdapat zaitun, pada 
yang lainnya terdapat buah kurma, sedangkan pada yang lainnya lagi 
terdapat lima buah deltma. 

Pemimpin kaum Hawariyyin — yaitu Syam'un — berkata kepada 
Nabi Isa, "Wahai Kuhullah dan kalimah-Nya, apakah ini berasal dari 
makanan dunia ataukah dari makanan surga?" 

Isa menjawab, "Ingatlah, sekarang sudah masanya bagi kalian 
mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran kekuasaan Allah yang 
kalian lihat ini, dan hentikanlah oleh kalian semua pertanyaan. Hal yang 
paling kutakutkan pada diri kalian ialah bila kalian mendapat siksaan 
disebabkan turunnya tanda kekuasaaii ini." 

Syam'un berkata kepadanya, "Tidak, demi Tuhan Israil (Nabi 
Ya'qub), saya tidak bermaksud akan mengajukan pertanyaan tentangnya, 
wahai putra wanita yang siddiqah. " 

Isa a.s. berkata, u Apa yang kalian lihat ini bukan berasal dari 
makanan dunia, bukan pula makanan dari surga, melainkan makanan 
ini adalah sesuatu yang diciptakan oleh Allah di udara melalui kekuasaan- 
Nya Yang Mahamenang lagi Mahaperkasa; kemudian Allah berfirman 
kepadanya, ' Jadilah!' Makajadilah ia. Kejadiannya lebih cepat daripada 
kejapan mata. Maka makanlah hidangan yang kalian minta ini dengan 
menyebut nama Allah, dan pujilah Tuhan kalian yang telah 
menurunkannya, niscaya Dia akan memberikan tambahannya kepada 
kalian, karena sesungguhnya Dia Maha Pencipta, Mahakuasa lagi Maha 
Membalas pahala." 

Kqmpangsunnqh.org 



176 Juz7-A1-N6idah 

Lalu mereka berkata, "Wahai Ruhullah dan kalimah-Nya, 
sesungguhnya kami ingin bila Allah menampakkan suatu tanda 
kekuasaan-Nya pada hidangan ini." 

Isa a.s. menjawab, "Mahasuci Allah, tidakkah kalian cukup dengan 
apa yang kalian lihat dari bukti ini dan tidak usah meminta tanda bukti 
yang lainnya?" 

Kemudian Isa a.s. memandang ke arah ikan panggang tersebut, lalu 
berkata, "Hai ikan, kembalilah kamu dengan seizin Allah menjadi hidup 
kembali seperti semula." Maka Allah menghidupkan ikan itu dengan 
kekuasaan-Nya, lalu ikan itu bergerak-gerak dan kembali hidup dengan 
izin Allah seraya membuka-buka mulutnya bagaikan harimau, matanya 
yang mengilat berkedip-kedip, dan semua sisiknya kembali seperti 
semula. Maka kaum merasa terkejut terhadap ikan itu dan menjauh 
darinya. Ketika Nabi Isa melihat sikap mereka yang demikian itu, ia 
berkata, "Mengapa kalian ini, bukankah kalian telah meminta suatu tanda 
kekuasaan Allah; tetapi setelah Dia memperlihatkannya kepada kalian, 
lalu kalian tidak menyukainya? Hal yang paling kutakutkan pada kalian 
ialah bila kalian disiksa karena perbuatan kalian sendiri. Hai ikan, 
kembalilah kamu dengan seizin Allah seperti keadaan semula." Maka 
ikan — dengan izin Allah — kembali dalam keadaan telah dipanggang 
seperti kejadian semula. 

Mereka berkata, "Hai Isa, jadilah engkau wahai Ruhullah, orang 
yang mulai memakannya, sesudah itu baru kami." Isa menjawab, "Aku 
berlindung kepada Allah dari perbuatan itu, bukankah yang memulai itu 
seharusnya orang yang memintanya?" 

Ketika kaum Hawariyyin dan teman-temanNabi Isa melihat bahwa 
Nabi Isa tidak mau menyantap hidangan itu, maka mereka merasa takut 
bila turunnya hidangan ini mengakibatkan murka Allah dan azab-Nya 
bila memakannya. Karena itu, mereka menjauhinya. 

Setelah Nabi Isa melihat bahwa mereka tidak mau memakannya, 
maka ia mengundang semua orang miskin dan orang-orang yang sakit 
menahun untuk menyantap hidangan itu. Nabi Isa mengatakan kepada 
mereka, "Makanlah rezeki dari Tuhan kalian ini berkat doa nabi kalian, 
dan akhirilah dengan memuji kepada Allah." 

Maka mereka melakukannya, terhitung ada seribu tiga ratus orang 
yang memakannya, baik laki-laki maupun wanita. Setiap orang makan 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 77 

hingga kenyang dan puas. Sedangkan Nabi Isa dan kaum Hawariyyin 
hanya memperhatikan, dan tiba-tiba hidangan itu masih dalam keadaan 
utuh seperti ketika bam turun dari langit, tiada sesuatu pun yang kurang 
darinya. Setelah itu hidangan tersebut diangkat ke langit, sedangkan 
mereka menyaksikannya. 

Setiap orang miskin merasa cukup hanya dengan sekali memakan- 
nya, dan setiap orang yang sakit menahun yang memakannya menjadi 
sembuh, dalam keadaan berkecukupan serta sehat wal afiat hingga akhir 
usianya. Sedangkan orang-orang Hawariyyin dan teman-teman Nabi Isa 
yang tidak mau makan hidangan itu merasa menyesal. Mereka hanya bisa 
memandang hidangan itu dengan air liur yang mengalir, sementara dalam 
hati mereka terpendam rasa penyesalan hingga akhir usia mereka. 

Disebutkan bahwa apabila hidangan itu turun dari langit sesudah 
itu, maka berdatanganlah kepadanya kaum Bani Israil seraya berlari- 
lari dari segala penjuru, sebagian dari mereka mendesak sebagian yang 
Iain, orang-orang kaya, orang-orang miskin, anak-anak, orang-orang 
dewasa, dan orang-orang yang sehat serta orang-orang yang sakit, 
semuanya ikut memakannya; sebagian dari mereka mendesak sebagian 
yang lain hingga tumpang tindih karena berebutan. 

Melihat gejala tersebut, maka Nabi Isa menjadikan hidangan itu 
digilirkan di antara mereka, yakni sehari turun dan sehari lainnya tidak 
turup. Keadaan demikian tetap berlangsung pada mereka selama empat 
puluh hari. Hidangan itu turun selang sehari kepada mereka di saat siang 
hari mulai tampak meninggi. Hidangan itu tetap dalam keadaan tersedia 
dan terus dimakan, hingga tiba saatnya diangkat ke langit meninggalkan 
mereka dengan izin Allah, sedangkan mereka dapat melihat bayangannya 
di tanah hingga lenyap dari pandangan mereka. 

Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Isa a.s., "Jadikanlah 
rezeki-Ku yang berupa hidangan ini untuk kaum fakir miskin, anak- 
anak yatim, serta orang-orang yang sakit menahun saja, bukan untuk 
orang-orang kaya." 

Ketika ketentuan tersebut diberlakukan, maka kalangan hartawan 
mereka mulai merasa ragu dan menyimpan rasa dendam akan adanya 
hukum tersebut, hingga tertanam dalam diri mereka rasa ragu dan 
bimbang, kemudian mereka berupaya membuat kedustaan agar orang- 

Kqmpungsannqh.org 



178 Juz7-AJ-MakJah 

orang ikut ragu seperti mereka. Lalu mereka menyiarkan berita yang 
buruk dan kemungkaran terhadap hidangan tersebut. Saat itulah setan 
menemukan jalannya yang didambakan, kemudian setan menanamkan 
rasa waswas ke dalam hati kaum Rabbaniyyin, sehingga mereka 
mengatakan kepada Isa, "Ceritakanlah kepada kami tentang hidangan 
ini dan masalah turunnya dari langit, apakah memang benar? Karena 
sesungguhnya banyak orang dari kaiangan kami yang meragukannya." 

Nabi Isa a.s. berkata, "Binasalah kalian. Demi Tuhanku, kalian telah 
meminta kepada nabi kalian supaya memohonkan kepada Tuhan kalian 
akan hidangan ini, tetapi setelah Tuhan mengabulkannya dan 
menurunkannya kepada kalian karena belas kasihan kepada kalian dan 
sebagai rezeki buat kalian, serta diperlihatkan-Nya tanda-tanda 
kebesaran-Nya kepada kalian untuk kalian jadikan sebagai pelajaran, 
temyata kalian balas mendustakan dan meragukannya. Maka tunggulah 
azab yang pasti akan menimpa kalian, kecuali bila Allah merahmati 
kalian." 

Maka Allah rnenurunkan wahyu-Nya kepada Isa a.s., bahwasanya 
Dia akan menghukum orang-orang yang berdusta sesuai dengan syarat 
yang telah dikemukakan-Nya. Sesungguhnya Dia akan mengazab di 
antara mereka orang-orang yang ingkar terhadap hidangan itu sesudah 
ia diturunkan, yaitu dengan azab yang belum pemah Dia timpakan kepada 
seseorang pun dari umat manusia. 

Kemudian pada petang harinya ketika orang-orang yang ragu itu 
mulai pergi ke tempat peraduannya bersama istri-istrinya dalam keadaan 
yang baik lagi selamat, tiba-tiba di penghujung malam harinya Allah 
mengutuk mereka menjadi babi. Selanjutnya pada pagi harinya mereka 
pergi ke tempat-tempat yang kotor, yaitu tempat-tempat pembuangan 
sampan, sebagaimana layaknya babi. 

Asar ini berpredikat garib sekali. Ibnu Abu Hatim memotong 
sebagian dari kisah ini dalam berbagai tempat. Dan saya telah 
menghimpunnya secara utuh agar konteksnya lengkap dan sempurna, 
akhirnya hanya Allah sajalah yang lebih mengetahui. 

Semua asar yang telah diketengahkan menunjukkan bahwa hidangan 
itu benar diturunkan kepada kaum Bani Israil di masa Nabi Isa putra 
Maryam, sebagai jawaban Allah atas doa Nabi Isa, sesuai dengan apa 
yang ditunjukkan oleh makna lahiriah ayat yang mengatakan: 

Kqmpungsannqh.org 



TafsirlbnuKa&ir 179 



ClU : oJ£jl4i-3 



■w^saat 



Allah herfirman, "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan 
itu kepada kalian. " (Al-Maidah: 1 1 5), hingga akhir ayat. 

Akan tetapi,ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa hidangan itu 
tidak jadi diturunkan. Lais ibnu Abu Sulaim telah meriwayatkan dari 
Mujahid sehubungan dengan firman-Nya: 



Cl'lt I Su£>0U9 



.j^fi#3ft)£f 



Turunkanlah kircmya kepada kamisuatu hidangan dari langit. (AI- 
Maidah: 1 14) 

Bahwa hal ini hanyalah sekadar perumpamaan yang dibuat oleh Allah, 
sedangkan pada kenyataannya tidak ada sesuatu pun dari hidangan itu 
yang diturunkan. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim dan 
Ibnu Jarir. 

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Al-Haris, telah menceritakan kepada kami A!-Qasim (yaitu Ibnu Salam), 
telah menceritakan kepada kami Hajjaj, dari Ibnu Juraij, dari Mujahid 
yang mengatakan bahwa hidangan yang berisikan makanan itu mereka 
tolak, karena akan ditimpakan kepada mereka azab jika mereka 
mexjgingkarinya. Maka hidangan itu tidak mau diturunkan kepada 
mereka. 

Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami 
Al-Musanna ibnu! Musanna, telah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnu Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari 
Mansur ibnu Zazan, dari Al-Hasan yang mengatakan sehubungan dengan 
masalah hidangan ini, bahwa hidangan ini sebenarnya tidak jadi 
diturunkan. 

Dan telah menceritakan kepada kami Bisyr, telah menceritakan 
kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa'id, dari Qatadah 
yang mengatakan bahwa Al-Hasan pernah mengatakan sehubungan 
dengan firman Allah Swt. yang ditujukan kepada mereka: 



die ! So4,Uio 



KqmpangsannQh.org 



ISO Juz7-AI-MakJah 

Barang siapayangkqfir di antara kalian sesudah (turun hidangan) 
itu, makasesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan sikscumyang 
tidak pemah Aku timpakan kepada seorang pun di antara itmat 
manusia. (Al-Maidah: 1 15) 

\jdlu meieVa merijawdo^'Kami tidaV memerVukanViftangan "itu."" OleYi 
karenanya hidangan itu tidak jadi diturunkan. 

Semua riwayat yang telah disebutkan tadi sanadnya sahih sampai 
kepada Mujahid dan Al-Hasan. Dan hal ini diperkuat dengan suatu 
pendapat yang mengatakan bahwa kisah mengenai hidangan ini tidak 
dikenal oleh orang-orang Nasrani dan tidak terdapat di dalam kitab 
mereka. Seandainya hal ini ada dan telah diturunkan, niscaya akan dinukil 
oleh mereka dan pasti akan terdapat di dalam kitab mereka secara 
mutawatir, bukan melalui berita yang bersifet ahad. Hanya Allah yang 
mengetahui yang sebenarnya. 

Akan tetapi, pendapat yang dikatakan oleh jumhur ulama 
menyatakan bahwa hidangan itu memang diturunkan, dan pendapat inilah 
yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Ibnu Jarir mengemukakan alasannya, bahwa 
dikatakan demiktan karena Allah Swt. telah memberitakan perihal 
penurunan hidangan tersebut melalui ftrman-Nya: 

Sestaigguhnya Aku akan menwrunkan hidangan itu kepada kalian. 
Barang siapayang kafir di antara kalian sesudah (turun hidangan) 
itu, makasesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang 
tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat 
manusia (Al-Maidah: 115) 

Sedangkan janji dan ancaman Allah itu adalah hak dan benar. Pendapat 
ini —hanya Allah yang lebih mengetahui — adalah pendapat yang benar, 
sesuai dengan apa yang telah ditunjukkan oleh berita dan asar dari ulama 
Salaf dan lain-lainnya. 

Ulama sejarah telah menyebutkan bahwa ketika Musa ibnuNasir 
— panglima pihak Bani Umayyah— membuka negeri-negeri Magrib 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsif Ibnu Kasfr 181 

(Afrika Utara), *a menemukan suatu hidangan yang bertabtakan berbagai 
mutiara dan intan perhiasan. Lalu ia mengirimkannya kepada Amirul 
Muk-minin Al- Walid ibnu Abdul Malik pendiri Masjid Dimasyq, tetapi 
ia telah meninggal dunia ketika hidangan tersebut masih di tengah jalan. 
Lalu hidangan itu diserahkan kepada saudara lelakinya — yaitu Sulaiman 
ibnu Abdul Malik — yang menjadi khalifah sesudahnya. 

Orang-orang melihat hidangan itu dan mereka merasa takjub karena 
pada hidangan tersebut terdapat batu-batu yang berhaiga dan permata- 
permata yang jaiang didapat. Menurut suatu pendapat, hidangan tersebut 
dahulunya adalah milik Nabi Sulaiman ibnu Nabi Daud a.s. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur 
Rahman, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Salamah ibnu 
Kahil, dari Imran ibnul Hakam, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa 
orang-orang Quraisy pernah meminta kepada Nabi Saw.: 



_3 \* . Qfr$i\&l\l&Q$^t$y&j3 

"Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjadikan 
Bukit Safa menjadi emas, maka kami akan beriman kepadamu. " 
Nabi Saw. bersabda, "Benarkah kalian mau beriman? " Mereka 
- menjawab, "Ya. " 

Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, "Kemudian Nabi Saw. berdoa, dan 
datanglah Malaikat Jibril kepadanya, lalu berkata, 'Sesungguhnya 
Tuhanmu menyampaikan salam-Nya buatmu, dan Dia berftrman 
kepadamu bahwa jika kamu suka, maka nanti pagi Bukit Safa akan 
menjadi emas buat mereka; dan barang siapa yang kafirdi antara mereka 
sesudah itu, maka Dia akan mengazabnya dengan azab yang belum 
pernah Dia timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia. Dan 
jika kamu suka, maka Dia akan membukakan buat mereka pintu tobat 
dan pintu rahmat'." Maka Nabi Saw. bersabda: 

Tidak. tetapi (yang kuminta adalah) pintu tobat dan rahmat. 

Kqmpungsannqh.org 



182 Juz7-M-Matdah 

Kemudian Imam Ahmad, Ibnu Mwdawaih, dan Imam Hakim di dalam 
KHab Miistatb-ak meriwayatkannya melalui hadis Sufyan As-Sauri 
detigan sanad yang sama. 

Al-Maidah, ayat 116-118 

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Hat ha putra Maryam, 
adakah kamu mengatakan kepada memusia, 'Jadikanlah aku dan 
ibuku dim orang tvhan selain Allah '? " ha menjawab, "Mahasuci 
Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apayang bukan hakku 
(mengatakannya). Jika akupernah mengatakannya, maka tentulah 
Engkau telah mengetahuinya Engkau mengetahvi apa yang ada 
pada diriku, dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri 
Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang 
gatb-gaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali 
apayang Engkau perintahkan kepadaku (mpngatakanjwya, yaitu, 
'Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian, ' dan adalah aku 
menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara 
mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku. Engkaulah yang 
mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas 
segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya 
mereka adalah hamba-hamba Engkau; dan jika Engkau meng- 
ampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa 
lagi Mahabijaksana. " 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 1 83 

Hal ini pun termasuk khitab Allah yang ditujukan kepada hamba dan 
rasul-Nya — yaitu Isa putra Maryam — seraya berfirman kepadanya di 
hart kiamat di hadapan orang-orang yang menjadikan dia dan ibunya 
sebagai dua tuhan selain Allah, yaitu: 

Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada mamisia, 
"Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah "? (Al- 
Maidah: 116) 

Di balik kalimat ini terkandung ancaman yang ditujukan kepada orang- 
orang Nasrani, sekaligus sebagai celaan dan kecaman terhadap mereka 
di hadapan semua para saksi di hari kiamat. Demikianlah menurut apa 
yang dikatakan oleh Qatadah dan yang lainnya. Pengertian ini 
disimpulkan oleh Qatadah melalui firman selanjutnya: 

Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orangyang benar 
kebenaran mereka. (Al-Maidah: 119) 

As-Saddi mengatakan, khitab dan jawaban ini terjadi di dunia. Pendapat 
ini dibenarkan oleh Ibnu Jarir. la mengatakan bahwa hal ini terjadi ketika 
Allah mengangkatnya ke langit. Imam Ibnu Jarir mengemukakan 
alasannya untuk memperkuat pendapat tersebut melalui dua segi, yaitu: 

Pertama, pembicaraan dalam ayat ini memakai bentuk modi (masa 
lalu). 

Kedua, firman Allah Swt. menyebutkan: 

J'tka Engkau menytksa mereka. (Al-Maidah: 1 1 8) 
danjika Engkau mengampuni mereka (Al-Maidah: 118) 

Kqmpangsunnqh.org 



184 Juz 7 -Al-Maidah 

Tetapi kedua alasan tersebut masih perlu dipertimbangkan, mengingat 
kebanyakan perkara hari kiamat disebutkan dengan bentuk modi untuk 
menunjukkan pengertian bahwa kejadiannya merupakan suatu kepastian 
yang telah dhetapkan. 
Firman Allah Swt.: 



ciw i Sjdnjo^ i 



wttmi&i 



Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah 
hamba-hamba Engkau. (Al-Maidah: 1 1 8), hingga akhir ayat. 

Ini merupakan ungkapan pembersihan diri Nabi Isa a.s. terhadap 
perbuatan mereka dan menyerahkan perkara mereka kepada kehendak 
Allah Swt. Ungkapan dengan bentuk syarat ini tidak memberikan 
pengertian kepastian akan kejadiannya, seperti juga yang terdapat di 
dalam ayat-ayat lain yang semisal. Tetapi pendapat yang dikatakan oleh 
Qatadah dan lain-lainnya adalah pendapat yang paling kuat, yaitu yang 
menyatakan bahwa hal tersebut terjadi pada hari kiamat, dengan makna 
yang menunjukkan sebagai ancaman kepada orang-orang Nasrani dan 
kecaman serta celaan bagi mereka di hadapan para saksi di hari tersebut. 
Pengertian ini telah dtriwayatkan oleh sebuah hadis yang berpredikat 
marfu', yaitu diriwayatkan oleh Al-Hafiz Ibnu Asakir di dalam 
pembahasan autobiografi Abu Abdullah, maula Umar ibnu Abdul Aziz 
yang dinilai siqah. Disebutkan bahwa ia pernah mendengar Abu Burdah 
menceritakan hadis kepada Umar ibnu Abdul Aziz, dari ayahnya (yaitu 
Abu Musa Al-Asy'ari) yang telah mengatakan bahwa Rasulullah Saw. 
telah bersabda, "Apabila hari kiamat tiba, maka para nabi dipanggil 
bersama dengan umatnya masing-masing. Kemudian dipanggillah Nabi 
Isa, lalu Allah mengingatkannya akan nikmat-nikmat yang telah Dia 
karuniakan kepadanya, dan Nabi Isa mengakuinya." Allah Swt. 
berfirman: 

Hat IsaptOra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada 
ibumu. (Al-Maidah: 1 10), hingga akhir ayat. 

Kemudian Allah Swt, berfirman: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 185 

Hai Isaputra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, 
"Jadihmlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah "? (Al- 
Maidah: 1 16) 

Isa a.s. mengingkari, bahwa dia tidak mengatakan hal tersebut Kemudian 
didatangkanlah orang-orang Nasrani, lalu mereka ditanya. Maka mereka 
mengatakan, "Ya, dialah yang mengajatkan hal tersebut kepada kami." 
Maka rambutNabi Isa a.s. menjadi memanjang, sehingga setiap malaikat 
memegang sehelai rambut kepala dan rambut tubuhnya (karena 
merinding ketakutan). Lalu mereka didudukkan di hadapan Allah Swt. 
dalam jarak seribu tahun perjalanan, hingga hujjah (alasan) mereka 
dttolak dan diangkatkan bagi mereka salib, kemudian mereka digiring 
ke dalam neraka. Hadis ini berpredikat gorid lagi i aziz. 
Firman Allah Swt.: 



=> 3SlQuto&8tl0t& 



Mahasitci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang 
bukan hakku (mengatakannya). (Al-Maldah: 116) 

Menurut Ibnu Abu Hatim, jawaban ini merupakan jawaban yang 
sempurna, mengandung etika yang tinggt. la mengatakan, telah menceri- 
takan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu 
Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr, dari Tawus, 
dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Nabi Isa mengemukakan 
hujjahnya, dan Allah Swt. menerimanya, yaitu dalam firman-Nya: 

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Hai Isa putra Maryam, 
adakah kamu mengatakan kepada manusia, 'Jadihmlah aku dan 
ibuku dua orang tuhan selain Allah '? " (Al-Maldah: 1 16) 

Kqmpangsunnqh.org 



186 Juz7-AI-Maklah 

Abu Hurairah menceritakan dari Nabi Saw., bahwa setelah itu Allah 
mengajarkan hujjah itu kepada Isa. 

Mahasuci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang 
bukan hakku (mengatakannya). ( Al-Maidah: 1 1 6), hingga akhir ayat. 

Hal ini telah diriwayatkan pula oleh As-Sauri, dari Ma'mar, dari Ibnu 
Tawus, dariTawus dengan lafaz yang semisal. 
Firman Allah Swt.: 



:m 



*«»u.,.fe$jsffaii% 



Jika aku pernah mengatakannya, maka tentulah Engkau telah 
mengetahui. (Al-Maidah: 116) 

Yakni jika hal ini pernah aku lakukan, maka sesungguhnya Engkau telah 
mengetahuinya, wahai Tuhanku. Karena sesungguhnya tidak ada sesuatu 
pun dari apa yang kukatakan samar bagi-Mu. Aku tidak pernah 
mengatakan hal itu, tidak pernah berniat untuk mengatakannya, tidak 
pula pernah terdetik dalam hatiku. Karena itulah dalam ayat selanjutnya 
disebutkan: 

Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak 
mengetahui apa yang ada pada dirt Engkau. Sesungguhnya Engkau 
Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib. Aku tidak pernah 
mengatakan kepada mereka kecuali apayang Engkau perintahkan 
kepadaku (mengatakan)nya. (Al-Maidah: 1 16-1 17) 

Yakni yang diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikannya kepada 
mereka. 

Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian! (Al-Maidah: 117) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 187 

Yakni tidak sekali-kali aku seru mereka melainkan kepada apa yang 
Engkau perintahkan kepadaku untuk menyampaikannya kepada mereka, 
yaitu: 



MsQ^a^SNi 



Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian. (Al-Maldah: 117) 

Yakni itulah yang aku katakan kepada mereka. 
Firman Allah Swt.: 

dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada 
di antara mereka. (Al-Maidah: 117) 

Yakni aku dapat menyaksikan semua amal perbuatan mereka selama 
aku berada bersama-sama mereka. 

Maka setelah Engkau wafatkan aku. Engkaulah yang mengawasi 
mereka Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segalasesuatu. 
XAl-Maidah: 1 17) 

Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Syu'bah, bahwa ia pergi bersama Sufyan As-Sauri menuju tempat Al- 
Mugirah tbnun Nu'man, lalu Al-Mugirah mengimlakan kepada Sufyan 
yang ditemani olehku. Setelah Al-Mugirah pergi, aku menyalinnya dari 
Sufyan. Ternyata di dalamnya disebutkan bahwa telah menceritakan 
kepada kami Sa'id ibnu Jubair yang menceritakan hadis berikut dari 
Ibnu Abbas yang telah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. berdiri di 
hadapan kami untuk mengemukakan suatu petuah dan nasihat. Beliau" 
bersabda: 

Kqmpangsunnqh.org 



188 Juz7-AI-M&Wah 

Hoi manusia, sesungguhnya kalian kelak akan dihimpunkan oleh 
Allah Swt. dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang lagi belum 
dikhitan. 



ci-i > »l_-*3^to 



Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah 
Kami akan mengulanginya, (Al-Anbiya: 104) 

Dan sesungguhnya mannsia yang mula-muta diberi pakaian kelak 
di hari kiamat ialah Nabi Ibrahim. Ingatlah, sestmgguhnya kelak 
akan didatangkan banyak orang laki-laki dart kalangan umatku, 
lalu mereka digiring ke sebelah kiri, maka aku berkata. "Sahabat- 
sahabaiku! " Tetapi dijawab, "Sesungguhnya kamu tidakmengetahui 
apayang dibuat-buat oleh mereka sesudahmu. " Maka aku katakan 
seperti apayang dikatakan oleh seorang hamba yang saleh, yaitu: 

Dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada 
di antara mereka Maka setelah Engkau wqfatkan aku, Engkaulah 
yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan 
atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguh- 
nya mereka adalah hamba-hamba Engkau; dan jika Engkau meng- 
ampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau Yang Mahaperkasa 
lagi Mahabjjaksana. (Al-Msiidah: 117-118) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafelr Ibnu Kasir 1 89 

Maka dikatakan, "Sesungguknya mereka terus-menerus dalam 
keadaan mtmdur he belahang mereka sejak engkau berpisah dengan 
mereka." 

Imam Bukhari telah meriwayatkannya ketika membahas tafsir ayat ini, 
dari Abul Walid, dari Syu'bah; dan dari Ibnu Kasir, dari Sufyan As- 
Sauri. Kedua-duanya dari Al-Mugirah ibnu Nu'man dengan lafaz yang 
sama. 

Finnan Allah Swt.: 

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguknya mereka adalah 
hamba-hamba Engkau; dan jika Engkau mengampuni mereka, maka 
sesungguknya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. 
(Al-Maidah: 118) 

Kalimat ini mengandung makna mengembalikan segala sesuatunya 
kepada kehendak Allah Swt., karena sesungguhnya Allah Maha 
Memperbuat segala sesuatu yang dikehendaki-Nya; Dia tidak ada yang 
mempertanyakan apa yang diperbuat-Nya, sedangkan mereka akan 
dimintai pertanggungjawabannya. Kalimat ini pun merupakan pem- 
bersihan diri terhadap perbuatan orang-orang Nasrani yang berani ber- 
dusta kepada Allah dan rasul-Nya serta berani menjadikan bagi Allah 
tandingan dan istri serta anak. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka 
katakan itu dengan ketinggian yang setinggi-tingginya. 

Ayat ini mempunyai makna yang sangat penting dan merupakan 
suatu berita yang menakjubkan. Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa 
Nabi Saw. membacanya di malam hari hingga subuh, yakni dengan 
mengulang-ulang bacaan ayat ini. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnu Fudail, telah menceritakan kepadaku Fulait Al-Amiri, 
dari Jisrah Al-Amiriyah, dari Abu Zar r.a. yang menceritakan bahwa di 
suatu malam Nabi Saw. melakukan salat, lalu beliau membaca sebuah 

Kqmpangsunnqh.org 



190 Juz7-AI-Maidah 

ayat yang hingga subuh beliau tetap membacanya dalam rukuk dan 
sujudnya, yaitu firman-Nya: 

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah 
hamba-hamba Engkau; danjika Engkau mengampuni mereka, maka 
sesungguhnya Engkaulah YangMahaperkasalagiMahabijaksana. 
(Al-Maidah:118) 

Ketika waktu subuh Abu Hurairah bertanya, "Wahai Rasulullah, 
mengapa engkau terus-menerus membaca ayat ini hingga subuh, 
sedangkan engkau tetap membacanya dalam rukuk dan sujudmu?" 
Rasulullah Saw. menjawab: 

Sesungguhnya aku memohon kepada Tuhanku akan syafaai bagi 
umatku, maka Dia memberikannya kepadaku: dan syafaat itu dapat 
diperoleh — Insya Allah — - oleh orang yang tidak pernah mem- 
persekutukan Allah dengan sesuatupun (dari kalangan umatku). 

Jalur lain dan konteks lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan 
bahwa telah menceritakan kepada kami Yahya, telah menceritakan 
kepada kami Qudamah ibnu Abdullah, telah menceritakan kepadaku 
Jisrah binti Dajjajah, bahwa ia berangkat menunaikan ibadahumrahnya. 
Ketika sampai di Ar-Rabzah, ia mendengar Abu Zar menceritakan hadis 
berikut, bahwa di suatu malam Rasulullah Saw. bangkit untuk melakukan 
salat Isya, maka beliau salat bersama kaum. 

Setelah itu banyak orang dari kalangan sahabat beliau mundur untuk 
melakukan salat (sunat). Ketika Nabi Saw. melihat mereka melakukan 
salat setelah mundur dari tempat itu, maka Nabi Saw. pergi ke tempat 
kemahnya. Setelah Nabi Saw. melihat bahwa kaum telah mengosongkan 
tempat itu, maka beliau Saw. kembali ke tempatnya semula, lalu melaku- 
kan salat (sunat). 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 191 

Kemudian aku (Abu Zar) datang dan berdiri di belakang beliau, 
maka beliau berisyarat kepadaku dengan tangan kanannya, maka aku 
berdiri di sebelah kanan beliau. Kemudian datanglah Ibnu Mas'ud yang 
langsung berdiri di belakangku dan di belakang beliau, tetapi Nabi Saw. 
berisyarat kepadanya dengan tangan kirinya, maka Ibnu Mas'ud berdiri 
di sebelah kiri beliau. 

Maka kami bertiga berdiri melakukan salat. masing-masing 
melakukan salat sendirian, dan kami membaca sebagian dari Al-Qur'an 
sebanyak apa yang dikehendaki oleh Allah. Sedangkan Nabi Saw. hanya 
membaca sebuah ayat Al-Qur'an yang beliau ulang-ulang bacaannya 
hingga sampai di penghujung malam. 

Setelah kami menunaikan salat Subuh, aku berisyarat kepada 
Abdullah ibnu Mas' ud, meminta kepadanya untuk menanyakan apa yang 
telah diperbuat oleh Nabi Saw. tadi malam. Maka Ibnu Mas'ud menjawab 
dengan isyarat tangannya, bahwa dia tidak mau menanyakan sesuatu 
pun kepada Nabi Saw. hingga Nabi Saw. sendirilah yang akan memberitahu- 
kannya kepada dia. 

Maka aku (Abu Zar) bertanya, "Demi ayah dan ibuku, engkau telah 
membaca suatu ayat dari Al-Qur'an, padahal Al-Qur'an seluruhnya telah 
ada padamu. Seandainya hal itu dilakukan oleh seseorang dari kalangan 
kami, niscaya kami akan menjumpainya (mudah melakukannya)." 

Nabi Saw. bersabda, "Aku berdoa untuk umatku." Aku bertanya, 
"Lalu apakah yang engkau peroleh atau apakah jawaban-Nya kepadamuT" 
Rasulullah Saw. bersabda: 

Aku mendapat jawaban (dari Allah) yang seandainya hal ini 
diperlihatkan kepada kebanyakan dari mereka sekali lihat, niscaya 
mereka akan meninggalkan salat. 

Aku bertanya, "Bolehkah aku menyampaikan berita gembira ini kepada 
orang-orang?" Nabi Saw. bersabda, "Tentu saja boleh." Maka aku pergi 
seraya merunduk sejauh lemparan sebuah batu (untuk mengumumkan 
kepada orang-orang). Tetapi Umar berkata, "Wahai Rasulullah, sesung- 
guhnyajika engkau menyuruh orang ini untuk menyampaikannya kepada 
orang banyak, niscaya mereka akan enggan melakukan ibadah." Maka 

Kqmpungsannqh.org 



192 Juz7-AI-Maidah 

Nabi Saw. memanggilku kembali, lalu aku kembali (tidak jadi 
mengumumkannya). Ayat tersebut adalah Firman Allah Swt.: 

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah 
hamba-hamba Engkau; danjika Engkau mengampuni mereka, maka 
sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana 
(Al-Maidah: 118) 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus 
ibnu Abdul A'la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah 
menceritakan kepadaku Amr ibnul Haris; Bakr ibnu Sawwadah pernah 
menceritakan kepadanya hadis berikut dari Abdur Rahman ibnu Jubair, 
dari Abdullalh ibnu Amr ibnul As, hahwaNabi Saw. membaca perkataan 
Nabi Isa yang disebutkan oleh firman-Nya: 



ciiAiSji>UkU 



Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah 
hamba-hamba Engkau; dan jika Engkau mengampuni mereka, maka 
sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. 
(AI-Maidah:118) 

Lalu beliau mengangkat kedua tangannya dan berdoa, "Ya Allah, 
selamatkanlah umatku," kemudian beliau menangis. Maka Allah 
berfirman, "Hai Jibrit, pergilah kepada Muhammad — dan Tuhanmu 
tebih mengetahui — dan tanyakanlah kepadanya apa yang menyebabkan 
dia menangis." 

Malaikat Jibril datang menemui Nabi Saw. dan bertanya kepadanya. 
Maka Rasulullah Saw. menceritakan apa yang telah diucapkannya, 
sedangkan Allah lebih mengetahui. Allah berfirman, "Hai Jibril, pergilah 
kepada Muhammad dan katakanlah (kepadanya) bahwa sesungguhnya 
Kami akan membuatnya rela tentang nasib umatnya, dan Kami tidak 
akan membuatnya bersedih hati." 

Kqmpungsannqh.org 



TafeirlbnuKaSir 193 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Husain, 
telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai'ah, telah menceritakan 
kepada kami Ibnu Hubairah; ia pernah mendengar Abu Tamim Al- 
Jaisyani mengatakan bahwa telah menceritakan kepadanya Sa'id ibnu 
Musayyab; ia pernah mendengar Huzaifah ibnul Yaman menceritakan 
hadis berikut : Pada suatu hari Rasulullah Saw. tidak menampakkan 
dirinya kepada kami. Beliau tidak keluar, hingga kami menduga bahwa 
beliau Saw. tidak akan keluar hari itu. Dan ketika beliau keluar, maka 
beliau langsung melakukan sujud sekali sujud (dalam waktu yang cukup 
lama) sehingga kami menduga bahwa roh beliau dicabut dalam sujudnya 
itu. Setelah mengangkat kepalanya (dari sujud), beliau bersabda: 






\ 



^%a<^ey SrtJ^tt^Sf Jt^a^s 
Kqmpangsunnqh.org 



194 Juz7-AI-Maidah 

Sesungguhnya Tuhanku telah meminta pendapatku sehubungan 
dengan umatku, yakni apakah yang akan dilakukan-Nya terhadap 
mereka? Maka aku menjawab, "Ya Tuhanku, terserah kepada-Mu, 
mereka adalah makhluk dan hamba-hamba-Mu. " Allah meminta 
pendapatku kedua kalinya, dan aku katakan kepada-Nya halyang 
sama. Maka Allah berfirman kepadaku, "Aku tidak akan menge- 
cewakanmu sehubungan dengan umatmu, hai Muhammad. " Dan 
Allah memberi kabargembira kepadaku bahwa orangyang mula- 
mula masuk svrga dari kalangan umatku bersama-sama denganku 
adalah tujuhpuluh ribu orang, dan setiap seribu orang (dari mereka) 
ditemani oleh tujuh puluh ribu orang, mereka semuanya tidak 
terkena hisab. Kemudian Allah mengirimkan utusan kepadaku untuk 
menyampaikanfirman-Nya, "Berdoalah, niscayakamudiperkenan- 
kan; dan mintalah, niscaya diberi. " Maka kukatakan kepada utusan- 
Nya (yakni Malaikal Jibril), "Apakah Tuhanku akan memberi 
permintaanku? " la menjawab, "Tidak sekali-kali Dia mengutusku 
kepadamu melainkan untuk memberimu. " Sesungguhnya Tuhanku 
telah memberiku — tanpa membanggakan diri — dan telah 
memberikan ampunan bagiku atas semua dosaku yang terdahulu 
dan yang kemudian, sedangkan aku masih berjalan dalam keadaan 
hidup dan sehat. Dan Dia memberiku, bahwa umatku tidak akan 
kelaparan dan tidak akan terkalahkan. Dia memberiku Al-Kausar, 
yaitu sebuah sungai di dalam surga yang mengalir ke telagaku. 
Dia memberiku kejayaan, pertolongan, dan rasa takut berjalan di 
hadapan umatku dalam jarak perjalanan satu bulan (mencekam 
musuh-musuhku). Dia memberiku, bahwa aku adalah nabi yang 
mula-mula masuk surga. Dan Dia menghalalkan bagiku dan bagi 
umatku ganimah (rampasan perang), serta Dia telah menghalalkan 
bagi kami banyak halyang dilarang keras atas umat-umat sebelum- 
ku, dan Dia tidak menjadikan bagi kami dalam agama suatu 
kesempitan pun. 



Al-Maidah, ayat 119-120 

KqmpangsannQh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 1 95 

Allah berfirman, "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi 
orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga 
yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di 
dalamnya selama-lamanya; Allah rida terhadap mereka, dan mereka 
pun rida terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar. " 
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dim bumi dan apayang ada 
di dalamnya: dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. 

Allah Swt. berfirman menjawab hamba dan rasul-Nya — yaitu Isa putra 
Maryam a.s. — setelah Isa mengemukakan kepada-Nya pembersihan 
dirinya terhadap perbuatan orang-orang Nasrani yang musyrik lagi dusta 
terhadap Allah dan rasul-Nya; dan setelah Nabi Isa mengembalikan 
urusan mereka kepada kehendak Tuhannya, saat itu juga Allah Swt. 
berfirman: 

Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar 
kebenaran mereka (Al-Maidah; 119) 

Menurut Ad-Dahhak, dari Ibnu Abbas, ini adalah suatu hari yang 
bermanfaat bagi orang-orang ahli tauhid ketauhidan mereka. 

Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, 
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. (Al-Maidah: 119) 

Yakni mereka tetap tingga] di dalamnya, tidak akan pindah dan tidak 
akan pergi darinya. Allah telah rida terhadap mereka, dan mereka rida 
kepada-Nya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: 

Dan keridaan Allah adalah lebih besar. (At-Taubah: 72) 

Kqmpungsannqh.org 



196 Juz7-AI-Afiidah 

Berikut ini disebutkan sebuah hadis yang berkaitan dengan ayat ini. Ibnu 
Abu Hatim telah meriwayatkan dalam tafsir ayat ini sebuah hadis melalui 
Anas. Untuk itu, Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah menceritakan 
kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Al- 
Muharibi, dari Lais, dari Usman (yakni Ibnu Umair), telah menceritakan 
kepada kami Al-Yaqzan, dari Anas secara marfu', bahwa Rasulullah 
Saw. telah bersabda sehubungan dengan hal ini, "Kemudian Allah Swt. 
menampilkan diri kepada mereka dan berfirman, 'Mintalah kepada-KLu, 
niscaya Aku beri kalian.' Lalu mereka meminta rida Allah, maka Allah 
berfirman, 'Rida-Ku ialah Kutempatkan kalian di rumah-KLu (yakni 
surga), dan Aku hormati kalian. Maka mintalah kepada-Ku, niscaya Aku 
beri kalian.' Maka mereka meminta rida-Nya, lalu bersaksi di hadapan 
mereka bahwa Dia telah rida kepada mereka." 
Firman Allah Swt.: 

Itulah keberuntungan yang paling besar. (Al-Maidah: 119) 

Yakni itulah keberuntungan yang paling besar, tiada suatu keberuntungan 
pun yang lebih besar daripada itu, seperti yang disebutkan oleh firman- 

Nya: 

Untuk kementmgan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang 
yang bekerja. (As-Saffat: 61) 

dan untuk yang demikian itu hendaknya arang berlomba-lomba. 
(Al-Mutaffifln: 26) 

Mengenai firman Allah Swt.: 

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apayang ada 
di dalamnya; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (Al-Maidah: 
120) 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu KaSir 197 

Yaikni Dialah Yang menciptakan segala sesuatu, Yang memilikinya, Yang 
mengatur semua yang ada padanya, Yang berkuasa atasnya; semuanya 
adalah milik Allah dan di bawah perintah, kekuasaan, dan kehendak-Nya. 
Maka tiada yang menyaingi-Nya, tiada pembantu, tiada tandingan, tiada 
yang memperanakkan-Nya, tidak beranak, tidak beristri, tiada tuban selain 
Dia, tiada pula Rabb selain Dia. 

Ibnu Wahb mengatakan, ia pernah mendengar Huyay ibnu Abdul lah 
mencerhakan dari Abu Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu 
Umar yang mengatakan bahwa sural Al-Maldah ini merupakan surat 
yang paling akhir diturunkan. 



Kqmpungsannqh.org 



198 Juz7-AI-Afiidah 

SURAT AL-AN'AM 

(Binatang ternak) 

Makkiyah, 165 ayat 
kecuali ayat: 20, 23, 91, 93, 114, 141, 151, 152, 153 

Madaniyyah 

Turun sesudah surat Al-Hijr 



Al-Aufi, Ikrimah, dan Ata telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa 
surat Al-An'am diturunkan di Mekah. 

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Alt 
ibnu Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Minhal, 
telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Ali ibnu 
Zaid, dari Yusuf ibnu Mahran, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa 
surat AI-An'am diturunkan di Mekah di malam hari sekaligus, di sekeli- 
lingnya terdapat tujuh puluh ribu malaikat, semuanya mengumandangkan 
tasbih di sekitarnya. 

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Lais, dari Syahr ibnu 
Hausyab, dari Asma binti Yazid yang mengatakan, "Surat Al-An'am 
diturunkan kepada Nabi Saw. sekaligus, sedangkan saat itu aku 
memegang tali kendali untanya. Sesungguhnya hampir saja surat ini 
mematahkan tulang-tulang unta yang dinaikinya karena beratnya surat 
Al-An'am yang sedang diturunkan." 

Syarik telah meriwayatkan dari Lais, dari Syahr, dari Asma yang 
mengatakan bahwa surat Al-An'am diturunkan kepada Rasulullah Saw. 
ketika beliau sedang dalam perjalanannya dengan diiringi oleh sejumlah 
besar malaikat; jumlah mereka menutupi semuayang ada di antara langit 
dan bumi. 

As-Saddi telah meriwayatkan dari Murrah, dari Abdullah ibnu 
Mas'ud yang mengatakan bahwa surat Al-An'am diturunkan dengan 
diiringi oleh tujuh puluh ribu malaikat. Hal yang semisal telah diriwayat- 
kan pula melalui jalur lain, bersumber dari Ibnu Mas'ud. 

Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya. mengatakan bahwa 
telah menceritakan kepada kami Abu Abdullah Muhammad ibnu Ya'qub 

Kqmpungsannqh.org 



Tafcir Ibnu Kasir 199 

AUHafiz dan Abul Fadl, yaitu Al-Hasan ibnu Ya'qub Al-Adl; keduanya 
mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul 
Wahhab Al-Abdi, telah menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Aun, telah 
menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abdur Rahman As-Saddi, telah 
menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Munkadir, dari Jabir yang 
mengatakan bahwa ketika surat Al- An 'am diturunkan, Rasulullah Saw. 
membaca tasbih, kemudian bersabda: 

Sesvngguhnya surat mi diiringi olehpara malaikat (yan g j urn lahnya) 
menutupi cakrawala langit. 

Kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini sahih dengan syarat 
Imam Muslim. 

Abu Bakar ibnu Murdawaih mengatakan. telah menceritakan kepada 
kami Muhammad ibnu Ma'mar, telah menceritakan kepada kami Ibrahim 
ibnu Durustuwaih Al-Farisi, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar 
ibnu Ahmad ibnu Muhammad ibnu Salim, telah menceritakan kepada 
kami Ibnu Abu Fudaik, telah menceritakan kepadaku Umar ibnu Talhah 
Ar-Raqqasyi, dari NafT ibnu Malik ibnu Abu Suhail, dari Anas ibnu 
Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Sural Al-An "am diturunkan dengan diiringi oleh sejumlah malaikat 
yang banyaknya menutupi semuayangada di cakrawala timur dan 
barat. Suara gemttruh tasbih mereka terdengar, dan bumi bergetar 
karenanya. 

Sedangkan Rasulullah Saw. sendiri mengucapkan: 

Mahasuci Allah Yang Mahaagung, Mahasuci Allah Yang Maha- 
agung. 

Kqmpungsannqh.org 



200 Juz7-AkArrim 

Kemudian Ibnu Murdawaih meriwayatkan dari Imam Tabrani, dari 
Ibrahim ibnu Nailah, dari Ismail ibnu Umar, dari Yusuf ibnu Atiyyah, 
dari [bnu Aun, dari Nafi\ dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa 
Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Swat Al-An 'dm diturunkan kepadaku sekaligus. dan diiringi oleh 
tujuhpuluh ribu malaikat, dari mereka terdengar suara gemuruh 
karena bacaan tasbih dan tahmid. 

Al-An'am, ayat 1-3 

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langil dan bumi, 
dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orangyang kafir 
mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka. Dialah Yang 
menciptakan kalian dari tanah, sesudah itu ditentukan-Nya ajal 
(kematian kalian), dan ada lagi saw ajal yang ditentvkan (untuk 
berbangkit) yang adapada sisi-Nya (yang Dia sendirilah menge- 
tahuinya), kemudian kalian masih ragu-ragu (tentang berbangkit 
itu). Dan Dialah Allah (Yang disembah), baik di langit maupun di 

Kqmpangsannqh.org 



Tafcir Ibnu Kasir 201 

bumi; Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang 
kalian lahirkan, dan mengetahui (pula) apayang kalian usahakan. 

Allah Swt. berfirman memuji diri-Nya sendiri Yang Mahamulia, karena 
Dia telah menciptakan langit dan bumi sebagai suatu pernyataan yang 
ditujukan kepada hamba-hamba-Nya, juga karena Dia telah menjadikan 
gelap dan terang untuk kemanfaatan hamba-hamba-Nya,yaitu di malam 
hari dan di siang hari mereka. 

Lafaz zulumat diungkapkan dalam bentuk jamak, sedangkan lafaz 
nur diungkapkan dalam bentuk tunggal, karena cahaya lebih mulia 
daripada gelap. Perihalnya sama dengan yang disebirtkan di dalam firman 
Allah Swt.: 



Ke kanan dan ke kiri. (An-Nahl: 48) 
Sama seperti yang disebutkan di akhir surat ini melalui firman-Nya: 



ewi" 'c 



XvTfi-3 



dmbahwa(yan%Kam\peritAahi^iniadalahj^ 
- maka ikutilah dia; danjanganlah kalian mengikutijalan-jatan (yang 
lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian darijalan- 
Nya (Al-An'im: 153) 

Kemudian Allah Swt berfirman: 



£.\ if Llu-rfl^ 



namun orang-orangyang kqfir mempersekutukan (sesuatu) dengan 
Tuhan mereka. (Al-An'am: 1) 

Yakni sekalipun demikian ada juga sebagian dari hamba-hamba-Nya 
yang kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu bagi-Nya, serta 
menjadikan baginya istri dan anak. Mahatinggi Allah dari semuanya itu 
dengan ketinggian yang setinggi-tingginya. 

Kqmpangsannqh.org 



202 Juz 7 -Al-An'am 



Firman Allah Swt: 

Dialahyang menciptakan kalian dari tanah (Al-An'am: 2) 

Yakni bapak mereka semua, yaitu Nabi Adam; dialah asal mereka, dan 
darinya mereka keluar, lalu menyebar ke timur dan barat. 
Firman Allah Swt.: 



cv 



Sesudah itu ditentukan-Nya qjal, dan ada lagi suatu ajal yang 
ditentukanyangadapadasisi-Nya. (Al-An*am:2) 

Sa' id ibnu Jubair telah mengatakan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud 
dengan ajal pertama adalah mati, sedangkan yang kedua dimaksudkan 
ialah ketentuan untuk berbangkit di akhirat. 

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, Sa'id ibnu 
Jubair, Al-Hasan, Qatadah, Ad-pahhak, Zaid ibnu Aslam, Atiyyah, As- 
Saddi, dan Muqatil ibnu Hayyan serta lain-lainnya. Menurut pendapat 
Al-Hasan Al-Basri dalam suatu riwayat yang bersumber darinya sehu- 
bungan dengan makna firman-Nya: 

sesudah itu ditentukan-Nya ajal. (Al-An'am: 2) 

Bahwa yang dimaksud ialah 'masa antara sejak ia diciptakan sampai 
meninggal dunia'. Sedangkan firman-Nya: 

dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan yang ada pada sisi-Nya. 
(Al-An'am: 2) 

Yakni antara dia meninggal dunia sampai ia dibangkitkan. Pendapat ini 
sama dengan pendapat sebelumnya. Penentuan ajal yang pertama bersifat 
khusus, yakni menyangkut usia setiap manusia; sedangkan penentuan 
ajal kedua bersifat umura, yakni menyangkut usia dunia seluruhnya; 
kemudian habislah usia dunia, lalu lenyap dan kembali ke alam akhirat. 

Kqmpangsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 203 

Dari Ibnu Abbas dan Mujahid disebutkan sehubungan dengan 
firman-Nya: 

sesudah itu ditentukan-Nya aya/.(Al-An'am: 2) 
Yakni usia dunia. 

dan ada lagi suatu ajal yang ditentvkan yang ada di sisi-Nya. (Al- 
An'am: 2) 

Yakni usia seseorang sampai saat kematiannya. Seakan-akan takwil ini 
berpangkal kepada pengertian yang terkandung pada ayat berikutnya 
yang menyebutkan: 

Dan Dialah yang menidurkan kalian di malam hart Dan Dia 
mengetahui apa yang kalian kerjakan pada siang harL (Al- An 'am: 
60), hingga akhir ayat. 

Atiyyah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

sesudah itu ditentukan-Nya ajal. (Al-An'am: 2) 

Yakni tidur. Di dalam tidur roh seseorang dimatikan, kemudian kembali 
lagi kepadanya saat ia terbangun dart tidurnya. 



CY 



■ fU»l3 .HjC^J*\W5 



dan ada lagi suatu ajal yang ketentuannya ada di sisi-Nya. (Al- 
An'am: 2) 

Yakni batas usia seorang manusia. Tetapi pendapat ini berpredikat garib. 
Makna firman-Nya: 

Kqmpangsannqh.org 



204 Juz7-AWWam 



ada di sisi-Nya (Al-An'am: 2) 

Dengan kata lain, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali 
Allah. Perihalnya sama dengan makna dalam firman-Nya: 



ilW !,_>}. 



^)^ 



Sesungguhnya pengetahuan tentang kictmat itu adalah pada sisi 
Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu 
kedatangannya selain Dia. (Al-A'raf: 187) 

Sama pula dengan pengertian yang terdapat di dalam ayat lainnya: 

c it- i* l^ltjkJi:? 

Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) 
tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya? Siapakah kamu 
(maka) dapat menyebutkan fwaktunya)? Kepada Tvhanmulah 
dikembcdikan kesudahannya (ketentuan waktunya). (An-Kazi'at: 42- 
44) 

Mengenai firman Allah Swt.: 

Kemudian kalian masih ragu-ragu. (Al-An'am: 2) 

Menurut As-Saddi dan lain-lainnya, makna yang dimaksud ialah 
'kemudian kalian meragukan tentang hari kiamat'. 
Firman Allah Swt.: 

Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; 
Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian 
lahirkan, dan mengetahui (pula) apa yang kalian usahakan. (Al- 
An'am: 3) 

Kqmpangsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 205 

Para ularrta tafeir berbeda pendapat dalam menafsirkan ayat ini menjadi 
berbagai pendapat sesudah mereka sepaka! mengingkari pendapat 
golongan Jahmiyah pertama, yaitu yang mengatakan hal-hal yang Allah 
Swt. Mahatinggi dari ucapan mereka dengan ketinggian yang setinggi- 
tingginya. Mereka menginterpretasikan ayat ini dengan pengertian bahwa 
Allah berada di semua tempat. 

Pendapat yang paling sahih mengatakan bahwa Dialah yang diseru 
di langit dan di bumi, yakni Tuhan yang disembah dan ditauhidkan. 
Semua makhluk yang di langit dan di bumi mengakui-Nya sebagai Tuhan, 
mereka semuanya menyembah kepada-Nya dengan rasa harap dan takut, 
kecualiorang yang kafir dari kalanganjin dan manusia. Takwil seperti 
ini semisal dengan makna yang terkandung di dalam ayat lain, yaitu 
firman-Nya: 

Dan Dialah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang 
disembah) di bumi. (Az-Zukhmf: 84) 

Yakni Dialah Tuhan semua makhluk yang di langit dan Tuhan semua 
makhluk yang di bumi. Dengan demikian, berarti firman Allah Swt.: 



«iv irtiTrt: 



.:£&&$« 



Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian 
lahirkan. (Al-An*am: 3) 

berkedudukan sebagai kalimat berita atau keterangan keadaan. 

Pendapat kedua mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah 
'Dia adalah Allah Yang mengetahui semua yang di langit dan semua 
yang di bumi, yakni semua yang tersembunyi dan semua yang kelitiatan'. 
Berdasarkan takwil ini, berarti lafazya'lamu (mengetahui) berkaitan 
dengan firman-Nya: 

ditcatgit dan di burnt (Al-An'am: 3) 

Kqmpangsannqh.org 



206 Juz7-AkAn"am 

Penjabarannya ialah bahwa Dialah Allah Yang mengetahui rahasia kalian 
dan lahiriah kalian, baik yang di langit maupun yang di bumi, dan Dia 
mengetahui semua apa yang kalian usahakan. 

Pendapat ketiga mengatakan bahwa firman Allah Swt.: 

Dan Dialah Allah (yang disembah) di langit. (Al-An'am: 3) 

diwaqafkan (dihentikan bacaannya) secara sempurna. Kemudian dimulai 
dengan berita baru, yaitu firman-Nya: 

Dan di bumi Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa 
yang kalian lahirkan. (Al-An'am: 3) 

Pendapat intlah yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Dan ftrman-Nya: 

dan mengetahui (ptila) apa yang kalian usahakan. (Al-An'am: 3) 

Yakni mengetahui semua amal perbuatan kalian, yang baik dan yang 
buruknya. 

Al-An'am, ayat 4-6 

Dan tak ada suatu ayat pun dari ayat-ayat Tuhan sampai kepada 
mereka, melainkan mereka selaiu berpaling darinya. Sesungguhnya 

Kqmpangsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 207 

mereka telah mendustakan yang hak (Al-Qur'an) tatkala sampai 
kepada mereka, maka keiak akan sampai kepada mereka (kenyataan 
dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan. Apakah 
mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi 
yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generast itu) 
telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu 
keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepada kalian; dan 
Kami curahkan hujanyang lebat atas mereka, dan Kamijadikan 
sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami 
binasakan mereka karenadosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan 
sesudah mereka generasiyang lain. 

Allah beifinnan menceritakan perihal orang-orang musyrik yang 
mendustakan Allah dan ingkar kepada-Nya, bahwa mereka itu apabila 
kedatangan suatu ayat, yakni tanda dan mukjizat serta huijab yang 
menunjukkan akan keesaan Allah dan kebenaran rasul-rasul-Nya yang 
mulia, sesungguhnya dengan serta merta mereka berpaling darinya; 
mereka tidak memandangnya dengan sebelah mata pun dan sama sekali 
tidak mempedulikannya. Untuk itulah Allah Swt. berfirman: 

Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang hak (Al-Qur'an) 
tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada 
mereka (kenyataan dart) berita-berita yang selalu mereka perolok- 
olokkan. (Al-An'am: 5) 

Hal ini mengandung ancaman dan peringatan yang keras terhadap 
perbuatan mereka yang mendustakan perkara yang hak, bahwa pasti akan 
sampai kepada mereka berita apa yang mereka dustakan itu, dan mereka 
pasti akan menjumpat aktbatnya serta pasti akan merasakan akibat 
kedustaannya itu. 

Kemudian Allah Swt. berfirman menasihati mereka seraya mem- 
peringatkan mereka akan datangnya azab dan pembalasan di dunia yang 
menimpa mereka, seperti halnya apa yang telah mentmpa orang-orang 
dari kalangan nmat-umat terdahulu yang perbuatannya serupa dengan 

Kqmpangsannqh.org 



208 Juz 7 — AkAn'am 

perbuatan mereka. Padahal mereka lebih kuat, lebih banyak jumlahnya, 
serta lebih banyak harta benda dan anak-anaknya, juga lebih berkuasa 
serta lebih tinggi kebudayaannya ketimbang mereka. Untuk itu Allah 
Swt. berfirman: 

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi- 
generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal 
(generasi ttu) telah Kami teguhkan kedvdukan mereka di muka bymi, 
yaitu keteguhan yang betum pernah Kami berikan kepada kalian. 
(Al-An'am: 6) 

Yakni mereka lebih banyak memiliki harta benda, anak-anak, bangunan- 
bangunan, kedudukan yang kuat, pengaruh yang luas, dan bala tentara. 
Dalam firman selanjutnya disebutkan: 

dan Kami cwahkan hujan yang lebat atas mereka. (Al-An'am: 6) 

Yang dimaksud dengan midfaran ialah hujan yang diturunkan kepada 
mereka secara berangsur-angsur. 



cUfUiVia 



J4^js9tt 



dan Kami jadikan sungai-simgai mengalir di bawah mereka. (Al- 
An'am: 6) 

Yakni Kami perbanyak turunnya hujan atas mereka dan sumber-sumber 
air sebagai istidraj dan memuaskan mereka. 



cl'dj^Vls 



-*£&&£&&£ 



Kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri. 
(Al-An'am: 6) 

Yakni disebabkan dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan yang mereka 
perbuat. 

Kqmpangsannqh.org 



Tafcir Ibnu Kasir 209 



■,,^4£0$M&&$&K 



dan Kami ciptakan sesudah mereka generasiyang lain. ( Al-An' am : 
6) 

Yakni setelah generasi yang pertama dilenyapkan dan kami jadikan 
mereka sebagai bagian dari sejarah. 



■.^*= .&p&usiy$& 






Dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (Al-An'am: 
6) 

Yakni generasi lain untuk Kami ujt lagi, ternyata generasi yang bam ini 
melakukan amal perbuatan yang serupa dengan pendahulu mereka; 
akhirnya mereka dibinasakan pula, sama seperti para pendahulunya. 
Karena itu, hati-hatilah kalian, hai orang-orangyang diajak bicara, jangan 
sampai menimpa kalian apa yang pernah menimpa mereka. Tiadalah 
kalian menurut Allah lebih kuat daripada mereka. Dan Rasul yang kalian 
dustakan itu adalah lebih mulia bagi Allah kettmbang rasul mereka. 
Karena itu, kalian adalah orang-orang yang lebih utama untuk mendapat 
azab dan penyegeraaij siksaan ketimbang mereka, seandatnya saja tidak 
ada kelunakan dan kebaikan-Nya. 



Al-An'am, ayat 7-11 

KqmpungsannQh.org 



210 Juz7-AkAn'am 

Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di alas ktrtas, lain 
mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah 
orang-orang yang kqfir itu berkata. "Ini tidak lain hanyalah sihir 
yang nyata. " Dan mereka berkata, "Mengapa tidak ditimmkan 
kepadanya (Muhammad) malaikat? " Dan kalau Kami turunkan 
(kepadanya) malaikat, tentu selesailah urusan itu, kemudian mereka 
tidak diberi tangguh (sedikit pun). Dan kalau Kami jadikan rasul 
itu seorang malaikat, tentulah Kami jadikan dia bervpa seorang 
laki-laki dan (kalau Kami jadikan dia berupa seorang laki-laki) ten- 
tulah Kami meragu-ragukan atas mereka apa yang mereka ragu- 
ragukan atas dirt mereka sendiri. Dan sungguh telah diperolok- 
olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada 
orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) 
olok-plokan mereka. Katakanlah, "Berjalanlah di muka bumi. 
kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang 
mendustakan itu. " 

Allah Swt. berfirman, menceritakan perihal kaum musyrik dan 
keingkaran serta kesombongan mereka terhadap perkara yang hak, dan 
sikap menantang mereka terhadap perkara yang hak. 

Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu 
mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri. (AI- 
An'am: 7) 

Yakni mereka melihat turunnya kitab itu dengan mata kepala mereka 
sendiri, lalu mereka memegangnya. 

tentulah orang-orang yang kafir itu berkata, "Ini tidak lain hanyalah 
sihir yang nyata. " (Al-An'am: 7) 

Hal ini semakna dengan apa yang diberitakan oleh Allah Swt. tentang 
kesombongan mereka terhadap hal-hal yang kon^cret, yaitu melalui 
firman-Nya: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu KaSir 2 1 1 

Dcmjika seandainya Kami metnbutvhkan kepada mereka salah satu 
dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terw-menerus naik ke atasnya, 
tentulah mereka berkata, "Sesunggulwyapandangan kamilahyang 
dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir. " 
(Al-Hijr: 14-15) 

Dan sama dengan yang terdapat di dalam firman-Nya: 

Jika mereka metihat sebagian dari langit gugur, mereka akan 
mengatakan, "Itu adalah awan yang bertindih-tindih. " (At-Tur: 44) 

Firman Allah Swt.: 

Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturtmkan kepadanya 
(Muhammad) malaikat? " (Al-An'am: 8) 

Yakhi sebagai juru pemberi peringatan bersamanya. Maka Allah men- 
jawab melalui firman-Nya: 

Dan kalau Kami tioimkan (kepadanya) malaikat. tentu selesailah 
itrusan itu, kemudian mereka tidak diberi tangguh (sedikit pun). 
(AI-An'am: 8) 

Yakni seandainya diturunkan malaikat kepadanya untuk mereka, niscaya 
akan datang kepada mereka azab dari Allah, seperti yang dijelaskan dalam 
firman-Nya yang lain: 

KqmpangsannQh.org 



212 Juz7-At-An'am 

Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk 
membawa azab) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh. (Al- 
HUn 8) 

Juga seperti yang disebutkan oleh finnan-Nya: 

Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar 
gembira bagi orang-orang yang berdosa. (Al-Furqan: 22), hingga 
akhir ayat. 

Mengenai finnan Allah Swt: 

Dan kalau Kamijadikan rasul itu seorang malaikat, tentulah Kami 
jadikan dia berupa seorang laki-laki; dan (kalau Kami jadikan dia 
berupa seorang laki-laki), tentulah Kami meragu-ragukan atas 
mereka apa yang mereka ragu-ragukan atas diri mereka sendiri. 
(Al-An'im: 9) 

Yakni seandainya Kami turunkan bersama dengan rasul manusia seorang 
rasul malaikat. Dengan kata lain, seandainya Kami kirimkan kepada 
manusia seorang rasul dari malaikat, niscaya dia berupa seorang laki- 
laki agar mereka dapat berkomunikasi dengannya dan mengambil 
manfaat darinya. Dan seandainya memang demikian, niscaya perkaranya 
akan meragukan mereka, sebagaimana mereka pun ragu terhadap diri 
mereka sendiri dalam menerima rasul manusia. Perihalnya sama dengan 
apa yang disebutkan oleh firman-Nya: 

Katakanlah, "Kalau sekiranya ada malaikat-malaikat yang 
berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan 
dari langit kepada mereka seorang malaikat menjadi rasul. " ( Al- 
Isra: 95) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 213 

Maka merupakan rahmat Allah Swt. kepada makhluk-Nya. Diamengutus 
kepada setiap jenis makhluk, seorang rasul dart kalangan mereka sendiri, 
agar dia dapat menyeru mereka dan memberikan kesempatan kepada 
mereka untuk mengambil manfaat darinya dalam berkomunikasi dan 
bertanya jawab. Seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat 
yang lain: 

Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang 
yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul 
dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka 
ayat-ayat Allah dan membersihkan (jiwa) mereka. (Aiilmran: 164), 
hingga akhir ayat. 

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna ayat ini, bahwa seandainya datang kepada mereka seorang 
malaikat, maka tidaklah dia mendatangi mereka melainkan dalam bentuk 
(rupa) seorang laki-laki. Karena sesungguhnya mereka tidak akan dapat 
melihat malaikat dalam bentuk aslinya, mengingat malaikat diciptakan 
dari nur (cahaya). 

tentulah Kami meragu-ragukan atas mereka apayang mereka ragu- 
ragukan atas diri mereka sendiri. (Al-An'am: 9) 

Yakni niscaya Kami membingung-bingungkan atas mereka apa yang 
mereka bingung-bingungkan atas diri mereka sendiri. Menurut Al- 
Walibi, makna ayat ialah "dan tentulah Kami meragu-ragukan atas 
mereka". 

Firman Allah Swt.: 

Kqmpungsannqh.org 



214 JuzT-AlAnSm 

Dan simgguh telah diperohk-olokkan bebercpa rasulsebelum katmt, 
maka tunmlah kepada orang-orangyang mencemoohkem di antara 
mereka balasan (azab) olok-olokan mereka. (Al-An'am: 10) 

Makna ayat ini mengandung hiburan yang ditujukan kepada Nabi Saw. 
dalam menghadapi reaksi kaumnya yang mendustakannya. Juga 
niengandungjanji baginya dan bagi orang-orangyang beriman kepadanya, 
bahwa akan diperoleh kemenangan akibat yang baik di dunia dan akhirat. 
Kemudian Allah Swt. berfirman: 

Katakanlah, "Berjalantah di muka bumi, kemudian perhatikanlah 
bagaimana kesvdahan orang-orcmg yang mendustakan ituf " (Al- 
An'am: 11) 

Yakni pikirkanlah oleh kalian sendiri dan lihatlah apa yang telah 
ditimpakan oleh Allah terhadap generasi-generasi terdahulu, yaitu 
mereka yang mendustakan rasul-rasul-Nya dan mengingkarinya. Mereka 
ditimpa oleh azab, pembalasan, dan siksaan di dunia, di samping azab 
pedih yang telah menunggu mereka di hari kemudian. Dan bagaimanakah 
kami selamatkan rasul-rasul Kami beserta hamba-hamba Kami yang 
mukmin. 



Al-An'am, ayat 12-16 

KQmpangsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 215 

Katakanlah, "Kepimyaan siapakah apa yang ada di langit dan di 
bumi? " Katakanlah, "Keptmyaan Allah. " Dia telah menetapkan 
atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpnn 
kalian pada hart kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. 
Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman. 
Dan keptmyaan Allah-lah segalayang ada pada malam dan siang 
hari. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 
Katakanlah, "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dart 
Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi 
malum dan tidak diberi malum? " Katakanlah, "Sesungguhnya aku 
diperintah supaya aku menjadi orangyangpertama sekali berserah 
diri (kepada Allah), danjangan sekali-kali kamu masuk golongan 
orang-orang musyrik "Katakanlah, "Sesungguhnya aku takut akan 
azab hari yang besar (hari kiams&)Jika aku mendurhakai Tuhanku. " 
Barang siapa yang dijauhkan azab darinya pada hari itu, maka 
sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah 
keberuntungan yang nyata. 

Allah Swt, memberitahukan bahwa diri-Nyalah yang memiliki langit 
dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya, dan bahwa 
Dia telah menetapkan kasih sayang atas diri-Nya Yang Mahasuci. Seperti 
yang telah disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui jalur Al-A'masy, 
dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Nabi 
Saw. pernah bersabda: 



Sesungguhnya Allah, setelah selesai menciptakan makhluk, maka 
Dia menulis di dalam kitab yang ada di sisi-Nya di atas 'Arasy, 
"Sesungguhnya rahmat-Ku mengaiahkan murka-Ku. " 

Firman Allah Swt.: 

Kqmpangsunnqh.org 



216 Juz7-AI-An'am 

Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kalian pada hari kiamat 
yang tidak ada keragucm terhadapnya. (Al-An'am: 12) 

Huruf lam yang terdapat pada lafaz layajma 'annakum merupakan 
pendahuluan dari qasam (sumpah). Allah bersumpah dengan menyebut 
nama diri-Nya Yang Mahamulia, bahwa Dia sungguh-sungguh akan 
menghimpun semua hamba-Nya: 

di waktv tertentu pada hari yang dikenal. (Al-Waqi'ah: 50) 

Yaitu hari kiamat yang tiada keraguan padanya, yakni yang keberadaannya 
tidak diragukan lagi di kalangan hamba-hamba-Nya yang mukmin. Adapun 
hamba-hamba Allah yang ingkar dan mendustakannya, mereka tenggelam 
ke dalam keraguannyatentang kejadian hari tersebirt. 

Ibnu Murdawaih mengatakan sehubungan dengan tafsir ayat ini, 
bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnu 
Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Ahmad ibnu 
Uqbah, telah menceritakan kepada kami Abbas ibnu Muhammad, telah 
menceritakan kepada kami Husain ibnu Muhammad, telah menceritakan 
kepada kami Muhsan ibnu Atabah Al-Yamani, dari Az-Zubair ibnu 
Syabib, dari Usman ibnu Hadir, dari Ibnu Abbas yang menceritakan 
bahwa Rasulullah Saw. pernah ditanya mengenai wuquf di hadapan 
Tuhan semesta alam, "Apakah di tempat itu terdapat air?"' Maka 
Rasulullah Saw. menjawab: 



Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan kekuasaan-Nya, 
sesungguhnya di tempat itu benar-benar ada air. Dan seswgguhnya 
kekasih-kekasih Allah benar-benar mendatangi telaga-telaga para 
nabi. Dan Allah memerintahkan kepada tujuhpuluh ribu malaikat 



Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 217 

yangdi tangan mereka tergenggam tongkat-tongkat dari api untuk 
mengusir orcmg-orang kafir dari telaga-telaga para nahi itu. 

Hadis ini berpredikat garib. Menurut yang ada pada Imam Turmuij 
disebutkan seperti berikut: 

Sesungguhnya setiap nabi itu mempimyai telaga, dan aku berharap 
telaga milikku adalah yang paling banyak didatangi mereka. 

Firman Allah Swt.: 

Orang-orang yang merugikan dirinya. (AI-An'am: 12) 
Yakni kelak di hari kiamat. 

Mereka itu tidak beriman. (AI-An'am: 12) 

Yakni mereka tidak percaya dengan adanya hari kembali dan mereka 
tidak takut akan adanya pembalasan yang keras di hari itu. Kemudian 
Allah Swt. berfirman: 



e:»" 



^4*<iM^^ 



Dan kepunyaan-Nyalah segala yang ada pada malam dan siang 
hari. (Al-An'am: 13) 

Dengan kata lain, semua makhluk hidup yang ada di langit dan di bumi 
adalah hamba-hamba Allah dan makhluk-Nya; semuanya berada di 
bawah kekuasaan, pengaturan, dan pengendalian-Nya, tidak ada Tuhan 
selain Dia. 

Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (AI- 
An'am: 13) 

Kqmpungsannqh.org 



218 Juz 7 - Al-An'am 

Yakni Maha Mendengar semua ucapan hamba-hamba-Nya, lagi Maha 
Mengetahui semua gerakan, semua yang terpendam di datam kalbu 
mereka, dan semua yang mereka rahasiakan. 

Kemudian Allah Swt berfirman kepada hamba dan Rasul-Nya 
— yaituNabi Muhammad Saw. — yang diirtusnya dengan membawa ajaran 
tauhid yang agung dan syariat yang lurus. Allah memerintahkannya untuk 
menyeru manusia ke jalan Allah yang lurus. Untuk itu, Allah Swt. 
berfirman: 

Katakanlah, "Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari 
Allah yang menjadikan langit dan bumi? " (Al-An ! 'am: 14) 

Ayat ini semakna dengan firman-Nya: 

Katakanlah, "Maka apakah kalian menyuruh aku menyembah selain 
Allah, hat orang-orangyang tidak berpengetahuan? " (Az-Zumar: 
64) 

Maknayang dimaksud ialah 'aku tidak akan menjadikan pelindung selain 
Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. karena sesungguhnya Dialah Yang 
menctptakan langit dan "bumi dan yang mengadakan keduanya tanpa 
contoh lebih dahulu'. 



c\i. icLu^i^ 



Atffe&f 



PadahalDia memberi makan dan tidak diberi makan. (Al-An'am: 
14) 

Yakni Dialah Yang memberi rezeki kepada makhluk-Nya, padahal Dia 
tidak memerlukan mereka, karena Allah Swt. telah berfirman: 



C.&1 ' c^bjij 



». ■<&&£$'>$&& 



Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya 
mereka menyembah-Ku. (Az-Zariyat: 56) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir tbnu Kasir 219 

Sebagian ulama ada yang membaca ayat ini dengan bacaan berikut, yaitu: 

Padahal Dia memberi tnakan dan tidakpernah tnakan'. 

Yakni Dia tidak pernah makan. Di dalam hadis Suhail ibnu Abu Saleh 
dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a., disebutkan bahwa pernah seorang 
Ansar dari katangan penduduk Quba mengundang Nabi Saw. ke suatu 
jamuan makan yang dibuatnya, maka kami berangkat bersama Nabi Saw. 
untuk memenuhi undangannya. Setelah Nabi Saw. selesai makan dan 
mencuci kedua tangannya, maka Nabi Saw. membaca doa berikut: 



Segalapigi bagi Allah Yang telah memberi makan dan tidakpernah 
makan, telah memberikan anugerah kepada kami hingga kami 
mendapat petimjuk telah memberi kami makan dan minum, dan 
telah memberi kami pakaian hingga tidak telanjang, dan setmia 
ujian baikyang Dia timpakan kepada kami. Segalapuji bagi Allah 
dengan tidak -meninggalkan Tuhanku. tidak merasa cukup, tidak 
ingkar, dan tidak dapatlepasdari-Nya Segalapuji bagi Allahyang 
telah memberi kami makan dan memberi kami minion, memberi 
kami pakaian hingga tidak telanjang, memberi kami petimjuk dari 
kesesatan, memberi kami penglihatan dari kebutaan, dan 
mengutamakan kami di atas kebanyakan makhluk yang telah 

Kqmpungsannqh.org 



220 Juz 7 -Al-An'am 

diciptakan-Nyadengankeutamaanyimgsesitngguhnya;segaIapigi 
bagi Allah Tuhan semesta alatn. 

Firman Allah Swt: 

Katakanlah. "Sesungguhnyaakudipermtahkansupayaakumenjadi 
orang yang pertama sekali berserah diri (kepada Allah)." (Al- 
An'am: 14) 

Yakni dari kalangan umat ini. 

dan jangan sekali-kali kalian termasuk golongan orang-orang 
musyrik Katakanlah, "Sesimgguhnyaakutakutakan azab hari yang 
besar, jika aku mendurhakai Tuhanku. "(Ai-An*am: 14-15) 

Yakni kelak di hari kiamat. 

Barang siapa dijauhkan azab darinya (Al-An'am: 16) 
Yakni azab dipalingkan atau dijauhkan darinya. 

pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat 
kepadanya. (Al-An'am: 16) 

Yakni berkat rahmat Allah kepadanya. 

Dan itulahkeberuntunganyangnyata. (Al-An'am: 16) 
Ayat ini semakna dengan makna yang terkandung di daiam firman-Nya: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafcir Ibnu Kasir 221 

Barang siapayangdijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam 
surga, maka sungguh ia telah beruntung. (Ali Imran: 185) 

Yang dimaksud dengan istilah al-fauz ialah memperoleh keuntungan 
dan tidak rugi. 

Al-An'am, ayat 17-21 

Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak 
adayang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia 
mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas tiap- 
tiap sesuatu. Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba- 
hamba-Nya. Dan Dialah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengeta- 
hui. Katakanlah, "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya? " 
Katakanlah, "Allah. " Dia menjadi saksi antara aku dan kalian. 
Dan Al-Qur 'an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku 
memberi peringatan kepada kalian dan kepada orang-orang yang 
sampai Al-Qur 'an (kepadanya). Apakah sesungguhnya kalian 
mengafad bahwa ada tuhan-tuhan yang lain disamping Allah?" 
Katakanlah, "Aku tidak mengakui. "Katakanlah, " Sesungguhnya 
Diaadalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas 

Kqmpangsunnqh.org 



222 Juz7-AI-An'am 

diri dart apa yang kalian persekutukan (dengan Allah)." Orang- 
orangyangtelah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenal- 
nya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. 
Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman 
(kepada Allah). Dan siapakahyang lebih aniaya daripada orang 
yang membuat-buatsuatukedustaanterhadap Allah ataumendusta- 
kan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orangyang aniaya itu tidak 
mendapat keberuntungan. 

Allah Swt. memberitahukan bahwa diri-Nya adalah Yang memiliki 
kemudaratan dan kemanfaatan. Dan bahwa Diaiah yang mengatur 
makhluk-Nya menurut apa yang Dia kehendaki, tiada yang menanyakan 
tentang keputusan-Nya, dan tiada yang dapat menolak ketetapan-Nya. 

Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak 
ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia 
mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas tiap- 
tiapsesuatu. (Al-An'am: 17) 

Ayat ini semakna dengan firman-Nya yang lain: 

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, 
maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja 
yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup 
untuk melepaskannya sesudah itu (Fatir: 2), hingga akhir ayat. 

Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah Saw. sering 
berdoa dengan menyebutkan kalimat berikut: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 223 

Ya Allah, tidak adayang dapat mencegah apayangEngkau berikan, 
dan tidak adayang dapat memberikan apayang engkau cegah, dan 
tiadalah memberikan manfaat terhadap Engkau kedudukan orang 
yang mempunyai kedudukan. 

Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan: 

Dan Dialah Yang berkuasa atos sekalian hamba-hamba-Nya. (Al- 
An'am: 18) 

Yakni Dialah Tuhan yang menyerah kepada-Nya semua diri, tunduk 
kepada-Nya semua orang yang perkasa, tunduk kepadanya semua wajah, 
segala sesuatu berada di bawah kekuasaan-Nya, tunduk kepada-Nya 
semua makhluk, dan tunduk patuhlah segala sesuatu kepada keagungan, 
kebesaran, ketinggian, dan kekuasaan-Nya; serta kecillah segala sesuatu 
di hadapan-Nya, semuanya berada di bawah kekuasaan dan hukum-Nya. 

DanDialah Yang Mahabijaksana. (Al-An'am: 18) 
Yakni dalam semua perbuatan-Nya. 

lagi Maha Mengetahui. (Al-An'am: 18) 

Segala sesuatu yang pada tempat dan kedudukannyamasing-masing. 
Karena itu, Dia tidak memberi kecuali kepada orang yang berhak; dan 
tidak mencegah kecuali terhadap orang yang berhak untuk dicegah. 
Kemudian Allah SwL berfirman: 

Katakanlah, "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya? " (Al- 
An'am: 19) 

Yakni siapakah di antara semuanya yang paling kuat persaksiannya? 

Kqmpangsunnqh.org 



224 Juz7-AI-An^m 



-n> r b0*3 •J^jgSy^dil 



Katakanlah, "Allah " Dia menjadi saksi antara aku dan kalian. 
(Al-An'am: 19) 

Yakni Dialah Yang mengetahui apa yang aku sampaikan kepada kalian 
dan apa yang kalian katakan kepadaku. 

Dan Al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku 
memberi permgatan kepada kalian dan kepada orang-orang yang 
satnpai Al-Qur'an (kepadanya). (Al-An'am: 19) 

Yakni Al-Qur'an merupakan peringatan bagi orang yang Al-Qur'an 
sampai kepadanya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat 
lain: 



Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan 
sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur 'an, maka nerakalah 
tempat yang diancamkan baginya (Hud: 17) 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id 
Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Wakj', Abu Usamah, dan 
Abu Khaiid, dari Musa ibnu Ubajdah, dari Muhammad ibnu Ka'b 
sehubungan dengan firman-Nya: 

dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur 'an (kepadanya). (Al- 
An'am: 19) 

Bahwa barang siapa yang sampai kepadanya Al-Qur'an, maka seakan- 
akan dia melihat Nabi Saw. Menurut Abu Khaiid ditambahkan "dan 
berbicara dengan Nabi Saw.". 

Ibnu Jarir telah meriwayatkannya melalui jalur Abu Ma'syar, dari 
Muhammad ibnu Ka'b yang mengatakan bahwa barang siapa yang 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 225 

sampai kepadanya Al-Qur'an, maka sungguh Nabi Muhammad Saw. 
telah menyampaikannya kepada dia. 

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma'mar, dari Qatadah 
sehubungan dengan firman Allah Swt: 



.* . r wito-jSjyiJ^»i 



Supaya dengan dia aku memberi pertngatan kepada kalian dan 
kepada orang-orang yang sampai Al-Qw 'an (kepadanya). (Al- 
An'am: 19) 

Bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Sampaikanlah (Al-Qur'an) dari Allah. Maka barang siapa yang 
telah sampai kepadanya suaxu ayax dari Kitabullah (Al-Qur'an), 
berarti telah sampai kepadanya perintah Allah. 

Ar-Rabi' ibnu Anas mengatakan, suatu keharusan bagi orang yang 
mengikuti Rasulullah Saw. melakukan dakwah seperti dakwah yang 
dilakukan oleh Rasulullah Saw., dan memberi peringatan dengan 
peringatan yang telah disampaikannya. 
Firman Allah Swt.: 

Apakah sesungguhnya kalian mengakui. (Al-An'am: 19) 
Hai orang-orang musyrik. 

bahwa ada tuhan-tuhan yang lam di samping Allah? Katakanlah, 
"Aku tidak mengakui. "(Al- Air 'am: 19) 

Ayat ini semakna dengan ayat lain, yaitu firman-Nya: 

Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut (pula) 
menjadi saksi bersama mereka. (Al-An*am: 150) 

Kqmpangsunnqh.org 



226 Juz7-A!rAnSm 

Firman Al'ab Swt.: 

Katakanlah, "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa 
dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian 
persekutukan (dengan Allah)." (Al-An'am: 19) 

Kemudian Allah Swt. berfirman, menceritakan perihalAhljKitab, 
"Mereka mengenal nabi yang Aku datangkan kepada mereka ini, 
sebagaimanamereka mengenal anak-anak mereka sendiri melalui kabar 
dan berita yang ada pada mereka dari para rasul dan para nabi yang 
terdahulu. Karena sesungguhnya semua rasul telah menyampaikan berita 
gembira akan kedatangan Nabi Muhammad Saw. yang disertai dengan 
penyebutan sifat-sifatnya, ciri-ciri khasnya, negeri tempat tinggalnya, 
tempat hijrahnya, dan sifat-sifat umatnya."Karena hu, pada ayat berikutnya 
disebutkan: 

Orang-orangyangmerugikan dirmya. (Al-An'am: 20) 
Yakni mengalami kerugian yang sangat fatal. 

Mereka itu tidak beriman. (Al-An'am: 20) 

Kepada perkara yang jelas dan gamblang ini, yaitu berita gembira yang 
telah disampaikan oleh para nabi dan yang telah diisyaratkan sejak zaman 
dahulu hingga saat pemunculannya. 

Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan: 

Dan siapakah yang lebih ctniaya daripada orang yang membuat- 
buat suatu kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat- 
Nya? (Al-An'am: 21) 

Yakni tidak ada yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat 
kedustaan terhadap Allah, lalu ia mengakui bahwa dirinya diutus oleh 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasr 227 

■— ' f — — ■*- — ' 

Allah, padahai Allah tidak mengutusnya. Kemudian tidak ada orang yang 
lebih aniaya daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, hujah- 
hujah-Nya, bukti-bukti-Nya, dan dalii-dalil-Nya. 



cr. . rU 4 9 .(ggjbt^ji 



Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat 
keberuntungan. (Ai-An'am: 21) 

Yakni orang ini, orang itu, orang yang membuat-buat kedustaan, dan 
orang yang berdusta. semuanya tidak beruntung. 



Al-An'am, ayat 22-26 



Dan (ingatlah) hart yang di waktu itu Kami menghimpun mereka 
semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik, 
"Di manakah sembahan-sembahan kalian yang dahulu kalian 
katakan (sekutu-sekutu Kami)?" Kemudian tiadalahfitnah mereka 
kecuali mengatakan, "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami 
mempersekutukan Allah Lihatlah, bagaimana mereka telah ber- 
dusta terhadap diri mereka sendiri dan hilanglah dart mereka 
sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan. Dan di an- 
tara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan) mu, padahai 
Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka 

Kqmpungsannqh.org 



228 Juz7-AW\nim 

tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan) sumbatan telinganya 
Danjika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka 
tetap tidak mau beriman kepadanya Sehingga apabila mereka 
datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu 
berkata, "Al-Qur'an ini tidak lain hanyalah dongengan orang- 
orang dahulu. " Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al- 
Qur 'an, dan mereka sendiri menjauhkan diri darinya; dan mereka 
hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedangkan mereka 
tetap tidak menyadari. 

Allah Swt. berfirman menceritakan keadaan orang-orang musyrik: 

Dan (ingatlah), di hariyangdi waktu itu Kami menghimpun mereka 
semuanya (Al-An'am: 22) 

Yakni pada hari kiamat nanti, lalu Allah menanyai mereka tentang 
berhala-berhala dan tandingan-tandingan yang mereka sembah-sembah 
itu selain Allah, seraya berfirman: 



c \\ 



> f i**,4S&J&$l 



<"S 



Di manakah sembahan-sembahan kalian yang dahulu kalian 
katakan (sekutu-sekutu Kami)? (Al-An'am: 22) 

Ayat ini sama dengan ayat lain yang terdapat di dalam surat Al-Qasas: 

Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya 
berkata, "Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dahulu kalian 
katakan? " (Al-Qasas: 62) 

Firman Allah Swt: 

Kemudian tiadalahfitnah mereka (Al-An'am: 23) 
Yakni alasan mereka. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 229 



^Yf -ifl«>Y»3 



4&2&d$&$S2& 



Kecuali mengatakan, "Demi Allah Tuhan kami, tiadalah kami 
mempersekutukan Allah " (Al-An'am: 23) 

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
firman-Nya: 



Kemudian tiadalahfitnah mereka. (Al-An'am: 23) 

Yakni hujjah mereka. Dan menurut Ata Al-Khurrasani, dari Ibnu Abbas 
disebutkan alasan mereka. Ha) yang sama dikatakan oleh Qatadah. 
Menurut Ibnu Juraij, dari Ibnu Abbas, disebutkan jawaban mereka. Hal 
yang sama telah dikatakan pula oleh Ad-Dahhak. Ata Al-Khurrasani 
mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: 

Kemudian tiadalah fitnah mereka. (Al-An'am: 23) 
Yakni cobaan mereka. ketika mereka diuji. 

Kecuali mengatakan, "Demi Allah Tuhan kami, tiadalah kami 
mempersekutukan Allah " (Al-An'am: 23) 

Ibnu Jarir mengatakan, pendapat yang benar ialah yang mengatakan 
bahwa tiadalah jawaban mereka ketika Kami menguji mereka, yakni 
alasan yang mereka kemukakan tenrang kemusyrikan yang pernah 
mereka lakukan itu. 

Kecuali mengatakan, "Demi Allah Tuhan kami, tiadalah kami 
mempersekutukan Allah " (Al-An'am: 23) 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa' id 
Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Yahya Ar-Razi. dari 

Kqmpangsunnqh.org 



230 Juz7-AkAn^m 

Amr ibnu Abu Qais, dari Mutarrif, dari Al-Minhal, dari Sa' id ibnu Jubair, 
dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa ia pernah kedatangan seorang 
lelaki yang langsung bertanya kepadanya mengenai makna firman-Nya: 



orr > f l*i*b> 



■3&2&1X&& 



Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah 
(Al-An'am: 23) 

Ibnu Abbas menjawab, adapun mengenai firman-Nya: 

Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah 
(Al-An'am: 23) 

Maka sesungguhnya mereka ketika melihat bahwa tidak akan masuk 
surga kecuali orang-orang yang salat, maka mereka mengatakan, 
"Marilah kita ingkari." Ketika mereka hendak mengingkarinya, maka 
Allah mengunci mulut mereka sehingga tidak dapat berbicara, dan tangan 
serta kaki merekalah yang bersaksi; mereka tidak dapat menyembunyikan 
suatu peristiwa pun dari Allah. Maka apakah di dalam kalbumu sekarang 
masih terdapat sesuatu? Sesungguhnya tiada sesuatu pun dari Al-Qur*an 
melainkan dhurunkan suatu keterangan mengenainya, tetapi kalian tidak 
mengerti takwilnya. 

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini 
berkenaan dengan orang-orang munafik. Tetapi pendapat ini masih perlu 
dipertimbangkan, mengingat ayat ini Makkiyyah, sedangkan orang- 
orang munafik baru ada dalam periode Madaniyyah, dan ayat yang 
diturunkan berkenaan dengan orang-orang munafik adalah dalam surat 
Al-Mujadilah, yaitu firman-Nya: 

(Ingatlah) hari (ketika) mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu 
mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang 
musyrik). (Al-Mujadilah: 1 8), hingga akhir ayat. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kabir 23 1 

Di dalam surat ini disebutkan pula hal yang berkenaan dengan mereka 
melalui firman-Nya: 

Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka 
sertdiri dan hilanglah dari mereka sembahan-sembahanyangaamdu 
mereka ada-adakan. (Al-An'am: 24) 

Ayat ini semakna dengan apa yang terdapat di dalam fiiman-Nya: 

Kemudian dikatakan kepada mereka, "Manakah berhala-berhala 
yang selalu kalian persekutukan, (yang kalian sembah) selain 
Allah? " Mereka menjawab, "Mereka telah hilang lenyap dari 
kami. " (Al-Mu-min: 73-74), hingga akhir ayat. 

Firman Allah Swt.: 

Don di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan)mu, 
padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka 
(sehingga mereka tidak) memahaminya. dan (kami letakkan) 
sumbatan di telinganya Danjikapun mereka melihat segala tanda 
(kebenaran), mereka tetap tidak matt beriman kepadanya. (Al- 
An'am: 25) 

Yakni mereka berdatangan untuk mendengarkan bacaanmu, tetapi hal 
itu tidak ada manfaatnya barang sedikit pun bagi mereka, karena Allah 
Swt. telah meletakkan tutupan di atas hati mereka hingga mereka tidak 
dapat memahami Al-Qur'an. Dan Allah meletakkan sumbatan pada 
telinga mereka sehingga mereka tidak dapat mendengarkan hal yang 
bermanfaat bagi diri mereka, seperti yang diungkapkan oleh Allah Swt. 
dalam ayat lainnya: 

Kqmpungsannqh.org 



232 Juz7-AI-AnSm 

Dan perumpatnaan (orang yang menyeru) orang-orang kqftr adalah 
seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak men- 
dengarse!ampanggilandansenwi-(A\~B&qarah: 171), hinggaakhir 
ayat. 

Firman Allah Swt.: 

Dan jika pun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka 
tetap tidak mau beriman kepadanya. (Al-An'am: 25) 

Yakni walaupun mereka telah melihat ayat-ayat, dalil-dalil, hujjah-hujjah 
yang jelas, dan bukti-bukti yang nyata, mereka tetap tidak mau beriman 
kepadanya. Mereka sama sekali tidak mempunyai pemahaman dan tidak 
mempunyai kesadaran. Perihalnya sama seperti yang diungkapkan oleh 
firman-Nya: 



ex*"- OUj 



^ j#&^j&iti&$i 



Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, 
tenttdah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. (Al-AnfaT 
23) 

Firman Allah Swt: 

Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu. 
(Al-An'am: 25) 

Yakni menentangmu dan membantah kebenaranmu dengan kebatilan. 

Orang-orang kqftr itu berkata, "Al-Qur 'an ini tidak lain hanyalah 
dongengan orang-orang dahulu. " (Al-An'am: 25) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 233 

Yakni tiada lain yang kamu bawa irti hanyalah diambil dari kitab-kitab 
orang-orang yang teidahulu dan dinukil dari mereka. 
Firman Allah Swt.: 

Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Qur'an, dan 
mereka sendiri menjauhkan diri darinya. (Al-An'am: 26) 

Sehubungan dengan makna lafaz yanhauna 'anhu, ada dua pendapat: 
Pendapat pertama mengatakan, makna yang dimaksud ialah mereka 
melarang orang lain mengikuti kebenatan, membenarkan Rasul, dan taat 
kepada Al-Qur'an. Dan makna yan-auna 'anhu yakni menjauhkan 
mereka dari Al-Qur'an. Dengan demikian, berarti mereka menggabung- 
kan dua perbuatan yang kedua-duanya buruk, yakni mereka tidak mau 
mengambil manfaat dan tidak menyeru seorang pun untuk mengambil 
manfaat. 

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubung- 
an dengan makna firman-Nya: 



en ifUuYi 



3 A&&»tf*!£*j 



Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Qur 'an. (Al- 
' An 'am: 26) 

Yakni mereka menjauhkan manusia dari Nabi Muhammad Saw. agar 
mereka tidak beriman kepadanya. 

Muhammad ibnul Hanafiyyah mengatakan, dahulu orang-orang 
kafir Quraisy tidak pemah mendatangi Nabi Saw. dan melarang orang 
lain untuk mendatanginya. Hat yang sama telah dikatakan oleh Qatadah, 
Mujahid, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang. 
Pendapat inilah yang lebih jelas (lebih kuat) dan yang dipilih oleh Ibnu 
Jarir. 

Pendapat kedua diriwayatkan oleh Sufyan As-Sauri, dari Habib ibnu 
Abu Sabit, dari orang yang pernah mendengarnya dari Ibnu Abbas yang 
mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: 

Kqmpungsannqh.org 



234 Juz 7 - AkAnaro 

Mereka melarang (orang Iain) mendengarhan Al-Qur 'an. (Al- 
An'am: 26) 

Bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Talib, ia melarang 
orang-orang tnengganggu Nabi Saw. Ha) yang sama telah dikatakan oleh 
Al-Qasim ibnu Mukhaimirah, Habib ibnu Abu Sabit, Ata ibnu Dinar, 
dan lain-lainnya, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Talib. 

Sa'id ibnu Abu Hilal mengatakan, ayat ini diturunkan berkenaan 
dengan semua paman Nabi Saw. yang berjumlah sepuluh orang. Mereka 
adalah orang-orang yang paling keras dalam membela Nabi Saw. secara 
terang-terangan, juga orang-orang yang paling keras dalam memusuhi Nabi 
Saw. secara diam-diam.Demikianlahmenurutriway at IbnuAbuHatim. 

Muhammad ibnu Ka'b A 1-Qurazi mengatakan sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

Mereka melarang (orang lain) darinya. (Al-Anlm: 26) 

Yaitu mereka melarang orang-orang membunuhnya (Nabi Muhammad 
Saw.). 

dan mereka sendiri menjauhkdh diri darinya. (Al-An'am: 26) 
Yakni menjauhkan diri darinya. 



CVTlfljtF^ 



■i^mixm^^& 



dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, 
sedangkan mereka tidak menyadari. (Al-An*am: 26) 

Artinya, tiadalah yang mereka binasakan dengan perbuatan itu melainkan 
diri mereka sendiri; dan tiadalah akibatnya kecuali menimpa mereka, 
sedangkan mereka tidak menyadari. 



Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 235 

Al-An'am, ayat 27-30 



Danjika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan 
he neraka, lalu mereka herkata, "Kiranya kami dikembalikan (ke 
dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi 
orang-orangyang beriman, " (tentulah kamu melihat suatu peristiwa 
yang mengharukan). Tetapi (sebenamya) telah nyata bagi mereka 
kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. 
Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali 
kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan 
sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pe,idusta belaka. Dan 
' tentu mereka akan mengatakan (pula), "Hidup hanyalah kehidupan 
kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan. " 
Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada 
Tuhannya. Allah, Berfirman "Bukankah (kebangkitan) ini benar? " 
Mereka menjawab, "Stmgguh benar, demi Tuhan kami " Allah Ber- 
firman, "Karena itu, rasakanlah azab ini disebabkan kalian 
mengingkari(nyay 

Allah Swt. menceritakan keadaan orang-orang kafir apabila mereka 
dihadapkan di neraka pada hari kiamat nanti. Mereka menyaksikan 
semua belenggu dan rantai yang ada di dalamnya serta melihat semua 
hal yang mengerikan dan menakutkan itu dengan mata kepala mereka 
sendiri. Maka pada saat itulah mereka berkata, seperti yang disitir oleh 
firman-Nya: 

KqmpangsannQn.org 



236 Juz7-AI-An1m 

Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat- 
ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman. (Al- 
An'am: 27) 

Mereka berharap untuk dikembalikan lagi ke alam dunia, agar dapat 
mengerjakan amal saleh dan tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan 
mereka lagi, serta akan menjadi orang-orang yang beriman. 

Allah Swt. berfirman: 

Tetapi (sebenarnya) telah rtyata bagi mereka kejahatanyang mereka 
dahulu selalu menyembunyikannya. (Al-An'am: 28) 

Sebenarnya saat itu baru tampakjelas bagi mereka semuayang dahulu 
mereka sembunyikan di dalam diri mereka, yaitu berupa kekufuran, 
pendustaan, dan pengingkaran terhadap perkara yang hak, sekalipun 
ketika di dunia atau di akhirat mereka mengingkarinya; seperti yang 
baru disebutkan oleh firman-Nya sebelum ini, yaitu: 

Kemudian tiadalah fitnah mereka kecuali mengatakan, "Demi 
Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah. " 
Lihatlah, bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka 
sendiri. (Al-An'am: 23-24) 

Dapat pula diinterpretasikan bahwa saat itu baru tampak jelas semua 
yang dahulu mereka ketahui dalam hati mereka sendiri, yaitu kebenaran 
dari apa yang disampaikan kepada mereka oleh para rasul di dunia, 
sekalipun dahulu mereka menampakkan kepada para pengikutnya 
menentang hal itu. Perihalnya sama dengan firman Allah Swt. ketika 
menceritakan perihal Nabi Musa a.s. yang berkata kepada Fir'aun: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsr Ibnu KaSir 237 

Sesungguhnya kamu telah mengetahui bahwa tiada yang 
menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara 
langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang rtyata. (Al-Isra: 102), 
hingga akhir ayat. 

Semakna pula dengan firman Allah Swt. yang menceritakan perihal 
Fir'aun dan kaumnya: 

Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan 
(mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. (An- 
Naml: 14) 

Dapat pula ditakwilkan bahwa makna yang dimaksud dengan 'mereka* 
ialah orang-orang munafik, yaitu mereka yang menampakkan iman tempi 
menyembunyikan kekufuran. Dengan demikian, berarti makna ayat ini 
merupakan pemberitaan tentang apa yang bakal terjadi di hari kiamat 
menyangkut perkataan orang-orang kafir. Pengertian ini sama sekali 
tidak bertentangan dengan keadaan surat ini sebagai surat Makkiyyah, 
sekalipun dikatakan bahwa sesungguhnya munafik itu hanya baru 
muncul dalam periode Madaniyyah yang dilakukan oleh sebagian 
penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang ada di sekitarnya. 
Tetapi Allah telah menyebutkan pula terjadinya nifaq (munafik) dalam 
surat Makkiyyah, yaitu surat Al-'Arikabut. Allah Swt. telah berfirman: 

Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang 
yang beriman dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang 
yang munafik (Al-'Ankabut: 1 1) 

Dengan demikian, berarti makna ayat ini (At-An'am: 27) merupakan 
berita tentang apa yang dikatakan oleh orang-orang munafik di akhirat 
nanti, yaitu di saat mereka menyaksikan azab. Maka saat itu tampak 
jelas rahasia yang dahutu mereka sembunyikan di dalam hati mereka, 
yaitu berupa kekufuran, kemunafikan, dan pertentangan. 

Kqmpungsannqh.org 



23o Juz 7— Al-An5m 

Adapun mengenai makna idrab (tetapi) yang ada dalam firman- 

Nya: 



CTA 



.,-«» tf&gttfti(dtt& 



Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatanyang mereka 
dahulu selalu menyembunyikannya. (Al-An'am: 28) 

Sesungguhnya mereka tidak sekali-kali meminta untuk dikembalikan 
ke dunia karena ingin dan suka kepada iman, melainkan semata-mata 
karena takut kepada azab yang mereka saksikan yang merupakan pem- 
balasan dari apa yang dahulu mereka perbuat, yaitu kekafiran mereka. 
Untuk itulah mereka minta kembali ke dunia agar bebas dari kengerian 
pemandangan neraka yang mereka saksikan itu. Karena itulah dalam firman 
selanjutnya disebutkan: 

Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali 
kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan 
sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka (Al- 
An'am: 28) 

Yakni dalam permintaan mereka yang menginginkan agar dikembalikan 
ke dunia supaya mereka dapat beriman. Permintaan itu bukan didasari 
karena suka dan cinta kepada keimanan. 

Kemudian Allah berfirman menceritakan perihal mereka, bahwa 
sekiranya mereka dikembalikan ke dalam kehidupan di dunia, niscaya 
mereka akan kembali mengulangi perbuatan yang mereka dilarang 
melakukannya, yaitu kekufuran dan menentang perkara yang hak. 

Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka. 
(Al-An'am: 28) 

Yaitu dalam penyesalan mereka yang disebutkan oleh firman-Nya: 

KQmpangsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 23 9 

Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat- 
ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.(A\- 
An'am: 27) 

Firman Allah Swt.: 

Don tentu mereka akan mengatakan (pula), "Hidup hanyalah 
kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan 
dibangkitkan. "(Al-An'am: 29) 

Dengan kata lain, niscaya mereka akan kembali melakukan hal-hal yang 
mereka dilarang mengerjakannya; dan niscaya mereka akan mengatakan: 

Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja. (Al-An'am: 29) 

Artinya, kehidupan itu hanyalah di dunia saja, kemudian tidak ada hari 
berbangkit sesudahnya. Karena itulah disebutkan dalam firman 
berikutnya: 

dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan. (Al-An'am: 29) 
Kemudian Allah Swt. berfirman: 



cr. 



TUi^ i£&$$l$&i 



Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada 
Tuhannya (Al-An'am: 30) 

Maksudnya,dihentikan di hadapan Tuhannya. 

Berfirman Allah, "Bukankah (kebangkitan) ini benar? " (Al-An'am: 
30) 

Kqmpungsannqh.org 



240 Juz7-AI-An^m 

Yakni bukankah hari berbangkit ini benar,, bukan dusta seperti apa yang 
kalian duga sebelumnya? 

Mereha menjawab, "Sungguh benar, detni Tuhan kami. "Allah Ber- 
firman, "Karerta itu, rasakanlah azab ini disebabkan kalian 
mengmgkari (nya)." (Al-An'am: 30) 

Karena dulu kalian tidak mempercayainya, maka pada hari ini rasakanlah 
azab itu. Lalu dikatakan kepada mereka: 

Maka apakah sihir itu?Atatikah kalian tidak melihat? ( At-Tur: 1 5) 



Al-An'am, ayat 31-32 

Sungguh telah rugilah orang-orangyang mendustakan pertemuan 
mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada 
mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata, "Alangkah besarnya 
penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu! ", 
sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, 
amatlah buruk apa yang mereka pikul itu. Dan tiadalah kehidupan 
dunia ini selam dari main-main dan senda gurau belaka. Dan 
sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang 
bertakwa. Maka tidakkah kalian memahaminya? 

Allah Swt. berfirman, menceritakan kerugian yang dialami oleh orang- 
orang yang mendustakan adanya hari bersua dengan-Nya, kekecewaan 
mereka apabila datang kepada mereka hari kiamat secara tiba-tiba, dan 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 241 

penyesalan mereka atas kelalaian mereka terhadap amal saien serta 
perbuatan-perbuatan jahat yang pernah mereka lakukan. Hal ini 
digambarkan oleh firman-Nya: 

sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, 
mereka berkata, "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap 
kelalaian kami tentang kiamat itu! " (Al-An'am: 3 1) 

Pamir yang terdapat pada lafaz/ifta dapat dirujukkan kepada kehidupan 
dunia, dapat dirujukkan kepada amal-amal saleh. dapat pula dirujukkan 
kepada hari akhirat, yakni perkara yang menyangkut hari akhirat 
(termasuk hari kiamat). 
Firman Allah Swt.: 

sambil mereka memiktd dosa-dosa di atas punggungnya Ingatlah, 
amatlah bvruk apa yang mereka pikul itu. (Al-An'am: 31) 

Yazirvna artinya apa yang mereka pikul. Menurut Qatadah adalah 'apa 
yang mereka kerjakan'. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu 
Sa' id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al-Ahmar, 
dari Amr ibnu Qais, dari Abu Marzuq yang mengatakan bahwa orang 
kafir atau orang durhaka ketika keluar dari kuburnya disambut oleh 
seseorang yang rupanya sangat buruk dan baunya sangat busuk. Lalu 
ditanya, "Siapakah kamu?" la menjawab, "'Apak'ah kamu tidak 
mengenalku?" Si kafir menjawab, "Tidak, demi Allah, hanya Allah telah 
memburukkan mukamu dan membusukkan baumu." Lalu yang ditanya 
menjawab, "Aku adalah amal perbuatanmu, seperti inilah keadaanmu 
sewaktu di dunia, yaitu buruk dan busuk. Sekarang kemarilah kamu, 
aku akan menaikimu sebagai pembalasan selama engkau menaikiku 
sewaktu di dunia." Yang demikian itu disebutkan dalam firman Allah 
Swt.: 

Kqmpungsannqh.org 



242 Juz 7 - Al-An'am 

sambil mereka memikul dosa-dosa itu di atas punggungnya. (Al- 
An 'am: 3 1), hingga akhir ayat. 

Asbat telah meriwayatkan dari As-Saddi yang mengatakan bahwa tiada 
seorang zalim pun yang dimasukkan ke dalam kuburnya melainkan 
didatangi oleh seorang lelaki yang buruk wajahnya, hitam lagi busuk 
baunya dan memakai pakaian yang sangat kotor; lelaki itu masuk ke 
dalam kubur bersamanya. Apabila si zalim itu melihatnya, ia bertanya, 
"Mengapa wajahmu sangat buruk?" Dijawab, '•Demikian pula amal 
perbuatanmu dahulu, buruk seperti aku." Ia bertanya, "Mengapa baumu 
sangat busuk?" Dijawab, "Demikian pula amal perbuatanmu dahulu, 
busuk seperti aku." Ia bertanya, "Mengapa pakaianmu kotor?" Dijawab. 
"Sesungguhnya amal perbuatanmu dahulu kotor." Ia bertanya, "Siapakah 
kamu sebenarnya?" Dijawab, "Amal perbuatanmu." Lalu ia bersamanya 
di dalam kuburnya. Apabila ia dibangkitkan pada hari kiamat, maka 
amalnya itu berkata kepadanya, "Sesungguhnya dahulu ketika di dunia 
akulah yang menggendongmu dengan semua kelezatan dan nafsu 
syahwat, sekarang gantian engkaulah yang menggendongku ." Maka 
amalnya itu menaiki punggungnya, lalu orang tersebut digiring oleh 
amalnya hingga masuk ke dalam neraka. Yang demikian itu disebutkan 
oleh firman-Nya: 

sambil mereka memikul dosa-aosadi atas punggungnya. Ingatlah. 
amatlah buruk apa yang mereka pikul itu. (Al-An'am: 31) 

Firman Allah Swt.: 

Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain dari main-main dan senda 
gurau. (Al-An'am: 32) 

Artinya, sesungguhnya kehidupan dunia memang kebanyakannya 
demikian. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsrr Ibnu Kasir 243 

Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang- 
orang yang bertakwa. Maka tidaklah kalian memahaminya? 
(Al-An'am:32) 

Al-An'am, ayat 33-36 

Sesungguhnya Kami tnengetahui bahwasanya apa yang mereka 
katakan itu menyedihkan hatimu (janganlah kamu bersedih hati), 
karena mereka sebetiarnya bukan mendustakan kamu, tetapi 
orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. Dan 
sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, 
tetapi mereka sabar terhadap pendustaan danpenganiayaan (yang 
dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami 
kepada mereka, Tak ada seorang pun yang dapat mengubah 
kalimat-kalimat Qanji-}an]\) Allah. Dan sesungguhnya telah datang 
kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu. Dan jika perpa- 
lingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu 
dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit, lalu kamu 
dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka (maka buatlah). 
Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka 
semua dalam petunjuk. Sebab itu. janganlah kamu sekali-kali 
termasuk orang-orang yangjahil. Hanya orang-orang yang 
mendengar sajalah yang memenuhi (seruan Allah), dan orang- 

Kqmpungsannqh.org 



244 Juz7-AkAn'am 

orang yang matt (hatinya) akan dibangkitkan oleh Allah, 
kemudian kepada-Nyalah mereka dikembalikan. 

Allah Swt. berfirman menghibur nabi-Nya dalam menghadapi pendusta- 
an kaumnya terhadap dirinya dan pertentangan mereka terhadapnya: 

Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa apayang mereka katakan 
itv menyedihkan hatimu. (Al-An*am: 33) 

Maksudnya,pengetahuan Kami benar-benar telah meliputi pendustaan 
mereka terhadapmu dan kesedihan serta kekecewaanmu terhadap sikap 
mereka. Hal ini semakna dengan apayang disebutkan dalam ayat lain: 



CK* jJ»U 3 



%#S4#£&3&& 



makajanganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. 
(Fathir: 8) 

Sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya 
yang lain: 



CV t t.\jl£A\ 3 



^B$&3ttttf3 



Bolehjadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena 
mereka tidak beriman. (Asy-Syu'ara: 3) 

Sama pula dengan firman-Nya: 

Maka barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih 
hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman 
kepada keterangan ini (Al-Qur'an). (Al-Kahfi: 6) 

Adapun firman Allah Swt.: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 245 

karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, tetapi 
orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah (Al- 
An'am: 33) 

Artinya mereka sama sekali tidak menuduhmu sebagai seorang pendusta 
dalam hal tersebut. 



■■&£&&&$*& 



tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. 
(Al-An'am: 33) 

Yakni 'tetapi mereka mengingkari perkara yang hak dan menolaknya 
dengan dada mereka', seperti yang diriwayatkan oleh Sufyan As-Sauri, 
dari Abu Ishaq, dari Najiyah ibnu Ka'b, dari All yang menceritakan 
bahwa Abu Jahal pemah berkata kepada Nabi Saw., "Sesungguhnya 
kami tidak menuduh dirimu pendusta, tetapi kamu hanya mendustakan 
apa yang kamu sampaikan itu." Maka Allah Swt. menurunkan firman- 
Nya: 

Karena mereka sebenarnya bunan mendustakan kamu, tetapi 
orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. (Al- 
An'am: 33) 

Imam Hakim meriwayatkannya melalui jalur Israil, dari Abu Ishaq; 
kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini sahih dengan syarat 
Syaikham (Imam Bukhari dan Imam Muslim), tetapi keduanya tidak 
mengetengahkannya. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnul Wazir Al- Wasiti di Mekah. telah menceritakan kepada 
kami Bisyr ibnul Mubasysyir Al-Wasiti, dari Salam ibnu Miskin, dari 
Abu Yazid Al-Madani, bahwa Nabi Saw. bersua dengan Abu Jahal, 
lalu berjabat tangan dengannya. Kemudian ada seorang lelaki berkata 
kepada Abu Jahal, "Kalau tidak salah aku pernah melihatmu berjabat 
tangan dengan orang yang sabi' ini (maksudnya Nabi Muhammad 
Saw.)." Abu Jahal menjawab, "Demi Allah, sesungguhnya aku benar- 
benar mengetahui bahwa dia adalah seorang nabi, tetapi bilakah bagi 

Kqmpangsunnqh.org 



246 Juz7— AkAn'am 

kami kalangan Bani ' Abdu Manaf mau mengikutinya?" Lalu Abu Yazid 
membacakan firman-Nya: 

karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, tetapi 
orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. (Al- 
An'am: 33) 

Menuruttakwil Abu Saleh dan Qatadah disebutkan, "Mereka mengetahui 
bahwa engkau adalah Rasulullah, tetapi mereka mengingkari(nya)." 

Muhammad ibnu Ishaq menuturkan dari Az-Zuhri kisah Abu Jahal 
ketika datang mendengar bacaan Al-Qur'an Nabi Saw. di malam hari, 
dan datang pula mendengarkannya Abu Sufyan ibnu Harb dan Al- 
Akhnas ibnu Syuraiq, tetapi ketiga orang tersebut masing-masing tidak 
mengetahui keberadaan yang lainnya. Lalu mereka mendengarkannya 
sampai subuh. Dan ketika hari telah subuh, mereka bubar, lalu dalam 
perjalanan pulangnya mereka bersua di tengah jalan. Maka masing- 
masing dari mereka berkata kepada yang lainnya, "Apakah yang kamu 
dapatkan?" Lalu masing-masing orang mengemukakan apa yang telah 
didapat (dipahami)nya. 

Kemudian mereka saling berjanji bahwa mereka tidak akan 
mendengarkannya lagi, karena khawatir perbuatan mereka diketahui 
oleh para pemuda Quraisy, yang dampaknya nanti para pemuda Quraisy 
menjadi tertarik kepada Nabi Saw. dengan kedatangan mereka. 

Pada malam keduanya masing-masing dari mereka datang lagi 
dengan dugaan bahwa kedua temannya pasti tidak akan datang 
mengingat perjanjian yang telah mereka sepakati bersama. Tetapi pada 
pagi harinya mereka bersua di tengah jalan dalam perjalanan pulangnya, 
maka mereka saling mencela. Akhirnya mereka mengadakan perjanjian 
lagi bahwa mereka tidak akan mendengarkannya lagi. 

Pada malam ketiganya ternyata mereka datang lagi dan pagi harinya 
mereka bersua kembali, lalu berjanji tidak akan melakukan hal yang 
serupa, kemudian pulang ke rumahnya masing-masing. Pada pagi hari- 
nya Al-Akhnas ibnu Syuraiq mengambil tongkatnya, lalu pergi ke rumah 
Abu Sufyan. Setelah sampai di rumah Abu Sufyan, ia bertanya, "Hai 
Abu Hanzalah, ceritakanlah kepadaku kesan yang kamu simpulkan 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 247 

setelah mendengar bacaan Muhammad itu." Abu Sufyan menjawab, 
"Hai Abu Sa'labah, demi Allah, sesungguhnya aku telah mendengar 
banyak hal yang kuketahui dan kuketahui pula makna yang dimaksud 
darinya. tetapi aku telah mendengar pula banyak hal yang tidak 
kumengerti maknanya dan apa yang dimaksud olehnya." Al-Akhnas 
berkata mengiakan, "Aku pun berani sumpah seperti kamu, bahwaaku 
mempunyai pemahaman yang sarna denganmu." 

Lalu Al-Akhnas keluar dari rumah Abu Sufyan dan langsung 
menuju ke rumah Abu Jahal. la langsung masuk ke dalam rumah Abu 
Jahal dan berkata, ''Hai Abul Hakam, bagaimanakah pendapatmu tentang 
apa yang telah kamu dengar dari (bacaan) Muhammad?'" Abu Jahal 
menjawab, "Sama seperti yang kamu dengar." Abu Jahal melanjutkan 
perkataannya, "Kami bersaing dengan Bani Abdu Manaf dalam hal 
kedudukan yang terhormat; mereka memberi makan, maka kami pun 
memberi makan; mereka membantu mengadakan angkutan, maka kami 
pun berbuat hal yang sama: dan mereka memberi, maka kami pun 
memberi pula, hingga manakala kami berlutut di atas kendaraan dalam 
keadaan lemah dan tersandera, mereka mengatakan bahwa dari kalangan 
kami ada seorang nabi yang selalu didatangi oleh wahyu dari langit. 
Maka bilamana kami menjumpai ini, demi Allah, kami tidak akan 
beriman kepadanya selama-lamanya dan tidak akan percaya kepadanya." 
Maka Al-Akhnas bangkit meninggalkannya. 

Ibnu Jarir telah meriwayatkan melalui Asbat, dari As-saddi sehu- 
bungan dengan makna firman-Nya: 

Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka 
katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), 
karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, tetapi 
orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. (Al- 
An'am: 33) 

Ketika Perang Badar, Al-Akhnas ibnu Syuraiq berkata kepada Bani 
Zahrah, "Hai Bani Zahrah, sesungguhnya Muhammad adalah anak lelaki 

Kqmpangsunnqh.org 



248 Juz7-AI-An'am 

saudaia perempuan kalian. Maka kalian adalah orang yang lebih berhak 
untuk melindungi anak saudara perempuan kalian. Karena sesungguhnya 
jika dia memang seorang nabi, janganlah kalian memeranginya hari 
ini; dan jika dia dusta, maka kalian adalah orang yang paling berhak 
untuk menghentikan anak saudara perempuan kalian. Berhentilah kalian, 
sebelum aku bersua lebih dahulu dengan Abul Hakam (Abu Jahal). Jika 
Muhammad menang, kalian tetap kembali dengan selamat; dan jika 
Muhammad dikalahkan, maka sesungguhnya kaum kalian belum pernah 
berbuat sesuatu pun kepada kalian." 

Sejak saat itu ia diberi nama Al-Akhnas, sebelum itu namanya 
adalah Ubay. Lalu Al-Akhnas menjumpai Abu Jahal, kemudian mem- 
bawanya menyendiri hanya berduaan dengannya. Al-Akhnas bertanya, 
"Hai Abul Hakam, ceritakanlah kepadaku tentang Muhammad, apakah 
dia benar ataukah dusta? Karena sesungguhnya di tempat ini sekarang 
tidak ada seorang Quraisy pun selain aku dan kamu yang dapat men- 
dengar pembicaraan kita." 

Abu Jahal menjawab, "Celakalah kamu. demi Allah, sesungguhnya 
Muhammad memang orang yang benar, Muhammad sama sekali tidak 
pernah dusta. Tetapi apabila Abi Qusai memborong semua jabatan, yaitu 
liwa, siqayah, hijabah, dan kenabian, maka apa lagi yang tersisa buat 
kaum Quraisy lainnya?" 

Yang demikian itulah maksud dari firman-Nya: 

Karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, tetapi 
orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. (Al- 
An'am:33) 

Ayat-ayat Allah adalah Nabi Muhammad Saw. 
Firman Allah Swt.: 

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum 
kamu, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan 

Kqmpangsunnqh.org 



TafcirlbnuKaSir 249 

(yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datcmg pertolongan 
Kami kepada mereka. (Al-An'am: 34) 

Hal ini menipakan hiburan bagi hati Nabi Muhammad Saw., sekaligus 
sebagai utigkapan dukungan terhadapnya dalam menghadapi orang- 
orang yang mendustakannya dari kalangan kaumnya, juga merupakan 
perintah kepadanya agar bersikap sabar sebagaimana sikap sabar 
orang-orang yang berhati teguh dari kalangan para rasul terdahulu. 
Dalam ayat ini pun terkandung janji Allah kepada nabi-Nya, bahwa 
Dia akan menolongnya sebagaimana Dia telah menolong para rasul 
terdahulu, kemudian beroleh kemenangan. Pada akhirnya akibat yang 
terpuji diperoleh para rasul sesudah mengalami pendustaan dan 
gangguan dari kaumnya masing-masing. Setelah itu datanglah kepada 
mereka pertolongan .dan kemenangan di dunia dan di akhirat. Seperti 
yang disebutkan oleh firman selanjutnya: 

Tak ada searang pun yang dapat mengubah kalimat-kalimat (janji- 
janji) Allah. (Al-An'am: 34) 

Yakni janji-janji kemenangan yang telah ditetapkan-Nya di dunia dan 
akhirat bagi hamba-hamba-Nya yang mukmin. Perihalnya sama dengan 
firman-Nya yang lain: 

Dan seswgguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba 
Kamiyang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulahyang 
pasti mendapatpetolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah 
yang pasti menang. (As-Saffat: 171-173) 

Allah telah menetapkan, "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang. " 
Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa. (Al-Mujadilah: 
21) 

Kqmpungsannqh.org 



250 Juz 7 -Al-An'am 



Mensenai firman Allah Swt. 



.a^^jfetfMioffi 



6 «'f^*s .(^\i«!^l(iLJttf^*0a)3 



Z)<2« sesungguhnya telah datang kepadamu sebagian dari berita 
rasul-rasul itit. (Al-An'am: 34) 

Artinya berita tentang mereka, bagairnana mereka rnendapat pertolongan 
dan dukungan dalam menghadapi orang-orang yang mendustakan 
mereka dari kalangan kaumnya. Maka demikian pula halnya dengan 
kamu (Muhammad) akan mengalami hal yang sama dengan para rasul 
yang mendahuluimu. 

Kemudian Allah Swt. berfirman: 



-IjJ¥\3 



^rAW^Q^m 



Danjikaperpalingan mereka (darimu) terasa canal berat bagimu. 
(Al-An'am: 35) 

ifaitu apabila terasa berat olehmu sikap berpaling mereka darimu. 

makajika kamu dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke 
langit. (Al-An'am: 35) 

Ali ibnu Abu Talhah mengatakan dari Ibnu Abbas, bahwa nafaq artinya 
terowongan. Yakni kamu (Muhammad) masuk ke dalam terowongan 
itu. lalu datang membawa ayat kepada mereka; atau kamu buat tangga 
sampai ke langit, lalu kamu naik ke langit dan mendatangkan kepada 
mereka suatu ayat (bukti) yang lebih baik daripada yang engkau 
sampaikan kepada mereka sekarang, maka lakukanlah. Hal yang semisal 
dikatakan pula oleh Qatadah, As-Saddi, dan lain-lainnya. 
Firman Allah Swt.: 

Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka 
semua dalam petunjuk. Sebab itu, janganlah kalian sekali-kali 
termasuk orang-orang yang jahil. (Al-An'am: 35) 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir fbnu Kasir 251 

Ayat ini sama maknanya dengan ayat lain, yaitu firman-Nya: 

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua 
orangyang di muka bumi seluruhnya. (Yunus: 99), hingga akhir 
ayat. 

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan 
dengan firman-Nya: 



evo lr lau¥u 



-oGjftJsfwadaaaiS 



Kalcrn Allah menghendaki, tentu sqja Allah menjadikan mereka 
semua dalam petunjuk (Al-An'am: 35) 

Sesungguhnya Rasulullah Saw. sangat menginginkan semua orang ber- 
iman dan mengikuti jalan petunjuknya. Maka Allah memberitahukan 
kepadanya bahwa tidak ada seorang pun yang beriman kecuali orang 
yang telah ditakdirkan oleh Allah mendapat kebahagiaan sejak zaman 
azalinya. 

Firman Allah Swt.: 

Hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang mematuhi 
(seruan Allah). (Al-An'am 36) 

Yakni sesungguhnya orang yang menyambut seruanmu, hai Muhammad, 
tianyaiah orang yang mau mendengar, mencerna, dan memahaminya, 
Perihalnya sama dengan yang disebutkan oleh ayat lain: 

svpaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang- 
orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah ketetapan (azab) 
terhadap orang-orang kqfir. (Yasin: 70) 

Firman Allah Swt.: 



e= v- i 



252 Ju2 7 - AKAn'am 

dan orang-orang yang mati (hatinya) akan dibangkitkan oleh 
Allah, kemudian kepada-Nyalah mereka dikembalikan. (Al-An'am: 
36) 

Yang dimaksud dengan 'orang-orang yang mati' ialah orang-orang kafir. 
DVkatakan dsmikiankarena hati mereka mati, maka Allah menyerupakan 
mereka dengan orang-orang yang mati sungguhan (yakni bangkai). 
Karena rtulah disehutkan: 

dan orang-orang yang mati akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian 
kepada-Nyalah mereka dikembalikan. (Al-An'am: 36) 

Di dalam ungkapan ini terkandung makna cemoohan dan penghinaan 
terhadap mereka. 



Al-An'am, ayat 37-39 

Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya 
(Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?" Katakanlah, 
"Sesungguhnya Allah kuasa menwrunkan suatu mukjizat, tetapi 
kebanyakan mereka tidak mengetahui. " Dan tiadalah binatang- 
binatangyang ada di bumi dan burung-burungyaitg terbang dengan 
kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kalian. 
Tiadalah Kami lupakan sesuatupun di dalam Al-Kitab, kemudian 
kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. Dan orang-orang yang 
mendustakanayat-ayatKamiadalahpekak, bisu, dan berada dalam 
gelapeulita BarangsiapayangdikehendakiAllah(kesesaXannya), 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 253 

niscaya disesatkan-Nya Danbarangsiapayangdikehendaki Allah 
(untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada 
di atasjalan yang lurus. 

Allah Swt. berfirman menceritakan perihal orang-orang musyrik, bahwa 
mereka pernah bertanya, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya suatu 
mukjizat dari Tuhannya?" Mukjizat ini diungkapkan dengan istilah 
'ayat', yang artinya peristiwa yang bertentangan dengan hukum alam 
yang biasa mereka dapati, termasuk di antaranya ialah seperti apa yang 
mereka katakan dalam firman-Nya: 



C V * frV^vflS 



mdB&®'£&-3&$3 



Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu meman- 
carkan mala air dari bumi untuk kami. (Al-Isra: 90), hingga bebe- 
rapa ayat berikutnya. 

Firman Allah Swt.: 

Katakanlah, "Sesungguhnya Allah kuasa metturunkan suatu 
mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui "(Al-An'am: 
37) 

Yakni Allah Swt. mampu untuk melakukan hal itu. Tetapi karena suatu 
hikmah (kebijaksanaan) dari-Nya, maka sengaja Dia menangguhkan 
hal itu. Karena sesungguhnya jikalau Allah menurunkan mukjizat seperti 
yang mereka minta, kemudian ternyata mereka tidak beriman, niscaya 
Allah akan menyegerakan siksaan-Nya terhadap mereka, seperti yang 
telah Allah lakukan terhadap umat-umat terdahulu. Allah Swt. telah 
berfirman: 



Dan sekali-kaU tidak ada yang menghalangi Kami untuk 
mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melain- 

Kqmpungsunnqh.org 



254 Juz7-AhAnam 

kan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang 
dahulu. Dan telah Kami berikan kepada Samud unta betina itu 
(sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya 
unta betina itu. Dan Kami tidakmemberi tanda-tanda itu melainkan 
untuk menakuti. (Al-isra: 59") 



: tt*» 



Jika Kami kehendaki, niscaya Kami menurunkan kepada mereka 
mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tundvk 
kepadanya. (Asy-Syu'ara: 4) 

Adapun firman Allah Swt.: 

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung- 
burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat- 
umat (juga) seperti kalian. (AI-An'am: 38) 

Menurut Mujahid, makna umamun ialah berbagai macam jenis yang 
nama-namanya telah dikenal. Menurut Qatadah, burung-burung adalah 
umat, manusia adalah umat, begitu pula jin. 

As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Melainkan umat-umat (juga) seperti kalian. (AI-An'am: 38) 

Yakni makhluk juga, sama seperti kalian. 
Firman Allah Swt.: 



ova i f ijiVls 



Tiadalah Kami lupakan sesuatu pun didalamAl-Kitab. (AI-An'am: 
38) 

Maksudnya, semuanya ada berdasarkan pengetahuan dari Allah, tiada 
sesuatu pun dari semuanya yang dilupakan oleh Allah rezeki dan 
pengaturannya. baik ia sebagai hewan darat ataupun hewan laut. 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafcir Ibnu Kasir 255 

Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah dalam ayat 
lain: 



con: 



Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan 
Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat 
berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya 
tertulis dalam Kitabyang nyata (Lauh Mahfuz). (Hud: 6) 

Yakni tertulis nama-namanya, bilangannya, serta tempat-tempatnya, dan 
semua gerakan serta diamnya terliputi semuanya dalam tulisan itu. Allah 
Swt. telah berfirmanpula: 

Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa 
(mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki 
kepadanya dan kepada kalian, dan Dia Maha mendengar lagi Maha 
Mengetahui. (Al-Xnkabut: 60) 

Al-Hafizh Abu Ya'la mengatakan,' telah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Ubaid 
ibnu Waqid Al-Qaisi Abu Abbad, telah menceritakan kepadaku 
Muhammad ibnu Isa ibnu Kaisan, telah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnul Munkadir, dari Jabir ibnu Abdullah yang men- 
ceritakan bahwa belalang jarang didapat dalam masa satu tahun dari 
tahun-tahun masa pemerintahan Khalifah Umar r.a. Kemudian Umar 
bertanya-tanya mengenai hal itu, tetapi sia-sia, tidak mendapat suatu 
berita pun. Dia sedih karena hal tersebut, lalu ia mengirimkan seorang 
penunggang kuda (penyelidik) dengan tujuan tempat anu, seorang lagi 
ke negeri Syam, dan seorang lagi menuju negeri Irak. Masing-masing 
ditugaskan untuk memeriksa keberadaan belalang di tempat-tempat 
tersebut. 

Kqmpungsunnqh.org 



256 Juz7-AI-An'am 

Kemudian datang kepadanya penunggang kuda dari negeri Yaman 
dengan inembawa segenggam belalang, Ialu semuanya ditaruh di 
hadapannya. Keiika ia (Umar) melihatnya, maka ia mengucapkan takbir 
tiga kali, kemudian berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. 
bersabda: 

Allah S\vt. telah menciptakan seribu umat (jenis tnakhluk), enam 
ratus umat di antaranya berada di lout dan yang empat ratusnya 
berada di daratan. Mula-mula umat yang binasa dari selwuhnya 
ialah belalang. Apabila belalang telah musnah, maka merembet 
ke yang lainnya seperti halnya imtaian kalung apabila talinya 
terputus. 

Firman Allah Swt.: 

kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (AI-An'am: 38) 



Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id 
Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Na'im, telah 
menceritakan kepada kami Sufyan, dari ayahnya, dari Ikrimah, dari Ibnu 
Abbas sehubungan dengan firman-Nya: 

kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (Al-An'am:38) 

Bahwa penghimpunannya ialah bila telah mati. Hal yang sama telah 
diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui jalur Israil, dari Sa'id, dari Masruq, 
dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas; disebutkan bahwa matinya hewan-hewan 
merupakan saat penghimpunannya. Hal yang sama telah diriwayatkan 
pula oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas. 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kafeir 257 

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah diriwayatkan dari 
Mujahid dan Ad-pahhak hal yang semisal. 

Pendapat yang kedua mengatakan, penghimpunannya ialah saat hari 
berbangkit, yaitu di hari kiamat nanti, berdasarkan firman Allah Swt.: 

Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan. (At-Takwir: 5) 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad 
ibnu Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Sulaiman, 
dari Munzir As-Sauri, dari guru-guru mereka, dari Abu Zar, bahwa 
Rasulullah Saw. melihat dua ekor domba yang sedang adu tanduk 
(bertarung), lalu Rasulullah Saw. bersabda: 

"HaiAbu Zar, tahukahkamumengapa keduanya soling menanduk?" 
Abu Zar menjawab, "Tidak. " Nabi Saw. bersabda "Tetapi Allah 
mengetahui, dan Dia ketak akan melakukan peradilan di antara 
keduanya. " 

Abdur Razzaq meriwayatkannya dari Ma'mar, dari Al-A'masy, dari 
orang yang disebutkannya, dari Abu Zar yang menceritakan bahwa 
ketika para sahabat sedang berada di hadapan Rasulullah Saw., tiba- 
tiba ada dua kambing jantan saling menanduk (berlaga). Maka 
Rasulullah Saw. bersabda: 

Tahukah kalian mengapa keduanya tanduk-menanduk? " Mereka 
(para sahabat) menjawab, "Kami tidak tahu. " Rasulullah Saw. 
bersabda, "Tetapi Allah mengetahui, dan kelak Dia akan mengada- 
kan peradilan di antara keduanya. " 

Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. Kemudian Ibnu Jarir me- 
riwayatkannya pula melalui jalur Munzir As-Sauri, dari AbuZar, lalu ia 

Kqmpungsunnqh.org 



258 JuzT-AI-AnSm 

menyebutkannya, tetapi ditambahkan bahwa Abu Zar berkata, "Dan 
sesungguhnya Rasulullah Saw. meninggalkan katni, sedangkan tidak 
sekali-kali ada seekor burung mengepakkan sayapnya di langit melainkan 
beliau Saw. menceritakan kepada kami pengetahuan mengenainya." 

Abdullah ibnu Imam Ahmad telah mengatakan di dalam kitab musnad 
ayahnya, bahwa telah menceritakan kepadaku Abbas ibnu Muhammad 
dan Abu Yahya Al-Bazzar; keduanya mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Hajjaj ibnu Nasir, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, 
dari Al-Awwam ibnu Muzahim, dari Bani Qais ibnu Sa'labah, dari Abu 
Usman An-Nahdi, dari Usman r.a., bahwa Rasulullah Saw. telah ber- 
sabda: 

Sesungguhnya hewan yang tidak bertanduk benar-benar akan 
memmtut hukum qisas terhadap hewan yang bertanduk (yang telah 
menanduknya) kelak di hari kiamat. 

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, 
dari Ja'far ibnu Barqan, dari Yazid ibnul Asam, dari Abu Hurairah 
sehubungan dengan firman-Nya: 

melainkan umat-umat (juga) seperti kalian. Tiadalah Kami lupakan 
sesuatupun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka 
dihimpunkan. (Al-An'arn: 38) 

Bahwa semua makhluk kelak di hari kiamat dihimpunkan, termasuk 
semua binatang ternak, binatang-binatang lainnya, burung-burung, dan 
semua makhluk. Kemudian keadilan Allah pada hari itu menaungi 
semuanya sehingga hewan yang tidak bertanduk mengqisas hewan 
bertanduk yang pemah menanduknya. Setelah itu Allah berfirman, 
"Jadilah kamu sekalian tanah." Karena itulah orang kafir (pada hari itu) 
mengatakan, seperti yang disitir oleh firman-Nya: 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafalr Ibnu Kafejr 259 

Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah. (An-Naba: 
40) 

Hal ini telah diriwayatkan secara marfu" di dalam hadis yang 
menceritakan sur (sangkakala). 
Firman Allah Swt.: 

Dan orang-orang yang mendustakanayat-ayat Kami adalah pekak, 
bisu, dan berada dalam gelap gulita. (Al-An'am: 39) 

Yakni perumpamaan mereka dalam kejahilannya dan keminiman ilmu- 
nya serta ketiadaan pengertiannya sama dengan orang yang tuli tidak 
dapat mendengar, bisu tidak dapal bicara, dan selain itu berada dalam 
kegelapan tanpa dapat melihat. Maka orang yang seperti itu mustahil 
mendapat pctunjuk ke jalan yang benar atau dapat keluar dari apa yang 
mengungkungnya. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh 
firman-Nya, menggambarkan keadaan mereka, yaitu: 



* 



Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, 
maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan 
cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam 
kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu, dan buta, maka 
tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benarl. ( Al-Baqarah: 
17-18) 

Sama pula dengan apa yang digambarkan oleh Allah Swt. dalam firman 
lainnya: 

J* 

Kqmpungsunnqh.org 



260 Juz 7 - AI-AiTam 

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dcdam, yang diliputi oleh 
ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan: gelap 
gtditayang nndih-menmdih, apabila dia mengeluarkan tangannya, 
tiadalah dia depot melihatnya, (dan) barangsiapayang tiada diberi 
cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah dia mempitnyai cahaya 
sedikitpun. (An-Nur: 40) 

Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan: 

Dan barangsiapayangdikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya 
disesatkan-Nya Dan barangsiapayangdikehendaki Allah (untuk 
diberi-Mya petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas 
jalanyanglurus. (Al-An'am: 39) 

Yakni Dialah yang mengatur makhluk-Nya menurut apa yang 
dikehendakinya 

Al-An'am, ayat 40-45 

Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah 
kepada kalian, atau datang kepada kalian hari kiamat, apakah 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 26 1 

kalian menyeru (tuhan) selain Allah, jika kalian orang-orangyang 
benar. " (Tidak), tetapi hanya Dialahyang kalian seru, maka Dia 
menghilangkan bahayayangkarenanya kalian berdoakepada-Nya, 
jika Dia menghendaki, dan kalian tinggalkan sembahan-sembahan 
yang kalian sekutukan (dengan Allah). Dan sesungguhnya Kami 
telah mengutus (tasul-rasul) kepada umat-umatyangsebelum kamu, 
kemudian Kamisiksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan 
dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan 
tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon 
(kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang 
siksaan Kami kepada mereka, bahkan hatl mereka telah menjadi 
keras dan setanpttn menampakkan kepada mereka kebagusan apa 
yang selalu mereka kerjakan. Maka tatkala mereka melupakan 
peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun 
membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka: sehingga 
apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan 
kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, 
maka ketika itu mereka terdiam berputus asa Maka orang-orang 
yang zalim itu dimvsnahkan sampai ke akar-akarnya. Segalapuji 
bagi Allah, Tuhan semesta alam. 

Allah Swt. menceritakan bahwa Dialah Yang Maha Melaksanakan apa 
yang Dia kehendaki terhadap makhluk-Nya menurut apa yang Dia sukai. 
Tiada akibal bagi hukum-Nya, dan tidak ada seorang pun yang rtiampu 
memalingkan hukum-Nya terhadap makhluk-Nya, bahkan Dialah 
semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Apabila diminta, maka Dia memper- 
kenankan terhadap orang yang dikehendaki-Nya. Karena itulah disebut- 
kan oleh firman-Nya: 

Katakanlah, "Terangkanlah kepaddku j'ika datang siksoim Allah 
kepadakalian, atau datang kepada kalian harikiamat. "(Al-An v am: 
40) 

Yakni datang kepada kalian ini atau yang itu. 

Kqmpungsannqh.org 



262 Juz 7 - AJ-An'am 

apakah kalian menyeru (tuhan) selain Allah, jika kalian orang- 
orang yang benar. (AI-An'am: 40} 

Artinya janganlah kalian menyeru kepada. selain Allah, karena kalian 
mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang mampu menghilangkan 
hal itu selain Dia sendiri. Karena itulah dalam akhir ayat disebutkan: 



jika kalian orang-orangyang benar. (Al-An*am: 40) 
Yahu dalam pengambilan kalian selain Allah sebagai tuhan-tuhan kalian. 

(Tidak), tetapi hanya Dialahyang kalian seru, maka Dia meng- 
hilangkan bahayayangkarenanya kalian berdoa kepada-Nya,jika 
Dia menghendaki, dan kalian tinggalkan sembahan-sembahan 
yang kalian sekutukan (dengan Allah). (AI-An'am: 4 1 ) 

Maksudnya, dalam keadaan darurat kalian tidak menyeru siapa pun 
selain Allah, dan lenyaplah dari pikiran kalian berhala-berhala dan 
sembahan-sembahan kalian. Ayat ini semakna dengan firman Allah Swt. : 

Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah 
siapa yang kalian seru, kecuali Dia. (Al-Isra: 67), hingga akhir 
ayat. 

Adapun firman Allah Swt.: 

cur .ft*** •JG^jft^^ul^ltSBKulSK 
Dan sestsngguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat- 
umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan 
(menimpakan) kesengsaraan. (Al-An*am: 42) 

Yakni kemiskinan dan kesempiian dalam hidup. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 263 

dan kemelaratan. (Al-An'am: 42) 
Yaitu penyakit dan hal-hal yang menyakitkan. 

Sift*/' ,WAr 

supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk me- 
rendahkan diri. (AI-An'am: 42) 

Maknanya adalah meminta kepada Allah, merendahkan diri kepada- 
Nya dengan penuh rasa khusyuk. 
Allah Swt. berfirman: 



Cir i r L«Vi= 



.gift&i&fflR 



Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan 
tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada 
mereka. (Al-An'aim: 43) 

Artinya, mengapa manakala Kami uji mereka dengan hal tersebut, 
mereka tidak memohon kepada Kami dengan tunduk merendahkan diri 
dan mendekatkan diri kepada Kami? 

bahkan hati mereka telah menjadi keras. (Al-An'am: 43) 
Yakni hatinya keras membangkang dan tidak dapat khusyuk. 

dan seianpttn menampakkan kepada mereka kebagusan apayang 
selalu mereka kerjakan. (Al-An'am: 43) 

Yaitu kemusyrikan, keingkaran, dan perbuatan-perbuatan maksiat. 

Maka tatkala mereka melvpakan peringatan yang telah diberikan 
kepada mereka. (AI-An'am: 44) 

Kqmpungsannqh.org 



264 ^ Juz 7-AkftnSm 

Maksudnya mereka berpaling dari peringatan itu dan meiupakannya 
serta menjadikannya terbuang di belakang punggung mereka. 



: ti , r baw3 *$$£$ Q$J>$$a& 



Kami pwt membukakan semuapintu kesenangan untuk mereka. {Al- 
An'am: 44) 

Yakni Kami bukakan bagi mereka semua pintu rezeki dari segala jenis 
yang mereka pitih. Hal itu merupakan istidraj dari Allah buat mereka 
dan sebagai pemenuhan terhadap apa yang mereka inginkan, kami 
berlindung kepada Allah dari tipu muslihat-Nya. Karena itulah dalam 
firman selanjutnya disebutkan: 

«t, r «v».(|S3l^!#IJ|Jt 

sehmgga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah 
diberikan kepada mereka. (Al-An'am: 44) 

Yakni berupa harta benda yang berlimpab, anak yang banyak, dan rezeki 
melimpah ruah. 

Kami siksa mereka dengan sekortyong-konyong. (Al-An'am: 44) 
Yaitu di saat mereka sedang lalai. 

maka ketika itu mereka terdiam puttts asa (Al-An'am: 44) 

Artinya putus harapaii dari semua kebaikan. AJ-Walibi telah meriwayat- 
kan dari Ibnu Abbas, bahwa al-mublis artinya orang yang putus asa. 
Al-Hasan Al-Basri mengatakan, "Barang siapa yang diberi keluasan 
oleh Allah, lalu ia tidak memandang bahwa hal itu merupakan ujian 
baginya, maka dia adalah orang yang tidak mempunyai pandangan. Dan 
barang siapa yang disempitkan oleh Allah, lalu ia tidak memandang 
bahwa dirinya sedang diperhatikan oleh Allah, maka dia adalah orang 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 265 

yang tidak mempunyai pandangan." Kemudian Al-Hasan Al-Basri 
membacakan firman-Nya: 

A/ofaj tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan 
kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu kesenangan 
untuk mereka; sehmgga apabila mereka bergembira dengan apa 
yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan 
sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa 
(Al-An'am: 44) 

Al-Hasan Al-Basri mengatakan, "Kaum itu telah teperdaya. Demi Tuhan 
Ka'bah, mereka diberi, kemudian disiksa." Demikianlah menurut 
riwayat Ibnu Abu Harim. 

Qatadah mengatakan bahwa siksaan yang menimpa suatu kaum 
secara tiba-tiba merupakan urusan Allah. Dan tidak sekali-kali Allah 
menyiksa suatu kaum melainkan di saat mereka tidak menyadarinya 
dan dalam keadaan latai serta sedang tenggelam di dalam kesenangan- 
nya. Karena itu, janganlah kalian teperdaya oleh ujian Allah, karena 
sesungguhnya tidaklah teperdaya oleh ujian Allah kecuali hanya kaum 
yang fasik (durhaka). Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim. 

Malik telah meriwayatkan dari Az-Zuhri sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka (Al- 
An'am: 44) 

Bahwa makna yang dimaksud ialah kemakmuran dan kesenangan 
duniawi. 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya 
ibnu Gailan, telah menceritakan kepada kami Rasyidin (yakni Ibnu Sa'd 
alias Abul Hajjaj Al-Muhri), dari Harmalah ibnu lmran At-Tajibi, dari 
Uqbah ibnu Muslim, dari Uqbah ibnu Amir, dari Nabi Saw. yang telah 
bersabda: 

Kqmpangsunnqh.org 



266 Juz 7 - AJ-An'am 

Apabila kamu lihat Allah memberikan kesenangan dtmiawi /cepa- 
cia seorang hamba yang gemar berbuat maksiat terhadap-Nya 
sesuka hatinya, maka sesungguhnya hal itu adalah istidraj 
(membinasakannya secara perlahan-Iahan). 

Kemudian Rasulullah Saw. membacakan firman-Nya: 

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan 
kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu kesenangan 
tffttuk mereka; sehmgga apabila mereka bergembira dengan apa 
yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan 
sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. 
(Al-An'am: 44) 

Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya melalui hadis Harmalah 
dan Ibnu Luhai'ah, dari Uqbah ibnu Muslim, dari Uqbah ibnu Amir dengan 
lafaz yang sama. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah 
menceritakan kepada kami Irak ibnu Khalid ibnu Yazid, telah 
menceritakan kepadaku ayahku, dari Ibrahim ibnu Abu Ablah, dari 
Ubadah ibnus Samit, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Apabila Allah menghendaki kelestarian atau kemakmwan suatu 
kaum, maka Dia memberi mereka rezeki berupa sifat ekonomis dan 
memelihara kehormatan. Dan apabila Dia menghendaki 
perpecahan suatu kaum, maka Dia membukakan bagi mereka atau 
dibukakan untuk mereka pintu khianat. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafcir Ibnu Kafeir 267 

sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah 
diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong- 
konyong, maka ketika itu mereka terdiam berpiUus asa (Al-An'am: 
44) 

Seperti apa yang disebutkan oleh firman selanjutnya: 

Maka orang-orang yang zalim itu dirmtsnahkan sampai ke akar- 
akamya Segalapujibagi Allah, Tuhansemestaalam. (Al-An'am: 
45) 

Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad dan lain-lainnya. 
Al-An'am, ayat 46-49 

Katakanlah "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut 
pendengaran dan penglihatan serta menutup had kalian, siapakah 
tuhan selain Allahyang kuasa mengembalikannya kepada kalian? " 
Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kaii memperlihatkan 
tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling 
(juga). Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika datangsiksaan 
Allah kepada kalian dengan sekonyong-konyong atau terang- 
terangan~ maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari 

Kqmpungsunnqn.org 



268 Juz7-AW\n&n 

orang-orangyangzalim? "Dan tidaklahKami mengutus pararasut 
itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi 
peringatan. Barang siapa yang beriman dan mengadakan 
perbaikan, maka takada kekhawatirah terhadap merekadan tidak 
(pula) mereka bersedih hati. Dan orang-orangyang mendustakan 
ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka 
selalu berbvatfasik 

Allah Swt. berfirman kepada Rasul-Nya, bahwa katakanlah kepada 
mereka yang mendustakan dan ingkar kepada kekuasaan Allah Swt.: 

Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan 
penglihatan kalian. (Al-An'am: 46) 

Yakni Dia mencabutnya dari kalian sebagaimana Dia telah mem- 
berikannya kepada kalian, seperti yang disebutkan dalam firman lain: 

Dialah Yang menciptakan kalian dan menjadikan bagi kalian 
pendengaran dan penglihatan. (Al-Mulk: 23), hingga akhir ayat 

Dapat diinterpretasikan pula bahwa ungkapan ini mengandung makna 
larangan menggunakan pendengaran dan penglihatan menurut apayang 
diperintahkan oleh syariat, karena pada firman selanjutnya disebutkan: 

serta menutup hati kalian. (Al-An*am: 46) 
Perihalnya sama dengan yang disebutkan oleh firman-Nya: 

atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan 
penglihatan? (Yunus: 3 1 ) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kafcir 269 

dan ketahuilah bahwa sesimgguhnya Allah menghalang-halangi 
antara manvsia dan hatinya. (Al-Anfal: 24) 

Mengenai firman Allah Swt: 

siapakah tuhan selain Allah yang kvasa mengembalikannya kepada 
kalian? (AI-An'am: 46) 

Artinya, apakah ada seseorang selain Allah yang dapat mengembalikan 
hal itu kepada kalian, jika Allah mencabutnya dari kalian? Jelas tidak 
ada seorang pun yang mampu melakukannya selain Allah Swt. Karena 
itulah pada firman selanjutnya disebutkan: 



c n 1 1 Uvo 



.<sm&w 



Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan 
tanda-tanda kebesaran (Kami). (AI-An'am: 46) 

Yakni Kami terangkan, Kami jelaskan, dan Kami tafsirkan tanda-tanda 
tersebut yang semuanya menunjukkan bahwa tidak ada Tuhan selain 
Allah, dan semua yang mereka sembah selain Allah adalah batil dan 
sesat, 

kemudian mereka tetap berpaling (juga)- (AI-An'am: 46) 

Yaitu sekalipun dengan adanya keterangan yang jelas itu, mereka tetap 
berpaling dari kebenaran dan menghalang-halangi manusia untuk 
mengikutinya. 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna 
>wBrfj^ffjaialahmenyimpang MenurutMujahid dan Qatadah adalah berpaling, 
sedangkan menurut As-Saddi menghambat (menghalang-halangi). 

Firman Allah Swt.: 

Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah 
kepada kalian dengan sekonyong-konyong. " (AI-An'am: 47) 

Kqmpangsunnqh.org 



270 Ju^-AkAn-am 

YaJkni kalian tidak merasaJkannya sehingga kedatangannya mengejutkan 
kalian. 

atau terang-terangan. (Al-An*am: 47) 
Maksudnya, dengan jelas dan kelihatan. 



ciy*r*j^V-3 



4$M&WI&1 



maka adakahyang dibinasakan (Allah), selain dari orang-orang 
yangzatim? (Al-An'am: 47) 

Yakni sesungguhnya pembinasaan itu hanyalah meliputi orang-orang 
yang berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri, karena kemusyrikan 
mereka. Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang selalu menyem- 
bah-Nya semata serta tidak mempersekutukan-Nya. Maka tiada 
ketakutan yang mencekam mereka, tidak pula mereka bersedih hati; 
perihalnya sama dengan yang disebutkan oleh firman-Nya: 

.»..,**, ... J|4j^f&^5S3(SaSI 

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman 
mereka dengan kezaliman (syirik). (Al-An'am: 82), hingga akhir 
ayat. 

Adapun firman Allah Swt.: 

Dan tidaklah Kami mengutvspara rasul itu melamkan untukmemberi 
kabar gembira dan memberi peringatan. (Al-An'am: 48) 

Artinya, menyampaikan berita gembira kebaikan kepada hamba-hamba 
Allah yang beriman, dan memberi peringatan kepada orang-orang yang 
kafir kepada Allah dengan pembalasan Allah dan siksaan-siksaan-Nya. 
Dalam ayat selanjutnya disebutkan: 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 271 

Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan. (Al- 
An'am: 48) 

Yakni barang siapa yang hatinya beriman kepada apa yang disampaikari 
oleh para rasul dan memperbaiki amal perbuatannya dengan mengikuti 
petunjuk mereka. 

CiMf LAWS. 'fflf^S^ty* 

maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka. (Al-An'am: 48) 
Yaitu bila dikaitkan dengan masa depan mereka. 

' 'it 9 ! * t& 

dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al-An'am: 48) 

Yakni bila dikaitkan dengan masa lalu mereka dan apa yang mereka 
tinggalkan di belakang mereka menyangkut perkara duniawi dan aneka 
ragamnya. Allah-lah yang menjadi pelindung mereka dari apa yang telah 
mereka tinggalkan, dan Allah-lah yang memelihara mereka dari masa 
lalunya. 

Kemudian Allah Swt. berfirman: 



<:«. 



Dan orang-orangyang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan 
ditimpa siksadisebabkan mereka selalu berbvatfasik. (Al-An'am: 
49) 

Maksudnya, mereka akan mendapat azab karena kekafiran mereka 
terhadap apa yang telah disampaikan oleh para rasul, dan karena mereka 
menyimpang jauh dari perintah-perintah Allah, tidak mau taat kepada- 
Nya, selalu mengerjakan hal-hal yang dilarang dan yang diharamkan- 
Nya serta selalu melanggar batasan-batasan yang diharamkan-Nya. 

Al-An'am, ayat 50-54 

KqmpungsannQh.org 



272 Juz7-AI-An'am 

Katakanlah, "Aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa 
perbendaharaan Allah adapadaku, dan tidak (pula) aku mengetahui 
yang gaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepada kalian bahwa 
aku adalah malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang di- 
wahyukan kepadaku. "Katakanlah, "Apakah soma orang yang buta 
dengan orang yang melihat? " Maka apakah kalian tidak 
memikirkanfnya)'? Dan berilah peringatan dengan apa yang 
diwahyukan itu kepada orang-orangyang takut akan dihimpunkan 
kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedangkan bagi mereka tidak 
ada seorang pelindung dan pemberi syafaatpun selain dari Allah, 
agar mereka bertakwa. Dan janganlah kamu mengusir orang- 
orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan petang hari, 
sedangkan mereka menghendaki keridaan-Nya, Kamu tidak 
memikul tanggungjawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka, 
dan mereka pun tidak memikul tanggungjawab sedikitpun terhadap 
perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, 
sehingga kamu termasukorang-orang yang zalim. Dan demikianlah 
telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang kaya) dengan 
sebagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang kaya 
itu) berkata, "Orang-orang yang semacam inikah di antara kita 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 273 

yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka? " (Allah 
berfirman), "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang- 
orang yang bersyukur (kepada-Nya)?" Apabila orang-orang yang 
beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka 
katakanlah, "Salamun 'alaikum, "Tuhan kalian telah menetapkan 
atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwa barang siapa yang 
berbuat kejahatan di antara kalian lantaran kejahilan, kemudian 
ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, 
maka sesungguhnya Allah MahaPengampunlagi MahaPenyayang. 

Allah Swt. berfirman kepada Rasul-Nya: 

Katakanlah, "Aku tidak mengatakan kepada kalian, bahwa 
perbendaharaan Allah adapadaku." (Al-An'am: 50) 

Dengan kata lain, aku tidak memilikinya dan tidak pula mengaturnya. 

dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib. (Al-An'am: 50) 

Yakrti aku pun tidak mengatakan kepada kalian bahwa sesungguhnya 
aku mengetahui perkara yang gaib, karena sesungguhnya hal yang gaib 
itu hanya diketahui oleh Allah Swt. saja; dan aku tidak dapat 
mengetahuinya kecuali sebatas apa yang telah diperlihatkan oleh Allah 
kepadaku. 

dan tidak (pula) aku mengatakan kepada kalian bahwa aku adalah 
malaikat. (Al-An'am: 50) 

Artinya, aku tidak mendakwakan diri bahwa diriku adalah malaikat, 
melainkan hanyalah seorang manusia yang diberi wahyu oleh Allah 
Swt. Allah Swt. telah memuliakan diriku dengan wahyu itu dan 
mengaruniaiku dengannya sebagai nikmat dari-Nya. Karena itulah dalam 
firman selanjutnya disebutkan: 

Kqmpungsunnqh.org 



274 Juz 7 -Al-An'am 



«~> fysatii&ei 



Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. (Al- 
An'am: 50) 

Yakni aku tidak pernah menyimpang darinya barang sejengkal pun, 
tidak pula kurang dari itu. 



, f ^Ys* •*£^<j$\^£i3*$ 



Katakanlah. "Apakah sama orang yang buta dan orang yang 
melihat? " (Al-An'am: 50) 

Maksudnya, apakah orang yang mengikuti kebenaran dan mendapat 
petunjuk kepada perkara yang benar sama dengan orang yang sesat 
darinya dan tidak mau mengikutinya? 

Maka apakah kalian tidak memikirkan(nya)l (Al-An'am: 50) 

Ayat ini semakna dengan ayat Iain yang menyebutkan melalui firman- 

Nya-. 

Adakah orang yang mengetahui bakwa apa yang diturunkan 
kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? 
Hanyalah orang-orang yang berakal sqjayang dapat mengambil 
pelajaran. (Ar-Ra*d: 19) 

Mengenai firman Allah Swt.: 

Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada 
orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafeif Ibnu KaSif 275 

hari kiamat), sedangkan bagi mereka tidak acta seorang pelindung 
dan pemberi syqfaat pun. (Al-An'am: 51) 

Artinya, berilah peringatan dengan Al-Qur'an ini, hai Muhammad! 

orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan 
mereka. (Al-Mu-miriun: 57) 

Yaitu orang-orang yang takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab 
yang buruk. 

Firman Allah Swt.: 

Dan berilah peringatan dengan apayang diwahyukan itu kepada 
orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya. (Al- 
An'im:51) 

Yakni pada hari kiamat nanti. 



sedangkan bagi mereka tidak ado. (Al-An'am: 51) 
Maksudnya, pada hari itu (hari kiamat). 

seorang pelindung dan p^mberisyafaat pun. (Al-An'am: 51) 

Yakni tidak ada kaum kerabat bagi mereka dan tidak ada orang yang 
dapat memberikan pertolongan kepada mereka dari azab Allah, bilamana 
Allah berkehendak menimpakannya kepada mereka. 

agar mereka bertakwa. (Al-An'am: 51) 

Artinya, peringatkanlah akan kejadian hari kiamat ini, karena tidak ada 
hakim pada hari tersebi't kecuali hanya Allah Swt. semata. 

Kqmpungsunnqh.org 



276 Juz7-AkAn'am 

agar mereka bertakwa. (Al-An'am: 51) 

Karena itu, lalu mereka mau mengerjakan araal perbuatan di dunia ini, 
yang menyebabkan Allah menyelamatkan mereka pada hari kiamat nanti 
dari azab-Nya, dan Allah melipatgandakan pahala-Nya kepada mereka 
dengan lipat ganda yang banyak. 
Firman Allah Swt: 

Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyery 
Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedangkan mereka 
menghendaki keridaan-Nya. (Al-An'am: 52) 

Dengan kata lain, janganlah kamu mengusir orang-orang yang 
menyandang predikat tersebut dari sisimu, melainkan jadikanlah mereka 
sebagai teman-teman dudukmu dan teman-teman dekatmu. Perihalnya 
sama dengan apa yang disebutkan oleh ayat lain: 

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang 
menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap 
keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka 
(karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan 
janganlah kamu mengikuti orangyang hatinya telah Kami lalaikan 
dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nqfsunya dan adalah 
keadaannya itu melewati batas. (Al-Kahfi: 28) 



Adapun firman Allah Swt.: 






Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 277 

orang-orang yang menyeru Tuhannya. (Al-An'am: 52) 
Yakni menyembah-Nya dan memohon kepada-Nya. 

di pagi hari dan petang hari. (Al-An'am: 52) 

Menurut Sa'id ibnul Musayyab, Mujahid, dan Qatadah, makna yang 
dimaksud ialah salat fardu. Makna doa dalam ayat ini adalah seperti 
yang dianjurkan oleh firman-Nya: 

Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku (serulah Aku), 
niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian. " (Al-Mu-min: 60) 

Maksudnya, Aku menerima doa kalian. 
Firman Allah Swt: 

cay i f Unrf = -44»3lii50^ 

sedangkan meteka menghendaki keridaan-Nya (Al-An'am: 52) 

Yakni dengan amalnya itu mereka menghendaki rida Allah, mereka 
ketjakan semua ibadah dan amal ketaatan dengan hati yang ikhlas karena 
Allah. 

Firman Allah Swt.: 

Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap 
perbuatan mereka, dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab 
sedikit pun terhadap perbuatanmu. (Al-An'am: 52) 

Seperti yang dikatakan oleh Nabi Nuh a.s. dalam menjawab ucapan 
orang-orang yang mengatakan, "Apakah kami akan beriman kepadamu, 
padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?" 

ewe ~w i t$^n.£&\zr 

Kqmpungsunnqh.org 



278 Juz 7 - Al-An'am 

Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan? 
Perhitimgan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada 
Tuhanku, kalau kalian menyadari. (Asy-Syu'ara: 1 12-1 13) 

Dengan kata lain, sesungguhnya perhitungan amal perbuatan mereka 
hanyalah kepada Allah Swt., dan aku tidak memikul tanggung jawab 
hisab mereka barang sedikit pun, sebagaimana mereka pun tidak 
bertanggung jawab sedikit pun terhadap perhitungan amal perbuatanku. 
Firman Allah Swt.: 



J2$*&S&&&& 



Yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu 
termasuk orang-orang yang zalim. (Al-An'am: 52) 

Yakni jika kamu metakukan hal tersebut, akibatnya adalah seperti itu. 
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Asbat 
(yaitu Ibnu Muhammad), telah menceritakan kepadaku Asy'as, dari 
Kardus, dari Ibnu Mas'ud yang menceritakan bahwa ada segolongan 
pemuka Quraisy lewat di hadapan Rasulullah Saw. Pada saat itu di sisi 
beliau terdapat Khabbab, Suhaib, Bilal, dan Ammar. Lalu mereka (para 
pemuka Quraisy) berkata, "Hai Muhammad, apakah kamu rela menjadi 
teman orang-orang itu (yakni yang ada di sisi Nabi Saw.)?" Maka 
turunlah ayat ini: 

Dan berilah permgatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada 
orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya. (Al- 
An'am: 51) 

sampai dengan firman-Nya: 

Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang 
ter.syHfatf*(kepada-Nya)? (Al-An'am: 53) 

Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui jalur Asy'as, dari Kardus, dari Ibnu 
Mas'ud yang menceritakan bahwa segolongan pemuka Quraisy lewat 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 279 

di hadapan Nabi Saw. yang ketika itu sedang ditemani oleh Suhaib, 
Bilal, Ammar, Khabbab, dan lain-lainnya dari kalangan orang-orang 
muslim yang daif. Lalu para pemuka Quraisy itu berkata, "Hai 
Muhammad, apakah engkau rela orang-orang itu sebagai kaummu? 
Apakah mereka adalah orang-orang yang dianugerahi oleh Allah di 
antara kami? Apakah pantas kami akan mengikuti jejak orang-orang 
itu? Usirlah mereka! Barangkali jika engkau mengusir mereka, kami 
akan mengikutimu." Maka turunlah firman-Nya: 

Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru 
Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedangkan mereka 
menghendaki keridaan-Nya. (Al-An'am: 52) 

Sampai dengan firman-Nya: 

Dan demUdanlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang yang 
kaya) dengan sebagian yang lain (orang-orang miskin). (Al-An'am: 
53), hingga akhir ayat. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa' id 
ibnu Yahya, telah menceritakan ke"pada kami Sa'id Al-Qattan, telah 
menceritakan kepada kami Amr ibnu Muhammad Al-Anqazi, telah 
menceritakan kepada kami Asbat ibnu Nasr, dari As-Saddi, dari Abu 
Sa'id Al-Azdi — qari' Al-Azdi — , dari Abul Kunud, dari Khabbab 
sehubungan dengan firman-Nya: 

Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru 
Tuhannya dipagi hari dan di petang hari. (Al-An'am: 52) 

Bahwa Al-Aqra' ibnu Habis At-Tamimi dan Uyaynah ibnu Hasan Al- 
Fazzari datang, lalu mereka menjumpai Rasulullah Saw. yang pada saat 
itu sedang ditemani oleh Suhaib, Bilal, Ammar, dan Khabbab. Ketika 

Kqmpungsunnqh.org 



280 Juz7-AI-An'am 

itu Rasulullah Saw. sedang duduk di antara segolongan kaum mukmin 
yang duafa. Ketika mereka melihat orang-orang itu berada di sekitar 
Nabi Saw., mereka menghina orang-orang duafa itu di hadapan teman- 
teman mereka. Lalu mereka datang kepada Nabi Saw., dan kaum duafa 
membiarkan Nabi Saw. menemui mereka. Lalu mereka berkata, 
"Sesungguhnya kami menginginkan agar engkau membuat suatu majelis 
khusus buat kami, mengingat semua orang Arab telah mengenal 
keutamaan kami. Karena delegasi-delegasi dari banyak kalangan 
orang-orang Arab sering datang kepadamu, maka kami akan merasa 
malu bila mereka melihat kami ada bersama para budak ini. Untuk itu 
apabila kami datang kepadamu, tolong usirlah mereka dari kami; dan 
jika kami telah selesai dengan urusan kami, silakan engkau duduk 
kembali bersama mereka jika engkau suka." Nabi Saw. menjawab, 
"Baiklah." Mereka berkata, "Kalau demikian, fenrukanlah olehmu hari- 
harinya buat kami secaratertulis." Maka Nabi Saw, memanggil sahabat 
Ali dan meminta sebuah lembaran, kemudian beliau Saw. memerintah- 
kan Ali untuk mencatat hal tersebut, sedangkan ketika itu kaum duafa 
berada di suatu sudut yang agak jauh dari mereka. Dan pada saat itu 
juga tumnlah Malajkat Jibril seraya membawa firman-Nya: 



: W . rLnlW j - 



M&%£$A&& 



Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru 
Tuharwya.(A\-Aii'am: 52), hingga akhir ayat. 

Maka Rasulullah Saw. melemparkan lembaran itu dari tangannya, 
kemudian beliau memanggil kami, maka kami pun datang kepadanya. 

Ibnu Jarir telah meriwayatkannya melalui hadis Asbat dengan lafaz 
yang sama. Tetapi hadis ini garib, karena sesungguhnya ayat ini 
Makkiyyah, sedangkan Al-Aqra* ibnu Habis dan Uyaynah baru masuk 
Islam hanya setelah hijrah selang beberapa tahun kemudian. 

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Al-Miqdam ibnu Syuraih, 
dari ayahnya yang menceritakan bahwa Sa'd pernah mengatakan bahwa 
ayat ini diturunkan berkenaan dengan enam orang sahabat Nabi Saw., 
antara lain Ibnu Mas'ud. 

Sa'd melanjutkan kisahnya, "Kami selalu menemani Rasulullah 
Saw. dan dekat dengannya untuk mendengar sabda-sabda beliau Saw. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafair Uonu Kasir 281 

Maka orang-orang Quraisy berkata, 'Engkau selalu mendekati mereka 
danmenjauh dari kami'." Maka turunlah ayat ini: 

Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru 
Tuhannya dipagi dan dipetang hart. (Al-An'am: 52) 

l«Mi^H^VYft«vetw&yad^^^ kitab Mwstadrak melalui jalur 

Sufyan, Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini harus dengan syarat 
Syaikhain. Ibmi Hibban di dalam kitab Sahih-wyz. telah mengetengahkan 
hadis ini melalui jalur Al-Miqdam ibnu Syuraih dengan lafaz yang sama. 
Firman Allah Swt: 



coy ifVjuTfi J 



&&®w& 



Dan demiktanlah Kami uji sebagian mereka dengan sebagianyang 
lain. (Al-An'am: 53) 

Yakni Kami coba dan Kami uji sebagian dari mereka dengan sebagian 
yang lain. 



CiY" : e ljiVl-3 



*&&&&&&$&$& 



supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata, "Orang-orang 
semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah 
kepada mereka? " (Al-An'am: 53) 

Demikian itu terjadi karena Rasulullah Saw. pada masa permulaan 
risalahnya banyak diikuti oleh kaum duafa sebagai mayoritas dari 
pengikut-pengikut beliau, baik dari kalangan kaum laki-lakinya, kaum 
wanitanya, budak-budak lelaki, maupun budak-budak perempuan; tidak 
ada yang mengikuti beliau Saw. dari kalangan orang-orang yang 
terpandang kecuali hanya sedikil. Perihal Rasulullah Saw. saat itu sama 
dengan apa yang dikatakan oleh* kaum Nabi Nuh kepada nabinya, seperti 
yang disitir oleh firman-Nya: 

KqmpangsannQh.org 



282 Juz7-AkAn^m 

Dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, 
melainkem orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas 
percayasaja. (Hud: 27), hingga akhir ayat. 

Sama pula dengan apa yang ditanyakan oleh Heraklius — Raja 
Romawi — kepada Abu Sufyan. Heraklius bertanya, "Apakah orang- 
orang yang mengikutinya (Nabi Saw.) adalah dari kalangan orang- 
orang yang terhormat, ataukah dari kalangan orang-orang yang lemah?" 
Abu Sufyan menjawab, "Tidak, bahkan dari kalangan orang-orang yang 
lemah." Heraklius berkata, "Mereka adalah pengikut para rasul". 

Pada garis besarnya kaum kafir Quraisy menghina orang-orang dari 
kalangan kaum duafa yang beriman kepada Nabi Saw. Mereka tak segan- 
segan menyiksa siapa saja dari kalangan kaum duafa itu yang berada di 
bawah wewenangnya. 

Orang-orang musyrik Quraisy tersebut sering mengatakan, 
"Orang-orang seperti inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh 
Allah?" Dengan kata lain, "Tidaklah layak bagi Allah memberi petunjuk 
kebaikan kepada orang-orang seperti ini, sekiranya apa yang mereka 
ikuti itu baik, lalu kami dibiarkan." Perihalnya semakna dengan apa 
yang disebutkan di dalam ayat lain, yaitu: 

Kalau sekiranya dia (Al-Qur*an) adalah suatuyang baik, tentulah 
mereka tidak mendahului kami (beriman) kepadanya. (Al-Ahqaf: 
11) 
Sama pula dengan firman-Nya: 



Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang 
(maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada 
orang-orang yang beriman, "Manakah di antara kedua golongan 
(kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih 
indah tempat pertemuan(r\yd)l" (Maryam: 73) 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 



283 



Allah Swt. menjawab perkataan tersebut dalam firman selanjutnya: 

«« . ^ » . Btfl^stfejt&amiS 

Berapa banyak umatyang telah Kami binasakan sebelum mereka, 
sedangkan mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan 
lebih sedap dipandang mata. (Maryam: 74) 

Sedangkan dalam surat ini Allah Swt. menjawab mereka ketika mereka 
mengatakan: 

Orang-orang semacam inikah di antara kitayangdiberi anugerah 
oleh Allah kepada mereka? (Allah berfirman menjawab mereka), 
"Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang 
bersyukur (kepada-Nya)?" (Al-An'am: 53) 

Dengan kata lain, bukankah Allah lebih mengetahui tentang orang- 
orang yang bersyukur kepada-Nya dengan ucapan, perbuatan, dan 
segenap hati mereka. Karena itulah Allah memberi mereka taufik dan 
petunjuk ke jalan keselamatan dan mengeluarkan mereka dari kegelapan 
menuju kepada cahaya dengan seizin-Nya, dan Allah memberi mereka 
petunjuk ke jalan yang lurus. Perihalnya sama dengan apa yang 
disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat yang lain, yaitu: 

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, 
benar-benar akan Kami tunjukkan kepada merekajalan-jalan Kami. 
Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang 
berbuat baik. (Al-'Ankabut: 69) 

Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan: 

Kqmpungsannqh.org 



284 JuzT-AMWam 

Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada bentuk kalian, 
dan tidak (pula) kepada warna kulit kalian, tetapi Allah memandang 
kepada kalbu dan amal perbuatan kalian. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah 
menceritakan kepada kami Al-Husain, dari Hajjaj, dari Ibnu Juraij, dari 
Ikrimah sehubungan dengan firman-Nya: 

... . **. -i£&&&&&S&$itf& 

Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada 
orang-orangyang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (Al- 
An'am: 51), hingga akhir ayat. 

Bahwa Atabah ibnu Rabi'ah, Syaibah ibnu Rabi'ah, Mut'im ibnu Addi, 
Al-Haris ibnu Naufal, Qurazah ibnu Abdu Amr ibnu Naufal bersama 
sejumlah orang dari Bani Abdu Manaf, dari kaiangan orang-orang kafir 
mereka; semuanya datang kepada Abu Talib, lalu mereka berkata, "Hai 
Abu Talib, mengapa anak saudaramu — -yaitu Muhammad — tidak 
mengusir semua maula kita dan teman-teman sepakta kita, karena 
sesungguhnya mereka semua hanyalah bekas budak-budak dan pelayan- 
pelayan kita. Apabila dia mau mengusir mereka, maka hal itu sangat 
kami hargai, dan kami hormati dia di kaiangan kami; lebih mendekati 
untuk diikuti oleh kami, dan kami akan percaya kepadanya karena itu." 
Maka Abu Talib datang kepada Nabi Saw. dan membicarakan hal 
tersebut kepadanya. Umar ibnul Khattab r.a. berkata memberikan 
sarannya, "Jangan dahulu engkau melakukan hal itu sebelum engkau 
teliti benar apa yang mereka kehendaki dan apa yang mereka maksudkan 
dari ucapan mereka itu." Maka Allah Swt. menurunkan firman-Mya: 

Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada 
orang-orangyang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (Al- 
An'am:51) 

Sampai dengan firman-Nya: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafcir Ibnu Kasir 



285 



Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang 
bersyukur (kepada-Nya). (Al-An'am: 53) 

Yang dimaksudkan oleh pemuka-pemuka Bani Abdu Manaf itu adalah 
Bilal, Ammar ibnu Yasir, Salim maula Abu Huzaifah, Sabih maula 
Usaid; dan yang dimaksud dengan teman sepakta mereka adalah Ibnu 
Mas'ud, Al-Miqdad ibnu Amr, Mas'ud, Ibnul Qari, Waqid ibnu 
Abdullah Al-Hanzali, Amr ibnu Abdu Amr, Zusy Syimalain, Marsad 
ibnu Abu Marsad, dan Abu Marsad Al-Ganawi teman sepakta Hamzah 
ibnu Abdul Muttalib serta teman-teman sepakta lainnya. 

Ayat berikut diturunkan berkenaan dengan para pemimpin kafir 
dari kalangan Quraisy dan para mawali serta para hulafa (teman-teman 
sepakta), yaitu firman-'Nya: 

Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang 
yang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang miskin); supaya 
(orang-orang yang kaya itu) berkata, "Orang-orang semacam 
inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada 
mereka? " (Al-An'am: 53), hingga akhir ayat. 

Ketika ayat ini diturunkan, Umar bangkit dan datang kepada Nabi Saw., 
lalu ia meminta maaf kepada Nabi Saw. atas ucapan yang telah 
dikeluarkannya. Kemudian Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 

Apabila datang orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami. 
(Al-An'am: 54), hingga akhir ayat. 

Adapun firman Allah Swt.: 

Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu 
datang kepadamu. maka katakanlah. "Salamun 'alaikum. " (Ai- 
An'am: 54) 

Kqmpungsannqh.org 



286 Juz7-AKArTam 

Artinya. honnatilah mereka dengan menjawab salam mereka, dan 
sampaikan berita gembira kepada mereka bahwa rahmat Allah yang 
luas mencakup mereka semua. Karena itulah dalam firman selanjutnya 
disebutkan: 



,c, v ^. ssa^Ajyjscgr 



Tuhan kalian telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. (Al- 
An'am: 54) 

Yakni Dia telah mewajibkan rahmat atas diri-Nya Yang Mahamulia 
sebagai karunia dari-Nya, kebaikan, dan anugerah-Nya buat mereka. 



^+*-$4^t£*£&& 



Yaitu bahwa barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kalian 
lantaran kejahilan. (Al-An'am: 54) 

Sebagian ulama Salaf mengatakan, semua orang yang durhaka kepada 
Allah adalah orang yang jahil. 

Mu'tamir ibnu Sulaiman telah meriwayatkan dari Al-Hakam ibnu 
Aban ibnu Ikrimah sehubungan dengan firman-Nya: 

Barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kalian lantaran 
kejahilan. (Al-An'am: 54) 

Bahwa dunia seluruhnya merupakan kejahilan. Demikianlah memirut 
apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim. 



kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan 
perbaikan. (Al-An'am: 54) 

Yakni kembali kepada jalan yang benar dari kebiasaan maksiatnya dan 
kapok serta bertekad tidak akan mengulanginya lagi, serta memperbaiki 
amal perbuatannya di masa mendatang. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 287 

maka sesunggufoiyaAllah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 
(Al-An'am: 54) 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur 
Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Hammam ibnu 
Munabbih yang mengatakan bahwa berikut ini adalah apa yang telah 
diceritakan oleh Abu Hurairah kepada kami, yaitu bahwa Rasulullah 
Saw. pernah bersabda: 

— ^ aft 

Setelah Allah melakukan peradilan terhadap makhluk-^Nya), maka 
Dia menetapkan pada kitab-Nyayang ada di sisi-Nya di atas 'Arasy, 
bahwa sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku. 

Hadis ini diketengahkan oleh [mam Bukhari dan Imam Muslim di dalam 
kitab Sahihain. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-A'masy, dari 
Abu Saleh, dari Abu Hurairah. Musa ibnu Uqbah meriwayatkannya 
dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah. 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Lais dan lain-lainnya, 
dari Muhammad ibnu Ajlan, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Nabi 
Saw. dengan lafaz yang sama. 

Ibnu Murdawaih telah meriwayatkan melalui jalur Al-Hakam ibnu 
Aban, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa 
Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Kqmpangsunnqh.org 



288 Juz7— AJ-An'am 

Apabila Allah telah menyelesaikan peradilan-Nya di antara 
makhluk semuanya, maka Dia mengeluarkan suatu kitab dari 
bawah 'Arasy (yang tercantum padanya), "Sesungguhnyarahmat- 
Ku mendahului murka-Ku, dan Aku adalah Yang Maha Pelimpah 
Rahmat. " Lalu Allah menggenggam sekali atau dua kali genggaman 
dan mengeluarkan dari rteraka sejumlah banyakmakhlukyang tidak 
pernah melakukan suatu kehaikan pun, di antara kedua mata 
mereka (yakni pada kening mereka) tertuliskan, "Orang-orangyang 
dimerdekakan oleh Allah (dari neraka)." 

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, 
dari Asim ibnu Sulaiman, dari Abu Usman An-Nahdi, dari Salman 
sehubungan dengan firman-Nya: 

Tuhan kalian telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. (Al- 
An'am: 54) 

Bahwa sesungguhnya di dalam kitab Taurat Kami menjumpai dua jenis 
kasih sayang, yaitu: Allah Swt. menciptakan langit dan bumi, 
menciptakan seratus rahmat, atau Dia menjadikan seratus rahmat 
sebelum menciptakan makhluk. Kemudian Dia menciptakan makhluk 
dan meletakkan sebuah rahmat di antara mereka, sedangkan yang 
sembilan puluh sembilan rahmat Dia pegang di sisi-Nya. 

Salman melanjutkan kisahnya,' "Dengan satu rahmat itulah para 
makhluk berkasih sayang, saling mengasihi, salingmemberi, dansaling 
menolong. Dengan satu rahmat itulah unta betina mengasihi anaknya, 
sapi betina mengasihi anaknya, kambing betina mengasihi anaknya, dan 
ikan-ikan di laut saling beriringan. Maka apabila datang hari kiamat, 
Allah mengumpulkan rahmat itu dengan rahmat yang ada di sisi-Nya, 
dan rahmat-Nya jauh lebih utama dan lebih luas. 

Hal ini telah diriwayatkan pula secara marfW me!a!ui jalur lain. 
Dalam pembahasan berikutnya akan disebutkan hadis-hadis yang 
berkaitan dengan masalah ini, yaitu pada tafsir firman-Nya: 

dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. (Al-A'riff: 156) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 289 

Di antara hadis-hadis yang berkaitan dengan ayat ini ialah sabda Nabi 
Saw. kepada sahabat Mu'az ibnu Jabal: 

"Tahukah kamu, apakah hak Allah yang dibebankan atas hamba- 
hamba-Nya? Yaitu hendahtya mereka menyembah-Nya dan tidak 
mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. " 

Kemudian Rasulullah Saw. bersabda pula: 

Tahukah kamu. apakah hak hamba-hamba Allah atas Allah apabila 
mereka melakukan hal tersebut? Yaitu hendaknya Dia tidak 
mengazab mereka 

Imam Ahmad telah meriwayatkannya melalui jalur Kumail ibnu Ziyad, 
dari Abu Hurairah r.a. 



Al-An'am, ayat 55-59 

Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur'an, (supaya 
jelas jalan orang-orang yang saleh) dan supaya jelas (pula)j{dan 

Kqmpangsunnqh.org 



290 Juz7-AKAn'5m 

orang-orang yang berdosa. Katakanlah, "Sesungguhnya aku 
dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kalian sembah selain 
Allah. " Katakanlah, "Aku tidakakan mengikuti hawa nafsu kalian, 
sungguh tersesatlah akujika berbuat demikian dan tidaklah (pula) 
aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk " Katakanlah, 
"Sesungguhnya aku (berada) di atas hujahyangnyata (Al-Qur'an) 
dari Tuhanku, sedangkan kalian mendustakannya. Tidak ada 
padaku apa (azab) yang kalian minta supaya disegerakan 
kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah, Dia 
tnenerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang 
paling baik. " Katakanlah, "Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) 
yang kalian minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah 
diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kalian. Dan 
Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim. Danpada 
sisi Allah-lah kunci-kunci setnua yang gaib; tak ada yang 
mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang 
di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur 
melainkan Dia mengetahuinya (puia), dan tidak jatuh sebutir biji 
pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah at au yang 
kering, melainkan tertnlis dalam kitab yang nyata (lauh mahfuz). 

Allah SwL berfirman, "Sebagaimana Kami telah jelaskan hal-hal yang 
telah lalu keterangannya, yaitu hujah-hujah dan daltl-dalil sebagai jalan 
petunjuk dan bimbingan, dan telah dicela sikap membantah dan ingkar." 

Demikian pula Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur 'an. (Al-An*am: 
55) 

Yakni ayat-ayat diperlukan oleh orang-orang yang diajak bicara 
keterangannya secara jelas. 

dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa. (Al- 
An'am: 55) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeyr Ibnu Kafetr 291 

Yaitu supaya jelas jalan yang ditempuh oleh oiang-orang yang beidosa 
yang menentang para rasul. 

Menurut qiraah yang lain, ayat ini dibaca sablla, sehingga artinya 
menjadi demikian: 

dan supaya kamu jelas terhadap jalan orang-orangyang berdosa. 

Artinya, agar kamu jelas, hai Muhammad; atau hai orang yang diajak 
bicara terhadap jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang berdosa. 
Firman Allah Swt.: 



*..,**,.&&#&&& 



Katdkanlah, "Sesungguhnya aku berada di atas fntjah yang nyata 
dari Tuhanku. "(Al-An'am: 57) 

Maksudnya, aku berada di atas pengetahuan dari syariat Allah yang 
telah diwahyukan oleh-Nya kepadaku. 

sedangkan kalian mendustakannya. (Al-An'am: 57) 

Yakni kalian mendustakan perkara hak yang disampaikan kepadaku dari 
Allah. 



- • yA&&$$& 



Tidakadapadakuapayang kalian minta supaya disegerakan. (Al- 
An'am: 57) 

Yaitu siksaan atau azab. 



Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. (Al-An'am: 57) 

Artinya, sesungguhnya rujukan mengenai hai tersebut hanyalah kepada 
Allah. Dengan kata lain, jika dia menghendaki untuk menyegerakannya 

Kqmpungsannqh.org 



292 Juz7-AkAn5m 

kepada kalian, niscaya Dia akan menyegerakan azab yang kalian minta 
Hn. Dan j ika Dia menghendaki penangguhannya terhadap kalian, niscaya 
Dia menangguhkannya karena dalam penangguhan itu terkandung 
hikmah yang besar yang hanya Dia saja yang mengetahuinya. Karena 
itulah pada firman selanjutnya disebutkan: 



LOV 



■r^-SWfliiSVjflJ* 



Dia menerangkcm yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan 
yang paling baik (Al-An'am: 57) 

Yakni Dia adalah sebaik-baik Pemberi keputusan peradilan dan sebaik- 
baik Pemberi penyelesaian dalam memutuskan perkaradi antara hamba- 
hamba-Nya. 

Firman Allah Swt.: 

Katakanlah, "KaJau sekiranya adapadaku apa (azab) yang Kalian 
minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah diselesaikan 
Allah urusan yang ada di antara aku dan kalian. (Al-An'am: 58) 

Yaitu seandainya keputusan mengenai azab itu berada di tanganku, 
niscaya aku benar-benar akan menimpakannya kepada kalian sesuai 
dengan kadar yang berhak kalian terima darinya. 

Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orangyangzalim. " (Al- 
An'am: 58) 

Bila dhanyakan, bagaimanakah menggabungkan pengertian antara ayat 
ini dengan sebuah hadis yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui 
jalur Ibnu Wahb, dari Yunus, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Siti Aisyah, 
bahwa Siti Aisyah pemah berkata kepada Rasulullah Saw., "Wahai 
Rasulullah, apakah engkau pernah mengalami suatu hari yang terasa 
lebih keras olehmu daripada Perang Uhud7 " Rasulullah Saw. menjawab: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 293 

Sesungguhnya aku pernah mengalaminya dari kaummu, dan hari 
yangpaling keras yang pernah kualami adalah hari Aqabah. Yaitu 
ketikaakumenampilkan diriku menyeruIbnuAbdu Yalil ibnuAbdu 
Kalal urttuk masuk Islam, tetapi dia tidak mau menerima apayang 
kutawarkan kepadanya. Maka akupergi dengan hati yangpemth 
kesusahan dan kedukaan, aku tidak sadar dari kesusahanku kecuali 
setelah tiba di Qqrnus Sa 'alib. Lalu aku angkat kepalaku, tiba- 
tiba aku melihat segumpal awan yang menaungiku. Ketika 
kuperhatikan, ternyata di dalamnya terdapat Malaikat Jibril as. 
Jibril menyeruku dan berkata, "Sesungguhnya Allah telah 
mendengar jawaban kaummu kepadamu, mereka tidak mau 
memenuhi seruanmu, dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan 
kepadamu malaikat penjaga gunung-gunung untuk engkau 
perintahkansesukamuterhadap mereka "Malaikat penjaga gunung 
menyeruku dan member isalamkepadaku, kemudian berkata, "Hat 
Muhammad, sesungguhnya Allah telah mendengar jawaban 

Kqmpungsannqh.org 



294 Juz7-AI-An"am 

kaummu kepadamu, dan sesungguhnya Tuhanmu telah 
memerintahkan kepadaku menemuimu untuk engkau perintah 
menurut apayang engkau kehendaki. Jika engkau suka, maka aku 
timpakan kepada mereka kedua Bukit Akhsyab ini. " Maka 
Rasulullah Saw. bersabda, "Tidak, tetapi aku berharap semoga 
Allah mengeluarkan dari tulang sulbi mereka orang-orang yang 
menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nyadengansesuatu 
pun. " 

Demikianlah menurut lafaz Imam Muslim, Nabi Saw. ditawari agar 
mereka diazab dan dibinasakan sampai ke akar-akamya, tetapi Nabi Saw. 
bersikap lunak kepada mereka dan memohon agar mereka ditangguhkan, 
dengan harapan semoga saja Allah mengeluarkan dari mereka keturunan 
yang mau menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan 
sesuatu pun. 

Pertanyaan yang dimaksud ialah bagaimanakah menggabungkan 
pengeitian hadis ini dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam 
ayat ini: 

Katakanlah, "Kalau sekiranya adapadaku apa {z.irib)yang kalian 
minta supaya disegerakan kedatangannya. tentu telah diselesaikan 
Allah urusan yang ada antara aku dan kalian. Dan Allah lebih 
mengetahui tentang orang-orang yang zalim." (AJ-An' 'am: 58) 

Sebagai jawabannya — hanya Allah yang lebih mengetahui — dapat 
dikatakan bahwa ayat ini menunjukkan pengertian ' seandainya persoalan 
azab yang mereka minta itu berada di tangan Nabi Saw., niscaya Nabi 
Saw. akan menimpakannya kepada mereka pada saat mereka 
memintanya'. Adapun mengenai hadis ini, maka di dalamnya tidak 
mengandung makna bahwa mereka meminta agar dijatuhkan azab atas 
dtri mereka. Tetapi yang menawarkannya datang dari pihak malaikat 
penjaga gunung-gunung, yaitu 'apabila Nabi Saw. menginginkan agar 
kedua Bukit Akhsyab ditimpakan kepada mereka, niscaya akan 
dilakukan oleh malaikat penjaga gunung'. Gunung Akhsyab ialah dua 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 295 

buah bukit yang meliputi kota Mekah dari arah selatan dan utaranya. 
Karena itulah Nabi Saw. memohon agar hal itu ditangguhkan dan 
memohon agar mereka dibelaskasihani. 
Firman Allah Swt.: 



CM : f{jd&^> 



.ssb&m&wbi« 



dan padasisiAllah-lahkunci-kuncisemua yang gaib, takadayang 
mengetahuinya kecuali Diet sendiri. (Al-An'am: 59) 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepadakami Abdul Aziz 
ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Sa'd, dari 
Ibnu Syihab, dari Salim ibnu Abdullah, dari ayahnya, bahwa Rasulullah 
Saw. pernah bersabda: 

Kunci-kunci perkara yang gaib itu ada lima, tidak ada yang 
mengetahuinya kecuali hanya Allah 

Yaitu yang disebutkan oleh firman-Nya: 

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan 
tentang hari kiamat; dan Dialah yang menurunkan hujan, dan 
mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun 
yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan 
diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat 
mengetahui di bumi mana dia akan matt. Sesungguhnya Allah 
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Luqman: 34) 

Di dalam hadis Umar disebutkan bahwa ketika Malaikat Jibril 
menampakkan dirinya kepada Nabi Saw. dalam rupa seorang lelaki 
Badui , lalu bertanya kepada Nabi Saw. mengenai iman dan Islam serta 

Kqmpangsunnqh.org 



296 Juz7-AtAn'am 

ihsan, maka Nabi Saw. menjawabnya. Di antara jawaban Nabi Saw. 
kepadanya ialah: 

Ada lima perkara tidak ada seorang pun yang mengetahuinya 
kecuali hanya Allah 

Kemudian Nabi Saw. membacakan firman-Nya: 

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengeiahuan 
tentang hari kiamat. (Luqtnan: 34), hingga akhir ayat. 

Mengenai firman Allah Swt.: 

dan Dia mengetahui apayang di daratan dan di lantern. (Al-An'am: 
59) 

Artinya, pengetahuan Allah Yang Mahamulia meliputi semua alam wujud 
ini, baik yang ada di daratan maupun yang ada di lautan, tidak ada sesuatu 
pun darinya yang samar bagi Allah, dan tidak ada yang samar bagi Allah 
sebesar zarrah pun di bumi ini, tidak pula yang ada di langiL Alangkah 
tndahnya apa yang dikatakan oleh As-Sarsari dalam bait syairnya yang 
menyebutkan: 

Tidak ada yang samar bagi Allah sebesar zarrah pun, baik yang 
kelihatan oleh mata ataupun yang tidak kelihatan. 

Finnan Allah Swt.: 

dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia menge- 
tahuinya (puia). (Al-An'am: 59) 

Yakni Dia mengetahui semua gerak kehidupan seluruh benda, terlebih 
lagi hewan yang hidup, dan lebih lagi makhluk yang terkena taklif, baik 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu KaSir 297 

dari kalangan jenis jin maupun manusia. Perihalnya sama dengan apa 
yang disebutkan oieh Allah dalam ayat lain: 

Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang 
disembunyikan oleh hati. (Al-Mu-min: 19) 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, 
telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnur Rabi', telah 
menceritakan kepada kami Abul Ahwas, dari Sa'id ibnu Masruq, telah 
menceritakan kepada kami Hassan An-Namiri, dari Ibnu Abbas 
sehubungan dengan firman-Nya: 



.0* : fUuTfl^ 



'cmmtm 



dan tiada sehelai damn pun yang gugur melainkan Dia mettge- 
tahuinya (pula). (Al-An'am: 59) 

Bahwa tidak ada sebuah pohon pun — baik di daratan maupun di 
lautan — - melainkan ada malaikat yang diperintahkan untuk menjaganya. 
Malaikat itu mencatat daun-daun yang gugur dari pohon itu. 
Firman Allah Swt.: 

dan tidak jatuh sebntir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak 
sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam 
kitab yang nyata (lauh mahfuz). (Al-An'am: 59) 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah 
ibnu Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnul Miswar Az-Zuhri, telah 
menceritakan kepada kami Malik ibnu Sa'ir, telah menceritakan kepada 
kami Al-A'masy, dari Yazid ibnu Abu Ziyad, dari Abdullah ibnul Haris 
yang mengatakan bahwa tidak ada suatu pohon pun di bumi, tidak pula 
sebuah biji pun yang ditanam melainkan padanya terdapat malaikat yang 
ditugaskan oleh Allah untuk melaporkan kepada-Nya apa yang terjadi 
pada pohon itu, yaitu mengenai masa lembapnya apabila mengaiami 
kelembapan dan masa keringnya apabila mengaiami kekeringan. 

Kqmpangsunnqh.org 



298 Juz7-W-An^m 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Abul Katthab 
Ziyad ibnu Abdullah Al-Hassani, dari Malik ibnu Sa'ir dengan lafaz 
yang sama. 

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah diriwayatkan dari 
Abu Huzaifah bahwa Sufyan telah menceritakan kepada kami, dari 
Atnrah ibnu Qais, dari seorang lelaki, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu 
Abbas yang mengatakan bahwa Allah telah menciptakan Nun - — yaitu 
tinta — dan iembaran-lembaran, lalu dicatatkan padanya perkara dunia 
hingga habis, yaitu mengenai penciptaan makhluk atau rezeki halal atau 
rezeki haram, atau amal baik atau amal buruk. Lalu Ibnu Abbas 
membacakan firman-Nya: 

cat : ( -\ J iTfi3... ^^^IjL^W^^oS 

dan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia 
mengetahuinya (pula). (Al-An'am: 59), hingga akhir ayat. 

Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Yahya tbnun Nadr, dart 
ayahnya, bahwa ia pemah mendengar Abdullah ibnu Amr ibnu! As yang 
mengatakan bahwa sesungguhnya di bawah bumi lapis ketiga dan di 
atas lapis keempat terdapat makhluk jin. Sekiranya makhluk jin itu 
tnenampakkan dirinya pada kalian, niscaya kalian tidak akan mendapat 
secercah cahaya pun karena terhalang oleh mereka. Pada tiap-tiap sudut 
(sisi} bumi terdapat sebuah lak Allah Swt., dan pada setiap lak terdapat 
malaikat. Setiap hari Allah Swt. mengutus seorang malaikat dari sist- 
Nya kepada malaikat penjaga lak itu untuk menyampaikan perintah- 
Nya, bahwa peliharalah apa yang ada padamu. 

Al-An'am, ayat 60-62 

Kqmpangsannqh.org 



Tafcir Ibnu Kasir 299 

Dan Dialah yang menidurkan kalian di malam hari dan Dia 
mengetahui apa yang kalian kerjakan pada siang hari, kemvdian 
Dia membangunkan kalian pada siang hari untuk disempurnakan 
umur (kalian) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah 
kalian kembali, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang 
dahulu kalian kerjakan. Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan 
tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepada kalian 
malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian 
kepada salah seorang di antara kalian, ia diwqfatkan oleh malaikat- 
malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan 
kewajibannya. Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) 
dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenamya. 
Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) kepvnyaan-Nya. 
Dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat. 

Allah Swt. berfirman, bahwa Dia mewafatkan hamba-hamba-Nya dalam 
tidur mereka di malam hari. Pengertian wafat ini merupakan wafat kecil 
(tidur), seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain, yaitu: 

(Ingatlah) feriJta Allah berfirman, "Hailsa, sesungguhnyaAkuakan 
menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu 
kepada-Ku. " (Ali Imran: 55) 

Allah memegangjiwa (orang) ketika matinya dan (memegang)ymw 
(orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah 
jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia 
melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. (Az- 
Zumar: 42) 

Allah menyebutkan dalam ayat ini dua jenis kewafatan, yaitu wafat 
besar dan wafat kecil. Hal yang sama disebutkan puia oleh Allah dalam 

Kqmpangsunnqh.org 



300 JuzT-At-An'am 

ayat ini (Al-An'am: 60) — yaitu wafat kecil dan wafat besar — melalui 
firman-Nya: 

Dan Dialah yang menidurkan kalian di malam hari dan Dia 
mengetahuiapa yang kalian kerjakcm pada siang hari. (Al-An'am: 
60) 

Yakni Allah mengetahui mata pencaharian yang kalian kerjakan di siang 
hari. Kalimat ini merupakanywm/ofc mu 'taridah (kalimat sisipan) yang 
menunjukkan pengertian bahwa pengetahuan Allah meliputi semua 
makhluk-Nya pada malam hari dan siang hari mereka, yakni di waktu 
mereka diam dan di waktu mereka bergerak, semuanya terliputi oleh 
pengetahuan Allah. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di 
dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

Sama sqja (bagi Tuhan), siapa di antara kalian yang merahasiakan 
ucqpannya, dan siapa yang berterus terang dengan ucapan itu, 
dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan 
(menampakkan diri) di siang hari. (Ar-Ra'd: 10) 

Sama pula dengan makna yang terkandung di dalam firman lainnya: 

Dan karena rahmat-Nya, Diajadikan untuk kalian malam dan siang, 
supaya kalian beristirahat pada malam itu. (Al-Qasas: 73) 

Yakni melakukan istirahat di malam hari. 



evt- i iJ avi2Jt. 



dan supaya kalian mencari sebagian dari karunia-Nya. (Al-Qasas: 
73) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir Jul 

Yaitu pada siang harinya, seperti yang disebutkan oleh Allah dalam firman- 
Nyayanglain: 

Dan Kamijadikan malam sebagaipakaian, dan Kamijadikan siang 
imtuk mencari penghidupan. (An-Naba: 10-11) 

Dalam surat ini pun Allah Swt menyebutkan melalui firman-Nya: 

Dan Dialah yang menidurkan kalian di malam hari, dan Dia 
mengetahuiapa yang kalian kerjakan pada siang hari. (Al-An'am: 
60) 

Maksudnya, semua pekerjaan yang kalian lakukan di siang hari. 

ketmtdian Dia membangunkan kalian pada siang hari. (Al-An : 'an: 
60) 

Damir yang ada pada lafazjihi kembali kepada siang hari, menurut apa 
. yang dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, dan As-Saddi. Sedangkan 
menurut Ibnu Juraij, dari Abdullah ibnu Kasir, damir kembali kepada 
tidur, yakni dalam tidurnya. Tetapi makna yang pertama lebih kuat. 
Ibnu Muidawaih telah meriwayatkan berikut sanadnya dari Ad-Dahhak, 
dari Ibnu Abbas, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: 

/"ado rfqp orang terdapat seorang malaikat, apabila orang itu tidur, 
maka malaikatnya mengambil rohnya dan mengembalikannya lagi 
kepadanya Danjika Allah memerintahkan agar nyawanya dicabut, 
maka malaikat itu mencabta nyawanya; danjika tidak adaperintah 
maka malaikat itu mengembalikannya kepada orang itu. 

Kqmpungsannqh.org 



302 Juz7-Ahftn'am 

Yang demikian itulah yang dimaksud oleh firman-Nya: 

Dan Dialah yang menidurhm kalian dimalamharL (Al-An'am: 
60) 

Adapun firman Allah Swt.: 

untuk disempurnakan umw (kalian) yang telah ditentvkan. (Al- 
An'am: 60) 

Artinya, sampai kepada ajal atau batas umur yang telah ditetapkan untuk 
masing-masing orang. 

kemudian kepada Allah-lah kalian kembali. (Al-An'am: 60) 
Yakni kelak di hari kiamat. 

lalu Dia memberitahukan kepada kalian. (Al-An'am: 60) 
Maksudnya, menceritakan dan membeberkan kepada kalian. 

apa yang dahuLu kalian kerjakan. (Al-An'am: 60) 

Yakni Dia akan mengadakan pembalasan kepada kalian atas hal tersebut. 
Dengan kata lain, apabila amal perbuatan kalian baik, maka balasannya 
baik; dan apabila amal perbuatan kalian buruk, maka balasannya buruk 
pula. 

Finnan Allah Swt.: 

Dart Dialah yang mempimyai kekuasaan tertinggi di atas semua 
hamba-Nya. (Al-An'am: 61) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 303 

Artinya, Dialah yang menguasai segala sesuatu; dan segala sesuatu 
tunduk kepada keagungan, kebesaran, dan kekuasaan-Nya. 

dan diutus-Nya kepada kalian malaikat-malaikat penjaga (Al- 
An'am: 61) 

Yaitu di antara para malaikat ada yang ditugaskan oleh Allah untuk 
menjaga tubub manusia, seperti halnya yang disebutkan oleh Allah dalam 
ayat lain: 

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya 
bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas 
perintah Allah. (Ar-Ra'd: 1 1) 

Maksudnya, malaikat penjaga yang mencatat semua amal perbuatannya; 
sama halnya dengan yang disebutkan oleh firman-Nya: 



jfc*>*» *QJ5&dj$*&S 



ci- sjttuWia 



Pqdahal sesungguhnya bagi kalian ada (malaikat-malaikat) yang 
mengawasi (pekerjaan kalian). (Al-Infitar: 10) 

yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduK di sebelah 
kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkanada 
di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Qaf: 17-18) 



<z.tv » 



(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya. 
(0af: 17) 

Kqmpungsannqh.org 



304 Juz 7 -Al-An'am 

Mengenai firman Allah Swt.; 

sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di cmtara 
kalian. (Al-An'am: 61) 

Artinya, telah tiba masa ajalnya, dan maut sudah di ambang pintu. 

ia diwafathan oleh malaikat-malaikat Kami. (Al-An'am: 61) 

Yakni oleh malaikat yang ditugaskan untuk melakukan hal tersebut 
(pencabutan nyawa). Ibnu Abbas dan lain-lainnya yang bukan hanya 
seorang telah mengatakan bahwa malaikat maut ('Izrail) mempunyai 
pembantu-pembantu yang terdiri atas para malaikat lainnya; mereka 
mencabut roh dari jasad, lalu roh dicabut oleh malaikat maut apabila 
telah sampai di tenggorokan orang yang bersangkutan. Hal ini akan 
dijelaskan dalam tafsir firman-Nya: 



£VV i (T^blj) 



\ jVz 



•9&&&3frtH$ 



Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan 
vcapan yang teguh. (Ibrahim: 27) 

Hadis-hadis yang berkaitan dengan masalah ini membuktikan kesahihan 
dari asar yang bersumberkan dari Ibnu Abbas dan lain-lainnya ini. 
Firman Allah Swt.: 

dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan hewajibannya 
(Al-An'am: 61) 

Yakni dalam menjaga roh orang yang diwafatkan, bahkan mereka 
memeliharanya dan menempatkannya menurut apa yang dikehendaki 
oleh Allah Swt. Jika orang yang bersangkutan termasuk orang-orang 
yang bertakwa, maka mereka ditempatkan di tempat yang tinggi; jika 
orang yang bersangkutan termasuk orang-orang yang durhaka, maka 
ditempatkan di sijjin. Kami berlindung kepada Allah dari hal tersebut. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 305 

Firman Allah Swt.: 

Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada 
Allah Penguasa mereka yang sebenarnya. (Al-An'am: 62) 

Ibnu Jarir mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Kemudian mereka dikembalikan. (Al-An'am: 62) 
Yang dimaksud dengan mereka di sini menurutnya adalah para malaikat. 

kepadaAllah, Penguasa mereka yang sebenarnya. (Al-An'am: 62) 

Sehubungan dengan hal ini kami ketengahkan sebuah hadis yang 
diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan bahwa telah menceritakan 
kepada kami Husain ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami 
Ibnu Abu Zib, dari Muhammad ibnu Amr ibnu Ata, dari Sa'id ibnu 
Yasar, dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Saw. yang telah bersabda: 

KqmpangsannQh.org 



306 Juz7-A(-An'am 

Sesungguhnya mayat itu dihadiri olehpara mcdaikat; apabila mayat 
itu adalah seorang lelaki saleh, maka mereka mengatakan, 
"Keluarlah engkau, wahaijiwayang baik dan berasal dari tubuh 
yang baik, keluarlah engkau dengan terpuji, dan bergembiralah 
dengan angin yang sejuk dan wewangian yang semerbak serta 
Tuhanyang tidakmurka. " Maka terus-menervs dikatakan demikian 
kepadanya hingga keluar (dari tubuhnya). Kemudian ia dibawa 
naik ke langit, lalu dimohonkan supaya dibuka untuknya. Maka 
ditanyakan, "Siapakah ini? " Laludijawab, "Si Fulan (yang baik)." 
Maka dikatakan, "Selamat datang dengan jiwa yang baik dan 
berasal dari tubuh yang baik, masuklah kamu dengan terpuji dan 
bergembiralah dengan angin yang sejuk dan wewangian yang 
semerbak serta Tuhan yang tidak murka. " Maka terus-menerus 
dikatakan demikian kepadanya hingga ia sampai ke langit yang 
padanya ada Allah Swt. Van apabila lelaki yang bersangkutan 
adalah orang yang buruk (jahat), maka mereka mengatakan, 
"Keluarlah engkau, haijiwa yang kotor dan berasal dari tubuh 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir tbnu Kasir 307 

yang kotor, keluarlah engkau dengcm tercela, dan bergembiralah 
dengan air yang mendidih dan nanah serta aneka ragam lainnya 
yang serupa. " Maka hal tersebut terus-menerus dikatakan 
kepadanya hingga ia kelnar. Kemudian ia dibawa naik ke langit, 
lalu dimintakan agar dibukauntuknya, maka dikatakan, "Siapakah 
orang ini? " Dijawab, "Si Fulan (yang jahat). " Maka dikatakan, 
"Tiada selamat datang bagijiwayang kotor dan berasal dari tubuh 
yang kotor. Kembalilahkamu dengan tercela, karenasesvngguhnya 
semuapintu langit tidak akan dibuka untukmu. " Lalu ia diturunkan 
dari langit hingga sampai di kuburan. Sedangkan lelakiyang saleh 
tadi duduk, lalu dikatakan kepadanya hal yang semisal dengan apa 
yang disebutkan pada pembicaraanpertama Dan orang yang jahat 
duduk pula, lalu dikatakan kepadanya hal yang semisal dengan 
pembicaraan yang kedua tadi. 

Hadis ini berpredikat garib. 
Makna firman-Nya: 

Kemudian mereka dikembalikan. (Al-An'am: 62) 

Dapat diinterpretasikan dengan pengertian bahwa kelak semua makhluk 
dikembalikan kepada Allah pada hari kiamat, lalu Allah memutuskan 
perkara mereka dengan keputusan yang adil dari-Nya. Perihalnya sama 
dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: 

Katakanlah, "Sesimgguhnya orang-orang yang terdahulu dan 
orang-orangyang terkemudian benar-benar akan dikumpulkan di 
waktu tertentu pada hari yang dikenal." (Al-Waqi'ah: 49-50) 



t1.v 



dan Kami kumpulkan seluruh mamtsia, dan tidak Kami tinggalkan 
seorangpim dari mereka. (Al-Kahfl: 47) 

Kqmpungsannqh.org 



308 Juz 7 — Al-An'am 

Sampai dengan firman-Nya: 

Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorangjua pun. ( Al-Kahfi : 49) 
Karena itulah dalam surat ini disebutkan: 

Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala 
hukian (pada had hu) kepvnyaan-Nya. Dan Dialah Pembuaiper- 
hitungan yang paling cepat. (Al-An' am: 62) 

Al-An'am, ayat 63-65 

Katakanlah, "Siapakah yang dapat menyelamatkan kalian dari 
bencana di darat dan di lout, yang kalian berdoa kepada-Nya 
dengan berendah diri dengan suara yang lemah lembia (dengan 
mengatakan), 'Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari 
(bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orangyang bersyukw '. " 
Katakanlah, "Allah menyelamatkan kalian dari bencana it'u dan 
dari segala macam kesusahan, kemudian kalian kembali mem- 
persekutukan-Nya. " Katakanlah, "Dialah yang berkuasa imtuk 
mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian atau dari 
bawah kaki kalian, atau Dia mencampurkan kalian dalam 
golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan 
kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain. " 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 309 

Perhatihmlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran 
Kami silih berganti agar mereka memahami(ny&). 

Allah Swt. berfirman mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya akan 
anugerah yang telah diberikan-Nya kepada sebagian dari mereka yang 
dalam keadaan kritis dari bencana di daratan dan di lautan, yakni mereka 
yang dalam keadaan bingung karena tertimpa bencana kesusahan di 
darat dan di laut yang mengamuk ombaknya karena ditiup badai. Dalam 
keadaan seperti itu mereka mengesakan Allah dalam doanya — bukan 
kepada yang lain-Nya — serta tidak mempersekutukan-Nya. Pengertian 
ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh Firman Allah dalam ayat- 
ayat yang lain: 



j*tfi^> 



Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilangiah 
siapa yang kalian seru, kecuali Dia. (Al-Isra: 67), hingga akhir 
ayat. 



CTf 



Dialah Tuhan yang menjadikan kalian dapat berjalan di daratan, 
(berlayar) dilautan. Sehingga apabila kalian berada di dalam 
bahtera, dan melvncwlah bahtera itu membawa orang-orangyang 
ada di dalamnya dengan tivpan origin yang baik dan mereka 
bergembira karenanya, datangiah angin badai, dan (apabila) 
gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan merekayakin 
bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa 
kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata- 
mata. (Mereka berkata), "Sesungguhnya jika Engkau menye- 
lamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk 
orang-orangyang bersyukur. " (Yunus: 22) 

Kqmpungsannqh.org 



310 Juz7-AI-An'am 

Atau siapakah yarjg memimpin kalian dalam kegelapcm di daratcm 
dan lautart dart siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai 
kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di 
samping Allah ada luhan (yang lain)? Mahaiinggi Allah terhadap 
apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya). (An-Naml: 63) 

Dan dalam surat ini Allah Swt. berfirman: 

katakanlah, "Siapakahyanga\qxammyelamatkankaliandaribencana 
di darat dan di lata, yang kalian berdoa kepada-Nya dengan berendah 
diri dengan suarayanglembvt. "(Al-An*am: 63) 

Yang dimaksud dengan tadarru' dalam ayat ini ialah dengan suara keras, 
sedangkan khujyah artinya dengan suara perlahan, yakni kalian berdoa 
kepada-Nya dengan suara keras dan suara perlahan. 

(dengan mengatakan), "Sestmgguhnya jika Dia menyelamatkan 
kami dari ini, (Al-An'am: 63) 

dari kesempitan atau bencana ini. 



4$&8& 



tentutah kami menjadi orang-orangyang bersyukur. " (AI-An'am: 
63) 

Yakni sesudah selamat darinya. Selanjutnya Allah Swt. berfirman: 

M 



«wuo«, -^£^3&'mM&$ 



Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 31 1 

Katakanlah, "Allah menyelamatkan kalian dari bencana itu dan 
dari segala macam kesusahan, kemudian kalian. (Al-An'am: 64) 

Maksudnya sesudah itu, yakni sesudah diselamatkan. 

kembali mempersekutukan-Nya. " (Al-An'am: 64) 

Yakni kalian menyeru-Nya bersama tuhan-tuhan lain pada saat kalian 
dalam keadaan makmur. 
Firman Allah Swt.: 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab 
kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, (Al- 
An'ahv. 65) 

Ketika Allah Swt. berfirman: 

kemudian kalian kembali mempersekutukan-Nya. (Al-An'am: 64) 

Maka Allah Swt. mengiringinya dengan firman selanjutnya yang 
mengatakan: 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab 
kepada kalian. " (Al-An'am: 65) 

Yakni sesudah Dia menyelamatkan kalian. Perihalnya sama dengan apa 
yang disebutkan di dalam swat Al-Isra, yaitu: 

KqmpangsannQh.org 



312 Juz7-AtrAn^m 

Tuhan kalian adalahyang melayarkan kapal-kapal di lautan itntuk 
kalian, agar kalian mencari sebagian dart karunia-Nya. 
Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadap kalian. Dan 
apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa 
yang kalian seru, kecuali Dia; maka tatkala Dia menyelamatkan 
kalian ke daratan, kalian berpalmg. Dan manitsia itu selalu tidak 
berterima kasih. Maka apakah kalian merasa aman (dari hukuman 
Tuhan) yang menjungkirbalikkan sebagian daratan bersama kalian 
atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? 
Dan kalian tidak akan mendapat seorangpelindungpun bagi kalian. 
Atau apakah kalian merasa aman dari dikembalikan-Nya kalian 
ke laut sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kalian angin topan 
(badai) dan ditenggelamkan-Nya kalian disebabkan kekafiran 
kalian. Dan kalian tidak akan mendapat seorang penolong pun 
dalam hal ini terhadap (siksaan) Kami. (Al-Isra: 66-69) 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, di dalam suatu riwayat dari Muslim ibnu 
Ibrahim telah disebutkan bahwa Harun AI-A'war telah menceritakan 
kepada kami, dari Ja'far ibnu Sulaiman, dari Al-Hasan sehubungan 
dengan firman-Nya: 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab 
kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian. " (Al- 
An'am: 65) 

Bahwa hal ini ditujukan kepada orang-orang musyrik. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafstr Ibnu KaSir 313 

Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan 
dengan firman-Nya: 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab 
kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian. " (AI- 
An'am: 65) 

Ayat ini ditujukan kepada umat Nabi Muhammad Saw., tetapi Allah 
memaafkan mereka. Dalam pembahasan berikut kami ketengahkan 
beberapa hadis dan asar yang menerangkan masalah ini, hanya kepada 
Allah-lah kami memohon pertolongan, hanya kepada Dialah kami 
bertawakal, dan hanya kepada Dialah kami berpegang teguh. 

Imam Bukhari rahimahullah telah mengatakan sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab 
kepada kalian, dari atas kalian dan dari bawah kaki kalian atau 
Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling 
bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan 
sebagian yang lain. " Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan 
tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami 
(nya). (Al-An'am: 65) 

Yalbisakum, mencampurkan kalian; berasal dari kata iltibas yang artinya 
campur aduk. Lafaz yalbasu artinya mereka bercampur. Syiya'an, 
golongan-golongan. 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abun 
Nu'man, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid, dari Amr 

Kqmpangsunnqh.org 



314 JuzT-At-An'am 

ibrni Dinar, dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa ketika 
ayat ini diturunkan: 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab 
kepada kalian, dari atas kalian. (Al-An'am: 65) 

Maka Rasulullah Saw. mengucapkan, "Aku berlindung kepada Zat-Mu." 

=i". clevis. •jty$v&^(y$ 
atau dari bawah kaki kalian. " (Al-An'am: 65) 

Rasulullah Saw. mengucapkan, "Aku berlindung kepada Zat-Mu." 

atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang 
saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian 
keganasan sebagian yang lain. (Al-An'am: 65) 

Rasulullah Saw. berkata, "Ini adalah yang paling ringan — atau — paling 
mudah." 

Hal yang sama telah diriwayatkan pula oleh Imam Bukhari di dalam 
kitab Tauhid, dari Qutaibah, dari Hammad dengan lafaz yang sama. 
Imam Nasai telah meriwayatkannya pula di dalam kitab Tafsir melalui 
Qutaibah dan Muhammad ibnurt Nadr ibnu Musawir serta Yahya ibnu 
Habib ibnu Addi, keempat-emparnya dari Hammad ibnu Zaid dengan 
lafaz yang sama. 

Al-Humaidi di dalam kitab Musnad-nya. telah meriwayatkannya 
dari Sufyan ibnu Uyaynah, dari Amr ibnu Dinar, bahwa ia pernah 
mendengar Jabir menceritakan hadis ini dari Nabi Saw. Ibnu Hibban di 
dalam kitab Sahih-nya telah meriwayatkannya dari Abu Ya'la Al- 
Mausuli, dari Abu Khaisamah, dari Sufyan ibnu Uyaynah dengan lafaz 
yang sama. 

Abu Bakar ibnu Murdawaih meriwayatkannya melalui hadis Adam 
ibnu Abu Iyas dan Yahya ibnu Abdul Hamid serta Asim ibnu Ali, dari 
Sufyan ibnu Uyaynah dengan lafaz yang sama. Sa'id ibnu Mansur 



Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 315 

meriwayatkannya dari Hammad ibnu Zaid dan Sufyan ibnu Uyaynah, 
keduanya dari Amr ibnu Dinar dengan lafaz yang sama. 

Jalur lain, Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih di dalam kitab 
Tafsir-nya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu 
Ahmad, telah menceritakan kepada kami Miqdam ibnu Daud, telah 
menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Yusuf, telah menceritakan 
kepada kami Abdullah ibnu Luhai'ah, dari Khalid ibnu Yazid, dari Abuz 
Zubair, dari Jabir yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan: 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab 
kepada kalian, dari atas kalian. (Al-An'am: 65) 

Maka Rasulullah Saw. bersabda, "Aku berlindung kepada Allah dari 
hal tersebut." 

atau dari bawah kaki kalian. " (Al-An' am: 65) 

Maka Rasulullah Saw. berkata pula, "Aku berlindung kepada Allah dari 
hal te-sebut." 



CIO I f Lsi"Vl3 



j&£& 



atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang 
bertentangan). (AI-An'am: 65) 

Maka Nabi Saw. bersabda, "Ini lebih mudah." Dengan kata lain, 
seandainya seseorang meminta perlindungan kepada Allah dari hal ini, 
niscaya Dia akan melindunginya. 

Banyak hadis yang berkaitan dengan ayat ini, salah satunya ialah 
yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad ibnu Hambal di dalam kitab 
Musnad-nya; disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abul 
Yaman, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar (yakni Ibnu Abu 
Maryam), dari Rasyid (yaitu Ibnu Sa'd Al-Miqra-i), dari Sa'd ibnu Abu 
Waqqas yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah ditanya 
mengenai makna ayat ini, yaitu firman-Nya: 

Kqmpungsannqh.org 



316 Juz7-AkAn'am 

<=■ to !_-*! *iV>_^ 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab 
kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian. " 
(Al-An'am: 65) 

Maka Rasulullah Saw. bersabda: 



*%$$*&& SsatfQtjP 



Ingatlah, sesungguhnya hal tersebut pasti terjadi, tetapi masih 
belum tiba saat takwilnya (kejadiannya). 

Imam Turmuzi mengetengahkannya dari AUHasan ibnu Arfah, dari 
Isma'il ibnu Ayyasy, dari Abu Bakar ibnu Abu Maryam dengan sanad 
yang sama. Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini 
berpredikat garib. 

Hadis lain. Imam Ahmad mengatakan,telah menceritakan kepada 
kami Ya' la (yartu Ibnu Ubaid), telah menceritakan kepada kami Usman 
ibnu Hakim, dari Amir ibnu Sa'd ibnu Abu Waqqas, dari ayahnya yang 
menceritakan, "Kami berangkat bersama Rasulullah Saw. hingga 
sampailah kami di masjid Bani Mu'awiyah. Lalu Nabi Saw. masuk dan 
salat duatakaat, kami pun ikut salat bersamanya. Nabi Saw. bermunajat 
kepada Tuhannya cukup lama, kemudian beliau bersabda: 






'Aku memohon kepada Tuhanku tigaperkara, yaitu aku memohon 
agar umatku tidak dibinasakan oleh tenggelam (banjir). makaDia 
mengabulkan permintaanku. Dan aku memohon kepada-Nya agar 
umatku tidak dibinasakan oleh paceklik, maka Dia mengabulkan 
permintaanku. Dan aku memohon kepada-Nya agar Dia tidak 



Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 317 

menjadikan keganasan mereka ada di antara sesama mereka, tetapi 
Dia tidak mengabulkan pertn'mtaanku '. " 

Hadis ini hanya diriwayatkan oteh Imam Muslim sendiri. Imam Mus- 
lim meriwayatkannya di dalam Kitabul Fitan, dari Abu Bakar ibnu Abu 
Syaibahjdari Muhammad ibnu Abdullah ibnu Numair, keduanya dari 
Abdullah ibnu Numair; dan dari Muhammad ibnu Yahya ibnu Amr, 
dari Marwan ibnu Mu'awiyah, keduanya dari Usman ibnu Hakim dengan 
sanad yang sama. 

Hadis Iain diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan bahwa 
Imam Ahmad telah mengatakan bahwa ia telah membaca dari Abdur 
Rahman ibnu Mahdi, dari Malik, dari Abdullah ibnu Abdullah ibnu 
Jabir ibnu Atjk, dari Jabir ibnu Atik yang mengatakan, "Pemah datang 
kepada kami Abdullah ibnu Umar di kampung Bani Mu'awiyah, yaitu 
suatu kampung di antara kampung-kampung orang-orang Ansar; lalu 
Ibnu Umar berkata, Tahukah kamu, di manakah Rasulullah Saw. pernah 
salat di masjid kalian ini?' Jabir ibnu Atik menjawab, 'Ya,' seraya 
mengisyaratkan ke arah suatu bagian dari masjid itu. 

Ibnu Umar bertanya lagi, Tahukah kalian, tiga perkara apakah yang 
didoakan oleh Nabi Saw. di tempat itu?' Aku (Jabir) menjawab, 'Ya.' 
Ibnu Umar berkata, *Kalau demikian, ceritakanlah ketiga hal itu 
kepadaku.' Aku menjawab, 'Rasulullah Saw. berdoa agar mereka tidak 
dapat dikalahkan oleh musuh dari selain mereka sendiri, dan agar mereka 
jangan dibinasakan oleh paceklik, maka Allah memberikan keduanya 
itu kepada Nabi Saw. Kemudian Nabi Saw. berdoa semoga jangan 
dijadikan keganasan mereka ada di antara sesama mereka, tetapi Allah 
tidak memperkenankannya.' 

Ibnu Umar menjawab, 'Kamu benar, dan masih terus-menerus akan 
terjadi fttnah sampai hari kiamat'." 

Tetapi hadis ini tidak terdapat di dalam suatu kitab hadis puo dari 
kitab Sittah, hanya sanadnyayayyw? dan kuat. 

Hadis yang Iain, Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari 
Hakim ibnu Hakim ibnu Abbad, dari Khasif, dari Ubadah ibnu Hanif, 
dari Ali ibnu Abdur Rahman, telah menceritakan kepadaku Huzaifah 
ibnul Yaman, bahwa ia berangkat bersama dengan Rasulullah Saw. 
menuju perkampungan Bani Mu'awiyah. Lalu beliau Saw. melakukan 

Kqmpangsunnqh.org 



318 Juz7-AWWam 

salat sebanyak delapan rakaat yang dilakukannya dalam waktu yang 
cukup lama. Setelah itu beliau berpaling ke arahku, talu bersabda, "Aku 
telah menahanmu, hai Huzaifah." Aku menjawab, "Allah dan Rasul- 
Nya lebih mengetahui (mengapa kami tertahan)." Rasulullah Saw. 
bersabda: 

Sesungguhnya aku telah memohon tigaperkara kepada Allah. maka 
Dia memberikuduaperkara dan mencegahku satuperkara tairmya. 
Aku memohon kepada-Nya agar umatkujangan dikuasai oleh musvh 
dari selain kalangan mereka sendiri, maka Dia mengabulkan 
permintaanku. Dan aku meminta kepada-Nya agar janganlah 
mereka dibinasakan oleh tenggelam (banjir), maka Dia 
mengabulkan permintaanku. Dan aku memohon kepada-Nya agar 
janganlah keganasan mereka dijadikan di antara sesama mereka, 
tetapi Dia menolak permintaanku ini. 

Ibnu Murdawaih meriwayatkannya melalui hadis Muhammad ibnu 
Ishaq. 

Hadis yang lain, Imam Ahmad mengatakan bahwa telah 
menceritakan .kepada kami Ubaidah ibnu Humaid, telah menceritakan 
kepadaku Sulaiman ibnul A'masy, dari Raja Al-Ansari, dari Abdullah 
ibnu Syaddad, dari Mu'az ibnu Jabal r.a. yang menceritakan, "Aku 
datang untuk menemui Rasulullah Saw. Maka dikatakan kepadaku 
bahwa beliau baru saja keluar. Tidak sekali-kali aku bersua dengan 
seseorang (dalam rangka raenyusul beliau), melainkan dikatakan 
kepadaku bahwa beliau Saw. baru lewat, Hingga aku bersua dengannya 
dan kujumpai beliau sedang berdiri dalam salatnya. 

Maka aku datang dan berdiri di belakangnya (bermakmum), dan 
ternyataNabi Saw. lama dalam melakukan salatnya. Setelah Nabi Saw. 
menyelesaikan salatnya, aku bertanya, ' Wahai Rasulullah, engkau telah 
mengerjakan salat yang cukup lama.' Maka Rasulullah Saw. menjawab: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 319 

'Sesungguhnya aku tetah mengerjakan salat dengan penuh rasa 
harap dan takut (kepada-Nya). Sesungguhnya aku meminta kepada 
Allah Swt. tiga perkara, maka Dia memberiku dua perkara dan 
mencegahku dari yang satunya lagi. Aku memohon kepada-Nya 
agar umatkujangan dibinasakan oleh banjir, dan Dia memberiku. 
Dan aku memohon kepada-Nya agar mereka tidak dikuasai oleh 
musuh selain dari kalangan mereka, maka Dia memberiku. Dan 
aku memohon kepada-Nya agar janganlah keganasan mereka 
dijadikan di antara sesama mereka. tetapi Dia menolak 
permintaanku yang ini'. " 

Ibnu Majah meriwayatkannya di dalam Bab "Fitan", dari Muhammad 
ibnu Abdullah ibnu Numair dan Ali ibnu Muhammad, keduanya dari 
Abu Mu'awiyah, dari Al-A'masy dengan lafaz yang sama. Ibnu 
Murdawaih meriwayatkannya melalui hadis Abu Uwwanah, dari 
Abdullah ibnu Umair, dari Abdur Rahman ibnu Abu Laila, dari Mu'az 
ibnu Jabal, dari Nabi Saw. dengan lafaz yang semisal atau mendekalinya. 
Hadis yang lain, Imam Ahmad mengatakan bahwa telah 
menceritakan kepada kami Harun ibnu Ma'ruf, telah menceritakan 
kepada kami Abdullah ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Amr 
ibnul Haris, dari Bukair ibnul Asyaj, bahwa Ad-Dahhak ibnu Abdullah 
Al-Qurasyi pernah menceritakan kepadanya dari Anas ibnu Malik yang 
mengatakan bahwa ia pernah melihat Rasulullah Saw. dalam suatu 
perjalanan melakukan salat duha sebanyak delapan rakaat. Setelah 
selesai dari salatnya Nabi Saw. bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



320 Juz7-AlrAnSm 



Sestmgguhnya aku telah mengerjakan salat ragbah dan rahbab 
(dengan penuh rasa harap dan takut kepada-Nya), dan aku memohon 
kepada Tuhanku tiga perkara maka Dia memberiku dim perkara 
dan mencegahku dari satu perkara lainnya Aku memohon kepada- 
Nya agar umatku jangan diuji dengan paceklik, maka Dia 
memperkenankannya Dan aku memohon kepada-Nya agar mereka 
jangan dikuasai oleh musuh mereka, maka Dia memperkenan- 
kannya. Dan aku memohon kepada-Nya agar mereka jangan 
berpecah-belah menjadi berbagai golongan yang bersengketa, 
maka Dia tidak memperkenankannya bagiku. 

Imam Nasai telah meriwayatkannya di dalam Bab "Salat", dari 
Muhammad ibnu Salamah, dari Ibnu Wahb dengan sanad yang semisal. 
Hadis yang lain, Imam Ahmad mengatakan bahwa telah 
menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada 
kami Syu'aib ibnu Abu Hamzah yang mengatakan bahwa Az-Zuhri 
pernah berkata, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Abdullah 
ibnul Haris ibnu Naufal, dari Abdullah ibnu Khabbab, dari ayahnya — 
yaitu Khabbab ibnul Art maula Bani Zuhrah — yang pernah ikut dalam 
perangBadarbersamaRasulullahSaw. Khabbab ibnul Art mengatakan 
bahwa dia menjumpai Rasulullah Saw. di suatu malam, pada malam itu 
Rasulullah Saw. menghabiskan waktunya dengan salat hingga dekat 
waktu subuh. Setelah Rasulullah Saw. selesai dari salatnya, maka ia 
menemuinya dan bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau 
telah mengerjakan suatu salat pada malam ini yang belum pernah aku 
melihatmu melakukan hal yang semisal sebelumnya." Maka Rasulullah 
Saw. menjawab melalui sabdanya: 

Kqmpangsunnqh.org " 



TafairlbnuKasir ^ 321 

Memangbenar, sesungguhnya salat yang bant kulakukan ituadalah 
salat yang penuh dengan harap dan rasa takut kepada Allah. Aku 
telah memohon tigaperkara kepada Tuhanku dalam salat tersebut. 
Maka Dia hanya member iku duaperkara, sedangkan yang satunya 
lagi tidak diberikan kepadaku. Aku memohon kepada-Nya agar 
janganlah Dia membinasakan kita dengan azab yang pernah 
ditimpakan kepada umat-umat sebelum kita, maka Dia 
memperkenankannya bagiku. Dan aku memohon kepada-Nya agar 
janganlah kita dikalahkan oleh musuh dari Ivor golongan kita, maka 
Dia memperkenankannya bagiku. Dan aku memohon kepada-Nya 
agar janganlah Dia mencampurkan kami dalam golongan-golongan 
yang saling bertentangan, maka Dia tidak memperkenankannya 
bagiku. 

Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis Syu'aib ibnu Abu Hatnzah 
dengan lafaz yang sama, dan Imam Nasai telah meriwayatkannya melalui 
jalur yang lainnya lagi, demikian pula Ibnu Hibban di dalam kitab Sahih- 
nya berikut kedua sanadnya dari Saleh ibnu Kaisan. Imam Turmuzi 
meriwayatkannya di dalam Bab "Fitan" melalui hadis An-Nu'man ibnu 
Rasyid, keduanya dari Az-Zuhri dengan lafaz yang sama. Imam Turmuzi 
mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih. 

Hadis yang lain. Abu Ja'far ibnu Jarir di dalam kitab Tafsir-nya 
mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ziyad ibnu Abdullah Al- 
Muzanni, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Mu'awiyah 
Al-Fazzari, telah menceritakan kepada kami Abu Malik, telah 
menceritakan kepadaku Nafi' ibnu Khalid Al-Khuza'i dari ayahnya, 
bahwa Nabi Saw. pernah melakukan suatu salat yang ringan dengan 
rukuk dan sujud yang sempurna. Kemudian beliau Saw. bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



322 Juz7-AI^An'am 

Sesungguhnya salat tadi adalah salat yang penuh dengan rasa 
harap dan takut kepada-Nya. Aku memohon tiga perkara kepada 
Allah Swt. dalam salat itu. Dia memberiku dua perkara dan 
mencegahku dart satu perkara. Aku memohon kepada Allah agar 
kalian jangan ditimpa oleh azab seperti azab yang telah menimpQ 
orang-orang sebelum kalian, maka Dia memperkenankannya 
bagiku. Dan aku memohon kepada Allah agar janganlah kalian 
dikuasai oleh musuhyang menghalalkan kehormatan kalian, maka 
Dia memperkenankannya bagiku. Dan aku memohon kepada 
Allah agar janganlah kalian dijadikan berbagai golongan yang 
saling bertentangan, sebagian dari kalian merasakan keganasan 
sebagian yang lain, maka Dia tidak memperkenankannya bagiku. 

Abu Malik mengatakan bahwa lalu ia bertanya kepada Nafi' ibnu Khalid 
Al-Khuza' i, "Apakah ayahmu benar-benar mendengarnya langsung dari 
mulut (lisan) Rasulullah Saw.?" Ia menjawab, "Ya, aku mendengar 
ayahku menceritakan hadis ini, bahwa dia mendengarnya langsung dari 
lisan Rasulullah Saw." 

Hadis yang lain. Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Abdur Razzaq, bahwa Ma'mar mengatakan, "Telah 
menceritakan kepadaku Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Al-Asy'as 
As-San'ani, dari Abu Asma Ar-Rahbi, dari Syaddad ibnu Aus, bahwa 
Rasulullah Saw. pemah bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafair Ibnu Kasir 323 



Sesungguhnya Allah melipatkan bumi untukku sehingga aku dapat 
melihat belahan timur dan belahan baratnya, dan sesungguhnya 
kerqjaan tanatku kelak akan mencapai sejauh apayang dilipatkan 
darinya untukku Dan sesungguhnya aku dianugerahi dua buah 
perbendaharaan, yaitu yang putih dan yang merah. Dan 
sesungguhnya aku memohon kepada Tuhanku agar janganlah 
umatku dibinasakan oleh paceklik yang umum, janganlah mereka 
dikuasai oleh musuh sehingga mereka semua dibinasakan secara 
menyeluruh, janganlah mereka berpecah-belah menjadi berbagai 
golongan yang bertentangan, dan jangan (pula) sebagian dari 
mereka merasakan keganasan sebagian yang lain. Maka Allah Swt. 
berjirman, "Hai Muhammad, sesungguhnya Aku apabila telah 
memutuskan suatu keputusan, maka keputusan-Ku itu tidak dapat 
dicabut lagi. Dan sesungguhnya Aku memberimu unttik umatmu 
bahwa soma sekali Aku tidak akan membinasakan mereka dengan 
paceklik yang menyeluruh, dan Aku tidak akan membiarkan mereka 
dikuasai oleh musuh dari selain kalangan mereka sendiri yang 
akibatnya mereka akan dibinasakan oleh musuhnya secara 
menyeluruh, sehingga sebagian dari mereka membinasakan 
sebagian yang lain, dan sebagian dari mereka membunuh sebagian 
yanglain, dan sebagian dari mereka menahan sebagian yang lain. " 

Syaddad ibnu Aus melanjutkan kisahnya, "Lalu Nabi Saw. bersabda: 

KQmpangKinnqh.org 



324 Juz 7-AN*n-am 



*&&&&£&& 



Sesungguhnya aku tidak merasa khawatir terhadap umatku kecuali 
adanya imam-imam yang menyesatkan, karena apabila pedang 
(jihad) telah ditetapkan di antara umatku, maka ia tidak akan 
dihapuskan dari mereka sampai hari kJamat'." 

Hadis ini tidak terdapat di dalam suatu kitab Sittah pun, tetapi sanadnya 
jayyid dan kuat Ibnu Murdawaih telah meriwayatkannya melalui hadis 
Hammad ibnu Zaid, Abbad ibnu Mansur, dan Qatadah; ketiga-tiganya 
dari Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Abu Asma, dari Sauban, dari 
Rasulullah Saw. dengan lafaz yang semisal. 

Hadis yang lain diriwayatkan oleh Al-Hafiz Abu Bakar rbnu 
Murdawaih, disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami 
Abdullah ibnu Isma' il ibnu Ibrahim Al-Hasyimi dan Maimun ibnu Ishaq 
ibnul Hasan Al-Hanafi. Keduanya mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Ahmad ibnu Abdul Jabbar,telah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnu Fudail, dari Abu Malik Al-Asyja'i, dari Nafi' ibnu 
Khalid Al-Khuza' i, dari ayahnya yang berpredikat sebagai salah seorang 
sahabat Rasulullah Saw. dan termasuk salah seorang sahabat yang ikut 
dalam baiat di bawah pohon. Ia menceritakan bahwa Rasulullah Saw. 
apabila melakukan salat, sedangkan orang-orang berada di sekitarnya, 
maka beliau lakukan salatnya secara ringan dengan rukuk dan sujud 
yang sempurna. 

Maka pada suatu hari Rasulullah Saw. duduk (dalam salatnya) 
dalam waktu yang cukup lama sehingga sebagian dari para sahabat 
berisyarat kepada sebagian yang lain bahwa sebaiknya kita diam, karena 
sesungguhnya sedang turun suatu wahyu kepada Nabi Saw. Setelah Nabi 
Saw. menyelesaikannya, maka seseorang dari kaum yang nadir berkata, 
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lama sekali dalam dudukmu, 
sehingga sebagian dari kami berisyarat kepada sebagian yang lain bahwa 
sesungguhnya sedang turun suatu wahyu kepadamu." Rasulullah Saw. 
menjawab: 

Kqmpungsannqh.org * 



• > ■ ' 



Tafsir Ibnu Kasir 325 

Tidak, tetapi salat yang baru kulakukan itu adalah salat ragbah 
dan rahbah, aku telah memohon kepada Allah dalam salatku itu 
tiga perkara, tnaka Dia memberiku dua perkara dan tidak 
memberiku yang satunya lagi. Aku telah meminta kepada Allah 
agar Diajangan mengazab kalian dengan suatu azab yang pernah 
Dia timpakan kepada orang-orang sebelum kalian, maka Dia 
memberikannya kepadaku. Dan aku memohon kepada Allah agar 
janganlah Dia menguasakan umatku kepada musuhyang berbuat 
seenak hatinya kepada mereka, maka Dia memberikannya 
kepadaku. Dan aku memohon kepada-Nya janganlah Dia 
mencampurkan kalian dalam golongan-golongan yang saling 
bertentangan, dan janganlah Dia merasakan kepada sebagian 
kalian keganasan sebagian yang lain, tetapi Dia tidak 
memberikannya kepadaku. 

Perawi (Abu Malik Al-Asyja'i) berkata kepada Nafi' ibnu Khalid, 
''Apakah ayahmu memang mendengamya dari Rasulullah Saw.?"Nafi' 
menjawab, "Ya, aku mendengar ayahku mengatakan bahwa dta 
mendengamya dari Rasulullah Saw. sebanyak bilangan jari-jemariku 
yang sepuluh ini." 

Hadis yang lain, Imam Ahmad mengatakan bahwa telah mencerita- 
kan kepada kami Yunus (yaitu Ibnu Muhammad Al-Muaddib), telah 
menceritakan kepada kami Lais (yaitu Ibnu Sa'd), dari Abu Wahb Al- 
Khaulani, dari seorang lelaki yang ia sebutkan namanya, dari Abu Basrah 
Al-Gifari, seorang sahabat Rasulullah Saw. Disebutkan bahwa 
Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



326 Juz7-AkAn'am 






Akupernah memohon kepada Tuhanku empat perkara, maka Dia 
memberiku tiga perkara dan mencegahku dari satu perkara lainnya 
Aku memohon kepada Allah hendaknya Diajangan menghimpunkan 
umatku dalam suatu kesesatan, maka Dia memberikannya 
kepadaku. Dan aku memohon kepada Allah agar janganlah Dia 
menguasakan mereka kepada musuh selain dari kalangan mereka 
sendiri, maka Dia memberikannya kepadaku. Dan aku memohon 
kepada Allah hendaknya Diajangan membinasakan mereka dengan 
pacekliksebagaimana Dia telah membinasakan umat-umat sebelum 
mereka, maka Dia memberikannya kepadaku. Dan aku memohon 
kepada Allah Swt. hendaknya Dia jangan menjadikan mereka 
berpecah-belah menjadi berbagai golongan, dan janganlah Dia 
menimpakan keganasan sebagian dari mereka kepada sebagian 
yang lain, tetapi Dia tidak memberikannya kepadaku. 

Hadis ini tidak diketengahkan oleh seorang pun dari kalangan pemilik 
kitab sunnah yang enam. 

Hadis yang lain, Imam Tabrani mengatakan bahwa telah mencerita- 
kan kepada kami Muhammad ibnu Usman ibnu Abu Syaibah, telah 
menceritakan kepada kami Minjab ibnul Haris, telah menceritakan 
kepada kami Abu Huzaifah As-Sa'labi, dari Ziyad ibnu Ilaqah, dari 
Jabir ibnu Samurah As-Sawai', dari Ali, bahwa Rasulullah Saw. pernah 
bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 327 

Aku pernah memohon kepada Tuhanku tiga perkara, rnaka Dia 
memberiku dua di antaranya dan mencegahku dariyang satunya 
lagi. Aku berdoa, "Wahai Tuhanku, janganlah Engkau binasakan 
umatku dengan kelaparan. " Maka Dia menjawab, "Ini Kuberikan 
kepadamu. " Aku berdoa, "Wahai Tuhanku, janganlah Engkau 
kuasakan mereka kepada musuh selain dart mereka sendiri — yakni 
orang-orang musyrik — yang akibatnya mereka akan dibinasakan 
satnpai ke akar-akarnya. "Dia menjawab, "Kuberikan hal itu 
kepadamu. " Aku berdoa, "Wahai Tuhanku, janganlah Engkau 
jadikan keganasan mereka ada di antara sesama mereka. " Tetapi 
Dia tidak memberikan yang ini kepadaku. 

Hadis yang lain, Al-Hafiz Abu Bakar ibnu Murdawaih mengatakan 
bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnu 
Ibrahim,dari Ahmad ibnu Muhammad ibnu Asim, telah menceritakan 
kepada kami Abud Daida Al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami 
Ishaq ibnu Abdullah ibnu Kaisan, telah menceritakan kepadaku ayahku, 
dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Aku pernah berdoa memohon kepada Tuhanku agar Dia meng- 
hapuskan dari umatku empat perkara, maka Allah menghapuskan 
dari mereka dua perkara dan menolakpermintaankuyang duanya 
lagi, Dia tidak mau menghapuskan dari mereka kedua hal itu. Aku 
berdoa kepada Tuhanku, semoga Dia menghapuskan azab hujan 
batu dari langit, kebanjiran dari bumi, janganlah Dia menjadikan 
mereka (umatku) berpecah-belah menjadi banyak golongan, dan 

Kqmpangsunnqh.org 



328 Juz7-AkAn'am 

janganlah D'ta menimpakan keganasan sebagian dari mereka 
kepada sebagianyang lain. Maka Allah menghapuskmdarimereka 
azab hujan batu dari langit dan kebanjiran dari burnt. Tetapi 
menolak, tidak man menghapuskan dua perkara lairmya, yaitu 
pembumthan danfttnah. 

Jalur yang lain dari Ibnu Abbas pula. Ibnu Murdawaih mengatakan, 
telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Muhammad ibnu Yazid, 
telah menceritakan kepadaku Al-Walid ibnu Aban, telah menceritakan 
kepada kami Ja'far ibnu Munir, telah menceritakan kepada kami Abu 
Badar (yaitu Syuja* ibnul Walid), telah menceritakan kepada kami Amr 
ibnu Qais, dari seorang lelaki, dari Ibnu Abbas yang telah mengatakan 
bahwa ketika firman-Nya ini diturunkan: 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab 
kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian atau 
Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling 
bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan 
sebagian yang lain. "(Al-An'am: 65) 

Ibnu Abbas mengatakan, "Lalu Nabi Saw. bangkit dan berwudu, 
kemudian berdoa: 

Ya Allah, janganlah Engkau iimpakan kepada umatku suatu azab 
dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka, janganlah Engkau 
mencampurkan mereka dalam golongan-golongan (yang 
bertentangan), danjanganlah Engkau merasakan kepada sebagian 
mereka keganasan sebagian yang lain *.* 

Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, "Lalu datanglah Malaikat Jibril 
kepada Nabi Saw., lalu berkata, 'Hai Muhammad, sesungguhnya Allah 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 



329 



telah melindungi umatmu, Dia tidak akan mengirimkan kepada mereka 
azab dari atas mereka atau dari bawah kaki mereka '." 

Hadis yang lain, Ibnu Murdawaih mengatakan bahwa telah 
menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Muhammad ibnu Abdullah AJ- 
Bazzar, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ahmad ibnu 
Musa, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Muhammad ibnu 
Yahya ibnu Sa'id, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu 
Muhammad Al-Anqazi, telah menceritakan kepada kami Asbat, dari 
As-Saddi, dari Abul Minhal, dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. yang 
telah bersabda: 

Akupernah meminta kepada Tuhanku untvk umatku empat perkara, 
tnaka Dia memberiku tiga perkara darinya dan mencegahku dari 
yang satunya. Aku memohon kepada-Nya, setnoga umatku tidak 
dilenyapkan oleh sekali azab, tnaka Dia memberikannya kepadaku. 
Dan aku memohon kepada-Nya semoga Dia tidak mengazab mereka 
dengan azab yang pernah Dia timpakan kepada umat-umat sebelum 
mereka, tnaka Dia memberikannya kepadaku. Dan aku memohon 
kepada-Nya hendaknya Dia tidak menguasakan mereka kepada 
musuhyang selain dari kalangan mereka, maka Dia memberikannya 
kepadaku. Dan aku memohon kepada-Nya hendaknya Dia tidak 
menjadikan keganasan mereka berada di antara sesama mereka, 
tetapi Dia tidak memberikannya kepadaku 

Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya dari Abu Sa'id ibnu Yahya ibnu 
Sa'id Al-Qattan. dari Amr ibnu Muhammad Al-Anqazi dengan sanad 
\ang sama dan lafaz yang semisal. 

Kqmpangsunnqh.org 



330 Juz7-AkAn^m 

— ■ — 

Jalur yang lain, Ibnu Murdawaih mengatakan bahwa telah men- 
ceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnu Ibrahim, telah 
menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yahya, telah menceritakan 
kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul 
Habbab, telah menceritakan kepada kami Kasir ibnu Zaid Al-Laisi Al- 
Madani, telah menceritakan kepadaku Al-Walid ibnu Rabah maula 
keluarga Abu Ziab yang telah mendengar dari Abu Hurairah yang pernah 
mengatakan bahwaNabi Saw. pernah bersabda: 

Aku pernah memohon kepada Tuhanku tiga perkara, maka Dia 
memberiku aua perkara dan mencegahku dari yang satunya lagi. 
Aku memohon kepada-Nya, hendaknya Diajangan menguasakan 
mvsuh atas umatkuyang bukan dari kalangan mereka, maka Dia 
memberikannya kepadaku. Dan aku memohon kepada-Nya, 
hendaknya Dia tidak membinasakan umatku dengan paceklik, maka 
Dia memberikannya kepadaku. Dan aku memohon kepada-Nya, 
hendaknya Diajangan menjadikan mereka berpecah-belah menjadi 
berbagaigolongan. danjanganlah Dia merasakan kepada sebagian 
mereka keganasan sebagian yang lain, tetapi Dia tidak mem- 
berikannya kepadaku. 

Kemudian Ibnu Murdawaih meriwayatkannya berikut sanadnya dari 
Sa'd ibnu Sa'id, dari Abul Maqbari, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, 
dari Nabi Saw. dengan lafaz yang semisal. 

Al-Bazzar meriwayatkannya melalui jalur Amr ibnu Abu Salamah, 
dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Mabi Saw. dengan lafaz yang 
semisal. 

Asar yang lain, Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Ar-Rabi' 
ibnu Anas, dari Abul Aliyah, dari Ubay ibnu Ka'b yang mengatakan 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kaair 331 

bahwa pada umat ini telah terjadi empat perkara; dua telah terjadi dan 
masih ada dua perkara lagi yang belum terjadi, yaitu yang disebutkan 
di dalam firman-Nya: 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa vntuk mengirimkan azab 
kepada kalian dari atas kalian. (Al-An*am: 65) 

Yakni berupa rajam atau hujan batu (dari langit). 

atau dari bawah kaki kalian. " (AUAn'am: 65) 
Maksudnya, ditelan oleh burnt. 

atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang 
saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian 
keganasan sebagian yang lain. (Al-An'am: 65) 

Menurut Sufyan As-Saurt, makna yang dimaksud ialah hujan batu dan 
ditelan oleh bumi. 

Abu Ja'far Ar-Razi telah meriwayatkan dari Ar-Rabi' ibnu Anas, 
dari Abul Aliyah, dari Ubay ibnu Ka'b sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab 
kepada kalian dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian atau 
Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling 
bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan 
sebagian yang lam. " (Al-An'am: 65) 

Kqmpungsannqh.org 



332 Juz7-AWn'am 

Bahwa hal tersebut adalah empat perkara, dua di antaranya terjadi setelah 
selang dua puluh lima tahun sesudah Rasulullah Saw. wafat. Mereka 
berpecah-belah tnenjadi berbagai golongan, sebagian dari mereka 
merasakan keganasan sebagian yang tain. Sedangkan yang dua perkara 
lagi pasti akan terjadi, yaitu hujan batu dan ditelan oleh burnt. 

Ahmad meriwayatkannya dari Waki', dari Abu Ja'far; dan Ibnu 
Abu Hatim meriwayatkannya pula. la mengatakan, telah menceritakan 
kepada kami Al-Munzir ibnu Syazan, telah menceritakan kepada kami 
Ahmad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Abul Asyhab, dari 
Al-Hasan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan. (Al- 
An'am: 65), hingga akhir ayat 

Siksaan atau azab itu telah diperhitungkan sesuai dengan dosa yang 
dilakukan. Apabila dosanya telah dilakukan, barulah dikirimkan siksaan 
yang setimpal dengannya. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, 
Sa'id ibnu Jubair, Abu Malik, As-Saddi, dan Ibnu Zaid serta lain-lainnya 
yang bukan hanya seorang. 

azab dari atas kalian. (Al-An'am: 65) 
Yakni berupa rajam atau hujan batu. 

atau dari bawah kaki kalian. " (Al-An'am: 65) 

Artinya, ditelan oleh bumi. Pendapat inilah yang dipilih oleh ImamJbnu 
Jarir. Ibnu Jarir telah meriwayatkannya dari Yunus, dari Ibnu Wahb, 
dari Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 333 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab 
kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian. " 
(Al-An'am:65) 

Bahwa dahulu Abdullah ibnu Mas'ud (ketika membaca ayat ini) 
menjerit, sedangkan ia berada di dalam masjid atau di atas mimbar, lalu 
ia berkata, "Ingatlah, hai manusia, sesungguhnya azab itu telah 
diturunkan atas kalian," karena sesungguhnya Allah Swt. telah 
berfirman: 

Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab 
kepada kalian, dari atas kalian. (Al-An*am: 65) 

Seandainya diturunkan azab dari langit kepada kalian, niscaya tidak 
akan tersisa seorang manusia pun dari kalian. 

atau dari bawah kaki kalian. (Al-An*am: 65) 

Seandainya bumi menelan kalian, niscaya binasalah kalian, dan tidak 
ada seorang pun dari kalian yang tersisa. 



■ i iVi-> 



&&&i8&&£& 



atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang 
saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian 
keganasan sebagian yang lain, (Al-An'am: 65) 

Ingatlah, sesungguhnya telah diturunkan kepada kalian azab yang pa- 
ling buruk di antara ken'ganya. 

Pendapat yang kedua. Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim mengatakan, 
telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abdul A'la, telah 
menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; ia telah mendengar Khallad ibnu 
Sulaiman mengatakan bahwa ia pernah mendengar Amir ibnu Abdur 
Rahman mengatakan, sesungguhnya Ibnu Abbas pernah mengatakan 
sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Kqmpangsunnqh.org 



)34 Juz 7 - Al-An'am 



C 10 ; fLjiiVl 



Katakanlah, "Dialah yang berkuasa vntuk mengirimkan kepada 
kalian azab dari atas kalian. (Al-An'am: 65) 

Yakni pemimpin-pemimpin yang jahat. 

atau dari bawah kaki kalian. " (Al-An'am: 65) 

Yakni pembantu-pembantu yang jahat. Ali ibnu Abu Talhah mencerita- 
kan, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: 

azab dari atas kalian.(Al-An'am'. 65) 
Yakni para amir (penguasa kalian). 

atau dari bawah kaki kalian. (Al-An'am: 65) 

Yaitu datang dari budak-budak dan bawahan-bawahan kalian. Ibnu Abu 
Hatim telah meriwayatkan dari Abu Sinan dan Amr ibnu Hani' hal yang 
semisal. Ibnu Jarir mengatakan bahwa pendapat ini, sekalipun 
mempunyai segi yang sahih, tetapi pendapat yang pertama jauh lebih 
unggul dan lebih kuat; dan memang kenyataannya adalah seperti apa 
yang dikatakan oleh Ibnu Jarir. Kebenaran pendapatnya itu dibuktikan 
oleh firman Allah Swt.: 

Apakah kalian merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di 
langit, bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kalian, 
sehmgga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang? Atau apakah kalian 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 335 

merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit, bahwa Dia 
akan mengirimkan badai yang berbatu? Maka kelak kalian akan 
mengetahm bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku. (Al- 
Mulk: 16-17) 

Di dalam sebuah hadis disebutkan: 

Sesungguhnya benar-benar akan adapada tanat ini (azab berupa) 
hujan batu, gempa bvmi, dan kutukan. 

Hadis ini disebutkan di antara hal-hal yang semisal mengenai pertanda 
dekatnya hari kiamat, persyaratannya, dan munculnya tanda-tandayang 
mengawali hari kiamat: semuanya akan diterangkan pada bagian 
tersendiri, Insya Allah. 
Firman Allah Swt.: 

atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan yang 
bertentangan. (Al-An'am: 65) 

Maksudnya, Dia akan menjadikan kalian berpecah-belah menjadi 
berbagai golongan yang saling bertentangan. 

Al- Walibi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang 
dimaksud ialah mempunyai berbagai macam kecenderungan yang 
berbeda-beda. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid dan lain- 
lainnya yang bukan hanya seorang. 

Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan melalui berbagai jalur 
dari Nabi Saw. disebutkan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda: 

Kelak umat ini akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga 
golongan. Semuanya masuk neraka, kecuali satu golongan. 

Kqmpangsunnqh.org 



336 Juz7-AlAn'am 

Firman Allah Swt.: 

dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang 
lain. (Al-An'am: 65) 

Ibnu Abbas dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan 
bahwa makna yang dimaksud ialah merasakan kepada sebagian kalian 
siksaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh sebagian yang lain dari 
kalian. 

Firman Allah Swt.: 



Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran 
Kamisilih berganti. (Al-An'am: 65) 

Yakni Kami jelaskan dan Kami terangkan tanda-tanda itu sekali, dan 
pada lain waktu Kami tafsirkan. 

tie: (-\^iiifs •Q$&VUja*$v 

agar mereka memahami(nya). (Al-An'am: 65) 

Maksudnya memahami dan mau menggunakan akal pikirannya untuk 
menganalisis ayat-ayat Allah, hujah-hujah-Nya, dan bukti-bukti 
kekuasaan-Nya. 

Zaid ibnu Aslam telah mengatakan sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 



-1* i pLjOV^ 



Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab 
kepada kalian dari atas kalian. "(Al-An'am: 65), hinggaakhirayat. 

Bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



Taftir Ibnu Kasir 337 

Jcmganlah kalian berbalik menjadi kufur sesudahku, sebagian dari 
kalian memukul leher sebagian yang lain dengan pedang(nya). 

Mereka (para sahabat) bertanya, "Padahal kami bersaksi bahwa tidak 
ada Tuhan selain Allah, dan engkau adalah utusan Allah." Nabi Saw. 
menjawab, "Ya, benar." Maka sebagian dari mereka ada yang 
mengatakan "Hal ini tidak akan terjadi selama-lamanya, yaitu sebagian 
dari kami membunuh sebagian yang lain, padahal kami adalah orang- 
orang muslim." Maka tumnlah firman-Nya: 

Perhatikanlah betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran 
Kami silih berganti agar mereka memahamUnya). Dan kautnmu 
mendustakannya (azab), padahal azab itu benar adanya. 
Katakanlah, "Aku ini bukanlah orang yang diserahi tnengurvs 
urusan kalian. " Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul- 
rasul) ada fwaktu) terjadinya dan kelak kalian akan mengetahui. 
(Al-An'am: 65-67) 

Demikianlah menurut apayang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim 
dan Ibnu Jarir. 



Al-An'am, ayat 66-69 

Dan kaummu mendustakannya (Al-Qur' an), padahal Al-Qur 'an itu 
benar adanya Katakanlah, "Aku ini bukanlah orang yang diserahi 

Kqmpangsunnqh.org 



338 Juz7-At-An'am 

mertgurvs wusan kalian. " Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh 
rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan menge- 
tahui. Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan 
ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka 
membicarakanpembicaraan yang lain. Danjika setan menjadikan 
kamu lupa (akan larangan ini), maka jangantah kamu duduk 
bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan 
larangan itu). Dantidakadapertanggungjawabansedikitpunatas 
orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka, tetapi 
(kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa. 

Mengenai firman Allah Swt.: 

Dan kaummu mendustakannya. (Al-An*am: 66) 

Artinya mendustakan Al-Qur'an yang engkau sampaikan kepada 
mereka, mereka pun mendustakan hidayah dan penjelasan. Yang 
dimaksud dengan kaum adalah orang-orang Quraisy. 

padahal Al-Qur'an itu benar adanya. (Al-An'am: 66) 
Yakni tiada yang lebih benar daripada Al-Qur'an. 



■=■"" : J xUiVi=' 



■$&£&&$ 



Katakanlah, "Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus 
jfca/ian." (Al-An'am: 66) 

Maksudnya, aku ini bukanlah orang yang diharuskan memelihara kalian, 
bukan pula orang yang ditugasi menolong kalian. Perihalnya sama 
dengan makna yang terkandung di dalam firman-Mya: 

KqmpangsannQh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 339 

Dan katakanlah, "Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Maka 
barang siapa yang ingin (beriman), hendaklah ia beriman; dan 
barang siapa yang ingin (kafir), biarlah ia kafir. " (Al-Kahfi: 29) 

Dengan kata lain, sesungguhnya tugasku hanyatah menyampaikan, dan 
tugas kalian hanyalah mendengarkan dan patuh (taat). Maka barang 
siapa yang mengikuti aku, niscaya ia berbahagia di dunia dan akhirat. 
Dan barang siapa yang menentang aku, maka sesungguhnya dia celaka 
di dunia dan akhiratnya. Karena itulah dalam firman selanjutnya 
disebutkan: 

Untvk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) 
terjad'mya. (Al-An'am: 67) 

Ibnu Abbas dan lain-tainnya yang bukan hanya seorang mengatakan, 
makna yang dimaksud ialah untuk tiap-tiap berita ada kenyataannya, 
atau untuk tiap-tiap berita ada waktu kejadiannya, sekalipun setang 
beberapa lama kemudian, seperti yang disebutkan di dalam ayat yang 
lain: 



_>=> -(^SfeJJSj 



Dan sesungguhnya kalian akan mengetahui (kebenaran) berita Al- 
Qur 'an setelah beberapa waktu lagi. (Sad: 88) 

ova ■ o^i , ■ VW^flCj^ 

Bagi tiap-tiap masa ada kitab (yang tertentu). (Ar-Ra'd: 38) 

Hal ini mengandung ancaman dan peringatan yang pasti. Karena itu, 
dalam firman selanjutnya disebutkan: 

dan kelak kalian akan mengetahui. (Al-An'am: 67) 
Firman Allah Swt.: 

Kqmpungsannqh.org 



340 Juz7-AkAn'am 

Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat- 
ayat Kami. (Al-An*am: 68) 

Yakni mendustakan dan memperolok-olokkannya. 

maka tinggalkcmlah mereka sehingga mereka membicarakan 
pembicaraan yang lain. (AI-An'am: 68) 

Yakni sehingga pembicaraan mereka beralih kepada hal yang lain yang 
bukan kedustaan mereka. 

Danjika setcm menjadikan kamu lupa. (Al-An*am: 68) 

Makna yang dimaksud ialah tiap-tiap orang dari kalangan umat ini 
dilarang duduk dengan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, 
yaitu mereka yang mengubah ayat-ayat Allah dan menakwilkannya 
bukan dengan takwil yang semestinya. Jika seseorang duduk bersama 
mereka karena lupa: 



makajanganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu 
sesudah teringat. (Al-An'am: 68) 

Maksudnya, sesudah kamu ingat akan larangan ini. Karena itu, di dalam 
sebuah hadis disebutkan: 

Dimaafkan dari umatku (perbuatan) keliru, Ivpa, dan hal yang 
dipaksakan kepada mereka. 

As-Saddi telah meriwayatkan dari Abu Malik dan Sa'id ibnu Jubair 
sehubungan dengan firman-Nya: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir torn Kafeir 341 

Danjika setan menjadikan kamu lupa. (Al-An' am: 68) 
Artinya, apabila kamu lupa, lalu kamu ingat, 

makajanganlah kamu duduk (Al-An 'am: 68) 

Yakni bersama mereka. Hal yang sama telah dikatakan oleh Muqatil 
ibnu Hayyan. Ayat inilah yang diisyaratkan oleh firman Allah Swt. yang 
mengatakan: 

Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kalian di dalam Al- 
Qttf 'an bahwa apabila kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari 
dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), makajanganlah 
kalian duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki 
pembicaraanyang lain. Karena seswgguhnya (kalau kalian berbuat 
demikian), tentulah kalian serupa dengan mereka. (An-Nisa: 140), 
hingga akhir ayat. 

Dengan kata lain, jika kalian tetap duduk bersama mereka dan kalian 
setuju akan pembicaraan tersebut, berarti kalian sama dengan mereka 
dalam perbuatannya. 
Firman Allah Swt.: 

Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikitpun atas orang-orang 
yang bertakwa terhadap dosa mereka (Al-An 'am: 69) 

Yakni apabila kalian menjauhi mereka dan tidak duduk dengan mereka 
dalam hal tersebut, berarti kalian terlepas dari golongan mereka dan 
bebas dari dosa mereka. 

Kqmpangsunnqh.org 



342 Juz7-AI-ArTam 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu 
Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Musa, 
dari Israil, dari As-Saddi, dari Abu Malik, dari Sa'id ibnu Jubair 
sehubungan dengan firman-Nya: 



^wu^wsfiKiSiSi^te 



ell .f\*>HiS .|( 

Dan tidak ada pertanggimgjawahan sedikitpun atas orang-orang 
yang bertakwa terhadap dosa mereka. (Al-An'am: 69) 

Yakni tidak ada dosa perbuatan memperolok-olokkan ayat-ayat Allah 
yang dilakukan mereka, apabila kamu meninggalkan mereka dan 
berpaling dari mereka. Tetapi menurut ulama yang lain, makna ayat 
ialah sekalipun orang-orang yang bertakwa duduk bersama mereka yang 
memperolok-olokkan ayat-ayat Allah, maka orang-orang yang bertakwa 
itu tetap tidak ada pertanggungjawaban sedikit pun terhadap dosa 
mereka. Ulama yang berpendapat demikian menduga bahwa ayat ini 
di-mansukh oleh ayat surat An-Nisa yang Madaniyyah, yaitu: 



ttllj)) 



•Sfe&fc 



Karena sesungguhnya (kalau kalian berbuat demikian), tentulah 
kalian serupa dengan mereka. (An-Nisa: 140) 

Demikianlah menurut Mujahid, As-Saddi, Ibnu Juraij,danlain-lainnya. 
Berdasarkan takwil mereka yang demikian, maka makna firman-Nya: 



C^ll 1 f.K^s'&ZS 



-i3K*S*iki^cS5 



Akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka 
bertakwa (Al-An'am: 69) 

Artinya adalah, tetapi Kami perintahkan kepada kalian agar berpaling 
dari mereka saat itu, sebagai peringatan buat mereka yang melakukan 
hal tersebut, agar mereka menjaga dirinya dari hal tersebut dan tidak 
berani mengulanginya lagi. 



Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Ka&ir 343 

Al-An*am, ayat 70 

Dan tinggalkanlah orcmg-orang yang menjadikan agama mereka 
sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh 
kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur 'an itu 
agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka 
karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindtmg 
dan tidak (pula) pemberi syqfaat selain dari Allah Danjika ia 
menebus dengan segala macam tebusan, niscaya tidak akan 
diterima darinya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan 
ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi 
mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan 
azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. 

Finnan Allah Swt.: 

Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka 
sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh 
kehidupan dunia. (Al-An'am: 70) 

Maksudnya, tinggalkanlah mereka, berpalinglah dari mereka, dan 
tangguhkanlah mereka sebentar, karena sesungguhnya mereka akan 
dikembalikan ke azab yang besar karena perbuatannya. Dalam Firman 
selanjutnya disebutkan: 



Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur 'an itu. (Al~An'am: 70) 

Kqmpungsannqh.org 



344 Juz7-MAiVarn 

Yakni berilah peringatan kepada manusia dengan Al-Qur*an ini, dan 
pertakutilah mereka agar mereka ingat akan pembalasan Allah dan azab- 
Nya yang pedib kelak di had kiamat. 
Firman Allah Swt: 



r ^vi=- "(sjS^^Q^yf 



agar masing-masing diri tidak dijerumuskan he dalam neraka 
karenaperbvatannya sendiri. (Al-An'am: 70) 

Artinya, agar tidak dijerumuskan. Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari 
Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Al- Hasan, dan As-Saddi, bahwa makna 
tubsala ialah diserahkan. Menurut Al-Walibi, dari Ibnu Abbas, makna 
yang dimaksud ialah dipermalukan. Menurut Qatadah ialah ditahan, 
menurut Murrah dan Ibnu Zaid dihukum (disiksa), dan menurut Al- 
Kalbi dibalas. Semua pendapat di atas mempunyai makna yang 
berdekatan, yang pada kesimpulannya ialah orang yang bersangkutan 
akan diserahkan kepada kebinasaan, ditahan dari kebaikan, dan 
disandera, tidak dapat meraih apa yang didambakannya, seperti yang 
disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain: 

Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya, 
kecuali golongan kanan. (Al-Muddassir: 38-39) 

Adapun firman Allah Swt.: 

Tidak akan ada baginya pelindtmg, tidak (pula) pemberi syafaat. 
(Al-An'am: 70) 

Maksudnya, tidak ada kaum kerabat dan tidak ada seorang pun yang 
dapat memberikan syafaat (pertolongan) pada hari pembalasan itu. 
Perihalnya sama dengan makna firman-Nya yang lain, yaitu: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Ka&ir 345 

sebelian datang hart yang pada hari itu tidak ada lagi jual belt, 
tidak ada lagi persahabatan yang akrab, dan tidak ada lagi syqfaat. 
Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (Al- 
Baqarah: 254) 

Maksud firman Allah Swt.: 

Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan tidak akan 
diterima darinya. (Al-An'am: 70) 

Yakni sekalipun dia menyerahkan semua tebusan, niscaya tidak akan 
diterima darinya. Ayat ini semakna dengan firman-Nya: 

Sestmgguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka 
tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari 
seseorang di antara mereka etnas sepenuh bumi. (AH Imran: 91), 
hingga akhir ayat. 

Demikian pula dalam surat ini' 

Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka 
disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) 
minnman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih 
disebabkan kekafiran mereka sendiri. (Al-An'am: 70) 

Al-An'am, ayat 71-73 

Kqmpungsannqh.org 



346 Juz7-AWMi'am 

Katakanlah, "Apakah kita akan menyeru selain Allah, sesuatuyang 
tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita, tidak (pula) 
mendatangkan kemudaratan kepada kita, dan (apakah) kita akan 
dikembalikan ke belakang sesvdah Allah memberi petunjuk kepada 
kita, seperti orangyang telah disesatkan oleh setan dipesawangan 
yang menakutkan; dalam keadaan bingung dia mempimyai kawan- 
kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan 
mengatakan), "Marilah ikuti kami! " Katakanlah, "Sesungguhnya 
petunjuk Allah itulah (yang sebenarny a) petimjvk; dan kita disuruh 
agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam, dan agar 
mendirikan salat serta bertakwa kepada-Nya. " Dan Dialah 
Tuhan Yang kepada-Nyalah kalian akan dihimpunkan. Dan 
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan 
benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan, "Jadilah, " 
lalu terjadilah, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di 
waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang 
tampak. Dan Dialah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. 

As-Saddi mengatakan bahwa orang-orang musyrik berkata kepada 
orang-orangmuslim, "Ikutilah kami, dan tinggalkanlah agama Muhammad 
ltu." Maka Allah menurunkan firman-Nya: 

Katakanlah, "Apakah kita akan menyeru selain Allah, sesuatu yang 
tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita, tidak (pula) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 347 

mendatangkan kemudaratan kepada lata dan (apakah) lata akan 
dikembalikan ke belakang. (Al-An"am: 71) 

Yakni kembali kepada kekafiran. 

sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita. (AI-An'am: 71) 

Yang akibatnya perumpamaan kita sama dengan orang yang disesatkan 
oleh setan di tanah yang mengerikan. Dikatakan bahwa perumpamaan 
kalian — jika kalian kembali kepada kekafiran sesudah kalian beriman — 
sama halnya dengan seorang lelaki yang berangkat bersama suatu kaum 
dalam suatu perjalanan, dan ternyata ia tersesat, lalu setan datang 
menyesatkannya di tempat ia tersesat sehingga ia kebingungan, padahal 
teman-temannya berada di jalan yang sebenarnya. Lalu teman-temannya 
menyerunya agar ia bergabung dengan mereka seraya berkata, 
"Kemarilah, ikutilah kami!" Tempi ia tidak mau bergabung dengan 
mereka. 

Demikianlah perumpamaan orang yang mengikuti orang-orang kafir 
sesudah ia mengetahui keadaan Nabi Muhammad Saw. Sedangkan 
dalam perumpamaan ini orang yang memanggilnya ke jalan yang benar 
adalah Nabi Muhammad Saw., dan Islam diserupakan sebagai jalannya. 
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. 

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



^jBSKiaha* 






yang disesatkan oleh setan dipesawangan yang menakutkan. (Al- 
An'am:71) 

Artinya, disesatkan oleh setan dari jalan yang djtempuhnya, yaknf setan 
membujuknya dari jalan yang ditempuhnya. Pengertian istahwa ini sama 
dengan lafaz tahwi yang terdapat di dalam firman-Nya: 

cendenmg kepada mereka (Ibrahim: 37) 

Kqmpangsunnqh.org 



348 Juz7-AM\n-am 

AH ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungah 
dengan makna firman-Nya: 

Katakanlah, "Apakah kita akan menyeru selain Allah, sesvatuyang 
tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita, tidak (pula) 
mendatangkan kemudaratan kepada lata (Al-An'am: 71), hingga 
akhir ayat. 

Ungkapan ini merupakan tamsil yang dibuat oleh Allah, ditujukan 
kepada tuhan-tuhan (sesembahan-sesembahan) dan orang-orang yang 
menyeru kepadanya, serta orang-orang yang menyeru kepada petunjuk 
Allah Swt. Disamakan dengan seorang lelakj yang sesat jalan dalam 
keadaan kebingungan, tiba-tiba ia mendengar suara yang berseru, "Hai 
Fulan ibnu Anu, kemarilah, ikutilah jalan ini!" Sedangkan dia 
mempunyai teman-teman yang juga menyerunya dengan panggilan, "Hai 
Fulan ibnu Anu, ikutilah jalan kami ini!" 

Jika dia mengikuti penyeru pertama, maka penyeru pertama itu 
akan membawanya kepada kebinasaan; dan jika ia mengikuti penyeru 
yang mengajaknya ke jalan petunjuk, niscaya dia akan memperoleh 
petunjuk. Seruan seperti ini —yang sering terdengar di padang pasir — 
disebut galian (hantu). Hal ini diungkapkan sebagai perumpamaan 
orang yang menyembah tuhan-tuhan tersebut selain Allah. Karena 
sesungguhnya dia menduga bahwa dirinya berada dalam suatu pegangan 
hingga masa kematiannya, maka saat itulah ia akan menghadapi 
penyesalan dan kebinasaannya. 

Finnan Allah Swt.: 



■UiVl: 



•d£Sti3UfeSfc$ 



seperti orang yang disesatkan oleh setan di pesawangan yang 
menakutkan. (Al-An'am: 71) 

Setan-setan tersebut adalah gailan (hantu-hantu) yang memanggil- 
manggil namanya lengkap dengan nama ayah dan kakeknya, sehingga 
ia mengikuti suara itu. Karena itu, ia merasa bahwa dirinya mempunyai 
pegangan. Tetapi pada pagi harinya temyata dia dilemparkan ke dalam 



Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu KaSir 349 

kebinasaan, dan barangkali hantu-hantu itu memakannya atau 
melemparaya di tanah yang jauh, di mana dia akan binasa karena 
kehausan. Hal ini merupakan perumpamaan bagi orang yang 
menyembah tuhan-tuhan selain Allah Swt Demikianlah menurut riwayat 
Ibnu Jarir. 

Ibnu Abu Nujaih telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan 
dengan firman-Nya: 



H&df9k}3H*%Ml 



seperti orang yang telah disesatkan oleh setan dipesawangan yang 
menakutkan, dalam keadaan bingung. (AI-An'am: 71) 

Makna yang dimaksud ialah seorang lelaki dalam keadaan bingung, 
lalu dipanggil-panggil oleh teman-temannya untuk mengjkuti jalan 
mereka Hal ini merupakan perumpamaan bagi orang yang sesat sesudah 
mendapat petunjuk. 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
firman-Nya: 

seperti orang yang telah disesatkan oleh setan dipesawangan yang 
menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan- 
kawan. (Al-An'am: 71) 

Bahwa dia adalah orang yang tidak mau memenuhi seruan yang 
mengajak kepada hidayah Allah, dia orang yang menaati setan dan gemar 
melakukan maksiat di muka bumi dan menyimpang dari perkara yang 
hak serta tersesat jauh darinya. Dia mempunyai kawan-kawan yang 
menyerunya ke jalan hidayah, mereka menduga bahwa apa yang mereka 
perintahkan kepadanya merupakan petunjuk yang telah dikatakan oleh 
Allah Swt. kepada kekasih-kekasih-Nya dari kalangan manusia. 
Allah Swt. berfirman: 

Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenamya). 
(Al-An'am: 71) 

Kqmpangsunnqh.org 



350 JLtt7-AlAn-am 

Sedangkan kesesatan itu adalah yang diserukan jin (setan) kepadanya. 
Demikianlah riwayat Ibnu Jarir. Selanjutnya Ibnu Jarir mengatakan, 
pengertian in! menunjukkan bahwa teman-temannya menyerukan kepada 
kesesatan, dan mereka menduga bahwa apa yang mereka serukan itu 
adalah jalan petunjuk. 

Ibnu Jarir mengatakan, pengertian ini bertentangan dengan makna 
lahiriah ayat, karena sesungguhnya Allah Swt. menceritakan bahwa 
teman-temannya mengajaknya ke jalan petunjuk, maka mustahil bila 
hal ini dikatakan sebagai jalan kesesatan. Allah Swt. dengan tegas 
menceritakan bahwa hal itu adalah jalan petunjuk. 

Pendapat Ibnu Jarir benar, mengingat konteks pembicaraan 
menunjukkan bahwa orang yang disesatkan oleh setan di pesawangan 
yang menakutkan ini berada dalam kebingungan. Lafaz hairana yang - 
ada dalam ayat dinasabkan karena menjadi hal atau kata keterangan 
keadaan. Dengan kata lain, dalam keadaan kebingungan, kesesatan, dan 
ketidaktahuannya akan jalan yang harus ditempuhnya, dia mempunyai 
teman-teman yang berada di jalan yang sedang mereka tempuh. Lalu 
mereka menyerunya untuk bergabung dengan mereka dan berangkat 
bersama-sama mereka meniti jalan yang benar. Akan tetapi, dia menolak 
ajakan mereka dan tidak mau menoleh kepada mereka. Seandainya 
Allah menghendakinya mendapat petunjuk, niscaya Allah memberinya 
petunjuk dan mengembalikannya ke jalan yang benar. Karena itulah 
dalam firman selanjutnya disebutkan: 

Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk. 
(Al-An'am:71) 

Perihalnya sama dengan makna yang ada dalam ayat lain, yaitu: 

Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak 
seorang pun yang dapat menyesatkannya. (Az-Zumar: 37) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafcir fbnu Kasrr 351 

Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petwjvk, maka 
sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang 
disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempvnyai penolong. 
(An-Nahl: 37) 

Arti firman Allah Swt.: 

dan lata disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta 
alam. (Al-An"am: 71) 

ialah ikhlaslah dalam beribadah kepada-Nya, hanya untuk Dia semata, 
tiada sekutu bagi-Nya. 

dan agar mendirikan salat serta bertakwa kepada-Nya. ( Al- An*am : 
72) 

Yakni dan kami diperintahkan untuk mendirikan salat serta bertakwa 
kepada Allah dalam semua keadaan. 

Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya lah kalian akan dihimpunkcm. 
(Al-An'am: 72) 

Maksudnya, pada hari kiamat nanti. 

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bwrii dengan benar. ( Al- 
An'am: 73) 

Yakni dengan adil. Dialah yang menciptakan keduanya, yangmemiliki 
keduanya, dan yang mengatur keduanya serta semua makhluk yang ada 
pada keduanya. 

Firman Allah Swt.: 

Kqmpangsunnqh.org 



352 Juz 7 -Al-An'am 

di waktu Dia mengatakan. "Jadilah, " lalu terjadilah. (Al-An'am: 
73) 

Yaitu hari kiamat yang dikatakan oleh Allah, "Jadilah kamu." Maka 
jadilah hari kiamat atas perintah-Nya dalam sekejap mata atau lebih 
cepat daripada itu. Lsfszyauma dinasabkan karena di'atafkan kepada 
lafaz wattaquhu yang arti lengkapnya ialah takutlah kalian akan hari di 
mana Allah berfirman, "Jadilah kamu hari kiamat," maka jadilah hari 
kiamat. Atau dapat pula dikatakan bahwa ia di'atafkan kepada firman- 
Nya: 

menciptakan langit dan burnt (Al-An'am: 73) 

Artinya, dan Dialah yang menciptakan hari di mana Dia berfirman, 
"Jadilah kamu," maka jadilah ia. Pada permulaan ayat disebutkan 
permulaan penciptaan dan pengembaliannya, hal ini sesuai. Atau dapat 
pula dikatakan ada fi'il (kata kerja) yang tidak disebutkan; bentuk 
lengkapnya, "mgatlah, di hari Dia mengatakan, 'Jadilah,' lalu terjadilah." 
Firman Allah Swt.: 

benarlahperkataan-Nya, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan. 
(Al-An'am: 73) 

Kedudukan i'rab mahalli dari kedua kalimat ini adal ah jar karena 
keduanya berkedudukan sebagai sifat dari Tuhan semesta alam. 
Firman Allah Swt.: 

di waktu sangkakala ditiup. (Al-An'am: 73) 

Dapat ditakwilkan sebagai badal dari lafaz wayauma yaqulu kun 
fayakvnu. Dapat pula diinterpretasikan sebagai ?araj 'dari firman-Nya: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasii 353 

dan di tangan-Nyalah kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. (Al- 
An'am: 73) 

sama halnya dengan makna firman-Nya: 

Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini? Hanya kepunyaan 
Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (Al-Mu-min: 16) 

Kerajaan yang hakpada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang 
Maha Pemurah Dan adalah (hari itu), satu hari yang pemth 
kesukaran bagi orang-orang kafir. (Al-Furqan: 26) 

Banyak pula ayat lainnya yang bermakna serupa. Ulama tafsir berbeda 
pendapat sehubungan dengan makna firman-Nya: 

di waktu sangkakala ditiup. (Al-An'am: 73) 

Sebagian ulama tafsir mengatakan, yang dimaksud dengan sur dalam 
ayat ini ialah bentuk jamak dari surah (bentuk), yakni pada hari ditiupkan 
roh padanya, lalu ia menjadi hidup. Ibnu Jarir mengatakan bahwa 
pendapat ini berpandangan menyamakannya dengan contoh lain, yaitu 
sur yang artinya tembok-tembok yang mengelilingi sebuah kota; ia 
merupakan bentuk jamak dari lafaz surah. 

Tetapi pendapat yang benar ialah yang mengatakan bahwa makna 
sur dalam ayat ini ialah sangkakala yang ditiup oleh Malaikatlsrafil a.s. 

Selanjutnya Ibnu Jarir menegaskan, "Pendapat yang benar menurut 
kami ialah yang berlandaskan kepada sebuah hadis yang banyak 
diriwayatkan dari Rasulullah Saw." Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Sesungguhnya Malaikat Israfil telah mengulum sangkakala dan 
mengernyitkan dahinya siap menunggu perintah untukmeniupnya 

Hadis riwayat Imam Muslim di dalam kitab Sahih-nya. 

Kqmpangsunnqh.org 



354 Juz7-AWVn'am 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Isma'il, 
telah menceritakan kepada kami Sulaiman At-Taimi, dari Aslam Al- 
Ajali, dari Bisyr ibnu Syagaf, dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan 
bahwa ada seorang Arab Badui bertanya kepada Rasulullah Saw., 
"Wahai Rasulullah, apakah sur itu?" Rasulullah Saw. menjawab: 

Sangkakala yang siap untitle ditiup. 

Kami telah meriwayatkan hadis mengenai sur tni dengan panjang lebar 
melalui jalur Al-Hafiz Abul Qasim At Tabrani di dalam kitabnya yang 
berjudul Al-Mutawwalat. Imam Tabrani mengatakan, telah men- 
ceritakan kepada kami Ahmad ibnul Hasan Al-Muqri Al-Abli, telah 
menceritakan kepada kami Abu Asim An-Nabil, telah menceritakan 
kepada kami Isma'il ibnu Rafi', dari Muhammad ibnu Ziyad, dari 
Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi, dari Abu Hurairah r.a. yang 
mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bercerita kepada kami ketika 
beliau berada di tengah-tengah sejumlah sahabatnya. Beliau Saw. 
bersabda: 




j^&&&®&%^&pisv& 



Sesungguhnya Allah itu setelah selesai dari menciptakan langit 
dan bumi, maka Dia menciptakan sur, lalu diberikan-Nya kepada 
Malaikat Israfil. Maka Malaikat Israfil meletakkan sur itu di 
mulutnya, sedangkan matanya ia tujukan ke arah 'Arasy menunggu 
perintah (peniupannya). 

Abu Hurairah berkata, "Wahai Rasulullah, apakah sur itu?" Rasulullah 
Saw. menjawab, "Sangkakala." Abu Hurairah bertanya, "Bagaimanakah 
bentuknya?" Nabi Saw. bersabda bahwa sangkakala itu besar sekali 
bentuknya. Rasulullah Saw. bersabda, "Demi Tuhan yang telah 
mengutusku dengan benar, sesungguhnya besar lingkaran moncong 
sangkakala itu sama besarnya dengan luas langit dan bumi. Malaikat 
Israfil akan meniup sebanyak riga kali. Tiupan pertama mengakibatkan 
huru-hara yang dahsyat, tiupan kedua menyebabkan semua makhluk 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasii .355 

binasa, dan tiupan yang ketiga adalah tiupan dihidupkan-Nya kembali 
makhluk untuk menghadap kepada Tuhan semesta alam." 

Allah Swt. memerintahkan Malaikat Israfil untuk melakukan tiupan 
pertama. Untuk itu Allah berfirman, "Tiuplah!" Maka ditiuplah tiupan 
yang menimbulkan huru-hara yang dahsyat, semua penduduk langit dan 
bumi mengalami huru-hara yang dahsyat, kecuali orang-orang yang 
diselamatkan oleh kehendak Allah. Allah Swt. memerintahkan untuk 
meniup sangkakala, maka Malaikat Israfil melakukan tiupan yang 
panjang, lama, dan tidak pernah berhenti. Hal inilah yang diungkapkan 
oleh Allah Swt. dalam firman-Nya: 

Tidaklah yang mereka ttmggu melainkan hanya satu teriakan saja 
yang tidak ada baginya saat berselang. (Sad: 1 5) 

Maka pada hari itu semua gunung yang ada di muka bumi hancur lebur 
bagaikan debu yang beterbangan, lalu menjadi seperti fatamorgana; bumi 
pun bergempa dengan sangat hebatnya, mengguncangkan seluruh 
penghuninya dengan guncangan yang hebat. Nasib mereka seperti perahu 
yang diombang-ambingkan oleh ombak besar, atau seperti lampu 
gantung yang ditiup oleh angin besar sehingga bergoyang ke sanakemari. 
Hal inilah yang diungkapkan oleh Allah Swt. melalui firman-Nya: 

Pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, tiupan 
pertama itu diiringi oleh tiupan kedua, hati manusiapada waktu 
itu sangat takut. (An-Nazi'at: 6-8) 

Maka semua manusia bergelimpangan di muka bumi, semua wanita 
yang mengandung melahirkan anak-anaknya, semua anak menjadi 
bemban (karena susahnya hari itu), dan semua setan lari menghindari 
huru-hara yang dahsyat itu ke tempat-tempat yang sangat jauh, tetapi 
para malaikat mengejarnya dan memukul wajahnya sehingga kembali 
ke tempat asal. Semua manusia hiruk-pikuk melarikan diri, tetapi tiada 
yang dapat melindungi mereka dari azab Allah pada hari itu; sebagian 

Kqmpangsunnqh.org 



356 Juz7-AkAn"am 

dari mereka memanggil-manggil (meminta tolong) sebagian yang lain, 
hal inilah yang disebutkan oleh Allah dalam fiiman-Nya: 

siksaan hari panggil-memanggil. (Al-Mu-min: 32) 

Ketika mereka dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba bumi retak dari satu 
kawasan ke kawasan yang lain. Maka mereka menyaksikan suatu 
peristiwa yang sangat besar lagi mengerikan yang tidak pernah mereka 
lihat sebelumnya. Karena hal itu, mereka tertimpa rasa takut yang sangat 
mengerikan; hanya Allah sajalah yang mengetahui ketakutan dan 
kengerian mereka. 

Kemudian mereka memandang ke langit, tiba-tiba langit tampak 
seperti perakyangleburmendidih, lalu terbelah dan semua bintangnya 
bertaburan (bertabrakan), dan matahari serta bulannya pudar. Rasulullah 
Saw. bersabda: 



&>b*^S&fi&ytt 



Orang-orangyang matt tidak mengetahui sesuatupun dari peristiwa 
tersebut. 

Abu Hurairah r.a. mengajukan pertanyaan, "Wahai Rasulullah, siapakah 
yang dikecualikan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya: 

Maka terkejutlah segala yang di langit dan segaia yang di bumi, 
kecuali siapa yang dikehendaki A Hah ' ( An-Naml : 87) . " 

Nabi Saw. bersabda, "Mereka adalah para syuhada." Dan sesungguhnya 
keguncangan itu hanyalah dialami oleh orang-orang yang masih hidup di 
masa itu.Para syuhada adalah orang-orang yang tetap hidup di sisi Tuhan 
mereka seraya diberi rezeki, maka Allah memelihara mereka dari 
guncangan yang terjadi pada hari itu dan menyelamatkan mereka 
darinya. Karena sesungguhnya azab tersebut dikirimkan oleh Allah untuk 
makhluk-Nya yang jahat-jahat. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kafejr 357 

Hari itulah yang diungkapkan oleh Allah Swt. dalam firman-Nya: 

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian, sesungguhnya 
keguncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat 
besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kalian melihat 
keguncangan itu, lalailah semua wanitayang menynsui anaknya 
dari anak yang disusukannya, dan gugurlah kandungan segala 
wanitayang hamil; dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk 
padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu 
sangat kerasnya. (AI-Haj: 1-2) 

Mereka mengalami azab itu menurut apa yang dikehendaki oleh Allah, 
hanya saja azab itu masanya cukup lama. 

Kemudian Allah memerintahkan Malaikat Israfil untuk melakukan 
tiupan yang membinasakan, lalu Israfil melakukan tiupan yang 
membinasakan, maka binasalah semua penduduk langit dan bumi kecuali 
siapa yang dikehendaki oleh Allah. Maka dengan serta merta mereka 
semuanya mati, lalu malaikat maut datang menghadap kepada Tuhan 
Yang Mahaperkasa, dan berkata, "Wahai Tuhanku, telah mati semua 
penduduk langit dan bumi kecuali siapa yang Engkau kehendaki." 

Allah Swt. — Yang Maha Mengetahui siapa yang masih hidup — 
berfirman, "Siapakah yang masih hidup?" Malaikat maut menjawab, 
"Yang masih hidup adalah Engkau Yang Mahakekal dan tidak akan 
mati, para malaikat penyangga L Arasy, Jibril, Mikail, dan saya." Maka 
Allah berfirman, "Hendaklah Jibril dan Mikail mati." Lalu Allah 
menyuruh 'Arasy berbicara, maka 'Arasy bertanya, "Wahai Tuhanku, 
apakah Jibril dan Mikail harus dimatikan?" Allah Swt. berfirman, 
"Diamlah kamu. karena sesunguhnya Aku telah menetapkan mati atas 
semua makhluk yang ada di bawah 'Arasy-Ku." Lalu Malaikat Jibril 
dan Malaikat Mikail mati. 

Kemudian malaikat maut datang menghadap Tuhan Yang 
Mahaperkasa, lalu berkata, "Wahai Tuhanku, Jibril dan Mikail telah 

Kqmpangsunnqh.org 



358 Juz7-At-AiVam 

mati." Allah berfirman, Dia lebih mengetahui siapa yang masih hidup 
saat itu, "Siapakah yang masih hidup?" Malaikat maut menjawab, "Yang 
masih ada ialah Engkau Yang Hidup Kekal yang tidak akan mati, 
malaikat-malaikat penyangga ' Arasy, dan saya sendiri." Allah berfirman, 
"Hendaklah semua malaikat penyangga 'Arasy mati." Maka semuanya 
mati. Lalu Allah memerintahkan 'Arasy untuk mengambil sangkakala 
dari Malaikat Israfil. 

Malaikat maut datang menghadap, lalu berkata, "Wahai Tuhanku, 
semua malaikat penyangga ' Arasy-Mu telah mati." Allah Swl. berfirman, 
Dia Maha Mengetahui siapa yang masih hidup, "Siapakah yang masih 
hidup?" Malaikat maut menjawab, "Yang masih ada adalah Engkau 
yang Hidup Kekal dan tidak akan mati, dan saya sendiri." Allah Swt. 
berfirman, "Engkau adalah salah satu dari makhluk-Ku, Aku ciptakan 
kamu menurut apa yang Aku maui, maka matilah kamu." Lalu malaikat 
maut itu mati. Tiada yang kekal kecuali hanya Allah Yang Maha Esa 
lagi Mahaperkasa, Dialah Allah Yang Maha Esa, bergantung kepada- 
Nya segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, Dia adalah 
Yang Mahaakhir sebagaimana Dia adalah Yang Mahaawal. 

Allah menggulung Ian git dan bumi seperti menggulung lembaran- 
lembaran kertas, lalu membulatkan keduanya seperti telur dan 
menelannya sebanyak tiga kali. Setelah itu Allah berfirman, '"Akulah 
Yang Mahaperkasa, Akulah Yang Mahaperkasa," sebanyak tiga kali. 
Lalu Allah berseru dengan suara yang lantang: 

Kepttnyaan siapakah kerajaan pada hari mi? (Al-Mu-min: 16) 

Seruan itu diucapkan sebanyak tiga kali, tetapi tiada seorang pun yang 
menjawab. Kemudian Allah Swt. berfirman kepada diri-Nya: 

Hanya Kepttnyaan A llah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. 
(Al-Mu-min: 16) 

Allah Swt. berfirman pula: 

KQmpangMinnqh.org 



Tafsirlbnu Kasir 359 

Pada hart (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan 
(demikian pula) langk. (Ibrahim: 48) 

Maka Allah menghamparkan ksduanya dan menjadikannya rata, lalu 
digelarkan sebagaimana kulit di pasar 'Ukaz digelarkan. 



*_fc 



J39£»t«kd$ 



tidak ada sedikitpun kamu lihat padartya tempaiyang rendah dan 
yangtinggi. (Taha: 107) 

Kemudian Allah menghardik semua makhluk dengan sekali hardikan 
(teriakan). Maka dengan serta merta mereka berada di bumi yang telah 
diganti tersebut sebagaimana keadaan mereka semula pada bumi yang 
pertama. Orang yang berada di dalam perutnya tetap berada di dalam 
pevutnya, dan orang yang berada di permukaannya tetap berada di 
permukaannya. 

Selanjutnya Allah menurunkan kepada mereka air dari bawah 
'Arasy, dan Allah memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka 
turunlah hujan selama empat puluh hari. sehingga air mencapai 
ketinggian dua belas hasta di atas mereka. Kemudian Allah memerintah- 
kan semua jasad untuk tumbuh, maka tumbuhlah semua jasad bagaikan 
kecambah - — atau seperti tumbuhnya sayur-mayur — hingga jasad 
mereka kembali seperti sediakala dalam keadaan sempurna. 

Allah Swt. berfirman, "Hiduplah malaikat-malaikat penyangga 
'Arasy!" Maka semua malaikat penyangga 'Arasy hidup kembali. 
Allah memerintahkan Malaikat Israfil, lalu Malaikat Israfil mengambil 
sangkakala dan meletakkannya di mulutnya. 

Allah berfirman, "Hiduplah Jibril dan Mikail!" Maka keduanya 
hidup kembali. Kemudian Allah memanggil semua roh, maka semuanya 
dihadapkan kepada-Nya; roh-roh orang-orang muslim memancarkan 
cahaya yang berkilauan, sedangkan arwah orang-orang kafir gelap gulita. 
Lalu Allah menggenggam semua arwah dan memasukkannya ke dalam 
sangkakala. 

Kemudian Allah Swt. memerintahkan Malaikat Israfil untuk 
melakukan tiupan kebangkitan, maka Malaikat Israfil melakukan tiupan 
untuk menghidupkan mereka kembali. Lalu keluarlah semua roh 

Kqmpangsunnqh.org 



360 Juz7-AI-An'am 

bagaikan lebah yang banyaknya memenuhi kawasan antara bumi dan 
langit. Allah Swt. berfirman, "Demi keperkasaan dan keagungan-Ku, 
hendaknya setiap roh benar-benar kembali kepada jasadnya masing- 
masing." Maka semua roh masuk ke dalam bumi ke jasadnya masing- 
masing dan memasukinya melalui lubang hidungnya, lain menjalar ke 
seluruh tubuh seperti menjalarnya racun pada tubuh orang yang 
disengatnya. Kemudian bumi terbelah membuka, dan aku (Nabi Saw.) 
adalah orang yang mula-mula dibelahkan bumi. Kemudian kalian cepat- 
cepat keluar. bersegera menghadap Tuhan. 

mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kajir 
berkata, "Ini adalah hariyang berat. " (Al-Qamar: 8) 

Pada saat itu kalian dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang bulat, 
dan tidak dikhitan. Lalu kalian semua berdiri di suatu tempat yang 
lamanya adalah tujuh puluh tahun perjalanan. Saat itu kalian tidak 
diperhatikan, dan tidak dilakukan peradilan di antara kalian (yakni kalian 
didiamkan oleh Allah Swt.)- Maka kalian semua menangis hingga air 
mata kalian kering, yang keluar adalah darah kalian. Kalian berkeringat 
dengan derasnya hingga kalian tenggelam di dalam lautan keringat, atau 
ketinggian keringat mencapai batas janggut kalian. 

Kalian mengatakan, "Siapakah yang memohonkan syafaat kepada 
Tuhan buat kami semua, hingga Dia mau memutuskan perkara di antara 
kami?" 

Lalu kalian berkata. "Tiadalah orang yang berhak mengajukan hal 
tersebut selain dari bapak kalian semua, yaitu Adam. Allah menciptakan 
dia dengan tangan (kekuasaan)-Nya secara langsung, Dia meniupkan 
sebagian dari roh-Nya ke dalam tubuhnya, dan Dia telah mengajaknya 
berbicara secara langsung." 

Maka mereka mendatangi Adam dan meminta hal tersebut (syafaat) 
kepadanya, tetapi Adam menolak dan mengatakan, "Aku bukanlah 
orang yang layak untuk mengajukan hal tersebut." Kemudian mereka 
mendatangi para nabi satu persatu, tetapi setiap mereka datangi seorang 
nabi, dia menolak permintaan mereka. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafcir Ibnu Kastr 36 1 

Rasulullah Saw. melanjutkan kisahnya, "Pada akhirnya mereka 
datang kepadaku, lalu aku berangkat menuju Al-Fahs, dan aku langsung 
menyungkur bersujud." 

Abu Hurairali bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud 
dengan Al-Fahs?" Rasulullah Saw. bersabda, "Halaman depan 'Arasy. 
Kemudian Allah mengutus malaikat kepadaku, dan malaikat itu 
memegang lenganku dan mengangkatku. Maka Allah berfirman 
kepadaku, L Hai Muhammad! ' Dan aku menjawab, ' Ya, wahai Tuhanku.' 
Allah Swt. berfirman, 'Mengapa kamu ini?' Padahal Dia Maha 
Mengetahui. Aku berkata, 'Wahai Tuhanku, Engkau telah menjanjikan 
syafaat kepadaku, maka berilah aku izin untuk memberi syafaat kepada 
makhluk-Mu, puruskanlah peradilan di antara mereka.' 

Allah Swt. berfirman, 'Aku terima syafaatmu, sekarang Aku datang 
kepada kalian untuk memutuskan peradilan di antara kalian'." 

Rasulullah Saw. melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu beliau 
kembali dan berdiri (bergabung) dengan manusia. Ketika kami sedang 
berdiri. tiba-tiba kami mendengar suara yang sangat keras dari langit 
yang membuat kami semua takut. Ternyata suara itu muncul dari 
malaikat penghuni langit pertama yang turun ke bumi dalam jumlah 
duakali lipat dari jumlah manusia dan jin yang ada di bumi. 

Ketika mereka telah berada di dekat bumi, bumi menjadi terang 
benderang oleh cahaya mereka, lalu mereka mengambil saf (barisan)nya. 
Maka kami bertanya, "Apakah Tuhan kita ada bersama kalian?" Mereka 
menjawab, "Tidak, tetapi Dia akan datang." 

Kemudian turunlah penduduk langit yang kedua dalam jumlah dua 
kali lipat dari jumlah rombongan malaikat yang pertama dan dua kali 
lipat dari jumlah makhluk manusia dan jin yang ada di bumi. Ketika 
mereka telah dekat dengan bumi, maka bumi menjadi terang benderang 
karena cahaya mereka, lalu mereka mengambil safhya. Kami bertanya 
kepada mereka, "Apakah Tuhan kita ada bersama kalian?" Mereka 
menjawab, "Tidak, tetapi Dia akan datang." 

Selanjutnya para malaikat penghuni langit berikutnya turun pula 
dalam jumlah dua kali lipat dari jumlah yang telah ada, lalu turunlah 
Tuhan Yang Mahaperkasa dalam naungan awan dan malaikat. Saat itu 
yang memikul 'Arasy-Nya adalah delapan malaikat, sekarang empat 
malaikat, telapak kaki mereka berada di bagian bumi yang paling bawah. 

Kqmpangsunnqh.org 



362 



Juz 7— Al-An'am 



Bumi dan langit hanya sampai sebatas pinggang mereka, sedangkan 
'Arasy mereka pikul di atas pundak mereka; dari mereka keluar suara 
gemuruh karena bacaan tasbih mereka, yaitu: 

Mahasuci Tuhan yang memiliki 'Arasy dan keperkasaan. Mahasuci 
Tuhan yang mempunyai kerqjaan dan alam malakut. Mahasuci 
Tuhan Yang Hidup Kekal dan tidak akan mati. Mahasuci Tuhan 
Yang mematikan semua makhluk, sedangkan Dia tidak mati. 
Mahasuci dengan sesuci-sucinya, Mahasuci Tuhan kami Yang 
Mahatinggi, Tuhan semua malaikat dan roh. Mahasuci Tuhan kami 
Yang Mahatinggi, yang mematikan semua makhluk, sedangkan Dia 
tidak mati. 

Maka Allah meletakkan kursi-Nya di salah satu bagian dari bumi yang 
dikehendaki-Nya, lalu berseru dengan suara-Nya seraya berfirman, "Hai 
semua makhluk jin dan manusia, sesungguhnya Aku telah mendengarkan 
kalian sejak Aku menciptakan kalian sampai hari ini. Aku mendengar 
semua ucapan kalian dan melihat semua atrial perbuatan kalian. Maka 
sekarang dengarkanlah Aku, sesungguhnya apa yang Aku utarakan 
hanyalah amal perbuatan kalian dan catatan-catatan amal perbuatan 
kalian sendiri yang akan dibacakan kepada kalian. Barang siapa yang 
menjumpai kebaikan padanya, hendaklah ia memuji kepada Allah. Dan 
barang siapa yang menjumpai selain itu, maka janganlah ia mencela 
kecuali kepada dirinya sendiri." 

Selanjutnya Allah memerintah kepada neraka Jahannam, maka 
keluarlah darinya sesuatu seperti leher yang kelihatan hitam legam 
(gelap) oleh semuanya. Kemudian Allah Swt. membacakan firman-Nya: 

KQmpangsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 363 

Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian, hai Bani Adam, 
supqya kalian tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu 
adalah musuh yang nyata bagi kalian, " dan hendaklah kalian 
menyembah-Kit. Inilahjalan yang lurus. Sesungguhnya setan itu 
telah menyesatkan sebagian besar di antara kalian. Maka apakah 
kalian tidak memikirkan? Inilah Jahannam yang dahulu kalian 
diancam (dengannya). (Yasin: 60-63) 

Atau dikatakan, "Yang dahulu kalian dustakan," ragu dari pihak Abu 
Asim. 

-■■^= -$$$&)&&& 

Dan (dikatakan kepada mereka), "Berpisahlah kalian (dari orang- 
orang mukmin) podia hari ini, hai orang-orangyangjahat. " (Yasin: 
59) 

Maka Allah memisah-m'isahkan manusia (antara ahli surga dan ahli 
neraka), dan saat itu semua umat manusia berlutut. Allah Swt. berfirman: 

Dan (paaa hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap 
umat dipanggil untuk (melihat) buku Catalan amalnya. Pada hari 
itu kalian diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan, 
(Al-Jasiyah: 28) 

Lalu Allah Swt. memutuskan peradilan di antara makhluk-Nya. kecuali 
jin dan manusia. Allah memutuskan peradilan di antara semua hewan 
liar dan binatang temak, hingga Dia memutuskan untuk kemenangan 
hewan yang tidak bertanduk terhadap hewan bertanduk (yang dahulu 
pernah menanduknya). Apabila Allah Swt. telah selesai dari hai tersebut 
dan tidak ada lagi utang bagi seekor hewan atas hewan lainnya, maka 

Kqmpangsunnqh.org 



364 JuzT-AlArVam 

Allah berfirman kepada setnua binatang, "Jadilah kalian tanah!" Maka 
pada saat itu orang kafir mengatakan, seperti yang disitir oleh firman- 

Nya: 

Alangkah baiknya sekiranya aku dahitlu adalah tanah. (An-Naba: 
40) 

Kemudian barulah Allah memutuskan peradilan di antara semua hamba. 
Peradilan yang mula-mula dilakukan-Nya ialah masalah yang berkaitan 
dengan darah. Setiap orang yang terbunuh di jalan Allah datang, lalu 
Allah memerintahkan kepada setiap orang yang membunuh untuk 
membawa kepala orang yang dibunuhnya, sedangkan urat leher si 
terbunuh penuh berlumuran darah. Lalu ia berkata, "Wahai Tuhanku, 
karena apakah orang ini membunuhku?" Allah Swt. — Yang Maha 
Mengetahui — bertanya, "Karena apakah kamu membunuh mereka?" 
Maka si pembunuh menjawab, "Saya membunuh mereka agar 
keagungan hanyalah bagi-Mu (yakni membela agama Allah)." Allah 
Swt. berfirman, "Kamu benar." Maka Allah menjadikan wajahnya 
bercahaya seperti sinar matahari, selanjutnya para malaikat menuntunnya 
masuk ke dalam surga. 

Setelah itu datanglah setiap orang yang membunuh bukan karena 
niat tersebut seraya membawa kepada orang yang dibunuhnya dalam 
keadaan berlumuran darah dari urat lehernya. Lalu ia berkata, "Wahai 
Tuhanku, mengapa orang ini membunuhku?" Allah Swt.,Yang Maha 
Mengetahui, bertanya, "Mengapa kamu membunuh mereka?" Ia 
menjawab, "Saya membunuh mereka agar keagungan hanyalah bagi 
saya, wahai Tuhanku." Maka Allah berfirman, "Celakalah kamu!" 

Kemudian tiada seorang pun yang pernah membunuh orang lain 
melainkan ia balas dibunuh karenanya, dan tidak ada suatu perbuatan 
zalim yang dilakukan seseorang melainkan ia mendapat hukumannya. 
Hal ini sepenuhnya berada di dalam kehendak Allah. Dengan kata Iain, 
jika Dia hendak mengazabnya, niscaya Dia mengazabnya; dan jika Dia 
hendak merahmatinya, niscaya Dia merahmatinya. 

Selanjutnya Allah Swt. memutuskan peradilan di antara makhluk- 
Nya yang perkara mereka masih belum diputuskan, hingga tiada suatu 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 365 

perbuatan aniaya pun yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang 
lain melainkan Allah membalaskannya bagi si teraniaya terhadap si 
penganiaya. Pada saat itu seorang penjual susu yang mencampuri 
susunya dengan air (ketika di dunia) benar-benar disuruh memurnikan 
susunya dari air. 

Apabila Allah Swt.' telah selesai dari hal tersebut, maka terdengarlah 
suara seruan yang terdengar oleh semua makhluk, "Ingatlah, hendaklah 
masing-masing kaum bergabung dengan tuhan-tuhan mereka dan segala 
sesuatu yang mereka sembah selain Allah!" Saat itu tidak ada seorang 
pun yang menyembah selain Allah kecuali ditampakkan baginya tuhan 
yang disembahnya Hu di hadapannya. Pada hari itu ada malaikat yang 
diserupakan bentuknya seperti Uzair, ada pulayang diserupakan dengan 
Isa putra Maryam. Maka orang-orang Yahudi mengikuti Uzair, dan 
orang-orangNasrani mengikuti lsa. Kemudian tuhan-tuhan sesembahan 
mereka menggiring mereka ke dalam neraka, dan Allah Swt. berfirman : 

Andaikata berhala-berkala itu Tuhan, tentidah mereka tidak masuk 
neraka. Dan semuanya akan kekal di dalamnya. (Al-Anbiya: 99) 

Apabila tidak ada yang tersisa kecuali hanya orang-orang mukmin yang 
di dalamnya terdapat orang-orang munafik, maka Allah mendatangi 
mereka dalam bentuk menurut apa yang dikehendaki-Nya, lalu Dia 
berfirman, "Hai manusia, semua orang telah pergi, maka sekarang 
bergabunglah dengan tuhan-tuhan kalian dan apa yang kalian sembah." 
Mereka berkata, "Demi Allah, kami tidak mempunyai Tuhan selain 
Allah, dan kami sama sekali tidak pernah menyembah selain-Nya." 

Maka Allah pergi meninggalkan mereka, dan Dialah yang 
mendatangi mereka. Kemudian Allah tinggal selama yang dikehendaki- 
Nya untuk tinggal, setelah itu Dia datang lagi kepada mereka dan 
berfirman, "Hai manusia, semua orang telah pergi, maka bergabunglah 
kalian dengan tuhan-tuhan kalian dan apa yang kalian sembah!" Mereka 
menjawab, "Demi Allah, kami tidak mempunyai Tuhan selain Allah, dan 
kami sama sekali tidak pernah menyembah selain-Nya." 

Maka Allah menampakkan sebagian dari betis-Nya dan sebagian 
dari kebesaran-Nya sehingga mereka mengetahui bahwa Dia adalah 

Kqmpangsunnqh.org 



366 Juz7-AkAn'am 

Tuhan mereka. Lalu mereka menyungkur di atas muka mereka seraya 
bersujud, sedangkan semua orang munafik menyungkur di atas 
tengkuknya (terbalik), dan Allah menjadikan tulang iga mereka mencuat 
seperti tanduk sapi (menjangan). Kemudian Allah mengizinkan mereka 
untuk mengangkat mukanya. 

Allah memasang sirat di antara kedua tepi neraka Jahannam, 
tajamnya seperti pisau cukur atau pedang yang tajam. Sirat (jembatan) 
itu mempunyai banyak pengait, belalai, dan duri-duri seperti duri pohon 
sa'dan, dan di bagian bawahnya terdapat jembatan yang licin sekali. 
Maka mereka melaluinya, ada yang cepat seperti kedipan mata, ada 
yang secepat kilat, ada yang seperti cepatnya angin, seperti cepatnya 
kuda balap, seperti cepatnya unta yang baik, atau seperti orang yang 
berjalan cepat. Di antara mereka ada yang selamat sampai ke tepi yang 
Iain, ada yang selamat tetapi dalam keadaan terluka, ada pula yang 
terperosok di bawah mukanya, masuk ke dalam neraka Jahannam. 

Manakala ahli surga telah sampai di depart pintu surga, maka semua 
ahli surga berkata, "Siapakah orang yang mau memohon syafaat kepada 
Tuhan kita buat kita semua hingga kita dapat masuk surga?" 

Mereka menjawab, "Siapa lagi yang lebih berhak untuk itu selain 
dari kakek moyang kalian sendiri, yaitu Adam a.s. Allah telah 
menciptakannya dengan tangan (kekuasaan)-Nya sendiri, dan 
meniupkan sebagian dari roh (ciptaan)-Nya ke dalam tubuhnya serta 
berbicara dengannya secara berhadapan." 

Kemudian mereka mendatangi Adam dan meminta hal tersebut 
kepadanya, tetapi Adam ingat akan suatu dosa, lalu ia berkata, "Saya 
bukanlah orang yang berhak melakukan hal itu. Tetapi kalian harus 
meminta kepada Nuh, karena sesungguhnya dia adalah rasul Allah yang 
pertama." 

MakaNabi Nuh didatangi dan diminta agar melakukan hal tersebut, 
tetapi ia ingat akan suatu dosa, lalu ia berkata, "Saya bukanlah orang 
yang berhak untuk melakukan hal tersebut. Pergilah kalian kepada 
Ibrahim, karena sesungguhnya Allah telah menjadikannya sebagai 
seorang kekasih." 

Maka Nabi Ibrahim didatangi dan diminta untuk melakukan hal 
itu. Tetapi ia mengingat akan suatu dosa, maka berkatalah ia, "Aku 
bukanlah orang yang pantas melakukan hal tersebut. Pergilah kalian 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu KaSir 367 

kepada Musa, karena sesungguhnya Allah telah mendekatkannya dalam 
munajatnya dan berbicara langsung kepadanya serta menurunkan kitab 
Taurat kepadanya." 

Nabi Musa didatangi dan diminta untuk melakukan hal tersebut. la 
ingat akan suatu dosa, lalu berkata, "Saya bukanlah orang yang pantas 
melakukan hal tersebut. Pergilah kalian kepada roh ciptaan Allah dan 
kalimah (perintahyNya, yaitu Isa putra Maryam." Maka Isa didatangi 
dan diminta untuk melakukan hal itu, tetapi Isa berkata, "Saya bukanlah 
orang yang kalian cari. Datanglah kalian kepada Muhammad." 

Rasulullah Saw. bersabda: 



Zfl/u mereka datang kepadaku, sedangkan aku mempunyai tiga kali 
syqfaat di sisi Tuhanku yang telah Dia janjikan kepadaku. Aku 
berangkat dan mendatangi surga, lalu aku memegang pegangan 
pintunya dan meminta izin untuk dibuka. Maka pintu surga 
dibukakan untukku, dan aku disambut dengan penghormatan serta 
ucapan selamat datang. Setelah aku berada di dalam surga, aku 
melihat Tuhanku, lalu aku menyungkur bersujud, dan Allah 
mengizinkan kepadaku untuk mengucapkan sesuatu daripujian dan 
pengagungan yang belumpernah Dia izinkan kepada seorangpun 

Kqmpungsannqh.org 



368 Juz7-AkAn^m 

dari makhluk-Nya. Kemudian Allah berftrman, "Hai Muhammad, 
angkatlah kepalamu, mintalah syqfaat, niscaya engkau diberi izin 
untvk memberi syafaat: dan mintalah. niscaya engkau diberi apa 
yang engkau minta. " Ketika aku mengangkat kepalaku, Allah Yang 
Maha Mengetahui bertanya, "Apa yang kamu inginkan? " Aku 
berkata, "Wahai Tuhanku. Engkau telah menjanjikan kepadaku 
syqfaat, maka berilah aku izin memberi syafaat kepada ahli surga 
agar merekadapatmasuk surga" Allah berftrman, "Sesungguhnya 
Aku telah memberikan syqfaat kepadamu, dan Aku telah 
mengizinkan bagi mereka untuk boleh masuk surga " 

Rasulullah Saw. acapkali bersabda: 

&#* 4^J^c^Z5j>^> & p^i fa 

Kqmpungsannqh.org 



Tafcir Ibnu Kasir 



369 



De/mi Tukan yangjiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan- 
Nya, tiadalah kalian di dwiia lebih mengenal istri-istri dan tempat- 
tempat tinggal kalian daripada penduduk surga mengenal istri- 
istri mereka dan tempat-tempat tinggalnya. Setiap orang lelaki dari 
kalangan penduduk surga menggauli tujuhpuluh dua orang istri; 
tujuh puluh orang istri dari kalangan bidadari yang diciptakan 
oleh Allah Swt. (buatnya), sedangkan yang dua orang istri dari 
kalangan Bani Adam yang jauh lebih utama daripada bidadariyang 
diciptakan oleh Allah berkat keutamaan ibadah mereka di dunia. 
Lalu ia menggauli salah seorang istrinya (yang dari kalangan Bani 
Adam) di dalam sebuah kamar yang terbuat dari batu yaqut di 
atas sebuah ranjang dari emasyang dihiasi dengan intan. Pada 
ranjang (pelaminan) itu terdapat tujuh puluh pasang kain sutera 
tipis dan sutera tebal. Kemudian si lelaki itu meletakkan tangannya 
di antara kedua tulang belikat istrinya, lalu ia dapat melihat 
tangannya dari bagian dada istrinya, yaitu dari balikpakaian, kulit, 
dan dagingnya. Dan sesungguhnya si lelaki itu benar-benar dapat 
melihat sumsum betisnya sebagaimana seseorang di antara kalian 
melihat sebuah kabelyang ada di dalam lubang batu yaqut. Hati si 
istri merupakan cermin bagi suaminya, dan hati sisuami merupakan 
cermin bagi istrinya. Ketika si lelaki sedang bersama istrinya itu, 
maka si lelaki tidakpernah merasa boson terhadap istrinya, dan 
istrinya tidakpernah merasa boson terhadap suaminya. Tidak 
sekali-kali si suami menggauli istrinya melainkan ia selalu 
menjumpainya dalam keadaan masih tetap perawan; zakarnya tidak 
pernah lemas, danfarji istrinya tidakpernah merasa sakit. Ketika 
ia dalam keadaan demikian, tiba-tiba ada suarayang menyerukan, 
"Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa engkau tidak pernah 
merasa boson, dan dia tidak pernah merasa boson pula, hanya 
saja tidak ada air mani, tidak ada pula air mani wanita. Perlu 
diketahui bahwa kamu mempunyai banyak istri selainnya. " Lalu si 
lelaki keluar dan mendatangi (menggauli) mereka seorang demi 

Kqmpungsannqh.org 



370 Juz7-AlnAn^m 

seorang. Setiap kali ia menggauli seorang bidadari, maka bidadari 
mengatakan kepadanya, "Demi Allah, saya tidakpernah melihat 
sesuatu yang lebih tampan daripada kamu, dan tidak ada 
seorang pun di dalam surga iniyang lebih aku cintai daripada kamu. " 

Apabila ahli neraka dimasukkan ke dalam neraka, maka yang 
dimasukkan ke dalam neraka adalan sebagian dari makhluk Tuhanmu 
yang dibinasakan oleh amal perbuatan mereka sendiri. Di antara mereka 
ada orang yang dimakan oleh api neraka sebatas kedua telapak kakinya, 
tidak lebih dari itu. 

Di antara mereka ada orang yang dimakan oleh api neraka hanya 
sampai batas kedua betisnya, ada yang dilahap api neraka sampai batas 
kedua lutut kakinya, ada yang dimakan oleh api neraka sampai batas 
pinggangnya, ada pula yang terbakar api neraka seluruh tubuhnya kecuali 
wajahnya, karena Allah mengharamkan gambaran-Nya atas neraka. 

Rasulullab Saw. bersabda: 

Maka aku memohon, "WahaiTuhanku, izinkanlah aku member ikan 
syafaat kepada orang yang telah masuk neraka dari kalangan 
umatku. " Allah berfirman, "Keluarkanlah (dari neraka) semua 
orang yang telah kamu kenal. " 

Kemudian mereka dikeluarkan dari neraka, sehingga tiada seorang pun 
dari mereka yang tertinggal. 

Sesudah itu Allah memberikan izin dalam hal syafaat. Maka tiada 
seorang nabi, tiada pula seorang syuhada, melainkan memberi syafaat. 

Kemudian Allah Swt. berfirman, "Keluarkanlah (dari neraka) orang- 
orang yang kalian jumpai dalam hatinya iman seberat mata uang dinar!" 
Maka mereka dikeluarkan dari neraka hingga tiada seorang pun yang tersisa 
dari kalangan mereka. 

Allah memberikan syafaat-Nya lagi seraya berfirman, "Keluar- 
kanlah dari neraka orang-orang yang kalian jumpai dalam hatinya iman 
seberat dua pertiga mata uang dinar!" Kemudian Allah memerintahkan 
yang sepertiga dinar, lalu yang seperempat dinar, lalu yang satu qirat, 
dan yang terakhir ialah orang-orang yang di dalam hatinya terdapat iman 
seberat biji sawi. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 37 1 

Mereka semua dikeluarkan dari neraka, sehingga tidak ada seorang 
pun dari mereka yang tertinggal, tidak ada seorang pun yang pernah 
berbuat suatu kebaikan karena Allah yang masih tertinggal di dalam 
neraka, dan tidak ada seorang pun yang berhak memberikan syafaat 
kecuali memberikan syafaatnya, sehingga iblis pun memajukan dirinya 
melihatrahmat Allah yang sedang dibagi-bagikan, dengan harapan ingin 
mendapat syafaat. 

Sesudah itu Allah Swt. berfirman, "Masih ada yang tersisa, sedang- 
kan Aku adalah Maha Pelimpah Rahmat." Lalu Allah memasukkan 
tangan (kekuasaan)-Nya ke dalam neraka Jahannam, dan mengeluarkan 
sejumlah orang yang tak terhitung jumlahnya, hanya Dia Yang 
Mengetahuinya. Keadaan mereka seakan-akan seperti arang yang hitam 
legam, lalu mereka dilemparkan ke dalam sungai yang dikenal dengan 
nama Ncthrul Hayat (Sungai Kehidupan). Maka tumbuhlah mereka 
bagaikan biji-bijian yang tumbuh di bekas tanah yang terkena banjir; 
yang terkena sinar matahari menjadi hijau, sedangkan yang ternaungi 
menjadi kuning. Mereka tumbuh bagaikan kecambah, jumlah mereka 
sangat banyak sehingga seperti semut-semut kecil. Pada leher mereka 
t&rtx&isjakanTtamiyyun (penghuni neraka Jahannam) yang dimerdekakan 
oleh Tuhan Yang Maha Pemurah. Semua penghuni surga mengetahui 
mereka melalui tulisan tersebut, mereka adalah orang-orang yang sama 
sekali tidak pernah berbuat suatu kebaikan pun karena Allah. 

Mereka tinggat di dalam surga selama waktu yang dikehendaki 
Allah, sedangkan tulisan tersebut masih tetap tertera pada leher mereka. 
Kemudian mereka berkata, "Wahai Tuhan kami, sudilah kiranya Engkau 
menghapuskan tulisan ini dari kami." Maka Allah Swt. menghapuskan 
tulisan itu dari mereka. 

Imam Tabrani melanjutkan hadis ini hingga selesai, kemudian di 
penghujungnya ia mengatakan bahwa hadis ini berpredikat masyhur. 
Padahal hadis ini garib sekali, tetapi sebagian darinya mempunyai 
syawahid (bukti) yang menguatkannya terdapat pada hadis-hadis yang 
terpisah-pisah. Pada sebagian teks hadis ini terdapat hal-hal yang 
diingkari. Hadis diriwayatkan secara munfarU (menyendiri) oleh Isma'il 
ibnu Rafi*, kadi penduduk Madinah. 

Sehubungan dengan predikat Isma'il ibnu Rafi' ini para ulama 
berbeda pendapat. Sebagian menilainya siqah, sebagian lain menilai- 

Kqmpangsunnqh.org 



372 Juz7-AW\nSm 

nya daif. Predikat munkar hadis yang diriwayatkannya disebutkan secara 
nas (diputuskan) oleh bukan hanya seorang dari kalangan para imam, 
seperti Imam Ahmad, Abu Hatim Ar-Razi, dan Amr ibnu Ali Al-Fallas. 

Di antara ulama ada yang menilainya matrvk (tidak terpakai 
hadisnya). Ibnu Addi mengatakan bahwa semua hadis yang diriwayatkan 
melalui Isma'il ibnu Rati* masih perlu dipertimbangkan, hanya saja 
hadis-hadisnya dikategorikan ke dalam hadis-hadis yang daif. 

Menurut hemat kami sanad hadis ini masih diperselisihkan oleh 
banyak pendapat yang semuanya telah kami bahas secara terpisah di 
dalam sebuah kitab secara rinci. Adapun mengenai teksnya memang 
garib sekali, bahkan dikatakan bahwa dia menghimpunnya dari berbagai 
hadis yang cukup banyak, lalu ia rangkaikan dalam satu rangkuman. 
Karena itulah maka hadis ini dinilai munkar. 

Kami pernah mendengar guru kami — yaitu Al-Haflz Abul Hajjaj 
Al-Mazi — mengatakan bahwa beliau pernah melihat karya tulis Al- 
Walid ibnu Muslim yang merangkum karya tulisnya itu seakan-akan 
seperti syawahid (bukti yang menguafkan) sebagian dari suku-suku hadis 
ini. 



Al-An'am, ayat 74-79 

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar, 
"Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan- 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir ibnu Kastr 373 

tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam 
kesesatanyangnyata. "Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada 
Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami) di langit dan di bvmi, dan 
agar dia termastik orang-orang yang yakin. Ketika malam telah 
menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lain) berkata, "Inilah 
Tuhanku. " Tetapi tatkala bintang itu lenyap, dia berkata, "Saya 
tidak sitka kepada yang lenyap. " Kemudian tatkala dia melihat 
bulan terbit, dia berkata, "Inilah Tuhanku. " Tetapi setelah bulan 
itu terbenam, dia berkata, "Sesungguhnnya jika Tuhanku tidak 
member i petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang 
yang sesat. " Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia 
berkata, "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar. " Maka tat- 
kala matahari itu telah terbenam, dia berkata, "Hai kaumku, 
sesungguhnya aku berlepas diri dari apayang kalian persekutukan. 
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang 
menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama 
yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang 
mempersekutukan Tuhan. " 

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa sesungguhnya 
nama ayah Nabi Ibrahim bukan Azar, melainkan yang sebenarnya adalah 
Tarikh (Terakh). Demikianlah riwayat Imam Ibnu Abu Hatim. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Ahmad ibnu Amr ibnu Abu Asim An-Nabil, telah menceritakan kepada 
kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Asim Syabib, telah 
menceritakan kepada kami Ikrimah, dart Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna firman Allah Swt.: 

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar. 
(Al-An'am: 74) 

Yakni Azar si penyembah berhala,. Ayah Nabi Ibrahim yang sebenarnya 
adalah Tarikh, dan nama ibunya adalah Syani; istri Nabi Ibrahim ialah 
Sarah, dan ibunya Nabi Ismail yaitu Hajar, budak Nabi Ibrahim. 
Demikianlah menurut apa yang telah dikatakan oleh bukan hanya 

Kqmpungsannqh.org 



"VIA 

~"^ Juz7-AI-Afi'am 



seorang dari ulama nasab, bahwa ayah Nabi Ibrahim bernama Tarikh 
(sedangkan Azar adalah pamannya, pent.). 

Mujahid dan As-Saddi mengatakan bahwa Azar adalah nama 
berhala. Berdasarkan pendapat ini dia dikenal dengan nama Azar, karena 
oia\ah yang menjaoi petayan dan yang mengurus berhala hu, vmllahu 
a'lam. 

Ibnu Jarir mengatakan, ulama lainnya berpendapat bahwa Azar 
menurut bahasa mereka artinya kata cacian dan keaiban, maknanya ialah 
menyimpang (sesat). Akan tetapi, pendapat ini tidak disandarkan kepada 
seorang perawi pun oleh Ibnu Jarir, tidak pernah pula diriwayatkan oleh 
seorang pun. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah disebutkan dari Mu'tamir 
ibnu Sulaiman bahwa ia pernah mendengar ayahnya membacakan finnan 
Allah Swt.: 



» .&S&&X& 



Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada Azar bapaknya. 
(Al-An'am: 74) 

Lalu ia mengatakan bahwa telah sampai kepadanya suatu riwayat yang 
mengatakan bahwa Azar artinya bengkok (menyimpang), dan kata-kata 
ini merupakan kata-kata yang paling keras yang pernah diucapkan oleh 
Nabi Ibrahim a.s. 

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan bahwa pendapat yang benar ialah 
yang mengatakan bahwa nama ayah Nabi Ibrahim adalah Azar. Lalu 
Ibnu Jarir mengemukakan pendapat yang bertentangan dengan 
penilaiannya itu, yaitu pendapat ulama ahli nasab yang mengatakan 
bahwa nama ayah Nabi Ibrahim adalah Tarikh. Selanjutnya ia 
mengulasnya bahwa barangkali ayah Nabi Ibrahim mempunyai dua 
nama seperti yang banyak dimiliki oleh orang lain, atau barangkali salah 
satunya merupakan nama julukan, sedangkan yang lain adalah nama 
aslinya. Pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Jarir ini cukup baik lagi 
kuat. 

Para ahli qiraah berbeda pendapat sehubungan dengan takwil dari 
firman-Nya: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 375 

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapahrya Azar. 
(Al-An'am: 74) 

Ibnu Jarir telah meriwayatkan dari Al-Hasan Al-Basri dan Abu Yazid 
Al-Madini, bahwa keduanya membaca ayat ini dengan bacaan berikut 



xaoiaftMisu&&i 



C Vi.'- fLnWi.3 

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar, 
"Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan- 
tuhan?" (Al-An'am: 74) 

Yang artinya, "Hai Azar, pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala 
sebagai tuhan-tuhan?" 

Jumhur ulama membaca fathah lafaz azara dengan anggapan 
sebagai 'alam 'ajam (nama asing) tidak menerima harakat tanwin. 
Kedudukan i 'rab-nya adalah badal (kata ganti) dari lafaz ablhi, atau 
ataf bayan yang lebih dekat kepada kebenaran. Menurut pendapat 
orang yang menjadikannya sebagai na 'at. lafaz azar ini tidak menerima 
tanwin pula karena wazan-nya. sama dengan lafaz ahmar dan aswad. 

Adapun menurut pendapat orang yang menduga bahwa lafaz azara 
dinasabkan karena menjadi ma 'mul dari finnan-Nya: 



.= :3JfeJ$J 



Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? 
(Al-An'am: 74) 

Yang berarti, "Hai ayahku, pantaskah kamu menjadikan Azar sebagai 
berhala-berhala yang disembah-sembah?" Maka pendapat ini jauh dari 
kebenaran menurut penilaian lugah (bahasa), karena lafaz yang jatuh 
sesudah huruf istifham tidak dapat beramal terhadap lafaz sebelumnya, 
mengingat huruf istifham mempunyai kedudukan pada permulaan 
kalimat. Demikianlah menurut ketetapan Ibnu Jarir dan lain-lainnya, 
dan pendapat inilah yang terkenal pada kaidah bahasa Arab. 

Kesimpulannya, Nabi Ibrahim menasihati ayahnya yang 
menyembah berhala dan melarangnya serta memperingatkannya agar 
meninggalkan berhala-berhala itu, tetapi si ayah tidak mau menghentikan 
perbuatannya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: 

Kqmpungsannqh.org 



576 



Juz 7 - Al-An'am 



cviif Lo Vi = 



Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapahnya Azar, 
"Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan- 
tuhan?" (Al-An'am: 74) 

Artinya, apakah kamu menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan 
yang kamu sembah selain Allah? 

Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu. (Al-An'am: 74) 
Yakni orang-orang yang mengikuti jejak langkahmu. 

dalam kesesatan yang nyata. (Al-An'am: 74) 

Maksudnya sesat jalan, tidak mengetahui petunjuk jalan yang ditem- 
puhnya, bahkan dalam keadaan kebingungan dan kebodohan. Dengan 
kata lain, kalian berada dalam keadaan bodoh dan dalam kesesatan yang 
nyata bagi penilaian orang yang mempunyai akal sehat. Di dalam ayat 
lain disebutkan melahii firman-Nya: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 377 

Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al-Kitab 
(Al-Qur'an) tni. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat 
membenarkan lagi seorang nabi. Jngatlah ketika ia berkata kepada 
bapaknya, "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu 
yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolong 
kamu sedikit pun? Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang 
kepadakusebagian ilmupengetahuan yang tidak datangkepadamu. 
Maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamujalan 
yang lurus. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah setan. 
Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha 
Pemurah. Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu 
akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu 
menjadi kawan bagi setan. " Berkata bapaknya, "Bencikah kamu 
kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, 
niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu 
yang lama. " Berkata Ibrahim, "Semoga keselamatan dilimpahkan 
kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku 
Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. Dan aku akan 
menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain dari 
Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku 
tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku " (Maryam: 
41-48) 

Makatersebutlah bahwa sejak itu Nabi Ibrahim a.s. selalu berdoa kepada 
Tuhannya, memohonkan ampun buat bapaknya. Ketika bapaknya 
meninggal dunia dalam keadaan tetap musyrik, dan hai itu sudah jelas 
bagi Nabi Ibrahim, maka Nabi Ibrahim mencabut kembali permohonan 
ampun buat ayahnya dan berlepas diri dari perbuatan ayahnya, seperti 
yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain: 

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk 
bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah 
diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi 

Kqmpungsannqh.org 



378 Juz 7-AkAn^m 

Ibrahim bakwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim 
berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorangyang 
sangat lembut hatinya lagi penyantun. (At-Taubah: 1 14) 

Di dalam kitab Sahih telah disebutkan bahwa pada hari kiamat nanti 
Nabi Ibrahim melemparkan Azar ayahnya (ke dalam neraka). Maka 
Azar berkata kepadanya, "Wahai anakku, hari ini aku tidak 
mendurhakaimu." Ibrahim a.s. berkata, "Wahai Tuhanku, bukankah 
Engkau telah menjanjikan kepadaku bahwa Engkau tidak akan 
membuatku sedih pada hari mereka dibangkitkan? Maka tiada suatu 
kehinaan pun yang lebih berat daripada mempunyai seorang ayah yang 
terusir (dari rahmat-Mu)." Maka dijawab, "Hai Ibrahim, lihatlah ke arah 
belakangmu!" Maka tiba-tiba Ibrahim melihat suatu sembelihan yang 
berlumuran darah, kemudian sembelihan itu diambil pada bagian kaki- 
kakinya, lalu dilemparkan ke dalam neraka. 
Finnan Allah Swt.: 

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda 
keagungan (Kami yangterdApat) di langit dan dibumi. (Al-An'am: 
75) 

Artinya, Kami jelaskan kepadanya segi penyimpulan dalil yang 
menunjukkan kepada keesaan Allah Swt. melalui pandangannya 
terhadap kerajaan dan makhluk-Nya, yakni Yang menciptakan keduanya. 
Dan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, serta tidak ada Rabb selain Dia. 
Seperti yang dijelaskan dalam ayat lain, yaitu firman-Nya: 

Katakanlah, "Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi" 
(Yunus: 101) 



C 1H» s L* I 



oi^. 



Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan 
6«mi? (Al-A'raT: 185) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafcir Ibnu Kasir 379 

Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di 
hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya 
Kami benamkan mereka di bumi, atau Kami jatuhkan kepada 
mereka gumpalan dari langit Sesvngguhnyapadayang demikian 
itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap 
hambayangkembali(kepa.da.-Nya). (Saba': 9) 

Adapun mengenai apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan lain- 
lainnya. dari Mujahid, Ata, Sa'id ibnu Jubair, dan As-Saddi serta lain- 
lainnya, menurut versi Mujahid disebutkan bahwa dibukakan bagi Nabi 
Ibrahim semua pintu langit, maka Nabi Ibrahim dapat melihat semua 
yang ada padanya sehingga penglihatannya sampai ke 'Arasy. 
Dibukakan pula baginya semua pintu bumi yang tujuh lapis, sehingga 
ia dapat melihat semua yang ada di dalamnya. 

Menurut riwayat lainnya disebutkan bahwa lalu Nabi Ibrahim 
melihat banyak hamba Allah yang berbuat durhaka, maka ia tnendoakan 
untuk kebinasaan mereka. Allah berfirman kepadanya, "Sesungguhnya 
Aku lebih belas kasihan kepada hamba-hamba-Ku daripada kamu, 
barangkali mereka mau bertobat dan kembali kepada (jalan)-Ku." 

Sehubungan dengan hal ini Ibnu Murdawaih telah meriwayatkan 
dua buah hadis marfu\ yang satu dari Mu'az, dan yang lainnya dari 
Ali, tetapi sanad keduanya tidak sahih. 

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan melalui jalur Al Aufi, dari 
' Ibnu Abbas, sehubungan dengan makna firman-Nya: 



cvo \ e *-*> 



Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tandu 
keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan (Kami 
memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk or ang-orang yang 
yakin. (Al-An'am: 75) 

Kqmpangsunnqh.org 



380 Juz7-AkAn'am 

AUahSwtmembukakansemuaperkarabagiNaHIbr^ 

maupun yang terang-teratigan, sehingga tidak ada sesuatu pun yang 

samar baginya dari amal perbuatan makhluk. Ketika Nabi Ibrahim 

melaknat orang-orang yang melakukan perbuatan dosa, maka Allah Swt. 

berfirman, "Sesungguhnya engkau tidak akan mampu melakukan hal 

ini." Lalu Allah Swt. mengembalikan segala sesuatu seperti keadaannya 

semula. 

Hal ini mengandung interpretasi bahwa dibukakan semua hijab dari 
pandangan Nabi Ibrahim, sehingga ia dapat menyaksikan hal tersebut 
secara terang-terangan. 

Dapat pula diinterpretasikan bahwa yang dibukakan oleh Allah 
darinya adalah pandangan hatinya, sehingga ia menyaksikan semuanya 
itu melalui pandangan hatinya. Kenyataan hal seperti ini dan pengetahu- 
an serta ilmu mengenainya termasuk hikmah-hikmah yang cemerlang 
dan dalil-dalil yang pasti. Perihalnya samadengan apa yang diriwayatkan 
oleh Imam Ahmad dan Imam Turmuzi di dalam kitab Sahih~ny& dari 
Mu'az ibnu Jabal mengenai hadis mimpi, yaitu: 



Tuhanku datang kepadaku dalam rupa yang paling indah, lalu 
berfirman, "Hai Muhammad, mengapa para malaikat di langit yang 
tertinggi bersengketa? " Aku menjawab, "Saya tidak tahu, wahai 
Tuhanku. " Lalu Allah meletakkan tangan (kekuasaan)-jVya di 
antara kedita tulang belikatku sehingga aku merasakan kesejukan 
sentuhan jari jemari (kekuasaan)-A^a menembus sampai ke dua 
bagian dari dadaku. Maka tampaklah bagiku segala sesuatimya, 
dan aku dapat mengetahui semuanya itu. (hingga akhir hadis). 

Firman Allah Swt.: 

Kqmpangsunnqh.org 



TafsirlbnuKa&r 381 

dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itutermasukorang- 
orangyangyakin. (Al-An'am: 75) 

Menurut suatu pendapat, huruf wawu-nya adalah zaidah. Dengan 
demikian berarti, "Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim 
tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi agar 
Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin." Perihalnya sama dengan 
makna yang terdapat di dalam firman Allah Swt: 

Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur 'an, (supaya 
jelas jalan orang-orang yang saleh) dan supaya jelas (pxAa) jalan- 
jalan orang-orang yang berdosa. (Al-An'am: 55) 

Menurut pendapat yang lain, huruf wawu ini sesuai dengan fungsinya, 
yakni Kami perlihatkan pula kepadanya hal tersebut agar dia menjadi 
orang yang mengetahui dan yakin. 
Firman Allah Swt.: 

Ketika malam telah menjadi gelap. (Al-An'am: 76) 
Artinya, kegelapan telah meliputi dan menutupinya. 






dia melihat sebitah bintang. (Al-An'am: 76) 
Yakni bintang-bintang di langit. 

lalu dia berkata. "Inilah Tuhanku. " Tetapi tatkala bintang itu 
tenggelam. (Al-An'am: 76) 

Yaitu terbenam dan tidak kelihatan lagi. 

Muhammad ibnu Ishaq ibnu Yasar mengatakan bahwa al-uful 
artinya pergi. Ibnu Jarir mengatakan bahwa disebutkan qfalan najmu 

Kqmpungsannqh.org 



382 Juz7-AkAn'am 

ya-Julu dan ya-filu artinya tenggelam, bentuk masdar-ny& adalah ufulan 
dan ufulan, sama dengan apa yang disebutkan oleh Zur Rumah dalam 
salah satu bait syairnya, yaitu: 

Bagaikan pelita-pelita yang gemerlapan, tetapi bukan bintang- 
bintang yang beredar. Bagaikan bintang-bintang di langit, tetapi 
bukan seperti bintang-bintang yang lenyap tenggelam. 

Bila dikatakan, "Ke manakah kamu selama ini menghilang dari kami?" 
Artinya, "Ke mana saja kamu absen dari kami?" 



H = p Ljo'*' 1 



C»l : (■ 



» .a*wsa 



diet berkata, "Saya tidaksukakepadayang tenggelam. " (Al-An'am: 
76) 

Menurut Qatadah, Nabi Ibrahim mengetahui bahwa Tuhannya adalah 
kekal, tidak akan tenggelam ataupun lenyap. 

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit. (Al-An'am: 77) 
Yakni muncul dan kelihatan. 

dia berkata, "Inilah Tuhanku. " Tetapi setelah bulan itu terbenam, 
dia berkata, "Sesungguhnyajika Tuhanku tidak memberi petunjuk 
kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat. " 
Kemvdian tatkala dia melihat matakari terbit, dia berkata, "Inilah 
Tuhanku. " (Al-An'am: 77-78) 

Artinya, sesuatu yang bersinar terang dan terbit ini adalah Tuhanku. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 383 






iniyang lebih besar. (Al-An'am: 78) 



Yakni lebih besar bentuknya daripada bintang-bintang dan rembulan, 
dan sinamya jauh lebih terang. 

maka tatkala matahari itu telah terbenam. (Al-An'am: 78) 
Maksudnya tenggelam di ufiik barat. 

dia berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari 
apayang kalian persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan 
diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bitmi dengan 
cenderung kepada agamayang benar, dan aku bukanlah termasuk 
orang-orangyang mempersekutukan Tuhan, "(Al-An'am: 78-79) 

Yakni aku murnikan agamaku dan aku mengkhususkan dalam ibadahku 
hanya: 

kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. (Al-An'am: 79) 

Yaitu Yang menciptakan dan mengadakan keduanya tanpa contoh 
terlebih dahulu. 

CHI if VjuVl.3 \ ft.JP" 

dengan cenderung kepada agamayang benar. (Al-An'am: 79) 

Maksudnya, dalam keadaan menyimpang dari kemusyrikan untuk 
menuju kepada ketauhidan. Dalam firman selanjutnya disebutkan: 

Kqmpangsunnqh.org 



384 Juz7-AlAn'am 

dan aku bvkanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan 
Tuhan. (Al-An'am: 79) 

Ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan keadaan atau fase 
yang dialami oleh Nabi Ibrahim, apakah keadaan Nabi Ibrahim saat itu 
dalam rangka renungannya ataukah dalam rangka perdebatannya. Ibnu 
Jarir telah meriwayatkan melalui jalur AH ibnu Abu Talhah, dari Ibnu 
Abbas yang kesimpulannya menunjukkan bahwa saat itu kedudukan 
Nabi Ibrahim sedang dalam renungannya. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu 
Jarir dengan berdalilkan firman Allah Swt. yang mengatakan: 



CW i r \jiVl 3 






Sesungguhnyajika Tuhanku tidak memberi petunjuk. (Al-An'am: 
77), hingga akhir ayat. 

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa Nabi Ibrahim a.s. mengalami 
keadaan demikian setelah dia keluar dari gua tempat persembunyiannya, 
di tempat itu pula ibunya melahirkannya karena takut kepada ancaman 
Raja Namruz ibnu Kan'an. Raja Namruz mendapat berita (dari tukang 
ramalnya) bahwa kelak akan lahir seorang bayi yang akan mengakibat- 
kan kehancuran bagi kerajaannya. Maka Raja Namruz memerintahkan 
kepada segenap hulubalangnya untuk membunuh semua anak laki-laki 
yang lahir di tahun itu. 

Ketika ibu Nabi Ibrahim mengandungnya dan telah dekat masa 
kelahirannya, maka ibu Nabi Ibrahim pergi ke gua yang terletak tidak 
jauh dari kota tempat tinggalnya. la melahirkan Nabi Ibrahim di gua 
tersebut dan meninggalkan Nabi Ibrahim yang masih bayi di tempat 
itu. Kemudian Muhammad ibnu Ishaq melanjutkan riwayatnya hingga 
selesai, yang di dalamnya banyak diceritakan hal-hal yang aneh dan 
bertentangan dengan hukum alam. Hal yang sama telah diutarakan pula 
oleh selainnya dari kalangan ulama tafsir, baik yang Salaf maupun yang 
Khalaf. 

Tetapi yang benar adalah, Nabi Ibrahim a.s. sehubungan dengan 
hal ini dalam kedudukan mendebat kaumnya seraya menjelaskan kepada 
mereka kebatilan dari apa yang selama ini mereka lakukan, yaitu 
menyembah berhala dan bangunan-bangvnan. Pada fase pertama Nabi 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 385 

Ibrahim mendebat ayahnya seraya menjelaskan kekeliruan mereka yang 
menyembah berhala-berhala di bumi ini yang dibentuk dalam rupa 
Malaikat Samawi. Mereka menyembah berhala-berhala tersebut dengan 
anggapan bahwa berhala-berhala itu adalah perantara mereka untuk 
sampai kepada Pencipta Yang Mahabesar, yang menurut pandangan 
mereka tidak layak untuk disembah. Dan sesungguhnya mereka memakai 
perantara kepada-Nya melalui penyembahan kepada malaikat-malaikat- 
Nya hanyalah agar mereka (sembahan-sembahan itu) memintakan rezeki 
kepada-Nya, kemenangan, dan hal-hal lainnyayang mereka perlukan. 
Kemudian dalam kedudukan ini Nabi Ibrahim menjelaskan kekeliruan 
dan kesesatan mereka dalam menyembah bintang-bintang yang beredar 
yang semuanya ada tujuh, yaitu bulan, mercury, venus. matahari, mars, 
yupiter,dan saturnus. Di antara kesemuanya itu yang memiliki cahaya 
yang paling kuat dan paling utama ialah matahari, lalu bulan dan venus. 

Pada tahap permulaan Nabi Ibrahim a.s. menjelaskan bahwa 
bintang venus ini tidak layak dianggap sebagai tuhan, karena ia telah 
ditundukkan dan ditakdirkan untuk beredar pada garis edar tertentu tanpa 
dapat menyimpang darinya, baik ke sisi kanan ataupun ke sisi kirinya. 
Ia tidak mempunyai kekuasaan apa pun bagi dirinya, melainkan hanya 
merupakan suatu benda yang diciptakan oleh Allah mempunyai cahaya, 
karena mengandung banyak hikmah yang besar dalam penciptaannya 
seperti itu. Bintang venus terbit dari arah timur, kemudian beredar 
menuju arah barat, hingga tidak kelihatan lagi oleh mata. Kemudian 
pada malam berikutnya ia tampak lagi dengan menjalani keadaan yang 
sama, hal seperti ini tidak layak untuk dijadikan sembahan. 

Kemudian Nabi Ibrahim mengalihkan perhatiannya kepada bulan, 
ternyata ia mendapatinya mempunyai karakter yang sama dengan 
bintang yang sebelumnya. Lalu ia mengalihkan. perhatiannya kepada 
matahari, temyata ia pun menjumpai hal yang sama dengan yang 
sebelumnya. 

Ketika tampak jelas baginya bahwa semua benda tersebut tidak 
layak dianggap sebagai tuhan, dan bahwa keadaannya hanyalah semata- 
mata cahaya yang terlihat oleh pandangan mata, serta ia dapat 
membuktikan hal tersebut melalui penyimpulan yang pasti, maka 
berkatalah Ibrahim, seperti yang disitir oleh firman-Nya: 

Kqmpangsunnqh.org 



386 Juz 7-AkAn'am 

Dia berkata, "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari 
apayang kalian persekutukan. " (Al-An'am: 78) 

Artinya, aku berlepas diri dari penyembahan terhadap bintang-bintang 
itu dan berlepas diri dari menjadikan bintang-bintang itu sebagai 
pelindung. Jika semuanya itu kalian anggap sebagai tuhan, maka 
jalankanlah tipu daya kalian semua terhadapku melalui bintang-bintang 
itu, dan janganlah kalian memberi tangguh kepadaku. 

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang 
menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama 
yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang 
mempersekutukan Tuhan. (Al-An'am:79) 

Dengan kata lain, sesungguhnya aku hanya menyembah Pencipta semua 
benda-benda itu, yang mengadakannya, yang menundukkannya, yang 
menjalankannya, dan yang mengatumya. Di tangan kekuasaan-Nyalah 
kerajaan segala sesuatu, Dialah Yang menciptakan segala sesuatu, Dia- 
lah Tuhan, Pemilik dan Penguasa kesemuanya, seperti yang disebutkan 
di dalam ayat lain melalui firman-Nya: 

Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah yang telah menciptakan 
langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 
'Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya 
dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan 
bintang-bintang; (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya 
Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. 
Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam. (Al-A'raF: 54) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 387 

Maka pantaskah bila dikatakan bahwa dalam kedudukan ini Nabi 
Ibrahim sebagai orang yang mempertanyakan hal tersebut, padahal dia 
adalah seorang nabi yang disebutkan oleh Allah Swt. melalui firman- 
Nya: 

Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim 
hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami 
mengetahui (keadaanjrcya. (Ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada 
bapaknya dan kaumnya, "Patung-patung apakah ini yang kalian 
tekun beribadatkepadanya? " (Al-Anbiyi: S 1 -52), hingga beberapa 
ayat berikutnya. 

Allah Swt. telah berfirman pula mengenai diri Nabi Ibrahim: 






Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapai dijadikan 
teladan lagipatuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah 
dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), (lagi) 
yangmensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan 
menunjukinya kepada jalan yang lurus. Dan Kami berikan 
kepadanya kebaikan di dunia Dan sesungguhnya dia di akhirat 
benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Kemudian Kami 
wahyukan kepadamu (Muhammad), "Ikutilah agama Ibrahim, 
seorangyang hanif. " Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang 
mempersekutukan Tuhan. (An-Nahl: 120-123) 

KqmpangsannQh.org 



388 Juz7-AkAn'am 

Katakanlah, "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku 
kepadajalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim 
yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orangyang 
musyrik. " (Al-An'am: 161) 

Di dalam kitab Sahihain telah disebutkan melalui Abu Hurairah, dari 
Rasulullah Saw., bahwa beliau pernah bersabda: 

Setiap anakdilahirkan dalam keadaanfitrak 

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari lyad ibnu Hammad, bahwa 
Rasulullah Saw. telah bersabda: 

*• •* " 

Allah Swt. telah berfirman, "Sesungguhnya Aku ciptakan hamba- 
hamba-Ku dalam keadaan Aani/(cenderung kepada agama yang 
benar)." 

Allah Swt. telah berfirman: 

(tetaplah stos) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut 
fitrahitu. Tidakadaperubahanpadafitrah Allah (Ar-Rum: 30) 

Mengenai firman Allah Swt.: 



Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak- 
anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian 
terhadapjiwa mereka (seraya berfirman), "BukankahAku ini Tuhan 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsrr Ibnu Kasir 389 

kalian? " Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami)." ( Al- 
A'raT: 172) 

Menurut salah satu di antara dua pendapat yang ada, makna ayat ini 
sama dengan makna yang terkandung di dalam firman-Nya: 



'^J^ 1 



>*!£&3Ss81$ijiiA 



(tetaplah sta&) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut 
fitrah itu. (Ar-Rum: 30) 

seperti yang akan dijelaskan pada bagiannya nanti. 

Apabila hal itu berlaku bagj semua makhluk, maka mustahillah 
bilaNabi Ibrahim — kekasih Allah yang dijadikan-Nya sebagai panutan 
umat manusia, taat kepada Allah, cenderung kepada agama yang benar, 
dan bukan termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan — 
sehubungan dengan makna ayat ini dianggap sebagai orang yang 
mempertanyakan hal tersebut. Bahkan dia orang yang lebih utama untuk 
memperoleh fitrah yang sehat dan pembawaan yang lurus sesudah 
Rasulullah Saw. tanpa diragukan lagi. Yang benar ialah dia dalam 
keadaan mendebat kaumnya yang mempersekutukan Allah Swt., bukan 
dalam kedudukan sebagai orang yang mempertanyakan hal yang 
dikisahkan oleh Allah Swt. itu. 



Al-An'airij 80-83 

KqmpangsannQh.org 



390 Juz7-Ah-Anam 



■JttS$43<#& 



Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata, "Apakah kalian 
hendakmembantahkutentang Allah, padahal sesungguhnya Allah 
relah memberi petunjuk kepadaku. Dan aku tidak takut kepada 
(malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kalian persekutukan 
dengan Allah kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari 
malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. 
Maka apakah kalian tidak dapat mengambil pelajaran (darinya)? 
Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kalian 
persekutukan (dengan Allah), padahal kalian tidak takut 
mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah 
sendiri tidak menurunkan hujah kepada kalian untuk 
mempersekutukan-Nya. Maka manakah diantaradua golongan itu 
yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika 
kalian mengetahui? " Orang-orang yang beriman dan tidak 
mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), 
mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan, dan mereka 
itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk Dan itulah hujah 
Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi 
kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa 
derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana lagi Maha 
Mengetahui. 

Allah Swt. berfirman menceritakan perihal kekasih-Nya ■ — yaitu Nabi 
Ibrahim — ketika ia dibantah oleh kaumnya sehubungan dengan 
pendapat yang dikemukakannya, yaitu mengesakan Allah. Nabi Ibrahim 
menjawab mereka dengan jawaban yang setimpal, seperti yang 
disebutkan oleh firman-Nya: 

Apakah kalian hendak membantahku tentang Allah, padahal 
sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku? (Al- An' 'am: 
80) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 391 

Artinya, kalian membantahku sehubungan dengan Allah yang pada 
hakikatnya tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Dia, padahal 
Dia telah membuka mata hatiku dan memberikan petunjuk jalan yang 
benar kepadaku. Karena itu, aku sudah membuktikan akan kebenaran- 
Nya. Maka mana mungkin aku mau mengikuti perkataan kalian yang 
rusak dan menuruti pendapat kalian yang batil itu? 
Firman Allah Swt.: 



,f\ji}f\Z3 



.i«WaBGK<SCWBSS 



Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan 
yang kalian persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhan 
menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. (Al-An'am: 80) 

Yakni di antarabukti yang menunjukkan kebatilan ucapan dan pendapat 
kalian ialah bahwa sembahan-sembahan yang kalian puja-puja itu tidak 
dapat menimpakan suatu mudarat pun dan tidak mempunyai pengaruh 
apa pun. Karena itu, aku tidak takut terhadapnya dan sama sekali tidak 
mempedulikannya. Jika memang berhala-berhala itu mempunyai tipu 
muslihat, maka lancarkanlah tipu muslihatnya kepadaku, janganlah 
kamu tangguh-tangguhkan lagi pelaksanaannya terhadapku, 
segerakanlah sekarangjuga. 
Firman Allah Swt.: 

kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) 
itu. (Al-An'am: 80) 

Istisna munqati ', yakni tidak dapat menimpakan mudarat dan tidak dapat 
memberikan manfaat selain dari Allah Swt. 

Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. (Al-An'am: 80) 

Artinya, ilmu Allah meliputi segala sesuatu, tiada sesuatu pun yang 
tersembunyi bagi-Nya. 

Kqmpungsannqh.org 



392 Juz 7 - ALAn'am 

Maka apakah kalian tidak dapat mengambil pelajaran? (Al- An' 'am: 
80) 

Dari apa yang telah aku jelaskan kepada kalian. Apakah kalian tidak 
mengambil pelajaran bahwa sesungguhnya berhala-berhala itu batil, 
sehingga kalian kapok menyembahnya? Hujah tni semisal dengan hujah 
yang telah dikemukakan oleh Nabi Hud terhadap kaumnya, seperti yang 
diterangkan kisahnya oleh Allah Swt. melalui firman-Nya: 

Kaum 'Ad berkata, "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada 
kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan 
meninggalkan sembahan-sembahan kami karenaperkataanmu, dan 
kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu. Kami tidak 
mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah 
menimpakan penyakit gilaatas dirimu. " Hud menjawab, "Sesung- 
guhnya aku bersaksi kepada Allah, dan saksikanlah oleh kalian 
bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian 
persekutukan, dari selain-Nya Sebab itu, jalankanlah tipu daya 
kalian semuanya terhadapku, dan janganlah kalian memberi 
tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, 
Tuhanku dan Tuhan kalian. Tidak ada suatu binatang melatapun 
melainkan Dialahyang memegang ubun-ubunnya (rohnya). (Hud: 
53-56), hingga akhir ayat. 

Adapun firman Allah Swt,: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 393 

Bagaimima aku takut kepada sembahan-sembahan yang kalian 
persekutukan (dengan Allah). (Al-An'am: 81) 

Artinya, raana mungkin aku takut terhadap berhala-berhala yang kalian 
sera bah selain dari Allah itu. 

padahal kalian tidak takut mempersekutukan Allah dengan 
sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujah 
kepada kalian wituk mempersekutukan-Nya (Al-An'am: 81) 

Ibnu Abbas dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan 
ulama Salaf mengatakan bahwa makna sultan adalah hujah. Hal ini 
semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: 

Apakah mereka metnpunyai sembahan-sembahan selain Allah yang 
mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? 
(Asy-Syura:21) 

Itu tidak lain hanyalah nama-namayang kalian dan bapak-bapak 
kalian mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu 
keteranganpun untuk (menyembah)nya. (An-Najm: 23) 

Mengenai firman Allah Swt.: 

Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak 
mendapat keamanan (dari malapetaka),yifo3 kalian mengetahui. (Al- 
An'am: 81) 

Maksudnya, manakah di antara dua golongan itu yang paling benar, 
yakni apakah orang yang menyembah Tuhan Yang di tangan kekuasaan- 

Kqmpungsannqh.org 



394 Juz7-AI-An'am 

Nya terletak mudarat dan manfaat, ataukah orang yang menyembah 
sesuatu yang tidak dapat menimpakan mudarat, tidak pula memberikan 
manfaat tanpa dalil? Dan manakah di antara keduanya yang lebih berhak 
mendapat keamanan dari azab Allah kelak di hari kiamat, tiada sekutu 
bagi Allah. 

Finnan Allah Swt: 

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman 
merekadengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang 
mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang 
mendapat petunjuk. (Al-An'am: 82) 

Yakni mereka adalah orang-orang yang memurnikan ibadah hanya 
kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan mereka tidak 
mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Mereka adalah orang-orang 
yang mendapat keamanan pada hari kiamat, dan merekalah orang-orang 
yang mendapat hidayah di dunia dan akhirat. 

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu 
Addi, dari Syu'bah, dari Sulaiman, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari 
Abdullah sehubungan dengan firman berikut, bahwa ketika ayat berikut 
diturunkan: 



<z.** i j-\juV>^ 



■&&®W> 



dan mereka tidak mencampuradukkan iman mereka dengan 
kezaliman. (Al-An'am: 82) 

Maka berkatalah para sahabat Nabi Saw., "Siapakah di antara kita yang. 
tidak berbuat zalim terhadap dirinya sendiri?" Lalu turunlah finnan Allah 
Swt.: 

KQmpangsannqh.org 



Tafeir tbnu Kasir 395 

Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar 
kezatimanyangbesar. (Luqman: 13) 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu 
Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Ibrahim, 
dari Alqamah, dari Abdullah yang mengatakan bahwa ketika ayat ini 
diturunkan: 



<: Mr : j-Lj^IC' .3 



.Jfctftfg&ftffc&i 



Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman 
mereka dengan kezatiman. (Al-An'am: 82) 

Maka hal ini terasa berat oleh mereka (para sahabat). Lalu mereka 
berkata, "Wahai Rasulullah, siapakah di antara kita yang tidak pernah 
berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri?" Nabi Saw. bersabda: 

Sesungguhnya hal itu bukan seperti apa yang kalian maksudkan. 
Tidakkah kalian mendengar qpayang telah dikatakan oleh seorang 
hamba yang saleh (Luqman), "Hai anakku, janganlah kalian 
mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) 
adalah benar-benar kezaliman yang besar" (Luqman: 13). 
Sesungguhnya yang dimaksud dengan zalim hanyalah syirik 
(mempersekutukan Allah). 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id 
Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Waki' dan Ibnu Idris, dari 
Al-A'masy, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah yang mengatakan 
bahwa ketika diturunkannya firman-Nya: 

dan mereka tidak mencampuradukkan iman mereka dengan 
kezaliman. (Al-An'am: 82) 

Kqmpungsannqh.org 



j96 Juz7-AI-An'am 

Hal tersebut terasa berat oleh sahabat-sahabat Rasulullah Saw. Mereka 
berkata, "Siapakah di antara kita yang tidak pernah berbuat aniaya 
terhadap dirinya sendiri?" Maka Rasulullah Saw. raenjawab melalui 
sabdanya: 

Tidak seperti yang kalian duga, melainkan seperti yang dikatakan 
kepada anaknya, yaitu: "Hai anakku, janganlah kalian 
mempersekutitkan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) 
adalah benar-benar kezaliman yang besar. "(Luqman: 13) 

Telah menceritakan pula kepada kami Umar ibnu Taglab An-Namiri, 
telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad, telah menceritakan kepada 
kami Sufyan, dari Al-A'masy, dari Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah 
ibnu Mas'ud yang menceritakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, hal 
tersebut terasa berat oleh sahabat-sahabat Rasulullah Saw. Maka turunlah 
ayat lainnya, yaitu: 

Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar 
kezaliman yang besar. (Luqman: 13) 

Hadis riwayat Imam Bukhari. Menurut lafaz yang lain, para sahabat 
berkata, "Siapakah di antara kita yang tidak pernah berbuat aniaya 
terhadap dirinya sendiri?" Maka Nabi Saw. bersabda: 



Tidaklah seperti yang kalian maksudkan, tidakkah kalian pernah 
mendengar apa yang telah diucapkan oleh seorang hamba yang 
saleh (Luqman), yaitu: "Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) 



Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Ka&ir 397 

adalah benar-benar kezaliman yang besar. * Sesungguhnya yang 
dimaksudkannya hanyalah kemusyrikan. 

Menurut apa yang ada pada Ibnu Abu Hatim, dari Abdullah, secara 
marfir disebutkan: 



\Y : f LjOlf'. 



..&J*3$jg& 



dan mereka tidak mencampuradukkan iman mereka dengan 
kezaliman. (Al-An'am: 82) 

Yang dimaksud dengan zalim adalah syirik (mempersekutukan Allah 
Swt.). 

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa hal yang semisal dengan hadis 
di atas telah diriwayatkan melalui Abu Bakar As-Siddiq, Umar, Ubay 
ibnu Ka'b, Salman, Huzaifah, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Amr ibnu 
Syurahbil, Abu Abdur Rahman As-Sulami, Mujahid, Ikrimah, An- 
Nakha'i, Ad-Dahhak, Qatadah,dan As-Saddi serta lain-Iainnya yang 
bukan hanya seorang. 

Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Asy- 
Syafi'i, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Syaddad Al- 
Masma'i, telah menceritakan kepada kami Abu Asim, telah 
menceritakan kepada kami Sufyan As-Sauri, dari Al-A'masy, dari 
Ibrahim, dari Alqamah, dari Abdullah yang mengatakan bahwa ketika 
ditumnkannya firman Allah Swt. ini: 



C*Y -(■\j£>~4\ -2 



J*J»WS*i5ffl»aS!l 



Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman 
mereka dengan kezaliman. (Al-An'am: 82) 

Maka Rasulullah Saw. bersabda: 

Diwahyukan kepadaku bahwa engkau (yakni Abdullah ibnu 
Mas'ud) termasvk salah seorang dari mereka. 

Kqmpangsunnqh.org 



398 Juz7-AI-An'am 

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu 
Yusuf, telah menceritakan kepada kami Abu Janab, dari Zazan, dari 
Jarir ibnu Abdullah yang menceritakan, "Kami (para sahabat) berangkat 
bersama Rasulullah Saw. Ketika kami keluar dari perbatasan kota 
Madinah, tiba-tiba ada seorang pengendara menuju ke arah kami, maka 
Rasulullah Saw. bersabda, 'Seakan-akan pengendara ini bermaksud 
menemui kalian.' Lalu orang tersebut sampai kepada kami dan 
mengucapkan salam penghormatan kepada kami, dan kami membalas 
salamnya. Nabi Saw. bertanya kepadanya, 'Dari manakah engkau?* 
Lelaki itu menjawab, 'Dari tempat keluarga, anak-anak, dan handai 
tolanku.' Nabi Saw. bertanya. 'Hendak ke mana?' la menjawab, 'Aku 
bermaksud menemui Rasulullah Saw.' Nabi Saw. menjawab, 'Sekarang 
ia ada di hadapanmu.' la bertanya, 'Wahai Rasulullah, ajarkanlah 
kepadaku apakah iman itu?' Rasulullah Saw. bersabda: 

Hendaknya engkau hersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah 
dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, engkau dirikan salat, 
engkau tunaikan zakat. engkau puasa dalam bulan Ramadan, dan 
engkau berhaji ke Baitullah. 

Lelaki itu menjawab, 'Aku berikrar (untuk mengamalkannya).' 

Kemudian unta kendaraan lelaki itu terperosok ke dalam liang tikus 
padang pasir, maka untanya terjatuh, dan ia pun terjatuh pula dengan 
posisi kepala di bawah, hingga mengakibatkan ia mati. Rasulullah Saw. 
bersabda, 'Kemarikanlah lelaki itu!' Maka Ammar ibnu Yasir dan 
Huzaifah ibnul Yaman melompat ke arahnya memberikan pertolongan, 
lalu mendudukkannya. Keduanya berkata, 'Wahai Rasulullah, lelaki ini 
telah meninggal dunia.' 

Rasulullah Saw. berpaling dari keduanya, lalu bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir ibnu KaSir 399 

Tidakkah kalian berdua melihat mengapa aku berpaling dari lelaki 
ini? Sesungguhnya aku melihat dua malaikat sedang menyuapkan 
btiah s wga ke dalam mulutnya, maka aku mengetahui bahwa lelaki 
ini meninggal dunia karena kelaparan. 

Kemudian Rasulullah Saw. bersabda pula; 

Lelaki ini termasuk orang-orang yang perihalnya disebutkan 
oleh Allah Swt. melalui firman-Nya, 'Orang-orang yang beriman 
dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman 
(syirik).' (Al-An'am: 82) 

Lalu Rasulullah Saw. bersabda, 'Urusilah jenazah saudara kalian ini!' 
Lalu kami membawanya ke tempat air dan memandikannya, memberinya 
wewangian, mengafaninya, dan kami usung ke kuburnya." Rasulullah 
Saw. datang, lalu dudukdi pinggir kuburnya dan bersabda: 

• I&3J&5 ftls&V&^h 152J3 

Bitatlah Hang lahad, danjanganlah kalian membelahnya, karena 
sesungguhnya Hang lahad adalah bagi kita, sedangkan belahan 
hanya bagi selain kita. 

Kemudian Imam Ahmad meriwayatkannya dari Aswad ibnu Amir, dari 
Abdul Humaid ibnu Ja'far Al-Farra, dari Sabit, dari Zazan, dari Jarir 
ibnu Abdullah, kemudian disebutkan hal yang semisal. Sehubungan 
dengan hadis ini Imam Ahmad pun memberikan komentarnya, "Orang 
ini termasuk di antara orang-orang yang sedikk beramal, tetapi berpahala 
banyak." 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Yusuf ibnu Musa Al-Qattan, telah menceritakan kepada kami Mahran 
ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdullah, 
dari ayahnya, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang menceritakan 
bahwa kami bersama Rasulullah Saw. dalam suatu perjalanan, tiba-tiba 

Kqmpungsannqh.org 



400 Juz7-AI-An , am 

di tengah jalan ada seorang lelaki Badui yang menghalang-halanginya, 
lalu lelaki Badui itu berkata, "Wahai Rasulullah, demi Tuhan Yang telah 
mengutusmu dengan benar, sesungguhnya aku tinggalkan tempat 
kelahiranku dan semua harta bendaku dengan tujuan mengikuti 
petunjukmu dan mengambil ucapanmu. Dan tidak sekali-kali aku dapat 
sampai kepadamu melainkan setelah semua perbekalanku habis dan 
makananku hanyalah dedaunan, maka aku motion sudilah engkau 
menerimaku." Lalu Rasulullah Saw. menuju ke arahnya dan menerimanya 

Kami (para sahabat) berdesak-desakan di sekitar lelaki Badui itu, 
dan tertiyata kaki depan unta kendaraannya terperosok ke dalam liang 
tikus padang pasir, sehingga lelaki itu terjatuh dan lehernya patah 
(meninggal dunia). Maka Rasulullah Saw. bersabda: 

»-*» \V 1 1%. 

Demi Tuhan yang telah mengutusku dengan benar, dia benar 
berangkat (meninggalkan) negeri kelahirannya dan semua harta 
bendanya untuk mengikuti petunjukku dan mengambil dari 
ucapanku, serta tidak sekaii-kali dia sampai kepadaku melainkan 
setelah makanan perbekalannya habis, kecuali hanya makan dari 
dedaunan pepohonan. Tidakkah kalian dengar perihal orangyang 
sedikit beramal tetapi diberipahala banyak? Dia termasuk salah 
seorang dari mereka. Tidakkah kalian dengar perihal orang- 
orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka' 
dengan kezaliman? Mereka itulah orang-orang yang mendapat 
keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat 
petunjuk. Sesungguhnya orang ini termasuk salah seorang dari 
mereka. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu KaSir 401 

Menurut lafaz Iain disebutkan: 

Orang ini sedikit beramal, tetapi diberipahala banyak. 

Ibnu Murdawaih telah meriwayatkan melalui hadis Muhammad ibnu 
Ya'la Al-Kufi yang bertempat tinggal di Ar-Ray, telah menceritakan 
kepada kami Ziyad ibnu Khaisamah. dari Abu Daud, dari Abdullah ibnu 
Sakhbarah yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Barang siapa yang diberi, lalu bersyukw; dan (barang siapayang) 
dicegah (tidak diberi), lalu bersabar: dan (barang siapa yang) 
berbuat aniaya, lalu meminta ampun; dan (barang siapa yang) 
dianiaya, lalu memaajkan .... 

Rasulullah Saw. diam sejenak. Maka mereka bertanya, "Wahai 
Rasulullah, mengapa dia (bagaimana kelanjutannya)?" Rasulullah Saw. 
membacakan firman-Nya: 



mereka itulah orang-orangyang mendapat keamanan dan mereka 
itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-An'am: 82) 

Finnan Allah Swt.: 

Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untvk 
menghadapi kaumnya^Al-An'sm: 83) 

Artinya, Kami arahkan dan Kami ajarkan kepadanya cara mendebat 
mereka. Menurut Mujahid dan lain-lainnya, hal yang dimaksud ialah 
seperti yang tertera di dalam firman-Nya: 

KqmpangsannQh.org 



402 Juz7-AI-Anam 

Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kalian per- 
sekutukan (dengan Allah), padahal kalian tidak takut memper- 
sekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sen- 
diri tidak menurunkan hujah kepada kalian untuk memper- 
sekutukan-Nya. Maka manakah di antara dua golongan itu 
yang berhak mendapat keamanan? (Al-An'am: 81), hingga akhir 
ayat. 

Dan Allah telah membenarkannya serta menceritakan baginya akan 
mendapat keamanan dan hidayah melalui firman-Nya: 

Orang-orang yang beritnan dan tidak mencampuradukkan iman 
tnereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang 
mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang 
mendapat petunjuk. (Al-An'am: 82) 

Setelah kesemuan'ya itu Allah Swt. berfirman: 

Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk 
menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki 
beberapa derajat. (Al-An'am: 83) 

Lafaz darqfatin man dapat dibaca dengan susunan idqfah, dapat puia 
dibaca tanpa susunan idafah, seperti halnya yang ada pada surat Yusuf; 
kedua bacaan tersebut mempunyai makna yang hampir sama 
(berdekatan). 

Finnan Allah Swt.: 



Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 403 

Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. 
(Al-An'am: 83) 

Yakni Mahabijaksana dalam semua ucapan dan perbuatan-Nya, lagi 
Maha Mengetahui terhadap siapa yang akan diberi-Nya hidayah dan 
siapa yang akan disesatkan-Nya, sekalipun telah terbukti baginya semua 
hujah dan bukti-bukti. Seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam 
ayat lain: 

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka 
kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman. meskipun datang kepada 
mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan 
azab yang pedih. (Yunus: 96-97) 

Karena itulah dalam surat ini disebutkan melalui firman-Nya: 

Sesutjgguhnya Tuhanmu Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. 
(Al-An'am: 83) 

Al-An'am: 84-90 

KQmpangsannqh.org 



404 Juzy-Al-Anfem 

Dan Kami telah mertganugerahkan Ishaq dan Ya'qub kepadanya. 
Kepada keduanya masing-masing telah Kami berikanpetomjuk dan 
kepada Nuhsebelian itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada 
sebagian dari keturunannya (Nuh), yaitu Baud, Sulaiman, Ayyub, 
Yusuf, Musa, dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan 
kepada orang-orang yang berbuat baik dan Zakaria, Yahya, Isa, 
danttyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh, dan Ismail, 
Al-Yasa', Yunus, dan Lut. Masing-masingnya Kami lebihkan 
derqjatnya di alas umat (di masanya), dan Kami lebihkan (pula) 
derajat sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka, dan 
saudara-sauaara mereka. Dan kami telah memtiih mereka (untuk 
menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul), dan Kami menunjuki mereka 
kejalanyang lurus. Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia 
memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara 
hamha-hamba-Nya Seandainya mereka mempersekutukan Allah 
niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. 
Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka 
kitab, hikmah, dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu 
mengingkarinya (yang tiga macam itu), maka sesungguhnya Kami 
akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan 
mengingkarinya Mereka itulah orang-orang yang telah diberi 
petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah, 
"Aku tidakmeminta upah kepada kalian dalam menyampaikan (Al- 
Qur'an). " Al-Qwdn itu tidak lain hanyalah peringatan untuk 
segala umat. 

Allah Swt. menyebutkan bahwa Dia mengaruniakan seorang anak 
kepada Nabi Ibrahim, yaitu Nabi Ishaq, padahal usiaNabi Ibrahim sangat 
lanjut dan telah putus harapan untuk mendapatkan seorang anak; begitu 
pula istrinya, yaitu Sarah. Pada suatu hari datanglah sejumlah malaikat 
bertamu kepada Nabi Ibrahim dalam perjalanan mereka menuju tempat 

Kqmpungsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kabir 405 

kaum Nabi Lut. Lalu mereka menyampaikan berita gembira akan 
kedatangan Ishaq kepada keduanya. Maka istri Nabi Ibrahim merasa 
heran terhadap berita tersebut dan mengatakan seperti yang disitir oleh 
firman-Nya: 

"Sungguh mengherankctn, apakah aku akan melahirkan anak, 
padahal aku adalah seorang peremption tua, dan ini suamiku pun 
dalam keadaanyang sudah tuapula? Sesungguhnya ini benar-benar 
suatuyangsangatamh. " Para malaikat itu berkata, "Apakahkamu 
merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah 
dan keberkatan-Nya. dicurahkan atas kamu. hai ahlul bait! 
Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Mafia Pemurah. " (Hud: 
72-73) 

Para malaikat itu menyampaikan berita gembira pula perihal kenabian 
yang akan diperoleh anaknya selagi ia masih hidup, dan bahwa kelak 
anaknya akan mempunyai keturunan pula, seperti yang disebutkan oleh 
Allah Swt melalui firman-Nya: 

Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq, 
seorang nabi yang termasuk orang-orang vang saleh. (As-Saffat: 
112) 

Hal ini lebih sempuma dan merupakan nikmat yang paling besar. Dalam 
ayat lainnya disebutkan melalui firman-Nya: 

maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira akan (kelahiran) 
Ishaq dan sesudah Ishaq (lahir pula) Ya'qub. (Hud: 71) 

Kqmpungsannqh.org 



c«* 



406 Juz7-AkArVam 

Dengan kata lain, sesudah itu dilahirkan pula seorang anak dart anakmu 
selagi kamu berdua masih hidup, sehingga hatimu menjadi senang 
karenanya, sebagaimana hati anakmu pun senang pula mendapatkannya. 
Karena sesungguhnya kegembiraan mendapat seorang cucu sangat kuat, 
mengingat hal itu sebagai pertanda akan keberlangsungannya keturunan. 
Juga mengingat anak yang dilahirkan dari pasangan yang sudah lanjut 
usia diduga tidak akan dapat melahirkan keturunan selanjutnya, sebab 
keadaannya sudah lemah. Lalu terjadilah suatu kegembiraan dengan 
lahirnya seorang cucu, maka cucu itu dinamakan Ya'qub yang berakar 
dari kata keturunan atau cucu. 

Hal tersebut merupakan imbalan yang diberikan oleh Allah Swt. 
kepada Nabi Ibrahim a.s. berkat perjuangannya. la rela hijrah mening- 
galkan kaumnya dan negeri tempat tinggalnya, pergi mengembara ke 
tempat yang jauh untuk beribadah kepada Allah Swt. Maka Allah 
mengganti kaum dan handai taulannya dengan mengaruniakan anak- 
anak yang saleh kepadanya dari tulang sulbinya dan berpegang kepada 
agamanya, agar hati Nabi Ibrahim senang dengan keberadaan mereka. 
Hal ini disebutkan oleh Allah Swt. melalui flnnan-Nya: 

Maka tatkala Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari 
apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan 
kepadanya Ishaq dan Ya'qub. Dan masing-masing Kami angkat 
menjadi nabi. (Maryam: 49) 

Sedangkan dalam surat ini disebutkan melalui firman-Nya: 

Dan Kami telah menganugerahkan Ishaq dan Ya'qub kepadanya. 
Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk (Al- 
An'am: 84) 



Mengenai firman Allah Swt.: 

Kqmpungsannqh.org 



&yt$&& 



Tafsir Ibnu Kasir 407 

dan kepada Nuh. sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk (Al- 
An'am: 84) 

Artinya, sebelum itu Kami telah memberikan petunjuk kepada Nuh, 
sebagaimana Kami telah memberikan petunjuk kepadanya (Ibrahim) 
dan Kami anugerahkan kepadanya keturunan yang baik (saleh). Masing- 
masing dari keduanya (Nuh dan Ibrahim) mempunyai keistimewaan 
tersendiri yang sangat besar. Adapun Nabi Nuh a.s., maka ketika Allah 
Swt. menenggelamkan semua penghuni bumi — kecuali orang-orang 
yang beriman kepada Nabi Nuh. yaitu mereka yang meneman inya dalam 
perahunya — maka Allah menjadikan keturunannya adalah orang- 
orang yang menjadi generasi penerus; umat manusia semuanya 
merupakan keturunan Nabi Nuh a.s. Sedangkan Nabi Ibrahim a.s. adalah 
kekasih Allah. Maka tidak sekali-kali Allah mengutus seorang nabi 
sesudahnya melainkan berasal dari keturunannya, seperti yang 
disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya: 



CYv i 



dan Kamijadikan kenabian dan Al-Kitabpada keturunannya (Al- 
Ankabut: 27), hingga akhir ayat. 

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim, dan 
Kamijadikan kepada keturunan keduanya kenabian dan Al-Kitab. 
(Al-HadTd: 26) 

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh 
Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang- 

Kqmpangsunnqh.org 



408 Juz7-AI-An"am 

orangyang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim 
dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk 
dan telah Kami pilik Apabiladibacakanayat-ayat Allah Yang Maha 
Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan 
bersujud dan menangis. (Maryam: 58) 



Adapun firman Allah Swt. berikut ini: 



cm lf u»Yf3 -flg^^j 



dan dari keturunannya. (Al-An'am: 84) 
Artinya, dan Kami beri petunjuk kepada sebagian dari keturunannya. 

yaitu Baud dan Sidaiman. (Al-An'am: 84), hingga akhir ayat. 

Damir yang ada pada lafaz zurriyyatihi kembali kepada Nuh, karena 
lafaz Nuh merupakan lafaz yang paling dekat di antara tafaz yang ada, 
lagi pula cukup jelas, tidak ada kesulitan mencarinya. Pendapat inilah 
yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Dan bila dikembalikan kepada lafaz Ibrahim 
— mengingat dialah yang disebutkan dalam konteks ayat ini — memang 
dinilat baik, tetapi sulit untuk mengaitkannya dengan lafaz Lut, karena 
Nabi Lut bukan termasuk keturunan Nabi Ibrahim, melainkan anak 
saudaranya yang bernama Haran ibnu Azar. Kecuali jika ia dimasukkan 
ke dalam pengertian keturunan berdasarkan kriteria taglib (mayoritas), 
seperti pengertian yang terdapat di dalam firman Allah Swt.: 

Adakah kalian hadir ketika Ya 'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, 
ketika ia berkata kepada anak-anaknya, "Apakah yang kalian 
sembah sepeninggalanku? " Mereka menjawab, "Kami akan 
menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 409 

dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk 
patuh kepada-Nya. " (Al-Baqarah: 133) 

Nabi Ismail adalah pamannya, tetapi ia dimasukkan ke dalam pengertian 
ayah-ayahnya secara taglib. Sama pula dengan pengertian yang 
terkandung di dalam finnan Allah Swt. lainnya, yaitu: 

Maka bersujudlah para malaikai itu semuanya bersama-sama, 
kecuali iblis. (Al-Hijr: 30-3 1) 

Dalam ayat ini iblis dimasukkan ke dalam malaikat dalam hal mendapat 
perintah untuk bersujud, dan iblis dicela karena menentang perintah 
itu. Dia menyerupai mereka. karena itu dia diperlakukan sama dengan 
mereka (para malaikat) dan dikategorikan sebagai golongan para 
malaikat secara taglib; karena sesungguhnya pada kenyataannya iblis 
termasuk makhluk jin yang diciptakan dari api, sedangkan malaikat 
diciptakan dari nur. 

Penyebutan Isa a.s. ke dalam keturunan Nabi Ibrahim atau Nabi 
Nuh, menurut pendapat lainnya hal ini menunjukkan dimasukkannya 
keturunan anak perempuan ke dalam golongan keturunan anak laki- 
laki, karena sesungguhnya nasab Isa a.s. berkaitan dengan Nabi Ibrahim 
a.s. hanyalah melalui ibunya, yaitu Maryam a.s.,sebab Isa a.s. tidak 
berayah. 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sahl 
ibnu Yahya Al- Askari, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman 
ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abis, dari 
Abdullah ibnu Ata Al-Makki, dari Abu Harb ibnu Abul Aswad yang 
menceritakan bahwa Al-Hajjaj mengirimkan utusan kepada Yahya ibnu 
Ya'mur untuk menyampaikan pesan, "Telah sampai kepadaku suatu 
berita bahwa engkau menduga Al-Hasan dan Al-Husain termasuk 
keturunan Nabi Saw. dan kamu jumpai daliinya di dalam Kitabullah 
(Al-Qur'an). Padahal aku telah membaca Al-Qur'an dari awal sampai 
akhir, tetapi tidak menemukannya." 

Yahya ibnu Ya'mur menjawab, 'Tidak pernahkah engkau membaca 
suatu ayat di dalam surat Al-An'am yang mengatakan: 

Kqmpungsannqh.org 



410 Juz7-AW\n1im 

dan dcari keturunannya, yaitu Baud dan Sulaiman. (Al-An'am: 84) 
sampai kepada firman-Nya: 



is • 1*5/ 



Yahyadanlsa. (Al-An'am: 85 )." 



Al-Hajjaj menjawab, "Ya." Yahya ibnu Ya'mur berkata, "Bukankah 
Isa termasuk keturunan "Nabi Ibrahim, padahal dia tidak berayah?" Al- 
Hajjaj menjawab, "Engkau benar." 

Karena itulah apabila seseorang berwasiat kepada keturunannya, 
atau mewakafkan kepada mereka, atau memberi mereka suatu hibah, 
maka keturunan dari anak-anak perempuan termasuk ke dalam golongan 
keturunannya. 

' Adapun jika seseorang memberi kepada anak laki-lakinya atau 
mewakafkan sesuatu kepada anak-anak lelakinya, maka hal tersebut 
hanya khusus bagi mereka dan bagi keturunannya dari anak laki-lakinya. 
Mereka yang berpendapat demikian berdalilkan kepada ucapan seorang 
penyair Arab yang mengatakan: 

Anak-anak lelaki kami adalah keturunan kami; sedangkan anak- 
anak lelaki dari keturunan anak-anak perempuan kami, mereka 
adalah para putra dari lelaki lain. 

Pendapat lainnya lagi mengatakan bahwa anak-anak lelaki dari keturunan 
anak-anak prempuan termasuk pulake dalam pengertian keturunan dari 
anak laki-laki, karena berdasarkan kepada sebuah hadis yang disebutkan 
di dalam kitab SahihBukhari yang menyatakan bahwa RasuluHah Saw. 
pernah bersabda kepada Al-Hasan ibnu Ali: 



Kqmpungsannqh.org 



Tafcir Ibnu Kasir 411 

Sestmgguhnya anakku ini adalah seorcmg sayyid, mudah-mudahan 
Allah mendamaikan dengan melaluinya dim golongan yang besar 
dari kaUmgan kaum muslim. 

Dalam hadis ini Rasulullah Saw. menyebutkan Al-Hasan sebagai anak 
lelakinya. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Hasan (yang merupakan anak 
dari putrinya) dianggap sebagai anak Rasulullah Saw. sendiri. 

Pendapat yang lainnya lagi membolehkannya (yakni boleh me- 
masukkan keturunan dari anak perempuan ke dalam golongan keturunan 
dari anak laki-laki). 

Finnan Allah Swt.: 



:m -. 



ru** •zj06ti$fo£b£A 



dan Kami lebihkan (pula) derajat sebagian dari bapak-bapak 
mereka, keturunan mereka, dan saudara-saudara mereka. (Al- 
An'am: 87) 

Disebutkan orang-orang tua mereka, anak-anak mereka, dan saudara- 
saudara mereka yang setara; dan bahwa hidayah serta pilihan mencakup 
mereka seluruhnya. Dalam firman selanjutnya disebutkan: 

Dan Kami telah memilih mereka, dan Kami menvnjuki mereka ke 
jalan yang lurus. (Al-An*am: 87) 

Kemudian disebutkan pula: 

Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk 
kepada siapayang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. 
(Al-An'am: 88) 

Dengan kata lain, hal tersebut terjadi semata-mata berkat taufik dari 
Allah dan hidayah-Nya kepada mereka. 

Kqmpungsannqh.org 



412 Juz7-AkAn^m 

Seandbinya mereka mempersekutukan Allah, niscayalenyaplahddri 
mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (Al-An'am: 88) 

Hal ini sebagai peringatan keras, sanksi yang berat terhadap perbuatan 
mempersekutukan Allah, dan bahwa pelakunya melakukan dosa terbesar, 
seperti yang disebutkan Allah dalam firman lainnya: 

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi- 
nabi) sebelum kamu, "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), 
niscqya akan hapuslah amalanmu. " (Az-Zumar: 65), hingga akhir 
ayat. 

Hal ini adalah syarat, sedangkan syarat itu bukan berarti pasti akan 
terjadi; perihalnya sama dengan makna yang terdapat di dalam firman- 
Nya: 



C.A1 l(J>^)^ 



.^S^M^^^mA 



Katakanlah, "Jika benar Tuhan yang Maha Pemurah mempunyai 
anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula 
menyembah (memuliakan anak itu)." (Az-Zukhruf: 81) 

Sekiranya Kami hendak membuat snatupermainan, tentulah Kami 
membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat 
demikian, (tentulah Kami telah melakukannya). (Al-Anbiya: 17) 

Kalau sekiranya Allah hendak mengambit anak, tentu Dia akan 
memilih apayang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaanyang 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 413 

telahdiciptakan-Nya Mahasuci Allah DialahYangMahaEsalagi 
Maha Mengalahkan. (Az-Zumar: 4) 

Adapun firman Allah Swt: 

Mereka itulah orang-orangyang telah Kami berikan kepada mereka 
kitab, hikmat, dan kenabian. (Al-An'am: 89) 

Artinya, merekalah orang-orang yang telah Kami berikan nikmat kepada 
mereka berupa hal-hal tersebut sebagai rahmat buat hamba-hamba Kami 
melalui mereka, dan sebagai kasih sayang Kami terhadap semua 
makhluk. 

Jika ingkar terhadapnya. (Al-An'am: 89) 

Yakni terhadap kenabian. Dapat pula diinterpretasikan bahwa damir 
yang ada kembali kepada ketiga perkara tersebut, yaitu Al-Kitab, hikmat, 
dan kenabian. 

Firman Allah Swt.: 

orang-orang itu. (Al-An'am: 89) 

Yaitu penduduk Mekah, menurut Ibnu Abbas, Sa'id ibnul Musayyab, 
Ad-Dahhak, Qatadah, dan As-Saddi serta lain-lainnyayang bukan hanya 
seorang. 



gkk 



makasesimggi^mya Kami akanrm^erohkamiya kepada kawnycmg 
sekali-kali tidak akan mengingkarinya. (Al-An'am: 89) 

Dengankatalain,jikasemua nikmat mi diingkari oleh orang-orang da 
ri kalangan Quraisy dan lain-lainnya, baik yang Arab maupun yang 

Kqmpangsunnqh.org 



414 Juz7-AS-ArTarr\ 

' Ajam, dan baik dari kalangan Ahli Kitab maupun dari kalangan agama 
lainnya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum 
yang lain — yakni kaum Muhajirin dan kaum Ansar serta pengikut 
mereka — sampai hari kiamat. 

<5 >Y\' i***** 



yang sekali-kali mereka tidak akan mengingkarinya. (Al-An'am: 
89) 

Maksudnya, mereka sama sekali tidak akan mengingkarinya dan tidak 
akan menolak barang satu huruf pun darinya, bahkan mereka beriman 
kepada semuanya, baik yang muhkam maupun yang mutasyabih. Semoga 
Allah menjadikan kita ke dalam golongan mereka berkat karunia, 
kedermawanan, dankebajikan-Nya. 

Kemudian Allah Swt. ber-khitab (berbicara) kepada hamba dan 
Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad Saw., melaiui firman-Nya: 

ei--. r iji*o '*£*$$ 

Mereka itulah (Al-An'am: 90) 

Yakni para nabi yang telah disebutkan di atas serta orang-orang yang di- 
sebutkan bersama mereka dari kalangan para orangtua dan keturunannya 
serta saudara-saudaranya yang setara dengan mereka. 



Cl- lf .\ji1fl3 



.&is&3& 



Orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah (Al-An'am: 
90) 

Artinya, hanya merekalah yang mendapat petunjuk, bukan selain mereka. 

maka ikutilah petunjuk mereka. (Al-An'am: 90) 

Yakni anuti dan ikutilah mereka. Apabila hal ini merupakan perintah 
yang ditujukan kepada Rasul Saw., maka umatnya mengikut kepadanya 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 415 

dalam semua yang disyariatkan dan yang diperintahkan olehnya kepada 
mereka. 

Sehubungan dengan ayat ini Imam Bukhari mengatakan, telah 
menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Musa, telah menceritakan 
kepada kami Hisyam, bahwa Juraij pernah bercerita kepada mereka, 
bahwa telah menceritakan kepadaku Sulaiman Al-Ahwal, bahwa 
Mujahid pernah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah bertanya 
kepada Ibnu Abbas, "Apakah di dalam surat Sad terdapat ayat yang 
menganjurkan bersujud tilawah?" Ibnu Abbas mengiakannya, lalu 
membacakan firman Allah Swt.: 

Dan Kami anugerahkan Ishaq dan Ya 'qub kepadanya. (Al-An'am: 
84) 

sampai dengan: 

maka ikutilah petunjuk mereka. (Al-An'am: 90) 

Kemudian ia berkata, "Nabi Saw. termasuk salah seorang dari mereka." 
Yazid ibnu Harun, Muhammad ibnu Ubaid, dan Suhail ibnu Yusuf 
menambahkan dan Al-Awwam, dari Mujahid, bahwa ia bertanya kepada 
Ibnu Abbas mengenainya. Lalu Ibnu Abbas menjawab, "Nabi kalian 
termasuk salah seorang yang diperintahkan untuk mengikuti petunjuk 
mereka." 

Firman Allah Swt.: 



C\~ i-VjuTfl^ 



2%£ftttH 



Katakanlah, "Aku tidak meminta upah kepada kalian dalam 
menyampaikannya (Al-Qur*an). " (Al-An'Sn: 90) 

Artinya, dalam menyampaikan Al-Qur'an ini aku tidak meminta suatu 
upah pun kepada kalian. Dengan kata Iain, aku tidak bermaksud sesuatu 
pun dari kalian. 

Kqmpungsannqh.org 



416 Juz7-AW\n-am 



ci- i fljWts 



'4$^M& 



" 



Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segaia umat. 
(Al-An'am: 90) 

Yakni mereka menjadi sadar dan mendapat petunjuk dari kegelapan 
menuju ke jalan hidayah, dan dari kesesatan menuju ke jalan petunjuk, 
dan dari kekafiran menuju kepada iman, berkat Al-Qur'an. 



Al-An'am, ayat 91-92 

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatanyang 
semestinya di kala mereka berkata, "Allah tidak menurunkan 
sesuatu pun kepada manusia. " Katakanlah, "Siapakah yang 
menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya 
dan petunjuk bagi manusia, kalian jadikan kitab itu lembaran- 
lembaran kertas yang bercerai-berai, kalian perlihatkan 
(sebagiannya) dan kalian sembunyikan sebagian besarnya; padahal 
telah diqjarkan kepada kalian apa yang kalian dan bapak-bapak 
kalian tidak mengetahui(nya)? " Katakanlah, "Allah-lah (yang 
menurunkannya)," kemudian (sesudah kalian menyampaikan Al- 
Qur'an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam 
kesesatannya. Dan ini (Al-Qur'an) adalah kitab yang telah Kami 
turunkan yang diberkahi, membenarkan kitab-kitab yang 
(diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan- 
kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang 

Kqmpungsannqh.org 



Tafcir Ibnu KaSir 417 

di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya 
kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan 
mereka selalu memelihara salatnya. 

Allah Swt. berfirman, bahwa mereka sama sekali tidak menghormati 
Allah dengan penghormatan yang semestinya karena mereka 
mendustakan rasul-rasul-Nya yang ditujukan kepada mereka. 

Ibnu Abbas, Mujahid, dan Abdullah ibnu Kasir mengatakan bahwa 
ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Quraisy. Kemudian 
dipilih oleh Ibnu Jarir. Pendapat lain mengatakan bahwa ayat ini 
diturunkan berkenaan dengan segolongan kaum Yahudi. Menurut 
pendapat yang lainnya, ayat ini diturunkan berkenaan dengan Fanhas, 
salah seorang lelaki kaum Yahudi. Sedangkan menurut pendapat yang 
lainnya lagi, ayat ini diturunkan berkenaan dengan Malik Ibnus Saif. 

mereka berkata, "Allah tidak menwtmkan sesuatu pun kepada 
manusia. " (Al-An'am: 91) 

Pendapat pertama adalah pendapat paling sahih, mengingat ayat ini 
adalah ayat Makkiyyah, dan orang-orang Yahudi tidak mengingkari 
adanya penurunankitab-kitab dari langit. Tetapi orang-orang Quraisy 
dan orang-orang Arab dahulu mengingkari kerasulan Nabi Muhammad 
Saw. karena beliau seorang manusia, seperti yang disebutkan oleh firman 
Allah Swt. dalam firman-Nya: 

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami 
mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, "Berilah 
peringatan kepada manusia! " (Yunus: 2) 

Kqmpangsannqh.org 



418 



Juz 7 - Al-An'am 



Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman 
tatkala datang petimjuk kepadcmya, kecuali perkataan mereka, 
"Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul? " 
Katakanlah, "Seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan 
sebagai penghtmi di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit 
kepada mereka malaikat menjadi rasul. " (Al-Isra: 94-95) 

Sedangkan dalam sural ini disebutkan melalui firman-Nya: 



Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang 
semestinya di kala mereka berkata, "Allah tidak menwunkan 
sesuatu pun kepada manusia "(Al-An'am: 91) 

Adapun firman Allah Swt.: 

Katakanlah, "Siapakah yang menwunkan kitab (Taurat) yang 
dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petimjuk bagi manusia? " 
(Al-An'am: 91) 

Artinya: Hai Muhammad, katakanlah kepada mereka yang ingkar dengan 
adanya penurunan suatu kitab dari sisi Allah. Ungkapan ini menyangkal 
kenegatifan mereka yang umum, yakni dengan menetapkan detail 
permasalahan yang sebenamya secara positif, yaitu: 

Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa? 
(Al-An'am: 91) 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ihnu Kafeir 419 

Yakni kitab Taurat yang telah kalian ketahui, juga yang telah diketahui 
oleh semua orang, bahwa Allah telah menurunkan kitab Taurat kepada 
Musa ibnu Imran. 

sebagai cahaya danpetunjuk bagi manusia. (Al-An'am: 91) 

Yahu sebagai cahaya untuk menanggulangi semua kesulitan dan sebagai 
petunjuk di dalam masalah syubhat yang gelap. 
Firman Allah Swt.: 



GV i f\jb*\^ 



4SS**&Sfc&S«« 



kalian jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai- 
berai, kalian perlihatkan (sebagiannya), dan kalian sembunyikan 
sebagian besarnya. (Al-An'am: 91) 

Maksudnya, kalian jadikan seluruhnya berupa kertas-kertas yang kalian 
salinkan ke dalamnya dari Al-Kitab yang asli yang ada di tangan kalian, 
lalu kalian melakukan banyak perubahan padanya, kalian ganti, dan 
kalian takwilkan sendiri; kemudian kalian katakan bahwa ini dari sisi 
Allah, yakni dari Kitab yang diturunkan-Nya, padahal kenyataannya 
bukan dari sisi Allah, melainkan dari kalian sendiri. Karena itu, 
diungkapkan oleh firman-Nya: 

Kalian jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai- 
berai, kalian perlihatkan (sebagiannya) dan kalian sembunyikan 
sebagian besarnya. (Al-An'am: 91) 

Firman Allah Swt.: 

padahal telah diqjarkan kepada kalian apayang kalian dan bapak- 
bapak kalian tidak mengetahui(nya). (Al-An'am: 91) 

Kqmpungsannqh.org 



420 JuzT-AlAiVam 

Yakni perihal siapa yang menurunkan Al-Qur'an, yang melaiuinya 
Allah mengajarkan dan menyampaikan kepada kalian sebagian dari 
berita masa silam dan berita yang akan datang, padahal sebelum itu 
kalian — juga bapak-bapak kalian — tidak mengetahuinya. 

Qatadah mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang musyrik 
11 Arab. Mujahid mengatakan, yang dimaksud adalah kaum muslim. 

Firman Allah Swt.: 

cnr f uvo -d&typ 

Katakanlah, "AllaMah (yang menurunkan-Nya)! " (Al- An'am : 9 1 ) 

Ali ibnu Abu Talhah teiah merrwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna 
yang dimaksud ialah, "Katakanlah, 'Allah-lah yangmenurunkannya'." 
Pendapat atau takwii Ibnu Abbas ini adalah yang telah ditetapkan 
sehubungan dengan tafsir kalimat ini, bukan seperti apa yang dikatakan 
oleh sebagian ulama muta'akhkhirin yang mengatakan bahwa lafaz 
qulillahu artinya tiada lain jawabanmu kepada mereka adalah kalimat 
ini, yakni 'kalimat Allah*. Berdasarkan pengertian ini, berarti takwii 
ayat ini mengandung kata perintah yang ditujukan kepada lawan bicara 
tunggal tanpa ada susunannya (kaitan kronologisnya). Sedangkan 
mendatangkan kalimat yang menyendiri, menurut kaidah bahasa Arab, 
tidak dapat memberikan pemahaman yang memuaskan. 
Finnan Allah Swt.: 



cv t r \jWi 



- .&&W&$j}8& 



Kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatatmya 
(Al-An'am: 91) 



1) Sesungguhnya ayal ini diturunkan sebanyak dua kali: Pertama di Mekah, dan khtlab 
yang dimaksud ditujukan kepada kaum musyrik. Barangkali hat ini berdasarkan qiraah Ibnu 
Kasir dan Abu Amr yang membxany a yaj'alunahu dengan memakat huruf ya, yang artinya 
'mereka menjadtkannya'. Yang kedua di Madinah, barangkali tial ini berdasarkan qiraah yang 
membacanya Ug'alUnahu yang artinya 'kalian menjadikaimya'. Disebutkan demikian karena 
khitab (pembicaraan) ditujukan kepada orang-oiang Yahudt. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir (bnu Kasir 421 

Artinya, biarkanlah mereka dalam kebodohan dan kesesatannya 
bermain-main, hingga datang kepada mereka kepastian yang meyakin- 
kan dari Allah. Maka mereka akan mengetahui siapakah yang akan 
mendapat akibat yang terpuji, apakah mereka ataukah hamba-hamba 
Allah yang bertakwa? 
Firman Allah Swt.: 

Dan kitab ini. (AI-An'am: 92) 
Yakni Al-Qur'an. 

yang telah Kami turunkan yang diberkati, membenarkan kitab-kitab 
yang (diturunkan) sebelumnyadan agar kamu memberiperingatan 
kepada (penduduk) Ummul Qura. (Al-An"am: 92) 

Maksudnya adalah kota Mekah. 

dan orang-orangyang di luar lingkungannya. (AI-An'am: 92) 

dari kalangan kabilah-kabilah Arab Badui dan semua bangsa dari 
keturunan Anak Adam, baik yang Arab maupun yang 'Ajam, seperti 
yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat-ayai lain, yaitu: 



cn/i i ^jieVi-a 



•\&^aa&flSK$3J 



Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan 
Allah kepada kalian semua. " (Al-A'raf: 158) 



c *.**** $$&£)$$} 



supaya dengan Al-Qur 'an ini aku memberi peringatan kepada 
kalian dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur 'an (ke- 
padanya). (AI-An'am: 19) 

Kqmpungsannqh.org 



422 Juz7-AkAn'am 



e i v ~ J>3* -^ 



Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan 
sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qw 'an, maka nerakalah 
tempat yang diancamkan baginya. (Hud: 17) 

Mahasuci Allah yang telah memmmkan Al-Furqah (Al-Qur'an) 
kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada 
seluruh alam. (Al-Furqah: 1) 

aJKSi &£^&3i3&i£&il$&&& ass 



.&gMtofii&&aifo 



«=.v-»CJl^A-Jfl-a -&9&WW*rW&^'^W$ 



Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab 
dan kepada orang-orang yang ummi, "Apakah kalian (mau) masuk 
Islam? " Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah 
mendapat petunjuk, Dan jika mereka berpaling, maka kewajiban 
kalian hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). DanAllahMaha 
Melihatakan hamba-hamba-Nya. (Aii Imran: 20) 

Di dalam sebuah hadis yang tertera di dalam khab Sahihain disebutkan 
bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Akudianvgerahi lima perkara yang belum pernah diberikan kepada 
seorang nabi pun sebelumku. 

Lalu beliau Saw. antara lain menyebutkan: 

Dahulu nabi diutus hanya khusus kepada kaumnya, sedangkan aku 
diutus untuk seluruh umat manusia. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 423 

Karena itu, dalam firman selanjutnya disebutkan: 

Orang-orangyang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu 
beriman kepadcmya (Al-Qur'an). (Al-An'am: 92) 

Artinya, setiap orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, 
beriman pula kepada kitab Al-Qur'an yang diberkahi ini, yang Kami 
turunkan kepadamu, hai Muhammad. 

«v. flirts ■£&k$l$&*&*& 
dan mereka selalu memelihara salamya. (Al-An'am: 92) 

Yakni mereka mendirikan apa yang difardukan kepada mereka, yaitu 
menunaikan salat-salat fardu tepat pada waktunya masing-masing. 

Al-An'am, ayat 93-94 

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuai 
kedustaan terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan 
kepada saya, " padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun 
kepadanya, dan orang yang berkata, "Saya akan menurtmkan 
seperti apa yang diturunkan Allah. " Alangkah dahsyatnya 

Kqmpungsannqh.org 



424 Juz7-AI-ArTam 

sekiranya kamu melihat di waktu orang-orangyangzalim (berada) 
dalam tekanan-tekanan sakaratul maut. sedangkan para malaikat 
memukul dengan tangannya; (sambil berkata), "Keluarkanlah 
nyawamut " Di hari ini kalian dibalas dengan siksaan yang sangat 
menghinakan, karena kalian selalu mengatakan terhadap Allah 
(perkataan) yang tidak benar dan (karena) kalian selalu 
menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. Dan sesungguhnya 
kalian datang kepada Kami sendirisendiri sebagaimana kalian 
Kami ciptakanpada mulanya, dan kalian tinggalkan di belakang 
kalian (di dunia) apayang telah Kami karuniakan kepada kalian; 
dan Kami tiada melihat beserta kalian pemberi syafaatyang kalian 
anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di aniara kalian. 
Sungguh telah terputuslah (pertalian) aniara kalian dan telah lenyap 
dari kalian apa yang dahulu kalian anggap (sebagai sekutu 
Allah). (Al-An'am: 93-94) 

Mengenai firman Allah Swt.: 

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat 
kedustaan terhadap Allah. (Al-An'am: 93) 

Artinya, tidak ada seorang pun yang lebih zalim (aniaya) daripada orang 
yang membuat kedustaan terhadap Allah, lalu ia menjadikan sekutu-sekutu 
bagi-Nya, atau anak, atau mengaku-ngaku bahwa dirinya telah diutus 
oleh Allah kepada manusia, padahal Allah tidak mengutusnya. Karena 
ctulah dalam firman selanjutnya disebutkan: 

atauyang berkata, "Telah diwahyukan kepada soya, "padahal tidak 
ada diwahyukan sesuatupun kepadanya. (Al-An'am: 93) 

Ikrimah dan Qatadah mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan 
dengan Musailamah Al-Kazzab. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 425 

dan orangyang berkata, "Sqya akan menurunkan seperti apayang 
diturunkan Allah. " (Al-An'am: 93) 

Maksudnya orang yang mendakwakan dirinya mampu menandingi 
wahyu yang diturunkan dari sisi Allah melalui perkataan yang dibuat- 
buatnya, seperti yang dikisahkan dalam ayat yang lain: 

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka 
berkata, "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang 
seperti ini). Kalau kami menghendaki, niscaya kami dapat 
membacakan yang seperti ini. " (Al-Anfal: 3 1 ), hingga akhir ayat. 



Firman Allah Swt. 



cir i f IjuVi-3 



■s^^&^&gfc 



sekiranya kamu melihat di waktu orang-orangyangzalim (berada) 
dalam tekanan-tekanan sakaratul maul. (Al-An'am: 93) 

Yakni sedang berada dalam sakaratul maut, kesakitannya dan 
penderhaannya. 



«,.,«*. .}&i#y$3& 



sedcaigkanparamalaikatmemukuldengantangannya. (Al-An*am: 
93) 

Yaitu memukulinya, sama halnya dengan pengertian yang terdapat di 
dalam ayat lain: 



e. Y*= SJiilJLI^ 



$&$Z&m.$ 



Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk 
membunuhku. (Al-Maidah: 28), hingga akhir ayat. 

KQmpangsannqh.org 



426 Juz7-Al-An'am 

dan niscaya mereka melepaskan tangan dan lidah mereka kepada kalian 
dengan menyakiti (kalian). (Al-Mumtahanah: 2), hingga akhir ayat. 

Ad-Dahhak dan Abu Saleh mengatakan bahwa basitu aidiyahum artinya 
memukulkan tangan mereka, yakni menimpakan siksaan. Sama dengan 
pengertian yang terkandung di daiam ayat lain, yaitu: 

Kalau kamu melihat ketika para malaikat itu mencabut nyawa 
orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang 
mereka (AI-Anfal: 50) 

Karena itulah dalam surat ini disebutkan melalui firman-Nya: 

sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya (Al-An*am: 
93) 

Yakni memukulinya sehingga rohnya keluar dari jasadnya. Karena itulah 
dalam firman selanjutnya disebutkan: 



(sambil berkata), "Keluarkanlah nyawa kalian. '' (Al-An'am: 93) 

Orang kafir apabila mengalami sakaratul maut, para malaikat datang 
kepadanya membawa azab, pembalasan, rantai, belenggu, api, dan air 
mendidih serta murka dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha 
Penyayang. Akan tetapi, rohnya bercerai-berai ke dalam sduruh 
tubuhnya dan membangkang, tidak mau keluar. Maka para malaikat 
memukulinya hingga rohnya keluar dari jasadnya, seraya berkata: 

CIV : fLuiVl 3 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 427 

Keluarkanlah nyawa kalian! Di hari ini kalian dibalas dengan 
siksaan yang sangat menghinakan, karena kalian selalu 
mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar. (Al- 
An'am: 93), hingga akhir ayat. 

Artinya, pada hari ini kalian benar-benar akan dihinakan dengan sehina- 
hinanya. sebagai balasan dari kedustaan kalian terhadap Allah, sikap 
sombong kalian yang tidak mau mengikuti ayat-ayat-Nya, dan tidak 
mau taat kepada rasul-rasul-Nya. 

Hadis-hadis yang mutawatir banyak yang menceritakan perihal 
sakaratul maut yang dialami oleh orang mukmin dan orang kafir. Hal 
ini akan diterangkan dalam tafsir firman Allah Swt.: 



Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan 
vcapan yang tegvh itu dalam kehidupan di dimia dan di akhirat. 
(Ibrahim: 27) 

Sehubungan dengan bab ini Ibnu Murdawaih menuturkan sebuah hadis 
yang sangat panjang melalui jalur yang garib, dari Ad-Dahhak, dari 
Ibnu Abbas secara marfW. 
Firman Allah Swt.: 



-«^ -&<$ja^^m s 33&. 



Dan sesimgguhnya kalian datang kepada Kami sendiri-sendiri 
sebagaimana kalian Kami ciptakan pada midanya (Al-An'am: 94) 

Artinya, hal tersebut dikatakan kepada mereka pada hari mereka 
dikembalikan, seperti yang disebutkan dalam ayat yang lain, yaitu: 

Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. 
Sesimgguhnya kalian datang kepada Kami, sebagaimana Kami 
menciptakan kalian pada yang pertama kali. (Al-Kahfi: 48) 

Kqmpungsannqh.org 



428 Juz7-AI-An"am 

Yakni sebagaimana Kami memulai penciptaan kalian, maka Kami 
kembalikan kalian, sedangkan kalian dahulu mengingkarinya dan 
menganggapnya mustahil, maka sekarang inilah hari berbangkit. 
Firman Allah Swt,: 

dan kalian tinggalkandi belakang kalian (di dunia) apayangtelah 
Kami kanmiakan kepada kalian. (Al-An*am: 94) 

Yaitu berupa semua kenikmatan dan harta benda yang kalian pelihara 
selama kalian hidup di dunia, semuanya hn kalian tinggalkan di belakang 
kalian. 

Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah Saw. 
telah bersabda: 

AnakAdam berkata, "Hartaku-nartaku! " Padahal tiadayang engkau 
miliki dari hartamu kecuali apa yang engkau makan, lalu engkau 
habiskan; atau apayang engkaupakai, lalu engkau lapukkan; atau 
apa yang engkau sedekahkan, lalu engkau kekalkan, sedangkan 
selain dari itu semuanya pergi dan ditinggalkan untuk orang lain. 

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa seorang anak Adam dihadapkan 
(kepada Allah) pada hari kiamat dalam keadaan tidak membawa apa- 
apa, lalu Allah Swt berfirman, "Ke manakah harta yang telah kamu 
himpun?" la menjawab, "Wahai Tuhanku, aku telah mengumpulkannya, 
tetapi aku meninggalkannya semua secara penuh." Allah berfirman 
kepadanya, "Hai anak Adam, manakah amal yang kamu bawa untuk 
dirimu?" Maka ia melihat bahwa dirinya tidak melakukan suatu arflal 
pun. Kemudian Al-Hasan Al-Basri membacakan firman-Nya: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 429 

Dan sesungguhnya kalian datang kepada Kami sendiri-sendiri 
sebagaimana kalian Kami ciptakan pada mulanya, dan kalian 
tinggalkan di belakang kalian (di dunia) apa yang telah Kami 
karuniakan. (Al-An'am: 94), hingga akhir ayat. 

Demikianiah menurut riwayat Imam Ibnu Abu Hatim. 
Firman Allah Swt.: 



-it 



dan Kami tidak melihat besertamu pemberi syqfaat yang kalian 
anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kalian. 
(Al-An'am: 94) 

Ayat ini mengandung makna kecaman dan celaan terhadap mereka, 
karena ketika di dunia mereka menjadikan sekutu-sekutu dan berhala- 
berhaia serta patung-patung sebagai sembahan mereka, dengan dugaan 
bahwa semuanya itu dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mereka 
dan dapat menyejahterakan kehidupan akhirat mereka, jika menurut 
keyakinan mereka ada hari akhirat. 

Apabila hari kiamat tiba, maka terputuslah dari mereka semua 
hubungan di antara mereka, lenyaplah semua kesesatan, dan hilanglah 
apa yang dahulu mereka buat-buat dalam mempersekutukan-Nya, lalu 
Tuhan menyerukan kepada mereka di hadapan semua makhluk: 

Di manakah sembahan-sembahan kalian yang dahulu kalian 
katakan (sekutu-sekutu Kami)? (Al-An'am: 22) 



Kqmpangsunnqh.org 



430 Juz7-AlnAn'am 

Di manakah berhala-berhalayang dahulu kalian selalu menyembah 
(nya) selairt dari Allah? Dapatkah mereka menolong kalian atau 
menolong diri mereka sendiri? (Asy-Syu'ara: 92-93) 

Karena itu, dalam ayat ini disebutkan; 

dan Kami tiada melihat beserta kalian pemberi syafaatyang kalian 
anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kalian. 
(Al-An'am: 94) 

Yakni yang kalian sembah, dan kalian duga bahwa mereka mempunyai 
bagian hak untuk kalian sembah. 

Kemudian Allah Swt. berfirman dalam firman selanjutnya: 



mi r U*tJ. -jK^HuuSl 



Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kalian. (Al-An'am: 
94) 

Kalau dibaca rafa 'a artinya 'telah terputuslah perhimpunan kalian', dan 
kalau dibaca nasab artinya 'telah terputuslah semua jalinan antara kalian, 
yakni semua pertalian, hubungan, dan perantaraan*. 

dan telah lenyap dari kalian. (Al-An 'am: 94) 
Artinya, pergi dan lenyap dari kalian. 

apa yang dahulu kalian anggap (sebagai sekutu Allah). (Al-An'am: 
94) 

Yakni harapan dari berhala dan sekutu-sekutu itu. Sama halnya dengan 
makna yang terkandung di dalam firman-Nya: 

KQmpangKinnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 43 1 

(Yaitu) Aetffca orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari 
orang-orang yang mengikutinya dan mereka melihat siksa, dan 
(ketika) segala hubungan antara mereka terputus soma sekali. Dan 
berkatalah orang-orang yang mengikuti. "Seandainya kami dapat 
kembdli (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, 
sebagaimana mereka berlepas diri dari kami. " Demikianlah Allah 
memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi 
sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari 
apineraka, (Al-Baqarah: 166-167) 

Allah Swt. telah berfirman dalarn ayat-ayat lain, yaitu: 

Apabila sangkakala ditiup. maka tidaklah ada lagi pertalian nasab 
di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling 
bertanya. (Al-Mu-minun: 101) 

Sesimgguhnya berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah 
adalah vntuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kalian 
dalam kehidupan dunia ini, kemudian di hari kiamat sebagian kalian 
mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kalian melaknati 
sebagian (yang lain); dan tempat kembali kalian ialah neraka, dan 
sekali-kali tak ada bagi kalian para penolong pun. (Al-'Ankabut: 
25) 

Kqmpungsannqh.org 



432 Juz 7 -Al-An'am 

Dikatakan (kepada mereka), "Serulah oleh kalian sekutu-sekutu 
kalian, " lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak 
memperkenankan (seruan) mereka. (Al-Qasas: 64), hingga akhir 
ayat. 

Dan (ingatlah) hariyang di waktu itu Kami menghimpun mereka 
semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang musyrik. 
(Al-An'am: 22) 

sampai dengan firman-Nya: 

dan hilanglah dari mereka sembahan-sembahan yang dahulu 
mereka ada-adakan. (Al-An'am: 24) 

Ayat-ayat yang menerangkan hal ini cukup banyak. 
Al-An'am, ayat 95-97 

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan 
biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, 
dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki 
sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kalian masih 
berpaling? Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 433 

beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk 
perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha 
Msngetahui. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagi 
kalian, agar kalian menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di 
darat dan di lout. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda- 
tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orangyang mengetahui. 

Allah Swt. memberitahukan bahwa Dialah Yang membelah biji-bijian 
dan semua bibit tanaman, yakni Dia membelahnya di dalam tanah, lalu 
menumbuhkan dari biji-bijian berbagai macam tanaman, sedangkan dari 
bibit tanaman Diakeluarkan berbagai macam pohon yangmenghasilkan 
buah-buahan yang berbeda-beda warna, bentuk, dan rasanya. Karena 
itulah firman-Nya berikut ini: 



oa ; r \jJVl3 



&6&& 



menumbuhkan butir tumbuhrtumbuhan dan biji buah-buahan. (Al- 
An'am: 95) 

ditafsirkan oleh firman selanjutnya yang mengatakan: 

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan 
yang mati dari yang hidup. (At-An'am: 95) 

Artinya, Dia mengeluarkan tumbuh-tumbuhan yang hidup dari biji dan 
bibit tanaman yang merupakan benda mati. Perihalnya sama dengan 
yang disebutkan oleh firman-Nya: 



Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adatah 
bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan 
darinya biji-bijian, maka darinya mereka makan. (YasTn: 33) 

Kqmpungsannqh.org 



454 Juz 7 - Al-An'am 

sampai dengan firman-Nya: 

dan dari diri mereka maupim dari apa yang tidak mereka ketahui. 
(Yasih: 36) 

Adapun finnan Allah Swt.-. 

Dan Dia mengetuarkan yang mati dari yang hidup. (Al-An'am: 
95) 

di- 'atqf-kan kepada firman-Nya: 



Cloi f bO*/~> 



•fttfW 



menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. (Al- 
An'am: 95) 

Kemudian ditafsirkan (dijelaskan), selanjutnya di-'ataf-kan kepadanya 
firman Allah Swt.: 

Dan Dia mengetuarkan yang mati dari yang hidup. (Al-An'am: 
95) 

Mereka memberikan contoh mengenai makna ayat ini dengan berbagai 
ungkapan yang seluruhnya berdekatan lagi mengenai maknanya. Di 
antara mereka ada yang mengatakan bahwa ayam dikeluarkan dari telur, 
dan sebaliknya. Di antaranya ada pula yang mengatakan bahwa anak 
yang saleh dilahirkan dari orang yang/ajir (durhaka), dan sebaliknya. 
Masih banyak contoh lainnya yang pengertiannya terkandung di dalam 
ayat ini. 

Finnan Allah Swt.: 

(Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah. (Al-An'am: 95) 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibrm Kasir 435 

Maksudnya, yang mampu tnelakukan hal tersebut hanyalah Allah 
semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. 

maka mengapa kalian masih berpaling? (Al-An'am: 95) 

Yakni mengapa kalian berpaling dari kebenaran dan menyimpang 
darinya menuju kepada kebatilan, lalu kalian menyembah Dia bersama 
yang lain. 

Firman Allah Swt.: 

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk ber- 
istirahat. (Al-An'am: 96) 

Artinya, Dialah yang menciptakan cahaya dan kegelapan, seperti yang 
disebutkan di dalam ayat lain: 

dan mengadakan gelap dan terang. (Al-An'am: 1) 

Yaitu Dia Yang Mahasuci menyingsingkan gelapnya malam hari pada 
pagi hari, sehingga alam menjadi terang, dan cakrawala tampak terang- 
benderang. Gelapnya malam hari hilang berangsur-angsur dan pergi 
membawa kegelapannya, lalu datanglah siang hari dengan sinarnya yang 
terang. Seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya yang lain: 

Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan 
cepat. (Al-A'raf: 54) 

Allah Swt. menjelaskan kekuasaan-Nya dalam menciptakan berbagai 
macam hal yang bertentangan lagi berbeda-beda, semuanya itu 
menunjukkan kesempurnaan kebesaran yang dimiliki-Nya dan kebesaran 
kekuasaan-Nya. Untuk itu Allah Swt. menyebutkan: 

Kqmpungsannqh.org 



436 



Juz7 — Al-An'am 



Diamenyingsingkanpagi. (Al-An'am: 96) 
Dan yang bertentangan dengan itu disebutkan oleh firman-Nya: 

dan menjadikan malam untuk beristirahat. (Al-An'am: 96) 

Yakni sunyi lagi gelap agar segala sesuatu dapat beristirahat padanya, 
seperti yang disebutkan di dalam firman-firman yang Iain: 

Demi waktu matahari sepenggalan naik, dan demi malam apabila 
telah sunyi. (Ad-Duha: 1-2) 



Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila 
terang-benderang. (Al-Lail: 1-2) 



-- ^^ ■i^^r^f^O: 



*&\i/ 



dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila me- 
nutupinya. (Asy-Syams: 3-4) 

Suhaib Ar-Rumi berkata kepada istrinya yang baru saja mencelanya 
karena banyak begadang di malam hari, "Sesungguhnya Allah 
menjadikan malam hari untuk beristirahat, kecuali bagi Suhaib. Sesungguh- 
nya Suhaib apabila ingat akan surga, maka rasa rindunya memanjang; 
dan apabila ingat akan neraka, maka terusirlah rasa kantuknya." Demi- 
kianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim. 

Firman Allah Swt.: 

dan (menjadikan) matahari dan bulan vntuk perhitungan. (Al- 
An'am: 96) 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 437 

Yakni keduanya beredar menurut perhitungan yang pasti rapi, tidak 
berubah dan tidak kacau, melainkan masing-masing dari keduanya 
mempunyai garis edar yang ditempuh oleh masing-masing dalam musim 
panas dan musim dinginnya. Sebagai akibat dari hal tersebut, maka 
berbeda-bedalah panjang dan pendek malam dan siang hari. Perihalnya 
sama dengan yang disebutkan di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya: 

Diolah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya 
dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (garis-garis edar) bagi 
perjalanan bulan itu. (Yunus: 5), hingga akhir ayat. 

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam 
pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar 
pada garis edamya. (YasTn: 40) 



COti LJ^E- Vi -3 



.tfi&ij&isai&aii 



dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang; 
(masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. (Al-A'raF: 54) 

Adapun firman Allah Swt.: 

Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. 
(Al-An'am: 96) 

Artinya, semuanya beredar berdasarkan pengaturan dari Tuhan Yang 
Mahaperkasa, tanpa membangkang dan tanpa menentang, lagi Maha 
Mengetahui segala sesuatu. Maka tidak ada sesuatu pun yang 
tersembunyi dari pengetahuan-Nya barang sebesar zarrah pun, baik yang 
ada di bumi maupun yang ada di langit. Dalam Al-Qur'an — apabila 

Kqmpungsannqh.org 



438 Juz7-AI-An , am 

Allah menyebutkan tentang penciptaan malam, siang, matahari, dan 
bulan — sering kali diakhiri dengan penyebutan sifat perkasa dan sifai 
mengetahui, seperti yang terdapat dalam ayat ini (Al-An' am: 96), juga 
ayat lain, yaitu: 

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah 
malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu. maka dengan serta 
merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di 
tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Mahaperkasa 
lagi Maha Mengetahui. (YasTn: 37-38) 

Demikian pula ketika Dia menyebutkan perihal penciptaan langit dan 
bumi serta segala sesuatu yang ada padakeduanya, yaitu pada permulaan 
surat HamTm Sajdah: 

Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang 
cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. 
Demikianlah ketentuan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. 
(Fussilat: 12) 

Sehubungan dengan firman Allah Swt. berikut ini: 

civ - ^L^iuVi^ 

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagi kalian, agar 
kalian menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di 
lout. (Al-An'am: 97) 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 439 

Sebagian ulama Salaf mengatakan, "Barang siapa yang mempunyai 
keyakinan terhadap bintang-bintang tersebut selain dari ketiga fungsi 
yang akan disebutkan, berarti dia keliru dan dusta terhadap Allah Swt. 
Yaitu Allah tnenjadikannya sebagai hiasan langit dan sebagai perajam 
untuk setan-setan serta sebagai petunjuk dalam kegelapan di darat dan 
di laut ." 

Firman Allah Swt.: 

Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran 
(Kami). (Al-An'am: 97) 

Artinya, Kami jelaskan dan Kami terangkan tanda-tanda kebesaran Kami 
itu. 

kepadaorang-orangyangmengetahui. (Al-An'am: 97) 

Yakni kepada orang-orang yang berakal dan mengetahui kebenaran serta 
menjauhi kebatilan. 

Al-An'am, ayat 98-99 

Dan Dialah yang menciptakan kalian dari seorangdiri, maka (bagi 
kalian) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah 

Kqmpungsannqh.org 



440 Juz7-AkAnSm 

Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang 
yang mengetahui. Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari 
langit, lalu Kami tvmbuhkan dengan air itu segala macam twnbuh- 
tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-twnbuhan itu 
tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang 
menghijau itu butiryang banyak; dan dari mayang kurma mengurai 
tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan 
(Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang 
tidak serupa. Perhatikanlah bvahnya di waktupohonnya berbuah, 
dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnyapadayang 
demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang- 
orangyang beriman. 

Finnan Allah Swt-: 

Dan Dialah yang menciptakan kalian dari seorang diri. (Al- 
An 'am: 98) 

Maksudnya dari Nabi Adam a.s,, seperti halnya yang disebutkan oleh 
Allah Swt. dalam Firman yang lain, yaitu: 

Haisekalianmanusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian yang telah 
menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Allah 
menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembang- 
biakkan lakx-laki dan perempuan yang banyak. (An-Nisa: 1) 

Adapun firman Allah Swt.: 

maka (bagi kalian) ada tempat tetap dan tempat simpanan. (Al- 
An'am: 98) 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 441 

Para ulama tafsir berbeda pendapat mengenai makna ayat ini. Dari Ibnu 
Mas'ud, Ibnu Abbas, Abu Abdur Rahman As-Sulami, Qais ibnu Abu 
Hazim, Mujahid, Ata, Ibrahim An-Nakha'i, Ad-Dahhak, Qatadah, As- 
Saddi, Ata Al-Khurrasani, dan lain-lainnya disebutkan bahwa makna 
mustaqarrun adalah tempat menetap di dalam rahim. Mereka atau 
sebagian besar dari mereka mengatakan bahwa mustauda ' yaitu tempat 
simpanan di dalam tulang sulbi. 

Tetapi dari Ibnu Mas'ud dan sejumlah ulama yang lain disebutkan 
hal yang sebaliknya. Demikian pula dari Ibnu Mas'ud serta sejumlah 
ulama, disebutkan bahwa tempat tetap adalah di dunia, dan tempat 
simpanan adalah setelah mati. 

Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa tempat menetap itu adalah di 
dalam rahim, di permukaan bumi, dan sesudah meninggal dunia. 
Menurut Al-Hasan Al-Basri, mustaqar ialah bagi orang yang telah 
meninggal dunia, karena amalnya telah ditetapkan dengan kematian itu. 

Disebutkan dari Ibnu Mas'ud, bahwa yang dimaksud dengan tempat 
simpanan atau mustauda' ialah hari akhirat. Akan tetapi, pendapat 
pertamalah yang lebih kual. 

Firman Allah Swt.: 



~^* *$8kfo*&&£& 



Sesungguhnya Kami telahjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kam i) 
kepada orang-orang yang mengetahui. ( Al- An 'am : 98) 

Artinya, orang-orang yang mengerti dan memahami Kalamullah serta 
makna yang terkandung di dalamnya. 
Firman Allah Swt.: 



cm. ■■. f\j&f*^ 



.ftjjfli&assfgsiisi 



Dan Dialahyang menurvnkan air hujan dari langit. (Al-An'am: 
99) 

Yakni dengan kepastian dalam keadaan diberkati sebagai rezeki buat 
hamba-hamba Allah, untuk menyuburkan, dan sebagai pertolongan buat 
semua makhluk dan rahmat dari Allah buat mereka semua. 

Kqmpungsannqh.org 



442 Juz7 - AkAn"am 

to/w /fami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh- 
tumbuhan. (Al-An'am: 99) 

Ayat ini semakna dengan firman Allah Swt. yang lain, yaitu: 

Dan dari air Kamijadikan segala sesuatuyang hidup. ( Al- Anbiya: 
30). 

Adapun firman Allah Swt.: 

maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang 
menghijau (Al-An'am: 99) 

Artinya, tanaman dan pepohonan yang hijau; sesudah itu Kami ciptakan 
padanya biji-bijian dan buah-buahan. Karena itu, dalam firman 
selanjutnya disebutkan: 

Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang 
banyak (Al-An'am: 99) 

Yakni sebagian darinya bertumpang tindih dengan sebagian yang lain 
seperti pada bulir-bulirnya dan lain sebagainya. 

dan dari mayangkurmamenguraitangkai-tangkai. (Al-An'am: 99) 

Qinwan adalah bentuk jamak dari qinwun, artinya tangkai ketandan 
(mayang) kurma. 

yang menjulai. (Al-An'am: 99) 
Maksudnya, dekat untuk dipetik dan mudah memetiknya. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 443 

Perihalnya sama dengan apa yang dikatakan oleh AH ibnu 
Abu Talhah Al-Walibi, dari Ibnu Abbas, sehubungan dengan makna 
firman-Nya: 

tangkai-tangkai yang menjulai. (Al-An*am: 99) 

Yakni tangkai yang menjulai ke bawah bagi pohon kurma yang pendek, 
sehingga mayangnya yang dipenuhi dengan tangkai buah berada dekat 
tanah dan mudah dipetik. Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. 
Sehubungan dengan ini orang-orang Hijaz mengatakan bBhw&qinwanun 
artinya tangkai-tangkai mayang, begitu pula halnya yang dikatakan oleh 
orang-orang Bani Qais. Sehubungan dengan makna lafaz ini, Imru-ul 
Qais (seorang penyair Jahiliyyah yang ternama) mengatakan: 

Pucukpohormya berdiri tegak, akarnya menghujam ke tanah, dan 
mayangnya yang dipenuhi dengan tangkai-tangkai menjulai ke 
bawah, penuh dengan buah kurma yang merah 

Sedangkan orang-orang Bani Tamim mengatakan bentuk jamaknya 
adalah qinyan dengan memakai ya. Ibnu Jarir mengatakan bahwa qinwan 
adalah bentuk jamak dari qinwun, sebagaimana lafaz sinwdn adalah 
bentuk jamak dari lafaz sinwun. 
Finnan Allah Swt.: 

dan kehun-kebun anggwr, (Al-An'am: 99) 

Artinya, Kami keluarkan pula darinya kebun-kebun anggur; kedua jenis 
buah-buahan ini —yakni kurma dan anggur — menurut penduduk Hijaz 
termasuk buah-buahan yang paling digemari, dan barangkali keduanya 
merupakan buah-buahan yang terbaik di dunia. Perihal kedua buah itu 
disebutkan oleh Allah kepada hamba-hamba-IMya dalam firman-Nya: 

Kqmpangsunnqh.org 



444 Juz7-AlnAn"am 



J". 



Dan dari buah kurma dan anggur, kalian buat minuman yang 
memabukkan dan rezekiyang baik (An-Nahl: 67) 

Hal ini disebutkan oleh Allah Swt. sebelum khamr diharamkan. Juga 
dalam finnan Allah Swt. yang lainnya, yaitu: 



«#&&&#&&& 



Dan Kamijadikanpadanya kebun-kebun kurma dan anggur. ( YasTn : 
34) 

Adapun firman Allah Swt.: 

dan (Kami keluarkan pula) zaitvn dan delitna yang serupa dan yang 
tidakservpa. (AI-An'am: 99) 

Qatadah dan lain-lainnya mengatakan bahwa gairu mutasyabih artinya 
yang tidak serupa dedaunannya, tetapi bentuknya serupa; sebagian 
darinya serupa dehgan sebagian yang lain, tetapi berbeda dalam buah 
yang dihasilkannya, baik dari bentuk, rasa, maupun kandungannya. 
Firman Allah Swt.: 



— ,«*= .^sasiWififif 



Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbvah, dan 
(perhatikanlah pula) kematangannya. (Al-An'am: 99) 

Yakni bila telah masak, menurut Al-Barra ibnu Azib, Ibnu Abbas, 
Ad-Dahhak, Ata Al-Khurrasani, As-Saddi, Qatadah, dan lain-lainnya. 
Dengan kata lain, perhatikanlah kekuasaan Penciptanya yang telah 
menciptakannya dari tidak ada menjadi ada. Pada mulanya berupa 
tumbuh-tumbuhan, lalu menjadi pohon, dan menghasilkan buah; ada 
yang menghasilkan anggur, ada yang menghasilkan kurma, dan lain 
sebagainyadari semuajenis tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan yang 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 445 

berbeda-beda warna dan bentuknya serta berbeda-beda rasa dan bau 
hasil buahnya. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam 
firman-Nya: 

ct -- xs-^-^ — 

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan 
kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon kurma yang 
bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang 
sama, Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas 
sebagian yang lain tentang rasanya. (Ar-Ra'd: 4), hingga akhir 
ayat. 

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan: 

Sesungguhnyapadayangdemikian itu. (Al-An'am: 99) 
hai manusia. 

ada tanda-tanda (kekuasaan Allah). (Al-An'am: 99) 

Yakni tanda-tanda yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan 
Pencipta semuanya itu, kebijaksanaan, dan rahmat-Nya. 

bagi orang-orang yang beriman. (Al-An'am: 99) 

Maksudnya, orang-orang yang percaya kepada-Nya dan mengikuti rasul- 
rasul-Nya. 

Kqmpungsannqh.org 



446 Juz7-Al^n^m 

Al-An'am, ayat 100 

Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikanjin itu sekutu bagi 
Allah, padahal Allah-lahyang menciptakanjm-jin itu, dan mereka 
berbohong (dengan mengatakan), "Bahwasanya Allah mempunyai 
anaklaki-lakidanperempuan,"tanpa(ber^.asar)ilmupengetahuan. 
Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka 
berikan, 

Ayat ini membantah orang-orang musyrik yang menyembah Allah 
dengan selain-Nya dan mempersekutukan-Nya dalam beribadah kepada- 
Nya, sebab mereka menyembah jin. Mereka menjadikan jin sebagai 
sekutu-sekutu Allah dalam ibadah mereka; Mahatinggi Allah dari apa 
yang mereka persekutukan, dan Mahatinggi Allah dari kekafiran mereka. 
Apabiladitanyakan, mengapajin disembah, padahal sesungguhnya 
mereka hanyalah menyembah berhala-berhala? Sebagai jawabannya 
dapat dikatakan bahwa mereka tidak sekali-kali menyembah berhala- 
berhala itu melainkan karenataat kepada jin, dan jin telah menganjurkan 
mereka untuk melakukan hal tersebut. Seperti yang disebutkan oleh 
Allah Swt. dalam firman yang lain, yaitu: 



1 VY * — fl\ 



Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah berhala^. 
dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 447 

mertyembah setan yang durhaka, yang dilaknati Allah dan setan 
itu mengatakan, "Saya benar-benar alum mengambil dari hamba- 
hamba Engkau bagianyang telah ditentukan (untuk saya), dan saya 
benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan 
angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka 
(memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar- 
benar memotongnya. dan akan saya suruh mereka (mengubah 
ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barang 
siapa yang menjadikan setan sebagaipelindung selain Allah, maka 
sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata Setan itu 
memberikanjanji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan- 
angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan 
kepada mereka selain dari tipuan belaka. (An-Nisa: 117-120) 



>>*fe--$&&ft$>&tf* 



Patutkah kalian mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai 
pemimpm selain dari-Ku. (Al-Kahfi: 50), hingga akhir ayat. 

Nabi Ibrahim pun pernah berkata kepada bapaknya, seperti yang 
disebutkan oleh firman-Nya: 

Wahaibapakku,janganlahkamumenyembah setan. Sesungguhnya 
setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. (Maryam: 
44) 

Juga seperti yang disebutkan dalam firman-Nya yang lain, yaitu: 

"Bukankah Aku telah memerintahkan kepada kalian, hai BaniAdam, 
supaya kalian tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu 
adalah musuh yang nyata bagi kalian, " dan hendaklah kalian 
menyembah-Ku. Inilahjalan yang lurus. (YasTn: 60-61) 

Kqmpungsannqh.org 



448 



Juz 7 - Al-An'am 



Pada hari kiamat para malaikat mengatakan: 



Mahasuci Engkau, Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; 
bahkan mereka telah menyembahjin, kebanyakan mereka beriman 
kepadajin itu. (Saba: 41) 

Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan: 

Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikanjin itu sekutu bagi 
Allah padahal Allah-lah yang menciptakan Jin-jin itu. (Al-An'am: 
100) 

Yakni padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, karena Dialah 
Tuhan Maha Pencipta semata, tiada sekutu bagi-Nya, maka mengapa 
disembah selain Dia bersama-Nya? Perihalnya sama dengan perkataan 
Nabi Ibrahim, seperti yang disitir oleh firman-Nya: 

Apakah kalian menyembah patung-patung yang kalian pahat itu? 
Padahal Allah-lah yang menciptakan kalian dan apayang kalian 
perbuatitu. (As-Saffat: 95-96) 

Makna ayat menunjukkan bahwa Allah Swt. adalah Zat yang hanya Dia 
sendiri yang mampu menciptakan. Karena itu, hanya Dia semata yang 
wajib disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya. 
Firman Allah Swt.: 

dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Bahwasannya Allah 
mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan, " tanpa (dasar) 
ilmu pengetahuan. (Al-An'am: 100) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 449 

Melalui ayat ini Allah memperingatkan akan kesesatan orang yang sesat 
dalam menggambarkan Allah Swt. dengan sebutan bahwa Dia beranak, 
seperti yang dikatakan oleh orang-orang Yahudi terhadap Uzair, yang 
dikatakan oleh orang-orang Nasrani terhadap Isa putra Maryam, dan 
perkataan sebagian orang-orang musyrik Arab bahwa para malaikat itu 
adalah anak-anak perempuan Allah. 



£-■*» ^&3$&$&2& 



ctr 1 »l_ 

Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka katakan 
dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. (Al-Isra: 43) 

Makna firman-Nya, "Kfiaraqu,'" mereka membuat-buat kedustaan dan 
kebohongan terhadap Allah, menurut pendapat ulama Salaf. 

AH ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas 
sehubungan dengan makna firman-Nya, "KharaqTi" membohong. 
Menurut Al-Aufi, dari Ibnu Abbas, sehubungan dengan makna firman- 
Nya: 

dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Allah mempunyai 
anak laki-laki dan perempuan, " tanpa (berdasar) ilmupengetahuan. 
(Al-An'am: 100) 

Disebutkan bahwa mereka menjadikan bagi-Nya anak laki-laki dan 
perempuan. 

Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Allah mempunyai 
anak laki-laki dan perempuan." (Al-An'am: 100) 

Bahwa makna kharaqui&iah membuat kebohongan. Hal yang sama telah 
dikatakan oleh Al-Hasan. Menurut Ad-Dahhak, makna kharaqu artinya 
membuat-buat. Menurut As-Saddi artinya memastikan. 

Ibnu Jarir mengatakan, "Kalau demikian, berarti makna ayat adalah: 
Mereka dalam ibadahnya mempersekutukan Allah dengan jin, padahal 

Kqmpungsannqh.org 



450 Juz7-AtAriam 

Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, tanpa ada yang menyekutui- 
Nya, tanpa penolong, dan tanpa pembantu dalam menciptakan mereka." 



dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Allah mempunyai 
anaklaki-laki dan perempuan," tanpa (beTdasai)ilmupengetahuan. 
(Al-An'am: 100) 

Perihal hakikat dari apa yang mereka katakan, bahkan hal itu disebabkan 
kebodohan dan ketidaktahuan mereka tentang Allah dan kebesaran-Nya, 
karena sesungguhnya tidaklah layak bagi Tuhan bila beranak, beristri 
dan bersekutu dalam menciptakan semuanya. Karena itulah dalam akhir 
ayat ini disebutkan oleh firman-Nya: 

Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka 
berikan. (Al-An'am: 100) 

Artinya, Mahasuci, Mahabersih lagi Mahabesar Allah dari apa yang 
digambarkan oleh orang-orang bodoh lagi sesat itu yang telah 
mengatakan bahwa Allah beranak, mempunyai tandingan, teman, dan 
sekutu. 

Al-An'am, ayat 101 

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak, 
padahal Dia tidak memptmyai istri. Dia menciptakan segala 
sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. 



Dia Pencipta langit dan bumi. (Al-An'am: 101) 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 45 1 

Yakni Yang mengadakan, Yang menciptakan, Yang membangun, dan 
Yang membuat keduanya tanpa contoh terlebih dahulu. Demikianlah 
menurut Mujahid dan As-Saddi. Dari pengertian inilah maka hal yang 
baru dinamakan bid'ah, karena tidak ada persamaannya sebelum itu. 

Bagaimema Dia mempunyai anak. (Al-An'am: 101) 
Dengati kata lain, mana mungkin Dia beranak. 

padahal Dia tidak mempunyai istri. (Al-An'am: 101) 

Maksudnya, anak itu hanyalah dilahirkan dari dua sejoli yang 
berpasangan, sedangkan Allah Swt. tidak sama dengan sesuatu pun dari 
makhluk-Nya, karena Dialah Yang menciptakan segala sesuatu, dan 
Dia tidak beristri, tidak pula beranak, seperti yang disebutkan di dalam 
ayat lain, yaitu firman-Nya: 



C.M- ia t f*_^-»: 



4*#*3*4»6*aSMlG 



Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil 
(mempunyai) anak. " Sesimgguhnya kalian telah mendatangkan 
suatuperkarayangsangatmimgkar. (Maryam: 88-89) 

sampai dengan firman-Nya: 

Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat 
dengan sendiri-sendiri. (Maryam: 95) 

Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala 
sesuatu. (Al-An'am: 101) 

Kqmpangsunnqh.org 



452 Juz 7 -Al-An'am 

Melalui ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan 
segala sesuatu dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Maka mana 
mungkin Dia mempunyai istri dari kalangan makhluk-Nya sebagai 
pendamping-Nya. Dia pun tidak ada bandingan-Nya, maka mana 
mungkin Dia beranak. Mahatinggi Allah dari hal tersebut dengan 
ketinggian yang setinggi-tingginya. 

Al-An'am, ayat 102-103 

Yang (memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan 
kalian, tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka 
sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. Dia 
tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Diadapat 
melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Mahahalus lagi 
Maha Mengetahui. 

Adapun firman Allah Swt.: 

Yang demikian itu adalah Allah Tuhan kalian. (Al-An'am: 102) 

Maksudnya, yang menciptakan segala sesuatu, tidak beranak, dan tidak 
pula beristri. 

— „ M * $$&&$$£$$$$ 

tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka 
sembahlah Dia. (Al-An'am: 102) 

Artinya, sembahlah Dia semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan akuilah 
ketauhidan-Nya (keesaaan-Nya), bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, 
Dia tidak beranak, tidak diperanakkan, tidak beristri, dan tidak ada yang 
menyamai dan menandingi-Nya. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 453 

dao £>/a adalah Pemelihara segala sesaatu. (Al-An'am: 102) 

Yakni Dialah Yang memelihara. Yang Mengawasi dan Yang mengatur 
semua yang selain-Nya, Dia memberi mereka rezeki dan memelihara 
mereka sepanjang malam dan siang hari. 
Firman Allah Swt.: 

Diatidakdapatdicapaiolehpenglihatanmata. (Al-An'am: 103) 

Sehubungan dengan makna ayat ini, ada beberapa pendapat di kalangan 
para imam dari kalangan irlama Salaf. 

Menurul pendapat pertama, Allah tidak dapat dicapai oleh 
penglihatan mata di dunia, sekalipun nanti di akhirat dapat dilihat. 
Demikianlah menurut apa yang disebutkan oleh banyak hadis mutawatir 
dari Rasulullah Saw. melalui berbagai jalur periwayatan yang telah 
ditetapkan di da lam kitab-kitab Sahih, kitab-kitab Musnad, dan kitab- 
kitab Sunnah. 

Sehubungan dengan hal ini Masruq telah meriwayatkan dari Siti 
Aisyah yang mengatakan, "Barang siapa yang menduga bahwa 
Muhammad telah melihat Tuhannya, sesungguhnya ia telah berdusta." 
Menurut riwayat lain 'melihat Allah', karena sesungguhnya Allah Swt. 
telah berfirman: 

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia 
dapat melihat segala yang kelihatan. (Al-An'am: 1 03) 

Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim, melalui hadis Abu Bakar 
ibnu Ayyasy, dari Asim ibnu Abun Nujud, dari Abud Duha, dari Masruq. 
Hadis ini telah diriwayatkan pula oleh bukan hanya seorang, dari Masruq. 
Telah ditetapkan pula di dalam kitab Sahih dan kitab-kitab lainnya, 
dari Siti Aisyah melalui berbagai jalur periwayatan. Tetapi Ibnu Abbas 
berpendapat berbeda; menurut riwayat yang bersumberkan darinya, 

Kqmpangsunnqh.org 



454 Juz 7 - Al-An'am 

penglihatan ini bersifat mutlak (yakni di dunia dan akhirat). Menurut 
suatu riwayat yang bersumberkan darinya, Nabi Saw. pernah melihat 
Tuhannya dengan pandangan kalbunya sebanyak dua kali. Masalah ini 
disebutkan di dalam permulaan tafsir surat An-Najm, Insya Allah. 

Ibnu Abu Hatim menuturitan bahwa Muhammad ibnu Muslim 
pernah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu 
Ibrahim Ad-Dauraqi, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu 
Mu'injia mengatakan bahwa ia pernah mendengarlsma'il ibnu Ulayyah 
mengatakan sehubungan dengan makna Firman Allah Swl.: 

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata. (Al-An'am: 103) 

Hal ini di dunia. Ayah Ibnu Abu Hatim pernah mengatakan dari Hisyam 
ibnu Ubaidillah yang telah mengatakan hal yang sama. 
Pendapat lain mengatakan bahwa makna firman-Nya: 

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata. (Al-An'am: 103) 

Yakni semua penglihatan mata. Hal ini telah di-takhsis oleh hadis yang 
menyatakan bahwa orang-orang mukmin kelak di akhirat dapat melihat 
Tuhannya. 

Pendapat lain — yaitu dari kalangan Mu'tazilah- — mengatakan 
sesuai dengan pemahaman mereka terhadap makna ayat ini, yaitu bahwa 
Allah tidak dapat dilihat, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan 
demikian, mereka berpendapat berbeda dengan ahli sunnah waljama ah 
dalam masalah ini karena ketidakmengertian mereka kepada apa yang 
ditunjukkan oleh Kitabullah dan sunnah Rasulullah. Adapun datil dari 
Al-Qur"an ialah firman Allah Swt.: 

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu herseri, kepada 
Tuhannyalah mereka melihat. (Al-Qiyamah: 22-23) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 455 

Allah Swt. telah berfirman pula, menceritakan perihal orang-orang kafir: 

Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari Un benar-benar 
tertutup dari (melihat) Tuhem mereka. (Al-Mutaffifin: 15) 

Imam Syafii mengatakan bahwa hal ini menunjukkan bahwa orang- 
orang mukmin tidak terhalang untuk melihat Tuhan mereka Yang 
Mahasuci lagi Mahatinggi. Adapun mengenai dalil dari sunnah, maka 
banyak hadis mutawatir diriwayatkan dari Abu Sa'id, Abu Hurairah, 
Anas, Juraij, Suhaib, Bilal, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang 
dari kalangan sahabat, dari Nabi Saw.; semuanya menyebutkan bahwa 
orang-orang mukmin kelak di akhirat dapal melihat Allah di 'Arasat 
(halaman-halaman surga) dan di taman-taman surga. Semoga Allah 
menjadikan kita dari golongan mereka berkat karunia dan kemuliaan- 
Nya, amin. 

Menurut pendapai lain sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata. (Al-An'am: 103) 

Yakni oleh rasio (akal). Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim, 
dari Ali ibnu! Husain, dari Al-Fallas, dari Ibnu Mahdi, dari Abul Husain 
Yahya ibnul Husain qari' ahli Mekah, bahwa dia telah mengatakan hal 
tersebut. Tetapi pendapat ini garib sekali, dan berbeda dengan makna 
lahiriah ayat. Seakan-akan dia berpandangan bahwa lafaz idrak di sini 
bermakna ru-yah. 

Ulama lain mengatakan bahwa tidak ada pertentangan antara 
ketetapan melihat dan pe-nq/i-an idrak dan yang lebih khusus daripada 
ru-yah (melihat), karena sesungguhnya pengertian idrak (mencapai) 
tidak memastikan adanya pe-najfi-an hal yang lebih khusus dengan pe- 
nofi-an yang lebih umum. 

Kemudian mereka berselisih pendapat mengenai pengertian 
pencapaian yang ditiadakan (yang di-nafi-kan), yakni bagaimana 
hakikatnya? Menurut suatu pendapat, yang di-no/i-kan adalah 

Kqmpungsannqh.org 



456 Juz 7 - Al-An'am 

mengetahui hakikat-Nya, k arena sesungguhnya tidak ada yang 
mengetahui-Nya selain Dia sendiri, sekalipun orang-orang mukmin 
dapat melihat-Nya. Perihalnya sama dengan orang yang melihat 
rembulan, sesungguhnya dia tidak dapat mengetahui hakikat, keadaan, 
dan materinya. Maka Tuhan Yang Mahabesar lebih utama daripada hal 
tersebut, dan hanya Dialah Yang memiliki perumpamaan Yang Maha- 
tinggi. 

Ibnu Ulayyah mengatakan bahwa pengertian tersebut (yakni 
mustahil mengetahui hakikat Allah) hanya terjadi di dunia. Demikianlah 
menurut riwayat Ibnu Abu Hatim. 

Fendapat lainnya lagi mengatakan bahwa makna pengetahuan atau 
idrak lebih khusus daripada ru-yah (penglihatan). makna idrak sama 
dengan meliputi. Mereka mengatakan bahwa tidak adanya peliputan 
bukan berarti memastikan tidak adanya penglihatan, sebagaimana tidak 
adanya ilmu yang meliputi bukan berarti memastikan tidak adanya ilmu. 
Allah Swt. telah berfirman: 

sedangkan ilmu mereka tidak dapat meliputi-Nya. (Taha: 1 1 0) 
Di dalam sebuah hadis sahih Muslim disebutkan: 

Soya tidak dapat meliputi pujiemkepada-Mu, pujian-Mu hanyalah 
seperti apa yang Engkau pujikem terhadap diri-Mu. 

Ha] ini tidaklah memastikan tidak adanya pujian kepada Dia. Maka 
demikian pula dalam masalah tersebut. 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia 
dapat melihat segala yang kelihatan. (Al-An'am: 103) 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 457 

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna ayat ialah penglihatan seseorang 
tidak dapat meliputi Kerajaan (Allah). 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu 
Zar'ah, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Hammad ibnu Talhah 
Al-Qannad, telah menceritakan kepada kami Asbat, dari Sammak, dari 
Ikrimah, bahwa pernah ditanyakan kepadanya mengenai makna firman 
Allah Swt.: 

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata. (Al-An'am: 103) 

Ikrimah berkata, "Tidakkah engkau melihat langit?" Si penanya 
menjawab, "Ya, tentu saja melihat." Ikrimah berkata, "Apakah semuanya 
dapat terlihat?" 

Sa'id ibnu Arubah telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan 
dengan makna firman-Nya: 



C'-f . f L0V(=i 



^i!^SA£$Si&&J 



Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia 
dapat melihat segala yang kelihatan. (Al-An'am: 103) 

Bahwa Dia Mahabesar dari kemampuan penglihatan mata untuk dapat 
melihat-Nya. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sa'd ibnu 
Abdullah ibnu Abdul Hakam, telah menceritakan kepada kami Khalid 
ibnu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Abu Urfujah, 
dari Atiyyah Al-Aufi sehubungan dengan makna firman-Nya: 

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, 
kepada Ttthannyalah mereka melihat. (Al-Qiyamah: 22-23) 

Atiyyah mengatakan bahwa mereka melihat Allah, tetapi pandangan 
mereka tidak dapat meliputi-Nya karena Kebesaran-Nya, sedangkan 
pandangan Allah meliputi mereka semuanya. Yang demikian itu 
disebutkan oleh firman-Nya: 

Kqmpungsannqh.org 



458 Juz7-AN\n'am 



c i-r t r^Vtj 



a^iW^sAaasSiss 



Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia 
dapat melihat segala yang kelihatan. (Al-An'am: 103) 

Sehubungan dengan makna ayat ini, ada sebuah hadis yang diriwayatkan 
oleh Ibnu Abu Hatim dalam bab ini. Untuk itu lbnu Abu Hatim 
mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Zar'ah, telah 
menceritakan kepada kami Minjab ibnul Haris As-Sahmi. telah 
menceritakan kepada kami Bisyr Ammarah, dari Abu Rauq, dari Atiyyah 
Al-Aufi, dari Abu Sa'id Al-Khudri, dari Rasulullah Saw. sehubungan dengan 
makna firman-Nya: 



c i-r* ■ r (jj¥i^ 



Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia 
dapat melihat segala yang kelihatan. (Al-An J am: 103) 

Nabi Saw. bersabda: 

Seandainyajin dan tnannsia, dan setan sertapara maiaikat — sejak 
mereka diciptakan hingga semuanya mati — dibariskan menjadi 
satusqf, niscaya mereka masih belum dapat meliputi Allah selama- 
lamanya. 

Tetapi hadis ini garib dan tidak dikenal, melainkan hanya melalui jalur 
ini; tidak ada seorang pun dari pemilik kitab Sittah yang meriwayat- 
kannya. 

Ulama lainnya lagi mengatakan sehubungan dengan makna ayat 
ini dengan mengetengahkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Turmuzi 
di dalam kitab Jami'-nya, Ibnu Abu Asim di dalam kitab Swnnah-nya, 
Ibnu Abu Hatim di dalam kitab Tafsir-nya, Ibnu Murdawaih di dalam 
kitab Tajsir-nya., dan Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya 
melalui hadis Al-Hakam ibnu Aban yang mengatakan bahwa ia pernah 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 459 

mendengar Ikrimah berkata, "Aku pernah mendengar Ibnu Abbas 
mengatakan, 'Muhammad pernah melihat Tuhannya Yang Mahasuci 
lagi Mahatinggi.' Maka aku berkata, 'Bukankah Allah telah berfinnan: 

Dia tidak dapal dicapai oleh penglihatan mala, sedangkan Dia 
dapat melihat segala yang kelihatan. (Al-An'am: 103)?' 

Ibnu Abbas berkata kepadaku, 'Semoga engkau tidak beribu (yakni 
celakalah kamu). Yang demikian itu adalah nur-Nya yang juga 
merupakan nur-Nya. Apabila Allah menampakkan nur-Nya, maka tidak 
ada sesuatu pun yang dapat melihat-Nya'." Men unit riwayat lain, tidak 
ada sesuatu pun yang dapat tegak karena-Nya. Imam Hakim mengatakan 
bahwa asar ini sahih dengan syarat Syaikhain (Bukhari dan Muslim), 
tetapi keduanya tidak mengetengahkannya. 

Semakna dengan asar ini ada sebuah hadis yang ditetapkan di dalam 
kitab Sahihain melalui hadis Abu Musa Al-Asy'ari r.a. secara marfu', 
yaitu: 

Sesungguhnya Allah tidak pernah tidur, dan tidak layak bagi-Nya 
tidur; Dia merendahkan timbangan (amal) dan meninggikannya 
Dilaporkan kepada-Nya amalperbvatan siang hari sebelum malam 
tiba, dan amal malam hari sebelum siang hari tiba. Hijab 
(penghalang)-JVya«rfa/a/r nur (atau api), seandainya Dia membvka 
hijab-Nya, niscaya kesucian Zat-Nya akan membakar semua 
makhluk-Nya sepanjang penglihatan-Nya. 

Di dalam kitab-kitab terdahulu disebutkan bahwa sesungguhnya Allah 
berfirman kepada Musa ketika Musa memohon agar dapat melihat-Nya, 
"Hai Musa, sesungguhnya tidak ada makhluk hidup pun yang melihat- 
Ku melainkan pasti mati, dan tidak ada benda mati pun (yang Aku 

Kqmpangsunnqh.org 



460 Juz7-Ahftn'am 

menampakkan diri-Ku kepadanya) melainkan pasti hancur lebur." Dan 
Allah Swt. telah berfirman: 

Tatkala Tuhannya tampak bagigunung itu, kejadian itu membuat 
gunung itu hancur lebur dan Musa pun jatuhpingsan. Makasetelah 
Musasadarkembali, diaberkata, "MahasuciEngkau, akubertobat 
kepada Engkau,dan aku orangyangpertama-tama beriman. " (Al- 
A'rlf: 143) 

Yang di-nq^-kan (ditiadakan) oleh asar ini adalah idrak secara khusus, 
tetapi bukan berarti me-wa/i-kan dapat melihat-Nya kelak di hari kiamat; 
kelak di hari kiamat Allah menampakkan diri-Nya kepada hamba- 
hamba-Nya yang mukmin men unit apa yang dikehendaki-Nya. Adapun 
mengenai keagungan dan kebesaran-Nya, sesuai dengan Zat-Nya Yang 
Mahatinggi lagi Mahasuci serta Mahabersih, tidak dapat dicapai oleh 
pandangan mata. Karena itulah Ummul Mu-minin Siti Aisyah r.a. 
menetapkan adanya penglihatan (dapat melihat Allah) di akhiiat dan me- 
Mc^i-kan (meniadakan)nya di dunia. Siti Aisyah mengatakan demikian 
dengan berdalilkan firman-Nya yang mengatakan: 

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata. sedangkan Dia 
dapat melihat segala yang kelihatan. (Al-An'am: 103) 

Hal yang di-ncj/i-kan oleh Siti Aisyah ialah pencapaian yang dengan 
kata lain melihat kebesaran dan keagungan Allah sesuai dengan keadaan 
Zat-Nya, karena sesungguhnya hal tersebut tidak mungkin bagi manusia, 
tidak mungkin bagi para malaikat, tidak mungkin pula bagi makhluk 
lainnya. 

Firman Allah Swt.: 



«n-x- ■ * Li If 1 3 . Jl 



nauwias 



Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 



461 



sedangkan Dia dapat melihat segalayang kelihatan. (Al-An'am: 
103) 

Artinya, Dia meliputi semuanya dan mengetahui seluk-beluknya, karena 
sesungguhnya semuanya itu adalah makhluk-Nya, seperti yang 
disebutkan di dalam ayat lain: 



»-j$4)A»3Li£fti$ 



Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kalian 
lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Mahahalus lagi Maha 
Mengetahui? (Al-Mulk: 14) 

Adakalanya pengertian absar diungkapkan menunjukkan makna orang- 
orang yang melihat, seperti yang dikatakan oleh As-Saddi dalam takwil 
firman-Nya: 

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia 
dapat melihat segala yang kelihatan. (Al-An'am: 103) 

Yakni tiada sesuatu pun yang dapat melihat-Nya, sedangkan Dia melihat 
semua makhluk. 

Abul Aliyah telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: 

dan Dialah Yang Mahahalus lagi Maha Mengetahui. (Al-An'am: 
103) 

Yakni Mahahalus untuk mengeluarkannya lagi Maha Mengetahui 
tentang tempatnya, Wallahu A 'lam. Takwil ini sama pengertiannya 
dengan nasihat Luqman terhadap anaknya, seperti yang disitir oleh 
firman Allah Swt. berikut: 

Kqmpangsunnqh.org 



462 Juz7-AlTAri'am 

(Luqman berkata), "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu 
perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit 
atau di dalam burnt, niscaya Allah akan mendatangkannya 
(membalasnya). Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha 
Mengetahui. " (Luqman: 16) 

Al-An*am, ayat 104-105 

Sesungguhnya telah datang dari Tuhan kalian bukti-bukti yang 
terang; maka barang siapa melihat (kebenaran itu), maka 
(manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barang siapa buta (tidak 
melihat kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. 
Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara (kalian). 
Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya 
(orang-orang yang beriman mendapat petunjuk) dan supaya 
orang-orangmusyrikmengatakan, "Kamu telah mempelajari ayat- 
ayat itu (dari AhliKttab), 'rfc supaya Kami menjelaskanAl-Qur 'an 
itu kepada orang-orang yang mengetahui. 

Yang dimaksud dengan istilah basair ialah bukti-bukti dan hujah-hujah 
yang terkandung di dalam Al-Qur'an dan semua yang disampaikan oleh 
Rasulullah Saw. 

maka barang siapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) 
bagi dirinya sendiri. (Al-An'am: 104) 

Ayat tersebut semakna dengan ayat lain, yaitu: 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 463 

Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka 
sesungguhnyadia berbuat itu urttuk (keselamatan) dirinya sendiri; 
dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya dia tersesat bagi 
(kerugian) dirinya sendiri. (Al-Isra: 15) 

Karena itulah dalam surat ini disebutkan: 



.,.\*.¥»j> -U^»»y»n*)*3 



dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka 
kemudaratannya kembali kepadanya. (Al-An'am: 104) 

Setelah disebutkan basair, yakni bukti-bukti dan hujah-hujah, lalu 
disebutkan: 



■Wyio tyb&Qf&S 



dan barang siapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka 
kemudaratannyakembali kepadanya. (Al-An'am: 104) 

Artinya, sesungguhnya akibat buruknya akan menimpa dirinya sendiri; 
sama halnya dengan yang disebutkan di dalam firman lain: 

Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang 
buta ialah hati yang di dalam dada. ( Al-Hajj : 46) 

Adapun firman Allah Swt.: 



Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara (kalian). 
(Al-An'am: 104) 

Yakni bukan sebagai pemelihara, bukan pula sebagai pengawas, 
melainkan semata-mata sebagai penyampai; dan Allah menunjuki siapa 
yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya. 

Kqmpangsunnqh.org 



464 



Juz7-AI-An'iim 



Firman Allah Swt.: 

Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami. ( Al- An 'am: 
105) 

Yaitu sebagaimana Kami rincikan bukti-bukti itu dalam surat ini yang 
menerangkan tentang keesaan, dan bahwa Allah itu tidak ada Tuhan 
selain Dia, maka demikian pula Kami jelaskan semua ayat; Kami 
tafsirkan dan Kami terangkan pada tiap-tiap tempatnya, mengingat 
ketidaktahuan orang-orang yang bodoh. Juga agar orang-orang musyrik 
dan orang-orang kafir yang mendustakan Rasul mengatakan, "Hai 
Muhammad, engkau telah belajar dari orang-orang Ahli Kitab 
sebelummu. dan engkau membaca serta mengetahuinya dari mereka." 
Demikianlah takwil ayat ini menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id ibnu 
Jubair, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya. 

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Abdullah ibnu Ahmad,telah menceritakan kepada kami ayahku,telah 
menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, dari Amr ibnu Dinar, 
dari Amr ibnu Kaisan yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar 
Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna darasta ialah 'engkau membaca, 
membantah, dan berdebat'. Makna ayat ini sama dengan apa yang 
disebutkan oleh Allah Swt. ketika menceritakan kedustaan dan 
keingkaran mereka (orang-orang musyrik), yaitu melalui firman-Nya: 



«5 



Dan orang-orang kqfir berkata, "Al-Qur 'an ini tidak lain hanyalah 
kebohonganyang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu 
oleh kaum yang lain "; maka sesimgguhnya mereka telah berbuat 
suatu kezaliman dan dusta yang besar. Dan mereka berkata, 
"Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya sttpaya 
dituliskan. " (Al-Furqan: 4-5), hingga akhir ayat. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu KaSir 465 

Allah Swt. telah berfirman pula, menceritakan tentang dugaan dan 
kedustaan mereka: 

Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang 
ditetapkan), maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan? 
Kemudian celakalah dial Bagaimanakah dia menetapkan? 
Kemudian dia memikirkan, sesudah itu dia bermasam muka dan 
merengut; kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan 
menyombongkan diri, lalu dia berkata, "(Al-Qui'mjinitidaklain 
hanyalah sihiryang dipelajari (dari orang-orang dahulu), ini tidak 
lain hanyalah perkataan manusia. " (Al-Muddassir: 1 8-25) 

Adapun firman Allah Swt.: 

dan supaya Kami menjelaskan Al-Qw 'an itu kepada orang-orang 
yang mengetahui. (Al-An'am: 105) 

Artinya, agar Kami menerangkan Al-Qur'an itu kepada kaum yang 
mengetahui kebenaran, lalu mereka mengikutinya, dan Kami terangkan 
Al-Qur'an itu kepada mereka agar mereka mengetahui mana yang batil, 
lalu mereka menjauhinya. Hanya kebijaksanaan Allah-Iah yang 
menetapkan kesesatan mereka, karena Dia telah menyampaikan 
penjelasan kepada mereka. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan 
oleh firman-Nya: 

Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan, dan 
dengan perumpamaan itu (puta) banyak orang yang diberi-Nya 
petunjuk. (Al-Baqarah: 26), hingga akhir ayat. 

Kqmpangsunnqh.org 



466 Juz7-A1-An'am 

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam 
ayat-ayat yang lain, yaitu: 

agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu, sebagai 
cobaan bagi orang-orangyang di dalam hatinya adapenyakit dan 
yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim 
itu benar-benar dalam permusuhan yang sangat, dan agar orang- 
orangyang telah diberi ilmu meyakmi bahwasanyaAl-Qur 'an itulah 
yang hak dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan tunduk hati 
mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi 
Petunjuk bagi orang-orangyang beriman kepadajalan yang lurus. 
(Al-Hajj: 53-54) 

Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari 
malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu 
melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kqfir, supaya 
orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin, dan supaya 
orang-orang yang beriman bertambah imannya, dan supaya 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kafeir 467 

orcmg-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu 
tidak ragu-ragu, dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya 
adapenyakit, dan orang-orang fcj/?r(mengatakan), "Apakahyang 
dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perum- 
pamaan? " Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang 
dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang 
dikehendaki-Nya, Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu 
melainkan Dia sendiri. (Al-Muddassir: 31) 



X&$&M&?4t0&&i^&&M 



?<• 



C AY : f-^/ul If I ^> 



Dan Kami turunkan Al-Qur 'an suatu yang menjadi penawar dan 
rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur 'an itu tidaklah 
menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al- 
Isra: 82) 

Katakanlah, "Al-Qur 'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi 
orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman 
pada telinga mereka ada sumbatan, sedangkan Al-Qur 'an itu suatu 
kegelapan bagi mereka Mereka itu adalah (seperti) orang-orang 
yang dipanggil dari tempat yangjauh. " (Fussilat: 44) 

Masih banyak lagi ayat-ayat lain yang menunjukkan bahwa Allah Swt. 
menurunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk buat orang-orang yang 
bertakwa. Dengan Al-Qur' an itu Dia menyesatkan orang-orang yang 
dikehendaki-Nya, dengan Al-Qur'an pula Dia memberi petunjuk kepada 
orang-orang yang dikehendaki-Nya. Karena itulah dalam ayat ini 
disebutkan oleh firman-Nya: 



a*'0 [(•IjlV ^ 



.^iS^^^i^Si^^^aidS 



Kqmpangsunnqh.org 



468 Juz7-AhAn'am 

Demikianlah Kami mengulang-ulangi ayat-ayat Kami supaya 
(orang-orang yang beriman mendapat petunjuk) dan supaya 
orang-orangyang musyrik mengatakan, "Kamu telah mempelajari 
ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab), "dan supaya Kami menjelaskan Al- 
Qur'anitukepada orang-orangyang mengetahui. (Al-An'am: 105) 

Sebagian ulama ada yang membaca firman-Nya, "'Darasta" dengan 
pengertian 'engkau baca dan engkau pelajari*; demikianlah menurut 
At-Tamimi, dari Ibnu Abbas. Hal yang sama telah dikatakan pula oleh 
Mujahid, As-Saddi, Ad-Dahhak, dan Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu 
Aslam serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang. 

Abdur Razzaq telah mengatakan dari Ma' mar, bahwa Al-Hasan 
Al-Basri telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 

dan supaya orang-orang musyrik mengatakan, "Kamu telah 
mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab) "(AI-An'am: 105) 

Bahwa darasta dibaca darasat sehingga artinya menjadi kuno dan telah 
berlalu atau sudah usang. 

Abdur Razzaq telah mengatakan pula bahwa telah menceritakan 
kepada kami Ibnu Uyaynah, dari Amr ibnu Dinar; ia pemah mendengar 
*bnuz Zubair mengatakan bahwa sesungguhnya ada anak-anak yang 
membaca ayat ini dengan bacaan darasat, padahal sesungguhnya bacaan 
yang sebenarnya adalah darasat. 

Syu'bah mengatakan, Abu Ishaq Al-Hamdani telah menceritakan 
kepada kami bahwa lafaz ini menurut qiraat Ibnu Mas'ud dibaca darasat. 

Sa'id ibnu Abu Arubah telah meriwayatkan dari Qatadah, bahwa 
ia membacanya darasta dengan makna 'engkau telah membaca dan 
mempelajarinya' . 

Menurut Ma'mar, dari Qatadah, disebutkan darasta dengan makna 
'engkau telah membacanya'. Menurut dialek bacaan Ibnu Mas'ud 
disebutkan darasa. Abu Ubaid Al-Qasim ibnu Salam mengatakan, telah 
menceritakan kepada kami Hajjaj, dari Harun yang mengatakan bahwa 
lafaz ini menurut dialek Ubay ibnu Ka'b dan Ibnu Mas'ud ialah darasa. 
Harun mengatakan bahwa mereka bermaksud bahwa Nabi Saw. telah 
membacanya. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 469 

Tetapi pendapat ini garib, karena sesungguhnya telah diriwayatkan 
dari Ubay ibnu Ka'b hal yang berbeda dengan hal tersebut. Abu Bakar 
ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami 
Muhammad ibnu Ahmad ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami 
Al-Hasan ibnu Lais, telah menceritakan kepada kami Abu Salamah, 
telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abu Buzzah Al-Makki, 
telah menceritakan kepada kami Wahb ibnuZam'ah, dari ayahnya, dari 
Humaid Al-A"raj, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas, dari Ubay ibnu Ka'b 
yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah membacakan 
kepadaku ayat ini dengan bacaan berikut: 

dan supaya orang-arang musyrik mengatakan, "Kamu telah 
mempelajari ayat-ayat itu (dari Ahli Kitab). " (Al-An'am: 105) 

Diriwayatkan oleh Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nyz. melalui 
hadis Wahb ibnu Zam'ah. Imam Hakim mengatakan bahwa bacaan yang 
dimaksud ialah darasta. Kemudian ia mengatakan bahwa hadis ini sahih, 
tetapi keduanya (Imam Bukhari dan Imam Muslim yang dijadikan 
standar bagi predikat sahih suatu hadis) tidak mengetengahkannya. 



Al-An'am, ayat 106-107 

Ikutilah qpayang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu; tidak 
ada Tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik 
Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak memperse- 
kutukan-(Nya.}. Dan kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi 
mereka; dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka. 

Kqmpangsunnqh.org 



470 Jtiz7-AWVn"am 

Allah Swt. berfirmai^memerintahkan kepada Rasul-Nya dan semua 
orang yang mengikuti jalannya: 



., Wto .stf^aa^jnifA 



Ikutilah apayang telah dixvahyukan kepadamu dari Tvhanmu. (Al- 
An'am: 106) 

Yakni ikutilah, telusurilah jejaknya, dan amalkanlah, karena 
sesungguhnya apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu 
adalah benar belaka; tiada keraguan padanya, karena sesungguhnya 
Allah itu tidak ada Tuhan selain Dia. 

dan berpalinglah dari orang-orang mnsyrik. (Al-An'am: 106) 

Maksudnya, biarkanlah mereka dan maafkanlah mereka, serta 
bersabarlah dalam menghadapi gangguan mereka hingga Allah 
membukakan jalan kepadamu, memberimu pertolongan dan 
kemenangan atas mereka. Dan perlu engkau ketahui bahwa karena 
hikmah yang hanya diketahui oleh Allah saja, Dia menyesatkan mereka; 
karena sesungguhnya seandainya Dia menghendaki, niscaya Dia dapat 
memberikan petunjuk kepada semua orang; dan seandainya Dia 
menghendaki, niscaya Dia dapat menghimpun mereka ke jalan hidayah. 



£'■' i ^UiWi: 



Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak 
mempersekutukan-(Nya). (Al-An'am: 107) 

Bahkan milik-Nyalah semua kehendak dan hikmah sesuai dengan apa 
yang dikehendaki-Nya dan yang dipilih-Nya; Dia tidak ada yang 
mempertanyakan apa yang diperbuat-Nya, tetapi mereka pasti dimintai 
pertanggungjawabannya. 
Firman Allah Swt.: 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 471 

Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka. (Al- 
An'am: 107) 

Artinya, pemelihara yang menjaga ucapan dan perbuatan mereka. 



:t-«.flife -^»H^~^ &{ ^ ai 



dan kamu sekali-kati bvkanlah pemelihara bagi mereka (Al- 
An'am: 107) 

Yakni sebagai orang yang diserahi tugas untuk memelihara rezeki dan 
urusan mereka, seperti yang disebutkan dalam firman-finnan lainnya, 
yaitu: 

Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). (Asy- 
Syura: 48) 



:vf - V 



Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah 
orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang 
berkuasa atas mereka. (Al-Gasyiyah: 21-22) 



karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, 
sedangkan Kamitah yang menghisab amaian mCT-e£a(Ar-Ra'd: 40) 



Al-Anfam, ayat 108 

Kqmpangsunnqh.org 



472 



Juz 7 - AJ-AnSm 



Danjanganlah kalian memaki sembahan-sembahan yang mereka 
sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah 
dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami 
jadikan setiap umat menganggap baikpekerjaan mereka Kemudian 
kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan 
kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. 

Allah Swt. berfirman, melarang Rasul-Nya dan orang-orang mukmin 
memaki sembahan-sembahan orang-orang musyrik, sekalipun dalam 
makian itu terkandung maslahat, hanya saja akan mengakibatkan 
mafsadat (kerusakan) yang lebih besar daripada itu. Kerusakan yang 
dimaksud ialah balasan makian yang ditakukan oleh orang-orang 
musyrik terhadap Tuhan kaum mukmin, yaitu: 

Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. (AI-Baqarah: 255) 

Seperti yang diriwayatkan oleh Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas 
sehubungan dengan asb~abun maul ayat ini. Disebutkan bahwa orang- 
orang musyrik berkata, "Hai Muhammad, berhentilah kamu dari mencaci 
tuhan-tuhan kami; atau kalau tidak berhenti, kami akan balas mencaci 
maki Tuhanmu." Maka Allah melarang kaum mukmin mencaci berhala- 
berhala sembahan kaum musyrik. 



■ \ju*l = 



karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas 
tanpa pengetahuan. (Al-An'am: 108) 

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma'mar, dari Qatadah, bahwa 
dahulu orang-orang muslim sering mencaci maki berhala-berhala 
orang-orang kafir, maka orang-orang kafir balas mencaci maki Allah 
dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Oleh sebab itu, turunlah 
ayat ini. 

Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan dari As-Saddi 
yang telah mengatakan sehubungan dengan tafsir (asbabun nuzul) ayat 
ini, bahwa ketika Abu Talib di ambang kematiannya, orang-orang 

Kqmpungsannqh.org 



TafsfrlbnuKaMr 473 

Quraisy berkata, "Mari kita berangkat ke rumah orang ini, lalu kita 
perintahkan dia agar mencegah keponakannya dari kita, karena 
sesungguhnya kha benar-benar merasa malu bila membunuhnya sesudah 
dia meninggal dunia. Lalu orang-orang Arab akan memberikan 
komentamya, bahwa dahulu Abu Talib melindunginya, tetapi setelah 
Abu Talib meninggal dunia mereka bam berani membunuhnya. 

Maka berangkatlah Abu Sufyan, Abu Jahal, Nadr ibnul Haris, 
Umayyah serta TJbay (keduanya anak KhalaQ, Uqbah ibnu Abu Mu'it, 
Amr ibnul As, dan Al-Aswad ibnul Bukhturi. Mereka terlebih dahulu 
mengutus seorang lelaki dari kalangan mereka yang dikenal dengan 
nama Al-Muttalib. Mereka berpesan kepadanya, "Mintakanlah izin bagi 
kami kepada Abu Talib (agar kami diizinkan masuk menjenguknya).*' 
Lalu utusan itu datang menemui Abu Talib dan berkata kepadanya, 
"Mereka adalah para tetua kaummu, mereka ingtn masuk menjengukmu" 
Abu Talib mengizinkan mereka menjenguk dirinya, lalu mereka masuk 
menemuinya dan berkata, "Hai Abu Talib engkau adalah pembesar dan 
pemimpin kami. Sesungguhnya Muhammad telah menyakiti kami dan 
sembahan-sembahan kami, maka kami menginginkan agar sudilah engkau 
memanggilrrya, lalu cegahlah dia, jangan mengata-ngatai sembahan- 
sembahan kami lagi, maka kami pun akan membiarkannya bersama 
Tuhannya." 

Nabi Saw. dipanggil, makaNabi Saw. datang, dan Abu Talib berkata 
kepadanya, "Mereka adalah kaummu, juga anak-anak pamanmu." 
Rasulullah Saw. bertanya, "Apa yang kalian kehendaki?" Mereka 
menjawab, "Kami menginginkan agar engkau membiarkan kami dan 
sembahan-sembahan kami, maka kami pun akan membiarkan engkau 
dan Tuhanmu." Nabi Saw. berkata, "Bagaimana pendapat kalian jika 
aku metiyetujui hal itu? Apakah kalian mau memberiku suatu kalimat 
yang jika kalian ucapkan kalimat ini niscaya kalian akan merajai semua 
orang Arab dengannya dan tunduklah kepada kalian semua orang 'Ajatn 
(selain Arab), serta akan membayar upeti kepada kalian?" Abu Jahal 
bertanya, "Demi ayahmu, kami benar-benar akan memberimu sepuluh 
kali lipat dari apa yang engkau minta, tetapi apakah yang engkau 
maksudkan dengan kalimat itu?" Nabi Saw. bersabda: 

Kqmpungsannqh.org 



474 Juz7-AWW&m 

Ucapkanlah, "Tidak ada Tuhan selain Allah. " 

Tetapi mereka menolak dan merasa enggan untuk mengucapkannya. 
Abu Talib berkata, "Hai anak saudaraku, katakanlah yang lainnya, karena 
sesungguhnya kaummu merasa kaget dengan ucapan itif." Rasulullah 
Saw. berkata: 

Wahaipaman, akusekali-kali tidak akan mengatakan yang lairmya 
hingga tnereka mendatangkan matahari, lalu mereka letakkan di 
tanganku; dan seandainya mereka dapat mendatangkan matahari, 
lalu meletakkannya di tanganku int, aku tetap tidak akan me- 
ngatakan yang lainnya. 

Nabi Saw. mengatakan demikian dengan maksud memutuskan harapan 
mereka untuk dapat membujuk dirinya. Maka mereka marah dan 
mengatakan, "Kamu benar-benar menghentikan cacianmu terhadap 
sembahan kami, atau kami akan balas mencacimu dan Tuhan yang 
memerintahmu?" Yang demikian itu adalah yang dimaksudkan di dalam 
firman-Nya: 

karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaiti batas 
tanpapengetahuan. (Al-Anlm: 108) 

Dari pengertian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa meninggalkan suatu 
maslahat demi mencegah terjadinya majsadat (kerusakan) yang jauh 
lebih parah daripada maslahat adalah hal yang diperintahkan. Di dalam 
sebuah hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: 

Terlaknatlah seseorangyang memaki kedua orang tuanya 

Kqmpungsannqh.org 



Tafeir Ibnu Kasir 475 

Mereka(parasahabat)beTtanya,"YaRasulullah,bagaimanakah seseorang 
dapatmencacikeduaorangtuanyasendiri?"Rasulullah Saw. bersabda: 

Dia mencaci bapak seseorang, lalu orangyang dicacinya itu balas 
mencaci bapaknya. Dan dia mencaci ibu seseorang, lalu orang 
yang dicacinya itu balas mencaci ibunya 

Firman Allah Swt.: 

Demikianlah Kamijadikan setiap umat menganggap baikpekerjaan 
mereka. (Al-An'am: 108) 

Yakni sebagaimana Kami hiaskan kepada mereka cinta kepada berhala- 
berhalanya, membelanya, dan menolongnya, maka Kami hiaskan pula 
kepada setiap umat dari kalangan umat terdahulu yang sesat menyukai 
amal perbuatan mereka. Hanya milik Allah-lah hujah yang kuat dan 
hikmah yang sempuma dalam menentukan apa yang dikehendaki dan 
apa yang dipilih-Nya. 

Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka. (Al-An'am: 
108) 

Maksudnya, kepulangan dan pengembalian mereka. 

lalu Dia memberikan kepada mereka apa yang dahulu mereka 
kerjakan. (Al-An'am: 108) 

Yakni Dia akan membalas mereka sesuai dengan amal perbuatan mereka. 
Jika amal perbuatan mereka baik, maka balasannya baik; dan jika amal 
perbuatan mereka buruk, maka balasannya buruk pula. 

Kqmpangsunnqh.org 



476 Juz 7 -Al-An'am 

Al-An'am, ayat 109-110 

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala ke- 
sungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu 
miikjizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah 
"Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah. " 
Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila 
mukjizat datang mereka tidakakan beriman. Dan (begitu pula) Kami 
memalingkan hatt dan penglihatan mereka seperti mereka belum 
pernah beriman kepadanya (AI-Qur' 'an) padapermulaannya, dan 
Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang 
sangat. 

Allah Swt menceritakan perihal orang-orang musyrik. Mereka bersumpah 
dengan menyebut nama Allah dengan segala kesungguhan, yakni dengan 
sumpahyangkuat: 

bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mukjizat. (Al- 
An'am: 109) 

Yang dimaksud dengan ayatun dalam ayat ini ialah mukjizat dan hal 
yang bettentangan dengan hukum alam. 

mereka benar~benar akan beriman kepadanya. (Al-An'am: 109) 
Yakni mereka benar-benar akan percaya kepadanya. 

Kqmpangsunnqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 477 

Katakanlah, "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hcmya berada 
disisi Allah "(Al- An 1 'am: 109) 

Maksudnya: Katakanlah, hai Muhammad, kepada mereka yang meminta 
kepadamu agar diturunkan mukjizat-mukjizat kepadamu dengan 
permintaan yang bernadakan kekufuran, keingkaran, dan tantangan, 
bukan meminta karena ingin mendapat hidayah dan petunjuk, bahwa 
sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanyalah bergantung kepada 
Allah. Jika Dia menghendakinya, niscaya Dia akan memperlihatkannya 
kepada kalian; dan jika Dia menghendaki selainnya, Dia tidak akan 
menurunkannya dan membiarkan kalian. 

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hannad, 
telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Bukair, telah menceritakan 
kepada kami Abu Ma'syar, dari Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi yang 
menceritakan bahwa orang-orang Quraisy pernah berbicara kepada 
Rasulullah Saw. Mereka mengatakan, "Hai Muhammad, engkau telah 
ceritakan kepada kami bahwa Musa mempunyai tongkat yang dapat ia 
pukulkan ke batu, lalu memancarlah dari batu itu mata air sebanyak 
dua belas mata air. Dan engkau telah ceritakan kepada kami bahwa Isa 
dapat menghidupkan orang-orang mati. Dan engkau telah bercerita 
kepada kami bahwa Samud mempunyai unta (maksudnya unta Nabi 
Saleh),makadatangkanlah kepada kami sebagian dari mukjizat-mukjizat 
itu olehmu agar kami dapat percaya kepadamu." 

Rasulullah Saw. bersabda, "Hal apakah yang kalian inginkan agar 
aku datangkan kepada kalian?" Mereka menjawab, "Engkau jadikan 
buat kami Bukit Safa ini menjadi emas." Nabi Saw. bersabda, "Jika 
aku dapat melakukannya, apakah kalian mau percaya (beriman) 
kepadaku?" Mereka menjawab, "Ya, demi Allah, jika engkau benar- 
benar dapat melakukannya, kami semua sungguh akan beriman 
kepadamu." 

Maka Rasulullah Saw. berdiri, lalu berdoa. Dan Malaikat Jibril a.s. 
datang kepadanya, lalu berkata, "Pilihlah sesukamu, jika kamu 
menginginkan Bukit Safa menjadi emas, maka pada pagi harinya Bu- 
kit Safa akan menjadi emas. Tetapi bila suatu mukjizat diturunkan, lalu 
mereka tidak mempercayainya, maka sungguh Allah akan mengazab 
mereka Jika kamu menginginkan membiarkan mereka, makabiarkanlah 

Kqmpungsannqh.org 



478 Juz7-AKAn'am 

permintaan mereka (jangan kamu kabulkan) untuk memberikan 
kesempatan kepada orang-orang dari kalangan mereka yang mau 
bertobat" MakaRasuluIlah Saw. menjawab, "Tidak, saya menginginkan 
agar orang-orang yang sadar dari kalangan mereka mau bertobat." Maka 
Allah Swt. menurunkan firman-Nya: 



■'fu*» • 2$$o&$$£M j 



Mereka bersumpah dengan noma Allah dengan segala kesungguhan 
(Al-An'am: 109) 

sampai dengan firman-Nya: 

tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (Al-An'am: 111) 

Hadis ini berpredikat mursal, tetapi mempunyai banyak syahid yang 
menguatkannya, diriwayatkan melalui berbagai jalur. 
Allah Swt. telah berfirman: 



:o1 : e-Q-ujVi 3 



Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk 
mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), 
melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang- 
orang dahuliL (Al-Isra: 59), hingga akhir ayat. 

Mengenai firman Allah Swt.: 

Dan apakahyang memberitahukan kepada kalian bahwa apabila 
mukjizat datang mereka tidak akan beriman. (Al-An'am: 109) 

Menurut suatu pendapat, orang-orang yang dimaksudkan oleh ayat ini 
adalah kaum musyrik. Demikianlah menurut Mujahid. Seakan-akan 
dikatakan kepada mereka bahwa apakah yang memberitahukan kepada 
kalian akan kebenaran dari sumpah-sumpah yang kalian ucapkan itu. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 479 

Berdasarkan pengertian ini. berarti firman-Nya: 

bahwa apabila mukjizat datang, mereka tidak akan beriman. (Al- 
An'am: 109) 

dibaca innaha karena dianggap sebagai jumlah isti-naf (kalimai 
permulaan) yang tnenegaskan tentang ketiadaan iman mereka di saat 
mukjizat-mukjizat yang merekaminta didatangkan kepada mereka. 
Sebagian ulama lain membacanya: 

bahwa apabila mitkjizat datang, kalian tidak akan beriman. (Al- 
An'am: 109) 

Yakni dengan bacaan tu-mimma yang artinya ditujukan kepada lawan 
bicara. 

Menurut pendapat lain, mukhatab (lawan bicara) yang dimaksudkan 
oleh firman-Nya: 

Dan apakahyang memberitahukan kepada kalian. (Al-An'am: 109) 

Mereka adalah orang-orang mukmin. Allah Swt. berfirman, "Dan apakah 
yang memberitahukan kepada kalian, hai orang-orang mukmin?" 
Berdasarkan qiraat ini, berarti firman-Nya, "Innahid 1 ? boleh dibac&kasrah 
seperti bacaan pertama, boleh pula dibaca annaha karena dianggap 
sebagai ma 'mul dari iafazyusy 'irukum. Dengan demikian. berarti huruf 
Id yang ada dalam firman-Nya: 

bahwa apabila mitkjizat datang, mereka tidak akan beriman. (Al- 
An*am:109) 

berkedudukan menjadi silah, perihalnya sama dengan firman-Nya: 

Kqmpangsannqh.org 



480 Juz7-AlAn'am 

Apakah yang menghalangimu imtuk bersujud (kepada Adam) di 
waktu Aku menyvnmmu? (Al- A' raf: 12) 

Dan firman Allah Swt.: 

Sungguh tidak mwgkin alas (penduduk) suatu negeri yang telah 
Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami). 
(Al-Anbiya: 95) 

Artinya, apakah yang mencegahmu untuk bersujud kepada Adam ketika 
Aku perintahkan kamu melakukannya? Dan sungguh tidak mungkin 
atas penduduk suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka 
tidak akan kembali kepada Kami. 

Berdasarkan pengertian ini, berarti makna ayat yang sedang dibahas 
ialah: Dan apakah yang memberitahukan kepada kalian, hai orang-orang 
mukmin, perihal orang-orang yang kalian harapkan hal itu bagi mereka 
karena terdorong oleh keinginan kalian agar mereka beriman, bahwa 
apabila mukjizat-mukjizat itu datang, mereka mau beriman? 

Sebagian ulama mengatakan bahwa lafaz annaha bermakna la 'alia 
yang artinya ''mitdah-mudahan' . Ibnu Jarir mengatakan, mereka 
menyebutkan bahwa memang demikianlah maknanya menurut qiraat 
Ubay ibnu Ka'b. Menurut Ibnu Jarir, telah disebutkan dari perkataan 
orang Arab secara sima'i ( idiom ) kalimat berikut: "Pergilah ke pasar, 
mudah-mudahan engkau membelikan sesuatu (makanan) buat kami." 
Lafaz innaka di sini bermakna la 'allaka, yakni agar engkau membelikan 
buat kami sesuatu. 

Ibnu Jarir mengatakan, menurut suatu pendapat ada yang 
mengatakan bahwa perkataan Addi Ibnu Zaid Al-Ibadi dalam bait syair 
berikut termasuk ke dalam bab ini, yaitu: 

Hai orang yang mencela, apakah yang memberitahukan kepadamu 
bahwa qjalkv hanya sampai sesaat lagi dalam hari ini ataupada 
pagi hari keesokannya? 

Kqmpungsannqh.org 



Tafsir Ibnu Kasir 481 

lbnu Jarir memilih pendapat ini dan mengemukakan beberapa syawahid 
atau bukti yang memperkuat pendapatnya dari syair-syair orang-orang 
Arab. 

Firman Allah Swt.: 

- —> i£3^s^jSi^«i^#^4J& 

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati danpenglihatan mereka 
seperti mereka belumpernah beriman kepademya (Al-Qur*an)/Jodb 
permulaannya- (Al-An'am: 110) 

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan ayat 
ini, bahwa ketika orang-orang musyrik mengingkari Al-Qur'an yang 
diturunkan oleh Allah, maka hati mereka dijadikan tidak tetap atas 
sesuatu pun dan menolak setiap perintah. 

Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: 



• Ul-i^ 



.i%aij®#&i 



Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati danpenglihatan mereka 
(Al-An'am: 110) 

Yakni Kami halang-halangi antara mereka dan iman. Dan seandainya 
datang kepada mereka semua bukti (mukjizat), niscaya mereka tidak 
akan beriman, sebagaimana Kami halang-halangi mereka antara din 
mereka dan iman seperti pada permulaannya. Hal yang sama telah 
dikatakan oleh Ikrimah dan Abdur Rahman Ibnu Zaid Ibnu Aslam. 

Ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., bahwa 
Allah Swt. menceritakan perihal apa yang akan dikatakan oleh hamba-hamba- 
Nya sebelum mereka mengatakannya, dan apa yang akan mereka 
lakukan sebelum mereka mengerjakannya. Seperti yang disebutkan di 
dalam firman-Nya: 

dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu- 
sebagai yang diberitakan oleh Yang Maha Mengetahui. (Fatir: 14) 

Kqmpangsunnqh.org 



482 Juz7-AI-An'am 

supaya jangan ada orang yang mengatakan, "Amai besar 
penyesalan atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) 
terhadap Allah. (Az-Zumar: 56) 

sampai dengan firman-Nya: 

Aa/ou sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan 
termasuk orang-orang yang berbuat baik. " (Az-Zumar: 58) 

Allah Swt. menceritakan, "Seandainya mereka dikembalikan ke dunia 
lagi, pastilah mereka tidak akan mengikuti jalan petunjuk (sama dengan 
keadaan mereka semula)," seperti yang disebutkan oleh firman yang 
lain, yaitu: 

Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tenlulah mereka kembali 
kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan 
sesitngguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka. (Al- 
An'am: 28) 

Dan dalam surat ini disebutkan: 

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati danpenglihatan mereka 
sepertimerekabelumpernahberimankepadanya^M-^m^zx^pada 
permulaannya. (Al-An*am: 1 10) 

Dengan kata lain, seandainya mereka dikembalikan ke dunia, niscaya 
akan dihalang-halangi antara mereka dan jalan hidayah, sebagaimana 
Kami menghalang-halangi antara mereka dan iman sejak permulaannya 
ketika mereka masih hidup di dunia. 

Kqmpungsannqh.org 



Tafair Ibnu Kafcir 483 

Firman Allah Swt.: 

dan Kami biarkan mereka. (Al-An'am: 1 10) 
Yakni Kami tinggalkan mereka. 

dalam kesesatannya. (Al-An'am: 110) 

Menurut Ibnu Abbas dan As-Saddi, makna tugyan dalam ayat ini ialah 
kekufuran. Sedangkan menurut Abul Aliyah, Ar-Rabi' ibnu Anas, dan 
Qatadah ialah kesesatan. 






bergelimang. (Al-An'am: 110) 



Menurut Al-A'mas\ aninya bermain-main. Sedangkan menurut Ibnu 
Abbas. Mujahid. Abul Aliyah. Ar-Rabi, dan Abu Malik serta lain-lainnya 
adalah bergelimang. yakni mereka bergelimang dalam kekafirannya. 



******************** 



Kqmpangsunnqh.org